Anda di halaman 1dari 3

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pengkajian
Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumentasi,
anamnesa, observasi, dan pemeriksaan fisik. Dari pengumpulan data
tersebut akan didapatkan data subjektif dan data objektif. Penulis
mendapatkan data dari pasien secara langsung dan dari keluarga
pasien. Pada saat dilakukan pengkajian pasien dan keluarga dapat
bekerjasama dengan baik.
2. Diagnosa
Diagnosa keperawatan disusun setelah didapatkan
pengelompokkan data pada analisa data. Dari analisa didapatkan dua
diagnosa utama pada Ny.K, yaitu: gangguan perfusi jaringan
berhubungan dengan penurunan curah jantung dan Kurang
pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi.
3. Perencanaan
Perencanaan dibuat setelah muncul diagnosa keperawatan.
Dalam pembuatan perencanaan langkah yang dilakukan penulis
setelah menyusun prioritas adalah menyusun kriteria hasil.
Penyusunan kriteria hasil berdasarkan SMART dan rencana intervensi
berdasarkan ONEC.
4. Implementasi
Penulis melakukan implementasi setelah sebelumnya
melakukan pembuatan perencanaan. Implementasi dilakukan untuk

65

66

mencapai tujuan yang telah dibuat sebelumnya. Penulis melakukan


implementasi selama 3 hari.
5. Evaluasi
Evaluasi merupakan tahap akhir yang dilakukan untuk
mengukur tingkat keberhasilan tindakan apakah sudah sesuai dengan
tujuan dan kriteria hasil. Penulis dalam melakukan evaluasi
berpedoman pada SOAP. Diagnosa pertama didapatkan bahwa
masalah teratasi sebagian dan intervensi dilanjutkan. Diagnosa kedua
didapatkan bahwa masalah teratasi dan intervensi dipertahankan.
B. Saran
1. Institusi pendidikan
Perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin hari semakin
maju diharapkan dapat menjadi referensi sebagai bahan referensi
untuk dosen maupun mahasiswa prodi D III Keperawatan Poltekkes
Bhakti Mulia. Referensi ini diharapkan menjadi pedoman mahasiswa
dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien.
2. Tenaga kesehatan
Kesehatan pada era sekarang ini sangat dihargai maka perlu
adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang optimal pula.
Perlu dibutuhkan tenaga-tenaga kesehatan yang memadai dalam
memberikan pelayanan kepada pasien yang sakit di rumah sakit untuk
mendapatkan perawatan.
3. Rumah sakit
Fasilitas kesehatan sebagai tempat rujukan kedua setelah
puskesmas, tentunya rumah sakit berperan penting dalam
menyediakan fasilitas guna menunjang pelayanan kepada pasien yang
sakit dan membutuhkan penanganan. Tingginya jumlah penderita pre-

67

eklampsia pada ibu hamil menuntut rumah sakit perlu memberikan


perhatian khusus terutama pada infrastruktur dan pelayanan pada
kesehatan ibu dan anak (KIA).
4. Pasien
Asuhan keperawatan yang telah dilakukan oleh tim kesehatan
diharapkan klien sadar dan dapat melakukan segala tindakan untuk
meningkatkan dan mengupayakan kesembuhan guna untuk mencegah
terjadinya komplikasi apabila tidak segera ditangani.