Anda di halaman 1dari 21
  • A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

Nikmat yang penting bagi umat muslim sesudah Islam dan iman adalah kesehatan. Allah telah menempatkan kesehatan jasad dan alat-alat tubuh sebagai amanat yang diserahkan kepada manusia untuk dipelihara dan dijaga agar berfungsi dengan baik, lalu digunakan untuk beramal shalih. Islam mengenal satu konsep yang dinamik tentang kesehatan dan di dalamnya tercakup pengertian tentang shihah yaitu keadaan jasmani yang memungkinkan seluruh anggota tubuh berfungsi dengan baik. Selain pengertian shihah masih ada pengertian tentang aafiyah, yakni suatu keadaan yang lebih afdhal dan dampaknya menjangkau kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Kesehatan merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Islam menganjurkan kepada umatnya untuk hidup serba sehat dan didahului oleh perintah mewujudkan kesucian dan kebersihan. Seorang yang akan sholat terlebih dahulu dianjurkan harus suci serta bersih dari hadats dan najis.

Sholat merupakan tiang dan pondasi agama yang sangat penting bagi seorang muslim. Ialah yang membedakan antara orang muslim dengan orang kafir. “Sungguh yang memisahkan antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan sholat.” 1

Hukum meninggalkan sholat dalam agama Islam, menurut jumhur ulama adalah termasuk dosa besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Apabila orang itu mengingkari wajibnya sholat, maka dia telah kafir. misalnya, meyakini bahwa sholat itu hukumnya sunnah atau mubah (sholat boleh, tidak sholat juga boleh). Selain itu, apabila mereka tetap meyakini bahwa sholat itu wajib, namun

1 HR. Muslim

tidak pernah melaksanakannya karena alasan malas, maka setidaknya ada tiga pendapat ulama yang berbeda soal hal ini:

Menurut sebagian ulama Syafi'i dan sebagian ulama Maliki, dianggap murtad (keluar dari islam) dan hukuman atasnya adalah bunuh. Menurut mazhab Syafi'i dan Maliki serta sebagian ulama Hambali, tidak dianggap murtad/kafir, namun tetap dihukumi had dengan dibunuh. Menurut mazhab Hanafi, dianggap fasiq (telah berbuat dosa besar) dan hukuman atasnya ialah harus dipenjara sampai ia bertaubat dan mau melaksanakan sholat.

Kriteria malas jika dilihat secara kasuistik:

  • 1. Malas mengerjakan sholat karena meyakini bahwa sholat itu tidak wajib. maka orang yang seperti ini mutlak dihukumi kafir sebagaimana kesepakatan jumhur ulama.

  • 2. Malas mengerjakan sholat karena menggampangkan dan ujung-ujungnya tidak melaksanakan sholat itu. Bahkan ketika diajak sholat selalu enggan dan menembak dengan kalimat "tar! tar! tar!". Orang yang semacam ini juga pantas dihukumi kafir menurut Imam Ahmad dan mayoritas ulama salaf.

  • 3. Malas mengerjakan sholat dengan rutin alias bolong-bolong, maka orang semacam ini masih tetap dianggap sebagai muslim. Namun keimanannya sebatas perintah yang dikerjakannya saja.

  • 4. Malas mengerjakan sholat karena tidak mengetahui bahwa meninggalkan sholat itu dapat membuat orang kafir. Maka baginya tetap dianggap muslim, namun mendapat predikat jahil (bodoh).

  • 5. Malas mengerjakan sholat pada waktunya. artinya dia tetap sholat, namun selalu ditunda-tunda yang berakibat mengerjakan sholat diluar waktunya. baginya tidak dianggap kafir namun dia tercela dan berdosa karena telah lalai. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an:“Maka kecelakanlah bagi

orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya. (Q.S. Al-Maun, 107: 4-5)

  • B. Rumusan Masalah

    • 1. Pengertian sholat?

    • 2. Apa hikmah sholat apabila ditinjau dari dimensi dan medis?

    • 3. Apa manfaat gerakan sholat?

  • C. Tujuan

    • a. pengertian

    Mengetahui

    sholat

    baik

    secara

    entimologi

    dan

    terminologi.

    • b. Mengetahui manfaat sholat apabila ditinjau dari rohani dan medis.

    • c. Mengetahui manfaat gerakan sholat.

    BAB II TATA CARA SHOLAT

    • A. PENGERTIAN SHOLAT

    Secara

    bahasa,

    sholat

    itu

    bermakna

    doa.

    Sholat

    dengan

    makna

    doa

    dicontohkan di dalam Al-Quran Al-Kariem pada ayat berikut ini.

    له ممص و ا ممه و ب م ممه يهِك ه زوختو و م ممخهر خ ه ط خت ةة وقودممص و مذ ه

    و و

    م ذ

    م

    ذ

    ه

    و

    ن

    و

    م

    و

    ملالو و أ ن ذذخخ

    ذ

    ممم

    ذ

    مممم

    و

    م يهِلموع نعيهِمم س ه ل لالو و م ه ل ن ك س ك و وتلاص و نن إ م ه ذيهِل وع

    ن

    و

    خ

    ذ خ

    ن

    و

    و

    م ذ م

    Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan sholatlah (mendo'alah) untuk mereka. Sesungguhnya sholat (do'a) kamu itu merupakan ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS. At-Taubah : 103)

    Dalam ayat ini, sholat yang dimaksud sama sekali bukan dalam makna syariat, melainkan dalam makna bahasanya secara asli yaitu berdoa.

    Adapun

    makna

    menurut

    syariah,

    sholat

    didefinisikan

    sebagai

    :

    “serangkaian ucapan dan gerakan yang tertentu yang dimulai dengan takbir dan

    diakhiri dengan salam sebagai sebuah ibadah ritual”. 2

    • B. HUKUM SHOLAT

    Melaksanakan sholat adalah wajib 'aini bagi setiap orang yang sudah mukallaf (terbebani kewajiban syari'ah), baligh (telah dewasa/dengan ciri telah bermimpi), dan 'aqil (berakal).

    Allah berfirman:

    "Dan

    tidaklah mereka

    diperintah

    kecuali

    agar

    mereka hanya

    beribadah/menyembah kepada Allah sahaja, mengikhlaskan keta'atan pada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan hanif (lurus), agar mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, demikian itulah agama yang lurus". (Surat Al-

    Bayyinah:5).

    • C. PENETAPAN SHOLAT

    2

    Sangkan, Abu. Pelatihan Sholat Khusyu’ Sholat Sebagai Meditasi Tertinggi dalam Islam. (Jakarta: Shalat Center dan Baitul Ihsan, 2007), hlm:2

    Diantara sekian banyak bentuk ibadah dalam Islam, sholat adalah yang pertama kali di tetapkan kewajibannya oleh Allah subhanahu wa ta'ala, Nabi menerima perintah dari Allah tentang sholat pada malam mi'raj (perjalanan ke langit) tanpa perantara.

    Anas berkata: "sholat diwajibkan kepada Nabi sebanyak 50 reka'at pada malam ketika beliau diperjalankan (isra'-mi'raj), kemudian dikurangi hingga menjadi tinggal 5 roka'at kemudian ada yang menyerunya: Wahai Muhammad hal tersebut tidak seperti harapanku namun bagimu yang 5 roka'at itu setara dengan 50 roka'at." (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan An-Nasa'i). 3

    D. KEDUDUKAN SHOLAT

    Sholat merupakan salah satu rukun Islam setelah syahadatain. Dan amal yang paling utama setelah syahadatain. Barangsiapa menolak kewajibannya karena bodoh maka dia harus dipahamkan tentang wajibnya sholat tersebut, barangsiapa tidak meyakini tentang wajibnya sholat (menentang) maka dia telah kafir. Barangsiapa yang meninggalkan sholat karena menggampang-gampangkan atau malas, maka wajib baginya untuk bertaubat kepada Allah.

    Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

    "Pemisah di antara kita dan mereka (orang kafir) adalah sholat. Barangsiapa meninggalkannya maka sungguh dia telah kafir." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).

    Sholat dalam Islam mempunyai kedudukan yang tidak disamai oleh ibadah-ibadah lainnya. Ia merupakan tiangnya agama ini. Yang tentunya tidaklah akan berdiri tegak kecuali dengan adanya tiang tersebut.

    Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menegaskan:

    "Pondasi (segala) urusan adalah Islam, dan tiangnya (Islam) adalah sholat, sedangkan yang meninggikan martabatnya adalah jihad fi sabilillah." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

    Sholat merupakan kewajiban mutlak yang tidak pernah berhenti kewajiban melaksanakannya sekalipun dalam keadaan takut, sebagaimana firman Allah Ta'ala menunjukkan:

    "Peliharalah segala sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wustha. Jika kamu dalam keadaan takut (akan bahaya), maka sholatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah

    3 Nashiruddin Al-Albani. Muhammad, Sifat Sholat Nabi Edisi Revisi, Cet. Ke-1 (Yogyakarta:Media Hidayah), hlm.5

    (sholatlah) sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui." (QS. AL-baqarah : 238 - 239).

    Sholat adalah ibadah yang pertama kali diwajibkan Allah dan nantinya akan menjadi amalan pertama yang dihisab di antara malan-amalan manusia serta merupakan akhir wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana disebutkan dalam sabdanya:

    "Sholat, sholat dan budak-budak yang kamu miliki." (HR. Ibnu Majah dan Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

    Sholat yang nantinya akan menjadi amalan terakhir yang hilang dari agama ini. Jika sholat telah hilang, berarti hilanglah agama secara keseluruhan. Untuk itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan dengan sabdanya:

    "Tali-tali (penguat) Islam sungguh akan musnah seikat demi segera berpegang dengan ikatan berikutnya (yang lain). Ikatan yang pertama kali binasa adalah hukum, dan yang terakhir kalinya adalah sholat." (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani). 4

    E. RUKUN-RUKUN SHOLAT

    Rukun sholat adalah setiap bagian sholat yang apabila ketinggalan salah satunya dengan sengaja atau karena lupa maka sholatnya batal (tidak sah).

    • 1. Berdiri bagi yang mampu, bila tidak mampu berdiri maka dengan duduk, bila tidak mampu duduk maka dengan berbaring secara miring atau terlentang.

    • 2. Takbiratul Ihram (

    (sholatlah) sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui." (QS. AL-baqarah : 238 -

    ) ketika memulai sholat

    • 3. Membaca Al Fatihah

    • 4. Rukuk

    • 5. I'tidal

    • 6. Sujud

    • 7. Bangun dari sujud

    • 8. Duduk diantara dua sujud

    • 9. Tuma'ninah dalam setiap rukun

    • 10. Tasyahud Akhir

    • 11. Duduk Tasyahud Akhir

    • 12. Shalawat atas Nabi pada Tasyahud Akhir

    • 13. Tertib pada setiap rukun

    • 14. Salam

    4 Ibid, hlm.7

    • F. HAL YANG WAJIB DALAM SHOLAT

    Hal yang wajib dalam sholat adalah bagian sholat yang apabila ketinggalan salah satunya dengan sengaja maka sholatnya batal (tidak sah), tapi kalau tidak sengaja atau lupa maka orang yang sholat diharuskan melakukan sujud sahwi.

    • 1. Semua takbir selain takbiratul ihram

    • 2. Melafadzkan : SUBHANA RABBIYAL A'DZIIM pada saat ruku'

    • 3. Melafadzkan : SAMI'ALLAHULIMAN HAMIDAH bagi Imam dan pada saat sholat sendiri

    • 4. Melafadzkan : RABBANA WALAKAL HAMDU bagi Imam, makmum dan pada saat sholat sendiri

    • 5. Melafadzkan : SUBHANA RABBIYAL A'LA pada saat sujud

    • 6. Melafadzkan : RABIGHFIRLII pada saat duduk diantara dua sujud

    • 7. Tasyahud awal

    • 8. Duduk Tasyahud awal

    • G. HAL YANG SUNNAH DALAM SHOLAT

    Hal yang sunnah dalam sholat adalah bagian sholat yang tidak termasuk dalam rukun maupun wajib, tidak membatalkan solat baik ditinggalkan secara sengaja maupun lupa.

    • 1. Mengangkat kedua tangan ketika takbir.

    • 2. Membaca do'a istiftah/iftitah

    • 3. Membaca ta'awudz ketika memulai qiro'ah (bacaan)

    • 4. Membaca surat dari Al-Qur'an setelah membaca Al-Fatihah pada dua rakaat yang awal

    • 5. Meletakkan dua tangan pada lutut selama rukuk

    • 6. Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri selama berdiri

    • 7. Mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud selama sholat (kecuali waktu tasyahud- pent)

    • H. HAL YANG MEMBATALKAN SHOLAT

      • 1. Berbicara ketika sholat

      • 2. Tertawa

      • 3. Makan dan minum

      • 4. Berjalan terlalu banyak tanpa ada keperluan

    5.

    Tersingkapnya aurat

    • 6. Memalingkan badan dari kiblat

    • 7. Menambah rukuk, sujud, berdiri atau duduk secara sengaja

    • 8. Mendahului imam dengan sengaja

    I. HAL YANG MAKRUH DALAM SHOLAT

    • 1. Memejamkan dua mata

    • 2. Menoleh tanpa keperluan

    • 3. Meletakkan lengan dilantai ketika sujud

    • 4. Banyak melakukan gerakan yang sia-sia, misal: main-main dengan jam (melihat jam, mengakurkan jam, memperbaiki tali jam, membersihkan jam dll), mempermainkan baju, atau lainya

    J. TATA CARA SHOLAT

    Menegaskan kembali bahwa tata cara sahalat kita harus sesuai dengan tuntunan Nabi SAW. Segala bentuk penambahan dan pengurangan dari tata cara sholat adalah tidak baik. Berikut adalah tata cara sholat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW:

    1.

    Niat

    Yaitu niat dari hati untuk melaksanakan sholat tertentu, hal ini berdasarakan sabda Rasulullah SAW bahwa sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. (Muttafaq ’alaih). Dan niat itu dilakukan bersamaan dengan melaksanakan takbiratul ihram dan mengangkat kedua tangan, namun tidak masalah jika niat lebih dahulu dari keduanya.

    2.

    Berdiri

    Sholat dilakukan berdiri bagi yang mampu. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT:

    ”Peliharalah

    segala sholat(mu) dan (peliharalah) sholat wustha (Ashar).
    segala
    sholat(mu)
    dan
    (peliharalah)
    sholat
    wustha
    (Ashar).

    Berdirilah karena Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu’.” (Al-Baqarah: 238)

    Dan berdasarkan sabda Rasulullah SAW kepada Imran bin Hushain: ” Sholatlah kamu dengan berdiri, apabila tidak mampu maka dengan duduk, dan

    jika tidak mampu juga maka sholatlah dengan berbaring ke samping.” (H.R. Bukhori).

    • 3. Takbiratul Ihram

    Yaitu dengan lafadz: ”Allahu Akbar”. Takbiratul Ihram tersebut harus diucapkan dengan lisan, tidak hanya di dalam hati. Juga disunahkan untuk mengangkat kedua tangan. Setelah takbiratul ihram, disunahkan bersedekap dengan cara menggenggam pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan dan

    meletakannya di atas dada (Hadits An Nasa’i). Atau meletakkan telapak tangan kanan di atas telapak tangan kiri kemudian meletakkan di atas dada (Hadits riwayat Abu Dawud).

    • 4. Membaca Al-Fatihah

    Sebelum membaca Al-Fatihah disunahkan membaca doa isti’adzah dan basmallah. Membaca surat Al-Fatihah termasuk rukun sholat, tidak sah sholat jika tidak membacanya. 5 Setelah membaca Al-Fatihah disunahkan untuk membaca ”amin” (HR Bukhari dan Muslim) dan suart lain yang dihafal. Boleh dibaca satu surat secara utuh atau hanya beberapa ayat dalam Al-Qur’an.

    • 5. Rukuk

    Perintah untuk rukuk terdapat dalam firman Allah SWT:

    ”Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat
    ”Hai
    orang-orang
    yang
    beriman,
    rukuklah
    kamu,
    sujudlah
    kamu,
    sembahlah
    Rabbmu
    dan
    perbuatlah
    kebajikan
    supaya
    kamu
    mendapat
    kemenangan.” 6

    Rukuk dilakukan seraya mengucapkan takbir, mengangkat kedua tangan sebagaimana pada waktu takbiratul ihram. Nabi meletakkan kedua tangannya di atas kedua lutut menggenggamnya. (H.R Abu Dawud dan Al Hakim). Posisi punggung pada waktu rukuk dijelaskan dalam hadits: Wabisyah bin Ma’dab berkata: ”Aku pernah menyaksikan Rasulullah mengerjakan sholat, dimana ketika

    • 5 HR Bukhari

    • 6 Al-Hajj: 77

    rukuk, beliau meluruskan punggungnya sehingga apabila dituangkan air diatasnya, air akan tetap di tempat (hR Ibnu Majah).

    • 6. I’tidal

    Bangkit dari rukuk seraya mengucapkan ”Sami’allahu liman hamidah”, disunahkan mengangkat tangan seperti ketika takbiratul ihram. Hendaknya dilakukan sampai tegak lurus berdiri. 7 Setelah tegak berdiri, hendaknya membaca do’a i’tidal.

    • 7. Sujud

    Gerakan sujud dimulai dengan mengucapkan takbir ”Allahu Akbar”, turun dengan mendahulukan kedua lutut kemudian kedua tangan. 8 Sujud dilakukan dengan tujuh anggota badan, yaitu jari jemari kedua kaki, kedua lutut, kedua tangan dan di atas dahi. 9 Kedua tangan diletakkan dengan menghadapkan jari-jari ke arah kiblat, tanpa menggenggam dan tidak pula mengembangkannya. 10

    • 8. Duduk antara dua sujud

    Ketika bangkit dari sujud, disunahkan membaca takbir kemudian duduk di antara dua sujus dengan bertumpu di atas telapak kaki kiri dan menegakkan telapak kaki kanan (duduk iftirasyi). Tangan diletakkan di atas paha dan ujung jari-jari tangan di atas lutut. Tangan kanan diletakkan di atas lutut kanan, tangan kiri di atas lutut kiri, seolah-olah menggenggamnya seraya mengucapkan do’a. Kemudian dilakukan sujud yang kedua, sebagaimana yang dilakukan pada sujud pertama.

    • 9. Tuma’ninah ketika rukuk, sujud, berdiri, dan duduk.

    Tuma’ninah ditegaskan pada saat rukuk, sujud dan duduk, sedang i’tidal pada saat berdiri. Hakikat tuma’ninah ialah orang yang rukuk, sujud, duduk atau berdiri itu berdiam sejenak. Lamanya sekedar waktu yang cukup untuk membaca bacaan yang dituntunkan sebanyak satu kali setelah semua anggota tubuhnya berdiam. Adapun selebihnya dari itu adalah sunah hukumnya.

    • 10. Bangkit dari sujud

    Selesai sujud kedua kemudian bangkit untuk mengerjakan raka’at kedua dengan bertumpu kepada kedua lutut seraya mengucap takbir. Raka’at kedua

    • 7 HR Bukhari Muslim

    • 8 HR Hakim

    • 9 H.R Bukhari Muslim 10 HR Abu Dawud

    dilaksanakan sebagaimana raka’at pertaman, hanya tidak perlu membaca do’a iftitah dan isti’adzah.

    • 11. Tasyahud Awal Duduk tasyahud awal dilakukan sebagaimana cara duduk di antara dua

    sujud, yaitu duduk iftirasy. Adapun posisi tangan kanan di atas paha kanannya, mengisyaratkan jari telunjuk yang dekat dengan ibu jari ke arah kiblat sambil

    mengarahkan pandangan padanya atau ke arahnya (HR Nasa’i). Adapun tangan kiri tetap diletakkan di atas lutut kiri seolah menggenggamnya atau boleh juga membentangkan tanpa menggenggamnya seraya mengucapkan doa.

    • 12. Tasyahud Akhir

    Cara Rasulullah SAW duduk tawarrukdalam raka’at terakhir sholatnya, beliau memajukan kaki sebelah kiri dan menegakkan kaki kanan, serta duduk di

    atas bokongnya. 11 Posisi tangan sama dengan pada tasyahud awal. Doa yang dibaca sama dengan tasyahud awal ditambah membaca shalawat kepada nabi dan keluarganya.

    • 13. Salam

    Sebagai penutup sholat adalah salam. Apabila seseorang menyalahi urutan rukun sholat sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh Rasulullah SAW, seperti mendahulukan yang semestinya diakhirkan atau sebaliknya, maka batallah sholatnya.

    11 HR Bukhari

    BAB III HIKMAH SHOLAT DITINJAU DARI ROHANI DAN MEDIS

    A. Hikmah Sholat ditinjau dari Rohani Sholat disyari'atkan sebagai bentuk tanda syukur kepada Allah, untuk menghilangkan dosa-dosa, ungkapan kepatuhan dan merendahkan diri di hadapan Allah, menggunakan anggota badan untuk berbakti kepada-Nya yang dengannya bisa seseorang terbersih dari dosanya dan tersucikan dari kesalahan-kesalahannya dan terajarkan akan ketaatan dan ketundukan. Allah telah menentukan bahwa sholat merupakan syarat asasi dalam memperkokoh hidayah dan ketakwaan, sebagaimana disebutkan dalam firman- Nya:

    "Alif Laaam Miiim. Kitab (Al Qur-an) tidak ada keraguan di dalamnya, menjadi petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka." (QS. Al Baqarah : 1-2). Di samping itu Allah telah mengecualikan orang-orang yang senantiasa memelihara sholatnya dari kebiasaan manusia pada umumnya: berkeluh kesah dan kurang bersyukur, disebutkan dalam fiman-Nya:

    "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan sholat, yang mereka itu tetap mengerjakan sholat." (QS Al Ma'arij: 19-22). Dapat disimpulkan hikmah dan rahasia sholat yang terkandung dalam sholat antara lain:

    • 1. Mengingatkan kepada Allah, menghidupkan rasa takut dan tunduk kepadaNya, serta menumbuhkan dalam jiwa rasa kebesaran dan kekuatanNya. Allah berfirman dalam Surat Thaha ayat 14.

    • 2. Menyucikan roh dan menjauhkan dari perbuatan jahat. Sebagaimana dijelaskan Allah dalam Surat Al-Ankabut ayat 45.

    • 3. Mendidik dan melatih manusia menjadi orang yang tenang dalam mengahdapi segala penderitaan dan menghilangkan sifat kikir. Allah berfirman dalam Surat Al-Ma’aarij ayat 22.

    • 4. Menghapus dosa.

    • 5. Mendidik disiplin, sebagaimana firman Allah dalam Surat An Nisa ayat 103.

    • 6. Mendidik kebersihan

    • 7. Menjaga kesehatan.

    • B. Hikmah Sholat ditinjau dari sudut Pandang Medis

    • a. Keistimewaan Gerakan Sholat

    1. Berdiri dalam Sholat Kita diperintahkan untuk berdiri tegak, simetris antara belahan tubuh kanan dan kiri. Beberapa unsur medis yang perlu dibahas adalah:

    • a. Titik tumpu berat badan. Berat badan menumpu ditelapak kaki, dibagi di kedua kaki kanan-kiri sama berat. Ditelapak kaki terdapat titik- titik refleksi/akupuntur yang sangat penting untuk menstrimulasi organ- organ dalam tubuh orang yang sholat. Cara menumpu yang demikian juga akan membuat postur tubuh kita lurus, serasi da tegap.

    • b. Jari-jari menghadap ke arah kiblat. Dengan menghindari kaki yang merapat dan membentuk sudut 45 derajat, serta mengusahakan agar mata kaki terekspose keluar (tumit lebih diregang keluar). Maka, otomatis kaki mengarah searah dengan kita menghadap, tidak serong menyamping keluar. Dengan demikian, jari-jari pun akan mengarah ke kiblat.

    Efek lain dari berdiri tegak yang juga dapat dipertimbangkan adalah tumpuan berat badan yang merata akan membuat kompaksitas susunan tulang- tulang penyangga tubuh menjadi rata. Hal ini bermanfaat terhadap penurunan resiko terjadinya patah tulang yang sering begitu mudah terjadi meski hanya dengan terpeleset di kamar mandi, turun tangga, dll.

    Dalam ilmu orthopedi (bedah tulang) terdapat teori trabekulasi tulang. Berat tubuh yang menumpu ditungkai akan diproyeksikan dan di distribusikan di sepanjang tungkai. Jalur distribusi itu membuat tulang lebih padat, sementara bagian yang berada di luar jalur lebih tipis matriksnya.

    Allah SWT mengingatkan kita didalam firmanNya:

    Allah SWT mengingatkan kita didalam firmanNya: ” Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan

    ” Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” 12

    Salah satu bentuk kemalsan itu adalah kaki kanan menopang hampir seluruh berat tubuh, sementara kaki kiri seakan-akan istirahat dari tugas menopang berat badan, atau sebaliknya, apabila kita memperhatikan orang yang demikian, dia akan tampak lesu dan tidak bersemangat.

    • 2. Gerakan Takbiratul Ihram

    Gerakan memulai sholat dengan mengangkat tangan sedemikian sehingga telapak menghadap kiblat disamping kanan kiri bahu atau wajah kita. Beberapa hal yang penting dibahas dari sisi medis adalah:

    • a. Kata ”ALLAHU AKBAR”. Harian Arab Saudi Al-Watan melaporkan bahwa profesor Vander Hoven menyimpulkan, mereka orang muslim yang membaca Al-Qur’an dengan teratur dapat mencegah penyakit-penyakit psikologis. Lebih lanjut profesor itu menjelaskan, bagaimana setiap huruf dari kata ALLAH itu mempengaruhi penyembuhan psikologis. Ternyata mengucapkan kata ini, tidak pernah dijumpai pada bahasa-bahasa lain di dunia. Secara fisiologis, pengucapan huruf pertama, yakni ”A” melapangkan sistem pernafasan, berfungsi mengontrol gerak nafas. Kemudian saat mengucapkan konsonan ”L” menurut cara orang Arab dengan lidah tertarik ke langit-langit dan sedikit tergelincir dibagian rahang atas, sejenak tertahan sebelum kemudian mengucapkan bunyi ”LOH” membentuk ruang tertentu di rongga mulut. Jeda yang pendek dan kemudian disusul dengan jeda yang sama secara berurutan ini menimbulkan pengaruh yang nyata terhadap relaksasi pernafasan. Juga, pengucapan huruf terakhir, yakni ”H” membuat kontak antara paru-paru dan jantung dan pada gilirannya kontak ini dapat mengontrol denyut jantung.

    12 QS An Nisa: 142

    • b. Rongga dada melebar. Pada saat gerakan takbir, bahu terangkat sedikit, tulang-tulang rusuk ikut terangkat menimbulkan kelebaran rongga dada. Akibatnya, tekanan udara di dalam rongga mengecil dan memudahkan udara nafas masuk dengan cepat.

    • c. Melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Selain itu menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

    • d. Sekat rongga badan (diafragma) terlatih. Berpengaruh terhadap fungsi-fungsi fisiologis lainnya, karena pasti di otak terjadi asosiasi dan sinkronisasi pusat. Pusat pengaturan gerak dan kerja organ-organ dalam.

    • e. Ketiak dibuka. Ketiak adalah stasiun regional utama bagi peredaran limfe (getah bening) yang merupakan kumpulan dari keseluruhan anggota gerak bagian atas (tangan, lengan bawah, lengan atas, dan bahu). Gerakan ini adalah gerakan ”active pumping” yang sangat bermanfaat.

    • 3. Rukuk

    Rukuk adalah membungkukkan badan sedemikian sehingga punggung, leher, dan kepala menjadi posisi horizontal. Posisi kaki masih tetap seperti saat berdiri pada awalnya. Pada saat rukuk sempurna, tulang belakang menjadi relatif lurus. Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan

    • a. Posisi horizontal. Posisi ini memungkinkan berat badan bergeser ke depan dan tubuh seakan-akan ingin terperosok ke depan. Dengan posisi demikian, kompresi antar ruas-ruas tulang belakang dapat dikurangi.

    • b. Kedua lengan menyangga, tangan memegang di lutut. Penyanggan ini lebih mendorong lagi ke depan ruas-ruas tulang belakang sehingga kompresi bukan hanya di kurangi akan tetapi bahkan terjadi gerakan anti kompresi alias peregangan.

    • 4. Sujud

    Sujud adalah bentuk ketundukan tertinggi seorang hamba di hadapan Tuhannya. Sujud adalah satu-satunya posisi dimana otak bisa lebih rendah dari

    jantung, yang mudah dikerjakan tanpa harus menjungkirbalikan tubuh. Gerakan sujud merupakan urutan-urutan dari gerakan-gerakan:

    • a. Tubuh merendah dengan menekukkan badan dan lutut.

    • b. Telapak tangan mencapai lantai.

    • c. Di susul lutut mencapai lantai, jari-jari kaki tertekuk, telapak kaki berdiri tegak.

    • d. Tangan di lantai menggeser maju ke depan.

    • e. Muka tersungkur menyentuh lantai pada jidat dan

    hidung.

    • f. Pantat di angkat, paha pada posisi tegak lurus.

    • g. Kedua telapak kaki dirapatkan, dengan tetap berdiri tegak dan jari-jari menekuk sehingga tetap mengarah ke kiblat.

    Pengaruh sujud terhadap peredaran darah di otak juga dapat dipahami. Elastisitas pembuluh darah merupakan faktor terpenting yang dapat mempertahankan tekanan darah. Debit darah yang naik karena posisi jantung lebih tinggi dari otak ini merupakan latihan otak menambah elastisitas pembuluh darah, pada gilirannya gerakan sujud bisa merupakan gerakan anti-stroke. Stroke terjadi bila terdapat pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah, sehingga sebagian otak mengalami gangguan, tampak sebagai keadaan lumpuh sepauh badan.

    Adapun pengaruh posisi rukuk dan sujud ini terhadap organ-organ dalam adalah memperkuat ikatan penggantung organ ke dinding rongga tempat organ itu berada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

    • 5. Duduk dalam Sholat

    Al-Qaadah atau Julus adalah posisi duduk dalam sholat yang sangat unik. Posisi tersebut dapat menghentikan aliran pembuluh darah utama di tungkai, sehingga menambah debit aliran darah ke otak dan organ dalam lainnya. Pada waktu yang sama mengembangkan sirkulasi melalui pembuluh kolateral di kaki.

    Saat gerakan duduk mencapai tekukan sudut lutut ± 60 derajat, saturasi menurun sampai 93% dan akhirnya denyut nadi hilang, saturasi tidak terdeteksi lagi. Pada saat itu, aliran darah utama berhenti total. Debit darah ke otak dan organ penting bertambah, metabolisme meningkat, bekerja dengan konsentrasi pikiran tinggi dapat bertahan lebih lama. Secara simultan, pada tungkai akan mengembang sistem sirkulasi kolateral yang sangat efektif, pembuluh darah menjadi lebih elastis, bahkan dapat mencegah komplikasi sumbatan arteri, vena, dan komplikasi penyakit diabetes berupa pembusukan kaki akibat gangguan pembuluh darah.

    Duduk dengan jari-jari kaki menekuk juga merupakan relaksasi maksimal dari kelompok otot-otot di betis. Saat duduk seperti ini otot-otot tersebut diregangkan maksimal sehingga terjadi pemulihan dan bebas dari timbunan asam laktat penyebab nyeri dan kelelahan. Dengan duduk ini pula seluruh persendian di tungkai, kaki, dan jari-jari menjadi aktif, lentur dan bebas pengapuran serta kekakukan. Efek lebih lanjut tentu lebih kuat dan tahan terhadap taruma fisik dan mekanik.

    Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

    • 6. Gerakan Salam

    Salam adalah perbuatan yang terakhir dalam sholat. Salam diucapkan dua kali, disertai dengan gerakan menoleh ke kanan dan ke kiri sehingga pipi dapat dilihat oleh orang yang berada di belakangnya. Salam pertama termasuk rukun sholat, sedang yang kedua hukumnya sunah. Gerakan salam cukup bermakna melatih kelenturan leher. Penjepitan saraf disigmen ini cukup sering terjadi. Gerakan salam memperkuat otot-otot dan seluruh struktur leher berikut fungsi refleks-refleksnya.

    b.

    Waktu Sholat

    Hikmah dan Rahasia

    • 1. Hikmah dan Rahasia Sholat diwajibakan lima kali dalam sehari semalam

    ialah:

    • a. Untuk menumbuhkan perasaan tunduk dan takut kepada Allah dengan mengulang-ulang sholat dalam sehari semalam lima kali, maka tumbuhlah dengan berulang-ulang perasaan tunduk dan takut

    kepada Allah, serta berulang-ulang pula perasaan itu mempengaruhi jiwa. Apabila perasaan tunduk dan takut tertanam kuat dalam hati, maka diharapkan seseorang dapat selalu mengerjakan kebaikan dan meninggalkan kemaksiatan.

    • b. Untuk meringankan dan mengekalkan sholat. Dengan ditentukan jumlah rakaat setiap kali sholat antara dua sampai empat rakaat, maka terasa ringan mengerjakannya. Dengan demikian seseorang dapat mengerjakan terus menerus.

    • c. Untuk mengekalkan ingatan kepada Allah. Apabila sholat dikerjakan dalam satu kali, maka waktu menghadap dan mengingat Allah hanya sekali. Tetapi kalau dikerjakan lima kali dalam sehari semalam, maka waktu menghadap dan mengingat Allah lebih banyak sehingga lebih memungkinkan untuk selalu ingat kepada Allah.

    • 2. Rahasia penentuan waktu sholat wajib.

    Ditentukan sholat wajib pada waktu subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya’ mengandung rahasia-rahasia sebagai berikut:

    • a. Karena pada waktu-waktu itu bertebaran kekuatan rohani malaikat dan saat-saat mudah diterima do’a. Adapun waktu-waktu tersebut ialah:

    Sejenak sebelum terbit matahari

    Sejenak sesudah tinggi matahari

    Sejenak sesudah terbenam matahari

    Sejenak tengah malam sampai waktu sahur

    Mengingat penentuan waktu sholat seperti tersebut diatas, maka:

    Disukai sholat di awal waktunya.

    Disukai mengakhirkan sholat isya’. Dibolehkan bagi musafir menjama’ sholat dzuhur dengan ashar dengan sholat maghrib dengan sholat isya’.

    • b. Untuk meneladani rasul-rasul dahulu.

    • c. Untuk menyatakan kesyukuran pada Allah pada waktu yang sepatutnya dipergunakan untuk bersyukur.

    A.

    KESIMPULAN

    BAB IV

    PENUTUP

    • 1. Gerakan berdiri tegak pada sholat dapat bermanfaat melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh dan penurunan resiko terjadinya patah tulang yang sering terjadi.

    • 2. Gerakan takbiratul ihram dapat bermanfaat, pada saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar dan menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas. Selain itu, sekat rongga badan (diafragma) akan terlatih, dan pada posisi ini akan terjadi gerakan ”active pumping” yang sangat bermanfaat.

    • 3. Gerakan rukuk pada sholat bermanfaat, karena pada saat rukuk sempurna, tulang belakang menjadi relatif lurus ini mengakibatkan terjadinya gerakan anti kompresi alias peregangan. Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat

    • 4. Pada saat gerakan sujud, debit darah yang naik karena posisi jantung lebih tinggi dari otak ini merupakan latihan otak menambah elastisitas pembuluh darah, yang dapat menjadikannya gerakan anti-stroke. Selain itu, dapat memperkuat ikatan penggantung organ ke dinding rongga tempat organ itu berada dan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi)

    • 5. Pada saat duduk dalam sholat, otot-otot tersebut diregangkan maksimal sehingga terjadi pemulihan dan bebas dari timbunan asam laktat penyebab nyeri dan kelelahan. Dengan duduk ini pula, seluruh persendian di tungkai, kaki, dan jari-jari menjadi aktif, lentur dan bebas pengapuran serta kekakukan.

    • 6. Gerakan salam pada sholat juga bermanfaat untuk melatih kelenturan leher, memperkuat otot-otot dan seluruh struktur leher berikut

    fungsi refleks-refleksnya. Selain itu, gerakan ini dapat mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

    • 7. Jika kita menjalankan sholat dengan khustuk dan penuh kedisiplinan, masih banyak manfaat lain yang dapat kita terima, karena Allah tidak akan memerintahkan hambanya atas sesuatu yang tidak bermanfaat bagi hambanya tersebut.

    B.

    SARAN

    • 1. Dalam menjalankan sholat, hendaknya kita menjalankannya dengan ikhlas dan senang hati, karena dengan hal itu kita akan lebih merasakan manfaat dari sholat itu.

    • 2. Dalam setiap gerakan sholat, jangan terlalu terburu-buru, laksanakanlah tuma’ninah supaya manfaat dari setiap gerakan sholat dapat lebih terasa.

    • 3. Selalu bersyukur, atas semua yang telah Allah perintahkan, niscaya semua ada hikma dan manfaatnya.

    DAFTAR PUSTAKA

    Sangkan, Abu. 2007. Pelatihan Sholat Khusyu’ Sholat Sebagai Meditasi Tertinggi

    dalam Isla ..

    Jakarta: Sholat Center dan Baitul Ihsan,

    Nashiruddin Al-Albani. Muhammad, Sifat Sholat Nabi Edisi Revisi, Cet. Ke-1 Yogyakarta : Media Hidayah

    Husnan, Djaelan, dkk. 2009. Islam Integral Membangun Kepribadian Islami. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.

    Sagiran. 2007. Mukjizat Gerakan Sholat. Jakarta: Qultummedia.

    2005.

    Gerakan

    Sholat

    Bermanfaat

    Untuk

    Kesehatan Tubuh.

    Diakses

    dari

    Indah Mulya. 2008. Gerakan Sholat Mengandung Terapi Kesehatan. Dari edisi no. 477 Tahun VI.

    Abi Nizma. 2006. Gerakan Sholat dan Kesehatan di Dalamnya. Diakses dari www.dudung.net. Tanggal 03/10/2010.

    Diakses

    dari