Anda di halaman 1dari 59

13 PEDOMAN PELAYANAN

KAMAR OPERASI (OK)


By adminJan 19, 2014Akreditasi 2012

sumber : drive.google.com !
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penggunaan anestesi, sedasi, dan intervensi bedah adalah proses yang
umum dan kompleks di rumah sakit. Tindakan-tindakan ini membutuhkan
asesmen pasien yang lengkap dan komprehensif, perencanaan asuhan
yang terintegrasi, monitoring pasien yang berkesinambungan dan kriteria
transfer untuk pelayanan berkelanjutan, rehabilitasi, akhirnya transfer
maupun pemulangan (discharge).
Pelayanan bedah di Instalasi Kamar Operasi RS WARAS WIRIS harus
terencana dan terdokumentasikan berdasarkan hasil assesmen. Karena
tindakan pembedahan membawa risiko dengan tingkatan tinggi, maka
penggunaannya haruslah direncanakan secara seksama. Asesmen pasien
adalah dasar untuk memilih prosedur yang tepat. Assesmen memberikan
informasi penting terhadap pemilihan prosedur yang tepat dan waktu
yang optimal, terlaksananya prosedur secara yang aman,
menginterpretasikan temuan dalam monitoring pasien. Pemilihan
prosedur tergantung pada riwayat pasien, status fisik, dan data diagnostik
termasuk risiko dan manfaat prosedur bagi pasien. Pemilihan prosedur
mempertimbangkan informasi dari asesmen saat masuk rawat inap, tes
diagnostik, dan sumber lain yang tersedia.
Proses asesmen dapat dijalankan dalam kerangka waktu yang lebih
singkat bilamana pasien secara darurat membutuhkan pembedahan. Hal
lain yang perlu diperhatikan adalah edukasi dan diskusi dengan pasien
dan keluarganya atau orang yang berwenang membuat keputusan bagi

pasien. Pasien dan keluarga atau para pembuat keputusan menerima


informasi yang adekuat untuk berpartisipasi dalam keputusan pemberian
pelayanan dan memberikan persetujuan (informed consent) yang berisi
risiko dari prosedur yang direncanakan, manfaat prosedur yang
direncanakan, komplikasi yang potensial terjadi, alternatif tindakan
pembedahan dan nonbedah yang tersedia untuk merawat.

B. Ruang Lingkup

Ruang Lingkup Pelayanan Kamar Operasi adalah Pelayanan Operasi yang


di laksanakan di Instalasi Kamar Bedah Rumah SAkit .

C. Batasan Operasional
1. Bedah
Pembedahan merupakan cabang dari ilmu medis yang ikut berperan
terhadap kesembuhan dari luka atau penyakit melalui prosedur manual
atau melalui operasi dengan tangan. Hal ini memiliki sinonim yang sama
dengan kata Chirurgia (dibaca: KI-RUR-JIA). Dalam bahasa Yunani
Cheir artinya tangan; dan ergon artinya kerja.
Bedah atau operasi merupakan tindakan pembedahan cara dokter untuk
mengobati kondisi yang sulit atau tidak mungkin disembuhkan hanya
dengan obat-obatan sederhana (Potter, 2006)

Perkembangan baru juga terjadi pada pengaturan tempat untuk


dilaksanakan prosedur operasi. Bedah sehari (ambulatory surgery),
kadangkala disebut pembedahan tanpa rawat inap (outpatient surgery)
atau pembedahan sehari (one-day surgery).
2. Jenis Pembedahan
A. Bedah Minor
Bedah minor merupakan pembedahan dimana secara relatif dilakukan
secara sederhana, tidak memiliki risiko terhadap nyawa pasien dan tidak
memerlukan bantuan asisten untuk melakukannya, seperti: membuka
abses superficial, pembersihan luka, inokulasi, superfisial neuroktomi dan
tenotomi
B. Bedah Mayor
Bedah mayor merupakan pembedahan dimana secara relatif lebih sulit
untuk dilakukan daripada pembedahan minor, membutuhkan waktu,
melibatkan risiko terhadap nyawa pasien, dan memerlukan bantuan
asisten, seperti: bedah caesar, mammektomi, bedah torak, bedah otak.
C. Bedah Antiseptik
Bedah antiseptik merupakan pembedahan yang berhubungan terhadap
penggunaan agen antiseptik untuk mengontrol kontaminasi bakterial.
D. Bedah konservatif
Bedah konservatif merupakan pembedahan dimana dilakukan berbagai
cara untuk melakukan perbaikan terhadap bagian tubuh yang
diasumsikan tidak dapat mengalami perbaikan, daripada melakukan
amputasi, seperti: koreksi dan imobilisasi dari fraktur pada kaki daripada
melakukan amputasi terhadap kaki.

E. Bedah Radikal
Bedah radikal merupakan pembedahan dimana akar penyebab atau
sumber dari penyakit tersebut dibuang, seperti: pembedahan radikal
untuk neoplasma, pembedahan radikal untuk hernia.
F. Pembedahan Rekonstruktif
Pembedahan rekonstruktif merupakan pembedahan yang dilakukan untuk
melakukan koreksi terhadap pembedahan yang telah dilakukan pada
deformitas atau malformasi, seperti: pembedahan terhadap langit-langit
mulut yang terbelah, tendon yang mengalami kontraksi.
G. Bedah Plastik
Bedah plastik merupakan pembedahan dimana dilakukan untuk
memperbaiki defek atau deformitas, baik dengan jaringan setempat atau
dengan transfer jaringan dari bagian tubuh lainnya.
3. Sifat Operasi:
A. Bedah Elektif
Bedah elektif merupakan pembedahan dimana dapat dilakukan
penundaan tanpa membahayakan nyawa pasien.
B. Bedah Emergensi
Bedah emergensi merupakan pembedahan yang dilakukan dalam
keadaan sangat mendadak untuk menghindari komplikasi lanjut dari
proses penyakit atau untuk menyelamatkan jiwa pasien.

D. Landasan Hukum

Penyelenggaraan pelayanan Instalasi Kamar Operasi Rumah Sakit WARAS


WIRIS sesuai dengan:
1. Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
2. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
3. Standar, Pedoman dan Pernyataan, Perhimpunan Dokter Spesialis
Anestesiologi dan Reanimasi Indonesia (IDSAI) Jaya tahun 2003.
4. Pedoman Kerja Perawat Kamar Operasi, Departemen Kesehatan
Republik Indonesia tahun 1993.
5. Surat Keputusan Yayasan Rumah Sakit WARAS WIRIS Kota .. No.
189/060/Y-WW/VIII/2010 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Rumah
Sakit WARAS WIRIS Kota

BAB II STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia


1. Kualifikasi Tenaga Di Instalasi Kamar Operasi Rumah Sakit WARAS
WIRIS
Dokter Bedah Instalasi kamar Operasi menggunakan jasa Pelayanan
dokter tamu (dokter spesialis bedah)
2. Kualifikasi Tenaga Perawat Instalasi Kamar Operasi RS WARAS WIRIS
Perawat instalasi kamar Operasi memiliki: sertifikat Penanggulangan
Penderita Gawat Darurat (PPGD), Basic Cardiac Life Support (BCLS).
Mempunyai sertifikat Pelatihan dasar instrumen.
Perawat Ruang Pulih Sadar memiliki sertifikat Penanggulangan Penderita
Gawat Darurat (PPGD) dan Basic Cardiac Life Support (BCLS)

B. Distribusi Ketenagaan
Dalam pelayanan bedah perlu menyediakan sumber daya manusia yang
kompeten, cekatan dan mempunyai kemampuan sesuai dengan
perkembangan teknologi sehingga dapat memberikan pelayanan yang
optimal, efektif, dan efisien. Atas dasar tersebut di atas, maka perlu
kiranya menyediakan, mempersiapkan dan mendayagunakan sumbersumber yang ada. Untuk menunjang pelayanan bedah di instalasi kamar
operasi, maka dibutuhkan tenaga dokter, perawat yang mempunyai
pengalaman, keterampilan dan pengetahuan yang sesuai.

C. Pengaturan Dinas
Pengaturan jaga atau jadwal dinas adalah pengaturan tugas pelayanan
bagi perawat untuk melaksanakan tugas pelayanan di instalasi kamar
operasi sehingga semua kegiatan pelayanan bedah dapat terkoordinir
dengan baik. Pengaturan dinas dibuat 4 shift dalam 24 jam yaitu:
Dinas Pagi Jam 07.00 sampai dengan Jam 14.00.
Dinas Pagi Jam 10.00 sampai dengan Jam 17.00
Dinas Sore Jam 14.00 sampai dengan Jam 21.00.
Dinas Malam Jam 21.00 sampai dengan Jam 07.00.
On Call Jam 21.00 sampai dengan 07.00

BAB III STANDAR FASILITAS

A. Denah Ruangan

.
Gambar 3.1 Denah Instalasi Kamar Operasi

B. Standar Fasilitas
Pembatasan :
1. Zona 1
Pakaian dari luar Instalasi Kamar Operasi boleh dipakai.
2. Zona 2
Pakaian luar Instalasi Kamar Operasi masih boleh dipakai.
3. Zona 3
Petugas Instalasi Kamar Operasi wajib menggunakan pakaian khusus
4. Zona 4
Tim Instalasi Kamar Operasi wajib memakai jas operasi.
Prinsip-prinsip fasilitas yang harus dipenuhi di kamar operasi antara lain:

a. Pembagian Daerah-daerah di Kamar Operasi


1. Daerah Bebas
Daerah bebas merupakan daerah dimana pengunjung tidak diizinkan
masuk, dan petugas harus melepaskan alas kaki.
2. Daerah Bersih
a. Koridor transfer pasien
b. Kamar ganti Pakaian dokter
c. Kamar ganti Perawat
d. Kamar persiapan dan pemulihan pasien
3. Area Semirestriktik (koridor)
Area semirestriktik adalah daerah dimana pengunjung dan petugas harus
melepaskan alas kaki.
4. Area restriktik (kamar operasi dan koridor kamar operasi)
Area restriktik adalah daerah dimana pengunjung tidak diizinkan masuk,
petugas harus memakai perlengkapan khusus (topi, masker, alas kaki,
pakaian khusus), harus ganti pakaian, tidak boleh rangkap.
b. Pembagian Daerah di Sekitar Kamar Operasi
1. Daerah Publik
Daerah yang boleh dimasuki oleh semua orang tanpa syarat khusus.
Misalnya: kamar tunggu kamar operasi.

2. Daerah Semi Publik


Daerah yang bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu saja, yaitu petugas.
Pada daerah ini biasanya diberi tulisan DILARANG MASUK SELAIN
PETUGAS dan sudah ada pembatasan tentang jenis pakaian yang
dikenakan oleh petugas (pakaian khusus kamar operasi) serta
penggunaan alas kaki khusus di dalam.
3. Daerah Aseptik
Daerah aseptik merupakan daerah kamar bedah sendiri yang hanya bisa
dimasuki oleh orang yang langsung ada hubungan dengan kegiatan
pembedahan, umumnya daerah yang harus dijaga kesucihamaannya.
Daerah aseptik dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
Daerah aseptik 0, yaitu lapangan operasi, daerah tempat dilakukannya
pembedahan.
Daerah aseptik 1, yaitu daerah memakai gaun operasi, tempat duk atau
kain steril, tempat instrumen dan tempat perawat instrumen mengatur
dan mempersiapkan alat.
Daerah aseptik 2, yaitu tempat mencuci tangan, koridor penderita
masuk.
c. Bagian-bagian Kamar Operasi
Kamar operasi terdiri dari beberapa ruang, baik itu di dalam kamar
operasi maupun di lingkungan kamar operasi:
1. Ruang Penerimaan Pasien
Ruang Penerimaan Pasien adalah ruang serah terima pre operasi Instalasi
Kamar Operasi yang dilengkapi dengan brankar, lemari tempat pakaian

Instalasi Kamar Operasi bagi pasien yang akan menjalani operasi,


dilengkapi ruang ganti pasien One Day Care (ODC), lemari terkunci untuk
penyimpanan pakaian dan barang berharga milik pasien.
2. Ruang Induksi dan Premedikasi
Ruang induksi dan premedikasi adalah ruang dimana pasien dari ruang
penerimaan dibawa ke ruang induksi untuk dilakukan premedikasi,
tersedia oksigen sentral.
3. Ruang Operasi I
Ruang operasi I dilengkapi meja operasi (datar, head up-head
down, tilt kiri-kanan, duduk atau setengah duduk, V atau V terbalik)
secara manual. Ruang operasi I dilengkapi lampu operasi yang mampu
menerangi bagian-bagian operasi, menggunakan oksigen
sentral, suction sentral, mesin anestesi, monitor pasien, tersedianya alat
kesehatan dan obat-obatan dan jenis cairan yang bisa memenuhi
kebutuhan operasi, yang tersedia dalam troli. Kamar Operasi I digunakan
untuk operasi biasa.
4. Ruang Operasi II
Ruang operasi II dilengkapi meja operasi (datar, head up-head
down, tilt kiri-kanan, duduk atau setengah duduk, V atau V terbalik)
secara manual. Ruang Operasi II dilengkapi dengan lampu operasi yang
mampu menerangi bagian-bagian operasi. Mesin anestesi dilengkapi
dengan tabung penampung gas anestesi (merek Penlon), monitor EKG
yang bisa terlihat tekanan darah, rekaman jantung, nadi, saturasi oksigen,
AC sentral, Suction, oksigen sentral, alat kauter (Alsa bisa dipakai untuk
TUR, bisa dipakai untuk Bifolar), tersedianya alat kesehatan dan obatobatan, dan jenis cairan yang bisa memenuhi kebutuhan operasi, yang
tersedia dalam troli.

5. Ruang Operasi III


Ruang operasi III digunakan untuk operasi yang bersifat bersih, yang
dilengkapi dengan meja operasi yang bisa dimodifikasi beberapa posisi
(datar, head up-head down, tilt kiri-kanan, duduk) secara manual. Ruang
Operasi III dilengkapi lampu operasi yang mampu menerangi bagianbagian operasi.Dilengkapi dengan mesin anestesi, monitor ECG yang bisa
terlihat tekanan darah, rekaman jantung, nadi, saturasi oksigen, AC
sentral, oksigen sentral, suction sentral, alat kauter, tersedianya alat
kesehatan dan obat-obatan, dan jenis cairan yang bisa memenuhi
kebutuhan operasi, yang tersedia dalam troli.
6. Ruang Operasi IV
Ruang operasi IV digunakan untuk operasi yang bersifat bersih, yang
dilengkapi dengan meja operasi yang bisa dimodifikasi beberapa posisi
(datar, head up-head down, tilt kiri-kanan, duduk) secara manual.
Ruang operasi IV dilapisi dengan Pb yang berguna untuk mengurangi
radiasi (khusus penggunaan C-Arm), dilengkapi lampu operasi yang
mampu menerangi bagian- bagian operasi, mesin anestesi, monitor EKG
yang bisa terlihat tekanan darah, rekaman jantung, nadi, saturasi oksigen,
AC sentral, oksigen sentral, suction sentral alat kauter, tersedianya alat
kesehatan dan obat-obatan, dan jenis cairan yang bisa memenuhi
kebutuhan operasi, yang tersedia dalam troli.
7. Ruang Operasi V
Ruang operasi V digunakan untuk operasi yang bersifat bersih, yang
dilengkapi dengan meja operasi yang bisa dimodifikasi beberapa posisi
(datar, head up-head down, tilt kiri-kanan, duduk) menggunakan alat
remote, meja operasi bisa dimodifikasi dengan traksi ortopedi. Ruang
Operasi V dilapisi dengan Pb yang berguna untuk mengurangi radiasi
(khusus penggunaan C-Arm), dilengkapi lampu operasi yang mampu

menerangi bagian-bagian operasi, mesin anestesi, monitor EKG yang bisa


terlihat tekanan darah, rekaman jantung, nadi, saturasi oksigen, AC
sentral, oksigen sentral, suction sentral, alat kauter, alat kesehatan dan
obat-obatan, dan jenis cairan yang bisa memenuhi kebutuhan operasi,
yang tersedia dalam troli, monitor untuk bisa melihat tindakan operasi di
ruang istirahat dokter.
8. Ruang Penyimpan Alat Steril
a. Lemari linen dan instrumen steril
Tersedia lemari untuk penyimpanan alat instrumen dan linen sudah steril
terbungkus yang siap pakai disimpan di lemari masing-masing.
b. Lemari linen non steril
Tersedia juga lemari untuk penyimpanan linen biasa, seperti baju petugas
instalasi kamar operasi, stik laken, selimut dan untuk kebutuhan linen
lainnya.
9. Ruang Penyimpanan Alat Kesehatan
Tersedia lemari untuk penyimpanan alat kesehatan, sesuai jumlah
inventaris.
10. Ruang Penyimpanan Obat dan Alat Anestesi
Tersedia lemari untuk menyimpan obat dan alat kesehatan anestesi yang
terkunci, kulkas untuk menyimpan obat yang memerlukan suhu tertentu.
11. Ruang Sadar Pulih atau Recovery Room
Ruang sadar pulih adalah ruang dimana pasien setelah operasi dibawa ke
ruang sadar pulih untuk diobservasi sekitar 2 jam. Ruang sadar pulih

dilengkapi dengan 6 buah tempat tidur (standar dengan hek pengaman),


oksigen sentral,suction sentral, monitor pasien 6 set, persediaan cairan
infus, meja tulis, dan alat-alat untuk keperluan administrasi. Di ruang
sadar pulih terdapat sebuah komputer untuk urusan administrasi. Di
ruang ini juga tersedia spool hoek, toilet. Di ruang sadar pulih ini serah
terima pasien dari instalasi kamar operasi dengan perawat ruang inap
(pasien kembali ke ruangan).
12. Ruang Pertemuan
Ruang pertemuan ini digunakan untuk pertemuan. Di ruang ini tersedia
meja, kursi dan dilengkapi dengan gambar kerangka anatomi tulang
manusia, lemari buku untuk menyimpan buku-buku.
13. Ruang Istirahat
Tersedia tempat tidur atau istirahat
14. Ruang Makan
Ruang ini digunakan untuk ruang santai sekalian ruang makan, dilengkapi
dengan kursi meja makan, sofa, televisi, kulkas, dispenser, lemari untuk
menyimpan alat-alat makan, dan lainnya.
15. Ruang Ganti Wanita
Ruang ini digunakan khusus untuk wanita ganti pakaian, dengan pakaian
instalasi kamar operasi. Di ruang ini terdapat lemari pakaian gantung,
lemari pakaian dan persediaan pakaian bersih instalasi kamar operasi,
dan loker yang terkunci.
16. Ruang Ganti Pria

Ruang ini digunakan khusus untuk pria ganti pakaian. Di ruang ini
terdapat lemari pakaian gantung, lemari tempat penyimpanan pakaian
bersih instalasi kamar operasi dan loker yang terkunci.
17. Kamar Mandi
Tersedia Shower untuk mandi, closet duduk.
18. Ruang Kepala Instalasi Kamar Operasi
Tersedia kursi meja, lemari kecil.
19. Ruang Kepala Urusan Pelayanan Perawatan
Tersedia kursi meja, ada lemari untuk penyimpanan dokumen atau arsiparsip, buku.
d. Instrumen
Tabel 3.1 Daftar Instrumen Instalasi Kamar Operasi
No

Nama Alat

Jumlah

Keterangan

Set Dasar I

1 Set

Bisa dipakai untuk operasi lapa


caesar, apendikto

Set Dasar II

1 Set

Bisa dipakai untuk operasi lap


caesar, apendikto

Set Dasar III

1 Set

Bisa dipakai untuk operasi la


caesar, apendikto

Set Dasar IV

1 Set

Bisa dipakai untuk operasi lap


caesar, apendikto

Set Dasar V

1 Set

Bisa dipakai untuk operasi lap


caesar, Apendikto

Set Dasar VI

1 Set

Bisa dipakai untuk operasi la


caesar, Apendikto

Set Kecil (Ekstirpasi)

2 Set

Bisa dipakai untuk ope

Set Hernia Anak

1 Set

Set Hernia Dewasa

1 Set

10

Set Ortopedi

1 Set

11

Set Struma

1 Set

12

Set Tonsilektomi

1 Set

13

Set Pediatri I

1 Set

14

Set Pediatri II

1 Set

15

Set Plastik I

1 Set

16

Set Plastik II

1 Set

17

Set Trepanasi

1 Set

18

Set Onkologi

1 Set

19

Set Neurologi

1 Set

20

Set Kuretase

1 Set

21

Set Gall Blass atau Ginjal

2 Set

22

Set Sectio Caesaria

4 Set

23

Reseksi Usus Anak

1 Set

24

Reseksi Usus Dewasa

2 Set

25

Set Histerektomi

2 Set

26

Set Tambahan

1 Set

27

Set Spinal

16 Set

28

Set Mangkok Operasi

15 Set

29

Set Bangkok Sikat

6 Set

30

Set Kocker

1 Set

31

Set Vena Seksi

1 Set

32

Liposuction

1 Set

33

Buka Gip

1 Set

Tabel 3.2 Daftar Instrumen Set Dasar I Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Hak Tumpul Kecil

Hak Tumpul Besar

Hak Tajam

Gunting Benang Lancip

Gunting Benang Tumpul

Gunting Kasar

Metzemburm

Handvad Mes No 3

Handvad Mes No 4

10

Kocker Bengkok 16 Cm

11

Kocker Lurus

12

Desinfeksi Klem

13

Klem 18 cm atau Klem Appendik

14

Doek Klem

15

Masquito Bengkok 12 cm

16

Masquito Luruus 12 cm

17

Naldvoeder

18

Onder Bending Klen

19

Pean Bengkok 16 cm

20

Peritonium Klem

21

Pincet Anatomis Panjang

22

Pincet Anatomis Pendek

23

Pincet Siregis Panjang

24

Pincet Siregis Pendek

25

Still Depper

26

Tong Spatel

27

Ujung Suction

28

Back Kock

29

Sonde Beralur

30

Sonde Wire

31

Masquito panjang 21 cm

32

Elis Klem

Jumlah Instrumen

Tabel 3.3 Daftar Instrumen Set Dasar II Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Hak Tajam

Back Kock

Doek Klem

Gunting Benang Lancip

Gunting Benang Tumpul

Gunting Kasar

Metzemburm

Handvadmes No 3

Handvadmes No 4

10

Kocker Bengkok 16 Cm

11

Kocker Lurus

12

Desinfeksi Klem

13

Klem 18 cm atau Klem Appendik

14

Langen Back Kecil

15

Langen Back Sedang

16

Masquito Bengkok 12 cm

17

Masquito Lurus 12 cm

18

Onderbending Klen

19

Pean Bengkok 16 cm

20

Peritonium Klem

21

Pincet Anatomis Panjang

22

Pincet Anatomis Pendek

23

Pincet Siregis Panjang

24

Pincet Siregis Pendek

25

Still Depper

26

Ujung Suction

27

Masquito Panjang 21 cm

28

Elis Klem

29

Sonde Beralur

30

Sonde Wire

31

Naldvoeder

32

Gunting Jaringan
Jumlah Instrumen

Tabel 3.4 Daftar Instrumen Set Dasar III Khusus Ortopedi Instalasi Kamar
Operasi
No

Nama Alat

Hak Tajam Sedang

Hak Tajam Besar

Doek Klem

Gunting Benang Lancip

Gunting Benang Tumpul

Gunting Kasar

Metzemburm 20 Cm

Handvadmes No 3

Handvadmes No 4

10

Kocker Bengkok 16 Cm

11

Kocker Lurus

12

Desinfeksi Klem

13

Klem 18 cm atau Klem Appendik

14

Langen Back Kecil

15

Masquito Bengkok 12 Cm

16

Masquito Lurus 12 Cm

17

Onderbending Klen

18

Pean Bengkok 16 cm

29

Pincet Anatomis Panjang

20

Pincet Anatomis Pendek

21

Pincet Siregis Panjang

22

Pincet Siregis Pendek

23

Still Depper

26

Ujung Suction

25

Masquito Panjang 21 cm

26

Langen Back Ukuran 2 cm

27

Tong Spatel

28

Naldvoeder
Jumlah Instrumen

Tabel 3.5 Daftar Instrumen Set Dasar IV Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Hak Tumpul Kecil

Hak Tumpul Sedang

Hak Tajam

Gunting Benang Lancip

Gunting Benang Tumpul

Metzemburm 20 Cm

Gunting Kasar 19 Cm

Handvadmes No 3

Handvadmes No 4

10

Desinfeksi Klem

11

Klem 18 cm atau Appendik

12

Klem Bengkok 16 cm

13

Masquito Bengkok 12 cm

14

Masquito Lurus 12 cm

15

Kocker Bengkok 16 cm

16

Kocker Lurus 16 cm

17

Pincet Anatomis Panjang

18

Pincet Anatomis Pendek

19

Pincet Siregis Panjang

20

Pincet Siregis Pendek

21

KropcSonde

22

Ujung Suction

23

Masquito Panjang 21 cm

24

Doek Klem

25

Back Kock

26

Naldvoeder 20 cm

27

Naldvoeder 18 cm

28

Naldvoeder 14 cm

29

Klem Lurus atau Onderbending

30

Peritonium Klem

31

Still Depper

32

Elis Klem 19 cm
Jumlah Instrumen

Tabel 3.6 Daftar Instrumen Set Dasar V Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Hak Tumpul Kecil

Hak Tumpul Sedang

Hak Tajam

Gunting Benang Lancip

Gunting Benang Tumpul

Gunting Kasar

Metzemburm 20 cm

Klem Appendik

Onderbending Klem

10

Handvadmes No 3

11

Handvadmes No 4

12

Desinfeksi Klem

13

Kocker Bengkok 16 cm

14

Klem Bengkok 16 cm

15

Masquito Bengkok 12 cm

16

Masquito Lurus 12 cm

17

Kocker Lurus 16 cm

18

Pincet Anatomis Panjang

19

Pincet Anatomis Pendek

20

Pincet Siregis Panjang

21

Pincet Siregis Pendek

22

Doek Klem

23

Ujung Suction

24

Still Depper

25

Elis Klem

26

Peritonium Klem

27

Naldvoeder 18 cm biasa

28

Naldvoeder 15 cm

29

Back Kock 21 cm

30

Masquito Bengkok 21 cm

31

Back Kock 21 cm
Jumlah Instrumen

Tabel 3.7 Daftar Instrumen Set Dasar VI Instalasi Kamar Operasi

No

Nama Alat

Hak Tumpul Kecil

Hak Tumpul Sedang

Hak Tajam

Gunting Benang Lancip

Gunting Benang Tumpul

Gunting Kasar

Metzemburm 20 cm

Klem Musqito 20 cm

Onderbending Klem 16 cm

10

Handvadmes No 3

11

Handvadmes No 4

12

Desinfeksi Klem

13

Kocker Bengkok 16 cm

14

Klem Bengkok 16 cm

15

Masquito Bengkok 12 cm

16

Masquito Lurus 12 cm

17

Kocker Lurus 14 cm

18

Pincet Anatomis Panjang

19

Pincet Anatomis Pendek

20

Pincet Siregis Panjang

21

Pincet Siregis Pendek

22

Doek Klem

23

Ujung Suction

24

Still Depper 20 cm

25

Elis Klem

26

Peritonium Klem

27

Naldvoeder 18 cm

28

Naldvoeder 14 cm

29

Hak Ginjal
Jumlah Instrumen

Tabel 3.8 Daftar Instrumen Set Struma Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Hak Tumpul atau Langen Back

Hak Tajam

Desinfeksi Klem

Gunting Benang Lancip

Gunting Benang Tumpul

Metzemburm 18 cm

Metzemburm 16 cm

Doek Klem

Onderbending Klem

10

Handvadmes No 3

11

Handvadmes No 4

12

Pean Bengkok 16 cm

13

Pean Bengkok 14 cm

14

Huid Hak atau Hak Kulit

15

Masquito Bengkok 12 cm

16

Masquito Panjang 18 cm

17

Pean Lurus 20 cm

18

Pincet Anatomis

19

Pincet Abzon Anatomis

20

Pincet Siregis

21

Pincet Siregis Adson

22

Naldvoeder 10 cm

23

Naldvoeder

24

Elis Klem 20 cm

25

Kocker 16 cm

26

Kocker Lurus atau Still Depper


Jumlah Instrumen

Tabel 3.9 Daftar Instrumen Set Hernia Anak Instalasi Kamar Operasi
No

Nama Alat

Hak Tumpul atau Langen Back

Still Depper atau Kocker Lurus 16 Cm

Handvad Mes No 3

Gunting Benang Lancip

Gunting Benang Tumpul

Gunting Kasar

Metzemburm

Doek Klem

Kocker Bengkok 10 cm

10

Masquito Lurus

11

Masquito Bengkok

12

Pinset Anatomi Panjang

13

Pinset Anatomi Pendek

14

Pinset Ciregis Pendek

15

Desinfeksi Klem

16

Naldvoder

17

Onderbending

18

Krop Sonde
Jumlah Instrumen

Tabel 3.10 Daftar Instrumen Set Hernia Dewasa Instalasi Kamar Operasi
No

Nama Alat

Hak Tumpul atau Langen Back

Still Depper atau Kocker 16 cm

Handvad Mes No 3

Handvad Mes No 4

Krop Sonde

Gunting Kasar

Metzemburm

Doek Klem

Kocker Bengkok 14 Cm

10

Masquito Lurus 12 Cm

11

Masquito Bengkok 12 Cm

12

Pinset Anatomi Panjang

13

Pinset Anatomi Pendek

14

Pinset Siregis Pendek

15

Pean Bengkok 16 Cm

16

Naldvoder

17

Onderbending

18

Gunting Benang Lancip

19

Gunting Benang Tumpul

20

Desinfektan Klem
Jumlah Instrumen

Tabel 3.11 Daftar Instrumen Set Kecil I Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Desinfeksi Klem

Dok Klem

Elis Klem

Gunting Benang Lancip

Gunting Benang Tumpul

Gunting Jaring An Kasar

Metzemburm

Hak Tajam Gigi 3

Handvad Mes No 3

10

Handvad Mes No 4

11

Klem 16 cm atau circumsisi

12

Klem 20 cm atau Klem App

13

Kocker Bengkok 12 cm

14

Kocker Lurus 12 cm

15

Masquito Bengkok 12 cm

16

Masquito Lurus 12 cm

17

Naldvoder 12 cm

18

Naldvoder 18 cm

19

Pincet Anatomis Pendek

20

Pinset Ciregis Pendek

21

S Hak

22

Onderbending Klem

23

Kerokan

24

Set Jarum
Jumlah Instrumen

Tabel 3.12 Daftar Instrumen Set Kecil II Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Desinfeksi Klem

Dok Klem

Elis Klem 16 Cm

Gunting Benang Bengkok 13 cm

Gunting Benang Bengkok 10 cm

Metzemburm 18 cm

Metzemburm 14 cm

Hak Tajam Gigi 2

Handvad Mes No.3

10

Pean Lurus 15 Cm atau Onder

11

Kocker Bengkok 12 cm

12

Kocker Lurus 12 cm

13

Masquito Bengkok 12 cm

14

Masquito Lurus 12 cm

15

Naldvoder 18 cm

16

Pincet Anatomis 14 cm

17

Pincet Anatomis Adzon

18

Pinset Ciregis 14 cm

19

Pinset Ciregis Adzon

20

Kerokan

21

S Hak

22

Naldvoder 14 cm

23

Naldvoder Besar

24

Gunting Benang Lurus


Jumlah Instrumen

Tabel 3.13 Daftar Instrumen Set Pediatrik Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Pincet Anatomis

Pincet Siregis

Masquito Bengkok Kecil atau Micro

Masquito Lurus

Kocker Bengkok Kecil

Naldvoeder

Rhino Klem Sinus

Gunting Benang Lurus

Gunting Benang Bengkok

10

Metzemboum
Jumlah Instrumen

Tabel 3.14 Daftar Instrumen Set Plastik I Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Pincet Anatomis Adzon 16 cm

Pincet Siregis 12 cm

Pincet Siregis 11 cm

Naldvoeder Bengkok

Naldvoder Ayu 19 Cm

Gunting Benang Lurus 13 Cm

Gunting Benang Lurus 12 Cm

Gunting Benang Bengkok 12 Cm

Gunting Benang Bengkok 11 Cm

10

Metzemboum Lurus 19,5 Cm

11

Metzemboum Lurus 16,5 Cm

12

Metzemboum Bengkok 16 Cm

13

Metzemboum Lurus 19 Cm

14

Pincet Anatomis Biasa 11 Cm

15

Pincet Anatomis Biasa 16 Cm


Jumlah Instrumen

Tabel 3.15 Daftar Instrumen Set Plastik II Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Hak Tajam Gigi Satu

Hak Tajam Gigi 2

Gunting Supercut Hitam

Gunting Iris

Gunting Lurus

Gunting Nelson atau Tumpul

Gunting Af Heacting

Gunting Benang Ii Cm

Gunting lancip 11 Cm

10

Gunting Lancip 9 Cm

11

Gunting Metzemboum Ayu

12

Pincet Adzon Anatomis

13

Pinset Adzon Siegis

14

Naldvoeder Ayu

15

Pincet Adson Gigi 1


Jumlah Instrumen

Tabel 3.16 Daftar Instrumen Set Plastik III Instalasi Kamar Operasi
No

Nama Alat

Huid Hak 14 cm

Naddvoeder 16 cm

Naddvoeder 14 cm

Desinfectan Klem 20 cm

Metzemboum 16 cm (hitam kuning)

Gunting Benang Lurus 14 cm

Gunting Benang Bengkok 12 cm

Gunting Benang Bengkok 12 cm (tumpul)

Gunting Aff Jahitan 10 cm

10

Pinset Adzon Siegis 14 cm

11

Pincet Adzon Anatomis 14 cm

12

Kocker Bengkok 12 cm

13

Masquito Bengkok 12 cm

14

Huid Hak 14 cm

15

Nadvoeder 16 cm
Jumlah Instrumen

Tabel 3.17 Daftar Instrumen Set ATE atau TE Instalasi Kamar Operasi
No

Nama Alat

Mouth Spider Otomatis

Alat Penekan Lidah

Pembuka Mulut atau Mouthgek

Sinar Tonsil

Tong Spatel

Naldvoeder

Tampon Tang

Tonsil Klem

Spit Mes

10

Speculum Hidung

11

Sluder Dengan 3 Blade

12

Kerok Adenoig No.1

13

Kerok Adenoid No.3

14

Kerok Adenoid No.4

15

Pincet Bayonet

16

Klem 45

17

Klem Bengkok 20 cm

18

Gunting Benang 20 cm

19

Masquito Panjang 18 cm

20

Doek Klem

21

Canule Suction
Jumlah Instrumen

Tabel 3.18 Daftar Instrumen Set Onkologi Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Doek Klem

Gunting Laxer Baby 10 Cm

Metzemboum Kilner 12 Cm

Metzemboum Kilner 15 Cm

Metzemboum Kilner 14 Cm

Gunting Standar 14 Cm

Hak Double atau Sen Miller

Hak Gigi 2 Tumpul

Hak Kuping

10

Hak Model L

11

Langen Back Mini

12

Handvadmes No.4

13

Handvadmes No.3

14

Kocker Bengkok 12 Cm

15

Kocker Bengkok 14 Cm

16

Kocker Bengkok 16 Cm

17

Kocker Lurus

18

Sonde

19

Masquito Bengkok 12 Cm

20

Masquito Panjang 20 Cm

21

Naldvoder Ayu

22

Naldvoeder Biasa

23

Pincet Anatomi Adzon

24

Pincet Anatomi Biasa

25

Pincet Ciregis Adson

26

Pincet Ciregis Biasa

27

Knop
Jumlah Instrumen

Tabel 3.19 Daftar Instrumen Set Trepanasi Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Bor Tangan

Mata Boor

Knabel Bengkok / Knabel Lurus

Spatel Otak Kecil

Spatel Otak Sedang

Spatel Otak Besar

Handvad Mes No 4

Handvad Mes No 3

Kikir

10

Desektor Bengkok

11

Desektor Lurus

12

Sloop Sonde Bengkok

13

Hoklet Yasargil atau Pengait Kulit Kepala

14

Pengait Gligisaw

15

Konduktor

16

Pincet Adzon Ciregis

17

Pengaris Stenlis

18

Canule Suction

18

Sutura

20

Dandy Klem

21

Doek Klem
Jumlah Instrumen

Tabel 3.20 Daftar Instrumen Set Ortopedi Instalasi Kamar Operasi

No

Nama Alat

Hammer Kecil

Hamer Besar

Double Retrakor Besar

Doubel Retraktor Kecil

Ske Math

Raspatorium Kecil

Raspatorium Besar

Cobra Kecil

Kobra Besar

10

Knabel Kecil

11

Knabel Sedang

12

Knabel Besar

13

Pemotong Wire (Wire Cutting) K

14

Pemotong Wire (Wire Cutting) B

15

Set Wire

16

Poin Center Reduction Clam atau Duk Klem

17

Verbugge Besar

18

Lewin Bone Holding Klem

19

Kikir

20

Desinfeksi Klem

21

Screw Driver (Obeng Blimbing)

22

Screw Driver Besar

23

Bone Curretang atau Kerokan

24

Tang Besar

25

Tang Kecil

26

Tang Cucu

27

Tatah

28

Gligisaw Holding

29

Respat Pacul

30

Drepper Kecil

31

Drepper Besar

32

Elevator Kecil

33

Elevator Sedang

34

Elevator Besar

35

Hak Gigi Satu Tajam


Jumlah Instrumen

Tabel 3.21 Daftar Instrumen Neurologi Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Gelfi Sedang

Adzon Besar

Adzon Sedang

Bone Cutting Lurus

Bone Cutting Bengkok

Rongeus Kecil Ayu

Rongeus Besar

Rongeuus Kecil Biasa

Hernia Tang Bengkok Atas

10

Hernia Tang Bengkok Bawah

11

Hernia Tang Kecil Panjang

12

Hernia Ang Kecil Pendek

13

Hak Saraf Kecil

14

Hak Saraf Sedang

15

Bone Curet

16

Kop Besar

17

Kop Kecil

18

Knabel Besar

19

Knabel Kecil
Jumlah Instrumen

Tabel 3.22 Daftar Instrumen Set Kuretase Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Biopsi Tang

Busi No 4

Busi No 5

Busi No 6

Busi No 7

Busi No 8

Busi No 9

Busi No 10

Busi No 11

10

Busi No 12

11

Busi No 13

12

Busi No16

13

Busi No 17

14

Busi No 21

15

Cateter Logam

16

Cucing

17

Curet Mmes No 1

18

Curet Mmes No 2

19

Curet Mmes No 4

20

Curet Mmes No 5

21

Curet Mmes No 6

22

Desinfeksi Klem

23

Doek Klem

24

Kogel Tang

25

Mikro Curet

26

Pincet Anatomis Panjang

27

Sonde Uterus

28

Speculum Vagina Panjang

29

Speculum Vagina Pendek

30

Tampon Tang

31

Tang Abortus
Jumlah Instrumen

Tabel 3.23 Daftar Instrumen Set Gall Blass Lama (I) Instalasi Kamar
Operasi
No

Nama Alat

Timan Kecil

Timan Sedang

Timan Besar

Speder atau Pembuka Luka

Ring Klem

Klem 90 Pendek

Klem 90 Pendek

Klem 45 Panjang

Elis Klem 17 Cm

10

Steen Tang
Jumlah Instrumen

Tabel 3.24 Daftar Instrumen Set Gall Blass Baru (II) Instalasi Kamar
Operasi
No

Nama Alat

Sweet Hak

Sonde (No 2 sampai dengan 11 )


Jumlah Instrumen

Tabel 3.25 Daftar Instrumen Set Histerektomi I Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Pean Bengkok Putih 20 Cm

Pean Bengkok Hitam 20 Cm

Pean Lurus Hitam 20 Cm

Kocker Bengkok 20 Cm

Kocker Lurus 20 Cm

Klem Histerektomi

Mouse

Kogel Tang

Ricaksion Panjang
Jumlah Instrumen

Tabel 3.26 Daftar Instrumen Set Histerektomi II Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Pean Bengkok Putih 20 Cm

Pean Bengkok Hitam 20 Cm

Pean Lurus Hitam 20 Cm

Kocker Bengkok 20 Cm

Kocker Lurus 20 Cm

Klem Histerektomi

Mouse

Kogel Tang

Ricaksion Panjang
Jumlah Instrumen

Tabel 3.27 Daftar Instrumen Set SC (I, II, III, IV) Instalasi Kamar Operasi
No

Nama Alat

Ring Klem

Hak Besar

Ricaksion Pendek
Jumlah Instrumen

Tabel 3.28 Daftar Instrumen Set Reseksi Usus (I, II) Instalasi Kamar
Operasi
No

Nama Alat

Hak Ricaksion Panjang

Hak Ricaksion Pendek

Klem Usus Bengkok

Klem Usus Lurus

Klem Kuat
Jumlah Instrumen

Tabel 3.29 Daftar Instrumen Set Reseksi Usus Anak Instalasi Kamar
Operasi

No

Nama Alat

Sperder

Klem Usus

Ricaksion Kecil
Jumlah Instrumen

Tabel 3.30 Daftar Instrumen Set Trakeostomi Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Hak Model

S Hak

Hak Kuping

Langen Back Kecil

Hak Tajam Gigi 2

Hak Tumpul Gigi 2

Hak Tajam Gigi Satu

Hak Tumpul Gigi Satu

Canule Tracheostomi dari Besi


Jumlah Instrumen

Tabel 3.31 Daftar Instrumen Set Vena Seksi Instalasi Kamar Operasi

No

Nama Alat

Gunting Benang Bengkok 9 Cm

Gunting Benang Lurus 11 Cm

Pincet Ciregis Biasa 10 Cm

Pincet Anatomis Biasa 10 Cm

Pincet Anatomis 900 12 Cm

Musquito Bengkok 12 Cm

Pean Bengkok 13 Cm

Pean Lurus 13 Cm

Handvad Mess No 3

10

Najdvoeder 18 Cm

11

Onderbending 16 Cm

12

Doek Klem

13

Jarum Pungsi No 1
Jumlah Instrumen

Tabel 3.32 Daftar Instrumen Set Tambahan Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Ricaksion Panjang

Ricaksion Pendek

Langen Back Sedang

Handvad Mes Kuning No 4

Handvadmes Putih No.4

Handvad Mes No.3 Panjang

Sendok Kecil

Huid Hak

Trocat

10

Mioma Boor

11

Stain Sky

12

Canule Suction

13

Peritonium Klem

14

Ringklem Panjang

15

Ringklem Pendek

16

Naldvoeder 26 Cm

17

Naldvoeder Ayu 25 Cm

18

Naldvoeder 21 Cm

19

Onderbending

20

Pincet Anatomis Ayu 25 Cm

21

Pinset Anatomis 21 Cm

22

Pincet Anatomis 16 Cm

23

Pinset Siregis 20 Cm

24

Pinset Siregis 16 Cm

25

Pean Bengkok 20 Cm Hitam

26

Pean Bengkok 20 Cm Putih

27

Ujung Suction

28

Tong Spetel Besar

29

Kocker Lurus 24 Cm

30

Kerokan

31

Ringklen Bengkok

32

Nadlvoeder
Jumlah Instrumen

Tabel 3.33 Daftar Instrumen Set Mangkok OP (15 set) Instalasi Kamar
Operasi
No

Nama Alat

Mangkok

Piala Gingal

Tabel 3.34 Daftar Instrumen Set Spinal (16 set) Instalasi Kamar Operasi
No

Nama Alat

Cucing

Klem atau kocker

Tabel 3.35 Daftar Instrumen Set Mangkok Cuci Tangan (6 set) Instalasi
Kamar Operasi

No

Nama Alat

Mangkok

Tabel 3.37 Daftar Instrumen Pembuka Gips Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Gunting Pemottong Gips

Pembuka Gips

Gunting besar

Matahari
Jumlah Instrumen

Tabel 3.38 Daftar Peralatan Instalasi Kamar Operasi


No

Nama Alat

Jumlah

Keterang

Mesin Anestesi

4 Set

N20

18 Tabung

Oksigen

7 Tabung

Ventilator

1 Buah

Monitor Pasien

6 Set

3 buah di ruang sadar pu


operasi. Berkapasitas 40
250 volt

Termohygrometer

4 Set

1 buah masing-masing d
buah di ruang in

2 Buah mesin anestesi


pembuangan gas dimes
mesinanestesi sistem p
melalui pipa yang dialirka
kamar operasi. Penlon Volt
50 watt. Acoma Voltase 22
Ohmeda voltase 220 2

Ada persediaan di Inst

Ada persediaan di Instala


sarana dan pra

Dermatome

1 Set

Holter Mandrin

1 Set

Suction Mola

1 Set

10

Meja Mayo

6 Buah

Masing-masing kamar o

11

Lampu Operasi

3 Buah

Masing-masing ada dik

12

Cauter

4 Set

Masing-masing kamar
Bertold 50 175 watt, Volt
50 Watt Voltase 22

13

Oxymetri

2 Buah

Dewasa I buah Anak-ana


masing monitor mem

14

Suction Pump

7 Set

Masing-masing kamar ope


anestesi dan operasi ). Ada
Medela Voltase 230 240
Suction voltase 230 v

15

Meja Operasi

3 Buah

Masing- masing kamar

16

Meja Instrumen

3 Buah

Masing-masing kamar o

17

Dc Shock (Defibrilator )

1 Set

Penyimpanan di R prem
terjangkau

18

Lampu Sorot (Tindakan).

1 Buah

19

Syringe Pump

4 Buah

20

Microscope

1 Set

21

Traksi Table

1 Set

22

Autoclave

1 set

23

Sterilisator

1 Set

Digunakan hanya untuk


Instalasi Kamar

24

Ambubag

6 Set

Penyimpanan di tiap-tiap k
troli Emerge

25

Endoctraheal

20 Buah

Penyimpanan di tiap-tiap k
troli Emerge

26

Laringoskop

20 Buah

Penyimpanan di tiap-tiap k
troli Emerge

27

Orofaringeal Tube

5 Buah

Penyimpanan di tiap-tiap k
troli Emerge

28

Magill

6 Buah

Penyimpanan di tiap-tiap

29

Stylet

6 Buah

Penyimpanan di tiap-tiap

Penyimpanan diru

29

Liposuction

1 Set

30

Blood Warmer

1 Set

31

Pressure Infusion

1 Set

32

Stetoskop

4 Buah

33

Manometer Oksigen
(Humidifier)

6 Buah

34

Boor Orthopedi

1 Set

Syntess voltase 100 24

35

Boor Manual

2 Buah

Makita voltase 220 230

36

Loop

1 Set

37

Goggle

15 Buah

38

Lampu THT

2 Buah

39

Infant Warmer

1 Buah

40

Patient Warmer

1 Buah

41

Alat WSD

2 Buah

42

Tensimeter Manual Berdiri

1 Buah

43

Brankar Standar

5 Buah

44

Kabel Rol

8 Rol

45

Pengatur Suhu (AC)

11 Buah

46

Troli Emergensi

1 Buah

47

Troli Penyimpanan Kasa

1 Buah

48

Tromol Penyimpanan Linen


(Besar Kecil)

10 Buah

49

Laringoskop Istimewa

1 Set

Terima tanggal 22

50

C-Arm dan Apron 4+ (Kaca


Mata)

1 Set

Terima tanggal 12 No

e. Fasilitas Non Medis


1. Pintu

Berkapasitas 55 watt, v

Penyimpanan di tiap tiap


di RR.

Pemakaian di RR ( oks

Dimasing masing kamar


buah dengan voltase 2

Bentuk pintu sliding, pintu harus selalu tertutup dengan menggunakan


penutup otomatis. Pintu selalu terawat dan tidak boleh mengeluarkan
suara.
2. Ventilasi
Memakai AC dilengkapi filter dan sistem ultraclean luminay airflow. Suhu
diatur antara 19-22?C dan kelembaban udara 50-60 %
3. Sistem Penerangan
Lampu ruangan memakai lampu pijar putih tertanam di dalam langitlangit sehingga tidak menampung debu dan mudah dibersihkan.
Pencahayaan ruangan sesuai peraturan pencahayaan pada buku ini.
Lampu operasi merupakan lampu khusus yang terdiri dari beberapa
lampu yang fokusnya dapat diatur, tidak panas, terang, tidak menyilaukan
dan tidak menimbulkan bayangan
4. Sistem Gas
Sistem gas sebaiknya dibuat sentral memakai sistem pipa. Sistem pipa
melalui bawah lantai atau di atas langit-langit, dibedakan sistem pipa
O2 dan Nitrogen Oksida
5. Sistem Listrik
Ada sistem penerangan darurat dan sistem listrik cadangan
6. Sistem Komunikasi
Ada sistem komunikasi dengan ruangan lain di dalam rumah sakit dan ke
luar Rumah Sakit
f. Instrumentasi

Semua peralatan menggunakan mobile atau troli, mempunyai roda atau


diletakkan di atas troli beroda. Semua alat terbuat dari stainless steel dan
mudah dibersihkan.

g. Pembersihan
Pembersihan Harian
Setiap hari seluruh permukaan lantai kompleks kamar operasi dibersihkan
dan didesinfeksi. Setiap hari dilakukan pemeriksaan prasarana seperti
penyediaan air bersih, kelistrikan, pencahayaan, ventilasi, dan
sebagainya. Pelaksana adalah Cleaning Service dan tim kamar operasi,
dan penanggung jawab adalah Kepala Instalasi Kamar Operasi.
Pembersihan Mingguan
Seluruh permukaan dinding Kamar Operasi dibersihkan dengan cairan
didesinfeksi. Lantai dibersihkan dengan deterjen, dikeringkan dan
didesinfeksi. Seluruh permukaan lain seperti permukaan lampu operasi,
troli anestesi, kabel-kabel dan selang, tabung N2O, meja operasi troli alat
kesehatan, kursi, AC dibersihkan dan didesinfeksi. Kamar mandi
dibersihkan pagi sore. Semua bahan medis yang disterilisasi kering
diperiksa kapasitas formalinnya.
Pembersihan Pra Operasi
Bila jadwal operasi dilaksanakan setelah dilakukan pembersihan rutin
maka ruangan bedah tidak perlu dibersihkan lagi. Bila jadwal operasi
dilaksanakan sebelum dilaksanakan pembersihan rutin, maka segera
dilakukan pembersihan ruangan operasi dan sekitarnya.
Pembersihan Pasca Operasi

Dinding dibersihkan dan didesinfeksi

BAB IV TATA LAKSANA PELAYANAN

A. Persiapan Lingkungan Kamar Operasi Bedah


1. Persiapan alat-alat
Semua kebutuhan perlengkapan bedah dikemas atau dibungkus dengan
pembungkus steril yang memenuhi syarat.
Kemasan atau pembungkus steril harus diperiksa terhadap:
Keutuhan dari bungkusan atau kemasan tersebut (tidak robek, tidak
terbuka, tidak kotor).
Kelembaban dari kemasan atau bungkusan.
Tanggal steril harus tercantum di bagian luar pembungkus, bila lewat
dari 3 x 24 jam harus disteril ulang.

Perlengkapan bedah yang dipergunakan untuk operasi sepsis, harus


segera diamankan agar tidak menyebabkan kontaminasi.
Alat-alat bedah yang disposable tidak boleh diulang, harus segera
langsung dibuang.
Tempat larutan antiseptik atau desinfektan yang dipakai di kamar bedah
harus sering diganti, paling sedikit seminggu sekali.
Alat-alat besar seperti: lampu operasi, alat-alat anestesi, troli
dibersihkan dengan desinfektan tertentu.
2. Ventilasi
Udara yang masuk kamar bedah disaring bebas debu dan
kuman, filter harus sering diganti sesuai dengan petunjuk dan harus
sering diperiksa. Suhu dan kelembaban udara harus diatur, suhu antara
200 -250 C, kelembaban antara 50-55.
Tekanan udara dalam kamar operasi sedikit lebih tinggi dari ruang
sekitarnya supaya kotoran tidak masuk ke dalam kamar operasi bila pintu
dibuka.
3. Persiapan Permukaan Kamar Operasi (Dinding, Lantai, Plafon)
Klorinasi air yang dipakai untuk cuci tangan.
Dinding dan lantai dicuci dengan desinfektan tertentu (Steriliside)
B. Syarat-Syarat Bekerja di Kamar Operasi
1. Displin yang tinggi dalam menjalankan peraturan sepsis jangan banyak
bicara.

2. Jangan banyak mondar-mandir dan usahakan jangan terlalu banyak


orang dalam kamar operasi.
3. Kesehatan dan kebersihan.
4. Petugas kamar operasi harus bebas dari kuman-kuman yang mudah
ditularkan (karier sangat sukar ditentukan).
5. Perlengkapan petugas:
Perlengkapan petugas yang ikut pembedahan:
Baju kamar operasi
Penutup kepala
Masker
Alas kaki atau sepatu dalam kamar operasi
Jas operasi steril
Sarung tangan steril
Perlengkapan petugas yang lain:
Baju kamar operasi
Penutup kepala
Masker
Alas kaki
C. Lalu Lintas di Lingkungan Kamar Operasi

Pada lalu lintas ini perlu diingat adanya daerah-daerah bebas, area
semirestriktik, daerah bersih dan area restriktik.
Lalu lintas meliputi:
1. Lalu lintas Petugas
Sarana pada lalu lintas petugas harus ditentukan adanya:
Ruang ganti pakaian
Perlengkapan-perlengkapan khusus
Batas daerah bersih dan kotor
Batas-batas tersebut meliputi:
a. Petugas buka alas kaki, masuk ruang bedah lewat pintu khusus, menuju
ruang ganti pakaian (daerah bersih)
b. Petugas ganti pakaian dengan pakaian khusus bedah (tidak boleh
dirangkap) dan cuci tangan.
c. Pakaian petugas disimpan dalam lemari pakaian yang sudah disiapkan.
d. Petugas masuk dalam area restriktik dalam kedaan sudah memakai
tutup kepala, masker dan alas kaki khusus.
e. Bila sudah selesai bekerja petugas keluar melalui jalur yang sama
waktu masuk dengan meletakkan kembali perlengkapan-perlengkapan
yang sudah dipakai di tempat yang sudah ditentukan.
2. Lalu lintas Penderita
a. Penderita dikirim ke ruang bedah lewat koridor transfer penderita.

b. Petugas kamar operasi menyemput dengan brankar kamar operasi di


koridor transfer. Penderita dibawa ke kamar persiapan (ganti baju dengan
baju kamar operasi).
c. Dari kamar persiapan, penderita dibawa ke kamar operasi dengan
memakai brankar di Instalasi Kamar Operasi, dipindahkan ke meja
operasi, brankar disimpan di luar kamar operasi (masih dalam area
restriktik).
d. Selesai operasi penderita dibawa ke kamar pemulihan atau ruang sadar
pulih dengan menggunakan Brankar Instalasi Kamar Operasi dan
memakai pakaian bedah.
e. Penderita keluar dari kamar pemulihan menuju ruangan lewat pintu
ruang pulih sadar.
3. Lalu lintas Alat
a. Sarana untuk lalu lintas.
Ruang untuk penyimpanan alat yang sudah steril.
Alat pengangkut: troli atau meja kecil.
b. Prosedurnya:
Sebelum operasi dimulai, semua alat yang mungkin akan dipakai sudah
ada di dalam kamar operasi.
Setelah selesai operasi, semua alat yang sudah dipakai harus segera
diletakkan di loket yang telah disiapkan tempatnya, dibawa ke Instalasi
Sterilisasi Sentral bagian pengepakan.

Instrumen disiapkan oleh petugas Instalasi Sterilisasi Sentral sampai


instrumen siap pakai.
Penyerahan instrumen oleh petugas Instalasi Sterilisasi Sentral lewat
loket.
Alat linen yang sudah dipakai dimasukan ke dalam kantong khusus
lewat loket dan dikirim ke bagian pencucian.
Alatalat disposable yang sudah dipakai dimasukkan ke dalam kantong
atau tempat khusus dan dikirim ke bagian pembakaran.
D. Tata Laksana Pembedahan pada Penderita dengan HIV dan
Hepatitis B dan C
1. Penderita direncanakan dilakukan operasi terakhir, supaya kamar
operasi bisa langsung dibersihkan setelah selesai pembedahan.
2. Harus menggunakan mesin anestesi yang bagian-bagiannya dapat
disterilkan dengan autoclave atau memakai yang disposable, dan
memakai virus filter antarra endotracheal tube dengan closed circuit-nya.
3. Harus disiapkan:
a. Desinfektan yang cukup (glutaraldehyde 2 %)
b. Celemek plastik yang kedap cairan.
c. Pelindung mata dan muka.
d. Kantong plastik yang tebal dan kedap air dengan tanda khusus untuk
tempat kotor yang terkontaminasi.

4. Personil kamar operasi harus memakai celemek plastik kedap air di


bawah jas operasi memakai pelindung mata (kaca mata) dan pelindung
muka, memakai sarung tangan rangkap dua.
5. Personil dalam kamar operasi sesedikit mungkin dan alat-alat yang
diperlukan saja, harus ada dua orang perawat keliling: 1 orang di dalam
dan 1 orang lagi di luar untuk menghindari kontaminasi ke luar ruangan.
6. Perawat keliling juga harus menggunakan sarung tangan, pelindung
mata dan muka, celemek kedap air di bawah jas operasi yang steril.
7. Harus memakai linen disposable, meja operasi tertutup dan kain yang
kedap air, kemudian ditutup lagi dengan kaindisposable.
8. Penderita dibawa ruang pemulihan setelah sadar benar.
9. Instrumen yang telah dipakai harus dicuci dengan sabun air panas
sebelum di autoclave. Instrumen yang tidak dapat di-autoclave setelah
dicuci dengan sabun air panas harus direndam
dengan sterilicide atau Natriumdichloroisocyanurate atau NaDCC
(Solution) sesuai kebutuhan.
10. Perawat yang mencuci instrumen tersebut harus memakai
perlengkapan seperti:
a. Sarung tangan yang kuat dan utuh.
b. Celemek plastik kedap air di bawah jas luar.
c. Pelindung mata (kaca mata), pelindung wajah ini sangat penting
dengan banyaknya percikan-percikan air yang mengandung kuman.
11. Alat anestesi (closed circuit) setelah dipakai disterilkan.

12. Setelah pembedahan, kamar operasi dan alat-alat yang telah dipakai
harus segera dibersihkan dengan air sabun panas.
13. Rahasia penderita harus dijaga kecuali tanda merah status.
14. Darah dan cairan tubuh penderita harus dibakar.
15. Kamar operasi segera harus disterilkan sesuai prosedur yang berlaku
di kamar operasi (1 kali saja)

E. Tata Laksana di Ruang Sadar Pulih


1. Semua petugas di ruang sadar pulih harus bebas dari penyakit yang
menular melalui pernapasan atau udara dan bebas dari luka terbuka.
2. Prosedur kewaspadaan universal harus dipatuhi dengan merujuk pada
penularan lewat darah.
3. Sebelum masuk ruang sadar pulih semua petugas harus mengganti
pakaian dengan pakaian yang khusus dipakai untuk bekerja di ruang
tersebut, termasuk alas kaki, pakaian tersebut tidak diperbolehkan dibawa
ke luar ruangan, dan pakaian dari luar tidak boleh dibawa masuk.
4. Semua pengunjung harus mengenakan gaun pelindung atau gaun dan
alas kaki pelindung yang disediakan sebelum memasuki ruangan.
5. Petugas diharuskan selalu mencuci tangan dengan sabun antiseptik
setiap kali kontak dengan pasien.

BAB V
LOGISTIK

A. Alat yang Ada

BAB VI
KESELAMATAN PASIEN

BAB VII
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Semua petugas di ruang sadar pulih harus bebas dari penyakit yang
menular melalui pernafasan/udara dan bebas dari luka terbuka.
Prosedur kewaspadaan universal harus dipatuhi dengan merujuk pada
penularan lewat darah.
Sebelum masuk ruang sadar pulih semua petugas harus menganti
pakaian dengan pakaian yang khusus dipakai untuk bekerja diruang

tersebut, termasuk alas kaki,pakaian tersebut tidak diperbolehkan dibawa


ke luar ruangan, dan pakaian dari luar tidak boleh dibawa masuk.
Semua pengunjung harus mengenakan gaun pelindung/skort dan alas
kaki pelindung yang disediakan sebelum memasuki ruangan.
Petugas diharuskan selalu mencuci tangan dengan sabun anntiseptik
setiap kali kontak dengan pasien.

BAB VIII PENGENDALIAN DAN PENINGKATAN MUTU

BAB IX PENUTUP