Anda di halaman 1dari 3

Penalaran Induktif dan Deduktif

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik)
yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Ada 2 jenis penalaran yaitu :
1. Penalaran Induktif
Penalaran Induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau
sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya
disebut Induksi. Dalam penalaran Induktif ini ada 3 jenis penalaran Induktif yaitu
Generalisasi, Analogi, dan Hubungan sebab akibat ataupun hubungan akibatsebab.
GENERALISASI
-

Generalisasi sempurna adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi


dasar kesimpulan yang diselidiki.

Generalisasi tidak sempurana adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena


untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum
diselidiki.

ANALOGI
Analogi adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaanya.
Contoh Analogi:
Kita banyak tertarik dengan planet mars, karena banyak persamaannya dengan bumi kita.
Mars dan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atmosfir seperti
bumi. Temperaturnya hampir sama dengan bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada. Caranya
mengelilingi matahari menyebabkan pula timbulanya musim seperti bumi. Jika bumi ada
mahluk. Tidaklah mungkin ada mahluk hidup diplanet Mars.

HUBUNGAN AKIBAT SEBAB


Hubungan akibat sebab merupakan suatu proses berfikir dengan bertolak dari suatu peristiwa
yang dianggap sebagai akibat, kemudian bergerak menuju sebab-sebab yang mungkin telah
menimbulkan akibat tadi.
Contoh :
Laptop adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi

DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi

2. Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau
sikap yang berlaku khusus berdasarkan fakta-fakta yang bersifat umum. Prosesnya disebut
Deduksi. Jenis penalaran Deduktif ini diantaranya ada Silogisme dan Entinem.
SILOGISME
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari
dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa
silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
Contohnya:
Semua manusia akan mati
Amin adalah manusia
Jadi, Amin akan mati (konklusi / kesimpulan)

ENTIMEN
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme
premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh :
Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari
Pada malam hari tidak ada matahari
Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis
Sumber :
https://noviananuryan.wordpress.com/2013/05/31/penalaran-induktif-danpenalaran-deduktif/
id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://inggitsoekarno.blogspot.com/2013/03/penalaran-deduktif-danpenalaran.html

http://ikarizkisafitri.blogspot.com/2013/03/penalaran-penalaran-deduktifdan_2698.html

Link Blog :
https://riyanhidayattulloh.wordpress.com/2015/03/14/jen
is-dan-bentuk-proposisi/
https://riyanhidayattulloh.wordpress.com/2015/03/14/pe
nalaran-induktif-dan-deduktif/
https://riyanhidayattulloh.wordpress.com/2015/03/14/pro
posisi-dan-penalaran/