Anda di halaman 1dari 8

PRAKTIKUM MIKROKONTROLLER

MODUL 1
DISPLAY LED DAN SAKLAR PUSH BUTTON

LABORATORIUM JARINGAN
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


2014

1.1 TUJUAN
1. Mahasiswa memahami konsep pemrograman mikrokontroller sebagai input dan ouput.
2. Mahasiswa memahami rangkaian mikrokontroller untuk menyalakan dan memadamkan LED.
3. Mahasiswa dapat memahami program bahasa C untuk menyalakan dan memadamkan LED.
4. Mahasiswa memahami beberapa instruksi dasar bahasa C, #define (inisialisasi), delay
(waktu tunda), DDRD.
5. Mahasiswa memahami konversi bilangan biner ke hexadecimal dan sebaliknya.
6. Mahasiswa memahami rangkaian mikrokontroller dengan interface ke saklar.
7. Mahasiswa dapat memahami program C untuk mengambil data saklar dan mengeluarkan
data ke LED.

1.2 DISPLAY LED


1.2.1 KOMPONEN YANG DIGUNAKAN
1. Modul Mikrokontroller.
2. I/O LED.
3. Resistor.

1.2.2 GAMBAR RANGKAIAN

Gambar 1.1 Rangkaian Display LED

Perhatikan pada Gambar 1.1 diatas. Delapan buah LED terhubung ke PORTD, yang
difungsikan sebagai output. Pada konfigurasi tersebut, LED akan menyala bila diberi
logika LOW atau 0 melalui PORTD, dan LED akan padam bila diberi logika HIGH atau
1 melalui PORTD.

1.2.3 PROSEDUR PELAKSANAAN


Program 1 Display LED
LED akan menyala atau padam dengan mengirimkan data tertentu pada PORTD. Untuk
melakukan percobaan ini lakukan beberapa langkah sebagai berikut :
1. Pastikan semua LED terhubung dengan PORTD.
2. Pada CodeVisionAVR pilih Create New Project, kemudian buat folder sendiri dan beri
nama Modul1.
3. Ketik code berikut ini di CodeVisionAVR :

4. Setelah selesai, build project melalui menu Project > Build The Project untuk
menghasilkan file.hex yang akan dimasukkan ke dalam rangkaian di Proteus.
5. Lakukan pengamatan pada LED.
6. Isilah tabel berikut setelah melakukan pengamatan. Lakukan pencatatan LED mana
yang padam dan LED mana yang menyala.
Data
Hex
A1
2C
54
88
24
AA

LED
8

Program 2 Display LED dengan Pemanfaatan Fungsi Delay (Waktu Tunda)


LED akan berkedip secara terus menerus. Untuk melakukan percobaan ini lakukan
beberapa langkah sebagai berikut :
1. Ketik code berikut ini di CodeVisionAVR :

2. Setelah selesai, build project melalui menu Project > Build The Project untuk
menghasilkan file.hex yang akan dimasukkan ke dalam rangkaian di Proteus.
3. Lakukan pengamatan pada LED.
Program 3 Pemanfaatan Fungsi #define serta Instruksi High (1) dan Low (0)
Sebuah LED dapat menyala atau padam dengan perintah Low (0) dan High (1).
Untuk melakukan percobaan ini lakukan beberapa langkah sebagai berikut :
1. Ketik code berikut ini di CodeVisionAVR :

2. Setelah selesai, build project melalui menu Project > Build The Project untuk
menghasilkan file.hex yang akan dimasukkan ke dalam rangkaian di Proteus.
3. Lakukan pengamatan pada LED.
Program 4 Penggunaan Fungsi Perulangan dengan for
LED akan menyala secara bergantian dari atas ke bawah secara terus menerus. Untuk
melakukan percobaan ini lakukan beberapa langkah sebagai berikut :
1. Ketik code berikut ini di CodeVisionAVR :

2. Setelah selesai, build project melalui menu Project > Build The Project untuk
menghasilkan file.hex yang akan dimasukkan ke dalam rangkaian di Proteus.
3. Lakukan pengamatan pada LED.

1.3 DISPLAY LED MENGGUNAKAN SAKLAR PUSH BUTTON


1.3.1 KOMPONEN YANG DIGUNAKAN
1. Modul Mikrokontroller.
2. I/O LED.
3. Resistor.
4. I/O Button.

1.3.2 GAMBAR RANGKAIAN

Gambar 1.2 Rangkaian Interface Push Button

Pada gambar 1.2, bila saklar ditekan maka port yang sesuai dengan bit tersebut akan
mendapat logika low atau 0 dan sebaliknya bila saklar tidak ditekan maka port tersebut
akan mendapat logika high atau 1.

1.3.3 PROSEDUR PELAKSANAAN


Program 1 Ambil Data Saklar
LED1 (D1) akan menyala bila saklar1 ditekan dan LED2 (D2) akan menyala bila saklar2
ditekan. Untuk melakukan percobaan ini lakukan beberapa langkah sebagai berikut :
1. Ketik code berikut ini di CodeVisionAVR :

2. Setelah selesai, build project melalui menu Project > Build The Project untuk
menghasilkan file.hex yang akan dimasukkan ke dalam rangkaian di Proteus.
3. Lakukan pengamatan pada LED dan isilah tabel di bawah ini :
Saklar

Kondisi LED yang Nyala (D1-D2-D3-D4-D5-D6-D7-D8)

Saklar1
Saklar2

Program 2 LED Menyala secara Bergantian


LED akan menyala secara bergantian dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas
mengikuti penekanan Saklar1 atau Saklar2. Untuk melakukan percobaan ini lakukan
beberapa langkah sebagai berikut :
1. Ketik code berikut ini di CodeVisionAVR :

2. Setelah selesai, build project melalui menu Project > Build The Project untuk
menghasilkan file.hex yang akan dimasukkan ke dalam rangkaian di Proteus.
3. Lakukan pengamatan pada LED.

1.4 TUGAS PRAKTIKUM


1. Analisa program-program di atas serta berikan penjelasan sesuai dengan interpretasi Anda
masing-masing.
2. Pada gambar 1.1, ubahlah rangkaian dengan mengubah VCC dengan Ground, kemudian
nyalakan LED.
3. Pada gambar 1.2, sesuaikan kondisi LED sebagai berikut :
a. Jika Saklar1 ditekan, maka LED 1, 2, 3 dan 4 menyala.
b. Jika Saklar2 ditekan, maka LED 5, 6, 7 dan 8 menyala.
4. Buatlah flowchart untuk program-program di atas.