Anda di halaman 1dari 8

Proses Penyimpanan dan Klasifikasi Memori pada Manusia

Pendahuluan
Saraf merupakan jaringan yang paling banyak dan paling kompleks dalam tubuh
manusia. Setiap aktivitas atau gerakan tubuh manusia, yang dilakukan secara sadar maupun
tidak sadar dipengaruhi oleh saraf. Demikian pula halnya dengan memori. Setiap memori
manusia juga disimpan dalam saraf, baik itu memori jangka panjang maupun jangka pendek.
Gangguan memori adalah keluhan yang sering dijumpai pada masyarakat umum, dan
prevalensinya cenderung meningkat dengan bertambahnya usia keluhan lebih banyak
dijumpai pada orang yang berusia diatas 60 tahun daripada yang berusia lebih muda. Terdapat
2 jenis ingatan: Ingatan jangka pendek dengan kapasitas terbatas dan Ingatan jangka panjang
dengan kapasitas yang besar dan memiliki jejak-jejak ingatan yang tahan lama. Dengan
begitu jelaslah bahwa sistem saraf memiliki peranan yang sangat penting dalam hidup
manusia. Bagaimana memori tersebut dapat disimpan juga dikeluarkan oleh sistem sarah,
serta dimana memori tersebut disimpan akan dibahas dalam pembahasan berikut ini.

Isi
Struktur Makroskopik
Otak
Otak adalah massa besar jaringan saraf yang terletak di dalam kranium (tengkorak).
Otak terdiri atas neuron serta sel neuroglia penyokong. Otak adalah tempat refleks
berintegrasi untuk mempertahankan lingkungan internal. Otak juga merupakan sumber
beberapa hormon dan tempat integrasi semua informasi sensorik. Otak menerima sekitar 15%
curah jantung. Sel otak memerlukan glukosa untuk metabolisme energi dan produksi ATP.
Otak dilindungi oleh tulang tengkorak, meninges, LCS, dan sawar darah otak. Selanjutnya
akan dibahas tentang meninges.

Meninges1

Otak diselimuti oleh meningia yang melindungi struktur saraf yang halus itu,
membawa pembuluh darah ke situ, dan dengan sekresi sejenis cairan, yaitu cairan
serebrospinal memperkecil benturan atau goncangan. Meningia terdiri dan tiga lapisan:
Pia Mater yang menyelipkan dirinya ke dalam celah yang ada pada otak dan sebagai akibat
dan kontak yang sangat erat tadi dengan demikian menyediakan darah untuk struktur.
Arakhnoid yang merupakan selaput halus yang terletak diantara pia mater dan dura mater.
Dura mater yang padat dan keras, terdiri dan dua lapisan. Lapisan luar yang melapisi
tengkorak yaitu lapisan periosteal dan lapisan dalam yaitu meningeal yang bersatu dengan
lapisan luar,kecuali pada pembentukan sinus duramatris dan bagian tertentu seperti di mana
dura mater membentuk bagian-bagian berikut: Falx serebri yang terletak di antara kedua
hemisfer otak. Tepi atas falx serebis membentuk sinus longitudinalis superior atau sinus
sagitalis superior yang menerima darah vena dan otak, dan tepi bawah falx serebri
membentuk sinus longitudinalis inferior atau sinus sagitalis inferior yang menyalurkan darah
keluar falx serebri. Tentorium Serebeli memisahkan serebelum dan serebrum.

Gambar 1. Lapisan Meninges1


Encephalon (otak) terdiri dari tiga subdivisi, yaitu :
Hemispherium Cerebri
Secara embrionik berasal dari telencephalon, yaitu bagian paling sentral dari vesikel
otak. Hemispherium cerebri terdiri atas lipatan cortex (substansia gricea/pallium) dengan
substansia alba di bawahnya dan kumpulan neuron-neuron profunda yang disebut nuclei
(ganglia) basales. Kedua hemispherium cerebri terpisah satu sama lain oleh fissura
longitudinalis cerebri yang ditempati oleh falx cerebri. Hemispherum cerebri terbagi menjadi
lobus-lobus utama, yaitu :

Lobus Frontalis, merupakan lobus terbesar, kurang lebih sepertiga dari permukaan
hemispherium cerebri. Lobus ini membentang dari sulcus centralis sampai polus frontalis
dengan di sebelah inferolateral dibatasi oleh sulcus lateralis cerebri. Gyrus-gyrus yang
terdapat pada lobus frontalis, yaitu: gyrus presentralis (Brodman 4) : area motorik primer,
gyrus premotorik (Brodman 6), gyrus kontralateral (Brodman 8), dan gyrus frontalis inferior
(Brodman 44-45) : area Broca.
Lobus Prefrontalis
Korteks prefrontal (PFC) adalah bagian anterior dari lobus frontalis dalam otak,
terletak di depan daerah motor dan premotor
Lobus Temporalis, lobus ini terletak di sebelah ventral sulcus lateralis. Fascies inferior lobus
temporalis terletak pada fossa cranii media. Pada daerah ini terdapat gyrus temporalis
inferior, gyrus occipitotemporalis membentuk lobus pyriformis, yang merupakan cortex
olfactoris primer. Terdapat gyrus temporalis transversa (Brodman 41-42) sebagai area
auditori.
Lobus Parietalis, batas lobus ini tidak tegas, kecuali batas anteriornya pada fascies lateralis
yaitu oleh sulcus centralis dan batas posteriornya pada fascies medialis oleh sulcus
parietooccupitalis. Terdapat gyrus postsentralis (Brodman 3, 1, 2) sebagai area
somatosensorik primer untuk rangsang respon sensasi.
Lobus Occipitalis, merupakan lobus kecil yang bersandar pada tentorium cerebelli. Pada
permukaan medial lobus occipitalis dibagi oleh sulcus calcariuns. Cortex pada kedua tepi
sulcus calcarinus merupakan cortex visual (penglihatan) primer. Cortex visual dari masingmasing hemispherium menerima impuls visual dari retina sisi temporal ipsilateral dan retina
sisi contralateral di mana menangkap persepsi separuh lapangan pandang kontralateral.
terdapat gyrus linguinalis / area katalina (Brodman 17) untuk area penglihatan dan
menganalisa pandangan.
Lobus Insularis, cortex ini terkubur di dalam sulcus lateralis dan baru dapat dilihat bila
lobus temporalis dipisahkan dari lobus frontalis. Lobus ini merupakan cortex berbentuk
segitiga dengan apex mengarah ke depan bawah.
Lobus Limbicus, bukan merupakan lobus yang sesungguhnya, terdiri atas lipatan-lipatan
cortex di fascies medialis yang mengelilingi bagian rostal truncus encephali dan commissura
interhemispheric.

Struktur Mikroskopis
Neuron
Neuron adalah unit fungsional sistem saraf yang terdiri dari badan sel dan
perpanjangan sitoplasma (dendrit dan axon).
Badan Sel
Dapat juga disebut perikarion atau soma. Secara umum neuron pada sistem saraf
pusat berbentuk poligonal dengan permukaan cekung di antara juluran-juluran prossesus.
Sedangkan neuron pada sistem saraf perifer memiliki badan sel yang berbentuk bulat dan
hanya ada satu prossesus. Nukleusnya besar, berbentuk lonjong dan di tengah. Terdapat
kromatin halus, dan mukleolusnya dapat terlihat jelas. Pada sitoplasmanya terdapat
Retikulum Endoplasmik kasar (RE kasar) yang disebut juga sebagai substansia Nissl.
Substansia Nissl dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya. Retikulum
Endoplasmik kasar juga ada pada dendrit, tapi hanya sedikit. Pada akson hillock tidak
terdapat RE kasar. Akson hillock merupakan bagian dari badan sel dimana pertama muncul
percabangan akson. Namun pada akson dapat dijumpai RE halus. Secara umum pada sel
neuron yang berukuran kecil, akan terdapat substansia Nissl yang kecil pula. Sedangkan sel
neuron yang besar akan mempunyai substansia Nissl yang berukuran besar. Perbedaan ini
dapat disebabkan oleh perubahan kondisi fisiologi dan patologi pada neuron. Pada sebagian
besar neuron, terdapat RE halus. Retikulum ini akan berada di sepanjang dendrit dan akson
membentuk cisternae hipolemmal yang berada tepat di bawah plasmalema. Namun sampai
sekarang fungsi dari cisternae hipolemmal belum diketahui dengan pasti. Pada sel neuron
juda terdapat kompleks Golgi. Kompleks Golgi ini diduga bertanggungjawab dalam
pengaturan neurotransmitter dan enzim. Pada sitoplasma di badan sel, dendrit dan akson juga
terdapar beberapa mitokondria. Tetapi mitokondria paling banyak ditemuka di ujung terminal
akson. Mitokondria pada sel neuron dapat bergerak di sepanjang mikrotubulus di sitoplasma.
Dendrit
Merupakan bagian yang berfungsi sebagai reseptor pada sel saraf. Dendrit menerima
stimulus dari sel saraf lainnya. Kebanyakan neuron memiliki banyak dendrit. Sel neuron
spinal motorik mempunyai 5-7 uluran dendrit. Dendrit terulur dari badan sel dan banyak
bercabang-cabang. Setiap sel neuron memiliki pola dendrit yang khas. Pada dendrit tidak
terdapat badan Golgi. Pada dendrit di kebanyakan sel neuron, neurofilamennya akan
menyambung silang dengan mikrotubulus. Sedangkan terdapat mitokondria dalam jumlah
yang besar. Percabangan pada dendrit membuat sebuah neuron dapat menerima dan

mengintegrasi banyak impuls. Pada beberapa dendrit terdapat sinaps yang akan membantu
dendrit untuk bersinaps dengan sel neuron lain.
Akson
Sel saraf memiliki akson berserabut panjang yang timbul dari bagian badan sel yang
sedikit menonjol atau biasa disebut kerucut akson atau akson hillock. Akson hillock adalah
sebuah bangunan berbentuk piramid pada badan sel. Biasanya terletak berlawanan dengan
cabang dendrit pada badan sel. Akson ada yang ditutupi dengan selubung mielin, selubung
mielin berasal dari plasmalema sel-sel glia. Ada juga akson yang tidak diselubungi oleh
selubung mielin. Impuls disalurkan lebih cepat ketika melewati akson bermielin
dibandingkan ketika melewati akson tanpa mielin. Terdapat dua macam transportasi akson.
Jenis pertama adalah transport anterograde. Arahnya adalah dari badan sel menuju akson
terminal. Transport anterograde digunakan pada translokasi organel-organel dan vesikelvesikel, juga berbagai makromolekul seperti aktin, miosin, dan beberapa enzim yang
diperlukan untuk sintesis neurotransmitter pada ujung terminal akson. Jenis kedua adalah
tranport retrograde. Arat transportnya adalah dari akson terminal menuju ke badan sel. Sel-sel
yang memanfaatkan transport ini anata lain adalah neurofilamen, subunit mikrotubulus, serta
beberapa jenis enzim tertentu.

Gambar 2 : Sistematik Neuron4


Memori
Ingatan (memory) adalah penyimpanan pengetahuan yang didapat untuk dapat
diingat kembali kemudian (retain and recall information). Otak kita adalah sebuah pengolah
informasi yang sangat ampuh, berbobot hanya sekitar 1,35 kg namun dapat menyimpan dan
mengingat miliaran potongan informasi sejak awal hidup kita. Ingatan/memori ini sangat
5

penting dan erat kaitannya dengan proses belajar, di mana saat kita belajar tentu kita
mengambil dan menyimpan informasi di dalam otak kita untuk dapat diingat kembali
kemudian di saat kita membutuhkannya.
Secara fisiologis, ingatan disimpan dalam otak dengan mengubah sensitivitas dasar
penjalaran sinaptik di antara neuron-neuron sebagai akibat aktivitas neural sebelumnya.
Perubahan-perubahan/aktivitas

saraf

yang

berperan

dalam

penyimpanan

informasi/pengetahuan (jaras baru) ini dikenal sebagai jejak ingatan (memory traces). Jarasjaras ini penting karena apabila menetap/ada, akan diaktifkan secara selektif oleh benak
pikiran untuk menimbulkan kembali ingatan yang ada. Secara umum, yang disimpan oleh
kita ketika kita mengingat sesuatu adalah konsep, bukan kata demi kata (informasi verbatim).
Daerah otak yang diperkirakan berperan dalam ingatan adalah lobus temporalis,
korteks prafrontalis, daerah-daerah lain di korteks serebrum, sistem limbik, dan serebelum.
Lobus temporalis dan sistem limbik penting untuk memindahkan ingatan baru ke simpanan
jangka panjang. Hipokampus, bagian medial yang memanjang di lobus temporalis dan
merupakan bagian dari sistem limbik, berperan penting dalam ingatan jangka pendek yang
melibatkan integrasi berbagai rangsangan terkait dan juga penting untuk konsolidasi menjadi
ingatan jangka panjang. Hipokampus diyakini hanya sesaat menyimpan ingatan jangka
panjang baru dan kemudian mengirim ingatan tersebut ke daerah-daerah korteks untuk
disimpan secara lebih permanen. Pengaksesan dan manipulasi simpanan jangka panjang ini
melalui operasi working memory dilaksanakan oleh daerah prafrontalis korteks serebrum.
Hipokampus dan daerah sekitarnya berperan penting dalam ingatan deklaratif, yaitu ingatan
mengenai fakta-fakta yang sering terbentuk setelah hanya sekali pengalaman dan dapat
dinyatakan dalam pernyataan. Daerah sekitar lobus temporalis, dan sistem libik, serebelum
berperan penting dalam ingatan prosedural yang melibatkan keterampilan motorik yang
diperoleh melalui latihan berulang.

Mekanisme Penyimpanan Memori


Informasi yang baru diperoleh pada awalnya diendapkan pada memori jangka pendek,
yang kapasitas penyimpanannya terbatas. Informasi dalam ingatan jangka pendek mengalami
salah satu dari dua nasib. Informasi ini akan segera dilupakan atau dipindahkan ke dalam
mode memori jangka panjang yang lebih permanen melalui latihan aktif atau pengulangan.
Daur ulang informasi yang baru diperoleh melalui ingatan jangka pendek
memperbesar kemungkinan bahwa informasi baru ini akan terkonsolidasi menjadi memori
6

jangka panjang. Hubungan ini dapat diibaratkan pembuatan film foto. Bayangan / gambar
yang orisinal (memori jangka pendek) akan segera lenyap kecuali gambaran tersebut difiksasi
secara kimiawi (konsolidasi) untuk menghasilkan gambar yang bertahan lebih lama (memori
jangka panjang). Kadang-kadang hanya sebagian dari memori yang terfiksasi, sementara
yang lainnya lenyap. Informasi yang menarik atau penting bagi individu lebih besar
kemungkinannya didaur ulang dan difiksasi dalam memori jangka panjang, sementara
informasi yang kurang penting cepat terhapus.5 Berdasarkan waktu, memori dikelompokkan
dalam dua kategori:5
Memori Jangka Pendek.
Informasi yang baru diperoleh pada awalnya diendapkan di ingatan jangka pendek,
yang kapasitas penyimpanannya terbatas. Informasi dalam ingatan jangka pendek mengalami
salah satu dari dua nasib. Informasi ini segera dilupakan. Misalnya, lupa nomor telepon
setelah anda melihatnya dan memutar nomornya, atau dipindahkan ke dalam mode ingatan
jangka panjang yang lebih permanen melalui latihan aktif atau pengulangan. Daur ulang
informasi yang baru diperoleh melalui ingatan jangka pendek memperbesar kemungkinan
bahwa informasi baru ini akan terkonsolidasi menjadi ingatan jangka panjang.
Memori Jangka Panjang
Kapasitas penyimpanan bank ingatan jangka panjang jauh lebih besar daripada
kapasitas untuk ingatan jangka pendek. Berbagai aspek informasi pada jejak ingatan jangka
panjang tampaknya diproses dan dikodifikasi, kemudin disimpan dengan ingatan ingatan lain
dari jenis yang sama; sebagai contoh, ingatan visual disimpan secara terpisah dari ingatan
pedengaran. Organisasi ini memudahkan pencarian simpanan ingatan agar informasi yang
diinginkan dapat diperoleh. Ingatan jangka panjang diperkirakan terjadi karena perubahan
struktural di sinaps yang meningkatkan atau menekan hantaran sinyal. Perubahan-perubahan
struktural ini mencakup.6
1. Peningkatan jumlah tempat pembebasan vesikel sinaps.
2. Peningkatan jumlah tempat pembebasan vesikel sinaps.
3. Peningkatan jumlah terminal sinaps.
4.

Perubahan bentuk dan jumlah duri atau tonjolan sinaps.

Tabel 1. Perbandingan memori Jangka Pendek dan Jangka Panjang6


Karakteristik

Memori jangka pendek

Waktu penyimpanan setelah Segera

Memori jangka panjang


Kemudian;

harus
7

memperoleh informasi baru

dipindahkan

dari

ingatan

jangka pendek ke jangka


panjang melalui konsolidasi;
ditingkatkan oleh latihan atau
daur ulang informasi malalui
cara jangka pendek
Kapasitas penyimpanan

Terbatas

Sangat besar

waktu penggalian kembali Cepat

Lebih lambat, kecuali untuk

(mengingat)

ingatan yang sudah mendarah


daging, yang cepat di gali
kembali

Ketidak mampuan menggali Dilakukan secara permanen; Ketidakmampuan mengakses


kembali (lupa)

ingat

cepat

menghilang biasanya hanya sesaat; jejak

kecuali

apabila ingtan yang relatif stabik ke

dikonsolidasikan

dalam

ingatan

jangka

panjang
Mekanisme penyimpanan

Melibatkan
sementara
sinaps

modifikasi Melibatkan
fungsi

yang

sinaps- fungsional

sudah

transmiter

dikeluarkan.

atau

ada, strukturalyang relatif lebih

misalnya mengubah jumlah permanen


neuron

perubahan

yang neuron
mislanya

anatara
yang

neuron-

sudah

ad,

pembentukan

sinapsbaru, sintesis protein


baru memiliki peran penting.