Anda di halaman 1dari 2

BAB 4 : KETATNYA SISTEM PENGENDALIAN

Semakin ketat/tegas suatu sistem pengendalian manajemen maka akan meningkatkan


tingkat kepastian dari pegawai supaya bertindak sesuai yang diinginkan organisasi.
Seberapa ketatnya pengendalian manajemen merupakan keputusan manajemen yang
besar yang telah mendapat sedikit perhatian dari kertas riset dan buku teks dan apabila ada,
biasanya hanya mendiskusikan dalam konteks sebuah pengendalian hasil. Konsep dari
pengendalian ketat dapat diaplikasikan ke pengendalian hasil. Pengendalian hasil yang ketat
mungkin melibatkan pemantauan/me-review kinerja dari anggaran secara detail dan sesering
mungkin (bulanan) dan kinerja berdasarkan intensif.
1. DEFINISI DARI HASIL YANG DIINGINKAN
Dimensi dari hasil haruslah sejalan dengan tujuan organisasi yang sebenarnya, kinerja
target harus spesifik, dengan umpan balik dalam waktu tambahan yang singkat Agar
pengendalian manajemen dianggap ketat dalam sistem pengendalian hasil. Hasil yang diinginkan
harus secara efektif dikomunikasikan dan disosialisasikan kepada orang-orang yang perilakunya
dikendalikan dan jika hasil pengendalian digunakan hanya semata-mata dalam daerah kinerja
yang diberikan, pengukurannya haruslah lengkap.
a. Kesesuaian
Sistem pengendalian hasil mungkin menderita oleh karena masalah kongruensi baik
karena manajer tidak memahami secara baik tujuan organisasi yang sebenarnya ataupun karena
dimensi kinerja yang manajer pilih untuk mengukur hasilnya tidak merefleksikan tujuan yang
sebenarnya juga.
b. Spesifikasi
Pengendalian hasil yang ketat juga tergantung dari target kinerja yang dideskripsikan
dalam istikah yang spesifik dan dalam jangka wajtu tambah yang singkat. Target yang spesifik
tidak bersifat gambaran umum dan dikuantitatifkan seperti $ 2,21 biaya tenaga kerja setiap unit
produksi, 15% Return on Assets setahun atau kurang dari 1% keluhan pelanggan.
c. Komunikasi dan Internalisasi
Sangatlah jelas kalau pengendalian hasil yang ketat harus mengkomunikasikan secara
efektif dan menginternalisasi kinerja target kepada orang-orang yang diperintahkan untuk
mencapainya.
d. Kelengkapan

Syarat terakhir dari pengendalian hasil yang ketat adalah kelengkapan. Hal ini penting
hanya jika pengendalian yang bagus dipengaruhi semata-mata atau sedikit secara ekstensif
melalui pengendalian hasil. Kelengkapan di sini berarti bahwa daerah hasil yang diidefinisikan
dalam sistem pengendalian manajemen termasuk daerah yang organisasi inginkan berkinerja
bagus dan untuk pegawai yang terlibat memberikan dampak.
2. PENGUKURAN KINERJA
Pengendalian hasil yang ketat juga tergantung terhadap keefektifan darri pengukuran
kinerja dibuat. Sebuah sistem pengendalian hasil yang digunakan untuk mengaplikasi
pengendalian ketat membutuhkan semua kualitas pengukuran ini secara mantap. Jika pengukuran
gagal dalam daerah-daerah ini, maka system pengendalian tidak dapat dikarakterisasikan sebagai
pengendalian ketat karena mungkin masalah perilaku.