Anda di halaman 1dari 21

Diare Akut et Causa Infeksi

Bakteri Enterovasif
Andreas Yoga Kharisma
102009002
Budiarto Syah Putra Solomon
102009225
Adatya Stevani P Putuhena
102010253
Theodora Abdiel Purwa Dolorosa
102011066
Angelica
102012215
Egy Pradana Yudhistira
102012247
Silvani Dania
102012334
Febyan
102012353
Marrys Natalia
102012420
Salfarina Azira Binti Mat Saridan
102012509

A
7

Skenario
Tn. H 25 th mempunyai keluhan BAB cair 5x/hari
sejak 2 hari. Pasien juga mengeluh BABnya
disertai darah, mual, muntah-muntah, dan nyeri
perut. Sebelumnya pasien makan dan jajan di
pinggir jalan 2 hari lalu. Adanya daging yang
keluar dari anus saat BAB disangkal.

Definisi
Diare : defekasi dengan tinja berbentuk cair atau
cair, kandungan air 200ml/24jam, BAB encer
>3x/hari.

Diare akut : berlangsung <15 hari


Diare persisten : 15-30 hari
Diare kronik : 30 hari
Diare organik : penyebab anatomik,
bakteriologik, hormonal, toksiologi
Diare fungsional : bila penyebab organik tidak
ditemukan.

Anamnesis

Identitas
Keluhan Utama
RPS : Sifat feses
Konstitensi, frekuensi, ada/tidak ampas, lendir, darah,
warna, berlemak/tidak, ada/tidak tenesmus.
Riwayat Sebelum diare
Riwayat Obat, Riwayat perjalanan keluar kota, riwayat
makan di tempat tidak bersih
RPD
R. sosial
Keluhan penyerta lain : demam, mual/muntah, BB
turun, nyeri abdomen

Pemeriksaan Fisik

TTV
TD 110/80 mmHg
Suhu 38 C
RR 18x/menit
HR 88x/menit
Auskultasi : Bising usus (+)
meningkat

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium :

Darah tepi (Hb, Ht, Leukosit)


Kadar elektrolit serum, ureum & kreatinin
Pemeriksaan tinja lengkap & kultur tinja
ELISA (Giardiasis)
Serologi amuba

Endoskopi SCBB

Rektoskopi, sigmoidoskopi, kolonoskopi

Working Diagnostic
Diare akut et causa infeksi bakteri enterovasif
-

Mual, muntah, demam, BAB darah/lendir


Terdapat leukosit dalam tinja
Merusak mukosa usus => nekrosis & ulserasi
Sifat diare => sekretorik eksudatif

- Salmonella sp,
- Campylobacter jejuni, Shigella sp,
- EIEC, Entamoeba histolytica, dll

Differential Diagnostic
Diare akut et causa bakteri
enterotoksigenik
-

Tidak disertai demam ataupun darah tinja


Tidak terdapat leukosit di tinja
Tidak merusak mukosa usus
Toksin (protein) menempel pada epitel membentuk AMF
siklik => sekresi aktif Cl-, Na+, K+, NaHCO3 dan diikuti air

ETEC (diare turis)


Rotavirus, virus Norwalk
S. aureus, B. cereus, C. perfringens
V. cholerae

Etiologi

Infeksi
Makanan
Imunodefisiensi
Terapi obat
Tindakan tertentu
Lain-lain (DM)

Etiologi
A. Infeksi
1. Enteral
Bakeri : Shigella sp, E. coli patogen, Salmonella sp, Vibrio cholera,
Yersinia enterocolytica, Campylobacter jejuni, V. parahe,olityca,
Staphylococcus aureus, Streptococcus, Klebsiella, Psedomanas,
Aeromonas, Proteus, dll.
Virus : Rotavirus, Adenovirus Norwalk virus, cytomegslovirus (CMV),
echovirus, virus HIV.
Parasit : Protozoa (Entamoeba histolytica, Giardia lamblia,
Cryptosporidium parvum, Balantidium coli.
Worm : A. lumbricoides, cacing tambang, Trichuris trichiura S.
stercoralis, dll.
Fungus : Kandida/moniliasis
2.
Parenteral : otitis media akut (OMA), pneumonia
3.
Travelers diarrhea : E. coli, Giardia lamblia, Shigella, Entamoeba
histolytica
B. Makanan
Intoksikasi makanan
Alergi (susu sapi)
Malabsorpsi/maldigesti
C.
Imunodefisiensi : hipogamaglobulinemia, penyakit granulomatose
kronik, defisiensi IgA, dll.

Perantara
Air (termasuk sampah makanan di air tsb
Makanan
Unggas
Sapi
Babi
Makanan laut & shellfish (sushi &
ikan mentah)
Keju
Telur
Makanan & krim mengandung
Mayonnaise
Pie
Pusat perawatan harian
Rumah sakit
Kolam renang
Berpergian/melancong ke luar negeri

Patogen klasik
V. cholera, Norwalk agent, Giardia lamblia
dan Crystosporidium sp
Salmonella, Campylobacter & Shigella sp
Enterohemorrhagic E. coli, Taenia saginata
Cacing pita
V. cholerae, V. parahaemolyticus,
Salmonella sp, cacing pita, cacing anisakiasis
Listeria sp
Salmonella sp
Staphylococcus sp, Clostridium sp, Salmonella sp
Salmonella sp, Campylobacter, Cryptodporidium, dan
Giardia sp
Shigella, Campylobacter, Cryptosporidium & Giardia Sp,
Clostridium difficile, serta virus
C. difficile
Giardia sp dan Cryptosporidium sp
E. coli berbagai tipe, Salmonella sp, Shigella sp,
Campylobacter, Giardia sp dan Cryptosporidium sp,
Entamoeba histolytica

Epidemiologi
Frekuensi kejadian diare lebih cenderung pada
negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
Angka kesakitan diare di Indonesia berdasarkan
survei Kementerian Kesehatan :
-

Tahun 1996
Tahun 2000
Tahun 2003
Tahun 2006
Tahun 2010

=
=
=
=
=

280 per 1.000 penduduk,


301 per 1.000 penduduk,
374 per 1.000 penduduk,
423 per 1.000 penduduk,
411 per 1.000 penduduk.

http://www.infodokterku.com/component/content/article/25-data/data-keseha
tan/201-data-angka-diare-di-indonesia.html
Published On 22 Februari 2012, dr. Awi Muliadi Wijaya, MKM.

Patofisiologi
Osmolaritas intraluminal yang meninggi
(Osmotik)
Sekresi cairan dan elektrolit meninggi (sekretorik)
Malabsorbsi asam empedu & lemak
Defek sistem pertukaran anion/transport elektrolit
aktif di enterosit
Motilitas dan waktu transit usus abnormal
Gangguan permeabilitas usus
Inflamasi dinding usus (inflamatorik)
Infeksi dinding usus (diare infeksi)

Manifestasi Klinis
Dehidrasi dibagi tiga yaitu
- Dehidrasi ringan (hilang cairan 2-5 % BB),
turgor kurang, suara serak (vox cholerica), belum
jatuh dlm presyok.
- Dehidrasi sedang (hilang cairan 5-8 % BB),
turgor buruk, suara serak, pasien jatuh dlm
presyok/syok, nadi cepat & dalam.
- Dehidrasi berat (hilang cairan 8-10 % BB)
ditambah tanda dehidrasi sedang, kesadaran
menurun (apatis sampai koma), otot-otot kaku &
sianosis.

Simptomatik dan gejala diare karena infeksi


Tanda
Dan
Gejala
* Mual/
Muntah
* Panas
* Sakit
* Gejala
Lain
* Sifat
Tinja
* Volume
* Frekuensi
* konstitensi
* Mukus
* Darah
* Bau
* Warna
* leukosit
* Sifat lain

Rotavirus

E. coli
entero
toksigenik

E. coli

dari awal

+
tenesmus

kadang

air

sering
distensi abd
air

+
tenesmus
Kolik
hipotensi

sedang

banyak

cair
jarang
hijau
-

cair
+
tinja
tidak berwarna
-

darah
sedikit

Salmonella

+
+
tenesmus
kolik, pusing
bakterimia
toksemia
air & darah
sedikit

kental
berlendir
+
+
+
kadang
tidak spesifik telur busuk
hijau
hijau
+
+

Shigella

jarang

V. cholera

jarang

tenesmus
kolik, pusing
ada kejang

kolik

darah

berair

sedikit

kental
sering
sering
tidak bau
hijau
+

sangat banyak

cair

hanyir
seperti air beras

Penatalaksanaan
Medikamentosa

Rehidrasi
- Dehidrasi ringan : minuman ringan, sari buah, sup,
dan kripik asin.
- Dehidrasi sedang/berat : oral (Pedialit, Oralit),
intravena (RL 200 ml/kg/24jam)
Obat anti diare :
- Derivat opioid (Loperamid, difenosilat atropin &
tinktur opium)
- Pengeras tinja (atapulgite 4x2 tab/hari,
smectite 3x1 saset tiap diare)
- Obat anti sekretorik (hidrasec 3x1 tab/hari)

Anti Mikroba
Diare karena virus atau bakteri non-invasif
(enterotoksigenik) => self limited desease.
Diare invasif, Diare turis, Imunosupresif
- Kuinolon (Spirofloksasin 500mg 2xhari 5-7
hr)
- Kotrimoksazol
(trimetoprim/sulfametoksazol 160/800mg
2x/hari), Eritromisin 250500mg
- Metronidazol 250mg 3x/hari 7hr

Non-medikamentosa
Pasien sebaiknya disarankan untuk :

Istirahat
Kebersihan diri & lingkungan
Mencuci tangan sebelum makan
Buang air besar di jamban
Mencegah kontak makanan dari lalat, lipas, dll
Memasak makanan sampai matang
Minum air yang bersih
Hindari kafein dan alkohol (meningkatkan motilitas
usus)
Hindari minuman bergas atau bersoda
Hindari susu sapi (intoleransi laktosa)

Prognosis
Prognosis baik atau buruk tergantung
dari derajat dehidrasi dan faktor
penyebab diare, serta
penanggulannya.

Kesimpulan
Pada diare akut harus dilakukan
anamnesis dan pemeriksaan klinis yang
baik untuk menentukan diagnosis
penyebab diare akut (Infeksi atau non
infeksi) dan ada/tidaknya dehidrasi.
Penatalaksanaan diare akut terdiri dari
rehidrasi, obat anti diare, dan obat anti
mikroba (infeksi), serta yang terpenting
ialah menjaga kebersihan diri &
lingkungan.

TERIMA
KASIH