Anda di halaman 1dari 55

Lingkungan Bisnis dan Hukum Komersial

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS INDONESIA


PROGRAM STUDI MAKSI -PPAk

PERJANJIAN KREDIT DAN


JAMINANNYA
OLEH: YUNUS HUSEIN

Outline
Perjanjian Kredit
Macam-macam Jaminan
Proses Pemberian Kredit pada Bank
Non Performing Loan (NPL)

PERJANJIAN KREDIT

Pengertian
Istilah Kredit berasal dari bahasa Yunani credere yang berarti
kepercayaan;
Kredit adalah Pinjaman uang dengan pembayaran pengembalian
secara mengangsur atau pinjaman sampai batas jumlah tertentu
yang diizinkan oleh bank atau badan lain (Kamus Besar Bahasa
Indonesia);
Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat
dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau
kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang
mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah
jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. (UU No. 7 Tahun
1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No.
10 Tahun 1998 (UU Perbankan).
4

Fungsi Perjanjian Kredit


1. Berfungsi sebagai perjanjian pokok;
2. Berfungsi sebagai alat bukti mengenai
batasan hak antara kreditur dan
debitur;
3. Berfungsi sebagai alat monitoring
kredit.

Unsur-unsur Kredit
1. Kepercayaan;
2. Waktu;
3. Tingkat Resiko

Pemberian kredit senantiasa menghadirkan berbagai resiko baik bagi debitur


maupun kreditur. Untuk itu dalam pemberian kredit dikenal sharing resiko
dengan pihak ketiga.

4. Prestasi atau Objek Kredit

Dasar Hukum (1)


Perjanjian (Pasal 1313 KUHPerdata):
Persetujuan adalah suatu perbuatandimana satu orang
atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang lain
atau lebih.
Perjanjian kredit berakar pada perjanjian Pinjam
Meminjam (Pasal 1754 KUHPerdata):
Pinjam Meminjam adalah suatu perjanjian, yang
menentukan pihak pertama menyerahkan sejumlah
barang yang dapat habis terpakai kepada pihak kedua
dengan syarat bahwa pihak kedua itu akan
mengembalikan barang sejenis kepada pihak pertama
dalam jumlah dan keadaan yang sama.
7

Syarat Sah Perjanjian Kredit


Syarat sah Perjanjian Kredit mengacu pada
Pasal 1320 KUHPerdata:
1. Kesepakatan Para Pihak
2. Para pihaknya cakap untuk membuat
perjanjian;
3. Ada hal tertentu yang diperjanjikan;
4. Didasarkan pada sebab yang halal.

Kewajiban Peminjam
Mengembalikan dalam jumlah dan keadaan
yang sama dan pada waktu yang ditentukan
(Pasal 1763);
Jika tidak mampu mengembalikan barang yang
dipinjamnya dalam jumlah dan keadaan sama,
ia diwajibkan membayar harganya;
Jika waktu dan tempat tidak ditetapkan, harus
diambil harga barang pada waktu dan ditempat
pinjaman terjadi (Pasal 1764)
9

Kewajiban Pemberi Pinjaman


Tidak boleh meminta kembali sebelum lewatnya
waktu yang ditentukan dalam perjanjian (Pasal
1759 KUHPerdata);
Jika tidak ditetapkan waktu, hakim berwenang
memberikan kelonggaran (Pasal 1760);
Apabila peminjam berjanji mengembalikan
apabila dia mampu, maka hakim dapat
menentukan waktunya pengembalian (Pasal
1761)
10

Peminjaman dengan Bunga


Diperbolehkan memperjanjikan bunga atas peminjaman
uang atau barang habis pakai (Pasal 1765);
Besarnya bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian
harus ditetapkan secara tertulis (Pasal 1767);
Pembayaran bunga yang diperjanjikan sampai pokok
terbayar (Pasal 1766);
Pembayaran bunga yang tidak diperjanjikan tidak boleh
dituntut dikembalikan kecuali jumlahnya apabila bunga
melebihi bunga menurut undang-undang;
Pembayaran bunga yang tidak diperjanjikan tidak
mewajibkan si yang berutang untuk membayarnya
seterusnya.
11

Bentuk Perjanjian Kredit


Perjanjian kredit dalam prakteknya mempunyai 2 bentuk
1. Perjanjian Akta Bawah Tangan (Pasal 1874 KUHPerdata).
Akta bahwa tangan mempunyai kekuatan hukum pembuktian
apabila tanda tangan yang ada dalam akta tersebut diakui oleh
yang menandatanganinya. Supaya akta bawah tangan tidak mudah
dibantah maka diperlukan legalisasi oleh Notaris yang berakibat
akta bawah tangan tersebut mempunyai kekuatan pembuktian
seperti akta otentik;
2.

Perjanjian
Akta
Otentik
(Pasal
1868
KUHPerdata).
Akta otentik mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna
yang artinya akta otentik dianggap sah dan benar tanpa perlu
membuktikan atau menyelidiki keabsahan tanda tangan dari para
pihak.

12

Berakhirnya perjanjian kredit


Mengacu pada Pasal 1381 KUHPerdata dan
berbagai praktek hukum lainnya yang timbul
dalam hal pengakhiran perjanjian kredit,
dilakukan melalui:
1.
2.
3.
4.

Pembayaran;
Subrograsi (Pasal 1400KUHPerdata); penggantian hakhak kreditur oleh pihak ketiga yang membayar utang;
Pembaruan utang/novasi (pasal 1413 KUHPerdata);
Perjumpaang utang/kompensasi (pasal 1425
KUHPerdata).

13

Contoh Isi Perjanjian Kredit


pada Bank
Judul
Komparisi
Isi Perjanjian Kredit, antara lain ;
a.
Mengenai fasilitas kredit & jangka waktu;
b. Suku bunga kredit;
c.
Klausula mengenai barang agunan kredit;
d. Biaya yang timbul spt provisi, commitment fee etc;
e.
Klausula mengenai asuransi kredit;
f.
Larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan oleh Debitur;
g. Klausula tentang cara penarikan kredit;
h. Pihak bank dapat mengakhiri perjanjian kredit setiap waktu;
i.
Penyelesaian kredit;
j.
Dan lain-lain.
14

JAMINAN KREDIT

15

PRINSIP PEMBERIAN KREDIT


1.
2.
3.
4.
5.

Character (watak);
Capacity (Kemampuan);
Capital (Modal);
Conditions of Economy and
Collateral (Jaminan).

Jaminan sebagai perjanjian tambahan (assessoir)

16

Pengertian
AGUNAN adalah jaminan tambahan yang
diserahkan nasabah debitor kepada bank dalam
rangka pemberian fasilitas kredit atau
pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.
(Pasal 1 butir 23 UU Perbankan)

17

Klasifikasi Jaminan
Jaminan karena Undang-undang dan Karena Perjanjian

Jaminan Umum dan Jaminan Khusus


Jaminan yang Bersifat Kebendaan dan Jaminan Perseorangan.

Jaminan atas benda bergerak dan tidak bergerak


Saham sebagai agunan tambahan
18

Jaminan karena Undang-undang dan


Karena Perjanjian
Jaminan karena undang-undang adalah
jaminan yang dilahirkan atau diadakan oleh UU,
seperti: jaminan umum, hak privelege dan hak
retensi (pasal 1132, pasal 1134 ayat (1);
Jaminan karena perjanjian adalah jaminan yang
dilahirkan atau diadakan oleh perjanjian yang
diadakan para pihak sebelumnya, seperti gadai,
hipotik, hak tanggungan dan fiducia.
19

Jaminan Umum dan


Jaminan Khusus
1. Jaminan Umum. Pada prinsipnya segala harta kekayaan
debitur akan menjadi jaminan bagi perutangannya
(Pasal 1131). Semua kreditur mempunyai kedudukan
yang sama terhadap kreditur-kreditur lain;

Barang-barang itu menjadi jaminan bersama bagi semua


kreditur, pembagian menurut perbandingan piutang masingmasing kecuali bila ada alasan sah untuk didahulukan (Pasal
1132).

2. Jaminan khusus dengan penyerahan harta kekayaan


tertentu untuk diikat secara khusus sebagai jaminan
pelunasan utang debitur. Kreditur yang bersangkutan
mempunyai kedudukan mendahului (preferen) bagi
pemegangnya.
20

JAMINAN YANG BERSIFAT KEBENDAAN


DAN JAMINAN PERSEORANGAN.
1.

JAMINAN KEBENDAAN: berupa hak mutlak atas


benda yg mempunyai hubungan langsung atas benda
tertentu dari debitur, dapat dipertahankan terhadap
siapa pun, selalu mengikuti bendanya dan dapat
diperalihkan (contoh: hipotik, hak tanggungan, gadai
dll);

2.

JAMINAN PERORANGAN: menimbulkan hubungan


langsung pada perseorangan tertentu, hanya dapat
dipertahankan terhadap debitur tertentu, terhadap
harta kekayaan debitur pada umumnya (contoh:
borgtoght).
21

JAMINAN KEBENDAAN
Dibedakan: Benda Bergerak & Tidak
Bergerak;
Benda Bergerak:

Bergerak Berwujud: pengikatan dengan gadai


dan fiducia;
Bergerak tidak berwujud: pengikatan dengan
gadai, cessie dan account receivable.

Benda Tidak Bergerak


22

JAMINAN KEBENDAAN
Gadai: hak yang diperoleh kreditur atas suatu barang
bergerak untuk mengambil pelunasan dan barang,
kedudukan diutamakan (KUH Perdata Buku II Bab XX
Pasal 1150-1161);
Hak tanggungan: jaminan yang dibebankan atas hak atas
tanah (berikut/tidak berikut benda lain) untuk
pelunasan utang tertentu, kedudukan diutamakan.(UU
No.4/1996);
Fiducia: Barang bergerak berwujud/tidak khususnya
bangunan yang tidak deibebani hak tanggungan,
kedudukan diutamakan. (UU No.42/1999).
23

Jaminan Perorangan
Penanggungan hutang (Borgtoght): pihak ketiga
mengikatkan diri memenuhi perikatan si
berhutang apabila hak kreditur tidak dipenuhi.
(Pasal 1820 KUH Perdata);
Perjanjian Garansi (Indemnity/Surety Ship):
menjamin pihak ketiga, menjanjikan bahwa
orang ini akan berbuat sesuatu dengan tidak
mengurangi tuntutan ganti rugi (Pasal 1316
KUH Perdata)
24

Saham sebagai Agunan Tambahan


Bank diperkenankan meminta agunan tambahan berupa saham untuk
memperoleh keyakinan terdapatnya jaminan pemberian kredit, berupa saham
perusahaan yang dibiayai dalam rangka ekspansi atau akuisisi, baik yang
terdaftar maupun yang tidak terdaftar di bursa efek.
Saham yang terdaftar di bursa: tidak termasuk saham yang tidak mengalami transaksi
dalam waktu tiga bulan berturut-turut sebelum saat akad kredit ditandatangani dan
saham dengan harga pasar dibawah nilai nominal pada saat akad kredit
ditandatangani. Nilai saham yang digunakan sebagai agunan tambahan kredit
maksimum sebesar 50% dari harga pasar atau kurs saham yang bersangkutan dibursa
efek pada saat akad kredit ditandatangani.
Saham Tidak Terdaftar di Bursa Efek: dibatasi hanya pada saham yang diterbitkan
oleh perusahaan penerima kredit yang bersangkutan. Nilai saham yang digunakan
sebagai agunan tambahan kreditnya adalah maksimum sebesar nilai nominal saham
yang tercantum dalam anggaran dasar atau anggaran rumah tangga perusahaan yang
bersangkutan.

Dasar Hukum: Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor


26/69/KEP/DIR dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 26/1/UKU masingmasing tanggal 7 September 1993 perihal Saham sebagai Agunan Tambahan
Kredit.
25

KLASIFIKASI LAIN
1. Jaminan Konvensional dan Non Konvensional;

2.

Jaminan konvensional: pranata hukumnya sudah lama dikenal, diatur dalam


perundangundangan, hukum adat maupun yang tidak diatur tetapi sudah lama
dilaksanakan dalam praktek, seperti hipotik, hak tanggungan, gadai barang bergerak, gadai
tanah, fiducia, garansi, dan akta pengakuan utang.
Jaminan non konvensional: eksistensinya dalam system hukum jaminan masih terbilang
baru sungguh pun sudah dilaksanakannya secara meluas, sehingga pranatanya belum
sempat pula diatur secara rapi, seperti pengalihan hak tagih debitur, pengalihan hak tagih
klaim, kuasa menjual, dan jaminan menutupi kekurangan biaya.

Jaminan Regulative dan Non Regulative

Jaminan regulative: kelembagaannya diatur secara eksplisit dan sudah mendapat


pengakuan dalam peraturanperundang-undangan yang berlaku, seperti: hipotik, gadai, hak
tanggungan.
Sedangkan jaminan non regulative: tidak diatur dalam berbagai peraturan perundangundangan, tetapi dikenal dan dilaksanakan dalam praktek, seperti pengalihan tagihan
dagang, pengalihan tagihan asuransi.

26

Pemberian Kredit pada Bank

27

ASPEK HUKUM
PERKREDITAN BANK
PEDOMAN KEBIJAKSANAAN PERKREDITAN BANK
A.
B.
C.
D.
E.
F.

Prinsip Kehati-hatian Dalam Perkreditan


Organisasi dan Manajemen Kredit
Kebijaksanaan Persetujuan Kredit
Dokumentasi dan Administrasi Kredit
Pengawasan Kredit
Penyelesaian Kredit Bermasalah
28

PEMBATASAN DAN LARANGAN


PERKREDITAN
BMPK
Kredit Kepada Non-Residen
Kredit Untuk Jual Beli Saham
Kredit Untuk Setoran Marjin Deposit Transaksi
Derivatif
5. Kredit Untuk Pembelian Tanah
6. Pelunasan Kredit Dengan Commercial Paper
(CP)
7. Kredit Untuk Pembiayaan Yang bertentangan
Dengan UU
1.
2.
3.
4.

29

PROSES PEMBERIAN KREDIT


.

-1

NASABAH
CALON DEBITUR

2.
PEMENUHAN
KELENGKAPAN
PERSYARATAN
KREDIT

1.
PENGAJUAN
PROPOSAL

.PEMBAYARAN/
PELUNASAN

BANK (CAB)

5 cS

AO

PROSEDUR

NASABAH

6. DROPPING DANA
/ PENCAIRAN

8. FILE
(kyc)

CABANG/ KP

11. TIDAK SETUJU

5.
PEMENUHAN
PERSYARATAN
LEGAL

SETUJU

FRAUD
POSSIBILITY

4.
PERSETUJUAN
KREDIT
CABANG/ KP
DIREKSI

3. ANALISIS
KREDIT
-YURIDIS
-JAMINAN
-FINANCIAL
30

REKOMENDASI

ANALISIS KREDIT
ANALISIS
1. ANALISIS YURIDIS:
Legalitas pihak terkait
2. ANALISIS JAMINAN:
Marketable price
3. ANALISIS FINANCIAL:
Kemampuan membayar
kembali

REKOMENDASI
A. CABANG

1.
2.
3.

Account
Officer/Relationship Mgr
Wapim Marketing Cabang
Pemimpin Cabang

B. KANTOR PUSAT
1. Pemimpin Divisi Kredit
2. Group Head Kredit
3. Direktur Kredit
4. Direktur Marketing
5. Direktur Utama
6. Komisaris

31

DOKUMEN
KELENGKAPAN
KELENGKAPAN KREDIT
KREDIT
IdentitasPemohonPerorang
IdentitasPemohonPerorang
an
an /Perusahaan
/Perusahaan
2.
2. Data
Data Pekerjaan/Jenis
Pekerjaan/Jenis Usaha
Usaha
3.
3. Data
Data Suami/Istri/Beneficial
Suami/Istri/Beneficial
Owner
Owner
4.
4. Data
Data Referensi
Referensi
5.
5. Data
Data Hutang/Pinjaman
Hutang/Pinjaman
yang
masih
yang masih ada
ada
6.
6. Data
Data Kekayaan/Asset
Kekayaan/Asset yang
yang
dimiliki
dimiliki
7.
7. Data
Data Pendapatan
Pendapatan dan
dan Biaya
Biaya
per
per bulan
bulan
8.
8. Data
Data Properti/Kendaraan
Properti/Kendaraan
yang
akan
yang akan dibeli
dibeli
9.
9. Data
Data Usaha/Proyek
Usaha/Proyek yang
yang
akan
akan dibiayai
dibiayai
10.
10. AMDAL
AMDAL

KELENGKAPAN LEGAL

1.
1.

Langkah selanjutnya
setelah Persetujuan
Kredit, adalah:
1.
2.
3.
4.

Pengikatan Kredit ;
Pengikatan Jaminan;
Asuransi; dan
Penandatanganan
perjanjian lain antara
calon debitur dengan
Bank.
32

BUKTI-BUKTI LOAN/KREDIT
1. Aplikasi Permohonan Kredit
dan data pendukung:
2. Mutasi Rekening Giro dan
Tabungan
3. Data Jaminan dan Legalitas
Dokumen
4. Dokumen Pencairan Kredit
5. Dokumen Pelunasan Kredit
33

JAMINAN KREDIT
Memiliki Nilai
Finansial yang
Baik;
Diikat dengan
sesuatu lembaga
jaminan secara
sempurna;
Dapat
dipindahtangankan

ASPEK RASIO:
Jaminan dapat Kurang Nilainya
dari Jumlah Pinjaman;
Dikenal Kredit Tanpa Agunan
Tambahan.
Pasal 11 UU No. 23/ 1999 tentang Bank
Indonesia, dalam kaitan dengan kredit yang
diberikan oleh BI kepada bank yang
menghadapi kesulitan jangka pendek, BI
menekankan agar bank penerima wajib
memberikan agunan yang berkualitas tinggi
dan mudah dicairkan yang nilainya minimal
sebesar jumlah kredit atau pembiayaan
yang diterimanya.

Pasal 8 dan 12A UU No. 7/1992 sebagaimana diubah dengan UU No. 10/1998 Tentang
Perbankan
34

JAMINAN UMUM
Segala kebendaan
debitur, baik yang
bergerak maupun yang
tak bergerak, baik
yang sudah ada
maupun yang baru
akan ada di kemudian
hari, menjadi
tanggungan untuk
segala perikatan
perserorangan.

Kebendaan Bergerak/ Benda


tetap;
Sudah ada pada saat
perjanjian/baru akan ada
setelah perjanjian utang
piutang diadakan.

Semua Kreditor mempunyai


kedudukan yang sama terhadap
kreditur-kreditur lain,

Pasal 1131 KUH Perdata

35

Analisis Jaminan Kredit (1)


Aspek Hukum;
Aspek Teknis dan
Produksi;
Aspek Pemasaran;
Aspek Keuangan;
Aspek Organisasi
dan Manajemen;
Aspek Sosio
Ekonomi, dan Aspek
Lingkungan.

Tata Cara
Penilaian Kredit:
Penentuan Jenis
Jaminan Kredit

Penilaian Hukum

Penilaian Ekonomis Atas


Jaminan Kredit

Penilaian Taksasi
Jaminan Kredit.

36

Penentuan Jenis Jaminan


Bank Harus Memiliki Kebijakan
Menolak Kredit:

Kesulitan Dalam Penilaiannya;


Ketidakstabilan Harga Jualnya Pada
Waktu Dieksekusi;
Memerlukan Perawatan Dan
Pemeliharaan Yang Khusus Dan Mahal;
Terdapatnya Kemungkinan Penurunan
Kualitas Dan Kuantitasnya;
Terdapat Kesulitan Pengikatan Jaminan
Kredit Sehingga Tidak Memberikan
Kepastian Hukum Bagi Pengamanan
Bank;
Prospek Pemasarannya Tidak Baik
Karena Pembelinya Terbatas.

37

Penilaian Hukum

Wujudnya;
Kepemilikan Dan
Dokumennya;
Peruntukan Atau
Penggunaannya;
Perizinan Terkait
Tatacara Pengikatannya
Sebagai Jaminan Utang;
Hubungan Hukum Dalam
Penyerahannya Sebagai
Jaminan Kredit Oleh
Pemohon Kredit
Terutama Dalam Hal
Jaminan Kredit Tersebut
Milik Orang Lain;
Pembebanan Atau
Permasalahan Yang
Terkait Dengan
Pengikatannya Sebagai
Jaminan Kredit.

Pengikatan melalui Lembaga Jaminan yang


Berlaku:

Gadai (KUH Perdata Buku II);


Hipotik (UU No. 21 Tahun 1992 jo
KUH Dagang Buku Kedua, KUH
Perdata Buku II, UU No. 15 Tahun
1992);
Hak Tanggungan (UU No. 4 Tahun
1996);
Jaminan Fidusia (UU No. 4 Tahun
1999)

Penilaian Hukum Atas Jaminan


Kredit Dilakukan Secara Kasus
Per Kasus
38

Penilaian Ekonomis

Jenis Dan Wujud Jaminan Kredit;


Kondisi Teknisnya;
Kemudahan Pengalihan;
Tingkat Harga Yang Berlaku.
NILAI TAKSASI

yakni presentasi tertentu yang digunakan untuk


menetapkan besarnya harga yang dapat
dipertimbangkan bagi sesuatu jenis jaminan kredit
berdasarkan harga pasar yang diperoleh dari penilaian
ekonomis;
Penetapan nilai taksasi obyek jaminan kredit harus
dapat menghindari dan mencegah terjadinya
penggelembungan harga (mark-up).
39

NON PERFORMING LOAN (NPL)

40

Kualitas Kredit (BI, 2005)


(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

Lancar;
Dalam Perhatian Khusus;
Kurang Lancar;
Diragukan
Macet.

Non Performing Loan (NPL) adalah kredit


yang masuk ke dalam kategori kredit
Kurang Lancar, Diragukan, dan Macet.
41

UKURAN
Kinerja debitur
1. Perolehan laba;
2. Struktur
permodalan;
3. Arus kas; dan
4. Sensitivitas
terhadap risiko
pasar.

Kemampuan Membayar
1. Ketepatan pembayaran
pokok dan bunga;
2. Ketersediaan dan
keakuratan informasi
keuangan debitur;
3. Kelengkapan dokumentasi
kredit;
4. Kepatuhan terhadap
perjanjian kredit;
5. Kesesuaian penggunaan
dana;
6. Kewajaran sumber
42
pembayaran kewajiban.

KOLEKTIBILITAS (KUALITAS) KREDIT


KINERJA (PERFORMANCE) DEBITUR
No
.

KOMPONEN
PENILAIAN

LANCAR

DALAM
PERHATIAN
KHUSUS

KURANG
LANCAR

DIRAGUKAN

MACET

1.

PEROLEHAN LABA

TINGGI DAN STABIL

CUKUP BAIK
POTENSI TURUN

RENDAH

SANGAT
KECIL/NEGATIF
RUGI
OPERASIONAL
DIBIAYAI
PENJUAL-AN
ASSET

RUGI BESAR
TAK MAMPU
BAYAR
SELURUH
KEWAJIBAN
USAHA TAK DPT
DIPERTAHANKA
N

2.

STRUKTUR
PERMODALAN

KUAT

MODAL CUKUP
MAMPU TAMBAH
MODAL JIKA
PERLU

RASIO UTANG
THD MODAL
CUKUP TINGGI

RASIO UTANG
THD MODAL
TINGGI

RASIO UTANG
THD MODAL
SANGAT TINGGI

3.

ARUS KAS

LIKUIDITAS DAN
MODAL KERJA KUAT

UMUMNYA BAIK
MAMPU BAYAR,
INDIKASI ADA
MASALAH YG
AKAN
MEMPENGARUHI
PEMBAYARAN

KURANG DAN
TERBATAS
ANALISIS ARUS
KAS HANYA
MAMPU BAYAR
BUNGA DAN
SEBAGIAN
POKOK

SANGAT
RENDAH
TIDAK MAMPU
BAYAR POKOK
DAN BUNGA
TAMBAH
PINJAMAN
U/BAYAR
KEWJBN

KESULITAN
LIKUIDITAS
TAK MAMPU
TUTUP BIAYA
PRODUKSI

4.

SENSITIVITAS THD
RESIKO PASAR

SENSITIF KURS
VALAS
BUNGA SEDIKIT
HEDGING DGN BAIK

BEBERAPA
SENSITIF BUNGA
DAN VALAS TP
MSH TERKENDALI

KEGIATAN
USAHA
TERPENGARUH
KURS DAN
VALAS BUNGA

KEGIATAN
USAHA
TERANCAM
KURS VALAS
DAN BUNGA

KEGIATAN
USAHA
TERANCAM
FLUKTUASI
43
KURS VALAS
DAN BUNGA

KEMAMPUAN MEMBAYAR
No.

KOMPONEN PENILAIAN

LANCAR

DALAM PERHATIAN
KHUSUS

KURANG LANCAR

DIRAGUKAN

MACET

1.

KETEPATAN BAYAR BUNGA

TEPAT WAKTU, PERKEMBANGAN REKE-NING BAIK,


TAK ADA TUNGGAKAN,
SESUAI SYARAT KREDIT

TUNGGAKAN P/B S/D 90


HR
JARANG OVER DRAFT

T P/B >90-120 HR
OD BERULANG KALI
U/ MENUTUPI RUGI
OPS DAN ARUS KAS

T P/B 120 180 HR


OD PERMANEN U/
TUTUP RUGI &
KEKURANGAN ARUS
KAS

T P/B > 180 HR

2.

KETERSEDIAAN DAN AKURASI


INFORMASI KEUANGAN
DEBITUR

HUB DEB-BANK BAIK,


PEMBERIAN INF TERATUR
AKURAT, ADA LAP - TERKINI
DAN HASIL ANALS BANK
ATAS LAPKEU/INFO KEU
DARI DEBITUR

CUKUP BAIK
INFO TERATUR, AKURAT
ADA LAP, ADA ANALISIS

MEMBURUK
TAK DAPAT
DIPERCAYA
TAK ADA HASIL
ANALSIIS BANK ATAS
INFO DEBITUR

SEMAKIN BURUK
INFO TAK TERSEDIA
TAK DAPAT
DIPERCAYA

SANGAT BURUK
TAK TERSEDIA
TAK DAPAT
DIPERCAYA

3.

KELENGKAPAN DOKUMEN
KREDIT

LENGKAP

LENGKAP

KURANG LENGKAP

TIDAK LENGKAP

TIDAK ADA
DOKUMENTASI

4.

KEPATUHAN TERHADAP
PERJANJIAN KREDIT

TAK ADA PELANGGARAN PK

PELANGGARAN TAK
PRINSIPIL

PELANGGARAN
SYARAT POKOK
KREDIT CUKUP
PRINSIPIL

PELANGGARAN PRINSIPIL THD SYARAT PO


KOK PERJANJIAN

SANGAT PRINSIPIL
THD SYARAT POKOK
PERJANJIAN

5.

KESESUAIAN PENGGUNAAN
DANA

SESUAI PERMOHONAN
JUMLAH DAN JENIS
SESUAIKEBUTUHAN
PERPANJANGAN SESUAI
ANALISIS

KURANG SESUAI
JUMLAH > KEBUTUHAN
(TAK MATERIAL)
PERPANJANGAN KURANG
S ESUAI

KURANG SESUAI (>)


JUMLAH>KEBUTUHAN
(CUKUP MATERIAL)
PERPANJANGAN TAK
SE-SUAI (SEMBUNYIKAN KESULITAN
KEUANGAN)

KURANG SESUAI
(MATERIAL)
JUMLAH>KEBUTUHAN
(MATERIAL)
PERPANJANGAN TAK
SE-SUAI (SEMBUNYIKAN KESULITAN KEUANGAN, CUKUP
MATERIAL)

MAYORITAS TDAK
SESUAI PERMOHONAN,
SANGAT MATERIAL
PERPANJANGAN
TANPA ANALISIS
KEBUTUHAN DEBITUR

6.

KEWAJARAN SUMBER
PEMBAYARAN KEWAJIBAN

DAPAT DIIDENTIFIKASI
JELAS DAN DISEPAKATI
SESUAI STRUKTUR/JENIS
PINJAMAN
SKEMA PEMB WAJAR
(TERNASUK GRACE
PERIOD)
PENDAPATN VALAS CUKUP
U/ KREDIT VALAS

DAPAT DIIDENTIFIKASI
JELAS DAN DISEPAKATI
SESUAI STRUKTUR/JENIS
PINJAMAN
SKEMA PEMB CUKUP
WAJAR (TERNASUK
GRACE PERIOD)
PENDAPATN VALAS
KURANG CUKUP U/
KREDIT VALAS

TAK SESUAI
KSEPAKATN
KURSUS STRUKTUR
/JENIS PINJAMAN
SKEMA PEMB. KR
WAJAR (GP TAK
SESUAI KREDIT)
PENDAPATN VALAS
TAK CUKUP U/ KREDIT
VALAS
(CUKUP MATERIAL)

TAK DIKETAHUI
SUMBER TAK
MUNGKIN
KR SESUAI
STRUKTUR/ JENIS
PINJAMAN (MTRL)
SKEMA PEMB KR
WAJAR
PENDAPATN VALAS
TAK CUKUP U/ KREDIT
VALAS
MATERIAL

TAK ADA, TAK SESUAI


TAKWAJAR, TAK
SESUAI
( GRACE PERIOD)
TAK ADA PENDAPATN
VALAS U/
PENGEMBALIAN
KREDIT VALAS

44

PENYEBAB UTAMA
KEGAGALAN USAHA

KONDISI DEBITOR
ITIKAD TIDAK BAIK

KONDISI INTERNAL
BANK

PEMENUHAN SYARAT

KOMITMEN

KONDISI MAKRO

NAIKNYA HARGA,
TIGHT MONEY,
BENCANA ALAM DLL.
45

ITIKAD TIDAK BAIK DEBITOR

PENYALAHGUNAAN PERUNTUKAN;
DOKUMEN PALSU, AGUNAN FIKTIF;
MELIBATKAN ORANG DALAM;
DIPENGARUHI BESAR-KECILNYA AGUNAN;
DIPENGARUHI ADA-TIDAKNYA ASURANSI.

46

KONDISI INTERNAL BANK


LACK OF KNOWLEDGE

PELANGGARAN
PROSEDUR

LACK OF COMPL. CULTURE


LACK OF CONTROL

NASABAH
PELANGGARAN
KEWENANGAN

INISIATIF SENDIRI
KARENA INSTRUKSI/
INTERVENSI
ANTAR KARYAWAN

KOLUSI
47

INDIKATOR (1)
1.

2.
3.
4.

PEMALSUAN DATA & DOKUMEN


- IDENTITAS
- PROFIL DIRI
- PROFIL KEUANGAN (Laporan Keuangan dll)
- DATA JAMINAN
- NILAI JAMINAN
- SURAT-SURAT YANG DIPERLUKAN
- KERJASAMA ORANG DALAM
MARK-UP NILAI JAMINAN
PELANGGARAN WEWENANG MEMUTUS KREDIT
KREDIT FIKTIF
48

INDIKATOR (2)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

KETIDAKLENGKAPAN DATA DAN INFORMASI


PEMALSUAN DOKUMEN
PEMALSUAN TANDATANGAN
PEMALSUAN IDENTITAS
PENYALAHGUNAAN SURAT BERHARGA
PEMALSUAN SURAT BERHARGA
PELANGGARAN PROSEDUR
PELANGGARAN KEWENANGAN
KOLUSI ORANG DALAM
49

Aset jaminan di bawah nilai pinjaman? karena


kondisi krisis? Perlakuan terhadap aset lain
debitor yang bukan barang jaminan?

Bank dapat melakukan tindakan meminta


tambahan agunan;
Dapat pula meminta penambahan asuransi;
Pasal 1131 KUH Perdata

50

Kondisi Krisis
Kondisi krisis merupakan satu hal yang
dianggap wajar sebagai akibat terjadinya
penyusutan nilai;
Pihak debitor maupun bank tidak dapat
dipersalahkan begitu saja;
Upaya bank: menunggu waktu yang tepat
menjual aset jaminan.
51

NPL tidak otomatis merupakan tindak pidana

Pendekatan Bisnis:
Restrukturisasi

1. Rescheduling;
2. Reconditioning;
3. Restructuring.
Melalui Salah Satu Cara Ataupun
Gabungan Dari Ketiga Cara
Tersebut

Tindakan Yudisial

Badan Peradilan Umum;


Badan Arbitrase;
Direktorat Jenderal
Piutang dan Lelang
Negara (DJPLN).

52

RESTRUKTURISASI KREDIT
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Penurunan Suku Bunga


Pengurangan Tunggakan Bunga
Pengurangan Tunggakan Pokok
Perpanjangan Jangka Waktu
Penambahan fasilitas Kredit
Pengambilaalihan Agunan
Konversi Kredit ke Saham
Cessie
Pembebasan/Hapus Tagih
53

54

SOAL
Apa beda perjanjian kredit dan Perjanjian
Pembiayaan dengan perjanjian pinjam
meminjam ?
Apa beda jaminan dan agunan ?
Apakah boleh kredit diberikan tanpa agunan ?
Apakah kredit yang belum jatuh tempo. Boleh
dinyatakan macet (kol 5) ?
Sebutkanlah syarat agunan yg baik!
55