Anda di halaman 1dari 8

Jurnal Agrisistem, Juni 2011, Vol. 7 No.

ISSN 1858-4330

ANALISIS PROKSIMAT PAKAN YANG MENGGUNAKAN BINDER DARI


RUMPUT LAUT Kappaphycus alvaezii TERHADAP SINTASAN DAN
PERTUMBUHAN IKAN NILA
PROXIMATE ANALYSIS BINDER USING FOOD FROM SEAWEED
Kappaphycus alvaezii ON SURVIVAL RATE AND GROWTH
OF TILAPIA
Andi Puspa Sari Idris
Politeknik Pertanian Negeri Pangkep
Jl. Poros Makassar Pangkep, Kab. Pangkep Sulsel

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas kimia rumput laut berupa dispersi
pakan, protein, serta kajian biologis ikan nila berupa sintasan, pertumbuhan, dan konversi
pakan. Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan, yaitu Maret sampai Mei 2010. Ikan
uji yang digunakan adalah ikan nilai gift dengan ukuran berkisar 15 - 25 g dengan padat
penebaran 20 ekor per hapa. Uji kimiawi pakan yang diamati adalah kandungan nutrisi dan
dispersi nutrien pakan uji. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)
terdiri atas tiga perlakuan dan tiga ulangan yaitu pakan dengan binder tepung limbah
industry rumput laut, binder tepung rumput laut asli serta binder tepung industri rumput
laut. Kualitas kimia rumput laut, dispersi protein dan lemak dianalisis secara deskriptif. Uji
biologis dianalisis dengan analisis ragam, jika berpengaruh nyata dilanjutkan uji tukey.
Hasil penelitian menunjukkan dispersi protein pakan dengan binder tepung limbah
industri rumput laut memiliki tingkat dispersi protein tertinggi yaitu 10,01 % dan terendah
pada pakan dengan binder tepung rumput laut asli. Berdasarkan dispersi lemak pakan
dengan binder tepung industri rumput laut memiliki tingkat dispersi lemak tertinggi yaitu
4,53 % dan terendah pada perlakuan binder dari rumput laut asli yaitu 0,03%. Kajian
biologis ikan uji menunjukkan tingkat sintasan ikan nila yang diberi pakan hasil perlakuan
memberikan persentasi yang sama yaitu 100 %, artinya ikan yang dipelihara tidak ada yang
mengalami kematian, pertumbuhan mutlak ikan nila memiliki pertumbuhan yang sama.
Kata kunci : nila, pakan, binder dan rumput laut

ABSTRACT
This research aimed to evaluate the chemical quality of seaweed in the form of dispersion
of feed, protein, as well as biological studies of tilapia survival, growth and feed
conversion. This research was carried out for three months from March to May 2010. Fish
samples used are fish gift value with the size ranging from 15 25 g with stocking density
20 fish per net. Feed chemical test is including of nutrients and nutrient content and
dispersion. This research used completely randomized design consisting of three
treatments and three replications of food industry wastes with starch binder seaweed,
seaweed powder binders and binders flour native seaweed industry. Seaweed chemical
quality, dispersion of protein and fat were analyzed descriptively. Biological test were
analyzed with analysis of variance if a real influence continued Tukey test. The results
showed that the dispersion of feed protein with starch binder seaweed industrial waste has
55

Jurnal Agrisistem, Juni 2011, Vol. 7 No. 1

ISSN 1858-4330

the highest protein levels of dispersion that is 10.01% and lowest in feed with seaweed
powder binder original. Based on the dispersion of feed fat with starch binder seaweed
industry has the highest fat level of dispersion of 4.53% and the lowest in the binder
treatment of native sea grass that is 0.03%. Based on biological studies of fish survival test
revealed that the level of gift tilapia fed the same treatment to give a percentage of 100%,
meaning that fish are kept there is no death, growth of tilapia absolute gift to have the same
growth.
Keywords: Tilapia, feed, binder and seaweed

PENDAHULUAN
Beberapa bahan baku yang dapat dipakai
sebagai bahan perekat pakan (binder)
yaitu gandum, tepung terigu, dedak halus,
dan tepung rumput laut (Ahmad, 2004).
Selanjutnya dikatakan bahwa bahan perekat yang tidak mengandung nutrisi, seperti karboksimetil selulosa (CMC), dan
beberapa macam getah.
Pemanfaatan rumput laut semakin berkembang ke arah komersil dan diekspor
sebagai bahan mentah untuk pembuatan
agar-agar atau karagenan (Sulistijo, et al.,
1977). Rumput laut memiliki berbagai
macam manfaat antara lain sebagai bahan
makanan, obat-obatan, bahan kosmetik
dan sebagai bahan perekat.
Rumput laut merupakan salah satu bahan
perekat yang dapat dimanfaatkan dalam
pembuatan pakan. Tepung rumput laut dapat dimanfaatkan sebagai bahan perekat
(binder) pada ikan (Murtidjo, 2003). Tepung rumput laut dapat menjadi perekat
karena rumput laut mengandung senyawa
hidrokoloid dan juga senyawa fikokoloid.
Senyawa hidrokoloid sangat diperlukan
keberadaannya dalam suatu produk karena
berfungsi sebagai pembentuk gel, penstabil, pengemulsi dan pensuspensi. Senyawa hidrokoloid dibangun oleh senyawa polisakarida yang menghasilkan gel
dapat dimanfaatkan sebagai bahan perekat
(Anggadiredja, 2006).
Data produksi industri rumput laut di
Sulawesi Selatan yaitu bahwa dari 7,2 ton
rumput laut Kappaphycus alvarezii de56

ngan kadar air 28% menghasilkan limbah


rumput laut K. alvarezii sebanyak 60 kg
rumput laut dengan kadar air 12%. Limbah rumput laut tersebut dibuang saja.
Hasil buangan industri rumput laut K.
alvarezii ini diduga sudah terkontaminasi
dengan bahan/benda asing lainnya, sehingga perlu diteliti layak atau tidak.
Pemanfaatan rumput laut sebagai binder
pakan kultivan telah dilakukan oleh beberapa Peneliti. Dosis tepung Gracillaria
gigas yang terbaik bagi pakan udang
windu adalah 9% (Salam, 2008), sedangkan tepung K. alvarezii 3 9% baik untuk
pakan udang windu (Suharni, 2009).
Ahmad (2004) telah melaporkan pula
penggunaan binder rumput laut pada
pakan ikan bandeng.
Studi penggunaan binder rumput laut pada
ikan ekonomis juga penting. Salah satunya
adalah ikan nila gift. Ikan nila gift memiliki beberapa kelebihan sebagai spesies
kultivan potensil dibanding nila lokal di
antaranya pertumbuhannya 300 400%
lebih cepat, lebih tahan terhadap lingkungan kurang baik,efisiensi pakan yang
lebih tinggi (Rukyani dan Subagyo, 2001).
K. alverizii dipakai dalam penelitian ini
karena K. alverizii merupakan penghasil
karagenan dan kegunaan dari karagenan
ini hampir sama dengan agar-agar antara
lain sebagai penghantar keseimbangan,
bahan pengental, pembentuk gel dan
pengemulsi. K. alverizii selain mudah diperoleh, rumput laut ini dapat membentuk
gel yang kuat (Anggadiredja, 2006). Pene-

Jurnal Agrisistem, Juni 2011, Vol. 7 No. 1

litian bertujuan untuk mengevaluasi kualitas kimia rumput laut berupa dispersi
pakan, protein, dan serta kajian biologis
ikan nila berupa sintasan, pertumbuhan,
dan konversi pakan.

BAHAN DAN METODE


Penelitian ini berlangsung selama tiga
bulan, yaitu Maret sampai Mei 2010. Ikan
uji yang digunakan adalah ikan nilai gift
dengan ukuran berkisar 15 25 g yang diperoleh dari hatchery mini air tawar Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Padat
penebaran 20 ekor per hapa dengan ukuran 1,0 x 0,5 x 1,5 m. Formulasi pakan
yang digunakan adalah modifikasi formulasi pakan nila gift oleh Bastiawan dan
Wahid (2001).
Alat yang digunakan dalam pembuatan
pakan adalah: mesin penepung untuk
menghaluskan bahan baku pakan, pengayak untuk memperoleh partikel halus,
timbangan elektrik untuk menimbang bahan-bahan pakan, baskom sebagai wadah
untuk mencampur bahan baku dan membuat adonan, mesin pencetak pellet untuk
mencetak pellet, nampan sebagai wadah
untuk mengeringkan pakan.
Uji kimiawi pakan yang diamati adalah
kandungan nutrisi dan dispersi nutrien
pakan uji. Selanjutnya dilakukan uji biologis. Pertama-tama dilakukan perancangan lay out/penataan lokasi penelitian. Memasang hapa dengan ukuran panjang x
lebar x tinggi yaitu 1,0 x 0,5 x 1,5 m di
dalam sebuah bak 10 ton.
Setiap hapa ditebari ikan uji 20 ekor dan
diberi pakan sampai kenyang (satiasi)
dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali
sehari yaitu pukul 07:00, 12:00 dan 17:00.
Pembersihan dasar hapa dari buangan hasil metabolisme dan kotoran lainnya dengan cara penyiponan sebelum dilakukan
pemberian pakan. Monitoring kualitas air
seperti oksigen terlarut, pH, temperatur air

ISSN 1858-4330

dilakukan pada pagi dan sore hari. Pada


akhir penelitian dilakukan perhitungan
sintasan, dan pertumbuhan.
Penelitian ini menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) terdiri atas tiga
perlakuan dan tiga ulangan, yaitu:
Perlakuan A: Pakan dengan binder tepung
limbah industri rumput laut. Perlakuan B:
Pakan dengan binder tepung rumput laut
asli. Perlakuan C: Pakan dengan binder
tepung industri rumput laut.
Parameter yang diukur pada penelitian ini
adalah kualitas kimiawi rumput laut, kualitas kimia pakan serta kajian biologis ikan
uji. Kualitas kimiawi pakan berupa: kandungan nutrisi dengan cara penentuan
komposisi proksimat dan dispersi nutrien
pakan uji dihitung menurut Murdinah
(1989) yaitu dispersi protein pakan (%),
dan dispersi lemak pakan(%). Kajian biologis ikan uji berupa sintasan, pertumbuhan dan efisiensi pakan uji.
Kualitas kimia rumput laut, dispersi protein dan lemak dianalisis secara deskriptif.
Uji biologis dianalisis dengan analisis
ragam, jika berpengaruh nyata dilanjutkan
uji tukey (Gasperz, 1991).

HASIL DAN PEMBAHASAN


Analisis Proksimat Pakan
Hasil penelitian menunjukkan kandungan
nutrisi pakan yang menggunakan bahan
binder dari tepung rumput laut cukup
lengkap dan memenuhi persyaratan kebutuhan nutrisi ikan. karena setiap bahan
yang diformulasikan telah dicobakan oleh
Bastiawan dan Wahid (2001). Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian ini yang
memberikan sintasan 100% dari semua
perlakuan, artinya kebutuhan pakan selama penelitian sangat terpenuhi, baik dari
segi kuantitas maupun kualitas.
Selain itu, Ikan nila gift seperti halnya
ikan nila lainnya memiliki respon yang
luas terhadap pakan. Huet (1981) me57

Jurnal Agrisistem, Juni 2011, Vol. 7 No. 1

ngatakan bahwa pada dasarnya ikan nila


bersifat omnivora. Susanto (1987) menambahkan bahwa di perairan alam, ikan
nila memakan plankton, perifiton ataupun
tumbuhan air yang lunak, bahkan cacing
pun dimakan. Berdasarkan kedua pendapat di atas maka dalam meramu pakan
ikan nila akan lebih muda dan murah
karena dapat memanfaatkan bahan-bahan
yang murah yang ada di sekitar kita termasuk upaya pemanfaatan limbah industri
rumput laut.
Dispersi Protein
Uji kimiawi kadar protein terdispersi dalam kaitannya dengan uji stabilitas dalam
air, untuk mengetahui penurunan gizi

ISSN 1858-4330

pakan. Pakan yang bermutu tinggi selain


mempunyai stabilitas yang baik juga tidak
banyak mengalami penurunan nilai gizi.
Hasil pengamatan terhadap dispersi protein pakan menunjukkan perlakuan binder
dari limbah rumput laut memiliki tingkat
dispersi protein tertinggi yaitu 10,01 %
dan terendah pada perlakuan binder dari
rumput laut asli. Kandungan protein pakan
hasil penelitian mengalami penurunan
setelah direndam dalam air. Penurunan ini
disebabkan karena protein terlarut dalam
air akibat tekstur pakan yang mulai rusak.
Pengaruh berbagai perlakuan terhadap
tingkat dispersi protein pakan dapat dilihat
pada Gambar 1.

Gambar 1. Dispersi protein berbagai sumber rumput laut

Tingginya tingkat dispersi protein pada


perlakuan binder dari tepung limbah rumput laut disebabkan rendahnya viskositas
dan kekuatan gelnya yang berperan dalam
pembentukan tekstur pakan. Hal ini menyebabkan pakan mudah larut dalam air
dan melarutkan pula protein yang terkandung di dalamnya. Meskipun demikian

58

tingkat dispersi protein masih dalam batas


toleransi yaitu 10 %.
Dispersi Lemak
Uji kimiawi kadar lemak terdispersi dalam
kaitannya dengan uji stabilitas dalam air,
untuk mengetahui penurunan gizi pakan.
Pakan yang bermutu tinggi selain mem-

Jurnal Agrisistem, Juni 2011, Vol. 7 No. 1

punyai stabilitas yang baik, juga tidak


banyak mengalami penurunan nilai gizi.
Hasil pengamatan terhadap dispersi lemak
menunjukkan pakan dengan binder tepung
industri rumput laut memiliki tingkat
dispersi lemak tertinggi yaitu 4,53 % dan
terendah pada perlakuan binder dari rumput laut asli yaitu 0,03%. Pengaruh berbagai perlakuan terhadap tingkat dispersi
lemak pakan dapat dilihat pada Gambar 2.

ISSN 1858-4330

Hal ini menunjukkan pakan yang menggunakan binder dari rumput laut memiliki
stabilitas terhadap lemak lebih baik dari
pakan komersial karena penurunan kandungan lemaknya lebih rendah. Hal ini
diduga disebabkan binder rumput laut
dapat berikatan dengan lemak pakan
secara baik.

Gambar 2. Dispersi lemak berbagai sumber rumput laut

Sintasan
Hasil pengamatan terhadap tingkat sintasan dari ikan nila gift yang diberi pakan
hasil perlakuan memberikan persentasi
yang sama yaitu 100 %, artinya ikan yang
dipelihara tidak ada yang mengalami kematian. Hal ini menunjukkan pakan yang
menggunakan binder rumput laut (perlakuan A, B, dan C) tidak berbeda dengan
pakan komersial dalam penyediaan nutrisi
untuk ikan.
Pada semua perlakuan memberikan respon
yang sama terhadap sintasan, hal ini disebabkan karena kondisi lingkungan dalam wadah penelitian sangat optimum

bagi pertumbuhan ikan nila. Selain itu,


kebutuhan pakan selama penelitian sangat
terpenuhi, baik dari segi kuantitas maupun
kualitas, karena setiap bahan yang diformulasikan telah dicoba dan diaplikasikan oleh Bastiawan dan Wahid (2001).
Hal yang membedakan hanya penggunaan
binder rumput laut dari sumber yang
berbeda seperti tepung limbah rumput laut
industri, tepung rumput laut asli, dan
tepung rumput laut industri. Sintasan yang
mencapai 100 % menunjukkan ikan nila
gift berada dalam kondisi kehidupan yang
layak Pengaruh perlakuan binder terhadap
sintasan dapat dilihat pada Gambar 3.

59

Jurnal Agrisistem, Juni 2011, Vol. 7 No. 1

Gambar 3.

Pengaruh binder dari berbagai sumber rumput laut terhadap sintasan ikan nila
gift

Pertumbuhan Mutlak
Pertumbuhan mutlak ikan nila gift selama
penelitian berkisar antara 341,15 sampai

Gambar 4.

60

ISSN 1858-4330

431,08. Pertambahan berat yang lebih dari


300% menunjukkan laju pertumbuhan
ikan nila gift yang baik (Gambar 4).

Pengaruh berbagai binder dari rumput laut terhadap pertumbuhan mutlak ikan
nila gift.

Jurnal Agrisistem, Juni 2011, Vol. 7 No. 1

Hasil analisis ragam menunjukkan perlakuan sumber rumput laut sebagai bahan
binder memberikan pengaruh tidak nyata
terhadap pertumbuhan mutlak ikan Nila
gift. Hal ini disebabkan karena bahan
yang digunakan dalam formulasi pakan
memang cocok untuk pertumbuhan ikan
nila. Kebutuhan protein untuk ikan nila
berkisar antara 30 35 %. Pengaruh penggunaan tepung limbah rumput laut industri
sebagai binder dalam pakan ikan nila tidak
memberikan pengaruh terhadap kualitas
pakan dari segi nutrisinya.
Berdasarkan hasil analisis kegiatan, pertumbuhan mutlak yang menggunakan binder tepung rumput laut, K. alvarezii
(perlakuan A, B dan C) dan pakan komersial memperlihatkan nilai yang tidak
berbeda nyata. Hal ini berarti kualitas
tepung limbah industri rumput laut K.
alvarezii sama dengan tepung industri
rumput laut, tepung rumput laut asli dan
pakan komersial.

ISSN 1858-4330

Anggadireja, 2006. Rumput Laut. Swadaya, Jakarta.


Bastiawan, D. dan A. Wahid, 2001. Nila
Gift: Teknik pembenihan secara
massal dan pembesaran di tambak.
Warta Penelitian. Pusat Penelitian
dan Pengembangan Perikanan Vol.
VI (34): 2 6.
Gasperz, V. 1991. Metode Perancangan
Percobaan, Untuk Ilmu-ilmu Pertanian, Ilmu-ilmu Teknik dan
Biologi. Penerbit CV. ARMICO,
Bandung.
Huet, M., 1981. Text-Book of Fish
Culture: Breeding and Cultivation
of Fish. Fishing New Book ltd,
England.
Murdinah. 1989. Studi stabilitas dalam air
dan daya pikat pakan udang bentuk
pellet. Tesis Program Pascasarjana
IPB.
Murtidjo, B.A. 2003. Pedoman Meramu
Pakan Ikan. Kanasius, Yogyakarta.

KESIMPULAN
Komposisi kimia pakan berupa kandungan
nutrisi menunjukkan bahwa kandungan
nutrisi pakan yang menggunakan bahan
perekat (binder) dari tepung rumput laut
cukup lengkap dan memenuhi persyaratan
kebutuhan nutrisi ikan dan dispersi protein
serta dispersi lemak menunjukkan bahwa
pakan dengan binder tepung industri
rumput laut memiliki nilai yang tertinggi
dan terendah pada pakan dengan binder
tepung asli rumput laut.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, M., 2004. Pengaruh tepung rumput laut sebagai bahan perekat pakan
buatan terhadap sintasan dan pertumbuhan juvenil ikan bandeng,
Chanos chanos Forskal. Laporan Penelitian. Tidak dipublikasikan. FIKP
-UNHAS. Makassar. p. 53.

Rukyani, A dan Subagyo, 2001. Ikan nila


gift, peluang agribisnis dengan pasar
ekspor. Jurnal perikanan Indonesia.
Vol VI (34): 12 17.
Salam, N. I., 2008. Pengaruh berbagai
dosis binder tepung rumput laut,
Gracillaria gigas terhadap kualitas
fisik dan kimiawi pakan udang
windu, Penaeus monodon Fabr.
Laporan Penelitian. FIKP-UNHAS.
Makassar. p. 32.
Suharni, 2009. Pengaruh berbagai dosis
binder
tepung
rumput
laut,
Kapphycus alvarezii terhadap kualitas fisik dan kimiawi pakan udang
windu, Penaeus monodon Fabr.
Laporan Penelitian. FIKP-UNHAS.
Makassar. p. 29.

61

Jurnal Agrisistem, Juni 2011, Vol. 7 No. 1

Sulistijo., A. Nontji., dan A. Soegiarto.


1977. Potensi dan Usaha Pengembangan Budidaya Perairan di Indonesia. Jilid 61. Proyek Penelitian
Potensi Sumberdaya Ekonomi, Lem-

62

ISSN 1858-4330

baga Oseanologi Nasional, LIPI.


p. 155.
Susanto, H. 1987. Budidaya Ikan di
Pekarangan. PT. Penebar Swadaya,
Jakarta.