Anda di halaman 1dari 9

Introduction to Business

Faris Muhamad Fadillah

BUSINESS ETHICS AND SOCIAL RESPONSIBILITY

BUSINESS ETHICS
Etika bisnis adalah prinsip-prinsip yang mengukur atau menilai tentang pantas atau
tidaknya suatu tindakan yang terjadi dalam dunia bisnis yang dilakukan baik oleh perusahaan
sebagai sebuah organisasi, masyarakat, konsumen, ataupun pesaing bisnis. (Ferrell Business
A Changing World 8th edition)
Ada beberapa isu ke-tidak-etisan yang dibahas oleh Ferrell yang mana isu-isu tersebut
dikatakan sebagai yang paling sering terjadi dalam sebuah organisasi bisnis yaitu penyalahgunaan sumber daya milik perusahaan, intimidasi, kejujuran/sportifitas, komunikasi (atau
lebih spesifiknya adalah komunikasi bisnis) dan konflik kepentingan.
Yang pertama adalah penyalah-gunaan sumber daya milik perusahaan. Pada suatu
kesempatan gubernur Joko Widodo atau yang lebih dikenal sebagai Jokowi melakukan
inspeksi mendadak ke sejumlah kantor instansi pemerintah PTSP (Pelayanan Terpadu Satu
Pintu) di jakarta timur. Pada kesempatan kali itu Jokowi mendapati sebuah komputer yang
sedang dalam keadaan menyala namun pada aplikasi game.
Kejadian dimana pegawai menggunakan fasilitas yang ada untuk kepentingan pribadi
dalam jam kerjanya dapat dikatakan sebagai penyalah-gunaan sumber daya. Dimana
seharusnya para pegawai menggunakan fasilitas yang ada untuk kepentingan pekerjaan
namun disalah gunakan untuk kepentingan individu yang tidak berkaitan dengan pekerjaan,
sementara disisi lain para pegawai tersebut telah membuat kontrak untuk bekerja secara
profesional. Tindakan tersebut adalah salah satu contoh tindakan yang dikatakan oleh Ferrel
dalam bukunya berjudul A Changing World sebagai salah satu tindakan yang tidak etis
yang sering terjadi.
Kemudian yang ke dua adalah intimidasi. Ada banyak kasus dimana dalam sebuah
perusahaan seorang pegawai atau karyawan merasa berkuasa terhadap yang lain entah atas
dasar jabatan yang disandang atapun lama waktu pengabdian terhadap suatu pekerjaan.
Intimidasi adalah isu ke dua yang sering terjadi menurut Ferrell. Intimidasi diindentifikasi
oleh Ferrell sebagai tindakan yang membuat pihak lain merasa tidak nyaman atau bahkan
terpojokan, baik secara fisik ataupun mental.
Sebagai contoh, seorang pegawai di sebuah perusahaan otomotif yang menceritakan
bagaimana beliau mendapat perlakuan tidak mengenakan oleh pegawai yang lebih senior
darinya. Pegawai yang merasa lebih senior terkesan meremehkan pegawai muda yang baru
bergabung. Tindakan tersebut dapat dilihat ketika rapat jurusan, dimana pegawai senior
tersebut mengkritik secara tajam dalam bentuk verbal atau kata-kata yang menyindir.
Contoh lainnya adalah seorang mandor (pengawas proyek/pekerjaan) yang
menghardik dengan kasar anak buahnya yang melakukan kesalahan.
Tindakan yang memojokan pihak tertentu baik dalam bentuk verbal atau bahkan
secara fisik dapat dikatakan sebagai sebuah intimidasi, yang mana menurut Ferrell tindakan
tersebut digolongkan dalam tindakan yang tidak etis dalam dunis organisasi bisnis.

Yang ke tiga adalah kejujuran. Di eropa, sepak bola merupakan sebuah industri bisnis
yang bertujuan menghasilkan keuntungan. Baru-baru ini salah satu tim sepak bolah terkenal
dari Spanyol melakukan kecurangan (ketidak-jujuran) dalam proses transfer pemain.
Barcelona, merupakan tim yang dituding melakukan tindakan penggelapan dana transfer
salah satu pemainnya. Barcelona tidak mengungkapkan secara jujur prihal biaya transfer
Neymar dari tim brazil FC Santos. Tindakan tersebut dilakukan oleh Barcelona dalam rangka
untuk menghindari pajak. Dilansir oleh Goal.com, Barcelona mengumumkan mereka
mengeluarkan dana 57,1 juta pounds untuk transfer Neymar yang belakangan diketahui
bahwa Barcelona sebenarnya telah membayar 86,2 juta pounds untuk membeli Neymar dari
FC Santos. Barcelona akhirnya bersedia membayar denda atas tindakannya tersebut.
Kasus di atas merupakan salah satu contoh ketidak-jujuran yang dilakukan oleh
sebuah organisasi. Dimana tindakan tersebut diindentifikasi oleh Ferrell sebagai salah satu
tindakan tidak etis.
Yang ke empat adalah komunikasi. Dalam dunia bisnis, terkadang perusahaan
melakuakn segala cara untuk mengalahkan pesaingnya. Sering dijumpai dalam media
elektronik salah satunya lewat media televisi, beberapa iklan yang ditampilkan oleh suatu
perusahaan menyindir secara terang-terangan perusahaan lain.
Contoh yang sedang marak terjadi adalah perang tarif antara beberapa provider yang
kemudian menjadi ajang saling menjatuhkan lewat media iklan televisi. Beberapa iklan di
televisi, terlihat bahwa 1 provider menjatuhkan provider lain, tidak secara jelas, namun
ditunjukan dengan warna yang mewakili atau mencirikan provider tertentu.
Contoh lain adalah persaingan iklan pepsi dan coca-cola company yang menjurus
pada iklan yang saling menjatuhkan bahkan terkesan saling merendahkan.
Tentu hal tersebut adalah sebuah tindakan yang tidak etis, dimana iklan yang
seharusnya dijadikan alat untuk mengenalkan produk atau sebuah perusahaan menjadi ajang
saling menjatuhkan lawan bisnisnya.
Dan yang terakhir, konflik kepentingan. Konflik kepentingan sering kali terjadi
terutama ketika dalam sebuah perusahaan terdapat perbedaan pandangan antar 1 pihak
dengna pihak lain.
Sebagai contoh, dalam sebuah perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI). Para pemegang saham perusahaan tersebut biasanya akan lebih
mementingkan keuntungan yang cepat guna mendapatkan capital gain ataupun deviden,
sementara para direksi lebih memilih untuk keberlanjutan perusahaan. Ketika para pemegang
saham memiliki hak untuk bicara dalam proses pengambilan keputusan, mereka tentu lebih
memilih keputusan yang memberikan keuntungan dalam waktu singkat, mereka tidak terlalu
perduli dengan keberlanjutan perusahaan karena mereka dapat dengan mudah manarik dana
investasi keluar dan berpindah ke perusahaan lain. Hal ini dapat dikatakan sebagai sebuah
konflik kepentingan dimana para pemegang saham lebih mementingkan keuntungan mereka
ketimbang keberlanjutan hidup perusahaan yang pada saat itu mereka miliki.
Contoh-contoh kasus di atas merupakan contoh dimana sebuah tindakan yang tidak
etis tersebut dapat dilakukan tidak hanya oleh perusahaan namun juga orang-orang yang ada
di dalamnya.

Ferrell mengemukakan ada 3 hal pokok yang menjadi kunci utama dalam etika bisnis
yaitu standar moral individu, pengaruh manajer dan pekerja dan kesempatan.

SOCIAL RESPONSIBILITY
Tanggung jawab sosial adalah kewajiban bisnis untuk memaksimalkan dampak positif
dan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan oleh sebuah perusahaan terhadap
lingkungannya (Ferrell Business A Changing World 8th edition).
Ferrell mengungkapkan bahwa pada dasarnya bertanggung jawab pada seluruh
pemangku kepentingan yang diantaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham,
komunitas dan lingkungan dalam berbagai aspek. Oleh karena itu, sebuah perusahaan
seharusnya tidak hanya mendasarkan keputusannya atas dasar keuntungan semata, namun
juga dampak lingkungan yang ditimbulkan dari keputusan tersebut baik dalam jangka pendek
maupun jangka panjang, sehingga perusahaan memberikan kontribusi bagi semua pemangku
kepentingan yang berkaitan baik langsung maupun tidak langsung. Tanggung jawab sosial
tersebut dilakukan secara berkelanjutan selama perusahaan itu menjalankan bisnisnya.
Ferrell menyatakan ada beberapa hubungan antara perusahaan terhadap pemangku
kepentingan di dalamnya yaitu terhadap pemilik, pegawai, konsumen, masyarakat dan
lingkungan tersebut.
Hubungan perusahaan yang pertama adalah dengan pemilik perusahaan itu sendiri.
Pada dasarnya tanggung jawab paling utama perusahaan terhadap pemiliknya adalah
memberikan keuntungan terhadap investasi yang dilakukan pemilik perusahaan.
Hubungan berikutnya adalah dengan pegawai. Pegawai menjadi salah satu faktor
penting dalam berjalannya sebuah perusahaan, tanpa pegawai perusahaan tidak akan dapat
berjalan. Memberikan rasa nyaman dan aman dalam bekerja merupakan salah satu tugas
perusahaan sebagai bagian dari tanggung jawabnya terhadap pegawainya.
Hubungan yang ke tiga adalah hubungan perusahaan dengan konsumen. Konsumen
merupakan fokus sebuah perusahaan bisnis. Tujuan utama setiap perusaan adalah memuaskan
keinginan konsumen.
Hubungan yang ke empat adalah hubungan dengan masyarakat dan lingkungan. Pada
kasus ini, hubungan dengan masyarakat merupakan faktor penting perusahaan sehingga
perusahan tersebut menjadi perusahaan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Beberapa contoh tanggung jawab sosial adalah penanaman seribu pohon yang
dilakuakn oleh Daihatsu ataupun pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi oleh jarum
ataupun.
Menurut penulis, tanggung jawab sosial seharusnya tidak hanya dilakukan untuk
popularitas semata. Banyak perusahaan yang mengumumkan tindakan pertanggung jawaban
sosial mereka kepada masyarakat dengan mencantumkan dihalaman resmi ataupun dengan
publikasi di media cetak maupun elektronik. Tanggung jawab sosial dapat juga dilakukan
dengan cara perbaikan kembali lingkungan yang digunakan oleh suatu perusahaan bisnis
seperti perusahaan batu bara.

Di Samarinda, kalimantan Timur ada begitu banyak lahan yang dijadikan lahan
tambang batu bara, namun setalah kegiatan tambang selesai, lahan tersebut ditinggalkan
begitu saja tanpa ada perbaikan. Lahan yang ditinggalkan ini kemudian menjadi kerusakan
lingkungan yang perlahan memperburuk keadaan kota Samarinda sendiri. Disisi lain
perusahaan batu barap begitu gencara mempublikasikan tanggung jawab sosial mereka dalam
bentuk beasiswa. Hal ini menjadi ironi ketika mereka mempublikasikan tentang tanggung
jawab sosial dalam bentuk beasiswa terhadap masyrakat sekitar namun di saat yang
bersamaan perusahaan tersebut juga berperan dalam pengerusakan lingkungan. Lalu apakah
perusahaan dikatakan mereka melakukan tanggung jawab sosial ketika mereka hanya
mempublikasikan tentang kebaikan yang mereka lakukan, namun disisi lain perusahaan
tersebut juga menjalankan kegiatan yang merusak lingkungan.
Tanggung jawab sosial seharusnya dijalankan oleh perusahaantidak hanya pada satu
atau dua hubungan saja melainkan seluruh hubungan pada seluruh pemangku kepentingan
yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan tersebut. Dengan
demikian kata tanggung jawab sosial menjadi benar-benar sebagai tindakan yang
bertanggung jawab pada sosial perusahaan tersebut.
Tanggung jawab sosial seharusnya bukan hanya ajang untuk menaikan citra baik
perusahaan di mata publik melainkan benar-benar menjadi sebuah kegiatan yang seperti
dikatakan oleh Ferrell yaitu membuat lingkungan menjadi tempat hidup yang lebih baik.

LAMPIRAN
Empat Perusahaan Rusak Tahura Bukit Soeharto
Kamis, 4 Februari 2010 | 17:39 WIB
SAMARINDA, Kompas.com - Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan aktivitas empat
perusahaan pertambangan batu bara merusak Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di
Kalimantan Timur.
Kepala Bidang Litigasi Kementerian Lingkungan Hidup Shaifuddin Akbar mengungkapkan
hal itu di Jakarta saat dihubungi dari Kota Samarinda, Kaltim, Kamis (4/2/10). Akbar
menolak menyebut nama-nama perusahaan yang dimaksud sebab pernyataan tadi masih
merupakan hasil kunjungan pada 28-30 Januari 2010.
"Kami masih mendalami dan melengkapi laporan untuk kemudian mempertimbangkan
apakah terjadi pelanggaran aturan lingkungan secara pidana atau perdata," kata Akbar.
Akbar menjelaskan, dari empat perusahaan yang ditinjau, tiga perusahaan di antaranya adalah
pemegang kuasa pertambangan yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai
Kartanegara. Satu perusahaan ialah pemegang izin usaha pertambangan dari pemerintah
pusat. Wilayah konsesi keempat perusahaan tumpang tindih dengan kawasan konservasi
Tahura Bukit Soeharto.
Hasil peninjauan menunjukkan, keempat perusahaan tidak mampu mengelola air asam
tambang. Kolam penampung air asam itu tidak besar sehingga kalau penuh meluap dan
mencemari lingkungan sekitar.
"Kami juga menemukan lubang-lubang bekas galian tidak direklamasi dengan baik. Ada yang
sekadar ditimbun tetapi tidak ditanami," kata Akbar.
Empat perusahaan juga dinilai gagal mengelola overburden atau lapisan atas tanah yang
dikupas agar batu bara dari dalam perut bumi bisa diambil. Material itu harus diletakkan di
suatu tempat untuk suatu saat dikembalikan ke bekas lahan tambang untuk reklamasi.
"Kami menemukan, material overburden ditaruh di tepi Sungai Samboja bahkan mencemari
sungai itu. Seharusnya, tempat menaruh overburden minimal 50 meter dari tepi sungai," kata
Akbar.
Dari hasil peninjauan, terindikasi kuat telah terjadi pencemaran dan kerusakan lingkungan
hidup Tahura Bukit Soeharto akibat pertambangan, kata Akbar.
Namun, hasil tinjauan itu tidak bisa segera menjadi dasar suatu tindakan. Hasil tinjauan
masih didalami untuk kemudian menjadi pertimbangan Menteri Lingkungan Hidup
mengambil tindakan.

http://sains.kompas.com/read/2010/02/04/17390964/policy.html

LAMPIRAN

LAMPIRAN
25 Feb 2014 12:32:00
Meski mau membayar pajak senilai lebih dari 13 juta, Barca tetap menolak bersalah atas
kasus ini.

OLEH SANDY MARIATNA

Ikuti di twitter

Barcelona memutuskan untuk membayar sebesar lebih dari 13 juta kepada pihak otoritas
pajak Spanyol, menyusul tuduhan dari pengadilan Spanyol pekan lalu yang menyebutkan
Blaugrana menggelapkan pajak seputar transfer Neymar pada musim panas lalu.
Senin (24/2) waktu setempat, Barca mengeluarkan total uang sebesar 13.550.830,56 dengan
tujuan untuk melindungi potensi miskalkulasi dari transfer itu sekaligus untuk menjaga citra
dan reputasi mereka. Tujuannya adalah untuk menutup intepretasi yang bisa diberikan
kepada kontrak Neymar," demikian pernyataan resmi dari Barca.
Selain itu, seperti dikutip dari laman resminya, klub La Liga Spanyol ini sekali lagi
menyangkal segala tuduhan pelanggaran hukum terhadap kasus kontroversial ini. Namun,
Barca tetap berjanji bahwa pihaknya akan tetap bekerjasama dengan pengadilan Spanyol.
Meski demikian, masih belum bisa diketahui apakah dakwaan penggelapan pajak yang
diajukan oleh pengadilan Spanyol ini akan dibatalkan. Namun, proses persidangan
tampaknya masih akan terus berlanjut.
Kasus ini bermula dari permintaan socio Barca, Jordi Cases, yang ingin fakta dari proses
transfer Neymar dari Santos dan sempat membuat presiden klub Sandro Rosell
mengundurkan diri. Dari sana terungkap bahwa Barcelona sebenarnya membayar total
sebesar 86,2 juta dalam prosesnya, meski klub Catalan itu menegaskan bahwa transfer itu
sendiri hanya sebesar 57,1 juta.

http://www.goal.com/id-ID/news/1357/sepakbolaspanyol/2014/02/25/4644250/barcelona-bayar-pajak-13-juta-terkait-skandal-transfer

LAMPIRAN

Wow, Jokowi Marah Karena Staf Tidak Serius


Melayani Warga!
REP | 18 October 2013 | 19:13

Dibaca: 2325

Komentar: 153

11

Dua hari setelah setahun menjadi gubernur DKI, Jokowi membuat gebrakan. Tanggal 18
Oktober 2013 dia melakukan inspeksi mendadak ke kantor wali kota Jakarta Timur. Rupanya
dia ingin meyakinkan bahwa seluruh aparat di bawahnya sudah benar-benar berfungsi baik
dan melayani warga. Namun apa yang terjadi? Rupanya masih ada staf wali kota Jaktim yang
bekerja seperti PNS pada umumnya: santai, tapi terima gaji yang sama.
Kejadianya bermula saat Jokowi datang ke kantor wali kota itu sekitar pukul 13.15. Jokowi,
ditemani Wali Kota Jakarta Timur HR Krisdianto. Saat Jokowi bertanya kepada petugas loket
tentang bagaimana jika warga ingin mengurus tanda daftar perusahaan, ternyata staf yang
melayani tdak melakukannya secara profesional, bahkan terkesan main-main.
Memang pada umumnya itulah yang terjadi di kantor pemerintahan saat ini. Bahkan satu
orang pegawai wali kota itu tampak tengah bermain game di komputer. Di meja yang berada
di kanan ruangan, Jokowi tak mendapati seorang pun berada di sana. Ditunggu lima menit
petugas yang dipanggil juga tidak datang.
Jokowi tidak dapat menerimanya, dan marah. Mungkin dia berpikir gubernur saja digituin,
apalagi warga lainnya. Rupanya Jokowi tidak tanggung-tanggung, dia akan mengganti
Kasudin UMKM Jaktim Johan Afandy yang tak di meja kerja saat Jokowi datang.
Rupanya ini bukan yang pertama di kantor wali kota ini. Suatu sore pukul 15.00 tanggal 16
Juli 2013 Jokowi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Wali Kota Jakarta Timur.
Saat itu kantor Wali Kota tersebut mulai sepi. Bahkan tulisan buka, tanda beroperasinya
tempat pelayanan tersebut dalam posisi keadaan dibalik alias tutup. Saat itu muka Jokowi
masam. Jokowi juga memeriksa alat penilaian kepuasan pelayanan satu pintu, dan saat itu
yang muncul Tidak Baik pada kolom Persyaratan Pelayanan dan Kurang Baik pada kolom
Kedisiplinan Petugas Pelayanan. Jadi wajar saja Jokowi marah demi perbaikan pelayanan
kantor wali kota ini.
Seandainya Jokowi tidak melakukan blusukan atau inspeksi mendadak ini, maka dia tidak
akan tahu perilaku pegawai pemerintahan pada umumnya.
Mudah-mudahan dengan kejadian ini semua pegawai pemerintah, khususnya di DKI, berubah
dan mau bekerja profesional supaya warga terlayani dengan baik.

http://politik.kompasiana.com/2013/10/19/wow-jokowi-marah-602746.html