Anda di halaman 1dari 36

KEUANGAN PUBLIK

(PUBLIC FINANCE)

Keuangan Publik sebagai suatu bidang


ilmu

Keuangan Publik (Public Finance) berkaitan dengan


aktivitas perpajakan (taxing) dan pengeluaran
(spending) dari berbagai unit-unit pemerintah.

Bagaimanapun, sumberdaya dari seluruh pengeluaran


pemerintah pada akhirnya berasal dari sektor swasta.

Sehingga, keputusan sektor publik mempengaruhi


sektor swasta dengan berbagai cara baik dalam skala
kecil maupun besar.

Keseluruhan dampak keputusan sektor publik harus


diuji dalam konteks dampaknya terhadap perilaku
sektor swasta.

Pemerintah sebagai Unit


Keputusan

Keuangan Publik mempelajari aktivitas ekonomi


pemerintah sebagai sebuah unit.
Dalam mempelajari unit ini beberapa hal
dicoba dianalogikan sebagai individu.
Sebagai contoh, dalam mempelajari aktivitas
ekonomi dari individu yang ingin kita ketahui.
Bagaimana seseorang memperoleh
penghasilannya dan seberapa besar
penghasilannya.
Bagaimana pendapatan itu dibelanjakan
Bagaimana individu membuat keputusan atau
pilihan diantara berbagai alternatif.

Demikian juga, dalam mempelajari ekonomi


publik, kita ingin mengetahui:
Bagaimana sesungguhnya pemerintah menjamin
ketersediaan penerimaan baik dalam proses
maupun jumlahnya.
Bagaimana pendapatan itu dibelanjakan
Bagaimana pemerintah membuat keputusan
atau pilihan diantara berbagai alternatif.
Disini analisis menjadi sangat kompleks sebab,
jika untuk individu kita menguji secara tunggal,
untuk keputusan pemerintah kita melihat pada
suatu kolektivitas atau proses politik. Lebih
jauh, keputusan individu adalah salah satu dari
beberapa keputusan, keputusan pemerintah dapat
berdampak pada perilaku dari banyak individu.

DEFINISI ILMU

Keuangan Publik (Public Finance) adalah wilayah


ekonomi atau teori ekonomi yang mempelajari
mengenai bagaimana kebijakan pemerintah
pajak dan kebijakan pengeluaran mempengaruhi
perilaku mikroekonomi sebagaimana aktivitas
ekonomi secara agregat.

Keuangan publik tidak mengkonsentrasikan pada


susunan keuangan pemerintah tetapi kepada
konsekuensi ekonomi dari kebijakan publik
terhadap:
Alokasi sumberdaya
Distribusi pendapatan
Tingkat aktivitas ekonomi

TIPE ISU-ISU YANG


DIPERTIMBANGKAN DALAM
KEUANGAN PUBLIK
Apa konsekuensi ekonomi dari:
Pembiayaan kesehatan (Medical care financing)
Reformasi kesejahteraan (Welfare reform)
Defisit pemerintah (Government deficit)
Jaminan Sosial (Social Security)
Reformasi Pajak Pendapatan (Income tax reform)
Kebijakan lingkungan (Environmental policy)
Pendidikan dan latihan (Education and training)
Infrastruktur publik (Public infrastucture)
Penelitian dan Pengembangan (Research &
Development)
Asuransi Pengangguran (Unemployment insurance)

ALTERNATIF PANDANGAN
MENGENAI PERANAN
PEMERINTAH DALAM
MASYARAKAT
1.

Negara dapat dipandang sebagai satu kesatuan


atau organisasi. Dalam hal ini James Buchanan
merujuk pada pendekatan yang disebut sebagai
fiscal brain. Salah satu ekstrim dari pendekatan ini
adalah aturan masyarakat dari raja yang sangat
berkuasa, Louis IV. Contoh yang lebih realistik adalah
keputusan pemerintah yang dibuat oleh kelompok
elite atau militer. Teori perilaku komite atau kelompok
kecil mungkin bermanfaat dalam menganalisis situasi
semacam ini. Public interest sudah inherent dalam
pemerintahan dan ia lebih penting dari kepentingan
individu (individual interest).

2. Konsep kedua dari pemerintah adalah


negara dalam arti tindakan individu;
sebuah mekanisme untuk tindakan
kolektif. Contoh ideal dari pendekatan
ini adalah pertemuan kota New England.
Contoh lebih realistis dapat kita lihat
pada perwakilan pemerintah dalam unit
politik yang besar.

PANDANGAN ORGANIK

Masyarakat memahami sebagai organisasi


alamiah. Tiap-tiap individu adalah bagian
dari organisasi, dan pemerintah dapat
dipikirkan sebagai hati dan pikirannya.
Negara sosialis Eropa didasarkan pada
pandangan ini dalam memandang peranan
pemerintah. Secara historis, ia mengambil
bentuk ekstrem seperti sosialisme nasional
Jerman dalam tahun-tahun peperangan.
Individualisme bersikap tunduk kepada
tujuan alamiah dari negara.

Sektor publik, tidak hanya berkaitan dengan


masalaha pembiayaan, akan tetapi seluruh yang
muncul pada tingkat alokasi sumber daya yang
digunakan dan distribusi pendapatan diantara
konsumen. Lebih jauh bahasan ini tidak hanya
sekedar menyangkut ekonomi publik saja. Selagi
pembahasan mengenai pelaksanan sektor publik
juga berinteraksi dengan sektor swasta, maka
kedua sektor masuk ke dalam analisis.
Tidak hanya bgmn efek dari kebijakan
pengeluaran dan pajak mempengaruhi sektor
swasta, tetapi membutuhkan ukuran fiskal yang
ditentukan oleh bagaimana sektor swasta akan
berkinerja.

3 hal yang perlu dipertimbangkan dalam


interpretasi perluasan pengeluaran
pemerintah:

Memisahkan antara pertumbuhan pengeluaran


pemerintah pusat dari pemerintah daerah
Perlu untuk melihat pembagian antara
pembelian barang dan jasa aktual dan transfer
uang dari pemerintah kpd masy dari satu
tingkatan pemerintah kpd tingkatan lainnya.
Kemungkinan terdapat perbedaan yang nyata
antara pengeluaran yang lebih banyak untuk
membeli barang dan jasa dibandingkan
mendapatkan lebih banyak brg dan jasa

Individu, Masyarakat dan


Pemerintah

Pemerintah adalah organisasi yang


dibentuk untuk menjalankan kekuasaan
melalui tindakan dalam masyarakat dan
untuk mengembangkan dan membiayai
jasa-jasa yang penting (Starling, 1993).
Penduduk dan sumber daya digunakan
pemerintah dalam menghasilkan jasa
pemerintah.
Individu membayar pajak, dan dalam
banyak kasus merupakan penerima
pendapatan yang dibiayai oleh pajak
tersebut, misalnya pendiun dan subsidi.

Sejauh mana individu mempunyai hak


untuk berpartisipasi dalam pembuatan
keputusan yang menentukan apa yang
harus dilakukan pemerintah, sangat
berbeda di antara kelompok masyarakat.
Apa yang harus dilakukan pemerintah?
Berapa banyak yang harus dikeluarkan?
Bagaimana pemerintah menentukan
fungsi keuangannya yang
menggambarkan interaksi politik
masyarakat?

Solusi..

Institusi politik merupakan aturan dan prosedur


yang diterima secara umum dan berkembang dalam
masyarakat.
Institusi politik ini pula yang akan menentukan
tindakan pemerintah dan bagaimana pengeluaran
pemerintah dibiayai.
Keinginan-keinginan individu diterjemahkan dalam
kumpulan keputusan mengenai fungsi pemerintah.
Institusi demokratis ini sebagai aturan mayoritas
dan perwakilan pemerintah, memberikan
kesempatan bagi penduduk untuk menunjukkan
keinginan mereka.

Pemerintah menyediakan barang & jasa dgn menggunakan


tenaga kerja, peralatan, bangunan & tnh.
Biaya riil dari barang dan jasa pemerintah merupakan nilai
barang dan jasa perorangan yang harus dikorbankan ketika
sumber daya dipindahkan utk penggunaan pmrth.
Pdduk byr pajak daya beli sumber daya dialihkan
untuk dibelanjakan o/ pemerintah.
Pajak mempengaruhi barang dan jasa dan merupakan insentif
untuk bekerja, menabung dan mengalokasikan pengeluaran
diantara barang &jasa.
Pajak mengganggu jalannya perekonomian karena
menyebabkan individu membuat pilihan tidak hanya
berdasarkan keuntungan dan biaya dari tindakan mereka,
namun juga berdasarkan keuntungan atau kerugian pajak
terhadap keputusan mereka.
Distorsi penggunaan sbdy dan kehilangan output yang
dihasilkan krn pajak juga merupakan bagian dari aktivitas
pemerintah.

Pertukaran antara barang dan jasa pemerintah dan


perorangan dalam Production possibility Curve
Brg & jasa pemerintah per
Ctahun
G2

B
A

G1

M
X2
X1
Brg & jasa perorangan per tahun

Ekonomi Campuran, Pasar dan


Politik

Barang dan jasa pemerintah didistribusikan


kepada kelompok-kelompok individu melalui
penggunaan distribusi yang tidak melalui
mekanisme pasar (nonmarket rationing)
Brg & jasa bukan berdasar willingness to pay.
Pada beberapa kasus brg dan jasa disediakan
tanpa pembayaran dan persyaratan tertentu.
Pada kasus lainnya, dengan kriteria tertentu
(pendapatan, umur, status kel,), digunakan
untuk persyaratan mendapatkan
keuntungan.

PERANAN PEMERINTAH DALAM SISTEM PEREKONOMIAN CAMPURAN

Untuk menjelaskan hubungan antara organisasi


publik dan swasta, Sarling (1993) mengambil
beberapa contoh hubungan yang selama ini telah
terjadi di As, seperti grants, contracts, franchise,
partnership, voucher, dan voluntary services. Pola
hubungannya dpt digambarkan sebagai berikut:

intergovernmental

Grant

Partnership

Voluntary
service

pasar

pemerintah
Contract

Franchise

Voucher

Hubungan antara Organisasi Publik dan Swasta


(Sumber: Starling, 1993)

Secara individual, pola hubungan dapat


digambarkan sebagai berikut:
C : Consumer
G : Government
PF: Private Firm
P : Sektor Publik

= Authorized good or services


= Delivers good or services
= Pays for good or services

Contracting
C

Grant
C

G
PF

G
PF

Franchise
C

Partnership
C

G
PF

PF

Voucher
C

G
PF

Dengan adanya kegagalan pasar (market


failure), maka pemerintah perlu campur
tangan memungut pajak dan
menentukan pengeluaran.
Dalam sistem masyarakat demorasi,
pemerintah terpilih adalah yang
diinginkan oleh publik Bgmnpun sulit
memenuhi keinginan semua rakyat
dibutuhkan satu prinsip ekonomi untuk
memahami keputusan politik yg dibuat,
dikenal dg Ekonomi Politik.
Ekonomi Politik mengasumsikan bhw
masyarakat memandang pemerintah sbg
satu mekanisme utk memaksimalkan
kepentingan mereka.

Bentuk-bentuk
demokrasi dan cara
lainnya:
Demokrasi Langsung

Demokrasi perwakilan
Kepentingan-kepentingan khusus
masyarakat

Demokrasi Langsung

Teori Lindahl penyediaan brg publik o/ pem


dibiayai o/ masy yang menginginkan
ketersediaan brg tsb, dan disesuaikan dlm
bentuk prosentase dari total biaya penyediaan
brg publik. (pembgian pjk dan brg publik)

Kelemahan :
model ini mengasumsikan masy memp suara yg tulus,
shg satu pihak bisa menekan pihak lain utk
menyepakati jml yg diinginkan jk mengetahui
kekuatan pihak lainnya, shg perilaku strategi ini akan
menghambat pencapaian ekuilibrium Lindahl.
membutuhkan waktu lama utk capai kesepakatan.

Alternatif lain suara terbanyak (voting).


Tapi model ini menimbulkan voting
paradoks --. Krn meski berdasar suara
terbanyak, msh ada minoritas yg tdk
terpenuhi keinginannya.
Mslh lain cycling: sulitnya tercapai suatu
keputusan , krn tdk konsistennya hasil yang
dicapai diantara berbagai pihak.

Arrows Impossibility
Theorem
1)
2)
3)
4)
5)

Completeness dan transitivity;


Universality;
Pareto consistency;
Non-dictatorship; dan
Independence of irrelevant
alternatives

Cara lain penentuan pengeluaran


pemerintah adalah pengadaan
barang publik dalam sistem
demokrasi langsung adalah
median voter theorem dan
sistem logrolling.

Demokrasi Perwakilan

Dalam masyarakat dg sistem


demokrasi perwakilan, masy
mempercayai wakil-wakil mereka
di lembaga legislatif utk membuat
keputusan mengenai pengeluaran
pemerintah.

Kepentingan-kepentingan Khusus
Masyarakat

Warga masy yg mencari keuntuntungan


mempengaruhi aktivitas pemerintah.
Kepentingan-kepentingan khusus tsb dpt
berdasarkan dari sumber besarnya pendapatan,
industri, wilayah dan karakteristik perseorangan.
Mnrt Marxism ortodoks kepentingan politik
rakyat dietntukan oleh apakah seorang kapitalis
atau buruh.
Studi di beberapa negara Barat menunjukkan
bahwa penyebab ketimpangan adalah ketidak
merataan dlm pendapatan tenaga kerja
(Gottschalk dan Smeeding, 1997 dalam Rosen,
1999).

The Iron Triangle

Hub antara 3 kepentingan di AS:


1) anggota konggres yg membuat
program;
2) birokrat yg menangani
administrasinya;
3) pihak yg berkepentingan yg
diuntungkan dg adanya program
tsb.

Satu hal penting yang bisa ditarik


adalah bahwa individu dapat
memanipulasi sistem politik untuk
meredistribusikan pendapatan di
antara mereka sendiri rent
seeking, yaitu memanfaatkan
pemerintah untuk memperoleh
pendapatan lebih tinggi dari yang
seharusnya mereka terima.
Pelaku-pelaku yg sering terlibat dalam
mekanisme penentuan keputusan,
termasuk evaluasi, pengeluaran pem:
peradilan, jurnalis dan para ahli

Teori Perkembangan Pengeluaran


Pemerintah

Sudut Pandang Makro


1) Model Pembangunan
2) Hukum Wagner
3) Teori Peacock dan Wiseman
Sudut Pandang Mikro