Anda di halaman 1dari 17

Gerbanglogika

12. Gerbang logika


Gerbang logika merupakan dasar pembentuk system digital. Gerbang logika beroperasi
pada bilangan biner 1 dan 0. Gerbang logika digunakan dalam berbagai rangkaian
elektronik dengan system digital. Berkaitan dengan tegangan yang digunakan maka
tegangan tinggi berarti 1 dan tegangan rendah adalah 0.
Semua sistem digital disusun hanya menggunakan tiga gerbang yaitu: NOT, AND dan OR.
1.

Fungsi AND gate


Fungsi AND dapat digambarkan dengan rangkaian listrik menggunakan saklar seperti
dibawah ini:

Keterangan:
A & B adalah saklar
Y adalah lampu

Jika saklar dibuka maka berlogika 0, jika saklar ditutup disebut berlogika 1. Fungsi logika
yang dijalankan rangkaian AND adalah sebagai berikut:
1. Jika kedua saklar A & B dibuka maka lampu padam
2. Jika salah satu dalam keadaan tertutup maka lampu padam
3. Jika kedua saklar tertutup maka lampu nyala
Simbol Gerbang AND

Tabel Kebenaran
INPUT

OUTPUT

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

A
0
0
1
1

0
1
0
1

LOGIKA MATEMATIKA

Y=A.B
Y
=AB
0
0
0
1

Gerbanglogika

Karakteristik: Jika A da B adalah input, sedangkan Y adalah Output, maka output


gerbangnya AND berlogika 1 jika semua inputnya berlogika 1. Dan output berlogika 0 jika
kedua atau salah satu inputnya berlogika 0.
2.

Fungsi OR gate
Funsi OR dapat digambarkan dengan rangkaian seperti dibawah ini.

A
Y
B
Keterangan:
A dan B =Saklar
Y= lampu

Jika saklar dibuka maka berlogika 0, jika saklar ditutup disebur berlogika 1.
Simbol Gerbang OR

Tabel kebenaran
INPUT

OUTPUT

A
B

A
0
0
1
1

B
0
1
0
1

Y=A+B

Y
0
1
1
1

Karakteristik: Jika A dan B adalah input sedangkan Y output maka output gerbang OR akan
berlogika 1 jika salah satu atau kedua input adalah berlogika 1.
3.

Fungsi NOT gate


Fungsi NOT dapat digambarkan dengan rangkaian seperti gambar dibawah ini:

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

LOGIKA MATEMATIKA

Gerbanglogika

Jika saklar dibuka maka berlogika 0, jika saklar ditutup disebut berlogika 1.
Simbol Fungsi NOT

Tabel Kebenaran

OUTPUT

INPUT
A
Y
0
1
1
0
Karakteristik: Jika adalah input, output adalah kebalikan dari input. Artinya Jika input
berlogika 1 maka output akan berlogika 0 dan sebaliknya.

4.

Fungsi NAND gate


NAND adalah rangkaian dari NOT AND. Gerbang NAND merupakan gabungan dari NOR
dan AND digambarkan sebagai berikut:

Y = AB

B
AND

NOT

Menjadi:

Y = AB

B
NAND

A
Y
B

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

LOGIKA MATEMATIKA

Gerbanglogika

NAND sebagai sakelar

Dari Gambar diatas dapat dibuat tabel kebenaran sebagai berikut:


C
A
0
0
1
1

Output
Y
1
1
1
0

B
0
1
0
1

Karakteristiknya: Jika A dan B input sedangkan Y adalah output maka output gerbang NAND
akan berlogika 1 jika salah satu inputnya berlogika 0. Dan output akan berlogika 0 jika kedua
inputnya berlogika 1. Atau output gerbang NAND adalah komplemen output gerbang AND.
5.

Fungsi NOR gate


NOR adalah singkatan dari NOT OR. Gerbang NOR merupakan gabungan dari gerbang
NOT dan OR. Digambarkan sebagai berikut:

Y = A+B

B
menjadi:

A
B

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

Y = A+B

LOGIKA MATEMATIKA

Gerbanglogika

Y
NOR dengan saklar

Dari rangkaian diatas dapat dibuat tabel kebenaran sebagai berikut:


Input
Output
A
B
Y
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
Karakteristik: jika A dan B adalah input dan Y adalah output maka output gerbang NOR
berlogika 1 jika semua input berlogika 1 dan output akan berlogika 0 jika salah satu atau
semua inputnya berlogika 0. Atau output gerbang NOR merupakan output gerbang OR
6.

Fungsi EX-OR (Exlusive OR)


Gerbang X-OR akan memberikan output berlogika 1 jika jumlah logika jumlah logika 1 pada
inputnya ganjil. Rangkaian EX-OR disusun dengan menggunkan gerbang AND, OR, NOT
seperti dibawah ini.
Simbol Gerbang EX-OR

Y= A.B + A.B

A
Y=A+B

=A + B

Dari gambar diatas dapat dibuat tabel kebenaran sebagai berikut:

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

LOGIKA MATEMATIKA

Gerbanglogika

Input
A
0
0
1
1

7.

Output
Y
0
1
1
0

B
0
1
0
1

Fungsi EX-NOR
Gerbang X-NOR akan memberikan output berlogika 0 jika jumlah logika 1 pada inputnya
ganjil. Dan akan berlogika 1 jika kedua inputnya sama. Rangkaian EX-NOR disusun dengan
menggunka gerbang AND, OR, NOT seperti dibawah ini.
Simbol Gerbang EX-NOR

A
Y=A+B
B

Dari gambar diatas dapat dibuat tabel kebenaran sebagai berikut:


Input
A
0
0
1
1

8.

Output
Y
1
0
0
1

B
0
1
0
1

Kombinasi Gerbang Logika


Untuk memenuhi kebutuhan akan input yang lebih dari 2 di dalam suatu rangkaian logika,
maka digabungkan beberapa gerbang logika . Hal ini biasa dilakukan jika faktor delay tidak
diperhitungkan.
Contoh:

a)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

Gerbang logika AND 3 input

LOGIKA MATEMATIKA

Gerbanglogika

A
B

Kemungkkinan

tabel

kebenaran

untuk

inputnya yaitu 2 dimana n adalah banyaknya input.


Jadi 2 = 8
Tabel kebenaran AND 3 input
INPUT
A
0

B
0

C
0

OUTPUT
Y
0

b)

Gerbang NAND sebagai gerbang universal


Gerbang NAND disebut gerbang logika universal karena dapat digunakan untuk membuat
gerbang logika yang lain, sehingga dapat meminimalkan penggunaan gerbang dasar untuk
membentuk suatu gerbang logika tertentu.
Rangkaian Ekivalen gerbang NAND
JENIS GERBANG
NOT

EKIVALEN

AND

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

LOGIKA MATEMATIKA

Gerbanglogika

JENIS GERBANG

EKIVALEN

OR

NOR

EX-OR

EX-NOR

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

LOGIKA MATEMATIKA

Gerbanglogika

9.

TEORI DE MORGAN
Digunakan untuk mengubah bolakbalik dari bentuk minterm (bentuk penjumlahan dari pada
hasil kali/SOP) ke maksterm (bentuk perkallian dari pada penjumlahan/POS) dari
pernyataan Boolean.
Teori De Morgan dapat ditulis:
a. A + B = A . B

Mengubah keadaan OR dasar menjadi AND dasar


=

b.

A. B =A+ B
Mengubah keadaan OR dasar menjadi AND dasar
=

Contoh Nyatakan fungsi f(x, y, z) = xy + xy ke dalam rangkaian logika.

Jawab: (a) Cara pertama


x

xy

xy+x'y
x

x'
x'y

(b) Cara kedua

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

LOGIKA MATEMATIKA

Gerbanglogika

x
y

xy

x y+x

'y

x'
x 'y

y
xy
xy+x'y
x'
x'y

(b) Cara ketiga

PENYEDERHANAAN EKSPRESI BOOLE


Contoh.
f(x, y) = xy + xy + y disederhanakan menjadi f(x, y) = x + y
Penyederhanaan fungsi Boolean dapat dilakukan dengan 3 cara:
1. Secara aljabar
1. Menggunakan Peta Karnaugh
1. Menggunakan metode Quine Mc Cluskey (metode Tabulasi)

1. Penyederhanaan Secara Aljabar


Contoh:
1. f(x, y) = x + xy
= (x + x)(x + y)
= 1 (x + y )
=x+y

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

LOGIKA MATEMATIKA

10

Gerbanglogika

2. f(x, y, z) = xyz + xyz + xy


= xz(y + y) + xy
= xz + xz

3. f(x, y, z) = xy + xz + yz = xy + xz + yz(x + x)
= xy + xz + xyz + xyz
= xy(1 + z) + xz(1 + y) = xy + xz

Penyederhanaan fungsi logika dengan aljabar Boolean contoh:


1. Y = A.B ..Y = A + B = A + B
2. Y = A + B .Y = A.B
3. Y = AB + A.B + A.B
Y = A + B + A.B + A.B
Y = A + A.B + B + A.B
Y = A(1+B) + B(1 + A)
Y = A + B = A.B
Penyederhanaan fungsi logika dengan sistem Sum Of Product (SOP) dan Product Of Sum
(POS)
1. Penyederhanaan dengan sistem SOP/penjumlahan dari pada hasil kali.
Sifat: Untuk sistem SOP digunakan output 1
Contoh:
INPUT
A
0
0
0
0

B
0
0
1
1

C
0
1
0
1

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

OUTPU
T
Y
1
0
0
1

Persamaan SOP
Y = A.B.C + A.B.C + A.B.C + A.B.C

LOGIKA MATEMATIKA

11

Gerbanglogika

INPUT
A
1
1
1
1

B
0
0
1
1

OUTPU
T
Y
0
0
1
1

C
0
1
0
1

Persamaan SOP
Y = A.B.C + A.B.C + A.B.C + A.B.C

Gambar rangkaian:
A
B
C

Penyederhanaan dengan aljabar Boolean


Y = A.B.C + A.B.C + A.B.C + A.B.C
Y = A.B.C + A.B.C + A.B.C + A.B.C
Y = A.B (C+C) + A.B.C + A.B.C
Y = A.B + A.B.C + A.B.C

Penyederhanaan dengan POS/perkalian dari pada penjumlahan


Sifat: Untuk sistem POS digunakan output 0
Contoh:
Input

Output

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

LOGIKA MATEMATIKA

12

Gerbanglogika

Persamaan POS: Y = ( A + B ) . ( A + B )
Contoh:
Input

Output

Persamaan POS: Y = ( A + B ) . ( A + B )

10.

Aplikasi Gerbang Logika Dasar


Contoh: Sebagai rangkaian ARITMATIKA BINER yang dapat melakukan Operasi aritmatik
penjumlahan (+) dan pengurangan (-)

a)

Half Adder
Adalah suatu rangkaian penjumlah sistem bilangan biner yang paling sederhana. Rangkaian
ini memiliki 2 terminal input dan 2 terminal output yang disebut Summary Out (Sum) dan
Carry Out (Carry).

A
B

Sum

Carry
Gambar rangkaian logika untuk Half Adder
A

Simbol

HA

Tabel Kebenarannya:
INPUT

OUTPUT

Persamaan logika:
Sum = A.B+A.B

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

LOGIKA MATEMATIKA

13

Sum

Carry = A.B

Gerbanglogika

A
0
0
1
1

B
0
1
0
1

SUM
0
1
1
0

b)

CARRY
0
0
0
1
Full Adder

Adalah penjumlah lengkap (penuh) yang memiliki 3 input A, B, Carry Input (Cin) dengan 2
output Sum dan Carry Output (Cout=Co).
Gambar rangkaian logika untuk Full Adder

Carry in
Sum
A
B
Carry out

Simbol
Cin
A
B

Su

FA

Co

Tabel Kebenarannya:
INPUT
A
0
0
0
0
1
1
1
1

B
0
0
1
1
0
0
1
1

Cin
0
1
0
1
0
1
0
1

OUTPUT
Sum
0
1
1
0
1
0
0
1

Co
0
0
0
1
0
1
1
1

Persamaan logika:
Sum = A.B.C+ A.B.C+ A.B.C+ A.B.C
Co = A.B.C+ A.B.C+ A.B.C+ A.B.C

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

LOGIKA MATEMATIKA

14

Gerbanglogika

c)

Half Subtractor
Adalah suatu rangkaian pengurang sistem bilangan biner yang paling sederhana, ini
memiliki 2 input dan 2 output yang disebut differensi (Di) dan Borrow (Bo).
Gambar rangkaian logika untuk Half Subtractor

A
B

Di

Bo
Simbol

Di

HS

Bo

Tabel Kebenarannya:
INPUT
A
0
0
1
1

B
0
1
0
1

OUTPUT
Di
0
1
1
0

Persamaan logika:

Bo
0
1
0
0

Di = A.B+A.B
=A+B

Bo = A.B

d)

Full Subtractor
Adalah rangkaian pengurang biner yang lengkap (penuh). Rangkaian ini memliki 3 terminal
input dan 2 terminal output, yaitu Borrow dan Differensi.
Gambar rangkaian logika untuk Full Subtractor:

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

LOGIKA MATEMATIKA

15

Gerbanglogika

A
B

Bo

Di

Bin

Simbol
A

Di

FS

B
Bin

Bo

Tabel kebenarannya:
INPUT
A
0
0
0
0
1
1
1
1

B
0
0
1
1
0
0
1
1

Bin
0
1
0
1
0
1
0
1

OUTPUT
Di
0
1
1
0
1
0
0
1

Bo
0
1
1
1
0
0
1
1

Persamaan logikanya:
Di = A.B.C+ A.B.C+ A.B.C+ A.B.C
Bo = A.B.C+ A.B.C+ A.B.C+ A.B.C

Latihan
1. Perhatikan gambar dibawah ini:

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

LOGIKA MATEMATIKA

16

Gerbanglogika

S1

S2

S3

Jelaskan prinsip kerjanya dan fungsi logika apa yang dijalankan?

2. Dengan menggunakan sifat-sifat Aljabar Boolean buktikan bahwa output dari rangkaian ini
adalah Y = A + B

A
Y
B
3. Bagaimanakah deretan pulsa yang terlihat pada keluaran gerbang EX-OR gambar dibawah
ini:

A 01100111
B 11000100
C 00101101

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Budi Utami Fahnun S.Kom.,MM.

LOGIKA MATEMATIKA

17