Anda di halaman 1dari 5

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : VII, Nomor: 2, Agustus 2014

ISSN : 2301-9425

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SISWA


BERPRESTASI DENGAN METODE ELECTRE
(Studi Kasus : SMA Parulian 2 Medan)
Heri Anggiat Tambunan (11111065)
Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika STMIK Budi Darma Medan
Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang Limun Medan
www.stmik-budidarma.ac.id // Email : heri_anggiat@yahoo.com
ABSTRAK
Dalam pengambilan keputusan pemilihan siswa berprestasi penulis menggunakan metode Electre.
Dimana Electre adalah salah satu metode penentuan urutan atau prioritas dalam MCDM (Multi-Criterion
Decision Making). Penggunaan Electre adalah menentukan dan menghasilkan keputusan dari beberapa
alternatif. Di dalamnya semua data digabung menjadi satu dengan bobot penilaian yang telah diperoleh melalui
penilaian terhadap hasil tes.
Penulis mencoba merancang dan membangun sistem pendukung keputusan pemilihan siswa berprestasi
dengan menerapkan metode Electre, menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh panitia dalam pengambilan
keputusan dan menerapkan metode Electre dalam menentukan siswa berprestasi.
Sistem pendukung keputusan bukan merupakan alat pengambilan keputusan, melainkan merupakan
sistem yang membantu pengambil keputusan dengan melengkapi mereka dengan informasi dari data yang telah
diolah dengan relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan tentang suatu masalah dengan lebih cepat dan
akurat. Sehingga sistem ini tidak di maksudkan untuk menggantikan pengambil keputusan dalam proses
pembuatan keputusan.
Kata Kunci : Pendukung, Keputusan, Electre, Siswa , Berprestasi

1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah
Strategi pendidikan yang ditempuh selama
ini bersifat umum, memberikan perlakuan standar
atau rata-rata kepada semua siswa, sehingga kurang
memperhatikan perbedaan antar siswa dalam
kecakapan, minat, dan bakatnya. Dengan strategi
semacam ini, keunggulan akan muncul secara acak
dan sangat tergantung kepada motivasi belajar
siswa serta lingkungan belajarnya. Oleh karena itu,
perlu dikembangkan keunggulan yang dimiliki oleh
setiap siswa agar potensi yang dimiliki dapat
dikonversi menjadi prestasi yang unggul.
Pendidikan
berkaitan
erat
dengan
perkembangan manusia mulai perkembangan fisik,
kesehatan, keterampilan, pikiran, perasaan,
kemauan, sosial, sampai kepada perkembangan
Iman. Perkembangan ini membuat manusia menjadi
lebih sempurna, membuat manusia meningkatkan
hidupnya dan kehidupan alamiah menjadi
berbudaya dan bermoral.
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan
tentang perlunya memberikan pendidikan khusus
bagi peserta didik yang memiliki potensi dan
kecerdasan istimewa. Hal ini dilakukan agar potensi
yang ada pada peserta didik dapat berkembang
secara optimal dan pada gilirannya memberikan
kesempatan bagi mereka untuk tumbuh menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap,


kreatif dan mandiri.
Electre adalah salah satu metode penentuan
urutan
perekingan
melalui
perbandingan
berpasagan antara Alternatif pada kriteria yang
sesuai, prioritas dalam MCDM (Multi-Criterion
Decision Making). Penggunaan Electre adalah
menentukan dan menghasilkan keputusan dari
beberapa alternatif. Di dalamnya semua data
digabung menjadi satu dengan bobot penilaian yang
telah diperoleh melalui penilaian terhadap hasil tes.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka
penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana merancang dan membangun sistem
pendukung
keputusan
pemilihan
siswa
berprestasi dengan metode Electre.
2. Bagaimana menyediakan informasi yang
dibutuhkan oleh panitia dalam mengambil
keputusan.
3. Bagaimana penerapan metode Electre dalam
menentukan siswa yang berprestasi.
1.3. Batasan Masalah
Agar pembahasan terarah dan sesuai dengan
yang diuraikan sebelumnya, maka batasan masalah
yang dibahas pada skripsi ini meliputi :

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Siswa Berprestasi Dengan Metode Electre


(Studi Kasus : SMA Parulian 2 Medan). Oleh : Heri Anggiat Tambunan

131

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : VII, Nomor: 2, Agustus 2014

1. Mata pelajaran yang diujikan pada saat tes


masuk kelas unggulan adalah Bahasa Indonesia,
B.Inggris, Matematika dan Wawancara.
2. Tes untuk masuk kelas unggulan bersifat tertulis
dan lisan.
3. Pada tes matematika nilai angka terbesar hanya
10 (sepuluh).
4. Tes Bahasa Indonesia hanya membaca saja, dan
sifat pembacaan adalah perkata bukan
perkalimat.
5. Kelas Unggulan ini hanya untuk sekolah bukan
untuk Olympiade.
1.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Membangun sistem pendukung keputusan yang
membantu panitia penerimaan siswa baru kelas
unggulan untuk menyeleksi siswa yang
berprestasi
dengan
mengimplementasikan
metode Electre.
2. Untuk dapat membantu panitia dalam hal
menyelesaikan informasi dan pengambilan
keputusan.
3. Untuk membantu penerapan metode dapat
menilai kriteria siswa.
1.5. Metode Penelitian
Metode pengumpulan data yang dilakukan
penulis dengan cara penelitian secara umum yaitu :
1. Studi lapangan (Field Study)
Merupakan studi yang dilakukan penulis secara
langsung ke lapangan dalam memperoleh
sumber data.
2. Studi kepustakaan (Library Study)
Merupakan metode yang dilakukan penulis
untuk mengumpulkan data-data yang bersifat
teoritis dengan cara membaca buku, mata
kuliah, dan tulisan lainnya.
3. Pengumpulan data
a. Observasi, yaitu mendapatkan langsung
dalam pengamatan sistem yang berjalan.
b. Wawancara, yaitu penulis langsung
mewawancarai panitia yang terdapat di
sekolah.
4. Perancagan aplikasi
Merupakan tahap perencanaan sistem yang akan
dibuat dengan cara merancang program.
5. Pengujian
Tahap ini adalah pengujian sistem informasi
yang telah dibuat untuk menemukan kesalahankesalahan, aplikasi muncul kesalahan maka
proses akan kembali ke posisi terjadi kesalahan.
2. Landasan Teori
2.1. Kecerdasan
Kecerdasan ialah istilah umum yang digunakan
untuk menjelaskan pikiran yang mencakup
sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar,
merencanakan, memecahkan masalah, berpikir
abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa

ISSN : 2301-9425

dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan


kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu.
Menurut Thurstone terdapat tujuh faktor dalam
kecerdasan yaitu sebagai berikut (Azwar,
Saifuddin. 2004. Pengantar Psikologi Inteligensi.):
1. Verbal, yaitu pemahaman akan hubungan kata,
kosa-kata dan penguasaan komunikasi lisan.
2. Number, yaitu kecermatan dan kecepatan dalam
penggunaan fungsi-fungsi hitung dasar.
3. Spatial, yaitu kemampuan untuk mengenali
berbagai hubungan dalam bentuk visual.
4. Word fluency, yaitu kemampuan untuk
mencerna dengan cepat kata-kata tertentu.
5. Memory, kemampuan mengingat gambargambar, pesan-pesan, angka-angka, kata-kata,
dan bentuk-bentuk pola.
6. Reasoning, yaitu kemampuan untuk mengambil
kesimpulan dari beberapa contoh, aturan, atau
prinsip. Dapat juga diartikan sebagai
kemampuan pemecahan masalah.
7. Perceptual
ability,
yaitu
kemampuan
penginderaan.
2.2. Metode Elimination Et Chix Traduisant La
Realite (ELECTRE)
ELimination Et Chix Traduisant La RealitE
(ELECTRE) adalah suatu metode penentuan urutan
(prioritas) dalam analisis multikriteria. Masalah
pokoknya adalah kesederhanaan, kejelasan,
kestabilan. Dugaan dan dominasi kriteria yang
digunakan dalam Electre adalah penggunaan nilai
hubungan
outranking
Methods.
http://info.wlu.ca/~wwwmath /courses/ graduate
courses /ma536/ Electre. pdf). Prinsip yang
digunakan adalah penetapan prioritas alternati f

dimana K adalah sejumlah kumpulan alternatif, dan


fi (i = 1, 2, 3, , K) merupakan nilai atau ukuran
relaltif kriteria untuk masing-masing alternatif.
Dalam aplikasinya sejumlah kriteria telah
ditetapkan untuk menjelaskan K yang merupakan
penilaian dari (Real). Electre termasuk dalam
keluarga metode outranking yang dikembangkan
oleh B. Roy dan meliputi dua fase:
1. Membangun hubungan outranking dari K.
2. Eksploitasi dari hubungan ini memberikan
jawaban optimasi kriteria dalam paradigma
permasalahan multikriteria.
Dalam fase pertama, nilai hubungan
outranking berdasarkan pertimbangan dominasi
masing-masing kriteria indeks preferensi ditentukan
dan nilai outranking secara grafis disajikan
berdasarkan preferensi dari pembuat keputusan.
Data dasar untuk evaluasi dengan metode Electre
disajikan sebagai berikut (Daihani dan Dadan,
2001):

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Siswa Berprestasi Dengan Metode Electre


(Studi Kasus : SMA Parulian 2 Medan). Oleh : Heri Anggiat Tambunan

132

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : VII, Nomor: 2, Agustus 2014

Tabel 1 : Data Dasar Analisis Electre

Keterangan:
1. a1, a2, , ai, an: n alternatif potensial.
2. f1, f2, , fj, fk: k kriteria evaluasi. (Brans).
2.3. Rekomendasi Fungsi Preferensi
Pada metode Electre terdapat enam bentuk
fungsi preferensi kriteria antara lain kriteria biasa
(usual criterion), kriteria quasi (quasi criterion),
kriteria dengan preferensi linier (U-shape
criterion), kriteria level (level criterion), kriteria
dengan preferensi linier dan area yang tidak
berbeda (V-shapecriterion), kriteria gaussian
(Gaussian criterion). Hal ini tentu saja tidak
mutlak, tetapi bentuk ini cukup baik untuk beberapa
kasus. Untuk memberikan gambaran yang lebih
baik terhadap area yang tidak sama, digunakan
fungsi selisih nilai kriteria antar alternatif H(d)
dimana hal ini mempunyai hubungan langsung
pada fungsi preferensi (Brans, 1982).
2.4. Electre ranking
Perhitungan
arah
dipertimbangkan
berdasarkan
(Brans,1982):
a. Leaving flow

preferensi
nilai
indeks

1
(a1 ) =
(a1, x ) x .(3.2)
n 1
+

b. Entering flow

(a1 ) =

1
(a1, x ) x .....(3.3)
n 1

c. Net flow

(a1 ) = + (a1 ) (a1 ) .(3.4)

Keterangan:
a. a1, x

= menunjukkan preferensi bahwa

alternatif lebih baik dari alternative x


b. x , a = menunjukkan preferensi bahwa

alternatif x lebih baik dari alternatif .


c.

d.

+ (a1 ) =

ISSN : 2301-9425

(a1 ) ==

Net flow, digunakan untuk


menghasilkan keputusan akhir penentuan
Urutan dalam menyelesaikan masalah sehingga
menghasilkan urutan lengkap.
Penjelasan dari hubungan outranking
dibangun atas pertimbangan untuk masing-masing
alternatif pada grafik nilai outranking, berupa
urutan parsial (Electre I) atau urutan lengkap
(Electre II) pada sejumlah alternatif yang mungkin,
yang dapat diusulkan kepada pembuat keputusan
untuk memperkaya penyelesaian masalah.

e.

2.5. Electre I
Nilai terbesar pada Leaving flow dan nilai
yang kecil dari entering flow merupakan alternatif
yang terbaik. Leaving flow dan entering flow
menyebabkan:
a P + b jika + (a) > (b)
+
aI b jika + (a) = (b)

a P b jika (a) > (b)



aI b jika (a) = (b)
Electre I menampilkan partial preorder (PI,
II, RI) dengan mempertimbangkan interseksi dari
dua preorder:
aP1b ( a outrank b)

a I b (a tidak beda dengan b)


1
a R1 b (a dan b imcomparable)

jika a P + b dan aP b
atau a P + b dan aI b
atau a I + b dan aP b
jika aI + b dan aI b
jika pasangan lain

Partial preorder diajukan kepada pembuat


keputusan,
untuk
membantu
pengambilan
keputusan masalah yang dihadapinya. Dengan
menggunakan metode Electre I masih menyisakan
bentuk incomparable, atau dengan kata hanya
memberikan solusi partial preorder (sebagian).
3.4.6 Electre II
Dalam kasus complete preorder dalam K
adalah penghindaran dari bentuk incomparable,
Electre II complete preorder (PII, III) disajikan
dalam bentuk net flow disajikan berdasarkan
pertimbangan persamaan:

a PII b jika (a) > (b)

a P b jika (a) > (b)


II

Leaving flow, digunakan untuk


menentukan urutan prioritas pada proses Electre
I yang menggunakan urutan parsial.

Melalui complete preorder, informasi bagi


pembuat keputusan lebih realistik (Daihani, 2001).

Entering flow, digunakan untuk


menentukan urutan priorotas pada proses
Electre I yang menggunakan urutan parsial.

3. Analisa Dan Perancangan


3.1. Analisa
Tujuan analisa sistem dalam pembangunan
aplikasi sistem pendukung keputusan ini adalah
untuk mendapatkan semua kebutuhan pengguna

(a1 ) ==

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Siswa Berprestasi Dengan Metode Electre


(Studi Kasus : SMA Parulian 2 Medan). Oleh : Heri Anggiat Tambunan

133

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : VII, Nomor: 2, Agustus 2014

dan sistem, yaitu mencakup masukan dan keluaran


yang harus disediakan oleh sistem, serta informasi
yang dibutuhkan oleh pengguna. Proses tersebut
akan menjadi masukan bagi proses perancangan
sistem secara keseluruhan Proses penilaian dalam
menyeleksi calon siswa baru kelas unggulan yang
selama ini dilakukan secara manual dan kurang
memperhatikan potensi yang dimiliki oleh siswa.
Penilaian yang dilakukan selama ini dengan
menggunakan persentase untuk setiap kategori
tanpa memperhatikan keunggulan yang dimiliki
siswa untuk masing-masing kriteria.
Nilai setiap peserta yang akan diterima
dibandingkan dengan nilai peserta lainnya. Panitia
tidak memiliki standar nilai tertentu. Panitia
memberikan nilai parameter dan bobot untuk
masing-masing kriteria. Nilai parameter dan bobot
yang diberikan menyatakan urutan prioritas kriteria.
Sistem hanya memberikan informasi hasil penilaian
berupa ranking yang terurut secara ascending.
Selanjutnya panitia yang akan menentukan siswa
yang lulus seleksi.
Masukan yang dibutuhkan perangkat lunak
Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Siswa
Baru Kelas I Unggulan adalah sebagai berikut:
1. Masukan data kriteria untuk penerimaan siswa
baru yang sudah ditentukan.
2. Masukan data calon siswa.
3. Masukan nilai ujian.
4. Masukan tipe Electre, bobot serta parameter
untuk masing-masing kriteria.
Tabel 2 : Tabel Kriteria dan Nilai Bobot
Sumber : Yayasan Parulian 2 Medan
Kriteria/alternative
Bobot (%)
B.indonesia
10%
B.inggris
10%
Matematika
20%
Wawancara
30%
Table 3 : Table Kriteria
Kriteria/alternative A B C D
B.indonesia
70 70 70 70
B.inggris
78 80 90 79
Matematika
65 67 85 88
Wawancara
90 78 67 68

+ (a1 ) =

1
(a1, x
n 1

E
70
74
80
65

F
70
71
82
69

)x

A = 1/(4-1)(0.5+0.33+0.33+0.5+0.5)
B = 1/(4-1)(0.67+0.5+0.67+0.67+0.67)
C = 1/(4-1)(0.83+0.67+0.5+0.83+0.83)
D = 1/(4-1)(0.83+0.5+0.67+0.83+0.67)

= 0.72
= 1.06
= 1.22
= 1.17

ISSN : 2301-9425

dapat dijalankan dengan konfigurasi komputer


sebagai berikut:
1. Prosesor 486 DX 66 Mhz
2. RAM 16 Mb untuk Windows 95 dan 32 Mb
untuk Windows NT 4.0 dan Windows 2000
3. Operating Sistem Windows 95/98, NT 4.0
(dengan SP 3), Windows 2000, Windows ME,
Windows XP, Windows Vista.
4. VGA Card 256 color, 640x480 pixel
5. Mouse
6. Keyboard
7. Hard disk 5 GB
8. Visual Basic 6.0
a. Form Menu Utama
Form login ini merupakan awal dari
pembukaan suatu program, dari form login ini
maka akan masuk ke Menu Utama. Seperti gambar
1 dibawah ini :

Gambar 1 : Menu Utama


b. Form Hasil Nilai
Form ini digunakan untuk menjalankan
program pengambilan keputusan, seperti terlihat
pada gambar 2 di bawah ini :

Gambar 2 : From Hasil Nilai


c. Form Input Siswa
Form ini digunakan untuk melakukan proses
pemilihan pemasukan data siswa, seperti terlihat
pada gambar 3 di bawah ini :

4. Implementasi
Lingkungan implementasi yang akan
dijelaskan merupakan lingkungan perangkat keras
(hardware) dan perangkat lunak (software) yang
digunakan dalam penulisan skripsi ini. Program ini
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Siswa Berprestasi Dengan Metode Electre
(Studi Kasus : SMA Parulian 2 Medan). Oleh : Heri Anggiat Tambunan

134

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : VII, Nomor: 2, Agustus 2014

Gambar 3 : Form Input Siswa


d. Form SPK Pemilihan Siswa Berprestasi
Kelas II
Form SPK ini adalah form hasil ranking dari
nilai perbandingan dari setiap kiteria, dapat dilihat
seperti gambar 4 di bawah ini.

ISSN : 2301-9425

Pendukung Keputusan Pemilihan Siswa Berprestasi


Dengan Metode Electre:
1. Dalam metode Electre tidak dibahas dengan
melihat absensi siswa, prilaku siswa, melainkan
dengan membandingkan nilai setiap siswa.
Maka dari itu penulis berharap skripsi ini dapat
dikembangkan lagi oleh mahasiswa Budidarama
kedepannya.0
2. Perlu adanya pengembangan sebuah sistem
berbasis web yang menyediakan berbagai
informasi kepada masyarakat sehingga lebih
mudah diakses dan dapat menyederhanakan
pekerjaan panitia menseleksi siswa berprestasi.
3. Pengembangan lebih lanjut terhadap sistem
adalah membangun sistem yang lebih aman dan
user-friendly.
4. Perlu adannya tambahan informasi berupa
grafik yang menggambarkan kemampuan setiap
siswa sehingga pengambil keputusan lebih
mudah menentukan hasil seleksi.

Daftar Pustaka
1.

Gambar 4 : Form SPK pemilihan Siswa Kelas


II Berprestasi
5. Kesimpulan dan Saran
5.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari skripsi
ini adalah sebagai berikut:
1. Proses penentuan ranking siswa yang dilakukan
melalui perhitungan dengan metode Electre
dimulai dengan pemberian nilai kriteria untuk
masing-masing kriteria, input nilai siswa dan
selanjutnya perhitungan nilai leaving flow,
entering flow dan net flow.
2. Net flow merupakan acuan dalam penentuan
ranking.
3. Sistem ini dapat meningkatkan kualitas hasil
penilaian dengan membandingkan nilai setiap
siswa untuk masing-masing kriteria.
4. Sistem diharapkan dapat membantu peningkatan
kinerja program pendidikan khusus siswa
unggul karena siswa yang terpilih adalah siswa
yang unggul dibandingkan dengan siswa
lainnya berdasarkan kriteria yang digunakan.
5. Sistem pendukung keputusan yang dibangun
dengan mengimplementasikan metode Electre
pada prinsipnya dapat membantu panitia
penerimaan siswa baru kelas II unggulan untuk
menyeleksi siswa yang akan diterima karena
waktu komputasi yang lebih efisien.
5.2. Saran
Berikut
pengembangan

adalah
saran-saran
lebih lanjut terhadap

2.
3.

4.

Azanudin,
kompresi
sms
pada
mobiledevice, STMIK BUDIDARMA
MEDAN.
Arsip SMA PARULIAN 2 Medan
Rachmad Hakim S. 2009. Visual Basic
2008. Jakarta:Penerbit PT Elex Media
Komputindo.
M, David. 2005. Database Processing
Dasar-dasar, Desain dan ELECTRE. Jilid
1. Edisi 9. Jakarta: Erlangga.

untuk
Sistem

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Siswa Berprestasi Dengan Metode Electre


(Studi Kasus : SMA Parulian 2 Medan). Oleh : Heri Anggiat Tambunan

135