Anda di halaman 1dari 4

Dasar teori

Infus merupakan sediaan parenteral volume besar berupa sediaan cairan steril yang
mengandung obat yang dikemas dalam wadah 100 ml atau lebih dan ditujukan untuk menusia
dan umumnya diberikan secara intravena dengan kecepatan pemberian dosisnya konstan.
Sediaan parenteral volume besar umumnya diberikan lewat infus intravena untuk menambah
cairan tubuh, elektrolit, atau untuk memberi nutrisi. Infus intravena adalah sediaan parenteral
dengan volume besar yang ditujukan untuk intravena. Pada umumnya cairan infus intravena
digunakan untuk pengganti cairan tubuh dan memberikan nutrisi tambahan, untuk
mempertahankan fungsi normal tubuh pasien rawat inap yang membutuhkan asupan kalori yang
cukup selama masa penyembuhan atau setelah operasi. Selain itu ada pula kegunaan lainnya
yakni

sebagai

pembawa

obat-obat

lain.

Cairan infus intravena dikemas dalam bentuk dosis tunggal, dalam wadah plastik atau gelas,
steril, bebas pirogen serta bebas partikel-partikel lain. Oleh karena volumenya yang besar,
pengawet tidak pernah digunakan dalam infus intravena untuk menghindari toksisitas yang
mungkin disebabkan oleh pengawet itu sendiri. Cairan infus intravena biasanya mengandung zatzat

seperti

asam

amino,

dekstrosa,

elektrolit

dan

vitamin.

Walaupun cairan infus intravena yang diinginkan adalah larutan yang isotonis untuk
meminimalisasi trauma pada pembuluh darah, namun cairan hipotonis maupun hipertonis dapat
digunakan. Untuk meminimalisasi iritasi pembuluh darah, larutan hipertonis diberikan dalam
kecepatan

yang

lambat.

Keuntungan pemberian infus intravena adalah menghasilkan kerja obat yang cepat dibandingkan
cara-cara pemberian lain dan tidak menyebabkan masalah terhadap absorbsi obat. Sedangkan
kerugiannya yaitu obat yang diberikan sekali lewat intravena maka obat tidak dapat dikeluarkan

dari sirkulasi seperti dapat dilakukan untuk obat bila diberikan per oral, misalnya dengan cara
dimuntahkan.
Tujuan

penggunaan

infus

1. Apabila tubuh kekurangan air, elektrolit dan karbohidrat, maka kebutuhan tersebut harus
cepat

diganti.

2. Pemberian infus memiliki keuntungan karena tidak harus menyuntik pasien berulang kali
3.

Mudah

mengatur

keseimbangan

keasaman

4.

Sebagai

penambah

nutrisi

pasien

bagi

dan

yang

kebasaan

tidak

obat

dapat

makan

dalam
secara

darah
oral

5. Larutan penambah zat parenteral volume besar berfungsi sebagai dialisa pada pasien gagal
ginjal.
Persyaratan Infus
1. Sediaan parenteral volume besar harus steril dan bebas pirogen, karena :
a.

Sediaan

yang

diinjeksikan

langsung

ke

dalam

aliran

darah

(iv)

b. Sediaan yang ditumpahkan pada tubuh dan daerah gigi (larutan penguras)
c.

Sediaan

langsung

berhubungan

dengan

darah

(hemofiltrasi)

d. Sediaan langsung ke dalam tubuh (dialisa peritoneal)


2. Sesuai kandungan bahan obat yang dinyatakan didalam etiket dan yang ada dalam
sediaan; terjadi pengurangan efek selama penyimpanan akibat perusakan obat secara
kimia.
3. Penggunaan wadah yang cocok, yang tidak hanya memungkinkan sediaan tetap steril
tetapi juga mencegah terjadinya interaksi bahan obat dengan material dinding wadah.
4. Tersatukan tanpa terjadi reaksi. untuk itu, beberapa faktor yang paling banyak
menentukan adalah bebas kuman, bebas pirogen, bebas pelarut yang secara fisiologis
tidak netral, isotonis, isohidris serta bebas bahan melayang.

PEMBAHASAN
Pada praktikum steril kali ini, kami membuat sediaan parenteral volume besar berupa
infus dengan zat aktif Glukosa. Infus merupakan sediaan parenteral volume besar berupa sediaan
cairan steril yang mengandung obat yang dikemas dalam wadah 100 ml atau lebih dan ditujukan
untuk menusia dan umumnya diberikan secara intravena dengan kecepatan pemberian dosisnya
konstan.
Sebelum kami membuat sediaan injeksi, maka langkah awal yang kami lakukan adalah membuat
rancangan praformulasi terlebih dahulu, tujuan dari rancangan praformulasi untuk memilih
metoda serta bahan tambahan yang sesuai untuk digunakan pada sediaan infus glukosa sesuai
dengan sifat fisika kimia maupun stabilitas dari masing-masing zat tersebut. Dari data yang
diperoleh dapat diketahui bahwa glukosa memiliki kelarutan mudah larut dalam air dan memiliki
pH 3.5 6.5. Karena kelarutan dari glukosa yang mudah larut dalam air, sehingga kami
menggunakan pelarut air berupa API (Aqua Pro Injeksi) yang harus steril dan bebas pirogen
sesuai dengan persyaratan sediaan parenteral volume besar. Jika dilihat dari sifatnya, glukosa
bersifat hipotonis sehingga kami harus menambahkan NaCl sebagai larutan pengisotonis dalam
sediaan

infus

yang

dibuat.

Pelarut yang digunakan dalam sediaan infus yang dibuat berupa API (Aqua Pro Injeksi) yang
harus steril dan bebas pirogen. Pembuatan API (Aqua Pro Injeksi) bebas pirogen dilakukan
dengan cara menambahkan karbon aktif sebesar 0.1 % dari jumlah total volume yang dibuat,
kemudian dipanaskan larutan pada suhu 40-70oC dan didiamkan selama 15 menit yang
selanjutnya disaring dengan menggunakan kertas saring rangkap dua. API (Aqua Pro Injeksi)
yang digunakan harus bebas pirogen karena sediaan yang dibuat ditujukan untuk injeksi iv yang

langsung

dialirkan

ke

dalam

darah.

Berdasarkan literatur, pembuatan infus glukosa ini dilakukan secara sterilisasi akhir segera
setelah dibuat. Sterilisasi menggunakan autoklaf pada suhu 115oC selama 30 menit karena zat
aktif

yang

digunakan

tahan

terhadap

pemanasan.

Dari data praformulasi yang telah kami buat maka kami dapat menetapkan formula infuse
glukosa terdiri dari glukosa dan API (Aqua Pro Injeksi) bebas pirogen. Glukosa memiliki
konsentrasi 5 mg/ml dengan dosis tunggal sehingga tidak perlu ditambahkan pengawet dan zat
tambahan lainnya. Pada sediaan injeksi pelarut air yang digunakan harus bebas pirogen, hal ini
bertujuan

untuk

meminimalisasi

terjadinya

kontaminasi

mikroorganisme.

Sediaan infus glukosa yang telah kami buat menghasilkan bentuk larutan yang berwarna jernih
dan memiliki pH 6. Larutan dan pH yang diperoleh sudah sesuai dalam sediaan injeksi yang
diinginkan. Wadah yang digunakan untuk menyimpan infus berupa wadah botol bening dan
sesuai dengan yang diinginkan.