Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

Plastik merupakan material yang baru secara luas dikembangkan dan digunakan sejak
abad ke-20 yang berkembang secara luar biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton
pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun 1990-an dan 220 juta ton/tahun pada
tahun 2005. Saat ini penggunaan material plastik di negara-negara Eropa Barat mencapai
60kg/orang/tahun, di Amerika Serikat mencapai 80kg/orang/tahun, sementara di India hanya
2kg/orang/tahun.
Plastik salah satu bahan yang paling umum kita lihat dan gunakan. Bahan plastik secara
bertahap mulai menggantikan gelas, kayu dan logam. Hal ini disebabkan bahan plastik
mempunyai beberapa keunggulan, yaitu : ringan, kuat dan mudah dibentuk, anti karat dan tahan
terhadap bahan kimia, mempunyai sifat isolasi listrik yang tinggi, dapat dibuat berwarna maupun
transparan dan biaya proses yang lebih murah. Namun begitu daya guna plastik juga terbatas
karena kekuatannya yang rendah, tidak tahan panas mudah rusak pada suhu yang rendah.
Keanekaragaman jenis plastik memberikan banyak pilihan dalam penggunaannya dan cara
pembuatannya.
Meskipun istilah plastik dan polimer seringkali dipakai secara sinonim, namun tidak
berarti semua polimer adalah plastik. Plastik merupakan polimer yang dapat dicetak menjadi
berbagai bentuk yang berbeda. Umumnya setelah suatu polimer plastik terbentuk, polimer
tersebut dipanaskan secukupnya hingga menjadi cair dan dapat dituangkan ke dalam cetakan.
Setelah penuangan, plastik akan mengeras jika plastik dibiarkan mendingin.

BAB II
ISI

II.1 Pengertian Plastik


Plastik adalah suatu polimer yang mempunyai sifat-sifat unik dan luar biasa. Polimer
adalah suatu bahan yang terdiri dari unit molekul yang disebut monomer. Jika monomernya
sejenis disebut homopolimer, dan jika monomernya berbeda akan menghasilkan kopolimer.
Polimer alam yang telah kita kenal antara lain : selulosa, protein, karet alam dan
sejenisnya. Pada mulanya manusia menggunakan polimer alam hanya untuk membuat perkakas
dan senjata, tetapi keadaan ini hanya bertahan hingga akhir abad 19 dan selanjutnya manusia
mulai memodifikasi polimer menjadi plastik. Plastik yang pertama kalib dibuat secara komersial
adalah nitroselulosa. Material plastik telah berkembang pesat dan sekarang mempunyai peranan
yang sangat penting dibidang elektronika pertanian, tekstil, transportasi, furniture, konstruksi,
kemasan kosmetik, mainan anak anak dan produk produk industri lainnya.
Untuk membuat barang-barang plastik agar mempunyai sifat-sifat seperti yang
dikehendaki, maka dalam proses pembuatannya selain bahan baku utama diperlukan juga bahan
tambahan atau aditif. Penggunaan bahan tambahan ini beraneka ragam tergantung pada bahan
baku yang digunakan dan mutu produk yang akan dihasilkan. Berdasarkan fungsinya , maka
bahan tambahan atau bahan pembantu proses dapat dikelompokkan menjadi : bahan pelunak
(plasticizer), bahan penstabil (stabilizer), bahan pelumas (lubricant), bahan pengisi (filler),
pewarna (colorant), antistatic agent, blowing agent, flame retardant dsb.

II.2 Contoh Plastik


Beberapa contoh plastik yang banyak digunakan antara lain polietilen, poli(vinil klorida),
polipropilen, polistiren, poli(metil pentena), poli (tetrafluoroetilen) atau teflon.
1. Polietilen
Poli etilen adalah bahan termoplastik yang kuat dan dapat dibuat dari yang lunak
sampai yang kaku. Ada dua jenis polietilen yaitu polietilen densitas rendah (low-density
polyethylene / LDPE) dan polietilen densitas tinggi (high-density polyethylene / HDPE).
Polietilen densitas rendah relatif lemas dan kuat, digunakan antara lain untuk pembuatan
kantong kemas, tas, botol, industri bangunan, dan lain-lain.
Polietilen densitas tinggi sifatnya lebih keras, kurang transparan dan tahan panas
sampai suhu 1000C. Campuran polietilen densitas rendah dan polietilen densitas tinggi
dapat digunakan sebagai bahan pengganti karat, mainan anak-anak, dan lain-lain.
Polyetylene ada 2 jenis, yaitu linier dan bercabang dengan struktur sebagai
berikut:

2. Polipropilen
Polipropilen mempunyai sifat sangat kaku; berat jenis rendah; tahan terhadap
bahan kimia, asam, basa, tahan terhadap panas, dan tidak mudah retak. Plastik
polipropilen digunakan untuk membuat alat-alat rumah sakit, komponen mesin cuci,
komponen mobil, pembungkus tekstil, botol, permadani, tali plastik, serta bahan pembuat
karung.

3. Polistirena
Polistiren adalah jenis plastik termoplast yang termurah dan paling berguna serta
bersifat jernih, keras, halus, mengkilap, dapat diperoleh dalam berbagai warna, dan secara
kimia tidak reaktif. Busa polistirena digunakan untuk membuat gelas dan kotak tempat
makanan, polistirena juga digunakan untuk peralatan medis, mainan, alat olah raga, sikat
gigi, dan lainnya.

4. Polivinil klorida (PVC)


Plastik jenis ini mempunyai sifat keras, kuat, tahan terhadap bahan kimia, dan
dapat diperoleh dalam berbagai warna. Jenis plastik ini dapat dibuat dari yang keras
sampai yang kaku keras. Banyak barang yang dahulu dapat dibuat dari karet sekarang
dibuat dari PVC. Penggunaan PVC terutama untuk membuat jas hujan, kantong kemas,
isolator kabel listrik, ubin lantai, piringan hitam, fiber, kulit imitasi untuk dompet, dan
pembalut kabel.

5. Potetrafluoroetilena (teflon)
Teflon memiliki daya tahan kimia dan daya tahan panas yang tinggi (sampai
2600C) Keistimewaan teflon adalah sifatnya yang licin dan bahan lain tidak melekat
padanya. Penggorengan yang dilapisi teflon dapat dipakai untuk menggoreng telur tanpa
minyak.
6. Polimetil pentena (PMP)
Plastik poli metil pentena adalah plastik yang ringan dan melebur pada suhu
2400C. Barang yang dibuat dari PMP bentuknya tidak berubah bila dipanaskan sampai
2000C dan daya tahannya terhadap benturan lebih tinggi dari barang yang dibuat dari
polistiren.
Bahan ini tahan terhadap zat-zat kimia yang korosif dan tahan terhadap pelarut
organik, kecuali pelarut organik yang mengandung klor, misalnya kloroform dan karbon
tetraklorida. PMP cocok untuk membuat alatalat laboratorium dan kedokteran yang tahan
5

panas dan tekanan, tanpa mengalami perubahan, Barang-barang dari bahan ini tahan
lama.

II.3 Jenis Plastik


Bahan-bahan yang bersifat termoplastik mudah untuk diolah kembali karena setiap kali
dipanaskan, bahan-bahan tersebut dapat dituangkan ke dalam cetakan yang berbeda untuk
membuat produk plastik yang baru. Polietilen (PE) dan polivinilklorida (PVC) merupakan
contoh jenis polimer ini.
Sedangkan beberapa plastik lainnya mempunyai sifat-sifat tidak dapat larut dalam pelarut
apapun, tidak meleleh jika dipanaskan, lebih tahan terhadap asam dan basa, jika dipanaskan akan
rusak dan tidak dapat kembali seperti semula dan struktur molekulnya mempunyai ikatan silang
antar rantai. Polimer seperti ini disusun secara permanen dalam bentuk pertama kali mereka
dicetak, disebutpolimer termosetting.
Plastik-plastik termosetting biasanya bersifat keras karena mereka mempunyai ikatanikatan silang. Plastik termoset menjadi lebih keras ketika dipanaskan karena panas itu
menyebabkan ikatan-ikatan silang lebih mudah terbentuk. Bakelit, poli(melanin formaldehida)
dan poli (urea formaldehida) adalah contoh polimer ini. Sekalipun polimer-polimer termoseting
lebih sulit untuk dipakai ulang daripada termoplastik, namun polimer tersebut lebih tahan lama.
Polimer ini banyak digunakan untuk membuat alat-alat rumah tangga yang tahan panas seperti
cangkir.
Perbedaan sifat-sifat plastik termoplas dan termoset disimpulkan pada Tabel 1. Perbedaan
sifat plastik termoplas dan plastik termoset

Tabel 1
Plastik Termoplas
Mudah diregangkan

Plastik Termoset
Keras dan rigid

Fleksibel

Tidak fleksibel

Melunak jika dipanaskan

Mengeras jika dipanaskan

Titik leleh rendah

Tidak meleleh jika dipanaskan

Dapat dibentuk ulang

Tidak dapat dibentuk ulang

1. Thermoplastik,
Thermoplastik yaitu bahan plastik yang bersifat lentur bila dipanaskanatau
dibentuk dengan panas, dapat didaur ulang, dapat diproses kembali dengan pemanasan
dan penekanan menjadi bentuk baru. Contoh dari plasticthermoplastic adalah acetal,
acrylic,

cellulose

acetate,

nylon,

polyethylene, polystyrene,

vinyl

dan

nylon.

Thermoplastic elastomers atau TPE adalahmaterial thermoplastic yang bersifat fleksibel


meskipun dalam kondisi dingin.
2. Thermosetting
Thermosetting berbeda dengan thermoplastic yakni tidak dapatdigunakan lagi jika
telah dibentuk. Sifat lain yang dimiliki oleh thermosettingadalah dapat menahan panas yang
tinggi sehingga dapat digunakan sebagaiisolator panas. Contoh dari plastik jenis
thermosetting adalah amino, epoxy, phenolic, polyesters, butyl, latex, neoprene, nitrile,
polyurethane dan silicon.
3. Elastomer
Elastomer bersifat fleksibel yang dapat ditarik sekitar dua kali panjangawalnya pada
temperature kamar dan dapat kembali pada panjang awal ketikadilepaskan. Contoh dari

plastic jenis elastomer adalah karet. Selain itu jugadapat digunakan sebagai additive
(penambah) untuk meningkatkan kekuatanterhadap impact (benturan)
Berdasarkan kinerja dan penggunaanya

Plastik komoditas
1. Sifat mekanik tidak terlalu bagus
2. Tidak tahan panas

Contohnya: PE, PS, ABS, PMMA, SAN


Aplikasi: barang-barang elektronik, pembungkus makanan, botol minuman

Plastik teknik
1. Tahan panas, temperatur operasi di atas 100 C
2. Sifat mekanik bagus

Contohnya: PA, POM, PC, PBT


Aplikasi: komponen otomotif dan elektronik

Plastik teknik khusus


1. Temperatur operasi di atas 150 C
2. Sifat mekanik sangat bagus

Contohnya: PSF, PES, PAI, PAR


Aplikasi: komponen pesawat
Berdasarkan sumbernya

Polimer alami :
kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut

Polimer sintetis:
1. Tidak terdapat secara alami: nylon, poliester, polipropilen, polistiren
8

2. Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis


3. Polimer alami yang dimodifikasi: seluloid, cellophane (bahan dasarnya dari
selulosa tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan
sifat-sifat kimia dan fisika asalnya)
Berdasarkan susunan molekul

Plastik Amorphous:
Susunan molekul dari plastik amorphous cenderung tidak beraturan. Plastik
amorphous biasanya bening atau transparan selama tidak ada filler atau campuran lain.
Contoh plastik jenis ini adalah aklirik ditoko-toko.

Plastik kristal:
Susunan molekul dari plastik kristal adalah teratur.Keteraturan ini dapat dibuat
dengan cara pendinginan yang relatif lama. Plastik kristal cenderung tidak transparan.

II.4 Arti Lambang Segitiga pada Kemasan Plastik


Ada 7 macam plastik yang saya temukan dengan tanda tanda berbeda. Di bawah ini akan
dijelaskan arti dari simbol tersebut :
1. PET Polyethylene Terephthalate

Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang
dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate).
Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air
mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol Jenis PET/PETE ini
direkomendasikan Hanya Sekali Pakai, kenapa?Bila terlalu sering dipakai, apalagi
digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan
polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat
menyebabkan kanker). Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut
dengan antimoni trioksida, yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan
pengolahan ataupun daur ulangnya, karena antimoni trioksida masuk ke dalam tubuh
melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa
tersebut. Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan
keguguran, pun bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami
pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.
2. HDPE High Density Polyethylene

Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang
dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah
segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air
10

minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman
untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan
plastic berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. HDPE memiliki
sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Sama
seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena
pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
3. V Polyvinyl Chloride

Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di


tengahnya, serta tulisan V V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik
yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling
wrap), dan botol-botol. PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan
yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan
makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC. Reaksi yang terjadi antara
PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk
ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain
yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau
bahan alami (daun pisang misalnya).
4. LDPE Low Density Polyethylene
11

Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE
- LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari
minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol
yang lembek. Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya,
fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten
terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi
kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. Plastik ini dapat didaur ulang, baik
untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi
yang baik terhadap reaksi kimia. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi
tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan
yang dikemas dengan bahan ini.
5. PP Polypropylene

12

Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP-PP
(polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang
berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol
minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol
transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan
daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu
tinggi dan cukup mengkilap. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan
plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
6 . PS Polystyrene

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS - PS


(polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman,
secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat
minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat
mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.
Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan
bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk
kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah
reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang.
13

Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.
Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka
tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir
dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna
kuning jingga, dan meninggalkan jelaga.
7. Tanpa Segitiga

khususplastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 ( polycarbonate), seluruhnya memiliki


bahaya secara kimiawi. Ini tidah berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh
aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik,
akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali
polycarbonate) bila memungkinkan.
Bila tidak ada kode plastik pada kemasan tersebut, atau bila tipe plastik tidak jelas
(misalnya pada kode 7, di mana tidak selamanya berupa polycarbonate), cara terbaik
yang paling aman adalah menghubungi produsennya dan menanyakan mereka tentang
tipe plastik yang digunakan untuk membuat produk tersebut.

II.5 Pembuatan Plastik


Teknologi pembuatan plastik mulai dikembangkan pada tahun 1800-an. Kemudian pada
tahun 1868 John Wesley Hyatt membuat billiard ball dengan menginjeksikan seluloid ke dalam
14

mold. John dan Isaiah Hyatt mematenkan injection machine molding untuk pertama kalinya pada
tahun 1872. Seluloid digunakan juga untuk mainan anak-anak, pakaian, cat dan
vernis, serta film untuk foto.
Injection molding adalah metode pemrosesan material termoplastik yang mana material
yang meleleh karena pemanasan diinjeksikan oleh plunger ke dalam cetakan yang didinginkan
oleh air kemudian material tersebut akan menjadi dingin dan mengeras sehingga bisa dikeluarkan
dari cetakan.
Secara garis besar pada injection machine terbagi menjadi 3 bagian:
1. Clamping Unit
Clamping unit berfungsi untuk memegang dan mengatur gerakan dari mold unit
serta gerakan ejector saat melepas benda dari molding unit. Pada clamping unit lah kita
bisa mengatur berapa panjang gerakan molding saat dibuka dan berapa panjang ejector
harus bergerak. Ada 2 macam clamping unit yang dipakai pada umumnya, yaitu toggle
clamp dan hidrolik clamp.
2. Molding Unit
Molding unit sebenarnya adalah bagian lain dari plastic injection machine.
Molding unit adalah bagian yang membentuk benda yang dibuat, Secara garis besar
molding unit memiliki 2 bagian utama yaitu bagian cavity dan core. Bagian cavity adalah
bagian cetakan yang berhubungan dengan nozzle pada mesin, sedangkan bagian core
adalah bagian yang berhubungan dengan ejector.
3. Injection Unit
Bagian-bagian dari injection unit adalah:
a) Motor dan transmission gear unit

15

Bagian ini berfungsi untuk menghasilkan daya yang digunakan untuk memutar
screw pada barrel, sedangkan transmisi unit berfungsi untuk memindahkan daya dari
putaran motor ke dalam screw. Selain itu transmission unit juga berfungsi untuk
mengatur tenaga yang disalurkan sehingga tidak pembebanan yang terlalu besar.
b) Cylinder screw ram
Bagian ini berfungsi untuk mempermudah gerakan screw dengan menggunakan
momen enersia sekaligus menjaga perputaran screw tetap konstan sehingga didapat
dihasilkan kecepatan dan tekanan yang konstan saat proses injeksi plastik dilakukan.
c) Hopper
Hopper adalah tempat untuk menempatkan material plastik sebelum masuk ke
barrel. Biasanya untuk menjaga kelembapan material plastik digunakan tempat
penyimpanan khusus yang dapat mengatur kelembapan sebab apabila kandungan air
terlalu besar pada udara, dapat menyebabkan hasil injeksi yang tidak bagus.
d) Barrel
Barrel merupakan tempat screw dan selubung yang menjaga aliran plastik ketika
dipanasi oleh heater. Pada bagian ini juga terdapat heater untuk memanaskan plastik
sebelum masuk ke nozzle.
e) Screw
Reciprocating screw berfungsi untuk mengalirkan plastik dari hopper ke nozzle.
Ketika screw berputar material dari hopper akan tertarik mengisi screw yang selanjutnya
dipanasi lalu didorong ke arah nozzle.
f) Non return valve

16

Valve ini berfungsi untuk menjaga aliran plastik yang telah meleleh agar tidak
kembali saat screw berhenti berputar.

PROSES PEMBUATAN BOTOL (Blow Mold Technology)


Proses pembuatannya diawali dengan pembentukan material plastik dengan cara
meniupkan suatu fluida (udara) kedalam cetakan untuk membentuk suatu bentukan yang
diinginkan. Umumnya digunakan untuk bentukan yang berongga dengan perbedaan tebal
dinding.
Metode Blow Mold dapat dibedakan atas tiga cara, yaitu :
1. Injection Blow Mold
Proses pembentukan produk berbahan plastik dengan cara diinjeksikan terlebih
dahulu untuk bakalan plastik yang akan di blow. Terdiri dari komponen Injeksi dan
Blow. Secara umum digunakan untuk kontainer dengan ukuran yang relatif kecil dan yang
sama sekali tidak ada handle. Sering jugadigunakan untuk kontainer yang terdapat bentukan
ulir pada bagian leher pada botol.
Tahapan Proses :
o Plastik dalam keadaan melting diinjeksikan kedalam kaviti dalam bentuk bakalan.
o Plastik dipindah ke cetakan blowing.
o Udara di tiupkan sehingga plastik mengembang dan menempel sesuai
bentuk mold.
o Cetakan membuka untuk pengeluaran produk.
2. Extrusion Blow Mold

17

Proses pembentukan material plastik dengan cara diteteskan dari extruder. Metode
yang paling sederhana dari blow mold terdiri dari extruder dan blow. Bisa digunakan untuk
kontainer yang bervariasi dari bentuknya, ukurannya, bukaan leher pada botol, maupun
bentukan handle. Jenis plastik yang digunakan adalah HDPE, PVC, PC, PP, and PETG.
Tahapan Proses :
o Plastik dikeluarkan dari extruder masuk ke cetakan blow dengan pengarah lubang.
o Cetakan tertutup.
o Pengarah lubang mengalirkan fluida (udara) kedalam plastik yang dalam keadaan
melting sehingga menekan ke cetakan.
o Cetakan terbuka untuk pengeluaran produk.
3. Stretch Blow Mold
Proses pembentukan plastik dengan cara di rentangkan (stretch) sampai tercapai
ukuran yang diinginkan dengan mempertimbangkan ketebalan bakalan plastik. Sangat baik
digunakan untuk plastik dengan jenis PET. Terdiri dari komponen Injeksi, Stretcher dan
Blow.
Tahapan Proses :
o Plastik dalam keadaan melting diinjeksikan kedalam kaviti dalam bentuk bakalan.
o Plastik di stretching (diregangkan) sesuai dimensi yang diperlukan.
o Udara di tiupkan sehingga plastik mengembang dan menempel sesuai bentuk
mold.
o Cetakan membuka untuk pengeluaran produk.

18

BAB III
KESIMPULAN

1. Material plastik secara garis besar dikelompokan menjadi 2 bagian utama yaitu
jenis material plastik thermoplast da plastik thermoset.
2. Plastik thermoplast adalah plastik yang dapat di daur ulang , sedangkan plastik
thermoset tidak dapat didaur ulang.
3. Termostat adalah jenis plastik yang bisa didaur-ulang/dicetak lagi dengan proses
pemanasan ulang. Contoh: polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat (PC).

19

4. Termoset merupakan jenis plastik yang tidak bisa didaur-ulang/dicetak lagi. Pemanasan
ulang akan menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya. Contoh: resin epoksi, bakelit,
resin melamin, urea-formaldehida.
5. Jenis plastik yang baik digunakan
Polypropylene (PP), karena PP memiliki daya tahan yang baik terhadap
bahan kimia, kuat, dan memiliki titik leleh yang tinggi sehingga cocok untuk produk
yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan,
botol minum, tempat obat dan botol minum untuk bayi. Biasanya didaur ulang menjadi
casing baterai, sapu, sikat, dll.
6. Jenis plastik yang kurang baik digunakan
Polystirine (PS), Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk
kesehatan otak, dapat mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada
masalah reproduksi dan pertumbuhan sistem syaraf. Bahan jenis ini sulit untuk di daur
ulang, meskipun dapat di daur ulang memerlukan proses yang sangat panjang dan
lamaPemakaian bahan ini sangat dihindari untuk mengemas makanan karena bahan
styrine dapat masuk ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan
Styrine berbahaya untuk otak dan sistem saraf manusia.

20

21