Anda di halaman 1dari 7

PENGALAMAN

Seorang pasien, Ny, 51 tahun, P1A0, merasakan benjolan di perut bagian bawah 2
bulan terakhir. BAK dan BAB lancar, mengalami gangguan menstruasi 2 bulan
terakhir
KU, kesadaran , anemis, TD mmHg, nadi x/menit, RR x/menit, suhu, berat badan
kg, tinggi badan cm.
MASALAH :
1. Bagaimana cara pemeriksaan kista ovarium?
2. Apa saja tumor kistik jinak pada ovarium?
A. PEMERIKSAAN FISIK
1. Inspeksi
o tumor dapat terlihat atau tidak terlihat biasanya di lateral pada tumor ovarium
o Oedema tungkai
2. Palpasi
: ukuran, konsistensi dan mobilitas tumor
3. Perkusi
: ascites test pekak beralih, hidrothoraks redup
4. Inspekulo, biasanya pada tumor ovarium maupun mioma, portio hiperemesis dan
dapat mengeluarkan darah, bila ditemukan livide dapat dicurigai bahwa mungkin
terjadi KET bila disertai dengan nyeri pada abdomen dan PP test +
5. Bimanual
: lihat ukuran, konsistensi, mobilitas dan lokasi
Untuk menentukan lokasi tumor apakah berasal dari ovarium atau uterus yaitu
dengan menggerakkan porsio. Bila portio digerakkan dan tumor ikut bergerak maka
kemungkinan besar tumor berasal dari uterus.Sedangkan bila portio digerakkan,
tumor tidak ikut bergerak maka tumor berasal dari ovarium.Tetapi pada beberapa
keadaan dapat menimbulkan kesulitan diagnosis seperti pada mioma subserosum
maka walaupun portio digerakkan tumor dapat tidak ikut bergerak.
B. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan darah rutin untuk membedakan tumor karena radang atau neoplasma
dengan melihat angka leukosit.
2. USG untuk menentukan lokasi, konsistensi dan ada atau tidaknya septa atau papilla
pada tumor. Ukuran ovarium normal pada wanita premenopuse adalah 3,5 x 2 x 1,5
cm, sedangkan pada wanita 5 tahun postmenopause adalah 1,5 x 0,7 x 0,5 cm.
3. Foto Roentgen
Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrothoraks.Selanjutnya pada
kista dermoid dapat ditemukan gigi dalam tumor.
4. Pemeriksaan tumor marker, bila dicurigai massa adalah neoplasma. Pemeriksaan
tumor marker CA 125 untuk menentukan sifat neoplasma yaitu ganas atau jinak.
Kadar normal CA 125 dalam serum adalah kurang dari 35 U/ml. Pemeriksaan tumor
marker di negara-negara berkembang jarang dilakukan karena biayanya yang relatif
mahal, selain itu pemeriksaan ini sering menimbulkan negatif palsu.
5. Parasentesis
Parasentesis berguna untuk menetukan sebab ascites.Tindakan ini memerlukan
ketelitian dan pertimbangan karena dapat mencermarkan kavum peritonei dengan isi
kista bila kista tertusuk.

6. Laparaskopi diagnostik
Syarat tindakan laparaskopi diagnostik dan diikuti dengan laparaskopi operatif adalah:
a. Terampil menggunakan alat laparaskop
b. Syarat tumor:
Tanpa riwayat keluarga dengan penyakit ganas
Usia reproduksi
Massa kurang dari 5 cm atau tumor bebas
Pemeriksaan USG unilateral dan unilokuler
Tumor marker dalam batas normal
KISTOMA OVARIUM
Kista berasal dari bahasa yunani yaitu kystis yaitu kantong atau sebuah rongga
tertutup abnormal, yang dilapisi oleh epitel yang mengandung cairan semisolid (Dorland,
2003).Sedangkan kistoma berasal dari kata kista dengan menambahkan akhiran oma yang
berarti tumor kistik jinak. Penambahan akhiran oma berdasarkan gambaran histologik harus
mengikuti nama sel tempat tumor itu berasal. Tetapi untuk tumor jinak yang berasal dari
epitel, ada yang dinamai berdasarkan gambaran mikroskopik, contohnya adenoma.Adenoma
berarti tumor epitel jinak yang sel-selnya membentuk struktur kelenjar yang dapat dikenal
atau sel-selnya jelas berasal dari epitel kelenjar (Dorland, 2003).Kista dapat terjadi di semua
bagian tubuh salah satunya pada ovarium.Yang membentuk kista besar pada ovarium disebut
kistoma atau kistadenoma (staf pengajar bagian PA, 1996).
Terdapat lima macam tumor kistik jinak pada ovarium, yaitu:
1. Kistoma ovarii simpleks
2. Kistadenoma ovarii serosum
3. Kistadenoma ovarii musinosum
4. Kista endometroid
5. Kista dermoid
KISTOMA OVARII SIMPLEKS
Kista ini mempunyai permukaan yang rata dan halus, biasanya bertangkai, seringkali
bilateral dan dapat menjadi besar.Dinding kista tipis dan cairan di dalam kista jernih, serus
dan berwarna kuning.Pada dinding kista tampak lapisan epitel kubik.Diduga bahwa kista ini
merupakan suatu jenis kistadenoma serosum, yang kehilangan epitel kelenjarnya akibat
adanya tekanan cairan dalam kista.1 Oleh karena itu kistoma ovarii simpleks tidak
dimasukkan dalam klasifikasi neoplasma ovariun menurut WHO tahun 1993.
Berhubungan dengan adanya tangkai, komplikasi yang sering terjadi adalah torsi
(putaran tangkai) dengan gejala nyeri yang mendadak. Terapi kistoma ovariii simpleks yaitu
dengan kistektomi bersama-sama dengan ooforektomi, apabila ditemukan tanda-tanda
keganasan setelah dilakukan pemeriksaan histopatologis.1
KISTADENOMA OVARII MUSINOSUM
Asal tumor ini belum dapat diketahui dengan pasti. Menurut Meyer, tumor ini
mungkin berasal dari suatu teratoma yang dalam pertumbuhannya satu elemen mengalahkan
elemen yang lain. Penulis yang lain ada yang berpendapat bahwa tumor ini mempunyai asal
yang sama dengan tumor Brenner yaitu dari epitel germinativum tetapi dindingnya dilapisi
oleh sel epitel transisional (Kumar, 1996).
Angka kejadian
Tumor ini merupakan tumor kedua terbanyak yang banyak ditemukan setelah
kistadenoma ovarii serosum. Berbeda dengan kistadenoma ovarii serosum, 80 % kistadenoma
ovarii musinosum adalah jinak, 10 % merupakan tipe borderline (memiliki potensi untuk

menjadi ganas) dan 10 % merupakan tumor ganas (Kumar, 1996). Tumor ini paling sering
terdapat pada wanita berusia 20-50 tahun, dan jarang sekali pada masa prepubertas.1
Gambaran klinik
Secara umum, tumor ini cenderung menghasilkan masa kistik yang besar (lebih besar
daripada tumor serosa) (Kumar, 1996), terutama pada penderita yang datang dari
pedesaan1.Pada tumor yang besar, jaringan ovarium yang normal tidak dapat dijumpai. 1
Kistadenoma ovarii musinosum sering multilokuler sehingga permukaannya biasanya tidak
rata.Tumor biasanya unilateral dan hanya 5 % tumor jinak diantaranya adalah bilateral.
Dinding kista agak tebal dan berwarna putih keabu-abuan.Warna keabu-abuan
khususnya terdapat bila terjadi pendarahan atau perubahan degeneratif di dalam kista.Kista
berisi cairan lendir yang khas, kental seperti gelatin, melekat, dan berwarna kuning sampai
coklat tergantung dari percampurannya dengan darah.

Gambar 1.kistadenoma ovarii musinosum (kanan) makroskopik bersama dengan mioma uteri
(kiri).

Gambar 2.kistadenoma ovarii musinosum jinak mikroskopik

Gambar 3.kistadenoma ovarii musinosum ganas mikroskopik


Pada pemeriksaan mikroskopik tampak dinding kista dilapisi oleh epitel kolumner
dengan inti pada dasar sel; di antaranya terdapat sel-sel yang membundar karena terisi lendir
(sel-sel goblet).Sel-sel epitel yang terdapat dalam satu lapisan mempunyai potensi untuk
tumbuh seperti struktur kelenjar; kelenjar-kelenjar menjadi kista-kista baru yang
menyebabkan kista menjadi multilokuler.

Komplikasi
Kista menerima darahnya melalui suatu tangkai.Bila tejadi torsi sehingga terdapat
gangguan sirkulasi, maka timbul perdarahan dalam kista dan perubahan degeneratif, yang
memudahkan pelekatan kista dengan omentum, usus-usus dan peritoneum parietale.
Bila dinding kista sobek atau pecah, sel-sel epitel dapat tersebar pada permukaan
peritoneum parietale, dan dengan sekresinya menyebabkan pseudomiksoma
peritonei.Pseudomiksoma peritonei mengakibatkan timbulnya penyakit menahun dengan
musin terus bertambah dan menyebabkan banyak pelekatan, sehingga penderita dapat
meninggal akibat ileus dengan atau tanpa inanisi.Inanisi adalah gejala kelemahan yang jelas,
penurunan berat badan yang berlebih dan penurunan dalam metabolisme akibat dari
ketidakcukupan makanan yang berkepanjangan dan berat.
Kadang-kadang pada kista dapat ditemukan daerah padat dan pertumbuhan
papiler.Tempat-tempat tersebut perlu diteliti dengan seksama karena dapat ditemukan tandatanda ganas.
Penanganan
Penanganan terdiri atas pengangkatan tumor.Bila tumor cukup besar sehingga tidak
tampak banyak sisa ovarium yang normal, biasanya dilakukan pengangkatan ovarium beserta
tuba fallopi (salpingo-ooforektomi).Pada waktu mengangkat kista sedapat-dapatnya
diusahakan mengangkat kista tanpa mengadakan pungsi terlebih dahulu (in toto) untuk
mencegah timbulnya pseudomiksoma peritonei.
Bila kista terlalu besar sehingga perlu dilakukan pungsi untuk mengecilkan tumor,
lubang pungsi harus segera ditutup dengan rapi sebelum mengeluarkan tumor dari rongga
perut.Setelah kista diangkat harus dilakukan pemeriksaan histopatologik untuk mencari
tanda-tanda keganasan.Sebaiknya ketika operasi kistadenoma ovarii musinosum yang
unilateral, ovarium yang satunya juga diperiksa.
KISTADENOMA OVARII SEROSUM
Tumor ini berasal dari epitel germinativum pada permukaan ovarium.
Angka kejadian
Tumor ini merupakan tumor kistik yang paling banyak ditemukan. Berbeda dengan
kistadenoma ovarii musinosum, 60 % kistadenoma ovarii serosum adalah jinak, 25 %
merupakan tipe borderline (memiliki potensi untuk menjadi ganas) dan 15 % merupakan
tumor ganas (Kumar, 1996).
Gambaran Klinik
Secara umum, tumor ini cenderung tidak menghasilkan masa kistik yang besar bila
dibandingkan dengan kistadenoma ovarii musinosum.1 Permukaan kistadenoma ovarii
serosum biasanya licin karena unilokuler, tetapi dapat pula berbenjol-benjol bila berbentuk
multilokuler. Tumor biasanya unilateral dan hanya 20 % tumor jinak diantaranya adalah
bilateral.
Kista berwarna putih keabu-abuan.Warna keabu-abuan khususnya terdapat bila terjadi
pendarahan atau perubahan degeneratif di dalam kista.Kista berisi cairan kuning seperti
serum darah dan kadang-kadang sampai coklat tergantung dari percampurannya dengan
darah. Ciri khas kista ini adalah pertumbuhan papilker ke dalam rongga kista (50 %) dan ke
luar kista (5 %), yang disebut kistadenoma ovarii serosum papiliferum.

Gambar 4. Kistadenoma ovarii serosum

Gambar 5. Kistadenoma ovarii serosum papiliferum jinak

Gambar 6. Kistadenoma ovarii serosum papiliferum ganas


Umumnya sangat sulit membedakan kistadenoma ovarii serosum papiliferum yang
ganas dan jinak, karena pada pemeriksaan tidak selalu dapat memberikan kepastian. Pada
pemeriksaan mikroskopik tampak dinding kista dilapisi oleh epitel koboid atau kolumner
rendah dengan sitoplasma eosinofil dan inti sel yang besar dan gelap warnanya.Karena tumor
ini berasal dari epitel permukaan ovarium (epitel germinativum) maka bentuk epitel pada
papil dapat beraneka ragam, tetapi sebagian besar epitelnya tediri atsa epitel bulu getar,
seperti epitel pada tuba.
Pada jaringan papiler dapat ditemukan bintik-bintik pengendapan kalsium dalam
stroma yang disebut psamomma, sehingga psamomma menunjukkan bahwa tumor tersebut
adalah kistadenoma ovarii serosum papiliferum, tetapi psamomma tidak menunjukkan
keganasan suatu tumor. Kistadenoma ovarii serosum dikatakan ganas bila pada pemeriksaan
mikroskopik ditemukan pertumbuhan papiler, proliferasi dan stratiikasi epitel, anaplasia dan
mitosis pada sel-sel. Akan tetapi, garis pemisah antara kistadenoma ovarii serosum
papiliferum yang jelas ganas tetap saja sukar ditentukan.
Prognosis
Bila ditemukan kistadenoma ovarii serosum papiliferum bila disertai dengan
implantasi pada peritoneum disertai dengan ascites, maka prognosisnya kurang baik sehingga
secara klinis tumor tersebut harus dianggap sebagai neoplasma yang ganas meskipun
pemeriksaan histopatologisnya neoplasma tersebut dinyatakan ganas.
Penanganan
Penanganan pada umumnya sama dengan kistadenoma ovarii musinosum yaitu
dengan mengangkat tumor, tetapi berhubung dengan lebih besarnya kemungkinan keganasan
maka perlu dilakukan pemeriksaan beku (frozen section) pada saat operasi untuk menentukan

tindakan selanjutnya pada waktu operasi. Sebaiknya ketika operasi kistadenoma ovarii
serosum yang unilateral, ovarium yang satunya juga diperiksa.
Bila tumor cukup besar sehingga tidak tampak banyak sisa ovarium yang normal,
biasanya dilakukan pengangkatan ovarium beserta tuba fallopi (salpingo-ooforektomi).Pada
waktu mengangkat kista sedapat-dapatnya diusahakan mengangkat kista tanpa mengadakan
pungsi terlebih dahulu (in toto) untuk mencegah timbulnya pseudomiksoma peritonei.Bila
kista terlalu besar sehingga perlu dilakukan pungsi untuk mengecilkan tumor, lubang pungsi
harus segera ditutup dengan rapi sebelum mengeluarkan tumor dari rongga perut.
KISTA ENDOMETRIOID
Kista ini biasnya unilateral dengan permukaan licin; pada dinding dalam terdapat satu
lapisan sel-sel yang menyerupai lapisan epitel endometrium.Kista ini ditemukan oleh
Sarteson pada tahun 1969, dan tidak ada hubungannya dengan endometriosis ovarii.
KISTA DERMOID
Kista dermoid diduga berasal dari sel germinal totipoten (oosit primer) yang tidak
mengalami fertilisasi (partenogenesis), sehingga oosit primer ini dapat berkembang menjadi
seluruh sel yang dibutuhkan untuk membuat suatu jaringan yang matur (medicine.net.com,
2006). Kista dermoid adalah suatu teratoma kistik yang jinak dengan deferisiensi sempurna
struktur ektodermal (epitel kulit, rambut, gigi, kuku dan produk glandula sebasea) lebih
dominan daripada elemen mesoderm atau pun endoderm.1
Angka kejadian
Tumor ini merupakan 10 % dari seluruh neoplasma ovarium yang kistik, dan paling
sering ditemukan pada wanita yang masih muda atau masih dalam usia reproduksi. 1
Walaupun demikian kista dermoid dapat pula ditemukan pada anak kecil sehingga beberapa
penulis berpendapat kista ini merupakan kelainan kongenital. Pada 10 % kasus kista dermoid
dapat ditemukan pada kedua ovarium (bilateral) (Shanahan, 2006).
Gambaran Klinik
Kista dermoid tidak memiliki ciri yang khas.Dinding kista tipis dan berwarna putih
keabu-abuan. Konsistensi tumor sebagian kistik kenyal dan padat di bagian yang lain. Kista
tampak unilolkuler, tetapi bila tumor dibelah akan tampak satu kista besar dengan ruanganruangan kecil di dalam dindingnya. Pada umumnya, terdapat satu daerah pada dinding bagian
dalam, yang menonjol dan padat. Ruangan-ruangan kecil tersebut mengandung elemen
ektodermal, mesodermal dan entodermal, sehingga dapat ditemukan:
1. Elemen ektodermal yaitu kulit, rambut, kelenjar sebasea, gigi
2. Elemen mesodermal yaitu tulang rawan dan serat otot jaringan ikat
3. Elemen entodermal yaitu mukosa traktus gastrointestinalis, epitel saluran pernapasan dan
jaringan tiroid.
Bahan yang terdapat dalam kista adalah produk dari kelenjar sebasea berupa massa
lembek seperti lemak bercampur dengan rambut. Rambut yang ditemukan dapat hanya
beberapa serat saja, tetapi dapat pula merupakan gelondongan seperti konde.

Gambar 7. Kista dermoid


Panah hitam menunjukkan keratinisasi dari epitel kubik berlapis
Panah biru menunjukkan kelenjar sebasea
Komplikasi

Kista dermoid biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi bila terjadi torsi akan
menyebabkan nyeri hebat yang mendadak. Bila kista dermoid ruptur akan menyebabkan
peritonitis atau iritasi dari peritonium sehingga terjadi rasa nyeri. Kista dermoid jarang yang
menjadi ganas, kira-kira hanya sekitar 1,5 % dan biasanya pada wanita yang sudah
menopause. Perubahan keganasan pada kista dermoid paling sering adalah menjadi
karsinoma epidermoid. Kadang-kadang dapat dijumpai satu elemen tumbuh lebih cepat
daripada elemen yang lain, sehingga muncul tumor yang khas yaitu:
1. Struma ovarium

Gambar struma ovarii


Tampak folikel mengandung koloid aseluler berwarna eosinophil
2. Kistadenoma ovarii musinosum dan kistadenoma ovarii serosum
3. Koriokarsinoma
Penanganan
Untuk menghindari terjadinya komplikasi, sebaiknya kista dermoid segera diangkat.Bila kista
tidak megenai seluruh ovarium sebaiknya tidak dilakukan ooforektomi. Pengangkatan kista
dermoid dapat menggunakan laparaskop ataupun laparatomi, tergantung dari besar dan lokasi
tumor