Anda di halaman 1dari 16

KARSINOMA COLON

DEFINISI
Karsinoma kolon merupakan keganasan yang mengenai sel-sel
epitel di mukosa kolon. Dasar penting dari keganasan kolon ini adalah
proses perubahan secara genetik pada sel-sel epitel di mukosa kolon yang timbul
akibat beberapa hal, antara lain dietetik,kelainan di kolon sebelumnya dan
faktor herediter
ETIOLOGI
Secara umum karsinoma selalu dihubungkan dengan: bahan-bahan kimia,
bahan-bahan radioaktif, dan virus. Umumnya karsinoma kolon terjadi dihubungkan
dengan factor genetic dan lingkungan. Serta dihubungkan juga dengan factor
predisposisi diet rendah serat, kenaikan berat badan, intake alkohol.
KLASIFIKASI
Secara makroskopis terdapat tiga tipe karsinoma kolon dan rektum, yaitu

Tipe polipoid atau vegetatif

Pada tipe ini tumor tumbuh menonjol ke dalam lumen usus, berbentuk bunga
kol dan ditemukan terutama di sekum dan kolon ascendens.

Tipe skirus atau infiltratif,

Pada tipe ini biasanya mengakibatkan penyempitan sehingga terjadi stenosis


dan gejala obstruksi, terutama ditemukan pada kolon descendens, sigmoid dan
rektum.

Tahap ulserasi

Pada tipe ini terjadi karena nekrosis di bagian sentral dan terletak di daerah
rektum. Pada tahap lanjut, sebagian besar tumor kolon akan mengalami ulcerasi
menjadi tukak yang maligna.

PATOFISIOLOGI
Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas
atau disebut adenoma, yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh
sangat cepat). Pada stadium awal, polip dapat diangkat dengan mudah. Tetapi,
seringkali pada stadium awal adenoma tidak menampakkan gejala apapun sehingga
tidak terdeteksi dalam waktu yang relatif lama dan pada kondisi tertentu berpotensi
menjadi kanker yang dapat terjadi pada semua bagian dari usus besar.
Kanker kolon dan rektum terutama (95 %) adenokarsinoma (muncul dari
lapisan epitel usus). Dimulai sebagai polip jinak tetapi dapat menjadi ganas dan
menyusup serta merusak jaringan normal serta meluas ke dalam sturktur sekitarnya.
Sel kanker dapat terlepas dari tumor primer dan menyebar ke bagian tubuh yang lain (
paling sering ke hati). Kanker kolon dapat menyebar melalui beberapa cara yaitu :
1.

Secara infiltratif langsung ke struktur yang berdekatan, seperti ke dalam kandung

2.
3.

kemih.
Melalui pembuluh limfe ke kelenjar limfe perikolon dan mesokolon.
Melalui aliran darah, biasanya ke hati karena kolon mengalirakan darah ke system

4.
5.

portal.
Penyebaran secara transperitoneal.
Penyebaran ke luka jahitan, insisi abdomen atau lokasi drain.

Pertumbuhan kanker menghasilkan efek sekunder, meliputi penyumbatan


lumen usus dengan obstruksi dan ulserasi pada dinding usus serta perdarahan.
Penetrasi kanker dapat menyebabkan perforasi dan abses, serta timbulnya metastase
pada jaringan lain.
Karsinoma Colon sebagian besar menghasilkan adenomatus polip. Biasanya
tumor ini tumbuh tidak terditeksi sampai gejala-gejala muncul secara berlahan dan
tampak membahayakan.Penyakit ini menyebar dalam beberapa metode.Tumor
mungkin menyebar dalam tempat tertentu pada lapisan dalam di perut,mencapai
serosa dan mesenterik fat.Kemudian tumor mulai melekat pada organ yang ada
disekitarnya,kemudian meluas kedalam lumen pada usus besar atau menyebar ke
limpa atau pada sistem sirkulasi. Sistem sirkulasi ini langsung masuk dari tumor
utama melewati pembuluh darah pada usus besar melalui limpa,setelah sel tumor
masuk pada sistem sirkulasi,biasanya sel bergerak menuju liver. Tempat yang kedua
adalah tempat yang jauh kemudian metastase ke paru-paru. Tempat metastase yang
lain termasuk Kelenjar Adrenalin, Ginjal, Kulit, Tulang Otak.

GAMBARAN RADIOLOGIS
Pemeriksaan Radiologi
1. Ultrasonografi (USG)
Ultrasonografi (USG) merupakan salah satu imaging diagnostik
(pencitraan diagnostik) untuk pemeriksaan alat alat dalam tubuh manusia,dimana
kita dapat mempelajari bentuk, ukuran anatomis, gerakan serta hubungan dengan
jaringan sekitarnya. Pemeriksaan ini bersifat non-invasif, tidak menimbulkan rasa
sakit pada penderita, dapat dilakukan dengan cepat, aman dan data yang diperoleh
mempunyai nilai diagnostik yang tinggi. Tidak ada kontra indikasinya, karena
pemeriksaan ini sama sekali tidak akan memperburuk penyakit penderita. Dalam
20 tahun terakhir ini, diagnostik ultrasonik berkembang dengan pesatnya,

sehingga saat ini USG mempunyai peranan penting untuk meentukan kelainan
berbagai organ tubuh.
2. CT-Scan Colon
Pemanfaatan alat CT scan dalam melakukan pemeriksaan Colon merupakan
teknik yang baru dan dapat kita lakukan dengan sangat cepat dan dapat meniadakan
radiasi yang diterima oleh pekerja radiasi. Dengan pemeriksaan CT Colon ini dapat
dilihat gambaran Colon baik dalam maupun luarnya sebagaimana kita melakukan
Colonoskopi.
CT-Scan colon dapat dilakukan dengan 2 cara, antara lain :
1. Dengan memasukkan kontras media positif.
2. Dengan memasukkan kontras media negative.
CT Colon adalah pemeriksaan Colon dengan memanfaatkan alat CT Scan
untuk menperlihatkan gambaran Colon dan menggunakan kontras media negative
yaitu udara yang dipompakan kedalam colon. Tujuan pemeriksaan ini sama halnya
dengan pemeriksaan Colon biasa , hanya disini kita tak perlu melakukan fluoroskopi
dan juga tidak memasukkan Barium kedalam usus sipenderita. Jadi pemeriksaannya
jauh lebih nyaman dari pemeriksaan Colon yang biasa kita lakukan , serta waktu yang
dibutuhkan jauh lebih cepat. Pada CT Colon kita dapat mengevaluasi permukaan luar
(3D Colon) dan structure dalam dari Colon dengan Navigator ,seperti divertikuli ,
dokter dapat juga mengevaluasi bagian dari structure abdomen lainnya, seperti liver,
ginjal, dll. Setelah dilakukan pemotretan dalam posisi supine dan prone dengan
mempergunakan Helical dan ketebalan irisan 3 - 5 mm , pasien diperbolehkan keluar
dari ruangan pemeriksaan, dan selanjutnya kita lakukan prosesing gambar pada
operator console. Untuk melihat Colon dengan penampilan tiga dimensi, cukup kita
klik Built model, terus 3D Colon , dengan sekejap kita dapatkan gambaran Colon.
Dengan jalan memutar-mutar gambar sedemikian rupa , kita dapatkan gambaran
Colon yang kita kehendaki. Gambar Colon 3D yang sudah kita dapatkan kita ubah

lagi menjadi gambaran colon seperti yang biasa kita buat dengan alat Rontgen
konvensionil. Dengan menggunakan alat (Navigator) yang dapat kita gerakkan
sepanjang gambaran Colon , dimana kita sudah mempunyai gambaran Colon dalam
potongan axial , sagital dan coronal sebagai panduan., maka kita dapatkan gambaran
permukaan dalam dari Colon , dimana gambar yang kita lihat adalah gambaran
seperti yang dihasilkan dengan alat Colonoskopi yang selama ini kita lihat. Bila
dokter memerlukan visualisasi dari Colon itu sendiri dapat dengan mudah dilakukan,
walaupun pasien sudah keluar dari bagian Radiologi.

Tujuan pemeriksaan : untuk melihat kelainan-kelainan pada daerah kolon.


Indikasi Pemeriksaan :
1. Colitis
2. Polip
3. Tumor
4. Invaginasi
5. Hemoroid
Kontra indikasi :
1. Perforasi
2. Keadaan umum pasien jelek
3. Diare
Persiapan Pasien :
1. Dua hari sebelum pemeriksaan, pasien dianjurkan makanan lunak / bubur kecap
dan disarankan banyak minum air
3. Jika kita lakukan pagi maka makan bubur kecap yg terakhir jam 19.00 wib. Dan
jika pemeriksaan dilakukan siang, makan terakhir jam 07.00 wib.

4. Jika kita lakukan pemeriksaan pagi, maka pasien minum garam inggris 1 bks
dicmpur dgn air 1 gelas jam20.00 wib. Utk pemeriksaan siang maka minum
garam inggris dicampur air 1 gelas jam 07.00 wib.
5. Jika dilakukan pemeriksaan pagi maka mulai puasa jam24.00 wib dan jika
dilakukan siang, puasa jam07.00, pasien dianjurkan tdk merokok dan tdk boleh
bnyak bicara.
6. Besok pagi / siang pasien dtg ke radiologi dlm keadaan puasa.
7. Sebaiknya sebelum pemeriksaan pasien dilakukan klisma.
Persiapan Alat dan Bahan :
1. Cateter
2. Gunting klem
3. Spuit 20cc
4. Jelly
5. Spuit cateter
6. Handscone
7. Bahan Kontras dan gelas
Persiapan pasien :
1. Petugas radiologi menjelaskan tentang yg akan diperiksa ke pasien.
2. Petugas radiologi meminta ke pasien mengganti pakaian dgn pakaian yg telah
disiapkan / baju pasien.
3. Pasien diminta naik ke atas meja pemeriksaan.
Dengan memakai CT Scan dual slice saja kita bisa menghasilkan gambaran
CT Colon dengan baik, apalagi apabila kita pakai CT multi slice , pasti gambarannya
akan jauh lebih baik , sebab resolusinya akan semakin halus. Keuntungan
pemeriksaan ini adalah mengurangi radiasi yang diterima pekerja radiasi. Dapat
memperlihatkan struktur Colon baik lapisan luar maupun lapisan dalamnya. Kita bisa
melihat gambaran Colonoskopi tanpa menunggu dokter ahli Penyakit dalam untuk
melakukannya. Kelemahannya kita tak bisa mengambil cuplikan bahan yang akan
diperiksa dilaboratorium, apabila ada hal-hal yang mencurigakan. Kerugian
kerugiannya adalah boleh dikatakan tidak ada.

CT telah menjadi standar untuk gambar modalitas abdomen pada pasien dengan
karsinoma kolorektal. CT scan dapat mengevaluasi abdominal cavity dari
pasien kanker kolon pre operatif. CT scan bisa mendeteksi metastase ke hepar,
kelenjar adrenal, ovarium, kelenjar limfa dan organ lainnyadi pelvis. CT scan
sangat berguna untuk mendeteksi rekurensi pada pasien dengan nilai
CEAyang meningkat setelah pembedahan kanker kolon. Sensitifitas CT scan
mencapai 55%. CT scan memegang peranan penting pada pasien dengan kanker
kolon dalam menentukan stage dari lesi sebelum tindakan operasi. Pelvic CT scan
dapat mengidentifikasi invasi tumor kedinding usus dengan akurasi mencapai 90 %,
dan mendeteksi pembesaran kelanjar getah bening> 1

cm

pada

75%

p a s i e n . Penggunaan CT dengan kontras dari abdomen dan pelvis


d a p a t mengidentifikasi metastase pada hepar dan daerah intraperitoneal.

Gambar. Metastasis ke hati


Dikutip dari:
http://www.gihealth.com/html/education/photo/colonCancerCTMets.html
3.

Foto Polos Abdomen

Foto polos abdomen merupakan pemeriksaan awal untuk melakukan


pemeriksaan barium enema. Apabila pada pemeriksaan foto polos abdomen
ditemukan tanda-tanda perforasi, maka pemeriksaan barium enema merupakan kontra
indikasi.7
Foto polos abdomen sedapat mungkin dibuat pada posisi tegak dengan sinar
horizontal. Posisi supine perlu untuk melihat distribusi gas, sedangkan di sikap tegak
untuk melihat batas udara-air dan letak obstruksi karena massa.
Foto Polos Abdomen menjadi salah satu alat bantu dalam mendiagnosis
terjadinya gangguan pada abdomen. Pemeriksaan radiologis merupakan pemeriksaan
penunjang untuk pertimbangan dalam memperkirakan pasien dengan abdomen akut.
Foto polos abdomen dapat dilakukan dalam 3 posisi, yaitu :
1. Tiduran telentang (supine), sinar dari arah vertikal dengan proyeksi anteroposterior
(AP).

Gambar. Foto polos abdomen posisi supine


2. Duduk atau setengah duduk atau berdiri kalau memungkinkan, dengan sinar horizontal
proyeksi AP.
3. Tiduran miring ke kiri (left lateral decubitus = LLD), dengan sinar horizontal, proyeksi
AP.

Gambar. foto abdomen left lateral decubitus

10

GAMBAR. Foto polos abdomen-Left lateral decubitus


Pada foto BOF/LLD tampak adanya peumoperitoneum (udara bebas diatas hepar
pada foto LLD) menunjukan adanya perforasi usus.
4. Barium Enema
Tujuan Pemeriksaan :
Membantu menegakkan diagnosis dari carcinoma colon dan penyakit inflamasi
colon.
Mendeteksi adanya polip, inflamasi dan perubahan struktural pada colon.
Nilai Normal :
Barium akan mengisi colon secara rata dan menunjukkan contour, patency (bebas
terbuka) dan posisi bowel yang normal.

INDIKASI :

11

1. Gangguan pola buang air besar


2. Nyeri daerah colon
3. Kecurigaan massa daerah colon
4. Melena
5. Kecurigaan obstruksi colon
KONTRA INDIKASI :
1. Absolute
toxic megacolon
pseudo membranous colitis
post biopsy colon (sebaiknya menunggu setelah 7 hari)
2. Relatif
persiapan colon kurang baik
baru saja mengalami pemeriksaan GI tract bagian atas dengan kontras
KOMPLIKASI :
1. Perforasi usus
2. Extraluminasi ke venous
3. Water intoxication
4. Intramural barium

12

5. Cardiac arithmia
6. Transient bactericemia
7. ES obat-obatan yang dipergunakan (buscopan, dll)
Persiapan Pemeriksaan
Persiapan Pasien
o 48 jam sebelum pemeriksaan pasien makan makanan lunak rendah serat
o 18 jam sebelum pemeriksaan ( jam 3 sore ) minum tablet dulcolax
o 4 jam sebelum pemeriksaan ( jam 5 pagi ) pasien diberi dulkolak kapsul per
anus selanjutnya dilavement
o Seterusnya puasa sampai pemeriksaan
o 30 menit sebelum pemeriksaan pasien diberi sulfas atrofin 0,25 1 mg / oral
untuk mengurangi pembentukan lendir
o 15 menit sebelum pemeriksaan pasien diberi suntikan buscopan untuk
mengurangi peristaltic usus.

13

Gambar. Karsinoma kolon-apple core

14

Gambar. Barium enema

Gambar. Karsinoma kolon

15

Gambar. Colorecral cancer.


c. Pemeriksaan Histopatologi
Pemeriksaan histopatologi melalui biopsi merupakan diagnosis pasti dari
karsinoma. Klinisi harus mereview penemuan hasil pemeriksaan ini untuk
mengkonfirmasi diagnosis dan dapat segera memberikan terapi yang tepat. Dalam
kedokteran onkologi, ini merupakan prinsip dasar dalam menegakkan diagnosis
keganasan.

16