Anda di halaman 1dari 4

Nama

: Wahyu Jati Kusuma

NIM

: 061440420836

Kelas

: 2.KI.A

Mata Kuliah : Teknik Pengolahan Limbah

Logam Berat dan Dampaknya Terhadap Kesehatan

I.

Logam Berat
Logam berat secara umum didefinisikan sebagai golongan logam yang memiliki
densitas melebihi 5,000 kg/m3. Logam berat adalah bahan-bahan alami yang berasal dan
termasuk bahan penyusun lapisan tanah bumi. Logam berat tidak dapat diurai atau
dimusnahkan. Saat ini para ahli mulai mengklasifikasikan jenis-jenis logam berat terutama
yang perlu menjadi fokus perhatian paling tinggi untuk dikendalikan keberadaannya di
lingkungan. Logam-logam berat tersebut diantaranya adalah Ag, As, Cd, Co, Cr, Cu, Hg,
Mn, Mo, Ni, Pb, dan Sn.
Lambang Atom
Ag
As
Cd
Co
Cr
Cu
Hg
Mn
Mo
Ni
Pb
Sn

Nama
Perak
Arsen
Kadmium
Kobalt
Krom
Tembaga
Raksa
Mangan
Molibdenum
Nikel
Timbal
Timah

Densitas (kg/m3)
10490
5727
8650
8900
7140
8020
13534
7470
10280
8908
11340
7310

Logam Logam Berat Dan Densitasnya

II. Dampak Logam Berat Terhadap Kesehatan


Logam berat dapat masuk ke dalam tubuh mahluk hidup melalui makanan, air minum,
dan udara. Logam berat berbahaya karena cenderung terakumulasi di dalam tubuh mahluk
hidup. Laju akumulasi logam-logam berat ini di dalam tubuh pada banyak kasus lebih cepat

dari kemampuan tubuh untuk membuangnya. Akibatnya keberadaan logam berat di dalam
tubuh semakin tinggi, dan dari waktu ke waktu memberikan dampak yang makin merusak.
Pada dasarnya mahluk hidup juga memerlukan logam berat dengan jumlah takaran
yang bervariasi. Manusia misalnya membutuhkan iron, cobalt, copper, manganese,
molybdenum, dan zinc pada jumlah tertentu. Akan tetapi, pada jumlah berlebih, keberadaan
logam berat tersebut mengakibatkan dampak yang merusak pada organ tubuh. Logam berat
dapat bersifat karsinogen (penyebab kanker), beracun, dan berefek negatif pada organ-organ
tertentu, seperti pada sistem saraf pusat (Hg, Pb, As), organ ginjal atau liver (Hg, Pb, Cd, Cu),
serta kulit, tulang, atau gigi (Ni, Cd, Cu, Cr). Berikut merupakan dampak yang dapat
diakibatkan oleh beberapa logam berat bagi kesehatan manusia :

Arsen (As)
Arsen sebagai mikronutrien dibutuhkan oleh makhluk hidup, tetapi penggunaan dalam
dosis besar bersifat toksik. As bersifat karsinogenik, mutagenik dan teratogenik. Paparan
peroral bisa meningkatkan risiko kanker kulit, paru-paru, empedu, hati, ginjal dan prostat,
sedangkan melalui inhalasi bisa menyebabkan kanker paru-paru. Toksisitas nonkanker
dari As meliputi penebalan kulit, diskolorasi kulit, sakit lambung, muntah, diare, mati rasa

pada tangan dan kaki, paralisis parsial serta kebutaan.


Kromium (Cr)
Kromium adalah logam berat melimpah yang terdapat di alam dengan bentuk oksida,
yaitu (Cr(0), Cr(III), dan Cr(IV). Cr(III) merupakan mikronutrien bagi makhluk hidup
yang terlibat dalam produksi insulin, menghasilkan energi dari glukosa, metabolisme
karbohidrat, kofaktor insulin, tetapi bersifat toksik dalam dosis besar. Defesiensi Cr(III)
bisa mengganggu metabolism glukosa, lemak, dan protein serta mengganggu
pertumbuhan. Cr(IV) bersifat karsinogenik terhadap alat pernafasan, dan toksik terhadap
kulit, mata, alat pernapasan, alat pencernaan serta bisa ditransfer ke embrio melalui

plasenta.
Hg (Merkuri)
Merkuri anorganik yang berasal dari air hujan atau aliran sungai dan bersifat stabil pada
pH rendah. Senyawa Hg anorganik, seperti Hg(NO3)2, HgCl2 dan HGO akan diakumulasi
pada organ hati, ginjal dan otak. Toksisitas Hg anorganik meliputi gangguan sistem
syaraf, antara lain berupa tremor, gigi tidak kuat dan rontok, anemia, albuminuria, dan

gejala lain yang berupa kerusakan ginjal dan kerusakan mukosa usus.
Nikel (Ni)
Nikel bagi manusia merupakan kofaktor yang membantu metabolisme. Tingginya kadar
Ni dalam jaringan tubuh manusia bisa mengakibatkan munculnya berbagai efek, yaitu

akumulasi Ni pada kelenjar pituitari mengakibatkan depresi sehingga mengurangi sekresi


hormon Prolaktin I bawah normal. Akumulasi Ni pada pancreas bisa menghambat sekresi

hormon insulin.
Kobalt (Co)
Kobalt merupakan nutrisi esensial, yang merupakan bagian dari vitamin B12 yang
berfungsi memproduksi sel darah merah. Paparan kronis Co secara inhalasi bisa
menimbulkan pneumoconiosis, yang ditandai oleh batuk-batuk, sesak dada demam, berat
badan berkurang serta malaise.

Tembaga (Cu)
Tembaga dalam jumlah kecil merupakan unsur esensial bagi makhluk hidup. Dalam
jumlah besar, Cu bersifat toksik kronis maupun akut. Tosisitas kronis Cu memiliki gejala
berupa kehilangan selera makan, kehausan, krisis hemolitik yang ditandai wajah pucat,
urine berwarna coklat, sakit kepala, sakit lambung, kehilangan keseimbngan, muntah dan
diare, kerusakan hati, ginjal bahkan menyebabkan kematian. Pada anak-anak bisa
menyebabkan penurunan tingkat intelegensia anak-anak dalam masa pertumbuhan, batukbatuk dan pendarahan hidung. Keracunan akut Cu menyebabkan terjadinya nekrosis
sentrilobular hepar.

Besi (Fe)
Besi adalah logam esensial bagi tubuh yang dalam dosisi tinggi bersifat toksis, sedangkan
dalam dosis rendah dapat mengakibat defesiensi Fe. Efek toksis Fe berupa kerusakankerusakan jaringan yang disebut dengan hemokromatosis.

Mangan ( Mn)
Mangan merupakan mikronutrien esensial bagi manusia, tanaman dan hewan. Toksisitas
Mn bisanya terjadi melalui paparan inhalasi dengan gejala gangguan permanen system
syaraf ekstrapiramidal, gangguan kejiwaan serta sirosis hati.

Molibdenum (Mo)

Molibdenum merupakan mikroelemen bagi tubuh dalam dosis kecil dan bersifat tosik
dalam dosis besar. Gejala Over dosis Mo adalah tubuh lemah, hilangnya keseimbangan,
bintik merah pada kulit, menurunnya jumlah sel darah putih dan anemia.

Seng (Zn)
Seng merupakan unsur esensial bagi tubuh, tetapi dalam dosis tinggi dapat berbahaya dan
bersifat toksik. Kelebihan zn akan diabsorpsi dan disimpan dalam hati. Gejala toksisitas
akut bisa berupa sakit lambung, diare, mual dan muntah.