Anda di halaman 1dari 3

Peran Glukosamin terhadap Nyeri Lutut pada Lanjut

Usia
Ricky Sunandar
10.2012.227

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana


Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510
Rickz.Sun@gmail.com

Pendahuluan
Semua manusia pasti akan selalu bertambah usia. Seiring dengan pertambahan itu,
mereka akan menjadi tua dan akan semakin rentan terhadap penyakit. Hal ini disebabkan oleh
perubahan-perubahan yang terjadi pada lanjut usia(lansia). Seperti yang terjadi pada
muskuloskeletal, cairan tulang menurun sehingga lansia rentan terkena osteoporosis, kifosis,
persendian membesar dan menjadi kaku(atrofi otot), kram, tremor, tendon mengerut, dan
mengalami sklerosis.1
Para lansia juga rentan terkena penyakit rematik dan para lansia paling banyak
enderita osteoartrosis atau osteoartritis. Seperti pada kasus yang diberikan, ada seorang ibu
berusia 60 tahun yang mengeluh nyeri pada kedua lutut sejak 2 hari yang lalu. Pada makalah
ini, kita akan membahas tentang penyebabnya dan juga apa yang dapat dilakukan untuk
mengurangi rasa nyeri itu.

Isi
Pada orang dewasa, nyeri pada lutut bisa terjadi karena trauma seperti terjatuh,
keseleo, cidera waktu olahraa baik disadari maupun tidak. Ada anggapan bila cidera-cidera
ini ringan maka cukup diurut atau diobati secara tradisional, padahal jika tidak ditangani
secara baik dapat menimbulkan penyakit lutut yang kompleks di kemudian hari, bahkan cacat
permanen yang sulit dikoreksi dengan tindakan pembedahan yang canggih sekalipun seperti
patah tulang dalam sendi yang tidak disadari oleh penderita dan umumnya hanya dikira
keseleo biasa.
Pada usia diatas 45 tahun, seperti pada kasus, mulailah terjadi penyakit degeneratif
pada lutut dikarenakan kerusakan tulang rawan sendi yang disebut artritis. Pada stadium
awal, akan terjadi kaku sendi di pagi hari, lama kelamaan disertai rasa nyeri di lutut terutama
bila jongkok berdiri atau saat naik tangga dan diakhiri dengan nyeri permanen dan gerakan

sendi yang sangat terbatas yang kadang-kadang memaksa penderita untuk tidak berjalan lagi
walau kondisi tubuh masih cukup sehat. Penyebab artritis digolongkan dalam dua kelompok
besar yaitu primer karena aus atau gugusnya tulang rawan sendi akibat pemakaian seperti ban
yang menjadi tipis setelah menempuh jarak jauh atau juga yang sekunder karena penyebab
yang lain seperti cedera waktu muda yang tidak segera diatasi, bentuk kaki yang terlalu O
atau X, penyakit rematik dan asam urat, infeksi dan lain sebagainya.2
Seperti pada kasus, dapat kita katakan bahwa penderita mengalami nyeri lutut karena
terjadinya artritis karena faktor umurnya yang memang sudah 60 tahun sehingga terjadi
penyakit degeneratif. Lalu, pengobatan apa yang diperlukan? Pada lansia berbadan gemuk
harus direncanakan pengatur makanan (diet) untuk mengurangi berat badan jika rematik
menyerang sendi lutut dan tumit. Maksudnya untuk mengurangi beban pada persendian
tersebut. Obat-obatan hanya mengurangi gejalanya saja, tetapi tidak dapat menyembuhkan.
Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menghentikan proses degenerasi (kemunduran)
atau proses menjadi tua. Jika sangat diperlukan, tentu dapat dilakukan pembedahan untuk
meringankan gejala-gejala dan memperbaiki fungsi sendi itu sendiri.3
Untuk mengurangi nyeri pada lutut, bisa juga mengkonsumsi glukosamin sulfat.
Glukosamin sulfat adalah nutrien yang dapat meningkatkan regenerasi tulang rawan sendi.
Bahan ini diserap oleh tubuh dengan baik dan secara bermakna meningkatkan regenerasi
tulang rawan. Seperti diketahui, osteoartritis berkembang karena ketidakseimbangan antara
kerusakan dan regenerasi. Karena itu, glukosamin sulfat adalah terapi yang sangat efektif
untuk osteoartritis dengan membantu memulihkan keseimbangan antara erosi dan regenerasi
tulang rawan. Efek samping dari glukosamin sulfat sangat jarang terjadi.
Glukosamin adalah amino monosakarida yang ditemukan pada kitin, glikoprotein, dan
glikosamioglikan seperti asam hialunorat dan heparan sulfat. Glikoprotein, dikenal sebagai
proteoglikan yang merupakan bentuk dasar matriks ekstraseluler dari jaringan penyambung.
Glukosamin secara alami disintesis dalam tubuh. Glukosamin merupakan senyawa penting
dalam pembentukan kolagen dan pengawet kartilago, serta berguna untuk meningkatkan
kelenturan dan menyerap guncangan. Berhubung kadar glukosamin menurun seiring dengan
pertambahan usia, cedera, dan stress, pilihan yang terbaik adalah mengonsumsi suplemen
glukosamin sulfat 1.500 mg per hari.

Kesimpulan
Dapat dilihat dari kasus yang didapat bahwa seorang ibu berumur 60 tahun mengeluh
bahwa ia merasakan nyeri pada kedua lututnya. Dari yang dibahas diatas hal ini disebabkan
oleh faktor umur yang menyebabkan penyakit degenerasi pada persendiannya. Hal ini juga
dipengaruhi oleh faktor lingkungan karena ibu ini tinggal di rumah susun di lantai 3 karena
penyakit nyeri pada lutut akan semakin terasa sakit jika sedang menaiki tangga. Untuk
mengurangi rasa sakit tersebut, maka ibu ini harus mengonsumsi glukosamin setiaap harinya.
Karena glukosamin berfungsi untuk meregenerasi tulang rawan sendi.

Daftar Pustaka
1. Maryam RS, Ekasari MF, Rosidawati, Jubaedi A, Batubara I. Mengenal usia lanjut
dan perawatannya. Jakarta: Salemba Medika; 2008: 55-6.
2. Wibisono
A.
Nyeri
lutut
tidak
perlu
ditakuti.
Diunduh
dari
http://www.mitrakeluarga.com/gading/nyeri-lutut-tidak-perlu-ditakuti/, 20 Desember
2012.
3. Santoso H, Ismail A. Memahami krisis lanjut usia: uraian medis dan pedagogispastoral. Jakarta: BPK Gunung Mulia; 2009: 35.
4. Vitahealth, Food Supplement. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama: 198.
5. Nasanius Y. Pertemuan linguistik pusat kajian bahasa dan budaya atma jaya:
kedelapan belas. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia; 2007: 28.
6. Oz MC, Roizen MF. Being beautiful: sehat dan cantik luar dalam ala dr. Oz. Bandung:
Qanita; 2010: 273-3.