Anda di halaman 1dari 25

Alignment of

Transposed
Mandibular Lateral
Incisior and Canine
using Removable
Appliances

SEMINAR KASUS
BIDANG ILMU ORTODONTIK

Oleh:
Mila Yuniarti
G1G212008

TRANSPOSISI

Transposisi

Transposisi adalah posisi anomali dari gigi


dimana dua gigi yang berdekatan telah
bertukar posisi dalam lengkung gigi.

Komplit
Inkomplit

Transposisi

Transposisi inkomplit
Transposisi komplit

Prevalensi Transposisi
Insidensi kasus transposisi paling sering
terjadi pada maksila yang menyertai C-P1
sebanyak 58 % dan C-I2 sebanyak 20%.
Sedangkan insidensi transposisi mandibula
yang menyertai C-I2 sebanyak 0,03%.

Maksila > Mandibula


Unilateral > Bilateral
Wanita > Pria
Sisi kiri > kanan

LAPORAN KASUS
Seorang anak perempuan berusia 12 tahun dirujuk ke Departemen
Kedokteran gigi anak, Universitas Hacettepe karena mengalami
transposisi gigi insisiv lateral dan kaninus permanen mandibula kanan.
Pemeriksaan klinis menunjukkan :
Oral hygine pasien baik dan jaringan periodonsium sehat.
Fase mixed dentition
Diagnosis skeletal dan dental kelas I Angle
Overjet 2 mm, dan overbite 2,5 mm
Tidak terdapat crowding dan tidak ada kekurangan ruang lengkung untuk
kedua lengkung rahang.
Midline gigi mandibula deviasi 3 mm ke kiri dari gigi maksila dan midline
wajah.
Gigi kaninus kanan desidui mandibula belum tanggal dan cusp kaninus
permanen mandibula kanan mulai erupsi lebih ke bukal di antara
insisivus sentral dan lateral permanen kanan.
Transposisi komplit.

RENCANA PERAWATAN
Setelah berkonsultasi dengan Departemen Ortodontia,
diputuskan untuk membuat kaninus permanen erupsi
dalam posisi transposisi dan mengubah bentuk gigi
insisivus lateral dan kaninus ketika proses erupsi gigi
selesai.
Perawatan dapat dilakukan dengan piranti cekat atau
dengan piranti lepasan dengan berbagai keterbatasan.
Kedua pilihan tersebut telah dijelaskan kepada pasien
dan keluarga dari pasien.
Orang tua pasien memilih perawatan dengan piranti
lepasan karena alasan ekonomi.
Perawatan pertama yang dilakukan adalah mencabut
kaninus desidui mandibula kanan agar ada pergerakan
insisiv lateral ke distal akibat erupsi dari gigi kaninus
permanen.

RENCANA PERAWATAN
Setelah 11 bulan, dilakukan observasi bahwa insisivus
lateral kanan mandibula bergerak ke distal sehingga
kaninus erupsi hampir sempurna di antara insisivus
sentral dan lateral.
Sebuah peranti lepasan dibuat dengan modifikasi pegas
pada lengkung vestibular. Sebuah tombol terikat pada
permukaan bukal kaninus yang berkontak dengan
lengan aktif pada pegas untuk mempercepat erupsi.
Dua bulan kemudian dibuat piranti lepasan baru dengan
pegas labiolingual untuk mengkoreksi rotasi.

RENCANA PERAWATAN
Komponen aktif berupa modifikasi pegas
pada lengkung vestibular dibuat dengan
diameter kawat 0,5 mm, sebuah button
terikat pada bagian permukaan bukal gigi
43 yang berkontak dengan lengan aktif
pegas.
Komponen retensi berupa cangkolan
adam pada gigi 36 dan 46
Penjangkaran
Lempeng akrilik
Busur labial pasif, diameter kawat 0,8
mm

RENCANA PERAWATAN

Komponen aktif berupa pegas


palatal : finger spring dengan
diameter 0,5 mm di bagian palatal
gigi 43
Aktivasi dilakukan pada lengan
pegas, mula-mula yang di dekat
koil yang jauh dari gigi,
kemudian ujung lainnya yang
mengenai gigi.
Komponen retensi berupa cangkolan
adam 36 dan 46
Penjangkaran
Lempeng akrilik
Busur labial pasif 0,8 mm

HASIL PERAWATAN
Satu bulan setelah insersi piranti lepasan, dilakukan observasi yang
menunjukkan rotasi kaninus telah terkoreksi.
Untuk membuat gigi insisiv lateral dari gigi kaninus, 1 mm dari tepi cusp
kaninus dihilangkan dengan diamond fissure bur.
Dilakukan restorasi menggunakan composite light cure. Margin gingiva
kaninus dan insisivus lateral terlihat dalam tingkat yang hampir sama
maka tidak dibutukan bedah periodontal.
Waktu pasien dalam menggunakan piranti lepasan tersebut ditambah
selama 6 bulan untuk periode retensi.
Sembilan bulan setelah perawatan restorasi, tidak terjadi relaps dan
tidak ada permasalahan estetik. Penyesuaian kesejajaran akar juga
terlihat melalui radiografi.

HASIL PERAWATAN

PEMBAHASAN
Transposisi sering kali disertai dengan
anomali gigi lainnya seperti edentulous, gigi
lebih kecil atau peg shaped pada gigi insisiv
lateral maksila, persistensi gigi decidui,
malposisi, rotasi, dan dilaserasi akar pada
gigi tetangga. Namun, persistensi
merupakan kasus yang paling sering
menyertai transposisi gigi.

PEMBAHASAN
Terdapat beberapa pendapat mengenai etiologi transposisi
gigi, yaitu:
1. Faktor genetik (family history)
2. Migrasi perkembangan gigi dari jalan erupsi normal
3. Dilaserasi akar
4. Intervensi dalam perkembangan lamina dental
5. Kurangnya resorpsi akar pada kaninus decidui,
6. Gangguan mekanis pada proses erupsi gigi permanen,
7. Premature loss gigi decidui
8. Persistensi

TRANSPOSISI

PERANTI ORTHODONTI
1. Cekat

a.
b.
c.
d.
e.

Buccal tube
Molar band
Bracket
Arch wire
Auxillary spring

2. Lepasan

a.
b.
c.
d.
e.

Base plate
Komponen retentif
Komponen aktif
Komponen pasif
Komponen penjangkar

Kekuatan Optimal Untuk


Menggerakkan Gigi
Tipe pergerakan

Kekuatan (gram)

Tipping

50-75

Bodily

100-150

Torque

75-125

Rotasi

50-100

Extrusion

50-100

Intrusion

15-25

KEUNTUNGAN PERANTI
LEPASAN
Maloklusi yang memerlukan pergerakan tipping, bila dirawat
menggunakan peranti lepasan hasilnya cukup baik
Pengurangan tumpang gigit mudah dilakukan pada masa geligi
pergantian.
Dapat diberi peninggian gigit untuk menghilangkan halangan dan
displacement mandibula.
Pengontrolan peranti lebih mudah dibandingkan dengan peranti cekat
karena hanya beberapa gigi yang digerakkan pada setiap saat.
Peranti lepasan dibuat di laboratorium, sedangkan insersi dan aktivasi
yang dilakukan di klinik, tidak memerlukan waktu terlalu lama.
Relatif murah dan tidak diperlukan persediaan bahan yang banyak dan
mahal.
Dapat dilepas oleh pasien untuk dibersihkan sehingga pemeliharaan
kebersihan mulut tidak sukar.
Apabila ada kerusakan atau menyebabkan rasa sakit, pasien dapat
melepas peranti untuk sementara

KETERBATASAN PERANTI
LEPASAN :
kekuatan hanya diberikan pada satu titik di mahkota, dengan
demikian gigi akan bergerak tipping.
Koreksi satu atau dua gigi insisivi atas yang rotasi dapat dilakukan
dengan peranti ini, tetapi untuk rotasi multipel tidak mudah
dilakukan.
Hanya beberapa gigi saja yang dapat digerakkan setiap tahap
Sisa diastema pada kasus pencabutan sukar atau bahkan tidak
mungkin ditutup dari distal.
Perawatan yang sering berhasil adalah kasus berdesakan dengan
pencabutan premolar.
Peranti lepasan rahang bawah tidak mudah diterima pasien karena
lidah terdesak selain a problema retensi.
Pegas-pegas lingual jarang memuaskan karena tempatnya sangat
terbatas
Pasien yang tidak kooperatif sering tidak memakai perantinya.

INDIKASI
Pasien yang kooperatif, kebersihan mulut dan geligi dalam kondisi
yang baik.
Maloklusi dengan pola skelet kelas I atau yang tidak jauh
menyimpang disertai kelainan letak gigi:
jarak gigit yang besar
gigitan terbalik
malposisi gigi tetapi akar gigi terletak pada tempat yang benar
kelainan jurusan bukolingual disebabkan displacement
mandibula.
Pencabutan yang terencana dengan memberi kesempatan gigi
untuk bergerak tipping.

KONTRA INDIKASI:
Diskrepansi skeletal yang jelas
Bila dibutuhkan penjangkaran antar
maksila
Malposisi apex, rotasi yang parah ataupun
rotasi multipel
Bila diperlukan pergerakan gigi secara
translasi
Bila terdapat problema ruangan.

ALTERNATIF PERANTI LAIN


UNTUK PERGERAKAN EKSTRUSI
1. Peranti Hawley
labial bow (0 0,7mm)
Cuboidal composite resin button (4mm long, 2mm wide, and 1,5mm thick)
Diaktivasi 1mm setiap 4 minggu

Setelah dilakukan ekstrusi dilakukan follow up dan retainer


selama 3 bulan (dipakai malam hari)
Setelah 3 bulan button dilepas dari permukaan gigi dan
dilanjutkan dengan penggunaan retainer selama 6 bulan
(dipakai malam hari)

ALTERNATIF PERANTI LAIN


2. Peranti cekat

Kesimpulan
Tujuan utama dari perawatan pada gigi transposisi
adalah untuk mengkoreksi posisi dari gigi yang mengalami
transposisi. Pilihan perawatan dengan peranti cekat atau
lepasan dapat menjadi alternatif perawatan sesuai dengan
kondisi ekonomi dan keinginan pasien. Meskipun terapi
dengan peranti lepasan mempunyai keterbatasan, namun
fungsi oklusi dapat dikembalikan dan didapatkan.
Beberapa faktor seperti umur pasien, oklusi, estetik,
kekooperatipan pasien, oral hygine, dukungan periodontal
dan lama perawatan harus dipertimbangkan untuk
mencegah beberapa kerusakan pada gigi dan struktur
pendukung gigi.

TERIMAKASIH