Anda di halaman 1dari 14

PROGRAM

PEMBELAJARAN
SKILL ( Kemampuan )
Berkomunikasi dengan
Pasien
Oleh:
Dr. Dw Md Sadguna,
Sp.PD

Komunikasi Yang Baik Merupakan


Kunci Keberhasilan Hubungan
Dokter-pasien

Komunikasi Yang Baik Merupakan


Kunci Keberhasilan Hubungan
Dokter-pasien
Pada saat ini kita sering jumpai sorotan masyarakat
terhadap profesi dokter. Sorotan tersebut bukan hanya
disampaikan pada institusi terkait misalnya ikatan dokter
Indonesia (IDI), Departemen Kesehatan ataupun aparat
penegak hukum, akan tetapi sering pula disampaikan
melalui media cetak maupun elektronik.
Sorotan tersebut sebagian besar merupakan keluhan
ketidak puasan masyarakat terhadap layanan profesi dokter
kepada masyarakat.
Ternyata keluhan masyarakat tersebut tidak selalu berasal
dari ketidak puasan akibat kurangnya kemampuan dokter
dalam menjalankan profesinya, akan tetapi tidak jarang
keluhan tersebut terjadi akibat komunikasi antara dokterpasien yang tidak terjalin seperti yang diharapkan.

Relasi pasien dokter-merupakan mas alah


inti dalam praktek kedokteran.
Komunikasi yang baik akan membangun
hubungan yang baik dan relasi yang baik
akan memudahkan dokter menjalankan
profesinya, menghindari kesalah-pahaman
yang mungkin akan timbul.
Akan kita bahas secara ringkas disisni
beberapa hal yang menyangkut komunikasi
antara dokter-pasien

Komunikasi
Hubungan pasien-dokter adalah suatu hubungan
yang khas, karena disini pasien dapat
menceritakan hal-hal yang sangat pribadi d an
tidak bisa diceritakan dalam konteks lain.
Untuk tercapainya hubungan pasien-dokter yang
baik, maka dasarnya adalah kepercayaan. Tanpa
ada rasa percaya pasien tidak akan bersedia
mengungkapkan masalah pribadinya. Karena itu
seorang dokter hendakanya memberikan kesan
pada pasiennya, bahwa dia layak dipercaya dan
dapat memecahkan masalah kesehatan yang
sedang dialaminya.

Dalam berkomunikasi dgn pasien


diperlukan kemampuan khusus, agar
mendapatkan hasil yg baik
Kemampuan khusus ini diperlukan pd
saat kita memulai suatu
percakapan/wawancara
Mengumpulkan data-data/informasi
Menjalin hubungan yg baik dgn pasien
Menjelaskan & memberikan yg
diperlukan kpd pasien
Dan juga pd saat kita menutup

pembicaraan/wawancara

Ada 3 hal penting yg diperlukan bila kita


akan memulai suatu
percakapan/wawancara
a. Persiapan Mental & Ilmu Pengetahuan
b. Menjalin hubungan yg baik dengan
pasien
a. Menjelaskan tujuan dari wawancara
ini

Studi klinik menunjukkan bahwa


dengan wawancara/anamnesa yg baik
dan cermat kita sudah dapat
mengetahui penyakit/diagnosa
penyakit sebesar 60 -80 %
Kadang kala kita perlu mengarahkan
pembicaraan supaya tidak terlalu
menyimpang dari keluhan utama
penyakitnya

Terjalinnya hubungan yang baik


antara dokter dengan pasien
akan memudahkan kita dalam
melakukan wawancara dan
mencapai hasil yang diinginkan
Cara-cara ini sangat penting
dilakukan agar tujuan wawancara
dapat tercapai

Kemampuan komunikasi untuk menjalin


hubungan antara lain:
Kemampuan komunikasi non verbal
Kemampuan menjalin hubungan harmonis
dengan pasien
Mau mendengarkan keluhan pasien
Sensitif terhadap perasaan pasien
Memberikan dorongan / dukungan
Melibatkan pasien dan keluarganya
Berbagi gagasan / idea
Bersikap rasional

Beberapa program pengajaran


cenderung mengabaikan atau tidak
sesuai dengan tahap-tahap
perencanaan
Untuk memulai suatu komunikasi,
seorang mahasiswa harus fokus pada
segala aspek tentang pembahasan
dan perencanaan
Aspek ini antara lain diperlukan agar
wawancara bisa berlangsung tepat
waktu

Bahasa yang singkat, jelas


Memahami Pasien-pasien yang
kurang mengerti, kemudian
diberikan penjelasan
Selanjutnya barulah mengakhiri
percakapan/wawancara
Merangkum semua hasil wawancara
dan membuat rencana aksi sehingga
mendapatkan hasil yang maksimal

Keterampilan khusus juga sangat


diperlukan didalam memecahkan
masalah rumit ( dalam menyampaikan
berita buruk )
Sebagai contoh: bagaimana kita bisa
menyampaikan bahwa seorang pasien
sedang menderita HIV atau Cancer.
Disini diperlukan cara-cara yang sangat
manusiawi agar pasien bisa menerima
kenyataan hidup yang dideritanya.