Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

1. Pokok Bahasan
: Pre-Eklampsia Berat (PEB)
2. Sub Pokok Bahasan :
a. Pengertian Pre-Eklampsia Berat
b. Penyebab Pre-Eklampsia Berat
c. Tanda dan gejala Pre-Eklampsia Berat
d. Komplikasi Pre-Eklampsia Berat
e. Penatalaksanaan Pre-Eklampsia Berat
3. Sasaran
: Pasien Ny.K
4. Waktu
: 20 menit
5. Tempat
: Bangsal Bougenville RSUD Sukoharjo
6. Hari/Tanggal
: Sabtu, 16 Februari 2013
7. Penyaji
: Adimas Gonjang Putra Sabara
A. LATAR BELAKANG
Setelah dilakukan pengkajian pada pasien Ny. K didapatkan data
bahwa Ny.K belum mengetahui tentang penyakit Pre-Eklampsia Berat.
Oleh karena itu perlu diadakannya penyuluhan pendidikan kesehatan pada
Ny. K tentang Pre-Eklampsia Berat supaya Ny. K dapat mengetahui
tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, dan penatalaksanaan PreEklampsia Berat.
B. TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan pendidikan kesehatan tentang PreEklampsia Berat selama 1x20 menit diharapkan pasien Ny. K di Bangsal
Bougenville RSUD Sukoharjo mampu mengerti dan memahami tentang
penyakit Pre-Eklampsia Berat.
C. TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah dilakukan penyuluhan pendidikan kesehatan tentang PreEklampsia Berat selama 1x20 menit diharapkan:
1. Pasien Ny. K dapat:
a. Menjelaskan pengertian Pre-Eklampsia Berat
b. Menjelaskan penyebab Pre-Eklampsia Berat
c. Menyebutkan tanda dan gejala Pre-Eklampsia Berat
d. Menyebutkan komplikasi Pre-Eklampsia Berat
e. Menjelaskan penatalaksanaan Pre-Eklampsia Berat

2. Pasien Ny. T sanggup melakukan penatalaksanaan dari Pre-Eklampsia


Berat.
D. SETTING TEMPAT
Keterangan:

: Poster
: Penyaji
: Penguji
: Peserta

E. METODE
Metode yang digunakan:
1. Ceramah
2. Diskusi/ Tanya jawab

F. KEGIATAN PENYULUHAN
No
1.

Langkah
langkah
Pendahuluan

Waktu
2 menit

Kegiatan penyuluhan
1. Menyampaikan
salam
2. Memperkenalkan
diri
3. Menjelaskan

Kegiatan
sasaran
1. Menjawab
salam
2. Mendengarkan
3. Memberikan
respon

maksud dan tujuan


4. Kontrak waktu
5. Memberikan pre
2.

Pelaksanaan

10 menit

test
Menjelaskan materi

Mendengarkan dan

tentang:

memperhatikan

1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian PEB
Penyebab PEB
Tanda gejala PEB
Komplikasi PEB
Penatalaksanaan

3.

Evaluasi

5 menit

PEB
1. Tanya jawab
2. Menyampaikan
hasil
3. Post test

4.

Penutup

3 menit

1. Meminta/
memberi pesan
dan kesan
2. Memberi salam

1. Partisipasi
aktif
2. Menjawab
pertanyaan
1. Memberi pesan
dan kesan
2. Menjawab
salam

G. MEDIA
Media yang digunakan:
1. Poster
2. Leaflet
H. MATERI
Terlampir
I. KRITERIA EVALUASI
1. Keluarga Ny. K dapat menjelaskan pengertian PEB.
2. Keluarga Ny. K dapat menjelaskan penyebab PEB.
3. Keluarga Ny. K dapat menyebutkan tanda dan gejala PEB.
4. Keluarga Ny. K dapat menyebutkan komplikasi PEB.
5. Keluarga Ny. K dapat menjelaskan penatalaksanaan PEB.
J. DAFTAR PERTANYAAN
Setelah dilakukan penyuluhan pendidikan kesehatan tentang PreEklampsia Berat diharapkan Ny. K mampu menjawab pertanyaan:
1. Menjelaskan pengertian Pre-Eklampsia Berat
2. Menjelaskan penyebab Pre-Eklampsia Berat
3. Menyebutkan komplikasi Pre-Eklampsia Berat
4. Menyebutkan tanda dan gejala Pre-Eklampsia Berat
5. Menjelaskan penatalaksanan Pre-Eklampsia Berat
K. DAFTAR PUSTAKA
Bobak dkk., 2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Edisi 4. EGC.
Jakarta.
Mitayani. 2009. Asuhan Keperawatan Maternitas. Salemba Medika,
Jakarta.
Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo.
Edisi 4. PT Bina Pustaka, Jakarta.
Saifudin, Abdul Bari. 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal. Edisi 1. Yayasan Bina Pustaka sarwono
Prawirohardjo, Jakarta.

Sujiyatini dkk., 2009. Asuhan Patologi Kebidanan Plus Contoh Asuhan


Kebidanan. Nuha Medika, Jogjakarta.

Penyaji
Adimas Gonjang Putra Sabara

Lampiran materi

PRE EKLAMPSIA BERAT (PEB)


A. Pengertian
Pre-eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai
dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih di sertai proteinuria
dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih (Sujiyatini, 2009).
B. Penyebab
Menurut Bobak (2004) penyebab pre-eklampsia berat antara lain:
1. Primigravida
2. Grade Multigravida
3. Janin Besar
4. Kehamilan dengan janin lebih dari satu
5. Morbid Obesitas
C. Tanda dan Gejala
Menurut Sarwono (2009) pre-eklampsia digolongkan pre-eklampsia berat bila
ditemukan salah satu atau lebih gejala sebagai berikut:
a. Tekanan darah sistolik 160 mmHg dan tekanan darah diastolik 110
mmHg. Tekanan darah ini tidak menurun meskipun ibu hamil sudah
dirawat di rumah sakit dan sudah menjalani tirah baring.
b. Proteinuria lebih 5 g/24 jam atau 4 + dalam pemeriksaan kualitatif
c. Oliguria, yaitu produksi urin berkurang dari 500 cc/24 jam.
d. Kenaikan kadar kreatinin plasma

e. Gangguan visus dan serebral: penurunan kesadaran, nyeri kepala, skotoma


dan pandangan kabur.
f. Nyeri epigastrium atau nyeri pada kuadran kanan atas abdomen (akibat
tergangnya kapsula Glisson).
g. Edema paru dan sianosis
h. Hemolisis mikroangiopatik
i. Trombositopenia berat: 100.000 sel/mm3 atau penurunan trombosit
dengan cepat
j. Gangguan fungsi hepar (kerusakan hepatoseluler): peningkatan kadar
alanin dan aspartate aminotrasferase
k. Pertumbuhan janin intrauterine yang terhambat
l. Sindrom HELLP (Hemolisis, Elevated, Liver, Enzymes, dan Low Plated
Count)
D. Komplikasi
Menurut Mitayani (2009) komplikasi pre-eklampsia sebagai berikut antara
lain:
1. Pada Ibu
a. Eklampsia
b. Solusio plasenta
c. Perdarahan subkapsula hepar
d. Kelainan pembekuan darah (DIC)
e. Sindrom HELLP (Hemolisis, Elevated, Liver, Enzymes, dan Low
Platelet Count)
f. Ablasio retina
g. Gagal jatung hingga syok dan kematian
2. Pada Janin
a. Terhambatnya pertumbuhan dalam uterus
b. Pre-matur
c. Asfiksia neonatorum
d. Kematian dalam uterus
e. Peningkatan angka kematian dan kesakitan perinatal
E. Penatalaksanaan
Menurut Saifuddin (2006) penanganan untuk pre-eklampsia antara lain
sebagai berikut:
1. Keperawatan

a. Penanganan umum
1) Jika ibu tidak sadar atau kejang mintalah pertolongan. Segera
mobilisasi seluruh tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan
gawat darurat.
2) Segera lakukan penilaian terhadap keadaan umum termasuk tanda
vital (nadi, tekanan darah, dan pernafasan) sambil mencari riwayat
penyakit sekarang dan terdahulu dari pasien atau keluarganya.
3) Jika pasien tidak bernafas atau pernafasan dangkal
a) Periksa dan bebaskan jalan nafas
b) Jika tidak bernafas mulai ventilasi dengan masker atau balon
c) Intubasi jika perlu
d) Jika pasien bernafas, beri oksigen 4-6 liter permenit melalui
masker atau kanul nasal.
4) Jika pasien tidak sadar atau koma:
a) Bebaskan jalan nafas
b) Baringkan pada sisi kiri
c) Ukur suhu
d) Periksa apakah ada kaku tengkuk
5) Jika kejang:
a) Baringkan pada sisi kiri, tempat tidur arah kepala ditinggikan
sedikit untuk mengurangi kemungkinan aspirasi sekret, muntah
b)
c)
d)
e)

atau darah.
Bebaskan jalan nafas
Hindari jatuhnya pasien dari tempat tidur
Lakukan pengawasan ketat
Jika penyebab kejang belum diketahui tangani sebagai
eklampsia sambil mencari penyebab lainnya.

2. Medis
a. Penanganan kejang
1) Beri obat antikonvulsan.
2) Beri oksigen 4-6 liter permenit
b. Penanganan umum
1) Pasang infus dengan jarum besar (16 gauge atau lebih besar).

2) Jika tekanan diastolik lebih dari 110 mmHg berikan obat


antihipertensi sampai tekanan diastolik di antara 90-100 mmHg.
3) Ukur keseimbangan cairan, jangan sampai terjadi overload cairan.
4) Kateterisasi urine untuk membantu memantau pengeluaran urine
dan proteinuria.
5) Jika jumlah urine kurang dari 30 ml/jam:
a) Hentikan Magnesium Sulfat (MgSO4) dan berikan cairan I.V
(NaCl 0,9% atau ringer laktat) pada kecepatan 1 liter/8 jam.
b) Pantau kemungkinan edema paru.
c) Auskultasi paru untuk mencari tanda-tanda edema paru.
d) Hentikan pemberian cairan I.V dan berikan diuretik misalnya
furosemid 40 mg I.V. Sekali saja jika ada edema paru.