Anda di halaman 1dari 7

Intubasi Trakea

Bagian Keterampilan
Klinik
Fakultas Kedokteran
Universitas Islam
Sumatera Utara
Tahun 2012

Membebaskan dan
mempertahankan jalan nafas
dengan intubasi trakea
Intubasi trakea adalah tindakan

memasukkan pipa endotrakela ke dalam


trakea sehingga jalan nafas menjadi bebas
dan pernafasan menjadi mudah dibantu
atau dikendalikan, dan merupakan cara
terbaik untuk membebaskan dan
mempertahankan jalan nafas. Intubasi
trakea dilakukan pada tindakan anastesi
umum terutama pada kasus gagal nafas
(spasme laring), operasi yang memerlukan
pemeliharaan jalan nafas dan pada tindakan
resusitasi.

Click icon to add picture

Prosedur Intubasi Trakea


Persiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan:

Laringoskop, Endotrakeal tube, Mandrin, Konektor,


Penghisap lendir dan plester, Ambu Bag, Tubing
Oksigen dan Sumber Oksigen
Penderita dalam posisi supinasi, buka dan pertahankan
jalan nafas dengan cara head tilt dan chin lift
Dokter berada di kranial penderita
Lakukan oksigenasi dengan pemberian oksigen 10
liter/menit selama 3-5 menit dengan oksigen 100%
dengan ambu bag
Bukalah mulut dengan tangan kanan, sementara
tangan kiri memasukkan daun laringoskop
Masukkan daun laringoskop dari sudut mulut kanan
Dorong lidah penderita ke kiri sehingga terbuka
pandangan ke pita suara
Hisap lendir dan benda asing yang menghalangi

Prosedur Intubasi Trakea


Masukkan pipa endotrakeal sampai batas

proksimal cuff (balon) berada 1 cm di bawah pita


suara (sampai batas ukuran 21-23 dari pipa)
Keluarkan laringoskop dengan menarik perlahan,
mengikuti lengkungan blade
Fiksasi pipa endotrakeal dengan mengembangkan
cuff (balon)
Pipa difiksasikan dengan plester
Sambungkan pipa endotrakeal dengan ambu bag
Pastikan dada mengembang saat diberikan
ventilasi, dengan melakukan auskultasi dada.
Pastikan suara nafas kanan dan kiri sama dengan
mengatur kedalaman tube endotrakeal
Ujilah apakah pipa tidak masuk ke esofagus
dengan meletakkan stetoskop pada daerah

Click icon to add picture

Pemasangan ETT