Anda di halaman 1dari 44

Bab 2

PENGENALAN SUMBER KEAJAIBAN


ZHINENG QIGONG

“IMAN DATANG DARI PENDENGARAN”

- Santo Paulus

(Tajuk Majalah HIDUP, 20 Juni 2004)

2.1. Pendengaran Mengarah ke Pengenalan

Sebelum mengenal tentang apa itu Zhineng Qigong (ZNQG), penulis telah mendengar
sedikit informasi tentang Qigong (QG) dari beberapa nasabah. Ketika itu penulis masih
aktif berprofesi di sebuah bank swasta. Mereka menceritakan tentang kesembuhannya
dari penyakit menahun tak kunjung sembuh / kronis, yang hampir merenggut jiwanya.
Dokter spesialisnya yang paling top bahkan telah memvonisnya bahwa masa hidupnya
sudah akan segera berakhir dalam jangka waktu sekitar tiga bulan saja. Ternyata
mereka berhasil sembuh dan kini masih tetap hidup dan sehat. Menurut penuturannya
bukan karena mereka mematuhi / mentaati minum obat (medicine), melainkan setelah
mereka dengan tekun dan teratur berlatih QG. Jadi, kesembuhannya bukan karena
resep dokter, melainkan tanpa obat (medicineless), dan justru sembuh oleh dirinya
sendiri (self-healing).

Kenyataan berdasarkan pengalaman empiris tersebut, tentu saja membuat penulis


tergelitik dan tertantang untuk mengetahui lebih dalam terutama tentang apa (what) dan
mengapa (why) nya. Bahkan, penulis pun mulai mencoba ikut berlatih ZNQG untuk
mengetahui lebih mendalam tentang bagaimana (how) nya. Namun, misi dan isi buku
ini utamanya untuk mengelaborasi aspek apa dan mengapanya, baik ditinjau dari sudut
filosofi / filsafat, sains, maupun religi / agama tertentu. Tentang aspek bagaimana-nya,
yang bersifat teknis, biarlah pakar yang bersangkutan saja yang menulis /
menjelaskannya.

Untuk tujuan penulisan buku tentang apa dan mengapanya itulah maka penulis mulai
berusaha untuk menghubungi dan mempelajari secara praktis QG dan ZNQG itu dari
78
pakarnya. Baru pada medio tahun 2005 penulis berhasil menghubungi dan diberi
informasi yang lebih mendalam tentang hakikat QG dan ZNQG oleh Ir. Laurentius
Noer Andoyo MT (lahir Agustus 1953),

di kalangan komunitas ZNQG juga dikenal sebagai Ando Lu laoshi.


seorang cendekiawan yang berprofesi sebagai dosen komputer, yang juga salah satu
murid langsung Prof. Pang (He) Ming (lahir September 1940),

lebih dikenal sebagai Grand Master Pang Ming, ketika beliau pertama kali
datang ke Malang dan melatihnya pada bulan Juli 1996.

Berdasarkan informasinya yang cukup jelas dan ilmiah maka penulis langsung jatuh
cinta pada ZNQG. Dan, kecintaan ini semakin mendalam setelah penulis ikut berlatih
dan merasakan sendiri kemanfaatan ZNQG berdasarkan keunggulannya, yang ternyata
dapat menyembuhkan diri sendiri. Jadi, sesuai dengan pandangan umum dan
perspektif waktu, sesungguhnya penulis bukan siapa-siapa dan belum apa-apa tentang
ZNQG. Namun, mengapa koq berani-beraninya menulis buku tentang ZNQG?. Justru
disinilah letak persoalan yang sesungguhnya. Yakni, penulis terdorong oleh idealisme
dan semangat untuk dapat segera berbagi dan melayani sesama, dengan menularkan
pengetahuan tentang keunggulan, kemanfaatan, dan keefektifan ZNQG dalam
penyembuhan diri sendiri tersebut.

Dalam konteks ini, selama ikut berlatih ZNQG, penulis sendiri seakan sedang
menghadapi ada dua hal yang kontradiktif. Di satu pihak, kecuali terkadang penulis
memang pernah merasakan adanya gangguan kesehatan seperti yang biasa dan lazim
dialami oleh semua orang pada umumnya, misalnya batuk, pilek, ‘masuk angin’, sakit
perut, sakit kepala, dan sebagainya. Namun, dilain pihak, syukur bahwa sejak saat itu,
secara holistik, penulis masih dikaruniai hidup sehat. Tegasnya, sejak mulai
mengakrabi ZNQG kondisinya memang tidak sakit dan sehat menurut kriteria WHO-
PBB tahun 1980-an dan UU Kesehatan RI no.23 tahun 1992.

Keadaan yang kontradiktif tersebut karena di kalangan masyarakat awam, QG pada


umumnya dan ZNQG pada khususnya, lazimnya memang dikenal sebagai suatu
metode atau teknik latihan dengan tujuan penyembuhan penyakit. Terutama terhadap
suatu penyakit kronis (menahun / bertahan lama / tak sembuh-sembuh), yang sudah
79
mengancam jiwa pasien seperti penyakit kanker, yang oleh para dokter spesialis medis
modern ala Barat sudah dinyatakan tidak ada obat dan cara lain untuk dapat
menyembuhkan lagi. Dan, bahkan sudah memvonis hidup sang pasien untuk hanya
menunggu datangnya panggilan sang Maha Pencipta dalam waktu dekat. Padahal,
sebaliknya (sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya) ZNQG secara empiris
berdasarkan testimonia atau kesaksian banyak orang sudah terbukti dapat
menyembuhkan penyakit gawat tersebut dengan fungsi gandanya yang bersifat
komplementer, yakni dengan mengkombinasikan cara pengobatan ala Barat dengan
pengobatan / penyembuhan ala Timur, dalam rangka mempercepat penyembuhan; dan
alternatif, yakni dengan mengganti cara pengobatan ala Barat dengan pengobatan /
penyembuhan ala Timur, ketika pengobatan medis modern ala Barat ternyata sudah
mengalami jalan buntu.

Disamping kedua fungsi tersebut, ZNQG juga dapat difungsikan untuk tujuan dalam tiga
aspek, yakni sebagai tindakan kuratif, yakni berusaha memperoleh kesembuhan ketika
mengalami masalah kesehatan akibat adanya gangguan penyakit; preventif, yakni
berusaha untuk dapat melindungi dan memelihara kesehatan agar tidak mengalami
gangguan penyakit dan tetap sehat; dan promotif, yakni berusaha untuk dapat
meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar dapat tetap hidup sehat (secara fisik,
psikologis, emosional, dan spiritual) dan hidup dengan umur panjang.

Pada dasarnya, justru pada aspek preventif dan promotif itulah tujuan utama ZNQG
dan bukan pada aspek kuratif, sebagaimana anggapan banyak orang sampai sejauh
ini. ZNQG memang merupakan metode berlatih dengan tujuan yang khas dan unik,
yakni apabila orang pada umumnya memperlakukan ZNQG sebagai cara pengobatan /
penyembuhan tubuh seseorang yang menderita penyakit yang bersifat fisik. Maka,
ZNQG secara khusus didesain sabagai cara untuk mencapai tujuan utama dalam
peningkatan kecerdasan otak seseorang yang bersifat psikis, dengan pengolahan Qi
(= QG) melalui kemampuan kecerdasan / Zhineng (=ZN). Tujuan ini berdasarkan
anggapan atau kepercayaan dan keyakinan bahwa kesehatan tubuh bergantung pada
kesehatan pikiran. Dan, anggapan ini memang berbeda dengan anggapan orang
kebanyakan yang memprioritaskan faktor kesehatan tubuh sebagai pendekatan dan
orientasinya. Jadi, jalan atau cara yang ditempuh ZNQG justru melalui faktor kesehatan
/ kecerdasan otak; dan pendekatan / orientasi ZNQG ini sesungguhnya memang
sesuai dengan pengalaman dan kenyataan hidup sehari-hari. Karena, otak atau
pikiranlah yang berfungsi sebagai nakhoda kapal kehidupan seseorang yang
mengarahkan kondisi tubuhnya.

2.2. Pengenalan Mengarah ke Buku Kesehatan

80
Oleh karena Zhineng Qigong (ZNQG) hampir selalu dihubungkan dengan masalah
kesehatan, maka tidaklah mengherankan apabila ada sementara rekan yang
meragukan atau mempersoalkan ketekunan dan kecintaan penulis pada ZNQG
tersebut. Ada yang mempertanyakan tentang apa maksud dan tujuan penulis menekuni
dan mencintai ZNQG. Ada pula yang mempersolakan tentang mengapa penulis begitu
menggebu untuk menulis buku tentang pengenalan ZNQG. Padahal penulis tidak
mengalami gangguan kesehatan apa pun. Sepasang pertanyaan tentang apa dan
mengapa ini merupakan masalah pokok. Yakni masalah yang harus dijawab melalui
tulisan dalam buku pengantar tentang pengenalan ZNQG ini, yang bersifat kronologis-
historis, dan berbentuk bunga rampai, serta menggunakan pendekatan multidisipliner
sebagaimana telah dikemukakan diatas.

Bagaimanapun, dajukannya kedua pertanyaan tersebut menurut penulis cukup menarik


dan rasional. Dan, jawabannya pun pada dasarnya tidak terlalu sulit. Terutama, apabila
pertanyaan tersebut diubah menjadi pantun ‘dari mana datangnya lintah’ maka
jawabannya bukan “dari mata turun ke kali” atau pun bukan ‘dari mata terus ke hati’,
melainkan datangnya cinta penulis pada ZNQG itu ‘melalui telinga terus ke hati lalu
mengendap di dalam benak lalu mengalir kembali menjadi……sebuah buku’.

Awalnya, telinga penulis pernah mendengar, bahwa latihan ZNQG untuk memulihkan
kesehatan melalui upaya penyembuhan (dari dalam) diri sendiri itu prosesnya sangat
sederhana, mudah dilakukan, dan bersifat alami. Disamping itu, yang lebih menarik
adalah bahwa penyembuhan diri sendiri tersebut tanpa obat kimiawi, tanpa efek
samping, dan kalau sembuh takkan kambuh kembali. Lagi pula, penyembuhannya
nyata, cepat, dan holistik, serta tanpa biaya. Dan, seandainya diperlukan obat pun
bahannya tetap alami, dan biayanya relatif tidak mahal. Lebih daripada itu,
kesembuhannya tanpa harus didahului dengan diagnosa medis oleh dokter spesialis
modern ala Barat, atau dengan pemeriksaan oleh sinshe, dukun, dan sebagainya,
sehingga......tanpa biaya!

Ya, pada prinsipnya tanpa biaya. Maklumlah, diri atau tubuh manusia sendiri pada
dasarnya telah didesain luar biasa sempurnanya oleh sang Maha Pencipta. Tubuh
manusia telah diberi dan memiliki potensi terpendam yang dapat melakukan proses
pengobatan atau penyembuhan secara otonom. Dengan kata lain, sumbernya telah
ada di dalam diri dan tubuh manusia itu sendiri. Jadi, pengobatan atau
penyembuhannya dapat dilakukan oleh diri atau tubuhnya sendiri! Cerita singkatnya,
secara historis-kronologis, dijelaskan melalui bahasan awal pengenalan ZNQG dibawah
ini.

2.3. Tertarik Keefektifan Menangkal Vonis Mati Tanpa Obat

81
Sebagaimana telah di singgung sebelumnya, ketika penulis berprofesi sebagai bankir di
sebuah lembaga bisnis perbankan di Surabaya pada tahun 1963, pernah beberapa kali
mendengar – tentu saja melalui telinga -- informasi yang sangat menyeramkan. Bahwa
ada beberapa nasabah yang menderita sejenis atau sekaligus beberapa jenis penyakit
yang kronis, misalnya penyakit kanker, diabetes, atau penyakit degeneratif lainnya,
yang kondisinya bahkan sudah mengancam jiwanya. Namun, ternyata, pada akhirnya
dapat......sembuh total.

Padahal, para penderita penyakit tersebut oleh dokter spesialis medis modern ala Barat
telah divonis bahwa dalam jangka waktu yang relatif singkat akan segera “out dari
udara” alias meninggal dunia. Karena, menurut dokter spesialis tersebut, sudah tidak
ada lagi obat atau cara lain untuk dapat menyembuhkannya. Mereka yang divonis mati
tersebut sudah dianggap tidak akan sampai dapat merayakan hari ulang tahun
berikutnya. Namun, sekali lagi, faktanya mereka hingga kini masih tetap survive alias
tetap bertahan hidup. Dan, anehnya, mereka itu dapat hidup sehat dengan rentang usia
yang cukup panjang menurut ukuran usia rata-rata harapan hidup, dan……tanpa obat
kimiawi!.

Informasi tersebut, tentu saja terekam dalam benak penulis. Sampai pada suatu saat,
penulis mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan beberapa orang
diantara mereka yang sudah divonis mati tersebut. Penulis sempat bertanya tentang
bagaimana dan apa rahasia mereka bisa hidup dengan sehat dan umur panjang. Pada
umumnya, mereka yang tidak ingin disebutkan identitasnya itu memberikan jawaban
singkat, yaitu karena latihan Qigong (QG). Yakni, sejenis latihan tradisional yang
prinsip metodenya adalah melalui pengolahan Qi atau energi kehidupan yang ada di
alam dan yang melekat pada segala sesuatu di alam, termasuk manusia. Jawaban
singkat ini, justru semakin membuat penulis merasa kagum bercampur penasaran.
Keingintahuan penulis tentang mengapanya pun timbul secara spontan. Mengapa
keanehan atau keajaiban itu bisa terjadi pada pada latihan QG yang
tradisional…kuno… tersebut?

Dalam konteks ini, perlu diketahui mengapa QG disebut tradisional, adalah karena jenis
latihan QG tersebut telah dipraktekkan sebagai kegiatan hidup sehar-hari secara turun
menurun sejak masa budaya Tiongkok Kuno lebih dari 5000 tahun yang lampau.
Namun, sejak awal tahun 1980-an QG tersebut oleh Prof. Pang Ming telah
dimodernisasikan dengan prinsip, sistem, metode, dan teknik ilmiah dengan fokus pada
konsep Zhineng (ZN). Dengan demikian, QG menjadi identik dengan Zhineng Qigong
(ZNQG). Dari sini, muncul pertanyaan lebih lanjut tentang mengapa koq penyembuhan
melalui tubuhnya sendiri secara alami itu dapat terjadi setelah berlatih ZNQG? Atau,
dengan perkataan lain, mengapa mukjizat yang misterius itu dapat terjadi setelah
mempraktekkan metode atau teknik latihan ZNQG?.

82
Jadi, sejak saat itu, segala upaya penulis tetap terfokus pada pertanyaan sekitar
mengapa, mengapa, dan mengapa. Terutama, mengapa ZNQG mempunyai
kemampuan dalam penyembuhan seorang penderita dari penyakit kronis -- atau yang
bahkan sudah mengancam jiwanya – justru dari dalam diri atau tubuhnya sendiri?
Apakah mujizat, keajaiban atau keefektifan ini bukan merupakan suatu kebetulan /
nasib baik / keberuntungan seseorang saja?.

Semua pertanyaan tersebut memang seakan tak terjelaskan oleh akal sehat. Namun,
bagaimana pun masih harus dicari jawabannya yang rasional dan proporsional. Dan,
upaya pencarian ini tentu saja demi tujuan dan kemanfaatan yang sebesar-besarnya
bagi kemanusiaan!. Justru, hal inilah yang menginspirasi dan memotivasi penulis untuk
dapat segera mewujudkan buku pengantar tentang dasar pengenalan ZNQG ini.

***

Sebagai catatan, Zhineng Qigong (ZNQG) itu memang unik. Sebagaimana diketahui,
ZNQG yang merupakan hasil perubahan atau perkembangan dari Qigong (QG)
tradisional -- buah filosofi dan kearifan Tiongkok Kuno -- itu pun telah menjadikan QG
juga unik. Sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan dalam ilmu
pengetahuan dan teknologi (iptek), maka QG yang telah dimodernisasikan berdasarkan
sistem dan metodologi ilmiah itu, kini telah mempunyai ciri yang unik. Keunikan QG
sebagai subjek itu justru setelah oleh Prof. Pang Ming diberi predikat Zhineng (ZN),
sehingga menjadi ZNQG yang khas.

Secara morfologis, kata Zhineng (ZN) terdiri dari gabungan dua suku kata, yakni Zhi (Z)
dan Neng (N), dengan pengertiannya masing-masing, yakni :

 Zhi (Z)

artinya kecerdasan / intelektualitas atau kearifan / kebijaksanaan, dan

 Neng (N)

artinya kemampuan / bakat atau kecakapan / keterampilan.

Dalam ZNQG, justru unsur ZN itulah yang memegang peranan utama. Fungsi ZN
adalah dalam rangka ‘pengolahan Qi’ (=Qigong) yang dilakukannya melalui
‘pertukaran’ antara Qi tubuh / human Qi dengan Qi alam / cosmic Qi. Cara, metode,
atau teknik pertukaran ini dilakukan melalui ‘gerakan tubuh’ (yang mendorong keluar Qi
tubuh kedalam alam dan sekaligus menarik Qi alam kedalam tubuh) dengan disertai
‘visualisasi’ atau ‘penggambaran mental’ melalui ZN tersebut. Jadi, dalam garis
besarnya, konsep ZNQG itu meliputi tiga proses, yakni :

 pengolahan QI melalui pertukaran Qi alam dengan Qi manusia,

83
 pergerakan tubuh melalui gerakan santai dan halus melalui dorong / tarik Qi, dan

 pengerahan otak melalui pemusatan dan visualisasi pikiran melalui ZN.

Qi alam itu dapat meliputi hawa / udara, pergerakan, uap (gas), cuaca, dan kekuatan
misalnya kekuatan angin. Sedangkan Qi manusia dapat mencakup nafas, perilaku, dan
tenaga. Dan, pertukaran yang identik dengan ‘process’ pengolahan itulah yang disebut
Gong, sedangkan ‘output’ dan sekaligus ‘input’ atau hasil pengolahan kedua jenis Qi
itu oleh Prof. Pang Ming disebut sebagai Hunyuan Qi. Proses pertukaran /
percampuran Qi tubuh dan Qi alam itulah yang menghasilkan Hunyuan Qi yang khas
dan unik ala Pang Ming.

ZNQG ala Pang Ming tersebut pada prinsipnya menyerap intisari semua keunggulan
yang ada, terutama yang terdapat pada semua aliran QG tradisional yang
latarbelakangnya adalah Buddisme, Dao/Taoisme, Confusianisme, seni pengobatan ala
Traditional Chinese Medicine (TCM), seni beladiri (martial arts), seni
peramalan(Fengshui), dan sebagainya. Dan, bagi yang menginginkan paparan yang
lebih komprehensif tentang konseptualnya, sebagai bahan untuk cross reference,
silakan baca kembali topik tentang Qi ini di Lampiran, yang penulis sebut sebagai
Pembibitan.

2.4. Memasuki Dunia Keefektifan

Ibarat kata pepatah “pucuk di cinta ulam tiba”, dan secara blessing in diguise, tibalah
saat untuk mendapatkan jawaban awal atas pertanyaan tentang mengapa penulis koq
sampai mencintai dan menekuni ZNQG tersebut.

Suatu hari, untuk pertama kali, penulis diperkenalkan dengan konsep dan prinsip serta
kemanfaatan Qigong (QG) atau Zhineng Qigong (ZNQG) itu oleh Ando Lu laoshi
tersebut diatas. Profesi tetapnya adalah seorang dosen, dan co-founder Sekolah
Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) di Malang.

Ando Lu laoshi ternyata tidak ingin penulis hanya mengetahui aspek teoretisnya saja,
melainkan agar sekaligus juga mengalami aspek aplikatifnya. Ia bahkan menekankan
kiatnya tentang konsep experimental learning sambil mengatakan bahwa seeing is
believing. Tegasnya, ia menginginkan agar penulis dapat berlatih secara rutin
bersamanya, dan penulis setuju. Maka, untuk selanjutnya ia menjadi guru (laoshi) yang
penuh dedikasi, dan tanpa pamrih melatih penulis.

Dengan didasari komitmen untuk berlatih ZNQG dengan sabar, teratur, dan tekun, kini
penulis mulai dapat merasakan seperti apa yang pada umumnya dirasakan oleh para
peserta latihan. Yakni, secara holistik kondisi keempat dimensinya, yakni tubuh (body),
84
pikiran (mind), perasaan (emotion), dan jiwa (spirit) cenderung bertambah baik.
Keempat dimensi seseorang inilah yang pada umumnya disebut sebagai diri/orang
(person) seseorang manusia, dan karenanya terasa agak aneh apabila ZNQG juga
disebut sebagai ‘olah diri’. Dengan ditempelkannya kata Zhineng (ZN) pada ZNQG,
maka seyogianya lebih tepat disebut sebagai ‘olah pikir’ atau ‘olah batin’, juga tidak
tepat apabila disebut sebagai ‘olah raga’.

Jadi, ‘olah diri’ itu pada hakikatnya terdiri dari dua jenis, yakni :

 Olah Raga,

yang seyogianya hanya mengolah raga/badan/tubuh/fisik (body) yang hanya


dimensi fisik seseorang; dan

 Olah Batin,

yang dalam konteks ini mungkin mengolah sekaligus semua dimensi lainnya
yang meliputi pikiran (mind) + perasaan (emotion) + jiwa/roh (spirit) seseorang.

Kedua jenis pengolahan diri itu pada dasarnya juga berbeda dalam sifat aplikasi /
orientasinya. Disini pun dapat dibedakan adanya dua hal, yakni :

 Orientasi keluar,

misalnya pada olah raga sepak bola dimana pikiran terkonsentrasi ke bola yang
berada di luar tubuh seseorang; yang sudah barang tentu harus menggunakan
otot-otot tubuh dan banyak mengeluarkan energi untuk dapat mengejar bola
tersebut; dan

 Orientasi kedalam,

misalnya pada olah batin ZNQG dimana sebaliknya pikiran harus terpusat
menggunakan niat / naluri dan lebi banyak memasukkan energi melalui
pergerakan tertentu dengan penggambaran mental secara kreatif (visualisai)
yang diarahkan ke organ-organ di dalam tubuh seseorang.

Sejak itu maka penulis juga semakin intensif mempelajari dengan baik dan benar QG
dan ZNQG, baik prinsip, sistem, maupun metode atau teknik latihannya, terutama dari
sudut teori-ilmiahnya. Selain, juga sangat percaya dan yakin akan keunggulan dan
kemanfaatan ZNQG di bidang penyembuhan penyakit oleh dirinya sendiri (self-healing).
Baik yang bersifat kuratif (penyembuhan penyakit), dan preventif ( pemeliharaan
kesehatan), maupun yang promotif, khususnya kemampuan ZNQG dalam peningkatan
kecerdasan pikiran serta kualitas hidup dan khususnya…perpanjangan usia !.

85
2.5. Berlatih Tekniknya sambil Belajar Teorinya

Ada beberapa dorongan yang ikut menggerakkan pikiran dan hati penulis untuk segera
mempelajari Zhineng Qigong (ZNQG) dan mempraktekkannya. Motivasi ini terutama
muncul dari :

 ajaran Kong Fuzi yang lebih menekankan pada ‘pembelajaran’;

 ajaran Laozi yang lebih menekankan pada ‘pembelajaran dan pelaksanaan’;


dan

 kata bijak Mahbub Djunaidi seorang kolumnis terkenal bahwa “sekali melihat
lebih baik daripada seribu kali mendengar”.

Akhirnya, penulis tergerak untuk sekaligus mendengar, melihat, belajar, dan berlatih
secara langsung ZNQG. Terutama untuk membuktikan keunggulan, kemanfaatan, dan
keefektifan ZNQG bagi kesehatan.

ZNQG – berdasarkan informasi Zhineng Qigong Society di Singapura


(www.zhinengqigong.org) -- saat ini diformulasikan menjadi tiga level atau tingkat
pelatihan. Disini, secara singkat dan konseptual, diperkenalkan adanya beberapa cara,
teknik, atau metode. Cara ini dalam bahasa Inggris pada umumnya disebut method,
technigue, atau form). Ketiga tingkatan itu meliputi:

 Tingkat 1 / Dasar :

Peng Qi Guan Ding Fa

(Lift Qi Up and Pour Qi Down Method),

yang dilengkapi dengan beberapa sub metode lainnya, yakni :

- San Xing Ping Zhan Zhuang

(Three Centres Merge Standing Meditation);

- Chen Qi

(Stretching Qi);

- La Qi, Guan Qi

(Pulling Qi & Directing Qi);

- Zhi Tui Zuo

(Straight Legs Sitting);

- Dun Qiang Fa
86
(Wall Squatting); dan

- Xun Jing Dao Ying Fa

(Meridian Tapping);

 Tingkat 2 :

Xing Shen Zhuang

(Body and Mind Method); dan

 Tingkat 3 :

Wu Yuan Zhuang

(yang diterjemahkan sebagai Five One Form atau Five Element Unified Form
ataupun Five Organ Method)

2.5.1. PENG QI GUAN DING FA (PQGDF)

Berlatih Peng Qi Guan Ding (PQGD) dapat pula disebut berlatih dengan metode PQGD
Fa (BQGDF). Ini merupakan bentuk dasar atau dianggap sebagai Level atau Tingkat 1
dalam pelatihan Zhineng Qigong (ZNQG).

Tingkat 1 ini terdiri dari serangkaian aktivitas yang berurutan, yang dalam garis
besarnya meliputi kerjasama tak terpisahkan dari tiga aktivitas pokok, yakni :

(1) Penggerakan tubuh,

yang merupakan meditasi gerak, yang dilakukan dengan halus, sambung


menyambung tanpa putus, dalam kondisi keseluruhan tubuh yang rileks,
sambil melakukan :

(2) Visualisasi pikiran,

yang merupakan meditasi diam, yang dilakukan oleh pikiran sadar dengan
dipusatkan ke organ-organ tubuh yang perlu dialiri Qi, sehingga pikiran
bawah sadar akan melaksanaka :

(3) Pertukaran Qi

yang terjadi di dalam aliran darah dalam pembuluh atau saluran (meridian)
nya yang menyempit atau tersumbat di organ-oragan tubuh tertentu
sehingga aliran Qi nya tak lancar. PQGDF berfungsi

87
melancarkan/membersikan aliran Qi nya dengan saling mempertukarkan Qi
manusia dengan Qi alam ditingkatkan, baik kuantitas maupun kualitasnya.

Dalam terminologi ZNQG menurut Prof. Pang Ming, Qi hasil pertukaran Qi


tubuh manusia dan Qi alam semesta itu disebut ‘hunyuan Qi.

Dan, ketiga bentuk aktivitas PQGDF tersebut pada dasarnya adalah untuk menghimpun
hunyuan Qi ke dalam tiga ‘Pusat Energi’ yang disebut ‘Dan Tian’ atau ‘Chakra’. Uraian
lebih luas dan lebih dalam soal pusat energi ini dapat dibaca di butir 2.6. dan 2.7.

Sebagai catatan, PQGDF ini dalam bahasa Inggris disebut Lift Qi Up and Pour Qi Down
Method / Technique. Artinya, mengangkat Qi (peng qi, lift qi up) dari alam semesta; dan
menuangkan Qi (guan ding, pour qi down) tersebut ke dalam tubuh manusia. Pada
umumnya, latihan PQGDF ini memakan waktu sekitar 45 menit. Konsep filosofis dan
teknis operasional dari PQGDF ini dapat dibaca di Bab 9.

_____________________________________________________________________
_
Dalam konteks ini -- dengan sedikit menyimpang dari visi dan misi buku ini – hanya khusus untuk metode
latihan dasar ZNQG (yang disebut PQGDF) dan sub-metode San Xing Ping Zhan Zhuang (SXPZZ) yang akan
dijelaskan agak rinci, namun tetap dalam garis besarnya saja. Sedangkan untuk metode dan sub-metode
lainnya akan hanya ditunjukkan dalam beberapa bentuk pose tertentu (yang telah dikenal dan dipraktekkan
di Indonesia) disertai gambar-gambar ilustratifnya. Dan, untuk memudahkan pemahamannya maka disini
akan diberikan angka-angka sandi secara berurutan dari 2.5.1. s/d 2.5.7.

Pada prinsipnya PQGDF dapat dibagi dalam tiga tahap, yakni:

(a) Tahap Persiapan

Tahap ini pada prinsipnya terdiri dari dua sub-tahap. Yakni sub-tahap relaksasi, dan
sub tahap visualisasi. Pada sub-tahap relaksasi, seluruh organ tubuh dari ubun-
ubun kepala (bai hui) sampai dengan telapak kaki (yong quan), satu persatu harus
diusahakan dalam kondisi rileks total. Sedangkan pada sub-tahap visualisasi,
pikiran sepenuhnya dipusatkan dengan membayangkan (visualisasi) melalui
imaginasi kreatif untuk terjadinya sinergi antara Qi tubuh (human Qi) dan Qi alam
semesta (cosmic Qi), sehingga melahirkan Huanyan Qi. Kedua kegiatan ini secara
berturut-turut dapat dijelaskan sebagai berikut:

 Sub-tahap Relaksasi Tubuh

Disini dlakukan dengan fokus ke dalam (internal) posisi/sikap

a.1. Kedua telapak kaki merapat dan betis saling menempel;

88
a.2. Sorot mata melihat jauh ke cakrawala, lalu ditarik dan dihubungkan ke
pusat di kepala, kemudian mata perlahan-lahan dipejamkan;

a.3. Ujung lidah ditempelkan pada langit-langit rongga mulut,

a.4. Sosok tubuh dari ubun-ubun kepala (bai hui) terus ke punggung sampai
dengan telapak kaki harus tegak-lurus, sehingga tubuh merupakan satu
poros;

a.5. Dagu ditarik sedikit ke dalam;

a.6. Rogga dada rileks dan bernapas biasa;

a.7. Sendi bahu diangkat sedikit dan dikendurkan, lalu kedua bahu dan lengan
dilepas kebawah secara alami, kemudian lengan di bagian atas dipisahkan
dari badan selebar 2-3 cm sehingga ketiak tidak menempel tubuh;

a.8. Siku tangan dikendurkan, dan menekuk sedikit secara alami;

a.9. Pergelangan tangan, telapak tangan, dan jari-jari tangan seakan memegang
bola Qi;

a.10. Pinggang dan tulang belakang tegak secara alami;

a.11. Sendi tulang pinggul dan sendii tulang paha dikendurkan;

a.12.Perut dikempiskan atau ditarik sedikit kedalam, dengan punggung tetap


lurus;

a.13.Tulang ekor (hui yin) sedikit ditarik keatas, atau anus dikontraksikan
(ngempet) sedikit; dan

a.14.Lutut ditekuk sedikit dan dirilekskan sampai dengan telapak dan jari-jari
kaki.

89
www.zhinengqigong.org

Gambar 6: TITIK-TITIK AKUPUNKTUR

 Sub-tahap Visualisasi Pikiran

Disini dlakukan dengan fokus keluar (eksternal) dari posisi/sikap tubuh, dengan
antara lain :

Ketika seluruh tubuh (dari ubun-ubun kepala sampai dengan telapak kaki) sudah dalam
kondisi rileks-longgar-tidak tegang, dan pikiran serta perasaan sudah dalam kondisi
90
bebas-tenang-bersih. Dalam kondisi demikian, secara sadar dilakukanlah
penggambaran mental dalam pikiran (visualisasi), sambil dibacakan apa yang disebut
sebagai ‘Ba Ju Kou Jue’ -- secara perlahan-lahan atau secara batin – atau bahkan
lebih baik apabila dilagukan/dinyanyikan dengan sajak/syair dalam bahasa Mandarin
dibawah dalam alunan suara yang harmonis sebagai berikut :

 Ding Tian Li Di (顶 天 立 地)

- Head reaching the sky, feet plunge deep into the earth;

- Kepala menggapai ke langit, kaki menancap di bumi;

 Xing Song Yi Chong (形 松 意 充)

- Relax and imagine body merging with the universe;

- Kendurkan syaraf dan bayangkan tubuh menyatu dengan alam semesta;

 Wai Jing Nei Jing (外 敬 内 静)

- Be respectful externally and quiet internally;

- Santun/hormatlah di luar dan tenanglah di dalam;

 Xin Cheng Mao Gong (心 澄 貌 恭)

- Our heart is calm and our appearance reverent;

- Batin kita nyaman dan penampilan kita anggun;

 Yi Nian Bu Qi (一 念 不 起)

- Clear mind of stray thoughts;

- Jernihkan pikiran yang kacau;

 Shen Zhu Tai Kong (神 注 太 空)

- Focus on the vast emptiness of the universe;

- Pusatkan pikiran pada keheningan alam semesta yang luas;

 Shen Yi Zhao Ti (神 意 照 体)

- Reflect back on body;

- Serap kembali pada tubuh;

 Zhou Shen Rong Rong (周 身 融 融)

- Body is filled with the warm glow of universal qi;


91
- Tubuh terisi kehangatan cahaya qi alam semesta..

Selanjutnya diteruskan dengan antara lain:

a.16.Membayangkan seakan kepala meninggi ke langit, dan kaki menancap di


bumi, menjadi manusia dengan tubuh yang tinggi-besar seperti pohon sung
yang kokoh dan lentur, sehingga dapat membangkitkan rasa percaya diri;

a.17. Membayangkan seakan kepala dan kaki masuk kembali ke dalam tubuh,
dan menjadi manusia seperti semula;

a.18.Kedua sorot mata juga ditarik kembali ke dalam, dan perlahan-lahan


dipejamkam; dan

a.19. Latihan dimulai...

(b) Tahap Latihan

Semua gerakan dalam latihan, ditujukan untuk membuka / merangsang /


mengaktifkan tiga buah Pusat Energi yang disebut Dan Tian atau Chakra untuk
bergetar. Ketiga pusat energi ini meliput i:

 Pusat Energi Bawah

= Xia Dan Tian (tepatnya di bawah / di dalam pusar),

 Pusat Energi Tengah

= Zhong Dan Tian (tepatnya pada titik diantara kedua puting susu / di ulu
hati, di dalam dada), dan

 Pusat Energi Atas

= Shang Dan Tian (tepatnya di ubun-ubun, di atas kepala).

Dan, semua gerakan tersebut dilakukan dengan lancar, artinya tanpa terputus-
putus dalam bentuk bulat. Selanjutnya latihan dimulai dengan:

b.1. Gerakan tangan menarik dan mendorong Qi. Maksudnya untuk


pertukaran Qi antara QI manusia dan Qi alam; dan gerakan tersebut
dilakukan dalam 2 arah:

- Gerakan kedepan,

92
dilakukan dengan mengangkat ke depan kedua tangan sejajar setinggi
bahu dan telapak tangan tegak. Qi alam ditarik ke dalam tubuh dan
didorong kembali ke alam semesta berulang-ulang dengan poros
putaran di sendi bahu; dan

- Gerakan kesamping,

dilakukan dengan mengangkat ke samping kedua tangan segaris


setinggi bahu dan telapak tangan tegak. Qi alam ditarik ke dalam tubuh
dan didorong kembali ke alam semesta berulang-ulang dengan
membuka-tutup sela tulang belikat.

b.2. Gerakan tangan buka dan tutup. Merupakan gerakan perantara dari
gerakan tangan menarik dan mendorong Qi ke depan berganti ke gerakan
tangan menarik dan mendorong Qi ke samping. Saat membuka, Qi keluar
dari tubuh dan saat menutup Qi masuk kembali ke dalam tubuh.

b.3. Gerakan tangan naik dan turun. Merupakan gerakan perantara dari
gerakan tangan menarik dan mendorong Qi ke depan dan ke samping
berganti ke gerakan membungkukkan badan menarik dan mendorong Qi
ke tanah. Saat naik, melepas Qi ke alam; dan saat turun, menarik Qi ke
tubuh.

b.4. Gerakan membungkukkan badan, lalu menarik Qi dari tanah dan


mendorong Qi ke tanah. Gerakan ini dilakukan dengan menempelkan
kedua telapak tangan di punggung telapak kaki. Gerakan turun melepas
Qi ke tanah dan gerakan naik menarik kembali Qi ke tubuh.

(c) Tahap Penutup

Dilakukan dengan gerakan-gerakan menyimpan kembali Qi: ke Pusat Energi


Atas (di atas kepala = di ubun-ubun), ke Pusat Energi Tengah (di dalam dada =
di ulu hati) dan ke Pusat Energi Bawah (di dalam perut = di pusar).

Kemudian, kedua telapak tangan menutup pusar (laki-laki telapak tangan kiri
menutup pusar & tangan kanan menumpang diatasnya, dan perempuan
sebaliknya tangan kanan menutup pusar & tangan kiri menempel diatasnya 
nan zuo, nu you) sambil di dalam hati menghayati :

c.1. rasa tenang / damai,

c.2. rasa syukur / terimakasih,

c.3. rasa hormat / respek pada 3 harmoni (san he) yang disebut “Tian Di
Ren”:
93
- Tian / 天 (Heaven, Langit) melambangkan Tuhan, warna biru,

- Di / 地 (Earth, Bumi) melambangkan Lingkungan / Alam dan segenap


makhluk, warna merah kecokelatan, dan

- Ren / 人 (Human, Manusia) melambangkan Hati Nurani, warna kuning;


akhirnya

c.4. kedua mata, perlahan-lahan dibuka.

Demikian penjelasan tentang PQGDF (yang merupakan metode pelatihan ZNQG


tingkat dasar). Bentuk-bentuk dasar pelatihannya, secara visual ditunjukkan oleh
gerakan-gerakan pokok 1 s/d 7 pada Gambar 5 dibawah ini:

2 3 4

5 6 7

Gambar 7: PENG QI GUAN DING FA


94
1= gerakan depan: menarik Qi alam ke tubuh + mendorong Qi tubuh ke alam;

2= gerakan memancarkan Qi ke ubun-ubun (shang tan dian);

3= gerakan menarik Qi tanah ke tubuh + mendorong Qi tubuh ke tanah;

4= gerakan samping: menarik Qi alam ke tubuh + mendorong Qi tubuh ke alam;

5= gerakan memancarkan / memasukkan Qi ke ulu hati (zhong tan dian)

6= gerakan naik-turun + gerakan buka-tutup, masing-masing menandakan pikiran ke


keluarnya Qi dari & masuknya Qi ke tubuh ; dan

7= gerakan memancarkan / memasukkan Qi ke pusar (xia tan dian).

Gambar-gambar peragaan selengkapnya dapat dilihat di Bab 9.

2.5.2. XING SHEN ZHUANG (XSZ)

XSZ sebagai metode latihan ZNQG level 2 ini terdiri dari 10 modul / langkah, dan lebih
difokuskan ke Qi di dalam tubuh (bersifat internal). XSZ menyatukan tubuh dan pikiran,
serta mengarahkan penetrasi Qi lebih dalam ke otot-otot (muscles), urat daging
(tendons), dan tulang-tulang (bones). Jadi, XSZ ini ditujukan pada Qi internal tubuh
untuk membuka semua tulang sendi (joints) dan saluran Qi (meridians), dan
mengumpulkan hunyuan Qi di dalam tubuh, dari kulit ke tulang. Metode ini dirancang
untuk menyatukan pikiran dan tubuh, dan meningkatkan kemampuan pikiran untuk
mengendalikan tubuh. Metide ini juga dapat meningkatkan kemampuan mengumpulkan
dan mengarahkan Qi. Sedangan bentuk-bentuk gerakannya adalah seperti tampak
pada Gambar 6 dibawah ini:

Gambar 8: XING SHEN ZHUANG

95
2.5.3. WU YUAN ZHUANG (WYZ)

WYZ sebagai metode ZNQG level 3 ini menggunakan getaran suara semacam mantra
atau nyanyian pendek (chanting of sound), gerakan, dan teknik pernapasan. Metode ini
mengaktifkan dan menyeimbangkan aliran Qi di lima organ dalam. Dengan demikian
menyatukan Qi organ-organ tersebut ke dalam pusat energi tengah (zhong dan dian).
Metode ini pun membantu membersihkan dan memperkuat berfungsinya organ-organ
tubuh bagian dalam, dan mengendalikan keseimbangan emosi.

Adapun bentuk visual WYZ adalah seperti apa yang diperagakan pada Gambar 9
dibawah ini:

Gambar 9: WU YUAN ZHUAN

2.5.4. SAN XING PING ZHAN ZHUANG (SXPZZ)

“San Xing Ping Zhan Zhuang” (SXPZZ) merupakan metode latihan penting dalam
Zhineng Qigong (ZNQG). Digabung dengan kedua metode latihan yang lain, yakni
Peng Qi Guan Ding (PQGD) dan Xing Shen Zhuang (XSZ) maka metode ini merupakan
fondasi dalam berlatih ZNQG. Pentingnya SXPZZ ini karena disamping merupakan
metode pengolahan Qi di dalam tubuh (internal Qi), juga berfungsi sebagai metode
jembatan antara level / tingkat 1 dan tingkat 2 dalam latihan ZNQG. SXPZZ ini terutama
sangat perlu dalam relaksasi bagian pinggang (waist). Dibandingkan dengan metode-
metode latihan ZNQG lainnya yang dinamis, ia merupakan bentuk statis.
Sesungguhnya, hal ini juga jelas dinyatakan dalam nama terjemahannya : “The Three
Centers Merge Standing Meditation”.

Dengan dimunculkannya Bab 9 dan adanya nilai penting fungsionalnya sebagai


jembatan, maka -- agak menyimpang dari rencana semula, disini akan diberikan sedikit
ulasan tentang segi teknisnya. Dalam garis besarnya, apa yang perlu diperhatikan
dalam metode latihan SXPZZ ini terdiri dari tiga langkah, yakni :

96
 Persiapan

1. Rapatkan kedua telapak kaki dimulai dari pangkal paha yang menempel satu
sama lain, dan tubuh tegak. Rilekskan kedua tangan disamping tubuh.
Pandangan mata lurus jauh kedepan. Pelan-pelan tarik sorot mata dan dengan
lembut kedua mata dipejamkan. Rilekskan seluruh tubuh, dari ubun-ubun
kepada sampai dengan telapak kaki. Tempelkan ujung lidah pada langit-langit
di rongga mulut, dan usahakan ini tetap demikian selama latihan.
2. Pisahkan kedua kaki (dengan tetap menempel pada Qi atau tanpa lepas dari
tanah) untuk membentuk suatu sudut terbalik yang benar (inverted right angle).
Artinya, jarak antara kedua jari-jari kaki lebih sempit dari kedua bahu, dan
kedua tumit lebih lebar dari bahu. Putar kedua lengan dan kedua telapak
tangan menghadap ke belakang. Lenturkan kedua tangan, dengan telapak
tangan menghadap ke bawah.
3. Dengan kedua lengan lurus dan releks, dorong kedua telapak tangan 15
derajat ke depan. Tarik kembali ke kedua sisi tubuh. Ulangi gerakan ini dua
kali.
4. Rilekskan kedua pergelangan tangan, putar kedua telapak tangan saling
berhadapan. Pelan-pelan angkat Qi ke atas dari alam di bawah kaki.
5. Pada setinggi pusar, belokkan kedua telapak tangan untuk menggiring Qi ke
dalam pusar, sambil memikir ke mingmen.
6. Putar kedua telapak tangan ke bawah dan pisahkan kedua lengan kesamping
menuju belakang. Putar kedua telapak tangan untuk menngiring Qi ke
mingmen, sambil memikirkan pusar.
7. Angkat kedua lengan bawah dan tekan kedua dabao dengan kedua jari
tengah, menngiring Qi ke dalam dantian tengah.
8. Selonjorkan kedua lengan ke depan setinggi dan selebar bahu, dengan kedua
telapak tangan menghadap keatas. Ketika kedua tangan lurus, lenturkan
kedua jari tengah dan pelan-pelan menggiring Qi ke dalam yintang.
9. Rentangkan keluar kedua lengan ke samping hingga segaris dengan tubuh.
Putar kedua telapak tangan ke bawah lalu ke atas. Ayunkan kedua lengan ke
atas sampai diatas kepala. Dekapkan kedua telapak tangan bersama-sama di
ubun-ubun kepala.
10. Turunkan dekapan tangan menelusuri garis tengah tubuh, di depan kepala dan
berhenti di depan dada.
11. Pisahkan kedua tangan, kedua jari-jari tangan secara halus saling menyentuh
untuk membentuk bola Qi. Turunkan kedua tangan untuk menempatkan bola
Qi tersebut di atas pusar.

 Sikap tubuh

1. Dari baihui di ubun-ubun kepala sampai dengan yong quan di bawah telapak
kaki tegak lurus. Tarik dagu ke dalam. Tempelkan ujung lidah ke langit-langit
rongga mulut. Relekskan alis-mata. Bersikap senyum.
97
2. Leher rileks, dan kedua lengan tidak menempel pada ketiak. Kedua siku
menggantung bebas ke bawah. Kedua pergelangan tangan beristirahat di atas
perut, kedua jari-jari dan telapak tangan menutup.
3. Dada dan punggung rileks. Pinggang dan pangkal paha rileks. Tarik turun
tulang ekor (coccyx) dan tarik ke atas huiyin (perineum). Rilekskan kedua lutut
dan tekuklah sedikit sampai ujung lutut segaris dengan ujung jari-jari kaki. Kaki
tetap kuat menempel pada bumi.

 Visualisasi

1. Bayangkan Qi alam memasuki baihui. Bayangkan dantian bawah.


2. Bayangkan Qi alam di depan, di belakang, dan di samping memasuki laogong
(centers of palms). Bayangkan dantian bawah.
3. Bayangkan Qi alam di bawah memasuki yongquan (centers of soles).
Bayangkan dantian bawah.
4. Bayangkan Qi dari ketiga pusat (baihui, laogong and yongquan) mengumpul
dan muncul di dantian bawah.
5. Rileks dan tetap tenang, merasa bahagia. Teruskan fokus ke dantian bawah,
sambil dalam posisi agak berjongkok paling sedikit selama 30 menit.

Untuk lebih jelasnya, silakan lihat butir 2.5.1. Ben t u k v is u a ln ya a d a la h s e p e rt i


t e rl ih a t d i Ga mb a r 1 0 d ib a wa h in i:

Gambar 10: SAN XIN PING ZHAN ZHUANG

2.5.5. LA QI , GUAN QI

Tentang salah satu metode ZNQG ini, dapat dijelaskan bahwa ia dilakukan dalam
bentuk duduk dengan gerakan tangan yang membuka (mejauh) dan menutup
(mendekat) secara berirama / bergantian (open / close rhythm). Metode ini sangat

98
berdaya dalam pengumpulan Qi, dan dapat digunakan dengan aneka ragam visualisasi
bergantung pada tujuannya.

Bentuk visualnya adalah seperti apa yang tampak pada Gambar 11 dibawah ini:

Gambar 11: LA QI, GUAN QI

2.5.6. DUN QIANG FA

Tentang salah satu metode ZNQG ini, dapat dijelaskan bahwa ia merupakan gerakan
naik dan turun yang dilakukan secara pelan (slow motion) dengan wajah menghadap
dinding agar gerakan berputarnya benar. Metode ini dapat mengatur tubuh secara
keseluruhan, dan membantu reaksi Qi penyembuhan.

Bentuk visualnya dapat disimaklah pada Gambar 12 dibawah ini.

Gambar 12: DUN QIANG FA

99
2.5.7. CHEN QI

Chen Qi merupakan sub metode Peng Qi Guan Ding (PQGD), dan dimaksudkan untuk
merangsang dan menggerakkan aliran Qi (Prof. Pang Ming menyebutnya “Hunyuan
Qi”) terutama yang di dalam jantung dan paru-paru, dan menyatukannya ke dalam
seluruh tubuh.

Bentuk posisi tubuh (1) dan gerakan dorongnya dapat dilihat dari gerakan buka-tutup
tulang belikat (3), sebagai berikut :

Gambar 13: CHEN QI

Prosedur pada tahap pembukaan dan tahap penutupannya sama dengan yang
dilakukan pada metode latihan PGGD, antara lain :

1. Pada tahap pembukaan, kedua kaki dari pangkal paha sampai dengan telapak kaki
dirapatkan; Tubuh tegak; Kerdua lengan di sisi tubuh dalam kondisi rileks tanpa
menempel di bagian ketiak dan jari-jari menempel di jahitan celana; Kedua mata
melihat jauh ke depan, lalu sorot mata ditarik dan perlahan-lahan dipejamkan;
Rilekskan seluruh tubuh mulai dari ubun-ubun kepala (Bai Hui) sampai dengan
bawah telapak kaki (Yong Qian); Tempelkan lidah ke langit-langit di rongga mulut,
dan pertahankan kondisi ini selama latihan;

2. Dengan didahului pembacaan kedelapan syair “Ding Tian Li Di” (sebagaimana


dikemukakan di catatan kaki butir 2.4.1.) sambil dilakukan visualisasi meditatif; lalu...

3. Kedua lengan dibentangkan disamping tubuh dalam posisi setinggi pusar atau lebih
sedikit, lalu kedua telapak tangan ditegakkan 45 derajat, dan kemudian kedua
pangkal telapak tangan (Shen Men) didorong ke bawah secara berulang-ulang,
dengan tulang belikat digerakkan secara “buka-tutup”. Gerakan ini normalnya
100
dilakukan paling sedikit selama 20 menit dengan kira-kira 60-70 gerakan per menit,
yang berfungsi untuk menguatkan jantung dan paru-paru;

4. Sambil melakukan gerakan-gerakan tersebut, pikiran tetap focus ke pusat energi


bawah (Xia Dan Tian); dan selanjutnya…

5. Pada tahap penutupan kedua telapak tangan meraup Qi alam semesta, lalu
memasukkannya ke dalam pusat energi bawah dengan menempelkan kedua telapak
tangan pada pusar (Du Qi). Untuk pria, telapak tangan kiri menempel pada pusar
dan telapak tangan kanan menumpang di punggung tangan kiri tersebut. Sebaliknya,
untuk wanita telapak tangan kanan menempel pada pusar dan telapak tangan kiri
menumpang di punggung tangan kanan (dalam bahasa Mandarin disebut “nan zuo,
nu you”).

_________________________________________________________________________________________

Semua metode dan bentuk gerakan dalam pelatihan ZNQG dipimpin atau dikendalikan oleh kekuatan
pikiran yang penuh niat dan terfokus (visualization) terutama ke dalam diri atau tubuh sendiri. Dalam
hal ini, tubuh, pikiran, perasaan, dan jiwa harus dalam kondisi rileks, tenang, gembira, dan bebas
sepenuhnya. Dan, wajah hendaknya selalu dalam kondisi senyum.

Metode pelatihan, bentuk gerakan, dan kondisi tubuh pada ZNQG tersebut, sangat berbeda dengan apa
yang dilakukan pada olah raga sepak bola, misalnya. Dimana hampir segenap otot tubuh mengeras,
pikiran penuh ketegangan, perasaan penuh kegelisahan, dan jiwa penuh target. Dan, semuanya tidak
terfokus ke dalam tubuh para pemain, melainkan berorientasi ke luar, yakni ke bola dan sasaran di luar
tubuhnya. Dalam kondisi ini tidak mungkin bisa memperlihatkan wajah senyum.

Dalam kondisi tubuh rileks, pikiran tenang, hati senang, jiwa bebas, dan disertai kekuatan visualisasi
yang kreatif dan terkendali itu maka semua gerakan tubuh dalam latihan ZNQG akan bekerja dengan
sendirinya. Dengan demikian maka vital-energi atau Qi akan mengalir dengan lancar. Dan dengan
kelancaran ini akan terjadi perbaikan dan peningkatan dalam sistem imunitas atau kekebalan tubuh.
Akibatnya, tubuh yang sehat akan semakin sehat, dan sebaliknya tubuh yang sakit akan menjadi
sembuh dan sehat kembali. Selanjutnya, untuk melengkapi teknik PQGD silakan membaca Bab 4, butir
4.4.

2.6. Target Utama adalah Kelancaran Aliran Qi di Dan Tian

Zhineng Qigong (ZNQG) pada dasarnya merupakan metode pelatihan Qigong (QG)
yang menggunakan Zhineng (ZN), yakni kemampuan kecerdasan pikiran untuk
mengkombinasikan dua macam gaya (style) meditasi, yaitu :

(1) Meditasi Gerak,

atau ‘Moving / Dinamic Meditation’, dimana tubuh dan posisi tubuh digerakkan
dalam kondisi meditatif, yakni tubuh digerakkan sambil melakukan imaginasi
yang terkendali atau bervisualisasi dengan kreatif; dan
101
(2) Meditasi Diam,

atau ‘Contemplating / Static Meditattion’, yang dilakukan dengan posisi tubuh


tetap berdiri dalam kondisi yang sama.

Semua metode, teknik, dan gaya dalam latihan ZNQG tersebut tertuju ke pencapaian
kelancaran aliran energi kehidupan (vital-energy) atau Qi di dalam tubuh. Dan,
kelancaran aliran Qi ini terutama diarahkan ke tiga Pusat Energi yang disebut ‘Dan
Tian’, yang masing-masing disebut :

 Pusat Energi Atas,

disebut ‘pusat energi atas’ (Shang Dan Tian),

 Pusat Energi Tengah,

disebut ‘pusat energi tengah’ (Zhong Dan Tian), dan

 Pusat Energi Bawah,

disebut ‘pusat energi bawah’ (Xia Dan Tian).

Ketiga pusat energi ini dianggap paling penting karena langsung mempengaruhi kondisi
kesehatan, baik yang bersifat fisik, psikis, emosional, maupun yang spiritual. Karena di
ketiga pusat / medan energi ini terletak organ-organ vital yang utama, yakni :

 Organ Otak, Jantung, Paru-paru, dan Sistem Pernapasan, yang terletak di


‘Shang Dan Tian’;

 Organ Limpa, Lambung, Hati, Kantung Empedu, dan Kelenjar Ludah Perut,
yang terletak di ‘Zhong Dan Tian’ ; dan

 Organ Ginjal, Usus Besar, Usus Kecil, Kandung Kemih, dan alat reproduksi
perempuan (Rahim + Indung Telur), serta alat reproduksi laki-laki (Biji
Kemaluan + Prostat), yang terletak di ‘Xia Dan Tian’.

Letak ketiga pusat energi tersebut dapat dilihat di Gambar 13 (1) dibawah ini:

102
Gambar 14: DAN TIAN (1)

Semula, penulis hanya percaya, rajin, dan patuh mengikuti semua aba-aba yang
diberikan, tanpa tahu maksud dan tujuannya. Baru setelah sekian lama berlatih, dan
sambil proses latihan terus berjalan, mulailah dijelaskan secara bertahap inti sari
ZNQG. Jadi, dengan berlalunya waktu maka mekanisme kerja dan manfaat ZNQG
(sebagaimana telah dikemukakan diatas) baru penulis ketahui dan fahami, bahwa
sistem dan metode ZNQG itu memang terbukti sederhana, mudah diterapkan, dan
efektif.

Tidak puas dengan jalannya pembelajaran yang diberikan ditengah pelatihan tersebut,
maka penulis mulai meminjam, membaca, dan mempelajari sendiri dari buku-buku dan
situs-situs tertentu di Internet, sambil sekali-sekali bertanya kepada Ando Lu laoshi
(guru) tentang hakikat ZNQG. Fokus pembelajaran penulis terutama pada ilmu
pengetahuan (science) tentang ZNQG itu sendiri. ZNQG sebagai ilmu pengetahuan dan
teknologi ini ternyata mulai dikembangkan pada tahun 1980 oleh tokoh pendiri dan
pengembangnya, yakni Prof. Pang (He) Ming, yang lebih populer disebut Pof. Pang
Ming..

Prof. Pang Ming merupakan Guru dan Master dalam ilmu dan seni di banyak cabang
olah raga dan seni beladiri seperti Taijiguan, Wushu (kungfu), Qigong, dan sebagainya.
Unsur-unsur kebudayaan dan kearifan tradisional Timur, utamanya Tiongkok Kuno
seperti Daoisme (Taoisme) dan Konfusianisme, disamping Buddhisme dan (dalam
perkembangan zaman) mungkin Hinduisme pun dipelajarinya. Bahkan ilmu-ilmu seperti
Yi-Jing / I-Ching, Ba Zi, dan Fengshui tak luput dari sentuhannya. Dan semuanya ini
dijadikannya sebagai dasar ilmu pengetahuan ZNQG. Jadi, Prof. Pang Ming itu
disamping lulusan ilmu pengetahuan kedokteran modern ala Barat, juga seorang pakar

103
dalam seni pengobatan / penyembuhan Tiongkok Kuno, yang dikenal sebagai
Traditional Chinese Medicine (TCM). Karenanya, ilmu Akupunktur, Akupresur, dan
ramu-ramuan herbal (yang telah ditekuninya sejak usianya masih 6 tahun) juga
dikuasainya.

Di Tiongkok, konon untuk dapat menguasai satu set metode latihan tertentu tentang
ZNQG dibutuhkan waktu sekitar 5 (lima) tahun, baru dianggap lulus dan mahir. Maka
dapat dibayangkan betapa sedikitnya ilmu pengetahuan ZNQG yang penulis ketahui
sejak tahun 2005. Sehingga apabila dalam hal isi dan mutu bunga rampai tulisan ini
dirasakan belum memenuhi harapan para pembaca, sudi apalah kiranya untuk difahami
dan dimaafkan adanya.

2.7. Tiga Dan Tian Fungsional

Dalam buku Power Healing tentang penyembuhan Qi dan penyembuhan spiritual di


Tiongkok kuno, disebutkan ada lima Dan Tian (Pusat Energi) dalam tubuh manusia.
Yakni (diurut dari atas ke bawah) :

1. Shang DanTian,

2. Zu Qiao,

3. Zhong Dan Tian,

4. Xia Dan Tian, dan

5. Area Gunung Salju,

sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 13: DAN TIAN (1) di butir 2.5. diatas.

Namun, dalam Zhineng Qigong (ZNQG), diantara kelima pusat energi itu, yang
dianggap paling dominan terhadap kesehatan manusia adalah tiga pusat energi
sebagaomana dapat dilihat pada Gambar 14: DAN TIAN (2), yakni :

 Shang Dan Tian (U) = tempat Jiwa (Shen) dan Pikiran (Thinking);

 Zhong Dan Tian (M) = tempat Pernapasan (Qi / Chi) dan Perasaan (Feeling); &

 Xia Dan Tian (L) = tempat Kekuatan (Jing / Ching) dan Rangsangan Tubuh .

104
Gambar 15: DAN TIAN (2)

Tiga pusat energi pilihan ZNQG versi TCM tersebut dijelaskan lebih rinci sebagai
berikut:

(1) Shang Dan Tian

Sebutan lain menurut aliran Daois adalah Ni Wan Gong, menurut aliran Buddhis
disebut Mata Ketiga atau Mata Batin, sedangkan menurut kedokteran Barat
disebut Pineal Gland. Semuanya ini berhubungan dengan kesadaran, jiwa (Shen,
spirit), dan otak. Letaknya dibawah titik akupunktur Bai Hui. Tepatnya pada
perpotongan dua garis, yakni garis ditarik dari puncak hidung naik ke kepala
sampai di belakang kepala, sedangan garis lainnya ditarik dari puncak salah satu
telinga naik ke atas melewati kepala ke puncak telinga yang lain. Dan, dalam ilmu
aura ia ditandai dengan warna ungu.

Prof. Hembing Wijayakusuma

menyebutkan bahwa Peneal Gland itu sebagai kelenjar Pituitary, yang


-- di dalam kamus Inggris-Indonesia oleh John M. Echols dan Hassan Shadily –
disebut sebagai kelenjar di bawah otak. Letaknya di belakang tulang dahi di anatara
105
kedua alis mata. Daerah ini, dalam ilmu Yoga juga disebut sebagai Mata Ketiga
atau intuisi (atau terkadang disebut sebagai instinct atau naluri atau indera ke-6).
Yakni, suara hati nurani yang mampu mengetahui atau memahami sesuatu tanpa
dipikirkan atau dipelajari, namun dapat memecahkan aneka masalah kehidupan
manusia. Dengan demikian, bagi mereka yang melakukan meditasi (atau kegiatan
konsentrasi secara khusyuk atau penuh penyerahan dan kebulatan hati berdoa
dengan Tuhannya) akan mampu merangsang intuisi aktif bekerja. Kelenjar Pineal
ini merupakan initi jiwa yang menghubungkan dunia fisik dan dunia batin (bawah
sadar). Dalam ilmu kedokteran, kelenjar Pineal ini berfungsi sebagai pengontrol
keseimbangan sekresi hormon di seluruh tubuh. Jika pengeluaran hormon ini
mencapai keseimbangan maka orang yang bersangkutan akan menjadi sehat.

Daerah ini disebut sebagai Pusat Energi Atas (Shang Tan Dian). Pada kebanyakan
orang, Mata Ketiga di Shang Tan Dian itu dianggap dalam kondisi tertutup, sebab
selama pasca lahir kondisi kelenjar pineal mengalami penurunan fungsi secara
berangsur-angsur. Karenanya maka latihan ZNQG juga akan memberikan
rangsangan agar dapat meningkatkan kemampuan Shang Dan Tian untuk dapat
melihat bentuk-bentuk visual dunia spiritual. Justru untuk alasan inilah maka
Qigong ala Pang Ming itu dinamakan Zhineng Qigong. Tujuannya adalah untuk
meningkatkan kemampuan berpikir cerdas para praktisi ZNQG. Dan, dengan
kecerdasan pikiran yang terfokus melalui visualisasi itu menggerakkan /
merangsang / menggetarkan organ-organ utama tubuh bagian atas, yang meliputi
Otak, Jantung, Paru-paru, dan Saluran Pernapasan.

(2) Zhong Dan Tian / Middle Dan Tian

Sebutan lain versi Buddha Tibet adalah Pusat Pesan. Letaknya di titik tengah
diantara dua puting susu. Traditional Chinese Medicine (TCM) menyebut titik
akupunktur ini Shan Zhong. Yakni, titik tempat berkumpulnya Zhong Qi atau inti Qi
seluruh tubuh. Daerah ini disebut sebagai Zhong Dan Tian.

Untuk dapat meningkatkan aliran Qi dan darah diseluruh tubuh maka aktivitas
Zhong Dan Tian harus ditingkatkan, sehingga organ-organ utama yang meliputi
Limpa, Hati, Kantung Empedu, dan Pankreas, otomatis akan terangsang untuk
bergetar lebih aktif dan seimbang. Dengan demkian, aliran Qi di Zhong Dan Tian
akan lebih lancar, dengan akibat sistem kekebalan tubuh akan meningkat.
Akhirnya, tubuh yang sakit kronis dengan sendirinya akan menjadi sembuh dan
sehat kembali.

Zhong Dan Tian ini juga dipercaya sebagai sebagai daerah yang harus
ditingkatkan, apabila ingin berkomunikasi langsung dengan para pembimbing
spiritual di dunia arwah. Di Tibet, pusat energi tengah ini dinamakan Pusat Pesan
berdasarkan kepercayaan bahwa daerah tersebut berfungsi sebagai pusat
106
mengirim dan menerima pesan dari alam semesta. Dan salah satu metode yang
dianggap paling ampuh untuk meningkatkan kemampuan Pusat Pesan ini oleh para
pemeluk agama Buddha Tibet adalah dengan mengucapkan mantra Ar Mi Tuo Fuo.

(3) Xia Dan Tian / Lower Dan Tian

Letaknya sekitar 2-3 cm di dalam pusar, dan daerah ini dianggap sebagai daerah
asal kehidupan manusia dimana janin memperoleh makanan dan bernapas.
Daerah ini disebut sebagai Xia Dan Tian, dan harus ditingkatkan kemampuannya,
karena merupakan dasar pusat energi di dalam tubuh, dimana proses pencernaan
dan penyerapan usus kecil bekerja. Cara meningkatkan Xia Dan Tian ini adalah
dengan merangsang getarannya. Peningkatan kemampuan Xia Dan Tian ini
terutama untuk tiga hal pokok. Yakni, untuk mendapatkan tambahan energi,
meningkatkan sistem kekebalam tubuh yang dapat menyembuhkan diri sendiri, dan
membangun stamina yang kuat untuk meningkatkan kesehatan tubuh, pikiran,
perasaan, dan jiwa.

Tingkat energi yang rendah pada umumnya dapat dijumpai pada para penderita
kelelahan akut, tekanan darah, kanker, dan banyak penyakit kronis, serta kondisi
tidak sehat lainnya. Maka, bagi para penderita penyakit yang ingin sehat kembali
harus meningkatkan kemampuan Xia Dan Tian. Dan, seperti telah disinggung
sebelumnya, Xia Dan Tian diyakini sebagai dasar yang terpenting dari pusat energi.
Jadi, dalam menyembuhkan penyakit untuk dapat sehat kembali, pusat energi yang
disebut Xia Dan Tian ini harus mendapat prioritas utama. Di pusat energi bawah ini
terletak organ-organ vital meliputi Ginjal, Usus Besar, Usus Kecil, Kandung Kemih,
organ reproduksi perempuan (Rahim dan Indung Telur), dan organ reproduksi laki-
laki (Biji Kemaluan dan Prostat).

Ada pula yang mengatakan bahwa Xia Dan Tian (Lower Dan Tian) ini ada
hubungannya dengan kekuatan tubuh (physical energy) dan kadang juga
perkelaminan (sexuality).
_________________________________________________________________________________________

1. Kata ‘Dan Tian’, merupakan sebuah ungkapan dengan pengertian yang sudah baku, dan
karenanya terkadang kata ini disatukan menjadi ‘dantian’;

2. Kelancaran aliran ‘Qi’ pada sistem dan metode ala TCM dan ZNQG diarahkan ke tiga (atau ada
pula yang diarahkan ke lima) pusat energi yang disebut Dan Tian. Sedangkan pada sistem dan
metode ala Yoga (ex India) kelancaran aliran Qi yang disebut ‘Prana’ itu paling sedikit diarahkan
ke tujuh pusat energi yang disebut ‘Chakra’. Vide gambar 14 dan gambar 15 dibawah ini.

107
www.qigong.net.nz

Gambar 16: CHAKRA (1) Gambar 17: CHAKRA (2)

Ke tujuh chakra utama pada posisi meditasi berdiri dan meditasi duduk,
seperti terlihat pada Gambar 16 (1) dan Gambar 17 (2) adalah :

Chakra Mahkota (7),

Chakra Ajna (6),

Chakra Tenggorok (5),

Chakra Jantung (4),

Chakra Solar Plexus (3),

Chakra Seks (2),

Chakra Dasar (1).

2.8. Proses Self-Healing

Melalui tahap demi tahap pengenalan dan pendalaman ilmu pengetahuan atau teori
Zhineng Qigong (ZNQG) itu, pada akhirnya (sampai batas tertentu) tercapailah tingkat
pemahaman yang cukup memadai tentang apa dan mengapa ZNQG bermanfaat untuk
kesehatan. Pemahaman yang paling pokok adalah bahwa pada prinsipnya kesehatan
itu ditentukan oleh adanya tiga faktor, yakni :
108
(1) Keseimbangan dan keharmonisan hubungan antara unsur di dalam sel dan
energi diluar sel;

(2) Kelancaran aliran Qi di ketiga pusat energi yang disebut Dan Tian, yang
meliputi Shang Dan Tian ( letaknya di Bai Hui, di atas kepala), Zhong Dan Tian
(letaknya di ulu hati, di tengah antara dua puting susu), dan Xia Dan Tian
(letaknya di bawah pusar, di dalam tubuh).

(3) Imunitas atau sistem kekebalan tubuh.

Ketiga faktor tersebut masing-masing tidak berdiri sendiri, melainkan saling


berhubungan. Tegasnya, faktor ke-3, yang menentukan adanya kesehatan seseorang,
ditentukan oleh adanya faktor ke-2, dan pada gilirannya ditentukan oleh adanya faktor
ke-1. Jadi, jelaslah bahwa kondisi seluler dengan alirannya yang lancar itulah yang
mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh, pikiran, perasaan, dan jiwanya seseorang.

Pada ZNQG, kelancaran yang ditandai oleh perilaku dan interaksi Qi tersebut
dipengaruhi dan ditentukan oleh cara, teknik, atau metode memanfaatkan kemampuan
dan keterampilan (Neng) yang melekat pada kecerdasan dan kearifan (Zhi). Dan,
kemampuan kecerdasan pikiran (Zhi Neng, disingkat Zhineng) berupa niat yang
terpusat atau visualisasi pada saat latihan itulah salah satu ciri khas ZNQG.

Pada hakikatnya, efektifitas ZNQG dalam penyembuhan diri sendiri itu merupakan
upaya untuk synergy (menghasilkan hubungan kerjasama yang lebih baik), melalui
synchronization (penyelarasan) dari Human Qi (energi manusia) dan Cosmic Qi (energi
alam semesta). Yang pada puncaknya dapat self-generating and self-healing
(memperbaharui dan menyembuhkan diri sendiri) bagi siapa saja.

Namun, bagaimanapun, kesembuhan tersebut hanya akan terwujud setelah berlatih


ZNQG secara teratur, disiplin, dan penuh percaya diri bahwa ZNQG memang
bermanfaat dalam banyak dimensi kehidupan manusia, termasuk kesehatannya.
Terutama kesehatan tubuh, pikiran, emosi, dan jiwa-nya. Apalagi, proses kerja ZNQG
ternyata relatif sederhana, mudah dilaksanakan, hasilnya nyata dan alami tanpa efek
samping.

2.9. Konsep Super-intelligence

Untuk lebih memantapkan pemahaman tentang Zhineng Qigong (ZNQG) tersebut,


mungkin perlu ditambahkan disini bahwa berbeda dengan Qigong (QG) – yang terdiri
dari dua suku kata yang secara harfiah dapat diartikan sebagai proses mengolah
(Gong) energi yang disebut Qi (Chi) – maka ZNQG pada dasarnya adalah sejenis QG

109
tradisional yang disempurnakan dengan sistem ilmiah dengan objek yang khas, yakni
Hunyuan Qi..

Perbedaan lain dari ZNQG dibandingkan dengan QG adalah bahwa ZNQG lebih
menitik beratkan pada faktor ZN – yang secara harfiah diartikan sebagai kecerdasan
atau kebijaksanaan (Zhi) dan kemampuan atau keterampilan (Neng). Dan justru faktor
ZN inilah yang boleh dikatakan merupakan salah satu diantara sekian banyak
karakteristik atau ciri khas lainnya dari ZNQG ciptaan Pang Ming. Karenanya, mungkin
tidaklah salah apabila kita beranggapan bahwa ZNQG adalah QG ala Pang Ming.

Mengapa Prof. Pang Ming lebih fokus ke ZN ? Karena dimensi pikiran dalam konsep
ZN itu pada hakikatnya merupakan faktor dominan yang mempunyai kemampuan
mengatur dan memerintah yang luar biasa dalam mekanisme karja semua organ dalam
tubuh manusia termasuk sel-selnya. Dan cara atau tekniknya agar faktor ZN itu dapat
berfungsi aktif adalah melalui visualization (pembentukan gambar nental atau bayangan
/ gambaran dalam benak) saat semua gerakan dilakukan dalam latihan ZNQG. Jadi,
konsep Pang Ming laoshi tentang ZNQG memang sangat strategis, mendasar, holistik,
dan alami!

Maka tidak seperti pada QG yang dalam pengolahan Qi tersebut lebih terarah pada Qi
didalam tubuh manusia, pada ZNQG justru pengolahan Qi tersebut secara sadar
diararahkan ke sekaligus ke Qi alam semesta diluar tubuh manusia dan Qi manusia
didalam tubuhnya. Kedua jenis Qi ini saling dipertukarkan melalui teknik gerakan Peng
Qi Guan Ding Fa (PQGDF), yang juga merupakan salah satu ciri khas dalam metode
berlatih ZNQG.

Jadi, jelas bahwa proses pertukaran Qi tubuh dan Qi alam semesta melalui sinergi dan
sinkronisasi, sebagaimana telah disebutkan di butir 2.7. diatas, harus dilakukan
dengan cara meditatif. Yakni, gerakan-gerakan dari bagian-bagian tubuh tertentu itu
harus disertai visualisasi secara sadar untuk dapat masuk ke alam bawah sadar
dengan gelombang alpha-nya. Dengan gerakan-gerakan meditatif ini maka akan
terjadi keseimbangan otak kiri dan otak kanan, yang selanjutnya akan melancarkan
aliran Qi, dan lebih lanjut akan menyebabkan timbulnya sistem kekebalan tubuh.
Dengan demikian, hasilnya bukan hanya pada kesembuhan penyakit yang berdampak
pada kesehatan tubuh saja, tapi yang justru diutamakan oleh Prof. Pang Ming dan
menjadi target ZNQG adalah pada pembentukan kecerdasan dalam pengertian
intelektual pada umumnya (intelligence) dan bahkan kecerdasan supra natural (super-
intelligence), yang dengan sendirinya akan sangat berpengaruh pada kesembuhan dan
kesehatan itu sendiri.

2.10. Kasus Penyembuhan Lupus

110
Efektifitas Zhineng Qigong (ZNQG) mengingatkan kita pada adanya pengalaman
konkret seorang ibu atau isteri dari seorang profesor di salah satu Universitas di
Malang. Ibu ini berhasil sembuh oleh dirinya sendiri dari penyakit Lupus yang
dideritanya, setelah tekun berlatih ZNQG.

Berdasarkan artikel di majalah Smart Living yang diterbitkan oleh Laboratorium Klinik
Prodia edisi 11/Feb-Mar/2008, dan beberapa artikel di Internet, penyakit Lupus dalam
kedokteran sistem medis ala Barat dimasukkan ke kelompok penyakit Autoimun. Yakni,
penyakit yang timbul ketika sistem imun (sering disebut sistem kekebalan/ketahanan
tubuh atau antibodi) tubuhnya sendiri menyerang sel, jaringan, serta organ tubuhnya
sendiri. Jadi, disini telah terjadi perubahan fungsi. Dari fungsi pengawal (diri sendiri)
menjadi fungsi penyerang (diri sendiri). Ibarat ‘pagar makan tanaman’. Penyebab
penyakit Lupus pada umumnya terdiri dari dua faktor utama, yakni faktor kepekaan dan
faktor pencetus, yaitu infeksi, obat-obatan, paparan sinar matahari, pil KB, dan stress.

Sifat penyakit Lupus tersebut dapat diketahui dari etimologisnya. Dalam medis Barat,
penyakit Lupus itu (lengkapnya) disebut “systemic lupus erythematosus” [erytomatosus
= kemerahan, systemic = menyebar luas ke berbagai organ tubuh, lupus <bahasa
Latin> = anjing hutan]. Penyakit Lupus kadang disebut sebagai ‘Penyakit Misterius’ atau
‘Si Peniru Ulung’, karena tidak memiliki gejala yang khas, melainkan memiliki banyak
gejala penyakit lain. Penyakit yang mulai dikenal sekitar 1 abad lalu ini tergolong
penyakit ganas yang bersifat mematikan, setara Kanker dan HIV/AIDS. Namun,
berbeda dengan HIV/AIDS yang bersifat menular, apabila bersentuhan disertai
penyatuan cairan tubuh si penderita dengan orang lain yang bukan penderita, tidak
demikian dengan Lupus.

Sasaran penyakit Lupus itu meliputi semua lapisan masyarakat, dan penularannya
bersifat genetik, dapat diturunkan. Terutama wanita usia produktif 15-50 tahun, lebih
sering menjadi sasaran daripada pria, dan karenanya penyakit Lupus diduga ada
hubungannya dengan hormon estrogen. Pada wanita hamil, penyakit ini sering
menyebabkan abortus (keguguran), atau gangguan perkembangan janin, atau pun
bayinya meninggal saat lahir. Dan, gejala Lupus sering muncul saat kehamilan, atau
memperburuk gejala Lupus.

Hakikat penyakit Lupus itu akan lebih mudah dipahami, apabila dibandingkan dengan
penderita penyakit HIV/AIDS yang kehilangan atau kekurangan daya imun tubuhnya
(akibat serangan virus HIV), sebaliknya pada penderita Lupus justru kelebihan daya
imun tubuh. Seperti halnya dengan penyakit HIV/AIDS, penyakit Lupus ini pun pada
umumnya tergolong penyakit peradangan kronis. Sebagai penyakit Autoimun, penyakit
Lupus juga diibaratkan “Pengawal makan Tuan”, karena jaringan organ tubuhnya
sendiri dianggap benda asing.

111
Sel-sel darah putihnya kehilangan kemampuan untuk membedakan antara sel-sel
tubuh yang sehat dengan bakteri atau virus yang menyerang tubuh. Akibatnya, sistem
kekebalan tubuh si penderita penyakit sendiri justru menyerang jaringan tubuh yang
sehat, sehingga terjadi peradangan dan nyeri sendi.

Organ-organ tubuh yang diserang penyakit Lupus, terutama adalah berbagai sistem
organ tubuh, baik jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler,
paru-paru, lapisan paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh
darah dan sel-sel darah. Dan, karena banyaknya jenis organ yang menjadi sasaran
penyakit Lupus, maka penyakit Lupus juga disebut penyakit ‘Seribu Muka’ atau
penyakit ‘Dasamuka’. Sedangkan penyebab sebenarnya dari berlebihnya antibodi
belum diketahui, sehingga sulit mengenal penyakit lupus secara dini. Karena tidak ada
gejala khusus.

Proses munculnya penyakit Lupus, dimulai dari antibodi yang berlebihan yang masuk
ke seluruh jaringan sel organ tubuh dengan 2 cara. Yang pertama, secara langsung
menyerang jaringan sel tubuh, misalnya sel-sel darah merah, sehinga menyebabkan
selnya akan hancur, dan mengakibatkan penderitanya anemia, karena kekurangan sel
darah merah. Sedangkan yang kedua, secara tidak langsung dengan cara bergabung
dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), sehingga membentuk suatu
ikatan yang disebut kompleks imun. Dan, kompleks imun ini mengalir bersama darah,
yang kemudian tersangkut di pembuluh darah kapiler, sehingga menimbulkan
peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks imun tersebut dibatasi oleh sel-sel
radang (fagosit). Sebaliknya, dalam keadaan abnormal, kompleks imun ini tidak dapat
dibatasi, bahkan justru sel-sel radang makin bertambah banyak sambil mengeluarkan
enzim, da menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Akibatnya, proses
peradangan menjadi berkepanjangan dan merusak organ tubuh serta dalam jangka
panjang mengganggu fungsi organ tubuh. Hal ini terlihat sebagai gejala penyakit.

Gejala-gejala penyakit Lupus, pada umumnya meliputi:

1. Awalnya, dikira kelainan kulit, karena adanya bercak2 merah sekitar hidung, pipi,
dan wajah, akan tetapi kemudian ternyata serangan penyakit
2. Lupus tidak hanya pada kulit, tetapi juga pada hampir seluruh organ tubuh,
antara lain:
3. Kulit mudah gosong akibat sinar matahari,
4. Gangguan pencernaan,
5. Rasa lemah dan lelah berlebihan / berkepanjangan,
6. Demam panas dan pegal-pegal pada masa aktif (pada masa remisi atau nonaktif
gejala ini akan menghilang),

112
7. Ruam merah di kulit kedua pipi (mirip kupu-kupu, disebut “butterfly rash”) dan
menyerupai cakram yang bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol, dan
kadang-kadang bersisik,
8. Anemia, diakibatkan sel-sel darah merah dihancurkan penyakit Lupus,
9. Rambut, sering rontok,
10. Persendian dan tulang sakit, seperti layaknya penyakit rematik,
11. Sariawan.
12. Gangguan ginjal,
13. Sakit kepala,
14. Sakit di dada, apabila menghirup udara dengan napas dalam,
15. Ujung jari berwarna kebiruan,
16. Berat badan turun,
17. Stroke, etc,et.

Kesembuhan total dari penyakit Lupus sampai sejauh ini boleh dikatakan sulit sekali,
kalau tidak boleh dikatakan tidak mungkin. Hasil pengobatan dokter medis modern ala
Barat hanya bersifat sementara. Sifatnya hanya preventif, bukan kuratif. Karena semata
untuk mencegah meluasnya penyakit, dan terutama agar tidak menyerang organ vital
tubuh. Maklumlah, sampai sejauh ini sistem dan metode pengobatan medis Barat
memang belum berhasil menemukan obat khusus untuk Lupus yang mampu
menyembuhkannya.

Namun, dengan latihan ZNQG secara rutin dan teratur dibawah bimbingan Zhang
laoshi bersama Ando Lu laoshi, terbukti bahwa ibu tersebut kini telah sembuh dari
penyakit Lupus yang dideritanya. Dan atas dasar kesadaranya sendiri maka sang ibu
sampai sekarang masih terus melanjutkan latihannya secara mandiri.

Itulah salah satu bukti nyata tentang salah satu dari beberapa jenis keunggulan ZNQG
diatas kemampuan pengobatan dokter medis modern ala Barat. Tentunya masih ada
banyak contoh lainnya. Namun tentu saja bukan maksud dan tujuan buku ini untuk
mengetengahkannya. Bagi yang berminat, semoga nanti dapat membacanya dalam
buku khusus tentang testimoni yang rencananya akan ditulis dan akan diterbitkan oleh
Ando Lu. Atau sebagai referensi dapat juga dibaca buku karangan Luke Chan yang
berjudul 101 Miracles of Natural Healing.

Dalam buku pengenalan ini dengan sadar penulis selalu berusaha untuk tetap
membedakan penggunaan konsep dan istilah ‘pengobatan’ dan ‘penyembuhan’.
Karena yang yang disebut pertama menggunakan ‘obat’ (medicine), sedangkan yang
disebut kedua ‘tanpa’ menggunakan obat (medicineless).

113
2.11. Otak Barat vs Hati Timur

Sebagaimana telah disinggung dalam Bab 1, butir 1.8. buku ini, kini telah lahir “Iptek
Kedokteran Generasi III”. Ya, ibarat perjaka ganteng melirik gadis cantik, kini dunia
pengobatan Barat sudah mulai tertarik dan (pada beberapa kesempatan tertentu)
malah telah bermesrahan dengan dunia pengobatan / penyembuhan Timur. Entah,
siapa yang memulai affair ini. Tidak jelas, apakah hati nurani Timur yang memulai
dengan main mata sipitnya ataukah otak cerdas Barat yang mencari gara-gara dengan
kerlingan mata lebarnya. Memang, Barat dikenal dengan pendekatan intellectualitas-
rationalitas-nya, sebaliknya Timur lebih dikenal dengan pendekatan emotionalitas-
spiritualitas-nya, yakni kepercayaan dan keyakinannya akan adanya energi kehidupan
yang disebut Qi.

Namun, dalam bukunya (Bab 4) yang berjudul Power Healing, Dr. Xiu Zang Sha
menyatakan bahwa sejak awal tahun 1949, pemerintah Tiongkok telah meluncurkan
program untuk menggabungkan pengobatan Barat yang modern dengan pengobatan
Tiongkok yang kuno -- yang lazim dikenal sebagai Traditional Chinese Medicine (TCM)
– dan selama lebih dari 40 tahun tanpa hasil.

Karena, tampaknya, sistem Barat dan Timur itu benar-benar sangat berbeda. Adalah
satu fakta, yang (hingga detik ini) tidak dapat disangkal, bahwa dunia kedokteran Barat
belum berhasil membuktikan secara ilmiah tentang rahasia adanya unsur yang disebut
Qi, padahal sangat diyakini adanya oleh dunia TCM. Unsur vital Qi di dunia TCM
diyakini sebagai syarat utama untuk adanya kehidupan segala sesuatu di alam
semesta, dengan kemampuan dahsyatnya untuk dapat menyembuhkan diri sendiri
secara alami, tanpa pengobatan medis Barat.

Ketidakberhasilan upaya pemerintah Tiongkok selama lebih dari 40 tahun tersebut


seakan mulai sirna sejak tahum 1980 Prof. Pang Ming meluncurkan karya
fenomenalnya di bidang penyembuhan Qi yang disebut Zhineng Qigong (ZNQG).
Yakni, suatu metode penyembuhan diri sendiri yang lazimya dikenal sebagai Qigong
(QG) -- yang telah lebih dari 500 tahun lampau dijalankan dengan efektif oleh TCM --
yang kini telah dijadikan sebagai metode pengobatan dan penyembuhan kombinasi ala
Barat dan ala TCM.

ZNQG -- disamping pengobatan metode Akupunktur, Pijat Refleksi, ramuan Obat


Herbal yang sudah ada dan mulai digunakan di dunia pengobatan ala Barat -- memang
merupakan metode penyembuhan diri sendiri berdasarkan campuran sinergis dari
metode berdasarkan filosofi dan kearifan penyembuhan Tiongkok Kuno dengan metode
berdasarkan intelektualitas dan rasionalitas pengobatan Barat modern.

2.12. Pengumpulan Bahan Bukti Keefektifan


114
Tidak merasa puas dengan apa yang telah diperoleh dalam semua upayanya
sebagaimana tersebut diatas, penulis pun ingin memperoleh data yang lebih lengkap
dan akurat perihal perkembangan Zhineng Qigong (ZNQG) di Indonesia. Dengan
maksud ini maka penulis telah mengikuti beberapa acara pertemuan ZNQG, yakni :

 di kota Batu (Jatim), sebagai peserta atas ajakan Ando Lu laoshi agar penulis
dapat mengikuti acara Pelatihan & Peningkatan Instruktur ZNQG Tingkat
Nasional ke-1, pada tanggal 11-14 Mei 2006;

 di kota Purwokerto (Jateng), sebagai utusan sasana “Wu He” pada acara
Program Pelatihan Instruktur ZNQG Tingkat Nasional ke-2, pada tanggal 18-21
Januari 2007 ;

 di kota Mojokerto (Jatim), sebagai utusan sasana “Wu He” pada acara HUT
ZNQG Mojokerto ke-5 pada tanggal 1 Mei 2007; dan

 di Bandungan (Ambarawa, Semarang – Jateng), sebagai utusan sasana “Wu


He” pada acara Musyawarah Nasional ke-2 ZNQG Indonesia, dan sekaligus pada
acara Pelatihan ZNQG Indonesia, serta acara Peringatan 11 tahun kedatangan
Pang Ming laoshi ke Semarang-Indonesia, pada tanggal 17 s/d 20 Agustus 2007.

Dalam semua pertemuan tersebut juga terungkap adanya cukup banyak ‘keanehan’
atau ‘keajaiban’ berupa kesembuhan beragam penyakit oleh dirinya sendiri. Cukup
banyak pengungkapan dalam banyak kesaksian atau testimoni yang disampaikan oleh
beberapa perserta latihan ZNQG yang pada umumnya adalah para mantan pasien
yang pernah mengalami vonis mati oleh para dokter spesislis medis modern ala Barat-
nya.

2.13. Tiga Tahap Pengenalan atas Keefektifan

Sampai sejauh ini, penulis telah melewati tiga langkah dalam rangka pengenalan
Zhineng Qigong (ZNQG), sambil tetap fokus pada masalah pokok. Yakni, masalah yang
terkait dengan penelusuran atau pelacakan tentang aspek “apa” sebenarnya
kemampuan ZNQG itu, dan masalah aspek “mengapa” ZNQG mampu menghasilkan
kesembuhan diri sendiri, yang seakan merupakan suatu keajaiban itu. Namun
demikian, fokus ini tentu saja tidak berarti bahwa samasekali mengabaikan aspek
“bagaimana” nya, sepanjang ada relevansinya.

Tentang apa yang disebut sebagai tiga langkah tersebut tidak lain darpada upaya
penulis untuk menjelaskan dengan cara memberikan gambaran sesuai dengan proses
/ tahapan pelacakan yang telah penulis lalui :

115
 Tahap audio, ketika menerima informasi tentang suatu keajaiban QG, sehingga
terjadi komunikasi dengan “teliga” melalui pendengaran;

 Tahap visual, ketika melangkah dan memasuki dunia keajaiban ZNQG, sehingga
terjadi komunikasi dengan “mata” melalui pengelihatan; dan

 Tahap audio-visual, ketika terjadi komunikasi gabungan antara pendengan


(telinga) dengan penglihatan (mata).

2.14. Peranan Dominan Kecerdasan Pikiran

Berdasarkan hasil akhir proses tiga tahapan dalam rangka pelacakan keajaiban
Zhineng Qigong (ZNQG) berupa komunikasi audio-visual tersebut, untuk sementara
secara hakiki dan prosedural dapat disimpulkan, bahwa:

 Pada prinsipnya, setiap jenis penyakit itu dapat disembuhkan secara alami dan
holistik oleh kemampuan yang sudah tersedia di dalam diri / tubuh sendiri;

 Qigong (QG), yang merupakan cikal bakal ZNQG, merupakan bentuk kombinasi
meditasi gerak dan meditasi diam;

 Metode latihan ZNQG itu sangat mudah dilakukan oleh siapa-dimana-kapan saja
dengan hasil kesembuham oleh dirinya sendiri, sepanjang ada kelancaran aliran
Qi setelah tercapai keseimbangan yang harmonis antara aliran unsur di dalam dan
aliran energi di luar sel darahnya sehingga sumbatan aliran tersebut dapat
dihilangkan;

 Keseimbangan yang harmonis tersebut tercapai berkat adanya mekanisme kerja


yang seimbang dan serasi antara gelombang beta belahan otak kiri yang sadar
dengan gelombang alpha belahan otak kanan yang dibawah sadar; dan

 Pada akhirnya kelancaran kembali aliran Qi tersebut akan memperbaiki sistem


metabolisme dan kekebalan tubuh, sehinga akan terjadi kesembuhan diri sendiri
secara alami dan holistik, dimana tubuh yang sakit akan menjadi sehat kembali,
dan yang tidak sakit akan menjadi semakin sehat secara fisikal, mental,
emosional, dan spiritual.

Atas dasar peranan Zhi (Z) yang atinya kecerdasan / kearifan, dan Neng (N) yang
maksudnya kemampuan / kapasitas pikiran dalam otak manusia yang mampu
mengendalikan fungsi segenap organ vital dalam tubuhnya itulah, maka dengan
sangat cermat dan cerdas Prof. Pang Ming lebih menekankan faktor Zhineng (ZN) pada
Qigong (QG), sehingga akhirnya QG ini dinamakannya sebagai Zhineng Qigong
(ZNQG).
116
2.15. Dasar Jatuh Cinta pada Zhineng Qigong

Pada dasarnya, pemicu yang menarik perhatian penulis sampai menerjuni dan
mempelajari Zhineng Qigong (ZNQG) secara praktis dan teoretis adalah faktor
keheranan. Keheranan sehubungan dengan munculnya tanda tanya yang sangat
menggelitik antara lain tentang bagaimana dan mengapa koq ZNQG dapat
menyembuhkan diri sendiri atau dengan ZNQG dapat hidup sehat tanpa obat kimiawi.
Terutama kesembuhan yang dialami pasien penyakit kronis stadium lanjut, yang dokter
medis modern ala Barat sudah memvonisnya tidak akan lama lagi dapat menghirup
udara kehidupan alias akan meninggal dunia.

Setelah mengalami dan mempelajari sendiri secara garis besar berkenaan dengan
praktek dan seluk-beluk ilmu pengetahuan ZNQG, sebagai tahap awal pengenalannya,
maka kini dapat diambil beberapa kesimpulannya. Dan kesimpulan inilah yang semakin
mempengaruhi dan memikat penulis untuk lebih mencintai ZNQG. Antara lain :

 ZNQG terbukti memang sangat ilmiah, lengkap dengan prinsip-prinsip teoretisnya


yang objektif dan sistematis, serta lengkap dengan teknik-teknik praktisnya yang
metodologis;

 Sifat dan karakteristik itu telah memukau dan menantang untuk semakin
mendalami dan memahami aspek-aspek praktis ilmu pengetahuan ZNQG;

 Apalagi setelah dengan mata kepala sendiri melihat dan mendengar langsung dari
para narasumber mantan pasien tervonis mati tentang kemanfaatan dan
keefektifan ZNQG.

 Dan beberapa testimoni langsung dari para aktivis ZNQG mantan pasien tersebut
di beberapa cabang perkumpulan ZNQG di seluruh Indonesia telah cukup
dijadikan dasar pembuktian akan kebenarannya.

 Hampir semua sasana pelatihan ZNQG di seluruh Indonesia itu, ternyata didirikan
oleh para mantan pasien tersebut, yang dulunya pernah divonis oleh para dokter
medis spesialis ala kedokteran modern Barat yang mengobatinya sebagai calon-
calon yang akan segera menghadapi kematian!.

Pendirian atau dibangunnya sasana tersebut merupakan salah satu wujud nyata
tentang bagaimana para mantan pasien tersebut, atas dasar kesadaran
kemanusiaannya, ingin pula menyampaikan rasa balas budi atas kesembuhan ‘ajaib’
yang telah dialaminya, dan atas kesehatan yang telah didapatkannya kembali.

Jadi, sekali lagi, itulah hasil perjalanan batin dan pengalaman singkat penulis yang
mendasari jawabannya tentang mengapa penulis sampai jatuh cinta dan menaruh
117
harapan besar pada ZNQG. Terutama karena ZNQG dapat dimanfaatkan secara efektif
sebagai sarana :

 baik yang bersifat kuratif untuk penyembuhan diri pasien sendiri terhadap penyakit
kronisnya yang dapat mengakibatkan kematian seperti Kanker, HIV/AIDS, atau
Lupus, padahal cara pengobatan medis modern ala Barat sudah menjatuhkan
vonis tidak akan bisa hidup lebih panjang lagi;

 maupun yang bersifat preventif untuk pencegahan datangnya serangan penyakit,


dan promotif untuk dapat pertahanan dan peningkatan masa hidup sehat dalam
semua dimensinya yang meliputi tubuh, pikiran, perasaan, dan jiwanya.

Jadi, kesimpulannya, keunggulan dan kemanfaatan ZNQG memang sudah nyata dan
tidak terbantah lagi. Maka, timbul pertanyaan mengapa kita tidak memilih, mencoba,
dan membuktikan sendiri ZNQG itu?. Bukankah metode penyembuhan ZNQG itu
utamanya bersifat efektif-alami-holistik, dan tanpa obat kimiawi, sehingga tanpa efek
samping, dan last but not least...kalau sudah sembuh tidak akan kambuh lagi, dan
tanpa biaya.

2.16. Relevansi Zhineng Qigong untuk Indonesia

Kesadaran akan pendengaran, pengetahuan, dan pengalaman tentang keunggulan,


kemanfaatan, dan keefektifan Zhineng Qigong (ZNQG) dalam penyembuhan diri
sendiri, yang secara empiris telah dinikmati oleh banyak orang yang telah divonis mati
oleh para dokter spesialis ala Barat, itulah yang mengusik otak penulis untuk segera
menulis buku ini.

Terpikirkanlah serangkaian pertanyaan tentang mengapa kegiatan ZNQG itu tidak


sebaiknya ditingkatkan peranannya dengan disebarluaskannya ke seluruh masyarakat
Indonesia, dan bahkan untuk segenap umat manusia.

 Bukankah metodenya sederhana, mudah dipraktekkan oleh siapa-dimana-kapan


pun tanpa melihat latarbelakangnya, dan hasil akhirnya efektif/mujarab, dan
biayanya ekonomis/efisien?;

 Bukankah Indonesia sebagai salah satu negeri yang saat ini masih tergolong
sebagai negara dengan mayoritas rakyatnya masih hidup dibawah garis
kemiskinan?;

 Bukankah umat manusia mendambahkan kesehatan, dan tidak menginginkan


penderitaan akibat gangguan penyakit; dan

118
 Bukankah dengan demikian maka keefektifan ZNQG dalam penyembuhan
penyakit kronis yang tak tersembuhkan oleh sistem pengobatan medis modern ala
Barat dapat pula dinikmati oleh masyarakat banyak di Indonesia, dan umat
manusia di dunia?.

Apalagi, setelah penulis mengetahui, bahwa apa yang terpikirkan itu telah
terealisasikan di beberapa negara. Yakni, di negara-negara yang justru tergolong
berpenghasilan relatif tinggi atau cukup tinggi dengan tingkat kemiskinan yang relatif
rendah seperti Hongkong, Taiwan, Jepang, Singapura, Malaysia, Thailand, Selandia
Baru, Perancis, Swis, Inggris, Rusia, Spanyol, Belanda, Norwegia, Amerika Serikat, dan
lain-lain.

Jadi, tegasnya, justru dorongan keinginan yang kuat untuk dapat segera mengangkat
rakyat kebanyakan Indonesia dari keterpurukan hidupnya itulah maka buku
pengetahuan umum dalam bentuk bunga rampai tentang pengenalan ZNQG ini ditulis.
Dengan demikian diharapkan agar -- apa yang sampai sejauh ini masih dianggap
sebagai suatu ‘keanehan’ atau ‘keajaiban’ yang bersifat ‘rahasia’ atau ‘misterius’ itu –
relevansi, keunggulan, kemanfaatan, dan keefektifannya dapat diketahui, dikenal, dan
dimanfaatkan oleh publik di Indonesia, atau bahkan oleh umat manusia!.

Bayangkan, betapa tambah besarnya penderitaan masyarakat luas, ketika suatu saat
menderita penyakit kronis yang selalu kambuh kembali, dan harus berobat dan dirawat
di rumah sakit dengan biaya yang jauh di luar kemampuannya. Bahkan, dalam pikiran
dan perasaan masih terus berkecamuk tanda tanya, antara lain :

 Bukankah terasa sangat aneh, dan diluar akal sehat, seandainya ada orang
berduit yang masih meragukan sistem dan metode penyembuhan diri sendiri
sebagai alternatif. Dan, masih rela mengorbankan begitu banyak uang untuk biaya
pengobatan dan perawatan penyakit di luar negeri daripada memanfaatkannya
untuk banyak tujuan produktif lainnya; dan

 Bukankah untuk kasus tertentu, sistem dan metode penyembuhan alternatif yang
tergolong kuno itu telah terbukti lebih efektif dan efisien. Terutama, untuk
peyembuhan penyakit kronis apa pun, atau yang bahkan sudah mengancam jiwa
sang pasien yang bersangkutan, yang sistem dan metode pengobatan medis
modern ala Barat sudah tidak sanggup lagi untuk mengobati dan
menyembuhkannya?!.

Dalam pada itu mungkin dalam konteks ini masih perlu diingatkan sekali lagi, bahwa
ZNQG yang bersumber pada Qigong (QG) itu sesungguhnya sudah kokoh mengakar
sebelum mewujud sebagai suatu ilmu pengetahuan ZNQG seperti adanya sekarang.
Di era globalisasi dewasa ini, kiranya perlu ditegaskan sekali lagi, bahwa ZNQG telah
terbukti dapat memberikan banyak manfaat di banyak bidang, antara lain dalam:
119
 Pencegahan dan penyembuhan penyakit,

 Peningkatan kesehatan dan kebugaran (fitness) serta daya tahan tubuh (stamina),

 Peremajaan atau perpanjangan usia harapan hidup, dan

 Peningkatan kecerdasan (intelligence) menjadi kecerdasan luar biasa (super-


intelligence) ;

Bahwa, meskipun demikian -- sesuai dengan predikat ZN – justru di bidang terakhir


itulah tujuan utama ZNQG. Dan, untuk itulah maka metode ZNQG di negeri asalnya
(RRT) justru lebih banyak diajarkan pada anak-anak sebagai tunas-tunas bangsa yang
diharapkan akan bertumbuh dan berkembang sehat menjadi bunga-bunga harapan
bangsa melalui peningkatan......kecerdasan otaknya!.

Mungkin tidak ada salahnya untuk mengungkapkan sekali lagi bahwa pengetahuan
tersebut juga masih menyisakan dua hal yang perlu diingat kembali, yakni :

 Berdasarkan hasil penelitian ilmiah, terbukti bahwa sumber penyakit itu bukan
terletak pada kondisi fisik tubuh manusia, melainkan pada kondisi jiwa atau
pikirannya; dan bahwa dalam ilmu pengetahuan pengobatan Barat dikenal adanya
konsep yang terkait gejala psikosomatik yang disebut placebo effect, temuan
seorang ahli farmasi Perancis yang bernama Emile Coue, sebagaimana telah
dikemukakan sebelumnya.

Ketidaktahuan atau ketidakkenalan akan eksistensi, keunggulan, dan segala


kemanfaatan yang telah terbuktikan secara ilmiah tentang ZNQG itu, sesungguhnya
merupakan suatu kerugian. Karena pengetahuan dan penerapan ZNQG itu justru
sangat relevan dengan situasi dan kondisi masyarakat luas di Indonesia saat ini, antara
lain :

 Bukankah rakyat Indonesia pada umumnya masih hidup dalam suasana


keterpurukan dan keprihatinan; dan bukankah rakyat Indonesia pada umumnya
masih berada dibawah garis kemiskinan dengan income per capita yang tidak
sebanding dengan besarnya biaya-biaya pengobatan dan perawatan penyakit ala
kedokteran Barat ?.

Namun, diatas segalanya, sesungguhnya kesehatan manusia itu bergantung pada


keberhasilannya dalam menghindari penyakit, yang sumbernya ada dua, yakni : yang
internal berasal keturunan, dan yang eksternal disebabkan oleh gaya hidup atau pola
hidup. Berdasarkan hasil penelitian ilmiah, konon yang internal itu porsinya hanya
sekitar 20%, sedangkan yang eksternal sekitar 80%. Maka, dalam menjaga dan
meningkatkan kesehatan, seyogianya manusia lebih fokus ke gaya / pola hidup sehat,
yang setidak-tidaknya meliputi kebiasaan makan makanan bergizi; pengeluaran sisa
120
makanan dan minuman melalui buang air besar, buang air kecil, ingus, dan keringat;
penghirupan udara yang bersih; pola pikir senantiasa positif dan pengendalian emosi;
dan pelatihan secara teratur, antara lain ZNQG dapat dijadikan salah satu alternatif
yang objektif dan rasional untuk dapat hidup sehat.

Maklumlah, dalam hidup manusia, kesehatan memang merupakan kekayaan yang


paling berharga, lebih dari segalanya. Hidup sehat merupakan kunci menuju
kebahagiaan hidup, baik untuk pribadi, keluarga, masyarakat, maupun bangsa. Dan,
bangsa yang sehat adalah bangsa yang produktif, yang dapat mempersembahkan
sumbangsih yang sangat berharga bagi pembangunan Bangsa dan Negara! inilah
relevansi ZNQG untuk Indonesia. Maka, marilah dicanangkan tujuan Indonesia
bersama

demi tegaknya negera


Pancasila di tengah globalisasi, dengan mengayomi segenap rakyatnya yang sehat-
sejahtera lahir-batin, sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 !.

121