Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI

PERCOBAAN KE 2
PEMERIKSAAN MAKROSKOPIK, ORGANOLEPTK, DAN SUSUT
PENGERINGAN SIMPLISIA

Disusun oleh:
Kelompok 3 Kelas A
Nama Anggota Kelompok:
1.
2.
3.
4.

Swastika Dwi Ariasti


Defi Srium Siagian
Siti Rahmatillah
Isrhohatun Syadiah

Tanggal Praktikum

(G1F013029)
(G1F013031)
(G1F013033)
(G1F013035)
: 14 oktober 2014

Nama Dosen Pembimbing : Bapak Harwoko, M.Sc.,Apt


Nama Asisten Praktikum

LABORATORIUM FARMASI KIMIA BAHAN ALAM


JURUSAN FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS NEGERI JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2014
PERCOBAAN 2

PEMERIKSAAN MAKROSKOPIK, ORGANOLEPTK, DAN SUSUT


PENGERINGAN SIMPLISIA
I.

Tujuan
1. Membedakan simplisia yang telah dibuat sebelumnya secara makroskopik
(bentuk, ukuran, dan keadaan fisik lain yang spesifik) dan organoleptik
(warna, bau dan rasa)
2. Melakukan standarisasi mutu dengan penentuan susut pengeringan simplisia

II.

Tinjauan Pusataka
Seiring dengan kesadaran masyarakat akan bahaya dari obat-obat sintetik,
maka alternatif lain untuk mendapatkan efek terapi atau pengobatan cenderung
memilih bahan alam, diantaranya dengan mengkomsumsi jamu.Sebagai ahli
farmasi, maka kita dituntut untuk dapat mengidentifikasi secara makroskopis
maupun mikroskopis dari komposisi sediaan jamu yang ada. Dalam usaha
tersebut, maka kita dituntut untuk dapat mengenali bentuk morfologi ataupun
anatomi serta kandungan kimia dari jamu tersebut. Dengan diketahuinya
kandungan simplisia dari sediaan jamu tersebut, maka kita dapat menganalisis
kandungan zat serta lebih lanjut dapat mempelajari kemampuan efek terapi dari
kandungan simplisia dari jamu tersebut. Secara umum kandungan/komposisi dari
jamu merupakan bahan alam khususnya dari tumbuh-tumbuhan yang khasiatnya
teruji berdasarkan pengalaman secara turun temurun.
Seiring dengan kesadaran masyarakat akan bahaya dari obat-obat sintetik,
maka alternatiflain untuk mendapatkan efek terapi atau pengobatan cenderung
memilih bahan alam, diantaranyadengan mengkomsumsi jamu. Sebagai ahli
farmasi, maka kita dituntut untuk dapatmengidentifikasi secara makroskopis
maupun mikroskopis dari komposisi sediaan jamu yangada. Dalam usaha tersebut,
maka kita dituntut untuk dapat mengenali bentuk morfologi ataupunanatomi serta
kandungan kimia dari jamu tersebutDengan diketahuinya kandungan simplisia
dari sediaan jamu tersebut, maka kita dapatmenganalisis kandungan zat serta lebih
lanjut dapat mempelajari kemampuan efek terapi darikandungan simplisia dari
jamu tersebut. Secara umum kandungan/komposisi dari jamumerupakan bahan
alam khususnya dari tumbuh-tumbuhan yang khasiatnya teruji berdasarkan
pengalaman secara turun temurun.

III.
Alat dan Bahan
1. Alat-Alat

Oven

Timbangan

Alat Tulis

Sarung Tangan

2. Bahan Bahan

Alumunium Foil

Simplisia ( Bunga, Daun, Akar, Batang, Buah, Rimpang, Kulit Buah, dan
Herba )

IV.

Cara Kerja

Uji Organoleptik

Simplisia

Diamati warna, bentuk, dan dilakukan


pengukuran dan di catat

Diperiksa simplisia tersebut dengan membau


( Menggunakan hidung) dan merasakan
( dengan lidah ) dan dicatat

HASIL

Dilakukan Uji kadar air secara gravimetri

Penetapan Kadar Air ( Susut Pengeringan )

10 gr Simplisia
-

Dimasukkan ke dalam wadah

Ditimbang dengan seksama

Dikeringkan pada suhu 105C selama 2 Jam


dan ditimbang

Dilanjutkan pengeringan dan ditimbang pada


jarak 30 menit sampai perbedaan antara dua
penimbangan berturut-turut didak lebih dari
0,25 %.

Dihitung Susut pengeringannya

Dibuat laporan hasil pengamatan

HASIL