Anda di halaman 1dari 4

BETAMETHASONE DIPROPIONAT

1. Betopic
I : eczema, termasuk eczema atopic, infantile, stasis dan discoid dan prurigo.
D : oleskan 2-3 kali /hari sampai fase akut berakhir, lalu gunakan 1 kali /hari.
KI : penyakit virus pada kulit, TBC kulit, infeksi bakterial purulent akut, infeksi jamur.
P : hamil. Penggunaan jangka panjang dan ekstensif.
ES : perubahan atropik local pada kulit.
S/K : Krim 0,1% 10 g 1
2. Metonate
I : peradangan dan manifestasi pruritus atau psoriasis berat dan dermatosis yang
responsive terhadap kortikosteroid.
D : oleskan 1-2 kali /hari selama 4 minggu.
KI : penyakit virus, infeksi kulit karena bakteri dan jamur, akne, rosacea dan dermatitis
perioral.
P : penggunaan luas dan lama, hamil, bayi dan anak <12 tahun. Hindari kontak dengan
mata. Hentikan jika iritasi atau sensitisasi.
ES : perubahan atopic local (terapi lama dan intensif). Gatal, folikulitis, hipertrikosis,
hipopigmentasi, dermatitis perioral dan alergi kontak, maserasi kulit, striae dan milliaria.
S/K : Krim 0,05% 10 g 1
3. Protocort
I : manifestasi inflamasi dan pruritus dari psoriasis resisten atau berat dan dermatosis
yang responsive terhadap kortikosteroid.
D : oleskan pada bagian yang sakit 1-2 kali /hari.
KI : hipersensitif terhadap kortikosteroid, penyakit virus, infeksi jamur dan bakteri,
akne, rosasea, dermatitis perioral.
P : penggunaan di area tubuh yang luas atau jangka lama. Hamil. Bayi dan anak <12
tahun. Hindari kontak dengan mata dan penggunaan pembalut tertutup.
ES : rasa panas terbakar, nyeri tersengat, gatal, perubahan atrofi pada kulit.
S/K : Krim 0,05% 10 g 1

DESOXIMETHASON
1. Dexigen
I : meringankan manifestasi inflamasi dan pruritic pada dermatitis yang responsive
terhadap kortikosteroid.
D : oleskan tipis-tipis pada kulit yang terinfeksi 2-3 kali /hari.
KI : rosasea, akne vulgaris, dermatitis perioral, pruritus perianal dan genital, erupsi
hapking. Infeksi bakteri (impetigo), virus (herpes simpleks) dan jamur. Penderita yang
hipersensitif.

P : hanya untuk penggunaan luar tidak untuk mata. Bayi, anak. Hentikan pengobatan jika
terjadi iritasi atau sensitisasi. Hamil, laktasi.
ES : iritasi, folikulitis, hipertrikosis, erupsi yang menyerupai akne, hipopigmentasi,
dermatitis perioral, dermatitis kontak alergi, maserasi pada kulit, infeksi sekunder, atropi
kulit, striae, miliaria. Pada bagian kulit yang tertutup rapat : rasa terbakar, gatal,
kekeringan pada kulit.
S/K : Krim 0,25% 5 g 1
2. Dexosyn
I : meredakan gejala inflamasi dan pruritus pada dermatosis yang responsive terhadap
kortikosteroid.
D : gunakan 1 atau 2 kali /hari.
KI : tidak boleh digunakan pada mata. Pasien dengan reaksi kulit yang diakibatkan oleh
vaksinasi, manifestasi TB pada kulit, sifilis, infeksi virus, rosasea dan dermatitis perioral.
Hamil dan laktasi.
P : bayi atau anak <6 tahun. Penggunaan jangka lama atau pada area tubuh yang luas.
ES : akne, hiper atau hipopigmentasi, atrofi kulit, maserasi kulit, rasa panas terbakar,
gatal dan iritasi kulit.
S/K : Krim 5g 1
3. Esperson
I : meredakan manifestasi inflamasi dan pruritus pada dermatosis yang responsive
terhadap kortikosteroid.
D : Gel oleskan 2 kali /hari. Krim/Salep Awal 1-2 kali /hari terhadap area yang terkena;
jika perlu 3 kali /hari.
KI : reaksi kulit yang disebakan vaksinasi, TBC, sifilis, cacar air (varisela), rosasea, dan
dermatitis perioral. Hamil dan laktasi.
P : bayi dan anak kecil. Penggunaan jangka panjang dan pada area kulit yang luas.
Penggunaan pada atau daerah sekitar mata.
ES : folikulitis, hipertrikosis, akne, hiper atau hipopigmentasi, telangiektasis, striae, atrofi
kulit, maserasi kulit, rasa panas terbakar, gatal, iritasi, kekeringan pada kulit, dermatitis
perioral, dermatitis kontak alergi, infeksi sekunder.
S/K : Gel 0,05% 15g 1. Salep 0,25% 5g 1 atau 15g 1.

MOMETASON FUROATE
1. Dermovel
I : meredakan manifestasi inflamasi dan pruritus pada dermatosis yang responsive
terhadap kortikosteroid.

D : oleskan tipis-tipis pada area yang sakit 1 kali /hari.


P : hindari kontak dengan mata. Hamil dan laktasi. Anak <2 tahun. Pasien yang
menggunakan krim dermovel pada area kulit yang luas atau ditutup rapat dengan perban
atau kasa yang harus dilakukan monitor fungsi aksis HPA secara periodic.
ES : rasa terbakar, gatal, atrofi kulit, rosasea, rasa tersengat, furunkulosis.
S/K : Krim 0,1% 5g 1 atau 10g 1.
2. Elocon
I : meredakan manifestasi inflamasi dan pruritus pada dermatosis yang responsive
terhadap kortikosteroid, psoriasis, dermatitis atopic.
D : oleskan 1 kali /hari.
KI : hipersensitif.
P : hentikan terapi bila terjadi sensitisasi atau iritasi. Absorpsi sistemik dapat meningkat
bila permukaan yang diobati luas. Penggunaan yang lama pada bayi dan anak. Hin dari
kontak dengan anak. Hamil dan laktasi.
ES : parestesia, pruritus, rasa terbakar, atrofi kulit.
S/K : Lot 0,1% 10mL. Krim 0,1% 5g atau 10 g. Salep 0,1% 10 g.
3. Elomox
I : meredakan manifestasi inflamasi dan pruritus pada dermatosis yang responsive
terhadap kortikosteroid, psoriasis, dermatitis atopic.
D : oleskan tipis-tipis 1 kali /hari ke bagian kulit yang membutuhkan.
P : hentikan penggunaan obat ini dan berikan terapi yang tepat jika terjadi iritasi atau
sensitisasi. Jangan dengan kasa pembalut. Hindari penggunaan secara berlebihan. Tidak
untuk penggunaan pada mata. Bayi dan anak. Hamil dan laktasi.
ES : rasa panas terbakar, folikulitis, erupsi yang menyerupai akne, pruritus, atrofi kulit,
gatal, iritasi, kulit kering, hipertrikosis, hipopigmentasi, dermatitis oral, dermatitis kontak
alergi, maserasi kulit, infeksi sekunder, striae, miliaria.
S/K : Krim topical 0,1% 5 g 1 atau 10 g 1.

FLUCINOLON ACETONOID
1. Dermasolon
I : terapi topical untuk dermatosis.
D : gunakan 2-3 kali /hari.
KI : infeksi jamur, bakteri, virus, akne rosasea dan dermatitis perioral.
P : pemakaian jangka panjang dan berlebihan pada kehamilan. Penggunaan pada wajah.
ES : atrofi local (penggunaan jangka panjang dan intensif). Hilangnya kolagen kulit.
Hiperkortisme, gatal, folikulitis, hipertrikosis, erupsi seperti akne, hipopigmentasi,
dermatitis perioral, kontak dan alergi. Maserasi kulit, infeksi sekunder, striae dan miliaria.
S/K : 0,025% 5 g 12. Salep 0,025% 10 g 12.

2. Fluciderm
I : meredakan manifestasi inflamasi dan pruritus pada dermatosis yang responsive
terhadap kortikosteroid.
D : oleskan tipis-tipis 2-3 kali /hari.
KI : hipersensitivitas. Infeksi primer pada kulit karena bakteri, jamur, atau virus.
Rosasea, akne, dermatitis perioral, pruritus anogenital. Anak <2 tahun.
P : hentikan penggunaan bila terjadi iritasi atau sensitisasi. Tidak untuk digunakan pada
mata. Hindari kontak dengan mata. Dapat menyebakan supresi aksis hipotalamuspituitari-adrenal; penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan superinfeksi. Jangan
digunakan pada wajah. Pengguanaan dengan perban pada anak. Laktasi.
ES : rasa panas tebakar, gatal, iritai, kering, infeksi sekunder, folikulitis, hipertrikosis,
hipopigmentasi, dermatitis kontak, maserasi kulit, atrofi kulit, striae dan miliaria
S/K : Krim (tube) 0,25 mg/g 15 g.

PREDNICARBATE
1. Dermatop
I : penyakit kulit yang membutuhkan pengobatan dengan kortikosteroid
D : oleskan 1-2 kali /hari. Jangan >4 minggu.
KI : kelainan pada kulit yang disebebkan varisela, TBC, sifilis, vaksinasi; dermatitis
perioral.
P : bayi, hamil, laktasi, pemakaian jangka lama.
ES : rasa terbakar. Jarang : gatal, folikulitis atau reaksi alergi pada kulit. Atrofi kulit,
teleangiektasis atau striae distensae yang tidak dapat diatasi (lama terapi hingga 4
minggu) dimana preparat ini telah digunakan sesuai petunjuk.
S/K : 2,5 mg/g 5 g atau 15 g.