Anda di halaman 1dari 15

Tugas Kelompok II

Jenis - Jenis Awan

Disusun oleh :

1. Ibnu Yurayama
(131110149 )
2. Nurul suci afsari (131110186 )
3. Mizan (1311101940)
4. Robiansyah ( 131110257 )

BAB 1
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Awan merupakan sekumpulan titik air atau es yang melayang-layang di udara,

yang terbentuk dari hasil proses kondensasi. Kondensasi terjadi karena adanya proses
penggabungan molekul-molekul air dalam jumlah cukup banyak sehingga membentuk
butiran yang lebih besar. Terdapat berjuta-juta butiran awan di atmosfer dengan ukuran
yang berbeda-beda. Masing-masing mempunyai gerakan yang arah dan kecepatannya
tidak sama, sehingga antara butir yang satu dengan yang lain saling bertumbukan. Satu
butir hasil kondensasi yang berukuran kecil (0,01 mm) mempunyai kecepatan jatuh 1
cm per detik. Besarnya butiran awan dapat tumbuh menjadi 200 mikron atau lebih dan
dapat jatuh sebagai hujan. Awan adalah massa terdiri dari tetesan air atau kristal beku
tergantung di atmosfer di atas permukaan bumi atau tubuh planet lain. Awan juga massa
terlihat yang tertarik oleh gravitasi, seperti massa materi dalam ruang yang disebut
awan antar bintang dan nebula. Awan dipelajari dalam ilmu awan atau fisika awan,
suatu cabang meteorologi. Di Bumi substansi biasanya kondensasi uap air. Dengan
bantuan partikel higroskopis udara seperti debu dan garam dari laut, tetesan air kecil
terbentuk pada ketinggian rendah dan kristal es pada ketinggian tinggi bila udara
didinginkan jadi jenuh oleh konvektif lokal atau lebih besar mengangkat non-konvektif
skala. Pada beberapa soal, awan tinggi mungkin sebagian terdiri dari tetesan air super
dingin. Tetesan dan kristal biasanya sekitar 0,01 mm (0,00039 in) diameter. Paling
umum dari pemanasan matahari di siang hari dari udara pada tingkat permukaan,
angkat frontal yang memaksa massa udara lebih hangat akan naik lebih keatas dan
mengangkat orografik udara di atas gunung. Ketika udara naik , mengembang sehingga
tekanan berkurang. Proses ini mengeluarkan energi yang menyebabkan udara dingin.
Ketika dikelilingi oleh milyaran tetesan lain atau kristal mereka menjadi terlihat
sebagai awan. Dengan tidak adanya inti kondensasi, udara menjadi jenuh dan
pembentukan awan terhambat. dalam awan padat memperlihatkan pantulan tinggi (70%

sampai 95%) di seluruh awan terlihat berbagai panjang gelombang, sehingga tampak
putih, di atas. Tetesan embun (titi-titik air) cenderung efisien menyebarkan cahaya,
sehingga intensitas radiasi matahari berkurang dengan kedalaman arah ke gas, maka
warna abu-abu atau bahkan gelap kadang-kadang tanpak di dasar awan. Awan tipis
mungkin tampak telah memperoleh warna dari lingkungan mereka atau latar belakang
dan awan diterangi oleh cahaya non-putih, seperti saat matahari terbit atau terbenam,
mungkin tampak berwarna sesuai. Awan terlihat lebih gelap di dekat inframerah karena
air menyerap radiasi matahari pada saat panjang gelombang.

2. Tujuan
a) Untuk mengetahui jenis-jenis dan karakter awan

3. Manfaat
a)

Untuk memprediksi cuaca /indikator keaadaan cuaca

b) Dapat mengetahui : jenis , karakter ,bentuk , ukuran, dan warna Setiap jenis
awan .

BAB 2
PEMBAHASAN

A.

Pembentukan Awan Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini
meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini bisa terjadi

dengan dua cara:


1. Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena
air lebih cepat menyerap. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik
tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu
akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak
terhingga banyaknya.
2.

Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfer lembap. Udara makin
lama akan

menjadi semakin tepu dengan uap air. Apabila awan telah

terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan
itu akan menjadi semakin berat,

dan perlahan-lahan daya tarik bumi

menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu
akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan. Jika titik-titik air tersebut
bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang.
Inilah yang menyebabkan itu awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air
yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair.
Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak
membawa hujan.
B.

Klasifikasi Awan Awan merupakan awal proses terjadinya hujan, sehingga


banyak

digunakan sebagai indikator keaadaan cuaca. Namun demikian, tidak

semua jenis awan menghasilkan hujan, oleh karena itu pengenalan jenis, bentuk
dan sifat-sifat awan sangat diperlukan. Berikut ini dijelaskan klasifikasi awan
berdasarkan morfologi, ketinggian, dan metode pembentukan.

I.

Berdasarkan morfologi (bentuk)

Berdasarkan morfologi awan dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:


1.

Awan cumulus Bentuk awan ini bergumpal-gumpal (bundar-bundar)


dengan dasar horizontal
2.

Awan Stratus Awan jenis ini tipis dan tersebar luas sehingga dapat
menutupi langit secara merata. Dalam arti khusus awan stratus

adalah
3.

awan yang rendah dan luas.

Awan Cirrus Jenis awan yang berdiri sendiri yang halus dan berserat,
berbentuk seperti bulu burung. Sering terdapat Kristal es tapi tidak
dapat menimbulkan hujan.

II. Berdasarkan Ketinggian


a. Golongan awan tinggi (diatas 6000 mdpl)
1.

Awan Cirrus (Ci) : di atas 9 km Cirrus (Ci) merupakan sebutan dari


awan tipis, halus dan berserabut. Kata Cirro digunakan untuk sebutan dari

bentuk-bentuk awan yang selevel dengan cirrus, contohnya


Cirrocumulus dan cirrostratus.
Bentuk/wujudnya : Awan halus, struktur berserat seperti bulu burung dan
tersusun sebagai pita yang melengkung, sehingga seolah-olah bertemu
pada satu

atau dua titik di horizon. Awan ini tersusun atas Kristal es

danbiasanya tidak

mendatangkan hujan. Fisisnya : terdiri dari kristal-kristal

es. Cirrus tebal atau cirrus densus, mampu menghalangi datangnya sinar
matahari dan bulan sehingga menimbulkan halo (lingkaran seperti cincin,
fenomena alam yang terjadi sebagai
yang

proses kristal es dalam awan cirrus

membiaskan sinar matahari dan bulan. Gambarnya :

Awan Cirrus

2.
Awan
Cirrostratus
(Cs) : 6 - 7
km
Cirrostratus merupakan awan yang

sulit

dideteksi, namun dengan adanya

awan ini, itu biasanya menandakan

datangnya

front panas. Ini berarti

mungkin akan ada hujan atau jatuhnya

presipitasi. Cirrostratus

dapat

menimbulkan HALO jika cukup tebal.


Bentuk/wujudnya : Awan ini terbentuk seperti kelambu putih halus,

menutup

seluruh angkasa, berwarna pucat atau kadang-kadang Nampak sebagai


anyaman

yang tidak teratur. Sering menimbulkan lingkaran disekeliling

matahari atau

bulan. Awan ini tidak menghasilkan hujan. Fisisnya :

Cirrostratus terdiri dari

kristal-kristal es atau butir-butir es. Gambarnya :

Awan Cirrostratu

3.
Awan

Cirrocumulus (Cc) : 7,5 - 9 km Cirrocumulus merupakan awan tinggi


cloud). bentuknya mirrip dengan stratocumulus dan altocumulus,

namun

dengan bulatan-bulatan yang lebih kecil dibandingkan kedua awan


jika

(high

tersebut

di lihat dari permukaan.


Bentuk/wujudnya : Biasa berupa lensa atau perca-perca atau biji-bijian yang
pusarannya < 1derajat, tipis dan berwarna putih tanpa bayangan, deretannya
hampir tera tur, mirip sisik ikan. Awan ini sering terlihat seperti serpihan-

serpihan kecil atau massa-massa bulatan awan yang sangat kecil. Jika
susunannya serba sama atau teratur, pelaut biasanya menyebutnya langit
Macharel. Dan berbentuk seperti gerombolan domba, tidak menimbulkan
bayangan dan hujan. Fisisnya : Sebagian besar terdiri dari kristal-kristal es dan
terdapat tetes-tetes air yang kelewat dingin(super cooled droplets) yang
sifatnya mudah membeku dan mudah menjadi kristal-kristal es. Pada umunya
Cc jarang

sendiri, biasnya bercampur dengan awan Ci atau Cs. Jika

Cc

sebagian besar lebih besar dari Cs dan Ci, CH=9. Gambarnya :

Awan Cirrocumulus

b.

Golongan

awan

sedang/menengah (2000 - 6000 mdpl)

1.

Awan altostratus (As) : 3 -4,5 km Altostratus merupakan awan menengah


(middle cloud). awan ini dapat menghasilkan presipitasi ringan dan virga
(hujan yang tidak sampai ke tanah). species-species awan dari altostratus
antara lain : altostratus undulatus, altostratus opacus, dan altostratus
translucidus.
Bentuk/wujudnya : Awan altostratus berbentuk seperti selendang yang tebal.
Pada bagian yang menghadap bulan atau matahari nampak lebih terang. Awan
ini biasanya diikuti oleh turunnya hujan. Fisisnya : Altostratus terdiri dari
butiran-butiran air. Gambarnya :

Awan altostratus

2.
Altocumulus
(Ac) : 4,5 6
km
Altocumulus merupakan awan menengah

bersama

nimbostratus. Kemunculan awan altocumulus congestus


awan altocumulus) ini biasanya menandakan

altostratus
(salah

satu

dan
species

akan datangnya thunderstorm.

Bentuk / Wujud : Berbentuk seperti bola-bola yang tebal putih pucat

dan

bagian yang berwarna kelabu karena mendapat

atau

sinar. Bergerombol

ada

berlarikan antara satu dengan yang lain berdekatan seperti bergandengan.pada


umumnya bola-bola yang di tengah gerombolan

atau larikan lebih besar. Awan

ini tidak menghasilkan hujan. Fisisnya : Awan altocumulus terdiri dari tetes air
yang kelewat dingin. Gambarnya :

Awan Altocumulus

c.

Golongan
awan rendah
(dibawah

2000 mdpl)
1.

Awan Stratocumulus (Sc) Stratocumulus berupa perca-perca atau


lembaran-lembaran berwarna abu-abu atau keputih-putihan atau campuran
keduanya. Terdiri dari massa awan yang bulat, gumpalannya nampak
mengumpul/terpisah, dan elemen-elemennya tersusun secara teratur yang
besarnya sekitar 5 derajat.
Bentuk / Wujud : Berbentuk seperti gelombang yang sering menutupi seluruh
angkasa, sehingga menimbulkan persamaan dengan gelombang dilautan.
Berwarna abu-abu di sela-sela kelihatan terang. Awan ini tidak menghasil
hujan.

Fisisnya : Stratocumulus terdiri dari tetes-tetes air. Ketebalan dan

bentuk elemennya

berubah

sesuai dengan

tingkat

transparansinya.

Gambarnya :
Awan Stratocumulus

2.
Awan
Nimbustratus
(Ns) Awan Nimbustratus merupakan awan menengah, namun pada kenyataannya
awan ini dapat merendah di ketinggian awan

rendah. Nimbo berasal dari

baha latin Nimbus yang artinya endapan atau

presipitasi. Awan ini dapat

menghasilkan endapan baik hujan maupun salju.

ketebalan

awan

nimbostratus bisa mencapai 2 km atau 2000 m.


Bentuk/wujudnya : Awan ini tebal dengan bentuk tertentu, pada bagian pinggir
tampak compang-camping dan menutup seluruh langit. Mendatangkan hujan
gerimis hingga agak deras yang biasanya jatuh terus menerus. Fisisnya : pada
umumnya nimbostratus terdiri dari titik-titik air untuk daerah tropis sedangkan
pada daerah lintang tinggi mengandung butir-butir salju atau campuran
keduanya.

Gambarnya :

Awan Nimbostratus

3.

Awan Stratus (St) Stratus merupakan awan rendah yang biasanya


menandai
akibat

kestabilan udara atau inversi suhu. Awan stratus dapat terbentuk

menyebarnya awan stratucumulus akibat adanya inversi suhu. stratus

juga dapat

bertahan berhari-hari di wilayah anticyclone. Pada saat terjadi

front panas yang lemah, awan ini kerap muncul dan membawa presipitasi
ringan, yaitu drizzle. Bentuk/wujudnya:Stratus berupa lembaran-lembaran atau
lapisan-lapisan

berwarna abu-abu dengan dasar yang teratur. Jika matahari

masih terlihat dari

balik awan ini maka tepi awannya akan tampak jelas.

Kadang-kadang berbentuk

pecah-pecah dan tampak kasar (frakto stratus).

Untuk stratus tebal mampu

menutup sinar matahari atau bulan. Fisisnya :

Stratus terdiri dari tetes-tetes air

yang sangat kecil dan yang cukup besar

dapat menjadi tetes-tetes Drizzle atau prisma-prisma es atau butir-butir salju.


Gambarnya :
Awan Stratus

d. Awan yang
terjadi
karena
udara naik (500 1500 mdpl)
1.

Cummulus (Cu) Cumulus merupakan awan dengan vertikal depelopment


atau pertumbuhan vertikal. cumulus memiliki tinggi puncak awan yang tinggi

dan sangat tebal, walaupun tidak setebal awan cumulonimbus. cumulus dapat
sendiri atau berkumpul dalam satu kelompok. Pembentukan awan ini terjadi
karena udara labil. Jika keadaan udara tetap labil, cumulus bisa berkembang
menjadi cumulunimbus. Bentuk/wujudnya : cumulus tampak terpisah-pisah,
pada umumnya padat dengan batas yang jelas. Pertumbuhan vertical atau
tegak, mirip menara atau gunung atau kubah dengan puncaknya menyerupai
bunga kol yang pada bagian-bagian yang terkena sinar matahari akan tampak
putih

kemilau sedangkan pada dasar tampak rata. Fisisnya : Cumulus terdiri dari

tetes-tetes air, sedangkan butir-butir es atau kristal-kristal es atau kristal-kristal


salju biasa

tertutup pada bagian awal yang suhunya di bawah 0 C.

Gambarnya :

Awan Cummulus

2.
Cumulo
Nimbus
(Cu-Ni)

Cumulonimbus bisa dibilang raja dari segala

awan.

Awan cumulonimbus

merupakan awan yang paling ditakuti penerbang, awan

yang

paling

sering

membuat bencana, ditambah lagi awan ini

merupakansatu-satunya awan yang

dapat menghasilkan muatan listrik (mirip

seperti baterai

Tornado alias puting beliung, downburst, dan hail dapat


dalam awan ini. Awan cumulonimbus dapat

terbentuk

terbentuk sendiri,

front, sepanjang ITCZ, atau di dalam cluster dan

raksasa di langit).
hanya

di

sepanjang

squallline.

Bentuk/wujudnya Cumulonimbus merupakan awan padat dengan


perkembangan

vertikal menjulang tinggi, mirip gunung atau menara, bagian

puncaknya berserabut, tampak berjalur-jalur dan hampir rata. Melebar mirip


bentuk

landasan yang disebut anvil head. Awan yang bergumpal-gumpal

luas dan

sebagian telah merupakan hujan, sering diiringi oleh angin rebut.

Fisisnya : Cumulonimbus terdiri dari tetes-tetes air pada bagian bawah


awan dan tetes-tetes salju atau kristal-kristal es pada bagian atas awan.
terdapat updraft dan
sirkulasi. gesekan

downdraft sehingga memungkinkan terjadi


partikel l2 awan di

muatan listrik.
Gambarnya :

Awan Cumulo Nimbus

dalamnya dapat menimbulkan

DAFTAR PUSTAKA
Black.1991.KlimatologiAwan.[online:http://wikipedia/wiki/klimatologi-awan.org].

Handoko.1995.awan. [online:http//handoko.blogspot.com./1995/07/awan.html]
Mirsadik.2013.Klimatologi.[online:http://mirsadiq.wordpress.com/tag/klimatologi/].
Tjasyono.2004.Laporan Praktikum Klimatologi Awan.
[online:http://tjasyono.blogspot.com/2013/12/laporan-praktikum-klimatologiawan.html].
Wisnubroto.1981.Klasifiksi Awan.[online:http//id.termwiki.com//19981/12/07/
klasifikasi-awan.html].
http://id.wikipedia.org/wiki/Awan
http://kamusmeteorology.blogspot.com/2012/03/jenis-jenis-awan-dan-gambarnya.html
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win