Anda di halaman 1dari 14

TUGAS UAS

TEKNIK KOMUNIKASI & PRESENTASI

13 BANGUNAN
TERTUA DI KOTA
CIREBON

DOSEN:
H. YOYON INDRAYANA, ir. MT.
DISUSUN OLEH:
AGUNG PRIBADI ( 11-312-011 )
TEKNIK ARSITEKTUR
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI
CIREBON (STTC)
2015

1. Masjid Bata Merah Panjunan (1453 M)


Masjid ini adalah masjid tertua di Cirebon, didirikan oleh Pangeran
Panjunan pada tahun 1453. Dan katanya masjid ini lebih tua dari Masjid
Demak (1477), Masjid Menara Kudus (1530) dan Masjid Sang Cipta Rasa
(1489). Hampir seluruh bangunan dihiasi oleh warna merah dan tentunya
pagar batu-batanya juga berwarna merah. Awalnya masjid ini bernama
Al-Athyang yang artinya dikasihi, namun karena pagarnya yang terbuat
dari bata merah menjadikan masjid ini lebih terkenal dengan sebutan,
Masjid Merah Panjunan.

2. Masjid Agung Sang Cipta Rasa (1489 M)


Masjid Agung Sang Cipta Rasa terletak di sebelah utara Keraton
Kasepuhan. Masjid ini terdiri dari dua ruangan, yaitu beranda dan
ruangan utama. Untuk menuju ruangan utama, terdapat sembilan pintu,
yang melambangkan Wali Songo. Masyarakat Cirebon tempo dulu terdiri
dari berbagai etnik. Hal ini dapat dilihat pada arsitektur Masjid Agung
Sang Cipta Rasa yang memadukan gaya Demak, Majapahit, dan Cirebon.

3. Keraton Kasepuhan (1529 M)


Keraton Kasepuhan adalah keraton termegah dan paling terawat di
Cirebon. Makna di setiap sudut arsitektur keraton ini pun terkenal paling
bersejarah. Halaman depan keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan
terdapat pendopo didalamnya.
Bagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna
putih. Didalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja.

4. Makam Sunan Gunung Jati (1568 M)


Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari sembilan orang penyebar
agama Islam terkenal di Pulau Jawa yang dikenal dengan sebutan Wali
Sanga. Kehidupannya selain sebagai pemimpin spriritual, sufi, mubaligh
dan dai pada jamannya juga sebagai pemimpin rakyat karena beliau
menjadi raja di Kasultanan Cirebon, bahkan sebagai sultan pertama
Kasultanan Cirebon yang semula bernama Keraton Pakungwati. Pada
tahun 1568 warga kesultanan Cirebon berduka atas wafatnya Syarif
Hidayahtullah (Sunan Gunung Jati). Ketika meninggal beliau berusia 120
tahun.

5. Keraton Kanoman (1588 M)


Keraton Kanoman adalah pusat peradaban Kesultanan Cirebon, yang
kemudian terpecah menjadi Keraton Kanoman, Keraton Kasepuhan,
Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabon. Kebesaran Islam di Jawa
Barat tidak lepas dari Cirebon. Sunan Gunung Jati adalah orang yang
bertanggung jawab menyebarkan agama Islam di Jawa Barat, sehingga
berbicara tentang Cirebon tidak akan lepas dari sosok Syarif Hidayatullah
atau Sunan Gunung Jati.

6. Vihara/Kelenteng Dewi Welas Asih (1595 M)


Kelenteng Dewi Welas Asih Cirebon (Kelenteng Tiao Kak Sie) letaknya
berada di Jl. Kantor No. 2, Kampung Kamiran, Cirebon, di sebelah kiri
Gedung Bank Mandiri, atau di seberang kanan Gedung BAT Cirebon.
Kelenteng Dewi Welas Asih ini merupakan salah satu kelenteng tertua di
Cirebon, selain Kelenteng Talang dan Vihara Pemancar Keselamatan.

7. Gua Sunyaragi (1703 M)


Kompleks Sunyaragi dilahirkan lewat proses yang teramat panjang.
Tempat ini beberapa kali mengalami perombakan dan perbaikan.
Menurut buku Purwaka Carabuna Nagari karya Pangeran Arya Carbon,
Tamansari Gua Sunyaragi dibangun pada tahun 1703 M oleh Pangeran
Kararangen. Pangeran Kararangen adalah nama lain dari Pangeran Arya
Carbon.

8. Keraton Kacirebonan (1800 M)


Keraton Kecirebonan dibangun tahun 1800, Keraton Kacerbonan
merupakan pemekaran dari Kraton Kanoman setelah Sultan Anom IV
yakni PR Muhammad Khaerudin wafat, Putra Mahkota yang seharusnya
menggantikan tahta diasingkan oleh Belanda ke Ambon karena dianggap
sebagai pembangkang dan membrontak. Ketika kembali dari pengasingan
tahta sudah diduduki oleh PR. Abu sholeh Imamuddin. Atas dasar
kesepakatan keluarga, akhirnya PR Anom Madenda membangun Istana
Kacerbonan, kemudian muncullah Sultan Carbon I sebagai Sultan
Kacirebonan pertama.

9. Kantor Pos (1906 M)


Gedung ini menjadi saksi bagaimana pada waktu itu Daendels yang
berhak berkuasa penuh atas pos sampai-sampai ia berencana membuat
jalan yang terbentang dari Anyer sampai Panarukan. Jalan sepanjang
1.000 km ini sangat membantu dalam mempercepat pengantaran suratsurat dan paket-paket antar kota di Pulau Jawa. Jalan yang dibuat dengan
metode rodi (kerja paksa) ini dikenal dengan nama Groote Postweg (Jalan
Raya Pos). Dengan adanya jalan ini, perjalanan antara Provinsi Jawa Barat
sampai Provinsi Jawa Timur, yang awalnya bisa memakan waktu puluhan
hari, bisa ditempuh dalam jangka waktu kurang dari seminggu.

10. Gedung Bank Indonesia (1912 M)


Tak banyak yang tahu tentang bangunan bersejarah ini, padahal gedung
ini pernah muncul di mata uang 500 rupiah.
Bangunan ini merupakan kantor cabang ke-5 De Javasche Bank yang
dibuka pada 1 Juli 1866. Arsiteknya sama dengan arsitek Gedung BI
Yogyakarta, yaitu F.D. Cuypers & Hulswit. Bangunan ini sekarang
beralamat di Jalan Yos Sudarso no. 5 Cirebon.

11. Stasiun Cirebon / Stasiun Kejaksan (1920 M)


Gedung Stasiun Cirebon/Kejaksan pada saat dibangun pada tahun 1920,
diprakarsai oleh seorang arsitek Pieter Adriaan Jacobus Moojen (1879
1955) dalam gaya arsitektur campuran art nouveau dengan art deco,Dua
"menara"-nya yang sekarang ada tulisan CIREBON dulu ada tulisan
KAARTJES (karcis) di sebelah kiri dan BAGAGE (bagasi) di sebelah kanan.
Pada tahun 1984, gedung stasiun ini dicat putih.

12. Gedung British American Tobacco (BAT) (1924 M)


Gedung British American Tobacco (BAT) merupakan pabrik rokok yang
memproduksi rokok merk 555, Ardath. Dibangun tahun 1924. Terletak di
Jl. Pasuketan Cirebon. Namun jangan salah, walaupun gedung ini sudah
tua, namun hampir semua orang tidak diperbolehkan memasuki gedung
ini. Pengamanannya pun tidak kalah, para security siap berjaga dan
disekitar areal gedung dipasangi CCTV yang secara acak dipasang,
tentunya tidak akan diketahui orang.

13. Gedung Balai Kota Cirebon (1927 M)


Gedung Balai Kota Cirebon merupakan salah satu gedung tua bersejarah
di kota Cirebon. Gedung yang terletak di jalan Siliwangi kota Cirebon ini
sekarang di gunakan sebagai pusat pemerintahan atau kantor walikota
Cirebon.