Anda di halaman 1dari 7

Proses mekanisme terjadinya sesak nafas

1. Mengidentifikasikan proses terjadinya sesak nafas


2. Menjelaskan alur perjalanan syaraf dan otot timbul sesak nafas
3. Menjelaskan faktor faktor yang mempengaruhi proses terjadinya sesak nafas baik
faktor endogen maupun eksogen
PENGERTIAN

SESAK

NAFAS

Suatu istilah yang menggambarkan suatu

persepsi subjektif ( keluhan yang dirasakan pasien )

mengenai ketidak nyamanan bernapas

terdiri dari berbagai sensasi yang berbeda intensitinya

selama proses pernafasan

Merupakan hasil interaksi berbagai faktor fisiologi, psikologi, sosial dan lingkungan dan dapat
menginduksi
respons
fisiologi
dan
perilaku
sekunder
Comroe
(1996)
bukan takipnea, bukan hiperkapnea dan bukan hiperventilasi tapi pernapasan yang sulit,
sejenis
pernapasan
yang
tidak
menyenangkan
maupun
menyakitkan

Istilah
:

Shortness
of
breath

PEMAHAMAN
Dispnea / breathlessness / sesak napas

Tidak bisa menghirup cukup udara

Udara tidak masuk sempurna

Rasa penuh di dada

Dada terasa berat, sempit

Rasa tercekik

UMUM

Napas pendek

Napas berat

PATOFISIOLOGI SESAK NAFAS


1. Oksigenasi jaringan berkurang Penyakit yang menyebabkan kecepatan pengiriman
oksigen ke jaringan berkurang seperti perdarahan
2. Kebutuhan oksigen meningkat Peningkatan kebutuhan oksigen secara tiba tiba akan
memerlukan oksigen yang lebih banyak untuk proses metabolisme
3. Kerja pernafasan meningkat Otot pernafasan dipaksa bekerja lebih kuat karena adanya
penyempitan saluran pernafasan
4. Rangsangan pada sistem syaraf pusat Penyakit penyakit yang menyerang sistem syaraf
pusat
5. Penyakit neuromuskuler Penyakit yang menyerang diafragma
Besarnya tenaga fisik yang dikeluarkan untuk menimbulkan sesak nafas tergantung kepada
Usia

Jenis kelamin

Ketinggian tempat

Jenis latihan fisik

Emosi

Gejala sesak nafas biasanya memiliki satu atau beberapa keadaan

Penyakit kardiovaskuler

Emboli paru

Penyakit paru interstitial atau alveolare

Gangguan dinding dada atau otot dada

Penyakit obstruksi paru

Kecemasan

PEMBAGIAN

SESAK

NAFAS

Dispnea akut

Sesak

napas

yang

berlangsung

kurang

Dispnea kronik

Sesak

napas

yang

berlangsung

lebih

MEKANISME

dari
dari

SESAK

bulan

bulan
NAFAS

Sensasi dispnea berawal dari aktivasi sistem sensorik yang terlibat dalam sistem respirasi.
Informasi sensorik sampai pada pusat pernapasan di otak dan memproses respiratory - related
signals dan menghasilkan pengaruh kognitif, kontekstual dan perilaku sehingga terjadi sensasi
dispnea
Reseptor Pada Respirasi
Kemoreseptor

Hiperkapnia

Hipoksia

Mekanoreseptor

Saluran napas atas

Reseptor di paru

Reseptor di dinding dada

Pengertian dan Penjelasan Sesak Nafas beserta


Penyebabnya
diposting oleh mitaunair-fk12 pada 18 March 2013
di Problem Base Learning - 4 komentar

(Pengertian dan Penjelasan Sesak Nafas beserta Penyebabnya) Sesak


napasmerupakan keluhan subyektif (keluhan yang dirasakan oleh pasien) berupa rasa
tidak nyaman, nyeri atau sensasi berat, selama proses pernapasan. Pada sesak napas,
frekuensi pernapasan meningkat di atas 24 kali per menit.Sesak napas merupakan
gejala dari suatu penyakit serius yang tidak boleh diremehkan karena dapat
menyebabkan kematian. Oleh karena itu harus dicari penyebab awal dan segera
diatasi.
Sesak napas dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar berdasarkan penyebabnya,
yaitu organik (adanya kelainan pada organ tubuh) dan non organik (berupa gangguan
psikis yang tidak disertai kelainan fisik). Sesak napas organik tidak hanya disebabkan
oleh kelainan organ pernapasan, tetapi penyakit pada organ seperti jantung dan ginjal
pun dapat menyebabkan terjadinya keluhan sesak napas. Selain karena kelainan
organ, penyakit karena gangguan metabolisme pada kelainan ginjal, jantung, paru,
dan kelainan metabolisme lainnya seperti diabetes, dapat pula menimbulkan sesak
napas.
Sesak napas karena kelainan saluran pernapasan paling sering ditemukan
pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Penyakit ini disebabkan oleh proses
peradangan paru dan ditandai dengan gangguan aliran udara dalam saluran
pernapasan yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali kekeadaan semula). Gejala
lain yang menyertai adalah batuk lama (kronik) yang berdahak. Faktor resiko tonggi
untuk menderita penyakit ini adalah perokok, usia di atas 40 tahun, sering terpapar
debu dan zat kimia dalam jumlah banyak. Pemeriksaan yang dapat dilakukan yaitu
roentgen dada, tes fungsi paru dengan spirometri, pemeriksaan dahak (sputum), dan
analisa gas darah. Cara menangani penyakit ini adalah segera berhenti merokok pada
orang perokok, mengkonsumsi obat-obatan pelega pernapasan (bronkodilator),
antiradang seperti pada golongan steroid, dan antibiotik untuk mengatasi infeksi.
Sesak napas pada asma muncul saat saluran pernapasan (bronkus) mengalami
peradangan dan menyempit. Gejalanya berupa sesak napas yang disertai bunyi napas
tambahan yang tidak normal seperti suara bersiul yang kasar, biasa disebut mengi
(wheezing). Gejala lainnya adalah batuk dan nyeri dada. Orang yang mempunyai
riwayat asma dalam keluarga memiliki rasiko tinggi untuk menderita penyakit ini.
Selain itu pada bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg dan orang yang sering
terpapar asap rokok, zat kimia dan polusi udar pun juga beresiko tinggi terkena asma.
Pemeriksaan dilakukan dengan tes fungsi paru dengan spirometri dan peak flow
meter. Asma tidak dapat disembuhkan tapi dapat dicegah dengan menghindari hal-hal
yang dapat memicunya jadi harus diketahui pasti zat yang dapat merangsang serangan
asma. Pada saat serangan, pasien diberi obat pelega seperti ipratropium.
Penyakit infeksi paru seperti pneumonia, TBC, flu babi, dan flu burung sering
disertai dengan gejala sesak napas. Selain itu pasien juga akan mengalami demam,
batuk, nyeri dada, dan badan lemas. Pada seseorang yang memiliki kekebalan tubuh
rendah seperti penderita HIV-AIDS, beresiko tinggi terkena penyakit infeksi paru. Bayi
dan orang berusia 65 tahun, perokok, dan orang yang sering bepergian ke negara

dengan angka kejadian kasus flu babi (influenza A/H1N1) yang tinggi, juga beresiko
tinggi mengalami infeksi paru. Pemeriksaan utama yang dilakukan untuk kepastian
kuman penyebab yaitu dengan pemeriksaan dahak (sputum). Foto roentgen dada dan
pemeriksaan laboratorium darah digunakan untuk menegakkan diagnosis. Terapi dan
obat yang diberikan tergantung dari penyebab infeksi paru tersebut. Jika
penyebabnya bakteri maka akan diberikan antibiotik, dan bila disebabkan oleh virus
maka akan diberikan antivirus. Lama pengobatan bervariasi, tergantung penyebab dan
kondisi pasien.
Kelainan jantung yang disertai keluhan sesak napas biasanya terjadi pada gagal
jantung. Hal ini disebabkan karena gangguan fungsi pompa jantung dalam mengisi dan
memompa darah dari paru, akibatnya terjadi penumpukan darah di paru (edema paru)
dan menyebabkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah paru. Maka fungsi paru
pun terganggu dan terjadilah sesak napas. Keluhan sesak napas ini muncul saat
beraktivitas, misalnya naik tangga, yang akan membaik setelah beristirahat. Jika tidak
segera diatasi, keluhan tersebut dapat terus berlanjut walau pada saat istirahat, yaitu
ketika pasien tidur terlentang. Oleh karena itu pasien harus tidur dengan banyak
bantal menyangga kepala bahkan baru lega pada posisi setengah duduk. Keluhan
lainnya yaitu kaki yang membengkak. Untuk kepastian diagnosis maka dilakukan
pemeriksaan fisik, EKG, dan ekokardiografi. Obat yang diberikan antara lain obat yang
mengurangi beban jantung, misalnya golongan diuretik.
Pada gangguan saluran pencernaan bagian atas yaitu Gastro-Esophageal
Reflux Disease (GERD) dan dyspepsia, dapat terjadi keluhan sesak napas. Peningkatan
asam lambung yang kemudian naik dan masuk ke esophagus (kerongkongan),
menimbulkan rasa sakit dan nyeri terutama saat bernapas pada pasien penderita
GERD. Sesak napas pada dyspepsia timbul karena perut yang terisi penuh oleh gas dan
angin menyebabkan rasa kembung dan begah sehingga diafragma (otot pemisah antara
rongga dada dan perut) terdesak ke arah rongga dada. Untuk mengatasi sesak napas
pada GERD, diperlukan obat untuk menurunkan asam lambung. Penderita sesak napas
pada GERD harus segera dibawa ke dokter karena bila tidak segera diatasi dapat
menimbulkan penyakit kanker. Untuk dyspepsia diperlukan obat prokinetik (obat
untuk memperlancar gerakan saluran cerna) agar gas yang ada tidak terlalu banyak
dan proses pembukaan diafragma berkurang. Jika pemberian obat maag tidak
mengurangi keluhan maka pasien harus segera dibawa ke dokter untuk mendapat
pemeriksaan lanjutan karena dikuatirkan terjadi tukak lambung yang dapat
menimbulkan perdarahan saluran cerna.
Pada kelainan ginjal, sesak napas terjadi karena adanya gangguan keseimbangan
asam-basa yang menyebabkan darah menjadi lebih asam (asidosis). Penggunaan obatobatan diperlukan dan dilanjutkan dengan mengurangi cairannya. Kadang pasien
diharuskan pula untuk melakukan cuci darah. Pada diabetes, sesak napas terjadi
karena komplikasi asidosis diabetes. Darah menjadi asam sehingga tubuh
mengkompensasi dengan cara napas yang dalam dan cepat untuk mengeluarkan asam
di dalam darah. Pernapasan seperti ini disebut pernapasan kussmaul. Pengobatan yang

dapat dilakukan adalah dengan memberikan cairan yang cukup, memperbaiki kadar
gulanya dan mengurangi kadar asam basa darah.
Semua sesak napas akibat gangguan metabolisme dapat menyebabkan kematian, oleh
karena itu pasien harus segera dibawa ke dokter. Pertolongan pertama yang dapat
dilakukan sebelum mendapat bantuan dokter yaitu dengan membebaskan jalan napas
pasien bila ada gangguan, melonggarkan segala hal yang menyulitkan pernapasan,
menjaga posisi tubuh pasien agar tidak menutup jalan napas. Jangan memberikan
makanan dan minuman pada pasien jika sedang terjadi sesak napas.
SESAK NAFAS (DISPNEA)

DEFINISI
Sesak nafas (dispnea) merupakan keluhan subjektif yang timbul bila ada perasaan tidak nyaman
maupun gangguan/kesulitan lainnya saat bernafas, yang tidak sebanding dengan tingkat aktivitas.
Dyspnea adalah terengah-engah atau sesak nafas; pernafasan yang sukar atau berat (Dorland).

KLASIFIKASI
Sesak nafas mendadak (akut) disebabkan oleh pneumotoraks, emboli paru masif, asma, aspirasi benda
asing.
Sesak nafas bertahap dan semakin berat dalam beberapa jam atau hari terdapat pada pneumonia,
asma, PPOK, eksaserbasi akut.
Sesak nafas bertahap dan semakin berat dalam beberapa minggu, bulan, atau tahun terjadi pada
efusi pleura, PPOK, TB paru, anemia, gangguan otot-otot pernafasan.

MEKANISME
Peningkatan kebutuhan O2 (misal, pada keadaan hipoksia, asidosis, penyempitan saluran nafas,

edema paru) menyebabkan kerja sistem pernafasan menjadi meningkat.

ETIOLOGI
Kelainan pernafasan 1. Penyakit saluran pernafasan (PPOK, asma, bronkiektasis, aspirasi benda
asing). 2. Penyakit parenkim paru (pneumonia, ARDS). 3. Gangguan sirkulasi paru (emboli paru,
hipertensi pulmonal). 4. Kelainan dinding dada dan pleura (efusi pleura, kifoskoliosis, ankilosing
spondilitis, paralisis diapragma bilateral).
Kelainan jantung (gagal jantung, efusi pleura) dengan tanda-tanda dispnea di effort, ortopnea,
paroksismal nokturnal dispnea.
Penyebab lain (anemia, asidosis, lesi hipotalamus, psikogen).

DIAGNOSIS BANDING

REFERENSI

- Kamus Kedokteran Dorland


- Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam