Anda di halaman 1dari 21

Faktor dan

Neuropati
Penyakit
Hipertensi
Dislipidemia
Rokok
lain
autoimun
alkohol
yang mempengaruhi adalah

Gejalaseperti
Nyeri
Kehilangan
Mengecilnya
Rasa
Gangguan
Masalah
Disfungsi
Disesthesia
tebal
tebal,
yang
neuropati
miksi
ereksi
pencernaan
atau
tajam
kesemutan
(penurunan
keseimbangan
kesemutan,
otot-otot
(inkontinensia
kurang
perifer
terasa
kaki
seperti
atau
merasakan
atau
antara
di
seperti
dan
dan
jari
nyeri
hilangnya
urin)
mual,
tangan
kaki,
koordinasi
lain
terbakar
dinyeri
:telapak
kaki,
muntah
sensibilitas
atau
atau
tungkai,
kaki,
suhu
seperti
kaki,
tangan,
ke ditusuk-tusuk
tubuh)
tangan,
lengan
telapak
dan jari
tanga
ta

ILUSTRASI KASUS
Seorang pasien laki-laki umur 65 tahun datang ke Poliklinik
Khusus RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tanggal 25 Februari
2015 dengan

Keluhan Utama : Kesemutan pada kedua belah tangan dan kaki


Riwayat Penyakit Sekarang :
Kesemutan pada kedua belah tangan dan kaki dirasakan sejak 2
bulan yang lalu, kesemutan terjadi berangsur-angsur dan
kesemutan lebih terasa saat bangun dari tidur.
Keluhan kesemutan ini disertai dengan rasa tebal di ujung-ujung
jari tangan dan kaki. Kadang juga dirasakan keluhan nyeri, nyeri
seperti ditusuk dirasakan sejak 1 bulan yang lalu.
Pasien juga tidak bisa berjalan jauh karena merasa lemah dan
lesu, dan tidak menghilang dengan istarahat.
Pasien juga mengeluhkan pandangannya bertambah kabur sejak 2
bulan terakhir dimana kedua matanya tidak bisa melihat dengan
jelas.

Riwayat Penyakit Dahulu:


Riwayat hipertensi ada, sejak 10 tahun yang lalu, kontrol
tidak teratur
Riwayat DM sejak 10 tahun yang lalu, kontrol tidak
teratur
Riwayat stroke dan penyakit jantung tidak ada

Riwayat Penyakit Keluarga:


Tidak ada anggota keluarga yang menderita
penyakit seperti ini
Riwayat Pekerjaan, Sosioekonomi, dan
Kebiasaan :
Pasien tidak bekerja, merokok ada, 1 bungkus
sehari sejak usia remaja
Minum kopi ada, 2 gelas sehari.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis :
Keadaan umum: tampak sakit sedang
Kesadaran : CMC
Tekanan darah : 140/90 mmHg
Nadi : 84x/menit, teratur
Napas: 20x/menit
Suhu : 36,8 oC

Status Internus :
Mata

Kanan : konjunctiva tidak anemis, sklera tidak ikterik


Kiri : konjunctiva tidak anemis, sklera tidak ikterik.

Leher

: Pembesaran kelenjar getah bening tidak ada

JVP 5-2 cmH2O.

KGB
Paru:
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi
Jantung:
Inspeksi
Palpasi
Perkusi

: tidak ada pembesaran


: simetris statis dan dinamis
: fremitus ka=ki
: sonor
: vesikuler, rhonki (-), wheezing (-)

: iktus tidak terlihat


: iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V
: batas jantung atas RIC II, kanan LSD,
kiri 1 jari medial LMCS
Auskultasi : irama murni, bising (-)
Punggung
: Tidak ada kelainan
Ekstremitas
: Oedem tidak ada, refilling kapiler baik

STATUS NEUROLOGIKUS:

Tanda Rangsang Meningeal:


Kaku

kuduk (-)
Brudzinski I & II (-)
Kernig Sign (-)

Tanda Peningkatan Tekanan Intrakranial: (-)

Nervus Kranialis:
N.

I
: baik
N. II
: 1/60
N. III, IV, VI : bola mata dalam posisi ortho, ptosis
(-), gerakan bola mata bebas ke
segala arah

N.

N.

VII : plica nasolabialis ka=ki

N.

VIII : nistagmus (-)

N.IX,

: rahang dapat digerakan

: Refleks muntah (+),,

N.

XI : Sukar dinilai

N.

XII : Sukar dinilai

Motorik:
Ekstremitas Atas

Ekstremitas Bawah

Kanan

Kiri

Kanan

Kiri

Gerakan

Aktif

Aktif

Aktif

Aktif

Kekuatan

555

555

555

555

Tonus

Eutonus

Eutonus

Eutonus

Eutonus

Tropi

Eutropi

Eutropi

Eutropi

Eutropi

Sensorik: Kurang
Otonom : Baik

Refleks:
Refleks

Kanan

Kiri

Fisiologis

Refleks

Kanan

Kiri

patologis

Biseps

++

++

Babinsky

Triseps

++

++

Hoffman
Tromner

KPR

++

++

Oppenheim

APR

Chaddock

Gordon

Rencana Pemeriksaan Tambahan:

Darah Rutin - Hb, Ht, Leukosit, Trombosit

Kimia Klink total kolesterol, LDL, HDL, trigliserida, GDS, GDP, GD 2 jam PP

Kadar Hb1Ac

Diagnosis:

Diagnosis Klinis

Diagnosis Topik

Diagnosis Etiologi : Metabolik DM tipe II

Diagnosis Sekunder

: Neuropati DM
: Radiks Posterior
: Hipertensi Stage I

DM Tipe II
Retinopati Diabetikum ODS

Prognosis:
Quo

ad vitam : bonam

Quo

ad sanam : dubia ad bonam

Quo

ad fungsionam

: dubia ad bonam

TERAPI:
Metformin 3 x 500 mg (po)
Alpha Lipoic Acid 3 x 600 mg (po)
Metilkobalamin 3 x 500 mg (po)
Vitamin C 3 x 1 (po)
Ibuprofen 3 x 500 mg (po)

DISKUSI
Seorang pasien laki-laki 65th datang ke Poliklinik RSUP Dr.
M.Djamil Padang dengan diagnosa klinis Neuropati DM

Diagnosa klinis ditegakkan dari anamnesa dan pemeriksaan fisik.


Dari anamnesa didapatkan kesemutan pada kedua belah tangan dan
kaki dirasakan sejak 2 bulan yang lalu. Kesemutan terjadi berangsurangsur dan lebih terasa saat bangun dari tidur Keluhan kesemutan ini
disertai dengan rasa tebal di ujung-ujung jari tangan dan kaki.
Kadang juga dirasakan keluhan nyeri, nyeri seperti ditusuk dirasakan
sejak 1 bulan yang lalu. Pasien juga tidak bisa berjalan jauh karena
merasa lemah dan lesu, dan tidak menghilang dengan istarahat.
Pasien juga mengeluhkan pandangannya bertambah kabur sejak 2
bulan terakhir dimana kedua matanya tidak bisa melihat dengan jelas.
Riwayat hipertensi ada, sejak 10 tahun yang lalu, kontrol tidak teratur
Riwayat DM sejak 10 tahun yang lalu, kontrol tidak teratur Riwayat
stroke dan penyakit jantung tidak ada Tidak ada anggota keluarga
yang menderita penyakit seperti ini Pasien tidak bekerja, merokok
ada, 1 bungkus sehari sejak usia remaja Minum kopi ada, 2 gelas
sehari.

Pada pemeriksaan status neurologis didapatkan


GCS 15, tanda rangsang meningeal negatif, tandan
peningkatan tekanan intrakranial negatif,
motorik, dan otonom baik. Pada pemeriksaan
sensorik, ekteroseptif yaitu sensasi suhu, nyeri dan
raba berkurang.

Pada pemeriksaan funduskopi ODS,


didapatkan, mikroanuerisme (+), flameshaped
hemorrage (+), cotton wool spots (+), venous
bleeding (+), cupping (+) dengan kesan retinopati
diabetikum ODS. Pada pemeriksaan reflex, APR
menurun

Rencana pemeriksaan pada pasien ini adalah


pemeriksaan darah yaitu, Hb, Ht, Leukosit,
Trombosit, pemeriksaan kimia klinik yaitu, total
kolesterol LDL, HDL, trigliserida, GDS, GDP, GD
2 jam PP dan kadara Hb1Ac.

Terapi yang diberikan pada pasien ini adalah


metformin yang menekan produksi glukosa oleh
hepar, alpha-lipoic acid (ALA) untuk
memperbaiki endotel dari pembuluh darah,
Diberikan juga metilkobalamin yang dipercaya
dapat meningkatkan regenerasi neuron dan
vitamin C sebagai zat anti oksida

TERIMA KASIH