Anda di halaman 1dari 9

e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha

Jurusan Manajemen (Volume 2 Tahun 2014)

PENGARUH BIAYA PRODUKSI, BIAYA PROMOSI, DAN VOLUME


PENJUALAN TERHADAP LABA PADA PERUSAHAAN KOPI BUBUK
BANYUATIS
Putu Rustami, I Ketut Kirya, Wayan Cipta
Jurusan Manajemen
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail:rus_tamy@hotmail.com,Ketut_Kirya@yahoo.co.id, cipta1959@yahoo.co.id
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh biaya produksi, biaya promosi, volume
penjualan secara simultan terhadap laba, (2) pengaruh biaya produksi secara parsial terhadap laba, (3)
pengaruh biaya promosi secara parsial terhadap laba, (4) volume penjualan terhadap laba, dan (5)
variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap laba pada Perusahaan Kopi Bubuk Banyuatis.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian kausal. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif.
Data dikumpulkan dengan dokumentasi, dan dianalisis dengan analisis regresi linier berganda. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh secara simultan dari biaya produksi, biaya promosi dan
volume penjualan terhadap laba, (2) ada pengaruh secara parsial dari biaya produksi terhadap laba, (3)
ada pengaruh secara parsial dari biaya promosi terhadap laba, (4) ada pengaruh secara parsial volume
penjualan terhadap laba, (5) variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap laba adalah volume
penjualan pada Perusahaan Kopi Bubuk Banyuatis.

Kata Kunci: biaya produksi, biaya promosi, volume penjualan, dan laba.

ABSTRACT
This present study aimed at identifying (1) the influence of production costs, promotion costs, and
the volume of selling simultaneously toward profits, (2) the influence of partial production costs toward
profits, (3) the influence of promotion costs toward profits, (4) the influence volume of selling toward
profits, and (5) the most dominant variable which influenced toward profits of Kopi Bubuk Banyuatis
Company. This study used a causal design research. The data which used was quantitative data. The
data were collected by doing documentation, and analyzed by using double regression linear. The results
of the study showed that (1) there was influence simultaneously of production costs, promotion costs and
the volume of selling toward profits, (2) there was influence partialy from production costs toward profits,
(3) there was influence from promotion costs toward profits, (4) there was influence partialy from volume
of selling toward profits, (5) the most dominant variable which influenced toward profit was the volume of
selling of Kopi Bubuk Banyuatis Company.

Keywords: production costs, promotion costs, volume of selling, and profit.

e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha


Jurusan Manajemen (Volume 2 Tahun 2014)
PENDAHULUAN
Perusahaan didirikan bertujuan
untuk meningkatkan volume penjualan,
mempertinggi
daya
saing,
dan
meminimalkan biaya produksi untuk
mencapai laba maksimal. Perkembangan
perusahaan dan laba yang dicapai
perusahaan dapat digunakan sebagai alat
ukur terhadap keberhasilan perusahaan
dalam
menjalankan
aktivitas
yang
berkenaan dengan operasinya. Jika tujuan
perusahaan
itu
tercapai
maka
kelangsungan hidup perusahaan mampu
dipertahankan dan mampu bersaing
dengan perusahaan lain.
Pada umumnya suatu perusahaan
memiliki target atau tujuan yang ingin
dicapai. Salah satu tujuan tersebut adalah
untuk mendapatkan laba yang tinggi
dengan meminimalkan biaya-biaya yang
terjadi dalam proses produksi. Laba atau
rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran
untuk menilai kinerja perusahaan. Unsurunsur yang menjadi bagian pembentuk
laba adalah pendapatan dan biaya. Biaya
merupakan salah satu sumber informasi
yang penting dalam analisis strategik
perusahaan. Pada dasarnya masalah
yang sering timbul adalah perencanaan
biaya yang kurang sesuai dengan apa
yang terjadi sesungguhnya (realisasi
biaya). Oleh sebab itu untuk dapat
mencapai produksi yang efisien, maka
diperlukan pengendalian biaya produksi
yang akan dikeluarkan. Biaya produksi
merupakan biaya untuk mengolah bahan
menjadi barang jadi. Biaya produksi
industri terdiri dari biaya bahan, biaya
tenaga kerja dan biaya overhead pabrik.
Biaya bahan adalah nilai uang dari bahan
yang digunakan dalam proses produksi.
Biaya bahan mencakup biji kopi. Biaya
tenaga kerja adalah upah tenaga kerja
dan gaji karyawan. Biaya overhead pabrik
adalah setiap biaya yang secara tidak
langsung melekat pada suatu produk,
yaitu semua biaya selain biaya bahan
langsung dan biaya tenaga kerja. Biaya
overhead pabrik mencakup biaya produksi
lainnya seperti bahan penolong, listrik dan
air untuk pabrik, biaya penyusutan aktiva
pabrik, pemeliharaan dan perbaikan
pabrik.
Menekan
biaya
produksi
merupakan suatu pengendalian biaya
yang penting untuk dilakukan agar tidak

terjadi pemborosan, dengan harus tetap


memperhatikan kualitas produk yang
dihasilkan. Dengan demikian dapat
meningkatkan kepuasan pelanggan dan
dapat mempertahankan pangsa pasar
dalam jangka panjang. Kemampuan
perusahaan dalam menetapkan biaya
produksi akan mempengaruhi tingkat laba
yang diperoleh.
Suatu perusahaan memproduksi
barang dengan kualitas yang baik, harga
relatif murah dibandingkan pesaing, dan
tersebar ke berbagai tempat tetapi apabila
calon pembeli tidak diberi tahu adanya
produk tersebut, diingatkan atau dibujuk
untuk membelinya, maka produk tersebut
tidak akan bisa laku dan segala sesuatu
yang dilakukan akan sia-sia. Konsumen
sangat memerlukan informasi untuk
menentukan keputusan suatu produk
yang akan mereka beli. Keputusan yang
selalu diharapkan oleh produsen, apakah
pesan
yang
disampaikan
lewat
promosinya telah dapat menjangkau
pasar yang telah diharapkan atau belum.
Apabila telah menjangkaunya berarti
mencerminkan keberhasilan promosinya
dan sudah tentu akan meningkatkan
permintaan.
Kegiatan promosi yang
dilakukan agar tujuan dari perusahaan
dapat tercapai pastinya membutuhkan
biaya. Biaya-biaya ini disebut dengan
biaya promosi. Promosi juga berarti
aktivitas
yang
mengkomunikasikan
keunggulan produk dan membujuk
sasaran untuk membelinya. Oleh karena
itu, perusahaan selalu membangun
komunikasi sebaik mungkin kepada
konsumennya dan calon konsumennya
melalui promosi. Sudah pasti perusahaan
ingin
selalu
meningkatkan
jumlah
penjualan untuk mendapatkan laba yang
lebih besar. Promosi diharapkan dapat
meningkatkan volume penjualan. Dengan
meningkatnya penjualan, maka laba yang
akan diperoleh meningkat juga.
Perusahaan Kopi Bubuk Banyuatis
merupakan salah satu perusahaan yang
mengelola bahan menjadi barang jadi dan
kemudian menjual bahan jadi tersebut.
Produk yang dihasilkan berupa kopi
bubuk.
Berdasarkan observasi awal yang
telah dilakukan, masalah yang timbul
adalah penurunan volume penjualan dan

e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha


Jurusan Manajemen (Volume 2 Tahun 2014)
laba pada Perusahaan Kopi Bubuk
Banyuatis Singaraja Tahun 2010-2013.
Jumlah biaya produksi pada tahun 2011
mengalami peningkatan sebesar 17,63%,
tahun 2012 mengalami penurunan
sebesar 29,85%, dan tahun 2013 kembali
mengalami peningkatan sebesar 41,85%.
Jumlah biaya promosi yang terjadi
mengalami penurunan dan tahun 2011
merupakan yang paling besar yaitu
52,07%. Jumlah volume penjualan yang
terjadi juga mengalami penurunan dan
tahun 2011 merupakan yang paling besar
yaitu 23,71%. Sedangkan jumlah laba
yang diterima juga mengalami penurunan
dan tahun 2011 merupakan jumlah yang
paling besar yaitu 36,49%. Jumlah
penurunan laba terjadi diduga karena
dipengaruhi oleh biaya produksi yang
tinggi, volume penjualan menurun serta
kurangnya dilakukan promosi.
Adapun tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui, (1) Pengaruh dari
biaya produksi, biaya promosi dan volume
penjualan secara simultan terhadap laba
pada Perusahaan Kopi Bubuk Banyuatis
Singaraja. (2) Pengaruh dari biaya
produksi secara parsial terhadap laba
pada Perusahaan Kopi Bubuk Banyuatis
Singaraja. (3) Pengaruh dari biaya
promosi secara parsial terhadap laba
pada Perusahaan Kopi Bubuk Banyuatis
Singaraja. (4) Pengaruh dari volume
penjualan secara parsial terhadap laba
Perusahaan Kopi Bubuk Banyuatis
Singaraja.
Hasil penelitian ini diharapkan
dapat memberikan manfaat berupa
manfaat teoritis dan manfaat praktis.
Secara teoritis penelitian ini diharapkan
dapat
memberikan
bahan
yang
bermanfaat dan dapat memberikan
sumbangan terhadap ilmu manajemen
keuangan untuk mengetahui biaya
produksi, biaya promosi, dan volume
penjualan yang mempengaruhi laba pada
Perusahaan Kopi Bubuk Banyuatis dan
secara praktis penelitian ini diharapkan
dapat memberikan masukan kepada
Perusahaan Kopi Bubuk.
Secara teoritik penelitian ini
dilandasi beberapa teori tentang biaya
produksi,
biaya
promosi,
volume
penjualan, dan laba. Biaya adalah semua
beban yang harus ditanggung oleh

perusahaan untuk menghasilkan suatu


produk barang atau jasa. Biaya produksi
adalah biaya-biaya yang terjadi dalam
hubungannya dengan proses pengolahan
bahan baku menjadi barang jadi. Menurut
Mulyadi (2005: 14) biaya produksi
merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan
untuk mengolah bahan baku menjadi
produk jadi yang siap untuk dijual. Biaya
produksi digolongkan dalam tiga unsur
yang juga merupakan elemen-elemen
utama dari biaya produksi, yaitu (1) biaya
bahan baku merupakan bahan baku yang
secara langsung digunakan dalam
produksi untuk mewujudkan suatu produk
jadi yang siap untuk dipasarkan. Jadi
bahan baku ini merupakan elemen biaya
produksi langsung. Menurut Mulyadi
(2004: 15) biaya langsung adalah biaya
yang terjadi karena adanya sesuatu yang
dibiayai. Dari definisi di atas, dapat
disimpulkan bahwa biaya bahan baku
adalah suatu pengorbanan sumbersumber daya ekonomi yang diukur dalam
satuan uang yang telah terjadi atau
kemungkinan akan terjadi untuk tujuan
tertentu di masa yang akan mendatang.
Bahan langsung dapat diperoleh dari
pembelian lokal, pembelian impor atau
dari pengolahan sendiri. Dalam pembelian
bahan baku, perusahaan tidak hanya
mengeluarkan biaya sejumlah harga
pokok bahan baku saja tetapi juga
mengeluarkan biaya-biaya pembelian,
biaya angkutan, dan biaya perolehan
lainnya. (2) Biaya tenaga kerja langsung
merupakan biaya-biaya bagi para tenaga
kerja langsung yang ditempatkan dan
didayagunakan
dalam
menangani
kegiatan-kegiatan
proses
produksi.
Sunarto (2002: 5) menyatakan, biaya
tenaga kerja langsung adalah biaya yang
timbul karena pemakaian tenaga kerja
yang dipergunakan untuk mengolah
bahan menjadi barang jadi. Biaya tenaga
kerja langsung merupakan gaji dan upah
yang diberikan kepada tenaga kerja yang
terlibat langsung dalam pengolahan
barang. Dari definisi di atas, dapat
disimpulkan bahwa biaya tenaga kerja
langsung adalah biaya yang dibayarkan
kepada pekerja yang jasanya dapat
diperhitungkan
langsung
dalam
pembuatan
produk
misalnya
upah
mandor, pengawas, dan upah pekerja. (3)

e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha


Jurusan Manajemen (Volume 2 Tahun 2014)
Biaya overhead pabrik didefinisikan
sebagai bahan tidak langsung, tenaga
kerja tidak langsung, dan biaya pabrik
lainnya yang tidak secara mudah
dibebannkan pada suatu pekerjaan.
Dalam
hubungannya
dengan
perubahan volume kegiatan, biaya
produksi ada tiga yaitu (1) biaya tetap
adalah biaya-biaya dalam jarak kapasitas
(range of capacity) tertentu totalnya tetap,
meskipun volume kegiatan perusahaan
berubah-ubah. Sejauh tidak melampaui
kapasitas, biaya tetap tidak dipengaruhi
oleh besar kecilnya volume kegiatan
perusahaan. (2) biaya variabel adalah
biaya-biaya yang totalnya selalu berubah
secara proporsional (sebanding) dengan
perubahan volume kegiatan perusahaan.
Besar kecilnya total biaya variabel
dipengruhi oleh besar kecilnya volume
produksi/ penjualan secara proporsional.
(3) biaya total adalah keseluruhan biaya
yang terjadi pada produksi jangka pendek.
Biaya total diperoleh dari TC = FC + VC.
Pengumpulan
harga
pokok
produksi sangat ditentukan berdasarkan
proses produksinya. Proses produksi
dibedakan menjadi dua, yaitu (1) metode
harga pokok pesanan adalah membagi
total biaya yang dikeluarkan untuk
pesanan dengan jumlah satuan produk
yang dihasilkan. Perhitungan dilakukan
setelah
pesanan
diproduksi.
Penggolongan biayanya harus dipisahkan
menjadi biaya langsung dan tidak
langsung. Biaya langsung dibebankan
kepada produk berdasakan biaya yang
sesungguhnya terjadi, sedangkan biaya
produksi tidak langsung dibebankan
kepada produk berdasarkan tarif dimuka.
(2) metode harga pokok proses adalah
membagi total biaya produksi yang
dikeluarkan selama periode tertentu
dengan jumlah satuan produk yang
dihasilkan
selama
periode
yang
bersangkutan. Perhitungan dilakukan
setelah periode akuntansi. Pembedaan
biaya produksi langsung dan tidak
langsung sering kali tidak diperlukan.
Pembebanan biaya overhead pabrik
kepada produk atas dasar biaya yang
sesungguhnya terjadi, karena harga
pokok produk dihitung setiap akhir bulan.
Promosi merupakan salah satu
faktor
penentu
keberhasilan
suatu

program pemasaran. Produk yang sudah


direncanakan dengan baik serta telah
ditentukan harga jualnya secara tepat,
belum menjamin keberhasilan pemasaran
terhadap produk. Hal ini disebabkan
karena apabila produk yang sudah bagus
dengan harga sudah ditentukan tidak
dapat dikenal oleh konsumen, maka
produk tersebut tidak laku di pasaran.
Promosi yang dilakukan oleh perusahaan
membutuhkan biaya, dalam hal ini diebut
biaya promosi. Secara harfiah biaya
promosi dapat diartikan sebagai biaya
atau
sejumlah
pengorbanan
yang
dikeluarkan oleh perusahaan dalam
menjalankan
kegiatan
pemasaran
khususnya dalam hal pelaksanaan
promosi.
Biaya promosi ini ditentukan
perusahaan dengan cara menjumlahkan
seluruh
biaya
yang
dikeluarkan
perusahaan untuk melaksanakan promosi
barang atau
produknya.
Beberapa
perusahaan memakai alat promosi yang
berbeda satu dengan lainnya. Hal ini
berkaitan dengan promosi seperti apa
yang cocok bagi perusahaan tersebut.
Dengan menggunakan beberapa alat
promosi, maka biaya yang dikeluarkan
oleh perusahaan pun akan terdiri dari
beberapa macam alat promosi, sehingga
total biaya promosi merupakan jumlah dari
seluruh
biaya
yang
dikeluarkan
perusahaan saat perusahaan melakukan
promosi dengan berbagai macam alat
promosi seperti iklan di media massa,
mengadakan pameran, dan iklan di media
elektronik.
Volume penjualan merupakan
hasil akhir yang dicapai perusahaan dari
hasil penjualan produk yang dihasilkan
oleh perusahaan tersebut. Menurut
Marbun (2003: 225) volume penjualan
adalah total barang yang terjual oleh
perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
Semakin besar jumlah penjualan yang
dihasilkan perusahaan, semakin besar
kemungkinan laba yang akan dihasilkan
perusahaan. Dari defenisi tersebut dapat
disimpulkan bahwa volume penjualan
merupakan jumlah total yang dihasilkan
dari kegiatan penjualan barang. Semakin
besar jumlah penjualan yang dihasilkan
perusahaan, semakin besar kemungkinan
laba yang akan dihasilkan perusahaan.

e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha


Jurusan Manajemen (Volume 2 Tahun 2014)
Aktivitas
penjualan
banyak
dipengaruhi oleh faktor yang dapat
meningkatkan aktivitas perusahaan, oleh
karena itu manajer penjualan perlu
memperhatikan
faktor-faktor
yang
mempengaruhi penjualan. Menurut Basu
Swasta
(2005)
faktor-faktor
yang
mempengaruhi penjualan ada empat,
yaitu (1) kondisi dan kemampuan penjual,
(2) kondisi pasar, (3) modal, dan (4)
kondisi organisasi perusahaan. Menurut
Efendi (2009) faktor yang sangat penting
dalam mempengaruhi volume penjualan
adalah saluran distribusi yang bertujuan
untuk melihat peluang pasar yang dapat
memberikan laba yang maksimun. Secara
umum rantai saluran distribusi yang
semakin luas akan menimbulkan biaya
yang lebih besar, tetapi semakin luasnya
saluran
distribusi
maka
produk
perusahaan akan semakin dikenal oleh
mayarakat luas dan mendorong naiknya
angka
penjualan
yang
akhirnya
berdampak pada peningkatan volume
penjualan.
Laba merupakan suatu konsep
akuntansi yang memiliki berbagai sudut
pandang, tergantung dari yang menilai
dan tujuan penilaiannya tersebut. Menurut
Prawironegoro (2005: 160) laba adalah
selisih positif antara pendapatan dikurangi
dengan beban yang merupakan dasar
ukuran
kinerja
bagi
kemampuan
manajemen dalam mengoperasikan harta
perusahaan. Berdasarkan definisi di atas
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
laba adalah selisih antara seluruh
pendapatan
(revenue)
dan
beban
(expense) yang terjadi dalam suatu
periode akuntansi. Laba merupakan suatu
kelebihan pendapatan atau keuntungan
yang layak diterima oleh perusahaan,
karena
perusahaan
tersebut
telah
melakukan
pengorbanan
untuk
kepentingan lain pada jangka waktu
tertentu.
Setiap
perusahaan
dalam
menjalankan
aktivitasnya
pasti
mempunyai tujuan utama yaitu mencapai
laba semaksimal mungkin dengan biaya
seminimal
mungkin.
Dalam
suatu
perusahaan, biaya merupakan salah satu
komponen yang sangat penting. Oleh
karena itu, biaya harus mendapatkan
perhatian yang lebih khusus. Definisi

biaya, biaya produksi, biaya promosi,


volume penjualan dan laba yang
dikemukakan para ahli atau pihak-pihak
lain yang terkait dengan perkembangan
akuntansi, salah satunya adalah definisi
biaya, yaitu: biaya dalam arti luas adalah
pengorbanan sumber ekonomi yang
diukur dalam satuan uang, yang telah
terjadi atau yang kemungkinan akan
terjadi untuk tujuan tertentu. Sedangkan
biaya dalam arti sempit adalah sebagai
sumber ekonomi untuk memperoleh
aktiva. Dari definisi tersebut dilihat empat
unsur yang terkandung di dalamnya, yaitu
biaya merupakan pengorbanan sumber
ekonomi
dalam
satuan
uangnya,
merupakan hal yang terjadi atau potensial
yang akan terjadi dan pengorbanan
tersebut dilakukan untuk mencapai tujuan
tertentu dimasa depan dengan tujuan
untuk memperoleh pendapatan. Biaya
produksi adalah biaya yang dikeluarkan
selama proses produksi, mulai pada saat
pembelian
bahan
baku
sampai
dihasilkannya produk jadi yang siap dijual.
Biaya promosi merupakan sejumlah dana
yang dikucurkan perusahaan ke dalam
promosi untuk meningkatkan penjualan.
Volume penjualan merupakan jumlah total
yang dihasilkan dari kegiatan penjualan
barang atau jasa.
Menyikapi hal tersebut, laba
merupakan salah satu tolok ukur dari
keberhasilan perusahaan. Selain itu
kepercayaan dari pihak lain juga
merupakan tolok ukur keberhasilan
perusahaan lainnya. Besar kecilnya laba
yang diperoleh perusahaan banyak
dipengaruhi oleh besar kecilnya biaya
yang dikeluarkan perusahaan dan tingkat
penjualan di pasaran. Hal ini yang menjadi
tolok ukur peningkatan laba pada
perusahaan, yaitu peningkatan laba tidak
terlepas dari indikator-indikator yang
mendukungnya diantaranya pengeluaran
biaya produksi, biaya promosi dan volume
penjualan
yang
diharapkan
dapat
memberikan
sumbangan
terhadap
pembentukan laba perusahaan. Hal ini
berarti bahwa jika biaya produksi
meningkat diikuti dengan meningkatnya
volume penjualan, maka diharapkan laba
meningkat, sedangkan jika biaya produksi
meningkat tetapi volume penjualan
menurun dan kurangnya promosi, maka

e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha


Jurusan Manajemen (Volume 2 Tahun 2014)
laba akan menurun. Hasil ini didukung
oleh penelitian yang dilakukan Juni
Widnyana (2012), Amalia Suzanti (2009),
Eva Ariesti (2008), dan Sumayah (2011),
menyatakan bahwa ada pengaruh dari
biaya produksi, biaya promosi, dan
volume penjualan terhadap laba.

produksi,
biaya
promosi,
volume
penjualan, dan laba Perusahaan. Untuk
mengetahui sejauh mana pengaruh biaya
produksi, biaya promosi, dan volume
penjualan terhadap laba, data yang telah
terkumpul
dianalisis
menggunakan
analisis
regresi
berganda
dan
pengumpulan data yang digunakan
adalah dokumentasi.

METODE
Jenis penelitian yang digunakan
adalah jenis penelitian kausal. Penelitian
ini dilakukan untuk memperoleh gambaran
besarnya pengaruh biaya produksi, biaya
promosi, dan volume penjualan terhadap
laba. Dalam penelitian ini yang menjadi
subjek penelitian yaitu Perusahaan Kopi
Bubuk Banyuatis Singaraja. Sedangkan
objek penelitian ini yaitu jumlah biaya

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil
Hasil analisis regresi berganda dengan
bantuan Statistical Package for Social
Science (SPSS) 16.0 For Windows maka
diperoleh hasil penelitian seperti yang
tampak pada Tabel 1 berikut ini

Tabel 1. Hasil Uji Statistik Analisis Regresi Berganda


Parameter Koefisien p-value
Ryx1x2x3

0,718

0,000

Alpha
()
0,05

R2yx1x2x3

0,515

0,000

0,05

Menolak Ho

Pyx1

0,327

0,002

0,05

Menolak Ho

P2yx1

0,107

Pyx2

0,324

0,004

0,05

Menolak Ho

P2yx2

0,105

Pyx3

0,387

0,000

0,05

Menolak Ho

P2yx3

0,149

Py

0,485

Sumber: Pengolahan Data SPSS

Keputusan

Simpulan

Menolak Ho

Ada hubungan pengaruh secara


simultan dari biaya produksi, biaya
promos, dan volume penjualan
terhadap laba.
Ada pengaruh secara simultan
dari biaya produksi, biaya promos,
dan volume penjualan terhadap
laba.
Ada hubungan pengaruh secara
parsial dari biaya produksi
terhadap laba.
Menunjukkan besarnya
sumbangan pengaruh dari biaya
produksi terhadap laba.
Ada hubungan pengaruh secara
parsial dari biaya promosi
terhadap laba.
Menunjukkan besarnya
sumbangan pengaruh dari biaya
promosi terhadap laba.
Ada hubungan pengaruh secara
parsial dari volume penjualan
terhadap laba.
Menunjukkan besarnya
sumbangan pengaruh dari volume
penjualan terhadap laba.
-

e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha


Jurusan Manajemen (Volume 2 Tahun 2014)
(1) Berdasarkan Output SPSS diperoleh
Ryx1x2x3 = 0,810, dengan nilai p-value
0,000 kurang dari alpha 0,05. Hal ini
berarti menolak Ho, yang artinya ada
pengaruh dari biaya produksi, biaya
promosi,
dan
volume
penjualan
terhadap laba pada Perusahaan Kopi
Bubuk Banyuatis Singaraja. Besarnya
pengaruh
biaya
produksi,
biaya
promosi,
dan
volume
penjualan
terhadap laba dapat dilihat pada Tabel
1.
Besar
koefisien
determinasi
(R2yx1x2x3) adalah 0,657. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa 65,7% merupakan
besarnya laba yang diterima secara
simultan dipengaruhi oleh variabel biaya
produksi, biaya promosi, dan volume
penjualan, sedangkan sisanya sebesar
34,3% dipengaruhi oleh variabel lain.
(2) Pengaruh dari biaya produksi terhadap
laba dilihat pada Tabel 2, menunjukkan
hasil 1 = 0,327 dengan nilai p-value
0,002 kurang dari alpha 0,05, maka
menolak Ho. Hasil ini berarti ada
pengaruh secara parsial dari biaya
produksi terhadap besarnya laba pada
perusahaan Kopi Bubuk Banyuatis
Singaraja. Besar pengaruh biaya
produksi terhadap laba yaitu 32,70%.
Biaya
promosi
terhadap
laba,
menunjukkan hasil 2 = 0,324 dengan
nilai p-value 0,004 kurang dari alpha
0,05, maka menolak Ho. Hasil ini berarti
ada pengaruh secara parsial biaya
produksi terhadap besarnya laba pada
perusahaan Kopi Bubuk Banyuatis
Singaraja. Besar pengaruh biaya
promosi terhadap laba yaitu 32,40%.
Volume penjualan terhadap terhadap
laba, menunjukkan hasil 3 = 0,387
dengan nilai p-value 0,000 kurang dari
alpha 0,05, maka menolak Ho. Hasil ini
berarti ada pengaruh secara parsial dari
volume penjualan terhadap terhadap
laba pada Perusahaan Kopi Bubuk
Banyuatis Singaraja tahun 2010-2013.
Besar pengaruh volume penjualan
terhadap yaitu 38,70%.
(3) Variabel biaya produksi, biaya promosi,
dan volume penjualan terhadap laba
yang paling dominan berpengaruh

terhadap jumlah kredit yang disalurkan


maka dapat di lihat dari Tabel 2 yang
memuat nilai standardized coefficients
(Beta). Tabel 2 menunjukkan bahwa
dari variabel yang diajukan yaitu biaya
produksi, biaya promosi, dan volume
penjualan, maka variabel yang paling
dominan mempengaruhi besarnya laba
pada Perusahaan Kopi Bubuk Banyuatis
Singaraja adalah volume penjualan.
Besar pengaruh volume penjualan
terhadap laba yaitu 0,387 atau 38,70%.
Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Biaya produksi (X1), biaya promosi (X2), dan
volume penjualan (X3) berpengaruh secara
simultan
terhadap
laba
(Y)
pada
Perusahaan
Kopi
Bubuk
Banyuatis
Singaraja
Tahun
2010-2013.
Hasil
penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian
dari Sumayah (2011). Biaya produksi (X1)
berpengaruh secara parsial terhadap laba
(Y) pada perusahaan Kopi Bubuk Banyuatis
Singaraja
Tahun
2010-2013.
Hasil
penelitian ini sejalan dengan teori yang
dikemukakan oleh Carter (2008: 129) dan
sejalan dengan penelitian yang dilakukan
oleh Novita Djamalu (2012), yang
menunjukkan bahwa biaya produksi (X)
berpengaruh signifikan terhadap laba bersih
(Y). Biaya promosi (X2) berpengaruh secara
parsial terhadap laba (Y) pada Perusahaan
Kopi Bubuk Banyuatis Singaraja Tahun
2010-2013. Hasil penelitian ini sejalan
dengan teori yang dikemukakan oleh
Stanton (1996: 139) dan sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh Juni
Widnyana
(2012)
biaya
promosi
berpengaruh sifnifikan terhadap laba
perusahaan. Volume penjualan (X3)
terhadap laba (Y) pada Perusahaan Kopi
Bubuk Banyuatis Singaraja Tahun 20102013. Hasil penelitian ini sejalan dengan
teori yang dikemukakan oleh Budi Rahardjo
(2000: 33) dan Hasil penelitian ini juga
sejalan dengan penelitian yang dilakukan
oleh Sumayah (2011), yang menunjukkan
bahwa volume penjualan secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap laba
bersih.

e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha


Jurusan Manajemen (Volume 2 Tahun 2014)
PENUTUP
Berdasarkan hasil pengujian statistik
dan hipotesis serta pembahasan yang telah
dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut. (1) Ada pengaruh secara
simultan dari biaya produksi, biaya promosi,
dan volume penjulan terhadap laba pada
perusahaan
Kopi
Bubuk
Banyuatis
Singaraja tahun 2010-2013. (2) Ada
pengaruh secara parsial antara biaya
produksi terhadap laba perusahaan, antara
biaya promosi terhadap laba perusahaan,
dan antara volume penjualan terhadap laba
pada perusahaan Kopi Bubuk Banyuatis
Singaraja tahun 2010-2013.
Berdasarkan simpulan yang telah
dikemukakan,
maka
dapat
diajukan
beberapa saran sebagai berikut. (1) Bagi
Perusahaan
Kopi
Bubuk
Banyuatis
Singaraja, dalam upaya meningkatkan laba
perusahaan pihak perusahaan diharapkan
memperhatikan tingkat efisiensi biaya
produksi, mengingat biaya produksi saat ini
sebesar 271.569.000/ bulan. Namun,
rencana sebelum proses produksi sebesar
258.753.000/ bulan, dalam hal ini biaya
produksi Perusahaan tidak efisiensi karena
biaya produksi sesungguhnya tidak sesuai
dengan rencana sebelum proses produksi.
Dari upaya tersebut sebaiknya perusahaan
dapat
meminimalis biaya
pembelian
material,
standar
produksi
dan
penjualannya dengan cara menekan biaya
pembeliannya.
(2)
Biaya
promosi
merupakan variabel yang berpengaruh
pada tingkat penjualan perusahaan dan
keuntungan
perusahaan.
Perusahaan
diharapkan bisa meningkatkan biaya
promosi dengan cara menggunakan alat
promosi seperti majalah, pembuatan
spanduk/ poster lebih menarik baik dari
warna maupun pesan yang disampaikan
dengan kata-kata yang mudah dimengerti
dan dipahami oleh konsumen. Namun,
perusahaan tetap mempertahankan media
promosi yang digunakan selama ini. (3)
Volume
penjualan
sebagai
variabel
dominan berpengaruh terhadap laba,
alangkah baiknya lebih tingkatkan kembali
mengingat pencapaian tingkat volume
penjualan telah mencapai 5.320 kg/ bulan

dengan standar minimum 6.580 kg/ bulan,


dalam
hal
ini
perusahaan
perlu
meningkatkan volume penjualan dengan
cara meningkatkan anggaran promosi dan
penggunaan media yang lebih tepat.
DAFTAR PUSTAKA
Asri Marwan, 1991, Marketing. Yogyakarta:
Penerbit AMP YKPN.
Basu Swasta. 1999. Asas-Asas Pemasaran.
Edisi Ketiga. Yogyakarta: Penerbit
Liberty.
, 2000. Manajemen Penjualan.
Yogyakarta: Penerbit BPFE.
Budi Rahardjo. 2003. Keuangan dan Akuntansi
untuk Manajer Non Keuangan.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Carter, William K dan Milton F.Usry. 2004.
Cost
Accounting.
Terjemahan
Krista. 2005. Akuntansi Biaya.
Edisi ketiga belas, buku kedua.
Jakarta: Salemba empat.
Darsono Prawiranegoro. 2005. Akuntansi
manajemen. Jakarta: Diadit Media.
Hasan, Iqbal. 2001. Pokok-pokok Materi
Statistik. Jakarta: Bumi Aksara.
, 2004. Analisis Data Penelitian
dengan Statistik. Jakarta: Bumi
Aksara.
Kismono, Gugup, 2001. Bisnis Pengantar,
Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.
Kotler,

Philip,
2005,
Marketing
Management. Dalam Benyamin
Molan. Jilid satu, Edisi kesebelas.
Jakarta: Indeks.

Mulyadi, 2001, Sistem Akuntansi. Edisi


Ketiga, Cetakan Ketiga. Jakarta:
Penerbit Salemba Empat.

e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha


Jurusan Manajemen (Volume 2 Tahun 2014)
, 2002. Sistem Akuntansi, Salemba

, 2004. Sistem Akuntansi. Edisi


Kesembilan. Yogyakarta: Sekolah
Tinggi Hukum Ekonomi YKPN.
, 2005. Sistem Akuntansi, Edisi
Ketiga. Jakarta: Salemba Empat.
Rangkuti, Freddy. 2009. Strategi Promosi
Yang Efektif & Analisis Kasus
Integrated
Marketing
Communication. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.

Empat,
Jakarta.
Stanton, Wlliam, J. 2000. Manajemen
Pemasaran.
Dalam
Yohanes
Lamarto.
1991.
Prinsip
Manajemen. Jilid satu. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Sugiyono.
2007.
Metode
Penelitian
Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
, 2009. Statistika Untuk Penelitian.
Bandung: Pustaka Setia.
Sunarto, SE, MM. 2002. Akuntansi. Jakarta:
Penerbit PT. Penapersada.

Rosyidi, Suherman. (2005). Pengantar Teori


Ekonomi. Edisi Revisi. Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada.

Supriono. 2004. Akuntansi Biaya. Jakarta:


Salemba Empat.

Simamora, Henry. 2000. Manajemen


Pemasaran Internasional, Jilid II.
Jakarta: Salemba Empat.

Warren, Carl. S. 2006. Pengantar


Akuntansi. Buku Satu, Edisi ke 21. Jakarta:
Seleba Empat.