Anda di halaman 1dari 47

BAB 3

DESAIN dinding
TANGKI
DENGAN ALAS DATAR

Oleh : Kelompok 3

K.e.L.o.M.p.O.k.

3.1
*

Spesifikasi Bahan

TabeL 3.1

3.1

Spesifikasi Bahan

Bahan-bahan
yang
biasanya
digunakan
dalam konstruksi bejana penyimpan
adalah
logam,
campuran
logam,
logam
sepuh, atau
bahan bahan yang berlapis yang
cocok
untuk menyimpan zat cair.
Bahan
tidak mudah terkorosi, murah dan
mudah untuk difabrikasi, biasanya
baja hasil tempaan dengan kandungan
karbon rendah
(Tabel 3.2)

TabeL 3.2

3.2 Perkiraan Harga Tangki

Gambar 3.3

3.3 Ukuran Optimum Tangki

Sebelum
tangki
penyimpanan
dirancang,
ukuran
tinggi
hingga
diameter harus ditetapkan
Diameter tangki baja standar untuk
penyimpanan pada tekanan atmosfir
biasanya berkisar dari 10 hingga 220 ft,
dan tingginya bervariasi dari 6 hingga
64 ft
Tidak ada aturan untuk pemilihan
perbandingan tinggi dan diameter
karena hal ini disesuaikan dengan luas
lahan yang tersedia, dan keterbatasan
yang lain (Gambar 3.6)

Gambar 3.6
Tangki dengan Berbagai Tinggi,
Ukuran dan Diameter.

3.3 Ukuran Optimum Tangki

Ukuran optimum tangki berada pada dua


batasan:
Batas bawah untuk rasio optimum D/H
terjadi ketika biaya dinding, bagian dasar
dan atap per satuan luas tidak tergantung
pada D dan H. Kondisi ini ada pada tangki
volume kecil, di mana kestabilan elastis dan
korosi mempengaruhi ketebalan.
Batas atas untuk rasio optimal D/H terjadi
ketika ketebalan dinding, sebagai fungsi
dari D dan H, dan biaya satuan luas bagian
alas dan atap tidak tergantung pada D dan
H. Kondisi ini ada pada tangki volume besar.

3.3 Ukuran Optimum Tangki

Ukuran
optimum
tangki
adalah
dipengaruhi oleh biaya lahan, biaya
pondasi, biaya bagian alas, dinding, dan
atap. Dalam hal biaya per satuan luas
sebagai berikut :

D = diameter
tangki, ft
H = tinggi
(3.1)
tangki, ft
V = volume
tangki, ft2

3.3 a Rasio D/H untuk Tangki dengan Ketebalan Dinding


yang Tidak Dipengaruhi Oleh D dan H

Untuk Tangki dengan Nilai D (H-1) sama


dengan atau kurang dari 1720 atau 1515
(dari persamaan 3.18 dan 3.19)
Volume tangki kecil
Maka rasio D/H:
.. (3.6)
C1 = biaya dinding, $/ft2
pondasi, $/ft2
C2 = biaya alas, $/ft2
lahan, $/ft2
2

C4 = biaya
C5 = biaya

3.3 b Rasio D/H untuk Tangki dengan Ketebalan Dinding


yang Dipengaruhi Oleh D dan H

Nilai D (H-1) lebih dari 1720 atau 1315


(dari persamaan 3.18 dan 3.19)
Maka :
.. (3.9)

C1 = biaya dinding, $/ft2


pondasi, $/ft2
C2 = biaya alas, $/ft2
lahan, $/ft2
2

C4 = biaya
C5 = biaya

3.3 c Perhitungan Faktor Biaya


Biaya tangki meliputi: komponen tangki,
dinding, alas, dan atap merupakan fungsi
dari ketebalan plat, kualitas baja, biaya
pembentukan,
biaya
pengelasan,
dan
termasuk
biaya perlengakapan seperti
saluran, lubang, pompa, tangga, lantai, dan
sebagainya yang melekat pada berbagai
komponen.
Faktor-faktor ini semua saling terkait, dan
untuk membuat perkiraan itu biasanya lebih
mudah untuk menyatakan dalam biaya
bagian komponen dibuat atas bejana per
pon bahan fabrikasi karena informasi
tentang harga per pon lebih mudah
tersedia.

3.3 d Contoh sederhana


Optimalisasi Ukuran

Untuk kasus pertama: tangki terbuka berukuran kecil


dengan asumsi:
biaya lahan dan pondasi diabaikan.
ketebalan dinding = ketebalan bagian alas
Jika biaya per satuan luas dinding (c1) = biaya per
satuan luas dari biaya alas (c2) maka c1=c2
c3, c4, c5 = 0, maka persamaannya menjadi :
. (3.10)

3.3 d Contoh
sederhana
3.3
d Kasus
Optimalisasi Ukuran
Untuk kasus kedua, tangki tertutup berukuran kecil
dengan:
Biaya per satuan luas untuk bejana, atap, dan bagian
bawah adalah sama.
biaya pondasi dan lahan diabaikan
c1=c2=c3
c4 dan c5 = 0, maka persamaannya menjadi :

. (3.11)

3.3 d Contoh
sederhana
3.3
d Kasus
Optimalisasi Ukuran

Untuk kasus ketiga, tangki tertutup berukuran besar


dengan asumsi:
di mana atap dan biaya dinding = 2 kali biaya bagian
alas per satuan luas. (c1=2 c2 = c3 )
c4 dan c5 = 0, maka persamaannya menjadi :

(3.12)

3.4 Desain dinding Tangki


Berukuran Kecil dan Menengah
Tangki
vertikal
berukuran
kecil dan menengah.
Disebut tangki produksi.
Difabrikasi dari plat baja
dengan ketebalan yang sama.
Desainnya
telah
distandarisasi untuk industri
perminyakan (Gambar 3.7 dan
Tabel 3.3)
dinding
tangki
biasanya
dibuat dengan ukuran 3/16
inchi atau
inchi dengan
lebar plat tidak kurang dari
60 inchi.

Tabel 3.3

Gambar 3.7

Tampak Atas

Gambar 3.7

Tampak Samping

3.5 Desain dinding Tangki


Penyimpanan
Berukuran Besar
Kebanyakan tangki dan bejana
berbentuk silinder
Beberapa tipe tegangan yang
terdapat pada tangki silinder.
1. Tegangan longitudinal
2. Tegangan circumferential
3. Tegangan yang diakibatkan
karena adanya sisa las
4. Tegangan yang diakibatkan
beban
tambahan
(angin,
salju, es, dll)
5. Tegangan yang diakibatkan
karena adanya perbedaan
suhu
6. Tegangan lain yang mungkin
ditemui dalam praktek.

3.5 a Tegangan Dalam dinding Tipis Berdasarkan


Teori Membran

Tegangan Longitudinal
Jika analisis dibatasi pada
tekanannya saja,
dan
maka :

Sehingga :
(3.13)

Keterangan :
= Luas plat yang melawan
gaya longitudinal
P = Gaya Longitudinal
f = tegangan (lb/in2 )
t = ketebalan dinding (in)
d = diameter dalam (in)
p = tekanan internal (lb/in2 )
l = panjang silinder (in)

3.5 a Tegangan Dalam dinding Tipis


Berdasarkan Teori Membran

Tegangan
Circumferential

Jika satu mengacu pada Fig 3.9


dan menganggap tegangan
Circumferential yang disebabkan
oleh tekanan internal saja,
analisis berikut dapat
dikembangkan:

Maka :

dan

Sehingga :
p = tekanan internal (lb/in2 )
L = panjang silinder (in)

Keterangan :
= Luas plat yang melawan
gaya circumferential
P = Gaya Circumferential
t = ketebalan dinding (in)
d = diameter dalam (in)

3.5 a Tegangan Dalam dinding Tipis


Berdasarkan Teori Membran

Efisiensi Sambungan dan Korosi yang Diizinkan

Adanya sambungan las yang tidak sekuat plat yang


digunakan
DigunakanJoint Efficiency Factor
Ketebalan logam (c) diperbolehkan untuk setiap korosi
yang terjadi, kemudian ditambahkan dengan ketebalan
yang diperlukan dan nilai ketebalan akhir dibulatkan ke
ukuran pelat terdekat dengan ketebalan yang sama atau
lebih besar.

Persamaan 3.13 menjadi :


.. (3.15)

Persamaan 3.14 menjadi :


.. (3.16)

E = Joint Efficiency Factor (lihat Tabel


13.2)
c = tebal korosi yang diperbolehkan
(in)

Tabel 13.2

3.5 a Tegangan Dalam dinding Tipis


Berdasarkan Teori Membran

Modifikasi Persamaan

Tegangan dihitung dengan asumsi bahwa tangki diisi


dengan air pada suhu 600F (=62.37 lb/ft 3) dan regangan
= 12 in.
Ada pengaruh tekanan hidrostatis.
Dalam penentuan tebal plat dilakukan berdasarkan
tekanan fluida yang ada di bagian bawah atau di bagian
atas.

Persamaan :
(asumsi : fluida

air)

.. (3.17)

Dimana :
p = tekanan dalam silinder (lb/in2)
= densitas air pada suhu 600C
(62.37 lb/ft3)
H = tinggi fluida (in)

3.5 a Tegangan Dalam dinding Tipis


Berdasarkan Teori Membran
Untuk
konstruksi
welded
butt-joint

double-

Persamaan (3.17)
disubstitusikan ke
persamaan (3.16),
sehingga diperoleh
persamaan :
f = 21000 lb/in2 dan E =
0.85

.(3.18)

Untuk konstruksi
fillet
lap-joint

double-full

Persamaan (3.17)
disubstitusikan ke
persamaan (3.16),
sehingga diperoleh
persamaan :
f = 21000 lb/in2 dan E =
0.75

.(3.19)

3.5 a Tegangan Dalam dinding Tipis


Berdasarkan Teori Membran
Jika plat yang digunakan adalah paduan baja kekuatan tinggi, maka
tegangan yang diperbolehkan adalah 60% dari minimum yield point
(yp)

Untuk konstruksi double-welded butt-joint


Persamaan (3.18) menjadi :
f = 0.6yp dan E = 0.85
.(3.20)
Untuk konstruksi lap-welded
Persamaan (3.18) menjadi :
f = 0.6yp dan E = 0.75
.(3.21)

3.5 b Pertimbangan Praktis Dalam


Pemilihan Plat dinding

Perlu ditekankan bahwa Persamaan


3.15 s.d 3.19
hanya
digunakan
untuk
memprediksi
ketebalan
logam
yang
dibutuhkan untuk menahan tekanan internal.
Faktor lain yang mempengaruhi : Stabilitas struktural, Beban
yang
dimasukkan,
Angin,
Prosedur
fabrikasi
harus
dipertimbangkan.

Spesifikasi Ketebalan dinding Minimum


(Lampiran E)
Diameter Tangki
(ft)

Ketebalan yang
Diizinkan (in)

50-120

120-200

5/16

>200

3/8

<50

<3/16

3.5 c Butt-Welding VS Lap-Welding

Gambar 3.10

3.5 d Pengerjaan dingin plat dinding

Dilakukan berdasarkan jenis plat yang


digunakan dan berdasarkan tebal plat.
Plat dinding yang terbuat dari baja karbon
yang memiliki ketebalan 3/16 3/8 in
untuk tangki dengan D=40 ft atau lebih,
atau yang terbuat dari baja paduan
dengan kekuatan tinggi untuk tangki
dengan
D=50
ft
atau
lebih
dapat
dibelokkan pada saat pemasangan.

3.5 e Bagian-Bagian dinding

Shell Nozzles

Gambar 3.14. Gambar sketsa Nozzle (API


Standard).

Gambar 3.15. Gambar sketsa Manhole.

Gambar 3.13. Skema Tangki dan


kelengkapannya.

Pengu
atan
Bagian logam pada dinding
yang biasa diperkuat
adalah:
1. Logam pada flens dan
fitting
2. Logam untuk plat
penguat
3. Plat logam yang
digunakan untuk
menambah ketebalan
plat agar lebih kuat dari
tebal plat minimum yang
dianjurkan.
4. Logam pada leher fitting.

Bagian yang
diperkuat

Plat
penguat

Contoh Perancangan 3.1


Wind girder untuk Tangki
terbuka
Tangki terbuka dengan: D = 80
ft, H = 40 ft, tebal plat =
in.
Nilai minimum bagian modulus
dari lingkaran penopang
adalah:
Bila proses penguatan
menggunakan model Gambar
3.16 maka lebar jaring
penguat minimum (b) = 12 in,
sesuai dengan bagian modulus
28.1 in3 (Tabel 3.4)

Gambar 3.16 Salah satu


model penguat untuk
bejana terbuka
(rekomendasi API)

Gambar 3.17. Gambar sketsa Wind


Girder.

Contoh Perancangan 3.2


Perancangan dinding untuk
Bejana Tertutup
Spec: Tangki minyak cap.
55000 bbl, dengan tutup
kerucut yang ditopang
dengan kisi dalam dan besi
penopang.
a. Pengukuran :
rasio biaya dari dinding per unit area (c1)
= 2 x biaya bagian alas per unit area
(c2),
Biaya atap (c3) = 1.8 biaya dasar per unit
area.
biaya area lahan (c4) = biaya persiapan
(c5), digabung dengan perkiraan 0.40
biaya bagian dasar tangki. Nilai korosi
dapat diabaikan.
Bila semua data yang ada disubtitusikan
pada persamaan 3.9 maka:
Ukuran tangki adalah H = 40ft , D 100 ft,

Contoh Perancangan 3.2


Perancangan dinding untuk Bejana
Tertutup
Spec: Tangki minyak cap.
55000 bbl, dengan tutup
kerucut yang ditopang
dengan kisi dalam dan
besi penopang.
b. Tebal bagian dasar:
Ditentukan dengan
persamaan 3.18

Bila plat = 10 buah, laslasan = 5/32 in, maka


panjang plat adalah 31
ft 5 in

Contoh
Perancangan 3.2
Perancangan
dinding
untuk
Bejana
Tertutup

Gambar 3.20.
Gambar dinding
Perancangan

Hasil

Daftar
Pustaka

Brownell, E. Lloyd., and Edwin H. Young. PROCESS


EQUIPMENT DESIGN. John Wiley & Sons, Inc. USA.

-TERIMAKASIH
Mohon maaf atas segala
kekurangan..