Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Instalasi listrik adalah suatu bagian penting yang terdapat dalam sebuah bangunan
gedung , yang berfungsi sebagai penunjang kenyamanan penghuninya.Instalasi Listrik ada
dua yaitu Instalasi Domestik dan Instalasi Non Domestik. Instalasi Domestik adalah Instalasi
Listrik sederhana yang terdapat pada bangunan rumah tinggal. Sedangkan Instalasi Non
Domestik adalah Instalasi pada bangunan perkantoran,pabrik, mall, sarana ibadah,dll atau
dengan kata lain instalasi pada bangunan dalam skala besar. Di Indonesia dalam dunia teknik
listrik aturan tentang pelaksanaan instalasi listrik tercantum dalam buku

PUIL

(Persyaratan Umum Instalasi Listrik). Dalam suatu perancangan, produk yang dihasilkan
adalah gambar dan analisa .
Gambar adalah bahasa teknik yang diwujudkan dalam kesepakatan simbol.Gambar ini
dapat berupa gambar sket, gambar perspektif, gambar proyeksi, gambar denah serta gambar
situasi.
Gambar denah ruangan atau bangunan rumah (gedung) yang kan dipasang instalasi
digambar dengan menggunakan lambang-lambang (simbol-simbol) yang berlaku untuk
instalasi listrik.
Ada beberapa jenis gambar yang harus dikerjakan dalam tahap perancangan suatu proyek
pemasangan instalasi listrik penerangan dan tenaga yang baku menurut PUIL 2000.
Rancangan instalasi listrik terdiri dari:
1. Gambar situasi
Gambar situasi adalah gambar yang menunjukkan dengan jelas letak bangunan
instalasi tersebut akan dipasang dan rencana penyambungannya dengan jaringan listrik PLN.
2. Gambar instalasi meliputi :
a. Rancangan tata letak yang menunjukkan dengan jelas tata letak perlengkapan listrik
beserta sarana pelayanannya (kendalinya), seperti titik lampu, saklar, kotak kontak, motor
listrik, panel hubung bagi dan lain-lain.
b. Rancangan hubungan peralatan atau pesawat listrik dengan pengendalinya .
c. Gambar hubungan antara bagian-bagian dari rangkaian akhir, serta pemberian tanda yang
jelas mengenai setiap peralatan atau pesawat listrik.
1

1.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui instalasi listrik di rumah
tinggal yang penulis tempati. Hasil dari laporan ini dapat digunakan sebagai evaluasi bagi
pihak-pihak yang berkepentingan dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk
mengambil kebijakan yang berhubungan dengan instalasi listrik domestik (rumah tinggal).
1.3 Rumusan Masalah
Apakah mahasiswa mampu untuk mendeskripsikan instalasi listrik domestik yang
terdapat di rumah tinggal yang ditempatinya.
1.4 Batasan Masalah
Batasan masalah pada makalah kali ini adalah instalasi listrik domestik rumah tinggal
yang ditempati oleh penulis sendiri.
1.5 Sistematika Penulisan
Di dalam penulisan makalah ini, ada beberapa uraian sistematika penulisan yang akan
diuraikan pada setiap bab , yaitu :
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini menjelaskan apa yang menjadi Latar Belakang, Tujuan , Perumusan
Masalah, Batasan Masalah, dan Sistematika Penulisan.
BAB II : BAHAN-BAHAN PERALATAN PADA INSTALASI LISTRIK
Pada bab ini menjelaskan tentang bahan-bahan apa saja yang digunakan pada
pemasangan instalasi listrik secara umum.
BAB III : GAMBAR DENAH LOKASI DAN DENAH RUMAH
Pada bab ini terdapat gambar denah lokasi dari gardu listrik menuju rumah tinggal
dan gambar denah rumah tinggal yang penulis tempati.

BAB IV : PEMBAHASAN
Pada bab ini menjelaskan tentang data-data bahan yang digunakan pada instalasi
listrik domestik rumah tinggal yang penulis tempati , diagram instalasi serta perhitungan
harga dari bahan-bahan yang digunakan.
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini menjelaskan tentang kesimpulan akhir dari pembuatan instalasi domestic
rumah tinggal dan juga pada bab ini berisi saran tentang pembuatan instalasi rumah tinggal

BAB II
BAHAN-BAHAN PERALATAN PADA INSTALASI LISTRIK
2.1 Bargainser
Bargainser merupakan alat yang berfungsi sebagai pembatas daya listrik yang masuk
ke rumah tinggal, sekaligus juga berfungsi sebagai pengukur jumlah daya listrik
yang digunakan rumah tinggal tersebut (dalam satuan kWh). Ada berbagai batasan daya yang
dikeluarkan oleh PLN untuk konsumsi rumah tinggal, yaitu 220 VA, 450 VA, 900 VA,
1.300VA,dan2.200VA.

Pada bargainser terdapat tiga bagian utama, yaitu:


- MCB atau Miniature Circuit Breaker, berfungsi untuk memutuskan aliran daya listrik
secara otomatis jika daya yang dihantarkan melebihi nilai batasannya. MCB ini bersifat
on/off dan dapat juga berfungsi sebagai sakelar utama dalam rumah. Jika MCB bargainser ini
dalam kondisi off, maka seluruh aliran listrik dalam rumah pun terhenti. Sakelar ini biasanya
dimatikan pada saat akan dilakukan perbaikan instalasi listrik dirumah.
- Meter listrik atau kWh meter, alat ini berfungsi untuk mengukur besaran daya yang
digunakan oleh rumah tinggal tersebut dalam satuan kWh (kilowatt hour). Pada bargainser,
meter listrik berwujud deretan angka secara analog ataupun digital yang akan berubah sesuai
penggunaan daya listrik.
- Spin Control, merupakan alat kontrol penggunaan daya dalam rumah tinggal dan akan
selalu berputar selama ada daya listrik yang digunakan. Perputaran spin control ini akan
semakain cepat jika daya listrik yang digunakan semakin besar, dan akan melambat jika daya
listrik yang digunakan berkurang/sedikit.
4

Pada kanal output Bargainser biasanya terdapat 3 kabel, yaitu kabel fasa, kabel netral dan
kabel ground yang dihubungkan ketanah. Listrik dari PLN harus dihubungkan dengan
bargainser terlebih dahulu sebelum masuk ke instalasi listrik rumah tinggal.
2.2 Pengaman Listrik
Instalasi listrik rumah tinggal pun membutuhkan pengaman yang berfungsi untuk
memutuskan rangkaian listrik apabila terjadi gangguan pada instalasi listrik rumah tinggal
tersebut, seperti gangguan hubung singkat atau short circuit atau korsleting.
Terdapat dua jenis pengaman listrik pada instalasi listrik rumah tinggal, yaitu:
- Pengaman lebur biasa atau biasa disebut sekering, alat pengaman ini bekerja memutuskan
rangkaian listrik dengan cara meleburkan kawat yang ditempatkan pada suatu tabung apabila
kawat tersebut dialairi arus listrik dengan ukuran tertentu.
- Pengaman listrik thermis, biasa disebut MCB dan merupakan alat pengaman yang akan
memutuskan rangkaian listrik berdasarkan panas .

Contoh gambar sekering dan MCB.

2.3 Sakelar
Sakelar atau switch merupakan komponen instalasi listrik yang berfungsi untuk
menyambung atau memutus aliran listrik pada suatu pemghantar.
Berdasarkan besarnya tegangan, sakelar dapat dibedakan menjadi:
- sakelar bertegangan rendah.
- Sakelar tegangan menengah.
- Sakelar tegangan tinggi serta sangat tinggi.
Sedangkan berdasarkan tempat dan pemasangannya, sakelar dapat dibedakan menjadi :
- Sakelar in-bow, sakelar yang ditanam didalam tembok.
5

- Sakelar out-bow, sakelar yang dipasang pada permukaan tembok.


Jenis sakelar berikutnya dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu:
- Sakelar on-off, merupakan sakelar yang bekerja menghubungkan arus listrik jika tombolnya
ditekan pada posisi on. Untuk memutuskan hubungan arus listrik, tombol sakelar harus
ditekan pada posisi off. Sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk sakelar lampu.
- Sakelar push-on, merupakan sakelar yang menghubungkan arus listrik jika tombolnya
ditekan pada posisi on dan akan secara otomatis memutus arus listrik, ketika tombolnya
dilepas dan kembali ke posisi off dengan sendirinya. Biasanya sakelar jenis ini digunakan
untuk sakelar bel rumah.

Contoh gambar sakelar on-off dan sakelar push-on.

Berdasarkan jenis per-unitnya, sakelar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
- Sakelar tunggal, merupakan sakelar yang hanya mempunyai satu buah kanal input yang
terhubung dengan sumber listrik, serta kanal output yang terhubung dengan beban listrik/alat
listrik yang digunakan.
- Sakelar ganda, merupakan sakelar yang memiliki satu buah kanal input yang terhubung
dengan sumber listrik, namun memiliki banyak kanal output yang terhubung dengan beberapa
beban/alat listrik yang digunakan. Jumlah kanal output tergantung dari jumlah tombol pada
sakelar tersebut.

Contoh gambar sakelar tunggal dan sakelar seri.

2.4 Stop Kontak


Stop kontak, sebagian mengatakan outlet, merupakan komponen listrik yang berfungsi sebagi
muara hubungan antara alat listrik dengan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung dengan
stop kontak, maka diperlukan kabel dan steker atau colokan yang nantinya akan ditancapkan
pada stop kontak.
6

Berdasarkan bentuk serta fungsinya, stop kontak dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
- Stop kontak kecil, merupakan stop kontak dengan dua lubang (kanal) yang berfungsi untuk
menyalurkan listrik pada daya rendah ke alat-alat listrik melalui steker yang juga berjenis
kecil.
- Stop kontak besar, juga nerupakan stop kontak dengan dua kanal AC yang dilengkapi
dengan lempeng logam pada sisi atas dan bawah kanal AC yang berfungsi sebagai
ground.sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk daya yang lebih besar.
Sedangkan berdasarkan tempat pemasangannya. Dikenal dua jenis stop kontak, yaitu:
- Stop kontak in bow, merupakan stop kontak yang dipasang didalam tembok.
- Stop kontak out bow, yang dipasang diluar tembok atau hanya diletakkan dipermukaan
tembok pada saat berfungsi sebagai stop kontak portable.

Contoh gambar stop kontak in bow dan out bow.

2.5 Steker
Steker atau Staker atau yang kadang sering disebut colokan listrik, karena memang
berupa dua buah colokan berbahan logam dan merupakan alat listrik yang yang berfungsi
untuk menghubungkan alat listrik dengan aliran listrik, ditancapkan pada kanal stop kontak
sehingga alat listrik tersebut dapat digunakan.
Berdasarkan fungsi dan bentuknya, steker juga memliki dua jenis, yaitu:
- Steker kecil, merupakan steker yang digunakan untuk menyambung alat-alat listrik berdaya
rendah, misalnya lampu atau radio kecil, dengan sumber listrik atau stop kontak.
- Steker besar, merupakan steker yang digunakan untuk alat-alat listrik yang berdaya besar,
misalnya lemari es, microwave, mesin cuci dan lainnya, dengan sumber listrik atau stop
kontak. Steker jenis ini dilengkapi dengan lempeng logam untuk kanal ground yang berfungsi
sebagai pengaman.

Contoh gambar steker kecil dan steker besar.

2.6 Kabel
Kabel listrik merupakan komponen listrik yang berfungsi untuk menghantarkan
energi listrik ke sumber-sumber beban listrik atau alat-alat listrik.
Untuk instalasi listrik rumah tinggal, kabel yang digunakan biasanya berjenis sebagai
berikut:
- NYA, kabel jenis ini merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan berintikan/berisi satu
kawat. Jenisnya adalah kabel udara atau tidak ditanam dalam tanah. Kabel listrik ini biasanya
berwarna merah, hitam, kuning atau biru. Isolasi kawat penghantarnya hanya satu lapis,
sehingga tidak cukup kuat terhadap gesekan, gencetan/tekanan atau gigitan binatang seperti
tikus. Karena kelemahan pada isolasinya tersebut maka dalam pemasangannya diperlukan
pelapis luar dengan menggunakan pipa conduit dari PVC atau besi.
- NYM, merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan berintikan kawat lebih dari satu,
ada yang 2, 3 atau 4. Jenis kabel udara dengan warna isolasi luar biasanya putih dan warna
isolasi bagian dalam beragam, karena isolasi yang rangkap inilah maka kabel listrik NYM ini
relative lebih kuat terhadap gesekan atau gencetan/tekanan.
- NYY, kabel listrik jenis ini merupakan kabel berisolasi PVC, berintikan 2, 3 atau 4 dengan
warna isolasi luarnya hitam. Jenis kabel tanah, sehingga tahan terhadap air dan gencetan atau
tekanan.
- NYMHYO, kabel jenis ini merupakan kabel serabut dengan dua buah inti yang terdiri dari
dua warna. Kabel jenis ini biasa digunakan pada loudspeaker, sound sistem, lampu-lampu
berdaya kecil sampai sedang.

Contoh gambar kabel.

2.7 Pipa Instalasi


8

Untuk instalasi di dalam gedung/tembok , digunakan pipa instalasi berupa :


- pipa baja galvanish atau dicat meni. Pada ujung pipa harus dipasang pelindung/selubung
masuk (tule) untuk melindungi kabel terhadap bagian tajam pipa.
- pipa PVC yang mempunyai sifat tahan terhadap bahan kimia tidak menjalarkan nyala api
dan mudah digunakan serta mempunyai daya isolasi yang baik.
- pipa fleksibel (corrugated plastic pipe). Pembengkokan pipa harus dilaksanakan sedemikian
rupa sehingga tidak terjadi deformasi.

Contoh gambar pipa PVC.

2.8 Benda Bantu


- T-distribusi atau kotak sambung.
Umum dikenal dengan nama t-doos. Penyambungan kabel dalam instalasi pipa hanya
boleh dilakukan dalam kotak sambung. Jenis-jenis kotak sambung :
- kotak normal
- kotak sentral
- kotak banula
- kotak rangkaian ganda

Contoh gambar t-doos.

2.9 Las dop


9

Ikatan bagian konduktif antar kabel harus memakai pelindung. Tidak diperkenankan
bagian konduktif terlihat secara fisik. Isolasi sambungan minimal harus menyentuh isolasi
penghantar/kabel yang disambung. Dalam satu lasdop tidak boleh disambung lebih dari 3
kawat.
2.10 Terminasi Kabel
Sambungan kabel dapat juga memakai terminal kabel dengan ukuran yang sesuai.
2.11 Kotak Dinding
Umum dikenal sebagai mangkok KK untuk sarana penempatan kotak kontak pada
dinding beton. Bahannya harus baik, tahan terhadap korosi kimia.
2.12 Klem Kabel
Klem Kabel adalah penjepit kabel yang berbentuk setengah lingkaran yang berfungsi
untuk merapikan jalur kabel dengan memaku ke kayu plafon

10

BAB III
GAMBAR DENAH LOKASI DAN DENAH RUMAH

11

12

BAB IV
13

PEMBAHASAN

4.1 Data-data Bahan yang Dipakai


Bahan-bahan yang dipakai untuk instalasi listrik domestik pada rumah tinggal penulis,
antara lain :
- 11 buah Lampu , terdiri dari : 1 lampu berdaya 5 watt
2 lampu berdaya 15 Watt
3 lampu berdaya 18 Watt
1 lampu berdaya 20 Watt
1 Lampu berdaya 25 watt
3 lampu berdaya 50 watt
- 8 buah Stop Kontak
- 7 buah Sakelar , terdiri dari : 4 buah sakelar seri
3 buah sakelar tunggal
- 11 buah Fitting Lampu
- 11 buah roset
- 9 buah kotak penghubung
- 2 rol kabel NYA 2,5 mm2
- 20 batang pipa PVC
- 2 buah MCB
- 1 buah PHB

4.2 Diagram Instalasi


14

Diagram instalasi ini meliputi denah rumah yang telah diberi simbol-simbol peralatan
instalasi listrik seperti lampu , stop kontak , sakelar , MCB , dan PHB,serta diberi pengawatan
pada tiap-tiap komponennya. Pada bagian ini juga terdapat diagram distribusi daya satu fasa.

15

16

4.2.1 Deskripsi Denah Rumah


17

Denah rumah ini terdiri dari 2 grup. Grup I meliputi : Teras, Ruang Tamu, Kamar
Tidur II, Kamar Tidur III, Ruang makan. Sedangkan grup II meliputi : Kamar Tidur I dan
kamar mandi I, Ruang Keluarga, Dapur dan Kamar Mandi II.

Grup I :
Ruang Tamu :
- 1 buah lampu berdaya 50 Watt
- 1 buah fitting lampu
- 1 buah sakelar seri
- 1 buah stop kontak

Teras :
- 1 buah lampu berdaya 25 Watt
- 1 buah fitting lampu

Kamar Tidur II :
- 1 buah lampu berdaya 18 Watt
- 1 buah fitting lampu
- 1 buah sakelar tunggal
- 1 buah stop kontak

Kamar Tidur III :


- 1 buah lampu berdaya 18 Watt
- 1 buah fitting lampu
- 1 buah sakelar seri
- 1 buah stop kontak

Ruang Makan :
- 1 buah lampu berdaya 50 Watt ( bagian luar) dan 1 Lampu 20 watt (Dalam)
- 1 buah fitting lampu
- 1 buah stop kontak

Grup II :
Kamar Tidur I :
- 1 buah lampu berdaya 18Watt
- 1 buah fitting lampu
- 1 buah sakelar seri
- 1 buah stop kontak

Kamar Mandi I :
- 1 buah lampu berdaya 5 Watt
- 1 buah fitting lampu

Ruang Keluarga :
- 1 buah lampu berdaya 50Watt
- 1 buah fitting lampu
- 1 buah sakelar Tunggal
18

- 1 buah sakelar seri


- 3 buah stop kontak

Dapur:
- 1 buah lampu berdaya 15 Watt
- 1 buah fitting lampu

Kamar Mandi II :
- 1 buah lampu berdaya15 Watt
- 1 buah fitting lampu
- 1 buah sakelar tunggal

4.3 Perhitungan
4.3.1 Perhitungan Daya
Grup I :
P = V . I . Cos
VI=

P
cos

Jika diketahui Cos adalah 0,65 maka :


Perhitungan lampu :
Ruang Tamu

( P = 50 Watt ) : VI = 50 / 0,65 = 76,92VA

Teras

( P = 25 Watt ) : VI = 25 / 0,65 = 38,46VA

Kamar Tidur II ( P = 18 Watt ) : VI = 18 / 0,65 = 27,69 VA


Kamar Tidur III ( P = 18 Watt ) : VI = 18 / 0,65 = 27,69 VA
Ruang makan

( P = 20Watt ) : VI = 20 / 0,65 = 30,76 VA

Ruang makan (luar) ( P = 25 Watt ) : VI = 50 / 0,65 = 76,92 VA


Daya total dari lampu pada Grup I

278,44 VA

Perhitungan stop kontak :


19

P = 100 VA
Jumlah stop kontak = 4 buah
P total = 4 x 100 VA = 400VA
Total Grup I = 278,44 VA + 400 VA = 678,44 VA
Jadi, Arus pada Grup I adalah : 678,44 VA / 220 V = 3,08 = 3 A

Grup II :
P = V . I . Cos
VI=

P
cos

Jika diketahui Cos adalah 0,65 maka :


Perhitungan Lampu :
Kamar Tidur I ( P = 18Watt ) : VI = 18/ 0,65 = 27,69 VA
Kamar Mandi I ( P = 5 Watt ) : VI = 5 / 0,65 =

7,69VA

Ruang Keluarga ( P = 50 Watt ): VI =50 / 0,65 = 76,92VA


Dapur

( P = 15 Watt ) : VI =15 / 0,65 = 23,07VA

Kamar Mandi II ( P = 15Watt ) : VI = 15/ 0,65 = 23,07 VA


Daya total dari lampu pada Grup II

158,44VA

Perhitungan Stop Kontak :


P = 100 VA
Jumlah stop kontak = 2 buah
P total = 4 x 100 VA = 400 VA
Total Grup II = 158,44 VA + 400 VA = 558,44 VA
Jadi, Arus pada Grup II : 558,44 VA / 220 V = 2,58 A = 3 A (dibulatkan)

20

4.3.2 Spesifikasi Harga Barang


No.
1.

2.

3.

4.

No.

5.

Nama Komponen
Ruang Tamu
1. Saklar Seri
2. Stop Kontak
3. Lampu 50 W
4. Roset
5. Kotak Penghubung
6. Fitting Lampu
Teras
1. Lampu 25 W
2. Fitting Lampu
3. Roset
Kamar Tidur 1
1. Saklar Seri
2.Stop Kontak
3. Lampu 18 W
4.Roset
5. Kotak Penghubung
6. Fitting Lampu
Kamar Tidur 2
1. Saklar Tunggal
2. Stop Kontak
3. Lampu 18 W
4. Roset
Nama Komponen
5. Kotak Penghubung
6. Fitting Lampu
Kamar Tidur 3
1.Saklar Seri
2. Stop Kontak

Merk

Satuan

Jumlah

Harga

Jumlah Harga

Panasonic
Panasonic
Philips

Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah

1
1
1
1
2
1

Rp.20.000,00
Rp.19.000,00
Rp. 115.000,00
Rp.1.500,00
Rp.4.000,00
Rp.9.000,00

Rp.20.000,00
Rp.19.000,00
Rp. 115.000,00
Rp.1.500,00
Rp.8.000,00
Rp.9.000,00

Philips
Broco

Buah
Buah
Buah

1
1
1

Rp. 40.000,00
Rp.9.000,00
Rp.1.500,00

Rp. 40.000,00
Rp.9.000,00
Rp.1.500,00

Panasonic
Panasonic
Philips

Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah

1
1
1
1
1
1

Rp.20.000,00
Rp.19.000,00
Rp.33.000,00
Rp.1.500,00
Rp.4.000,00
Rp.9.000,00

Rp.20.000,00
Rp.19.000,00
Rp.33.000,00
Rp.1.500,00
Rp.4.000,00
Rp.9.000,00

Merk
Clipsal
Broco

Buah
Buah
Buah
Buah
Satuan
Buah
Buah

1
1
1
1
Jumlah
1
1

Rp.15.000,00
Rp.19.000,00
Rp.33.000,00
Rp.1.500,00
Harga
Rp.4.000,00
Rp.9.000,00

Rp.15.000,00
Rp.19.000,00
Rp.33.000,00
Rp.1.500,00
Jumlah Harga
Rp.4.000,00
Rp.9.000,00

Panasonic
Panasonic

Buah
Buah

1
1

Rp.20.000,00
Rp.19.000,00

Rp.20.000,00
Rp.19.000,00

Clipsal
Broco

Clipsal
Broco
Panasonic
Panasonic
Philips

21

3. Lampu 18 W
4.Roset
5.Kotak Penghubung
6.Fitting Lampu
6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.
13.
14.

Ruang Keluarga
1.Saklar Seri
2. Stop Kontak
3. Lampu 50 W
4.Roset
5.Kotak Penghubung
6.Fitting Lampu
7.Saklar Tunggal
Dapur
1.Lampu 15 W
2.Roset
3.Fitting Lampu

Ruang Makan
1.Stop Kontak
2.Lampu 50 W
3.Lampu 20 W
4.Roset
5.Fitting Lampu
6.Kotak Hubung
Kamar Mandi 1
1.Lampu 5 Watt
2.Roset
3.Fitting Lampu
Kamar Mandi 2
1.Lampu 15 W
2.Saklar Tunggal
3.Roset
4.Fitting Lampu

Philips
Clipsal
Broco

Panasonic
Panasonic
Philips
Clipsal
Broco
Panasonic
Philips
Broco

Panasonic
Philips
Philips
Broco
Clipsal

Philips
Broco
Philips
Panasonic
Broco

Buah
Buah
Buah
Buah

1
1
1
1

Rp.33.000,00
Rp.1.500,00
Rp.4.000,00
Rp.9.000,00

Rp.33.000,00
Rp.1.500,00
Rp.4.000,00
Rp.9.000,00

Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah

1
3
1
1
1
1
1

Rp.20.000,00
Rp.19.000,00
Rp.115.000,00
Rp.1.500,00
Rp.4.000,00
Rp.9.000,00
Rp.15.000,00

Rp.20.000,00
Rp.57.000,00
Rp.115.000,00
Rp.1.500,00
Rp.4.000,00
Rp.9.000,00
Rp.15.000,00

Buah
Buah
Buah

1
1
1

Rp.29.000,00
Rp.1.500,00
Rp.9.000,00

Rp.29.000,00
Rp.1.500,00
Rp.9.000,00

Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah

1
1
1
2
2
1

Rp.19.000,00
Rp.115.000,00
Rp.36.000,00
Rp.1.500,00
Rp.9.000,00
Rp.4.000,00

Rp.19.000,00
Rp.115.000,00
Rp.36.000,00
Rp.3.000,00
Rp.18.000,00
Rp.4.000,00

Buah
Buah
Buah

1
1
1

Rp.22.500,00
Rp.1.500,00
Rp.9.000,00

Rp.22.500,00
Rp.1.500,00
Rp.9.000,00

Buah
Buah
Buah
Buah

1
1
1
1

Rp.29.000,00
Rp.15.000,00
Rp.1.500,00
Rp.9.000,00

Rp.29.000,00
Rp.15.000,00
Rp.1.500,00
Rp.9.000,00

Rol

Rp.250.000,00

Rp.250.000,00

Rol
Batang
Buah
Buah

1
25
2
1

Rp.250.000,00
Rp.9.000,00
Rp.40.000,00
Rp.21.000,00

Rp.250.000,00
Rp.225.000,00
Rp.80.000,00
Rp.21.000,00
Rp.1.823.000,00

Kabel
1.NYA 2,5
mm2(merah)
2. NYA 2,5 mm2(Biru)
Pipa PVC
MCB
PHB

Schneider
Schneider
Jumlah

BAB V
PENUTUP
22

5.1 Kesimpulan
Dalam Tugas Instalasi Listrik Domestik ini dapat disimpulkan bahwa, untuk
pemasangan suatu instalasi listrik terdapat prosedur tertentu yang telah ditetapkan,
diantaranya harus dibuat gambar rencana berdasarkan denah bangunan yang akan dipasang
instalasi listrik. Spesifikasi dan syarat-syarat permintaan harus dikonsultasikan terlebih
dahulu dengan pemesan atau konsumen ataupun telah direncanakan sendiri sebelumnya,
untuk kemudian diajukan hal-hal yang harus dipenuhi oleh pelaksana, sebelum pihak
pelaksana (instalatir) mengajukan surat pemasangan baru kepada pihak penyedia tenaga
listrik (PT.PLN).

5.2 Saran
Saran Penulis terhadap pemasangan instalasi adalah agar instalasi tersebut dipasang
sesuai dengan PUIL dan SPLN dan harus direncanakan agar pekerjaan instalasi dapat
berjalan dengan baik

23

Anda mungkin juga menyukai