Anda di halaman 1dari 10

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)/

TERMS OF REFERENCE (TOR)

PROGRAM
KEGIATAN
PEKERJAAN
LOKASI
SUMBER DANA

: PENGEMBANGAN
KINERJA
PENGELOLAAN
PERSAMPAHAN
: PENGEMBANGAN
TEKNOLOGI
PENGOLAHAN
PERSAMPAHAN
: PENYUSUNAN RENCANA INDUK PERSAMPAHAN
KAWASAN PERKOTAAN KASONGAN
: KASONGAN
: DPA-SKPD BADAN LINGKUNGAN HIDUP

TAHUN ANGGARAN
2015
KERANGKA ACUAN KERJA
( KAK )
KEGIATAN
PEKERJAAN

: PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PERSAMPAHAN


: PENYUSUNAN RENCANA INDUK PERSAMPAHAN KAWASAN PERKOTAAN
KASONGAN

LOKASI

1.1

: KASONGAN

LATAR BELAKANG
Kondisi pengelolaan persampahan pada kawasan perkotaan Kasongan terlihat masih
belum berjalan dengan baik. Hal ini bila diperhatikan dari tingkat pelayanannya.
Berdasarkan hasil pengkajian persampahan pada tahun 2014, volume timbulan sampah
di kawasan perkotaan Kasongan mencapai 86,83 m3/hari dengan komposisi 58,17%
merupakan sampah organik dan 41,83% sampah an-organik. Dengan jumlah jumlah
volume tersebut jika dibandingkan dengan kinerja pelayanan persampahan yang sudah
ada saat ini, maka kinerja pelayanan masih belum cukup, mengingat belum tersediannya
sistem pengelolaan persampahan yang terintegrasi baik dari pola pengelolaan
persampahannya, sistem kelembagaan, penyediaan sarana dan prasarana persampahan
sampai dengan sistem pengolahan persampahan. beberapa masalah yang dihadapi dalam
pengelolaan persampahan di Kawasan Perkotaan Kasongan yaitu faktor perilaku atau
kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan, masyarakat belum memiliki
kemampuan untuk memilah sampah, minimnya jumlah perwadahan sampah, tidak
berfungsinya proses pemindahan sampah, penempatan TPS Sampah yang seringkali
terkendala dengan masyarakat, jadwal pengangkutan dan pembuangan sampah, dan tidak
adanya sistem pengelolaan sampah di TPA dan beberapa masalah lainnya.
Permasalahan tersebut di atas menjadi sesuatu hal yang serius dan menjadi perhatian bagi
Pemerintah Kabupaten Katingan untuk disikapi mengingat bahwa Kota Kasongan
merupakan dalam Pusat Kegiatan Wilayah (PKW-2) yang berfungsi sebagai Pusat
Pemerintahan Daerah Otonom Kabupaten, Pusat Distribusi Koleksi Barang Umum
Regional, Pusat Jasa Transportasi Darat Regional, Pusat Jasa Transportasi Sungai Regional
dan Pusat Jasa Pariwisata Regional, Kasongan merupakan gerbang/ pintu masuk (jalur
pergerakan kegiatan penduduk menuju ke Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah) dan
mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Katingan SEHAT, CERDAS dan TERBUKA.
Pandangan akan visi dan misi tersebut memiliki konsekuensi yang tidak mudah untuk
dapat direalisasikan tanpa ada upaya, semangat, dorongan, dukungan, petunjuk/ arahan
dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak, karena cerminan akan visi dan misi tersebut
mengandung arti bahwa Sehat secara keseluruhan, baik jasmani, rohani, dan lingkungan
untuk mencapai kesejahteraan sosial. Hal ini yang mejadikan sektor persampahan bagian
terpenting dalam pencapaian visi dan misi pemerintah Kabupaten Katingan.
Untuk mencapai hal tersebut di atas diperlukan pengelolaan persampahan yang
terintegrasi baik dari perencanaan, pembangunan dan pemeliharaannya. Untuk
menghasilkan suatu pembangunan yang baik dan terarah diperlukan dokumen berupa
yang fungsinya untuk mengarahkan program dan kegiatan, pengaturan dan
pengendalian.

1.2

Mendukung terarahnya pembangunan pada sektor persampahan, Pemerintah Kabupaten


Katingan melalui Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan pada Tahun Anggaran
2015, mengalokasikan perencanaan sektor persampahan melalui Pekerjaan Penyusunan
Rencana Induk Persampahan Kawasan Perkotaan Kasongan.
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dilaksanakan pekerjaan Penyusunan Rencana Induk Persampahan Kawasan
Perkotaan Kasongan adalah sebagai Panduan bagi Pemerintah Kabupaten Katingan dalam
melakukan perencanaan, penataan, pengendalian dan pengawasan di bidang
persampahan. sedangkan tujuan dari pekerjaan ini yaitu

Menyediakan perencanaan pengelolaan persampahan secara lebih memadai yang


meliputi aspek teknis kelembagaan, pembiayaan, peraturan dan aspek peran serta
masyarakat;
Menciptakan sistem pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan; dan
Menyusun payung hukum pengelolaan persampahan
1.3

SASARAN
Adapun sasaran dari pekerjaan Penyusunan Rencana Induk Persampahan Kawasan
Perkotaan Kasongan adalah ;
Terwujudnya sistem pengelolaan persampahan yang terpadu dan berkelanjutan;
Terwujudnya pelayanan maksimal dalam penanganan persampahan; dan
Terbentuknya payung hukum pengelolaan persampahan.

1.4

PEMBIAYAN DAN SUMBER PEMBIAYAAN


Untuk pelaksanaan pekerjaan ini dialokasikan biaya dengan pagu sebesar Rp.
200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) termasuk PPN dan Pajak lain sesuai ketentuan
yang berlaku. Biaya Pekerjaan diambil dari usulan biaya Kegiatan Pengembangan
Teknologi Pengolahan Persampahan setelah melalui tahapan proses pengadaan Jasa
Konsultansi Perencanaan sesuai peraturan yang berlaku.
Sumber Biaya dan keseluruhan pekerjaan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah Kabupaten Katingan, Tahun Anggaran 2015 pada DPA-SKPD Badan
Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan Tahun Anggaran 2015, DPA-SKPD Badan
Lingkugan Hidup Kabupaten Katingan pada Kegiatan Pengembangan Teknologi
Pengolahan Persampahan Kode Rekening 1.08.1.08.01.15.05

1.5

PEMBIAYAN DAN SUMBER PEMBIAYAAN


Pejabat Pembuat Komitmen adalah Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Pengembangan
Teknologi Pengolahan Persampahan di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan
Tahun Anggaran 2015.

1.6

RUANG LINGKUP KEGIATAN


A. LINGKUP LOKASI PEKERJAAN
Lokasi pekerjaan Penyusunan Rencana Induk Persampahan Kawasan Perkotaan
Kasongan berada pada konstelasi kawasan perkotaan Kasongan yang meliputi
Kecamatan Katingan Hilir
B. LINGKUP LAYANAN JASA KONSULTANSI
Lingkup pelayanan untuk pelaksanaan pekerjaan konsultansi adalah sebagai berikut :
Klasifikasi Bidang

: Perencanaan Penataan Ruang

Sub Klasifikasi

: Jasa Perencanaan dan Perancangan Perkotaan (PR101)

C. LINGKUP KEGIATAN
Lingkup Kegiatan adalah Pengembangan Teknologi Pengolahan Persampahan
Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan Tahun Anggaran 2014

di

D. LINGKUP SUBSTANSI MATERI


Lingkup substansi materi Pekerjaan Penyusunan Rencana Induk Persampahan
Kawasan Perkotaan Kasongan meliputi Aspek Institusi, Aspek Teknis, Aspek
Pembiayaan, Aspek Peraturan dan Aspek Peran Serta Masyarakat dan Swasta.

Mengacu pada lingkup substansi di atas, maka kerangka logis penyelenggarannya


dapat diuraikan sebagai berikut:
1. KELUARAN (OUTPUT)
Adapun keluaran (output) fisik dari pekerjaan ini adalah :
a) Buku Laporan Pendahuluan
Merupakan Laporan awal pelaksanaan yang telah didiskusikan dengan pihak
pemberi tugas. Laporan Pendahuluan memuat tanggapan terhadap kerangka
acuan kerja kegiatan dan rencana/program kerja pelaksana secara
keseluruhan dari kegiatan proyek yang disampaikan oleh pemberi tugas,
berkaitan dengan rencana survei, jenis survei yang akan dilaksanakan.
Jumlah laporan pendahuluan yang harus diserahkan kepada pemberi tugas
sebanyak 10 (dua puluh) eksemplar, yang harus diserahkan pada akhir
bulan 1 (satu) sejak terbitnya SPMK.
b) Buku Laporan Antara (Interm Report)
Memuat hasil pengumpulan data (hasil survey) dan analisa dari data-data
yang diterima untuk disampaikan kepada pemberi tugas. Jumlah laporan
antara yang harus diserahkan kepada pemberi tugas sebanyak 10 (sepuluh)
eksemplar, yang harus diserahkan pada akhir bulan 2 (dua)sejak terbitnya
SPMK.
c) Buku Laporan Draft Akhir Rencana Induk Persampahan (Laporan Rancangan
Rencana)
Merupakan laporan rencana sementara yang memuat konsep, tujuan
kebijakan, strategi dan alternatif-alternatif rencana. Jumlah laporan Draft
Akhir (Laporan Rancangan Rencana) yang harus diserahkan kepada pemberi
tugas sebanyak 10 (Sepuluh) eksempar, dan harus diserahkan pada akhir
bulan ke-3 (tiga) sejak terbitnya SPMK.
d) Buku Laporan Rencana Induk Persampahan (Final Report)
Merupakan laporan akhir/ Rencana Induk Persampahan yang telah
didiskusikan dengan pihak terkait dengan sektor persampahan. berisikan
rencana-rencana yang meliputi rencana daerah pelayanan, proyeksi
kebutuhan pelayanan, rencana pengembangan secara teknis, rencana
pengembangan kelembagaan, rencana pengembangan peraturan, rencana
pendanaan dan rencana pengembangan PSM dan Swasta, serta tahapantahapan rencana. Jumlah laporan Akhir (Rencana Induk Persampahan) yang
harus diserahkan kepada pemberi tugas sebanyak 20 (Dua Puluh) eksempar,
dan harus diserahkan pada akhir pekerjaan (bulan ke-4) sejak terbitnya
SPMK
e) Executive Summary
Merupakan ringkasan laporan akhir dari hasil pelaksanaan pekerjaan.
Jumlah Executive Summary yang harus diserahkan kepada pemberi tugas
sebanyak 20 (Dua Puluh) eksempar, yang harus diserahkan pada akhir
pelaksanaan pekerajan (bulan ke-4) sejak terbitnya SPMK
f) Data Digital Disk (CD/DVD)
Berisikan seluruh data dan laporan (terorganisir) baik berupa text, tabel,
peta, foto, gambar dsb yang diperoleh dari seluruh rangkaian kegiatan
penyusunan Rencana Induk Persampahan Kawasan Perkotaan Kasongan,
yang harus diserahkan kepada pemberi tugas sebanyak 5 (Lima) Buah, pada
akhir pelaksanaan pekerjaan.

Laporan dibuat dalam bentuk tertulis dilengkapi dengan dokumentasi di


lapangan, tabel, skema, grafik, dan peta (apabila ada). Format laporan ditentukan
oleh pihak penyedia jasa dengan prinsip rapi dan jelas.
2. HASIL (OUTCOME)
Hasil yang ingin diraih dari keluaran pekerjaan ini, adalah adanya ketersediaan
panduan untuk perencanaan sektor persampahan melalui hasil penyusunan
Rencana Induk Persampahan Kawasan Perkotaan Kasongan.
3. MANFAAT (BENEFIT)
Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari keluaran dan hasil pekerjaan ini,
adalah data, informasi, konsep, strategi dan rencana sehingga dapat berfungsi
sebagai panduan, rujukan, serta tindak lanjut kegiatan persampahan di
Kabupaten Katingan untuk :
Meningkatkan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan dan menjadikan
sampah sebagai sumber daya.
Evaluasi kinerja pelayanan persampahan di kawasan perkotaan Kasongan.
Pengelolaan persampahan
4. DAMPAK (EFFECT)
Dampak yang diharapkan terjadi dari perolehan Keluaran, Hasil dan Manfaat
pekerjaan sebagaimana uraian diatas, adalah :
Mempermudah dan mempercepat kinerja pemerintah dalam pengambilan
keputusan dalam rangka melakukan upaya-upaya: menjaga dan
menciptakan kesadaran masyarakat akan kesehatan lingkungan, kualitas
lingkungan yang baik dan perbaikan kebiasaan/ perilaku masyarakat.
Terselenggaranya sistem pengelolaan persampahan yang terintegrasi dan
berkelanjutan
2.1

PENDEKATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN


Penyusunan Rencana Induk Persampahan Kawasan Perkotaan Kasongan dilakukan
dengan tahapan dan pendekatan sebagai berikut :
1. Persiapan awal pelaksanaan pekerjaan meliputi ; mobilisasi personil, pemahaman
terhadap KAK, penyusunan rencana kerja, dan checklist data
2. Pemahaman terhadap kebijakan perkotaan yang berkaitan dengan sektor
persampahan. kebijakan-kebijakan tersebut Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Katingan (RTRW), Rencana Program Jangka Menengah Daerah Kabupaten Katingan
(RPJMD), Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK), kebijakan lainnya berkaitan
dengan sektor persampahan
3. Pengumpulan Data melalui Survei Primer dan Survey Sekunder
Pengumpulan data merupakan langkah penting dalam proses penyusunan studi
rencana induk sistem pengelolaan persampahan, karena tingkat keakuratan data
menjadi kunci dalam memproyeksikan rencana pengembangan jangka panjang.
Metode pengumpulan data dapat dilakukan secara primer (dengan melakukan
penelitian atau analisa langsung dilapangan) atau sekunder (dengan menggunakan
data atau hasil penelitian yang sudah ada). Dalam menyusun studi rencana induk
sistem pengelolaan persampahan, diperlukan data yang meliputi :
- Data kondisi kota dan rencana pengembangan kota meluputi : gambaran wilayah,
kondisi fisik kota, prasarana kota, kependudukan, kondisi sosial ekonomi
masyarakat, tingkat kesehatan masyarakat, dan rencana pengembangan kota.
- Data kondisi pengelolaan persampahan yang ada meliputi ; aspek institusi, aspek
teknis, aspek pembiayaan, aspek peraturan dan aspek peran serta swasta dan

4.

5.
6.
7.
8.
9.

2.2

masyarakat
- Permasalahan yang ada berkaitan dengan sistem pengelolaan persampahan meliputi
masalah teknis, masalah non teknis, masalah utama dan target penanganan
Strategi Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan
Merencanakan suatu pengembangan sistem pengelolaan persampahan memerlukan
strategi yang terstruktur dan tapat sasaran. Strategi pengembangan persampahan dan
untuk jangka panjang perlu mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
Nomor 03/PRT/M/2013 dan petunjut dan aturan penyusunan yang berlaku. Meliputi
strategi teknis, strategi peningkatan kelembagaan, strategi peningkatan pembiayaan,
strategi peningkatan pengaturan dan strategi peningkatan peran serta masyarakat.
Tujuan dan Target Penanganan meliputi jangka pendek, jangka menengah dan jangka
panjang.
Kriteria perencanaan
Strategi pengembangan pelayanan meliputi perkiraan timbulan sampah, sistem
pengelolaan yang akan ditingkatkan, sistem pelayanan.
Stretegi pembiayaan meliputi strategi investasi, strategi operasi dan pemeliharaan
Rencana Pengembangan Persampahan meliputi Rencana Daerah Pelayanan, proyeksi
kebutuhan pelayanan, rencana pengembangan secara teknis, rencana pengembangan
kelembagaan, rencana pengembagan peraturan, rencana pendanaan, rencana
pengembangan PSM dan masyarakat, rencana tahapan pelaksanaan, rencana
program, dan rencana pembiayaan.

MEKANISME PENYELENGGARAAN PEKERJAAN


Di dalam penyelenggaraannya, pemberi tugas (Pengguna Anggaran) akan menunjuk
seseorang secara tertulis dalam bentuk Surat Keputusan dari Badan Lingkungan
Hidup Kabupaten Katingan sebagai Pemimpin Pelaksana Teknis Kegiatan atau
disingkat PPTK (yang dalam tugas sehari-hari akan dibantu oleh beberapa aparat
pelaksana) dan berada dibawah koordinasi serta bertanggung jawab secara sentris
kepada Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan selaku Pengguna
Anggaran atas keseluruhan penyelenggaraan kegiatan dari sejak awal persiapan
pekerjaan sampai serah terima pekerjaan, yang dalam pelaksanaannya akan dibantu oleh
rekanan jasa Konsultan terpilih (setelah melalui proses seleksi pengadaan langsung dan
ikatan Kontrak Pekerjaan), sehingga secara otomatis rekanan jasa konsultan tersebut
akan menjadi satu kesatuan lembaga pelaksana kegiatan dan ikut bertanggung jawab
atas pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan maksud, tujuan, dan sasaran sebagaimana
uraian diatas.
Adapun untuk memperoleh rekanan jasa konsultan terpilih, dilakukan melalui proses
seleksi pengadaan langsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku oleh ULP yang dalam
hal ini bertindak selaku unsur pembantu dan berada dibawah koordinasi Unit Layanan
Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Katingan.
Sedangkan pelaksana pemeriksaan, pengarahan, pengendalian dan penerimaan terhadap
setiap tahap kegiatan jasa konsultan terpilih, akan dilakukan oleh Tim teknis (sebagai
unsur independent), yang beranggotakan unsur-unsur dari dinas/instansi terkait.

2.3

LINGKUP KEWENANGAN YANG DILIMPAHKAN KEPADA KONSULTAN


Lingkup kewenangan yang sekaligus merupakan lingkup pekerjaan konsultan,
diantaranya adalah :
1. Melakukan tanggapan (bila ada) sekaligus penjabaran KAK ini, untuk
selanjutnya menyusun rencana kerja dan melakukan persiapan-persiapan pekerjaan,
serta menyerahkan kepada Pemimpin Pelaksana Teknis Kegiatan dalam bentuk
Laporan Pendahuluan, untuk dikoordinasikan guna memperoleh kesepakatan yang

2.

3.
4.

5.

6.

7.

akan menjadi pegangan bersama;


Melakukan koordinasi dengan aparat/petugas setempat, serta instansi terkait, baik
secara individu (berdasarkan surat pengantar dari Pemimpin Pelaksana Teknis
Kegiatan) untuk memperoleh informasi lisan terkait dengan kajian/ penelitian yang
dilaksanakan;
Melakukan survey dan kompilasi d a t a berbagai aspek fakta di wilayah
penelitian/ kajian diantaranya jenis, volume dan komposisi;
Melakukan pengumpulan data dan analisa, dan hasil tersebut dituangkan dalam
laporan. Hasil laporan tersebut dalam bentuk laporan antara (interm report) dan
diserahkan kepada Pemimpin Pelaksana Teknis Kegiatan untuk dapat didiskusikan
dengan pihak pemberi pekerjaan guna memperoleh berbagai masukan yang
konstruktif;
Menyusun rancangan rencana berupa konsep, tujuan kebijakan, strategi dan
alternatif-alternatif rencana/ pilihan, hasil dalam bentuk laporan Draft Akhir
Rencana (Laporan Rancangan Rencana)
Hasil penyusunan serta masukan dari pemberi pekerjaan tersebut dijadikan sebagai
rencana-rencana yang meliputi rencana daerah pelayanan, proyeksi kebutuhan
pelayanan, rencana pengembangan secara teknis, rencana pengembangan
kelembagaan, rencana pengembangan peraturan, rencana pendanaan dan rencana
pengembangan PSM dan Swasta disamping itu juga memberikan tahapan-tahapan
perencanaan yang diperlukan dalam rangka pengelolaan persampahan. Hasil
tersebut dituangkan dalam Laporan Akhir/ Laporan Rencana Induk Persampahan
dan diserahkan kepada Pemimpin Pelaksana Teknis Kegiatan
Membuat serta menyerahkan setiap bentuk kewajiban berupa laporan
pendahuluan, laporan antara, laporan draft rencana, laporan akhir, executive
summary dan data digital disk dan diserahkan kepada Kuasa Pengguna Anggaran
secara tepat waktu dengan suatu Berita Acara Serah Terima.

2.4

ARAHAN PELAKSANAAN PEKERJAAN


Arahan awal yang dapat diberikan kepada rekanan jasa Konsultan terpilih untuk
melaksanakan kegiatan ini, antara lain :
1. Arahan ini dimaksudkan sebagai petunjuk bagi konsultan yang memuat dan harus
dipenuhi atau dipertanggungjawabkan dalam pelaksanan tugasnya. Dengan arahan
ini diharapkan konsultan dapat melaksanakan tugas dengan baik dan lancar
sehingga dapat menghasilkan produk akhir sengan kualitas maupun kuantitas sesuai
dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
2. Arahan penugasan ini dimaksudkan sebagai pedoman penyusunan bagi konsultan,
karena didalam Dokumen Pengadaan Penyediaan Jasa konsultasi ini tercantum
ketentuan-ketentuan pangajuan usulan Administrasi, teknis dan biaya dalam rangkai
mencapai produk akhir yang ditetapkan sesuai persyaratan yang telah ditentukan.
3. Arahan penugasan ini memberikan pedoman bahwa konsultan dapat melakukan
penyusunan Rencana Induk Persampahan Kawasan Perkotaan Kasongan

2.5

JADWAL DAN JANGKA WAKTU PEKERJAAN


Jadwal dan jangka waktu pekerjaan Penyusunan Rencana Induk Persampahan Kawasan
Perkotaan Kasongan yaitu 120 (seratus dua puluh) hari kalender sejak dikeluarkannya
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dengan penjadwalan sebagai berikut :

Uraian Pekerjaan

Bulan -1
2 3 4

Bulan - 2
1 2 3 4

Bulan - 3
2 3 4

Bulan -4
2 3 4

Persiapan
Observasi
Laporan Pendahuluan
Diskusi/ Pembahasan Lapdal
Survey Lapangan
Laporan Antara (Interm Report)
Laporan Draft Rencana
Konsultasi
Laporan Akhir
Executive Summary
Diskusi/ Pembahasan Lap. Akhir
Digital Data Disk

2.6

x
x

x
x
x
x

x
x

x
x

x
x

x
x

x
x
x

x
x

KEBUTUHAN PERSONIL (TENAGA AHLI DAN TENAGA PENDUKUNG)


Untuk melaksanakan Pekerjaan Penyusunan Rencana Induk Persampahan Kawasan
Perkotaan Kasongan, dibutuhkan jasa konsultansi penelitian dengan layanan keahlian
sebagai berikut :
Tenaga Ahli/ Profesional Staff
1. Team Leader; Tenaga Ahli Lingkungan/ Teknik Penyehatan
Sebagai koordinator dengan jumlah orang bulan sebesar 4 OB. Ketua tim ini
diisyaratkan seorang Sarjana/Magister Teknik Lingkungan/ Teknik Penyehatan
Lingkungan. Program Studi Lingkungan/ Program Studi Penyehatan Lingkungan,
Strata-1 (S1) dengan pengalaman 5 (lima) tahun atau Strata-2 (S2) dengan
pengalaman 3 (tiga) tahun merupakan lulusan perguruan tinggi negeri/swasta yang
telah terakreditasi atau yang telah lulus ujian negara dan memiliki pengalaman di
bidang lingkungan dan sektor persampahan.
2. Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota
Tenaga ahli yang diisyaratkan adalah ahli perencanaan wilayah dan kota dengan
jumlah orang bulan sebesar 4 OB, tenaga ahli ini diisyaratkan seorang sarjana/
magister Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi), Strata-1 (S1) dengan
pengalaman 5 (lima) tahun atau Strata-2 (S2) dengan pengalaman 3 (tiga) tahun
merupakan lulusan perguruan tinggi negeri/swasta yang telah terakreditasi atau
yang telah lulus ujian negara dan memiliki pengalaman di bidang perencanaan
wilayah dan kota/ penataan kota.
3. Ahli Hukum dan Kelembagaan
Tenaga ahli yang diisyaratkan adalah ahli teknik hukum dengan jumlah orang bulan
sebesar 2 OB, tenaga ahli ini diisyaratkan seorang sarjana/ magister hukum, Strata-1
(S1) dengan pengalaman 3 (tiga) tahun atau Strata-2 (S2) dengan pengalaman 1
(satu) tahun merupakan lulusan perguruan tinggi negeri/swasta yang telah
terakreditasi atau yang telah lulus ujian negara dan memiliki pengalaman di bidang
hukum dan kelembagaan.
4. Ahli Ekonomi Perkotaan
Tenaga ahli yang diisyaratkan adalah ahli ekonomi dengan jumlah orang bulan
sebesar 4 OB, tenaga ahli ini diisyaratkan seorang sarjana/ magister Ekonomi, Strata1 (S1) dengan pengalaman 5 (lima) tahun atau Strata-2 (S2) dengan pengalaman 3
(tiga) tahun merupakan lulusan perguruan tinggi negeri/swasta yang telah
terakreditasi atau yang telah lulus ujian negara dan memiliki pengalaman di bidang
Ekonomi Perkotaan.
Tenaga Sub Profesional
Untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan penyusunan Rencana Induk Persampahan
Kawasan Perkotaan Kasongan, tenaga ahli akan bantu oleh assiten tenaga ahli, yang secara
struktur organisasi akan bertanggungjawab dengan team leader. adapun kebutuhan dari
assiten tenaga ahli dengan kualifikasi sebagai berikut :

1. Asisten Ahli Lingkungan


Tenaga yang diisyaratkan seorang sarjana Teknik Lingkungan, Strata-1 (S1) dengan
jumlah pengalaman 1 (satu) tahun/ Diploma 3 (D3) Teknik Lingkungan dengan
jumlah pengalaman 3 (tiga) tahun merupakan lulusan perguruan tinggi
negeri/swasta yang telah terakreditasi atau yang telah lulus ujian negara dan
memiliki pengalaman di bidang lingkungan dengan jumlah penugasan orang bulan 4
OB
2. Asisten Ahli Perencana Wilayah dan Kota
Tenaga yang diisyaratkan seorang sarjana Perencana Wilayah dan Kota (Planologi),
Strata-1 (S1) dengan jumlah pengalaman 1 (satu) tahun merupakan lulusan
perguruan tinggi negeri/swasta yang telah terakreditasi atau yang telah lulus ujian
negara dan memiliki pengalaman di bidang perencanaan wilayah dan kota. dengan
jumlah penugasan orang bulan 4 OB
3. Surveyor
Tenaga yang diisyaratkan dari beberapa background disiplin ilmu yaitu teknik sipil,
teknik pemetaan/ geodesi, ilmu sosial, Planologi, Strata-1 (S1) dengan jumlah
pengalaman 1 (satu) tahun merupakan lulusan perguruan tinggi negeri/swasta yang
telah terakreditasi atau yang telah lulus ujian negara dan memiliki pengalaman
melaksanakan survey dan kompilasi data. jumlah penugasan orang bulan 1 OB
Tenaga Pendukung
Selain tenaga ahli di atas, tim pelaksana kegiatan dibantu sejumlah tenaga pendukung
lainnya yaitu tenaga drafter, tenaga operator komputer dan tenaga administrasi dengan
jumlah penugasan 4 OB. Untuk mendapatkan efektifitas para tenaga ahli dalam
menjalankan tugasnya, maka diperlukan adanya manajemen waktu, yang akan mengatur
waktu penugasan masing-masing tenaga ahli tersebut selama pelaksanaan kegiatan.
Aspek-aspek khusus yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan dan masalah teknis di
lapangan akan dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing staf ahli. Adapun
koordinasi diantara staf ahli yang ada di dalam kegiatan ini akan dilaksanakan melalui
mekanisme rapat koordinasi yang akan dilakukan secara berkala. Selain dipakai untuk
melakukan koordinasi, rapat ini juga dapat digunakan sebagai wadah untuk
mengumpulkan ide, dengar pendapat, menyamakan visi dan persepsi dari setiap
komponen yang berkepentingan dengan kegiatan ini.
2.7

KEBUTUHAN PERALATAN
Untuk melaksanakan pekerjaan Penyusunan Rencana Induk Persampahan Kawasan
Perkotaan Kasongan, diperlukan peralatan minimal :
a) Perangkat Komputer dan Printer
b) Perangkat Peralatan Survey dan Pengukuran yang meliputi Portable Electronic Scale
(Digital)/ timbangan pegas, trashbag, sarung tangan, masker dan lain sebagainya

2.8

DISKUSI / PEMBAHASAN
Diskusi/ pembahasan dilaksanakan dalam 2 (dua) sesi pekerjaan yaitu pada saat awal
pelaksanaan pekerjaan dan akhir pelaksanaan pekerjaan dan mengundang SPKD terkait
dengan sektor persampahan.

Demikian, Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term of Reference (ToR) ini dibuat dalam
rangka memberi kejelasan (paling tidak secara garis besarnya) kepada semua pihak yang
berkepentingan terhadap kegiatan ini, baik maksud, tujuan maupun sasaran yang akan dituju,
dengan catatan bahwa segala bentuk materi dan makna yang telah disusun ini masih belum
dapat dikatakan sempurna. Oleh karenanya segala masukan dan tanggapan dari berbagai pihak
terkait sangat diharapkan sekali guna manfaat kesempurnaannya.