Anda di halaman 1dari 21

MENINGITIS TUBERCULOSIS

E L I S T I A T R I P U S P I TA
102010173

SKENARIO
Seorang laki-laki usia 68 tahun datang ke rumah sakit diantar
oleh keluarganya dengan keluhan sakit kepala yang semakin
berat dan demam sejak 2 minggu yang lalu. Keluarga pasien
juga mengeluh pasien menjadi sering mengantuk dan tidak
nafsu makan. Pasien mempunyai riwayat batuk lama selama 3
bulan dan tidak rutin minum obat.

ANALISIS MASALAH
Anamnesi
s

Pemeriksaan
fisik

RM (meningitis
tuberculosis)

Working
diagnosi
s

Pemeriksaan
penunjang

etiologi

patofisiolog
i

Penatalaksanaan

epidemiologi

komplikasi

HIPOTESIS
Pasien menderita meningitis tuberculosis

ANAMNESIS
Identitas
Keluhan utama
Sakit kepala yang semakin berat dan demam sejak 2 minggu yang lalu.
tanyakan onset dan durasi sakit

Keluhan penyerta (mengantuk,hilang nafsu makan)


Riwayat penyakit sekarang
Riwayat penyakit dahulu (batuk 3 bulan)
Riwayat penyakit dalam keluarga
Riwayat pribadi dan sosial
Riwayat obat (obat tidak teratur)

PEMERIKSAAN FISIK
Tanda2 kesadaran = GCS E3M6V3 = 12
TTV = TD 110/70, nadi 90x/menit,
nafas 20x/ menit, suhu 37.4 C
Tanda rangsang meningeal =
kaku kuduk +
Saraf kranialis
Motorik
Sensorik
Koordinasi
Status mental

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Darah rutin
Lumbal pungsi
Pewarnaan BTA
Kultur darah
Uji tuberkulin
Pemeriksaan radiologi

DIAGNOSIS KERJA DAN BANDING

ANATOMI

MENINGES

Terdiri atas 3 lapisan:


-dura mater: (lpsn perieostale dan menigeale)
-arachnoid (spt jaringan)
-pia mater

MENINGITIS BACTERIALIS
Terdiri daripada 3 tipe:
- Acute purulent
- Aseptik meningitis
- Chronic meningitis

ETIOLOGI

Batang pleomorfik gram +


Ukuran 0,4 3
Tahan asam
Dapat hidup berminggu-minggu dalam keadaan kering
Lambat bermultiplikasi

EPIDEMIOLOGI
Insiden meningitis TB sebanding dengan TB primer, umumnya
bergantung pada status sosio-ekonomi, higiene masyarakat, umur,
status gizi dan faktor genetik
Menyerang semua usia, terutama anak usia 5 tahun

PATOFISIOLOGI
BTA masuk tubuh

Tersering melalui inhalasi


Jarang pada kulit, saluran cerna

Multiplikasi

Infeksi paru / focus infeksi lain

Penyebaran hematogen

Meningens

Membentuk tuberkel

BTA tidak aktif / dormain

Bila daya tahan tubuh menurun

Rupture tuberkel meningen

Pelepasan BTA ke ruang subarachnoid

MENINGITIS

MANIFESTASI KLINIS

Phase 1
Non specific symptom
-fever
-lethargy

Phase 2
Confusion
Cranial nerve paresis
Meningism
Vasculitis

Phase 3
Coma

Stadium 1 (stadium inisial/non spesifik/ prodromal)


Gejala dan tanda non spesifik
Belum ada kelainan neurologis
Tidak ada penurunan kesadaran
Stadium 2 (transisional/meningitik)
Tidak sadar
Kelainan neurologis
Iritasi meningen
Tanda meningeal +
Saraf otak terkena III, IV, VI, VII
Stadium 3 (koma/paralitik)
Koma, pupil tidak bereaksi
Pernapasan tidak teratur, demam tinggi
Spasme pada ekstremitas

PENATALAKSANAAN
Farmakologi
Dosis (/kgbb/hr)

Dosis maksimal
(/hari)

Efek samping

Isoniazid

5-15 mg

300 mg

Hepatotoksik dan
neuritis perifer

Rifampisin

10-20 mg

600 mg

Perubahan warna,
hepatotoksik

Pirazinamid

15-30 mg

2 gram

hepatotoksik,
anoreksia, iritasi
saluran cerna,
hiperurisemia

Streptomicin

1 gr/hari IM

Etambutol

15-20 mg

Tuli permanen
1,25 gram

Neuritis optik, buta


warna merah hijau

+piridoksin 2550 mg 1x 1 hari

Selain itu juga dapat diberikan deksametason untuk menghambat


edema serebri.

Minggu 1 0,4 mg/kg/hari


Minggu 2 0,3 mg/kg/hari
Minggu 3 0,2 mg/kg/hari
Minggu 4 0,1 mg/kg/hari, dilanjutkan dengan terapi deksametason oral selama 4
minggu, dimulai dengan dosis 4 mg/hari dan kemudian diturunkan 1 mg/minggu

Non farmakologis :
Menjaga daya tahan tubuh
Perilaku hidup sehat

PROGNOSIS DAN PENCEGAHAN


Prognosis
Makin dini penyakit ini didiagnosis dan diobati, maka makin besar
kemungkinan pasien sembuh tanpa kerusakan serius yang menetap.
Pencegahan
Primer
Imunisasi, personal higiene

Sekunder
Diagnosis dini dan terapi

Tersier
Fisioterapi dan rehabilitasi

KESIMPULAN
Meningitis tuberkulosis merupakan peradangan pada selaput otak
yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis yang
penyebarannya melalui hematogen atau limfogen. Gejala khasnya
adalah adanya tanda rangsang meningeal yang positif. Perlu
pengobatan segera untuk mencegah prognosis yang buruk dan
juga dengan jangka waktu yang lama karena infeksi TB,gold
standard pemeriksaan CSF,kultur bakteri,dibedakan dengan
purulent dan virus kekeruhan CSF

u
o
Y
k
n
a
Th

K
N
A
u
o
THank y
ThOU
Y