Anda di halaman 1dari 19

DT 1

http://dwikartinah.blogspot.com/2010/05/sejarah-bahasa-pemograman-python.html
Pada awalnya kita akan beranggapan bahwa penamaan bahasa pemrograman ini didasarkan
pada nama binatang melata, anggapan tersebut salah. Penamaan bahasa pemrograman ini
diilhami ketika pembuatnya menonton acara komedi di televisi di BBC yang bernama Monty
Python's Flying Circus. Pembuat bahasa pemrograman ini adalah Guido van Rossum dari
Amsterdam, Belanda. Pada awalnya, motivasi pembuatan bahasa pemrograman ini adalah
untuk bahasa skrip tingkat tinggi pada sistem operasi terdistribusi Amoeba.
Sejak muncul tahun 1991 di domain public, bahasa pemrograman ini berkembang dengan
dukungan komunitas pengguna dan pengembangnya, seperti Python Software Activity,
internet newsgroup comp.lang.python, dan organisasi informal lainnya.
Bahasa pemrograman ini menjadi umum digunakan untuk kalangan engineer seluruh dunia
dalam pembuatan perangkat lunaknya, bahkan beberapa perusahaan menggunakan python
sebagai pembuat perangkat lunak komersial.
Python merupakan bahasa pemrograman yang freeware atau perangkat bebas dalam arti
sebenarnya, tidak ada batasan dalam penyalinan atau mendistribusikannya. Lengkap dengan
source code, debugger dan profiler, antarmuka yang terkandung di dalamnya untuk pelayanan
antarmuka, fungsi sistem, GUI (antarmuka pengguna grafis), dan basis datanya. Python dapat
digunakan dalam beberapa sistem operasi, seperti kebanyakan sistem UNIX, PCs (DOS,
Windows, OS/2), Macintosh, dan lainnya. Pada kebanyakan sistem operasi linux, bahasa
pemrograman ini menjadi standarisasi untuk disertakan dalam paket distribusinya.
bahasa pemrograman python mempunyai filosofi antara lain:
Coherence. Bahasa pemrograman skrip tidaklah menjadi sulit untuk dibaca, ditulis, dan
dimaintain.
Power (kekuatan). Bahasa pemrograman ekstensi tidaklah mempunyai fungsi yang terbatas.
Scope (jangkauan). Bahasa pemrograman dinamis yang dapat digunakan untuk berbagai
macam tugas, dapat menyediakan tanggapan yang cepat selama masa pembuatan sistem
aplikasi dan berguna untuk membuat aplikasi tingkat tinggi.
Object. Pemrograman berorientasi objek yang efisien, karena mempunyai kekuatan dalam
struktur dan penggunaan kembali kode yang telah ada sehingga tidak sulit digunakan.

Integration(integrasi). Tidak ada bahasa pemrograman yang menjadi pulau. Penyediaan dari
kekuatan bahasa pemrograman dinamis, dan antarmuka yang terdefenisi dengan baik untuk
bahasa pemrograman lainnya, python membantu sistem hibrid yang secara simultan
pengungkitan kecepatan perubahan dari python, dan efisiensi dari C.
Perlu diketahui pula bahasa pemrograman python cenderung menyerupai bahasa
pemrograman tradisional seperti C dan Pascal, daripada bahasa permrograman skrip seperti
Perl dan Tcl. Pada kenyataannya, Python adalah suatu dari bahasa pemrograman skrip dalam
samaran dari bahasa perograman tradisional. Ada pendapat lain yang menyatakan bahwa
Python merupakan jembatan antara bahasa skrip dan C.

http://cakadut.wen.ru/artikel/bahasa_program_phyton.html
Beberapa fitur yang dimiliki Python adalah:
memiliki kepustakaan yang luas; dalam distribusi Python telah disediakan modul-modul
'siap pakai' untuk berbagai keperluan.
memiliki tata bahasa yang jernih dan mudah dipelajari.
memiliki aturan layout kode sumber yang memudahkan pengecekan pembacaan kembali
dan penulisan ulang kode sumber.
berorientasi obyek.
memiliki sistem pengelolaan memori otomatis (garbage collection, seperti java ) modular,
mudah dikembangkan dengan menciptakan modul-modul baru; modul-modul tersebut dapat
dibangun dengan bahasa Python maupun C/C++.
memiliki fasilitas pengumpulan sampah otomatis, seperti halnya pada bahasa
pemrograman Java , python memiliki fasilitas pengaturan penggunaan ingatan komputer
sehingga para pemrogram tidak perlu melakukan pengaturan ingatan komputer secara
langsung.

http://kramatsatu.blogspot.com/2012/02/pengenalan-python.html
IDE bawaan python
IDE untuk python sendiri bisa di dapatkan gratis langsung dari web resminya
(http://python.org/). Python sampai sekarang sudah realase sampai versi 3.x tapi
versi tersebut menggunakan core baru sehingga kebanyakan penggunanya
masih menggunakan versi 2.x dan gw serta tutorial yang bakal gw tulis disini
juga pakai versi 2.x.IDE bawaan python namanya IDLE python.
Setelah program diinstal, ketika dibuka yang pertama muncul adalah jendel
interactive shell, interactive shell adalah core awal python, terinstall default pada
linux. Seperti yang gw singgung di awal, pyhton itu interpreter, penterjemahan
kode dilakukan perperintah. Dalam interactive shell kita bisa 'mencoba'
memasukkan kode apa saja dan hasilnya langsung keluar. Interactive shell
berfungsi untuk menampilkan keluaran dari kode yang kita buat. Selain itu,
interactive shell juga bisa dipakai untuk mencari kesalahan kode kita, mencoba
apakah satu baris kode/perintah yang kita buat akan berjalan semestinya atau
tidak.
http://supriyatna.wordpress.com/2011/05/11/history-commandmengulangmelihat-command-yang-pernah-dijalankan-pada-idle-python/

IDLE python (Integrated DeveLopment Environment for Python) merupakan Python shell
yang dapat digunakan untuk menjalankan perintah-perintah python secara interactive.
Aplikasi ini bagus dan berguna terutama untuk yang sedang memulai memperlajari bahasa
pemrogramman pyhton.
Nah pada saat menggunakan IDLE ini, tiba saatnya dimana saya membutuhkan cara untuk
mengulang command python yang sudah dijalankan sebelumnya (history command). Pada
lingkungan shell linux maupun DOS, untuk mengulang command yang pernah dijalankan
sebelumnya caranya cukup sederhana, yaitu dapat dengan menggunakan panah atas (UP
Arrow) maupun panah bawah (DOWN Arrow). Khusus pada lingkungan DOS dapat juga
dengan menggunakan tombol F7 untuk menampilkan list dari perintah DOS yang sudah
pernah dijalankan.
Sedangkan pada IDLE Pyhton/Pyhton Shell, cara diatas sayangnya tidak berfungsi, lalu
bagaimana caranya untuk mengulang command python yg sudah pernah dijalankan agar kita
tidak perlu lagi untuk mengetik ulang atau copy/paste perintah tersebut?
Ternyata tidak sulit kawan!, untuk menjalankan ulang command python, cukup arahkan
cursor pada baris command yg sudah pernah dijalankan sebelumnya, dilanjutkan dengan
menekan ENTER. Maka command pada cursor tersebut akan tercopy dan menjadi command
aktif yang siap untuk dijalankan ulang.
atau bisa juga dengan menggunakan shortcut berikut:
ALT+P: History previous command
ALT+N: History next command

http://klinikpython.wordpress.com/2012/02/01/belajar-python-langkah-pertama-belajarbahasa-python/
7 Elemen Dasar Pemrogaman bahasa Python adalah :
(1) INPUT
Input berarti membaca sesuatu dari I/O unit, misalkan keyboard. Pada bahasa Python untuk
menerima masukan dari pengguna (user), kita dapat menggunakan metode input() dan
raw_input(). Penjelasan lengkap ada disini.
(2) DATA
Data dapat berupa konstanta, variabel, dan struktur yang berisi bilangan, kalimat, ataupun
alamat memori. Penjelasan tentang tipe data ada pada numerik, string, list, tuple, dan
dictionary.
(3) OPERATION
Operation akan mengubah suatu nilai menjadi nilai lain, mengkombinasikan nilai, dan
membandingkan nilai. Yang termasuk operator diantaranya adalah operator Aritmatika dan
Assignment.
(4) OUTPUT
Output berarti menuliskan informasi ke layar, ke disk, atau ke salah satu I/O unit. Untuk
menuliskan output program, Python 2.x menggunakan print, sedangkan pada Python 3.x
menggunakan fungsi print().
(5) CONDITIONAL EXECUTION
Conditional Execution berhubungan dengan sejumlah perintah yang akan dijalankan jika
kondisi tertentu dipenuhi. Python menggunakan pernyataan if...elif...else.
(6) LOOP
Loop berhubungan dengan sejumlah perintah yang akan dikerjakan beberapa kali, selama
beberapa kondisi dipenuhi atau sampai suatu kondisi terpenuhi. Python menggunakan
pernyataan for dan while untuk melakukan loop (pengulangan).
(7) SUBROUTINE
Subroutine adalah sekumpulan perintah yang bisa dijalankan dari setiap tempat dalam
program dengan cara memanggil namanya. Python menyebutnya fungsi atau metode. Tata

cara penulisan fungsi atau metode di Python yaitu dengan menggunakan pernyataan def
nama_fungsi().

Pernyataan if
Sama dengan bahasa pemrograman lainnya, Python juga menggunakan pernyataan if.
Pernyatan if ini berisi sebuah ekspresi logika menggunakan data yang telah dibandingkan,
dan menghasilkan sebuah keputusan yang dibuat berdasarkan perbandingan tersebut. Aturan
penulisan untuk pernyataan if sebagai berikut:
1
2

if kondisi:
pernyataan_benar

Semua pernyataan dituliskan dengan indentasi (alinea) setelah bagian kondisi bersyarat.
Python menggunakan indentasi untuk mengelompokkan satu atau beberapa pernyataan.
Pada pernyataan if, syarat kondisi akan dijalankan pertama kali. Jika kondisi tersebut
benar, maka pernyataan pada blok pernyataan_benar akan dijalankan. Berikut contohnya,
1
2
3

>>> x = 10
>>> if x>0:
...
print 'Hello'

Pada contoh di atas, pernyataan if akan menampilkan teks Hello jika nilai variabel x lebih
besar dari 0.
Pernyataan else
Pernyataan else ini biasanya digabungkan dengan pernyataan if di atas. Pernyataan else
dapat berisi satu atau beberapa blok pernyataan (kode) yang mana akan dijalankan jika
kondisi tersebut salah (atau tidak sesuai dengan syarat yang berlaku). Berikut syntax untuk if
... else,
1
2
3
4

if kondisi:
...
pernyataan_benar
... else:
...
pernyataan_salah

Sebagai contoh, untuk mengetahui apakah suatu bilangan merupakan genap atau ganjil, kita
bisa menggunakan kode seperti berikut ini,
1
2

>>> if (bilangan%2 == 0):


...
print 'genap'
... else:

3
4

...

print 'ganjil'

Pada contoh di atas, genap akan ditampilkan jika sisa dari pembagian bilangan dengan 2
sama dengan 0. Dan sebaliknya jika tidak sama dengan 0, maka akan ditampilkan ganjil.
Pernyataan elif
Pernyataan elif memperbolehkan kita untuk menguji beberapa kondisi bersyarat untuk tiaptiap nilai dan menjalankan kode pernyataan yang sesuai dengan syarat yang diberlakukan.
Berikut syntax dari pernyataan elif,
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

if kondisi_1:
pernyataan_1_benar
elif kondisi_2:
pernyataan_2_benar
:
:
elif kondisi_N:
pernyataan_N_benar
else:
pernyataan_tidak_sesuai_syarat_di_atas

Contoh berikut ini menggunakan pernyataan elif untuk menampilkan apakah huruf yang
kita input merupakan huruf vokal. Jika tidak, maka sebuah pesan lain akan ditampilkan.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

huruf = raw_input("Masukkan sebuah huruf: ")


if (huruf == 'a'):
print "Ini adalah huruf vokal
elif (huruf == 'e'):
print "Ini adalah huruf vokal
elif (huruf == 'i'):
print "Ini adalah huruf vokal
elif (huruf == 'o'):
print "Ini adalah huruf vokal
elif (huruf == 'u'):
print "Ini adalah huruf vokal
else:
print "Ini bukan huruf vokal"

- a -"
- e -"
- i -"
- o -"
- u -"

Pada contoh kode di atas, ketika seorang user mengetikkan sebuah huruf maka huruf tersebut
akan diproses apakah huruf vokal atau bukan. Jika user mengetikkan huruf a, maka sesuai
syarat yang berlaku maka akan ditampilkan Ini adalah huruf vokal a -. Jika kondisinya
tidak sesuai, misalkan user mengetikkan huruf u, maka akan dilanjutkan kondisi bersyarat
elif yang berikutnya sampai ditemukan kondisi yang sesuai dan akan ditampilkan hasilnya
Ini adalah huruf vokal u -. Jika user mengetikkan huruf x, maka tidak ada syarat yang
sesuai dengan kondisi bersyarat if dan elif. Dan pernyataan else yang dijalankan yaitu Ini
bukan huruf vokal.

Pernyataan If Bersarang
Pada kondisi tertentu, kita dapat menggunakan pernyataan if bersarang. Maksudnya
adalah kita dapat menuliskan pernyataan if..else di dalam pernyataan if..else. Berikut
contoh penggunaan if bersarang pada program untuk menentukan apakah huruf yang
dimasukkan user adalah huruf besar atau huruf kecil,
1
2 huruf = raw_input("Masukkan sebuah huruf: ")
3
4 if (huruf >= 'A'):
if (huruf <= 'Z'):
5
print "Ini adalah Huruf Besar"
6
elif (huruf >= 'a'):
7
if (huruf <= 'z'):
print "Ini adalah huruf kecil"
8
else:
9
print "Huruf > z"
10
else:
11
print "Huruf > z tapi < a"
12 else:
print "Huruf < A"
13
14
Wow! Luar Biasa! Sungguh, saya salut kepada Anda karena Anda tetap semangat belajar
Python. Tunggu pembahasan selanjutnya

DT 2
http://kramatsatu.blogspot.com/2012/02/variable-list-operator-dalam-python.html
Variable, List, Operator dalam Python
Artikel ini adalah lanjutan dari 5 artikel tutorial dasar python
1. Pengenalan Python
2. Input dan Output dalam Python (I/O)
3. Variable, List, Operator dalam Python
4. Kontrol Program dalam Python
5. Fungsi dan Parameter dalam Python
-----------------------------------------------------------Variabel dan tipe data
Variable itu seperti sebuah kotak kosong, yang nama kotak itu bisa kita tentukan
untuk membedakannya dengan yang lain. Kotak ini bisa diisi suatu nilai apa saja.
Jadi fungsi kotak ini ( variabel ) adalah untuk menyimpan suatu nilai untuk
digunakan nantinya. Bentuk nilai (tipe data nilai) yang bisa digunakan pada
python dan bisa di dimasukkan pada suatu variabel antara lain:

integer :: bilangan bulat basis 10 antara -2147483647 sampai


2147483647

float :: bilangan desimal, misal: 1.2

long integer :: bilangan bulat > 2147483647

octal integer :: bilangan bulat basis 8

hexadecimal integer :: bilangan bulat basis 16

complex :: bilangan kompleks

string :: string/karakter

list :: seperti array pada bahasa lain, kumpulan nilai - nilai pada satu
variabel

dictionary :: seperti list hanya saja ada kata kunci untuk setiap nilai

Ada peraturan peraturan yang berlaku seperti tidak bisa menjumlahkan dua
variabel yang tipe datanya berbeda dsb. Lalu bagaimana cara memasukkan
suatu nilai kedalam variabel?
a=input()
b=2
c='asd'

Singkat kata, cukup menuliskan nama variabel di ikuti sama dengan ( = )


kemudian operasi untuk mendapatkan nilai yang ingin di masukkan.

http://klinikpython.wordpress.com/2011/11/12/dasar-python-4-menggunakan-variabel-dipython/

[Dasar Python]: (4) Menggunakan Variabel di Python


12/11/2011 Klinik Python Indonesia Leave a comment Go to comments

Semua bahasa pemrograman, termasuk Python, menggunakan suatu variabel untuk


menyimpan data di memori komputer.

Tidak seperti pemrograman lainnya, variabel pada Python tidak harus dideklarasikan secara
eksplisit. Pendeklarasian variabel terjadi secara otomatis ketika kita memberikan sebuah nilai
pada suatu variabel. Seperti bahasa pemrograman pada umumnya, tanda sama-dengan (=)
digunakan untuk memberikan nilai pada suatu variabel. Operan di sebelah kiri dari tanda (=)
adalah nama variabel, sedangkan operan yang sebelah kanan dari tanda (=) adalah nilai yang
diberikan pada variabel.

>>>harga = 100
>>>diskon = 25
>>>harga - diskon
75

Pada contoh di atas, 100 dan 25 merupakan nilai yang diberikan pada variabel harga dan
diskon. Sedangkan pernyataan harga-diskon akan menghitung selisih antara harga dengan
diskon. Variabel juga dapat menyimpan suatu nilai berupa teks (dibaca string).
>>>a = 'sekolah'
>>>b = 'dasar'
>>>a + b
'sekolahdasar'

Variabel juga dapat menyimpan dua nilai string atau lebih dengan menggunakan operator
(+).
>>>c = 'Py' + 'thon'
>>>c
'Python'

Jika kita telah memberikan nilai pada variabel, kita dapat menggunakan variabel tersebut
dalam ekspresi yang lain.
>>>a = 2
>>>a = a + 3
>>>a
5

Kita juga dapat memberikan sebuah nilai untuk beberapa variabel.


>>>p=q=r=1
>>>p
1
>>>q
1
>>>r
1

Selain itu, kita juga dapat memberikan beberapa nilai untuk beberapa variabel (disebut
multiple assignment).
>>>x, y, z = 1, 2, 'belajar Python'
>>>x
1
>>>y
2
>>>z
'belajar Python'

Bentuk lain dari contoh di atas, kita bisa menggunakan tanda kurung-buka kurung-tutup.
>>>(x, y, z) = (1, 2, 'belajar Python')

Cara di atas, dapat juga kita gunakan untuk pertukaran nilai variabel.
>>>(x, y) = (10, 20)
>>>x
10
>>>y
20
>>>(x, y) = (y, x)
>>>x
20
>>>y
10

http://sudutpandangpupil.blogspot.com/2012/12/list-dalam-bahasa-python.html
List dalam Bahasa python

Struktur data yang paling dasar dalam bahasa python adalah sequence (Data berurutan / data
sekuensial). Setiap elemen dalam sequence memiliki nomor yang menandakan index (posisi)
dari item tersebut. Index pertama dalam sequence adalah 0, index kedua adalah 1, index
ketiga adalah 2, dan seterusnya hingga item terakhir. Python memiliki enam jenis sequence
dasar, tetapi yang paling sering dipakai adalah list. Python memiliki beberapa fungsi dasar
dalam mengelola tipe data sekuensial, diantaranya adalah, pemotongan, penambahan,
perkalian, dan pemeriksaan keanggotaan. Tentu saja fungsi-fungsi tersebut juga bisa
diterapkan terhadap list.
Deklarasi list
List adalah tipe data yang paling serbaguna dalam Python. Pemberian nilai list cukup dengan
menuliskan beberapa nilai yang dipisahkan dengan tanda koma dan semua nilai tersebut
dituliskan diantara tanda kurung siku. Salah satu keunggulan dari list dalam bahasa Python
adalah anggota sebuah list bisa memiliki tipe data yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa
contoh deklarasi sebuah list:
listA
listB
listC
listD

=
=
=
=

['satu,'dua','tiga'] #list berisi data string


[1,2,3] # list berisi data numerik
[1,'dua',3,'empat'] #list berisi data campuran
[] #list kosong, tidak ada isinya

Akses nilai di dalam list


Untuk mengakses nilai dalam list, kita bisa menggunakan angka index dari nilai yang ingin di
akses. Setiap anggota dari sebuah list, memiliki index yang menunjukan posisi anggota
tersebut dalam list. Anggota pada urutan pertama memiliki index 0, anggota pada urutan
kedua memiliki index 1, begitulah seterusnya. Kita bisa menggunakan dua index sekaligus

untuk mengakses beberapa anggota sekaligus dalam list. Berikut ini adalah bebeberapa
contoh akses nilai anggota dari list:'
list = ['kuda','macan','bebek','ayam','kucing']
print 'cetak semua anggota list',list
print 'cetak anggota ketiga',list[2]
print 'cetak anggota awal hingga ketiga',list[:3]
print 'cetak anggota awal hingga ketiga',list[0:3]
print 'cetak anggota ketiga hingga akhir',list[2:]
print 'cetak anggota kedua hingga keempat',list[1:4]
print 'cetak anggota urutan kedua dari belakang',list[-2]
print 'cetak anggota awal hingga kedua dari belakang',list[:-1]
print 'cetak anggota kedua dari awal hingga kedua dari akhir',list[1:-1]

Jika kode di atas dieksekusi, maka akan menghasilkan:

cetak semua anggota list ['kuda', 'macan', 'bebek', 'ayam', 'kucing']


cetak anggota ketiga bebek
cetak anggota awal hingga ketiga ['kuda', 'macan', 'bebek']
cetak anggota awal hingga ketiga ['kuda', 'macan', 'bebek']
cetak anggota ketiga hingga akhir ['bebek', 'ayam', 'kucing']
cetak anggota kedua hingga keempat ['macan', 'bebek', 'ayam']
cetak anggota urutan kedua dari belakang ayam
cetak anggota awal hingga kedua dari belakang ['kuda', 'macan', 'bebek',
'ayam']
cetak anggota kedua dari awal hingga kedua dari akhir ['macan', 'bebek',
'ayam']

Update nilai anggota list


Sama seperti akses nilai anggota, kita juga bisa mengedit nilai anggota dengan menggunakan
index dari tiap anggota. Berikut ini adalah contoh sederhana kode untuk mengedit nilai
anggota list.
list = [3,5,7,2,8]
print list
list[3] = 6
print list

Bila kode di atas dieksekusi, maka akan menghasilkan:


[3, 5, 7, 2, 8]
[3, 5, 7, 6, 8]

Menghapus element list


Kita bisa menghapus salah satu atau beberapa element dalam list. Element terkadang perlu
dihapus untuk mengurangi pemakaian memory. Untuk menghapus salah satu element dalam
list, digunakan perintah del. Berikut ini contoh sederhana penghapusan element:
list = [1,4,7,2,9]
print list
del list[3]
print list

Output dari kode di atas adalah:


[1, 4, 7, 2, 9]
[1, 4, 7, 9]

Operasi dasar pada list

Tipe data list dalam python mendukung operasi penggabungan ( + ) dan pengulangan ( * ).
Tentu saja yang dijumlahkan dan dikalikan adalah jumlah elemen, dan bukan nilai elemen.
Berikut ini adalah beberapa contoh operasi dasar terhadap list:
Sintaks Python

Hasil

Keterangan

len([1,2,3])

Ukuran panjang list

[1,2,3] + [4,5,6]

[1,2,3,4,5,6]

Penggabungan list

['Hello'] * 3

['Hello','Hello','Hello']

Pengulangan list

5 in [4,6,5,2,9]

True

Keanggotaan list

Posted by Ikhsan Noor Rosyidin at 22:14


Labels: Python

http://lailatulafofah.blogspot.com/2012/11/list-dalam-python.html
List dalam Python
Mengingat banyaknya pembaca yang mungkin belum mengetahui betul tentang
python, maka lebih baik saya membuat sebuah tutorial singkat python. Dalam
tulisan ini, saya akan membahas tentang list dalam python.
List adalah kumpulan objek-objek yang tersusun teratur (ordered). Cara
membuat list adalah cukup dengan menggunakan tanda kurung siku '[' dan ']'.
Perhatikan contoh di bawah.
>>> li = [2, 3, 1, 5] # membuat sebuah list
>>> li # memanggil nilai dari sebuah list
[2, 3, 1, 5]
Objek-objek yang berada dalam satu list tidak harus mempunyai tipe yang sama.
Sehingga dalam satu list bisa saja terdapat integer, string, function, atau list
sendiri dalam satu list utama sekaligus.
Untuk memanggil objek dari sebuah list, dapat dilakukan dengan cara
mengindeks dalam list menggunakan tanda kurung siku, seperti contoh di
bawah.
>>> li = [23, 'A', 'abc', [1, 3, 9]]
>>> li[0] # memanggil objek yang berindeks 0
23
>>> li[2] # memanggil objek yang berindeks 2
'abc'
>>> li[3] # and so on...
[1, 3, 9]

Perhitungan indeks dalam python selalu diawali dengan nol, bukan satu. Jadi jika
kita memanggil li[0], yang terpanggil adalah objek pertama dari list tersebut.
Begitu juga jika kita memanggil li[2], yang terpanggil adalah objek ketiga dari
list tersebut.
Operasi yang dapat dilakukan pada list ada banyak. Di antaranya adalah append,
remove, pop, sort, reverse.
Append adalah menambahkan objek baru pada sebuah list.
Remove adalah menghapus sebuah objek pada sebuah list.
Pop adalah menghapus sebuah objek yang mempunyai indeks yang sesuai dan
mengembalikan nilainya.
Sort adalah mengurutkan list sesuai dengan fungsi cmp yang diberikan. Jika tidak
diberikan, maka list akan diurutkan dari yang kecil ke yang besar.
Reverse adalah membalikkan urutan list.
>>>
>>>
>>>
>>>
12
>>>
>>>

li = [12, 35, 44, 35] # membuat sebuah list


li.append(21) # [12,35,44,35,21]
li.remove(35) # [12,44,35,21]
li.pop(0) # meng-pop anggota yang berindeks 0
li.sort() # [21,35,44]
li.reverse() # [44,35,21]

Sebenarnya operasi-operasi dan fitur-fitur dari list masih sangat banyak yang
belum dijelaskan pada tulisan ini. Akan tetapi, Anda dapat mencoba-cobanya
sendiri, membaca dari berbagai sumber, atau menggunakan fungsi help dengan
mengetik help(list) pada interpreter.
Sumber : http://python-lover.blogspot.com/2008/12/list-dalam-python.html
Diposkan oleh Lailatul Arofah di 06.28

DT 3
http://dini3asa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19686/PERCABANGAN+PADA+PY
THON.pdf
itu folder pdf judulnya percabangan python
http://dini3asa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19687/PERULANGAN.pdf
itu folder pdf judulnya percabangan python

http://prajudiwilliam-willy.blogspot.com/2013/03/percabangan-dan-perulangan-padapython.html

http://kramatsatu.blogspot.com/2012/02/kontrol-program-dalam-python.html
http://nexiaf.blogspot.com/2010/03/statement-perulangan-pada-python.html

DT4
http://dini3asa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19688/FUNGSI.pdf
http://rosindah-mine.blogspot.com/2011/03/fungsi-pada-python.html
http://belajarcyb3r.blogspot.com/2012/04/fungsi-dan-parameter-dalam-python.html
http://choiraeseok.blogspot.com/2012/03/fungsi-pada-python.html
http://kramatsatu.blogspot.com/2012/02/fungsi-dan-parameter-dalam-python.html
http://batikpress.com/2010/12/pengenalan-fungsi-pada-python.html

FUNGSI
Fungsi (Function) adalah suatu program terpisah dalam blok sendiri
yang berfungsi sebagai sub-program (modul program) yang
merupakan sebuah
program kecil untuk memproses sebagian dari pekerjaan program
utama.
Fungsi memiliki beberapa keuntungan, diantaranya :
Program besar dapat di pisah-pisah menjadi program-program kecil melalui
function.
Kemudahan dalam mencari kesalahan-kesalahan karena alur logika jelas dan
kesalahan dapat dilokalisasi dalam suatu modul tertentu.
Memperbaiki atau memodifikasi program dapat dilakukan pada suatu modul
tertentu saja tanpa menggangu keseluruhan program.
Dapat digunakan kembali (Reusability) oleh program atau fungsi lain.
Meminimalkan penulisan perintah yang sama.

Kategori Fungsi :

- Standard Library Function


Adalah fungsi-fungsi yang telah disediakan oleh Interpreter Python
dalam
file-file atau library-nya.
Misalnya: raw_input(), input(), print(), open(), len(), max(), min(), abs()
dll.
P - Programme-Defined Function
Adalah function yang dibuat oleh programmer sendiri. Function ini
memiliki nama
tertentu yang unik dalam program, letaknya terpisah dari program
utama, dan
bisa dijadikan satu ke dalam suatu library buatan programmer itu
sendiri.

Dalam python terdapat dua perintah yang dapat digunakan untuk membuat
sebuah fungsi, yaitu :
:) def
Adalah perintah standar dalam python untuk mendefinisikan sebuah
fungsi.Tidak seperti function dalam bahasa pemrograman compiler seperti
C/C++, def dalam python merupakan perintah yang executable
Bentuk Umum :
def <nama_fungsi>(arg1, arg2, arg3, ,argN) :
<statemen-statemen>
Bentuk umum fungsi yang memiliki statement return :
def <nama_fungsi>(arg1, arg2, arg3, ,argN) :
<statement-statement>
..
return <value>
Statemen ini digunakan untuk men-deklarasikan fungsi, sedangkan
statemen return digunakan untuk mengembalikan suatu nilai kepada bagian
program yang memanggil fungsi
2. :) lambda
Dalam python lebih dikenal dengan nama Anonymous Function (Fungsi
yang tidak disebutkan namanya). Lambda bukanlah sebuah perintah

(statemen) namun merupakan sebuah ekspresi (expression). Menciptakan


sebuah fungsi yang akan dipanggil nanti, tapi mengembalikan fungsi bukan
untuk menetapkan nama.
Bentuk umum :
lambda argument1, argument2,... argumentN :expression using arguments
Bentuk umum lambda adalah kata kunci lambda, diikuti oleh satu atau lebih
argumen (persis seperti daftar argumen dalam tanda kurung di def
header), diikuti oleh ekspresi setelah tanda titik dua ( : ) .
Perbedaan dengan def :
lambda adalah sebuah ekspresi, bukan pernyataan. Karena ini, sebuah
lambda dapat muncul di tempat-tempat def tidak diperbolehkan oleh
sintaks Python-di dalam pemanggilan fungsi argument. Sebagai ekspresi,
lambda mengembalikan nilai (fungsi baru) yang opsional dapat diberi nama.
Sebaliknya, pernyataan def selalu memberikan fungsi baru ke nama di
header, bukannya kembali sebagai hasilnya.

tubuh lambda adalah ekspresi tunggal, bukan satu blok statemen.


Tubuh lambda sama dengan apa yang akan dimasukkan ke dalam statemen
return dalam tubuh def.

Fungsi Rekursif
< Suatu fungsi yang memanggil dirinya sendiri >
Artinya, fungsi tersebut dipanggil di dalam tubuh fungsi itu sendiri.
Tujuan di lakukan rekursif adalah untuk menyederhanakan penulisan
program dan menggantikan bentuk iterasi. Dengan rekursi, program akan
lebih mudah dilihat.

Pemanggilan Fungsi

Pada Python untuk memanggil fungsi digunakan perintah :


<nama_fungsi>()

Parameter Fungsi

Sebuah fungsi dapat memiliki daftar argumen (parameter) ataupun tidak.


Parameter fungsi dapat dibedakan menjadi 4, yaitu :
Parameter Posisi
Adalah parameter fungsi dalam urutan posisi yang benar. Pada saat
pemanggilan fungsi maka parameter itu harus sesuai dengan jumlah
parameter yang telah didefinisikan.
Contoh :

def hitung (a,b) :


c=a+b
return c
hitung (1,2)

0utput = 3

Parameter Nama
Adalah dimana dalam pemanggilan fungsi maka nilai dari parameternya
disebutkan langsung pada nama parameternya.
Contoh :
def totalTransport(hari, uangTransport):
gaji= hari*uangTransport
return gaji
totalTransport(hari=20,uangTransport=20000)

Output = 400000
Parameter Default
Adalah nilai yang diberikan ke parameter saat pendefinisian fungsi, dimana
tujuannya apabila pada pemanggilanfungsi, tidak memberikan nilai pada
argumen tersebut maka nilai default ini yang akan digunakan.
Contoh :
def uang (ratusan, ribuan=5) :
Print uang ratusannya adalah ; , ratusan;
Print uang ribuannya adalah ; , ribuan;
Uang(7)

Output : 7 dan 5 , walaupun saat pemanggilan tidak menyebutkan nilai


untuk argumen kedua, maka nilai defaultnya yang digunakan.
Parameter bertipe List
Adalah satu parameter yang didahului oleh tanda *

Contoh :

def angka(*bilangan) ;
Print angka
angka (2,7,9)

Output : (2,7,9)
Untuk pemanggilan fungsi tanpa parameter :
Command = fungsi()
Deklarasi command = def fungsi ()

Variabel Lokal
Variabel disebut local ketika variabel tersebut didefinisikan didalam
sebuah fungsi (def). Artinya, variabel tersebut hanya dapat di gunakan
dalam cakupan fungsi tersebut saja.
Bentuk umum :
def <variabel_scope>(parameter) :
<variabel_lokal>
<statemen-statemen>
#program utama
<variabel_global>
<statemen-statemen>
<variabel_scope>