Anda di halaman 1dari 2

SELF REFLECTION

Pasien masuk pada tanggal 03 November 2014, saat pengkajian tanggal 03


November 2014. Pada hari pertama perawatan pada pasien, saya melakukan
suction kepada pasien, tetapi saya tidak diberikan kepercayaan oleh kakak perawat
dalam melakukan tindakan suction kepada pasien saya tersebut dengan alasan
bahwa posisi saya bukan seorang perawat masih mahasiswa. Kemudian untuk di
jam berikutnya pada jam 12.00 siang hari sebelum pemberian makan melalui
NGT, saya mencoba untuk mengatakan kepada kakak perawat untuk dilakukan
suction namun tetapi sayang sekali saya masih belum diberikan rasa kepercayaan
oleh kakak perawat dengan alasan yang sama, saya sudah coba berulang kali
memberikan berbagai alasan pembelaan saya untuk melakukan suction tersebut
dengan catatan dibawah pengawasan mereka namun tetap juga saya tidak
diberikan untuk melakukan suction kepada pasien saya.
Pada hari perawatan kedua pada tanggal 04 November 2014 kepada pasien
saya, saya mencoba melakukan sendiri dan meminta kepada kakak perawat untuk
di bawah pengawasan saya dalam melakukan suction, namun tetap juga saya tidak
diberikan kepercayaan untuk melakukan suction kepada pasien saya. Selama dua
hari perawatan pasien saya, saya sudah berusaha untuk melakukan suction, namun
tidak diberikan izin oleh kakak perawat dengan alasan yang sama diatas saya tidak
berhak melakukan tindakan tersebut karena posisi saya masih seorang mahasiswa.
Namun, untuk tindakan pengobatan dan tindakan yang lainnya, saya diberikan
kepercayaan untuk melakukannya kepada pasien.
Pada hari perawatan ketiga pada tanggal 05 November 2014 kepada pasien
saya, saya mencoba melakukan suction kepada pasien saya, namun dibawah
pengawasan oleh kakak perawat. Untuk hari ketiga perawatan pasien ini, saya
diberikan rasa kepercayaan oleh kakak perawat untuk melakukan tindakan suction
kepada pasien dengan kakak perawat yang berbeda. Saat melakukan suction, saya
masih kaku dalam melakukan penarikkan selang setelah di lakukan pengisapan
lendir dalam tubuh pasien, dan kadang kala saya diberikan teguran oleh kakak
perawat dalam memasukkan selang suction untuk tidak terlalu lama dimasukkan

ke dalam tubuh pasien. Dalam melakukan suction kepada pasien saya, saya masih
kurang ahli dalam melakukannya.
Pada hari perawatan keempat pada tanggal 06 November 2014, saya
mecoba lagi melakukan suction kepada pasien saya. Namun, saya tidak diberikan
oleh izin kakak perawat, karena melihat tindakan yang saya lakukan semalam
kepada pasien dalam melakukan suction masih kurang mahir, pada hal saya sudah
meyakinkan kakak perawat bahwa saya bisa melakukan tindakan tersebut. Saya
sudah mencoba beralasan yang lain namun kakak perawat belum memberikan izin
kepada saya dalam melakukan suction kepada pasien saya. Akhirnya saya
merasakan kekecewaan dalam diri saya. Kapan lagi saya untuk bisa belajar
melakukannya kalau dalam hal kecil saya harus belajar lebih dulu, kalau sudah
terbiasa baru bisa mahir tetapi ini bukan menjadi pintar makin tidak tahu nantinya.

Medan, November 2014


Mahasiswa,

(Suardam Putra Jaya Tel, S.Kep)