Anda di halaman 1dari 48

P

A
U
)
L
E
R
T
E
L
E
I
K O
B
(

REFIN ERY

U N IT

III

P LA JU

PENGERTIAN
Umum :

- Suatu alat / pesawat yang menghasilkan uap

UU UAP 1930 :
- Pesawat penghasil uap yang digunakan diluar
pesawat
- Tekanan > kg/cm2 dari udara luar

ASME Boiler and Pressure Vessel Code Section I :


- Tekanan uap > 15 psig (103 Kpa gauge)

2`

PENGGUNAAN SECARA UMUM

Perkebunan (Pabrik kelapa


sawit)
Hotel- Hotel besar
Rumah Sakit
Kapal & Lokomotif
Industri Logam
Industri Kimia
Petro Kimia Plant
Perminyakan
Dll

PENGGUNAAN DALAM INDUSTRI PERMINYAKAN

PENGGERAK (Steam turbine, Steam Engine, Pompa)


SUMBER PANAS (Processing, Building heating)
CLEANING (Vessel, Tank, Piping system)
DLL

POTENSI BAHAYA
Peledakan tekanan tinggi dan tidak terkontrol

PENCEGAHAN

Diatur dalam UU Uap tahun 1930


Diawasi Pemerintah
Harus ada ijin pemakaian
Operator bersertifikat
Pelaksana pemeriksaan (Inspector) berlisensi
Pelaksana pemeliharaan berkualifikasi
Welder kelas satu berlisensi

KETEL PIPA API

KETEL PIPA AIR

Steam Drum

Steam
Water

Burner

PACKAGE BOILER

JENIS-JENIS KETEL UAP


BERDASARKAN PROSES :
1. KETEL PIPA API :
Ketel Cornwall
Ketel Lanchasire
Ketel Schots
Ketel lokomotip
2. KETEL PIPA AIR :
Ketel Seksi
Ketel Yarrow
Ketel D
Ketel Pancaran
3. KETEL PIPA AIR DIRANCANG KHUSUS
Tekanan tinggi > 225 kg/cm 2
Dapat menggunakan bahan bakar nuklir
Dapat menggunakan air kualitas rendah
Memperbesar angka perpindahan panas

JENIS-JENIS KETEL UAP


BERDASARKAN TEMPAT (UU UAP 1930 PASAL 4) :

1. PESAWAT UAP TETAP ditembok atau didalam tembok

2. PESAWAT UAP BERPINDAH tidak ditembok

10

BAHAN BAKAR KETEL UAP


PADAT :
Kayu
Batuba
Kokas

CAIR :
Berbagai jenis miyak bakar
GAS :
Gas alam

NUKLIR

11

BAGIAN-BAGIAN UTAMA KETEL UAP

1. ECONOMIZER
.
.
.
.
.

Pemanasan awal air sebelum masuk ke boiler


Sumber panas adalah gas hasil pembakaran
Proses perpindahan panas konveksi dan konduksi
Berada di jalur gas panas menuju cerobong
Fin tube, bahan CS tube ASTM A-192

2. AIR PREHEATER (APH)


. Pemanasan awal udara untuk pembakaran
. Sumber panas adalah sisa pembakaran dibantu
induce draught fan
. Sumbernya udara luar diabantu force draught fan
. Efisiensi pembakaran
12

3. SUPER HEATER :

Pemanas lanjut/pengering uap Super heated steam


Perpindahan panas secara konveksi
Digunakan untuk kebutuhan Steam Turbine, Steam Engine, dll
Fin tube bahan ASTM A-312 grd T22 dan T11

4. STEAM GENERATOR :

Tempat terjadinya proses penguapan air


Uap yang dihasilkan masih basah
Proses perpindahan panas: radiasi, konveksi dan konduksi
Fin tube, bahan ASTM A-192

5. BURNER :
Alat pembakaran diruang bakar
Menaikkan temperatur air/uap, udara
Menggunakan bahan bakar Fuel gas/Fuel Oil

13

6. SOOT BLOWER :
Alat pembersih permukaan bagian luar tube (jelaga, kerak)
Dibantu dengan steam
Dapat bekerja secara otomatis dan periodik
Meningkatkan efektivitas perpindahan panas
Terdapat steam/water separator, chevron driers, baffles
Bahan ASTM A-516 grd 70

7. STEAM DRUM :
Tempat air ketel dari economizer
Tempat air panas dan uap
Pemisahan antara uap dan air
8. BLOW DOWN :
Untuk mengeluarkan endapan lumpur
Dipasang pada bagian terendah Boiler
14

09. STACK :
Untuk mengalirkan gas panas keluar dari Ketel
Mengurangi polusi lingkungan disekitarnya

10. PERLENGKAPAN BOILER :


a.Safety valve :
. Melindungi Boiler dari tekanan lebih steam
. Menghindari kerusakan-kerusakan dan peledakan
b. Pengukur temperatur :
. Untuk mengetahui temperatur dalam Steam drum

15

c. Gelas pedoman air (Level glass) :


Untuk mengetahui air dalam boiler
Tinggi permukaan air dalam drum min. 60 mm
diatas dan 40 mm dibawah batas air terendah .

d. Suling tanda bahaya :


Untuk memberitahukan kekurangan air dalam
boiler
Batas terendah 100 mm diatas garis api

16

e. Manometer :

Untuk mengukur tekanan steam


Dipasang pada Steam Drum dan outlet header Super heater
Dilengkapi dengan kerangan
Mempunyai range 1,5 kali dan tidak lebih dari 4 kali tekanan
operasi.

f . Pelat nama :
Tempat identifikasi dari Ketel
Dipasang pada badan Ketel
Ukuran 140 x 180 mm atau lebih

17

PEMERIKSAAN KETEL UAP


A. PEMERIKSAAN PERTAMA :
Data konstruksi kekuatan
Kepastian mampu bekerja pada tekanan dan temperatur ijin
Boiler baru
Boiler lama tidak jelas identitasnya
Atas permintaan pemakai Akte Ijin

1.

Pemasangan Boiler :
Mengajukan gambar rencana kerja ke Depnaker
Welder harus memiliki sertifikat Depnaker
Elektroda yang telah disahkan oleh Depnaker
Pemeriksaan lasan sesuai dengan gambar kerja (V, RT,
UT, PT, MP)
Pemeriksaan seluruh lasan badan Boiler
18

2. Gambar dan Rancangan :


Pengukuran dimensi (diameter badan, tebal pelat, pipa
& tube)
Kekuatan (Tekanan kerja, Sertifikat bahan) STD yang
berlaku
Sample PB tidak ada identitas, tidak ada Sertifikat
bahan (belum pernah PB, ada bekas PB tapi belum
afkir)

3. Setelah pemasangan :
Pemeriksaan luar :
Pelat/drum, pipa/tube
Lasan/kelingan dan rollan
Penyangga/pondasi
Lainnya yang dianggap perlu
19

Pemeriksaan dalam :
Sisi dalam pelat/drum, pipa/tube
Lasan/kelingan dan rollan
Bagian-bagian penghubung sistem pengaman
Lainnya yang dianggap perlu

Pemeriksaan alat perlengkapan :


Jenis, jumlah dan ukuran sesuai ketentuan
Cara dan letak pemasangan
Tanda-tanda khusus ( batas air terendah, tekanan
tertinggi)

INSPEKTOR HARUS MENDATA SECARA LENGKAP


CHECK LIST

20

B. PEMERIKSAAN BERKALA :

Mendapatkan data-data setelah beroperasi


Peraturan Uap 1930 pasal 10 max. 2 tahun sekali
Teliti data/history record/Akte ijin hal-hal penting
Bagian-bagian yang diperiksa harus bersih
Penerangan yang cukup
Kondisi eksternal dan internal

21

BAGIAN-BAGIAN YANG DIPERIKSA


1. LADDER, STAIR WAY DAN PLATFORM :
. Visual, on-stream
. Kerusakan : korosi, mechanical damage, las-lasan
retak
. Hammer test, scrapper
2. PONDASI :
. Visual, on-stream
. Kerusakan : settlement, retak
. Diukur : surveyors level
. Ada tanda pada level drum (dari Manufacture)
. Indikasi : retak pada lantai, batu dinding, defleksi
interconnecting piping

22

3. BOILER SUPPORT :

Visual, on-stream
Ikatan/sambungan structural steel longgar, lepas, retak
Defleksi, goncangan, kerusakan cat
Korosi

4. FURNACE WALL :
Visual
Kerusakan : retak, open up joint, melengkung, rontok
Indikasi : hot spot, blistered paint pada bagian luar steel
plate (casing)
Tool : scrapper, thin knife/blade, senter

23

5. PIPING SYSTEM :
Visual, hammer test, ultrasonic thickness
Kerusakan : korosi internal/eksternal, bocoran pada
sambungan
Indikasi : tetesan, lembab pada insulasi

6. EXTERNAL LEAK :
Visual, on-stream
Kerusakan : bocoran drum, fittings , header, downcomer,
dll

7. BURNER :
Visual, on-stream
Flame pattern
Kerusakan : terbakar
24

8. WATER TUBE BOILER :


Visual, ultrasonic thickness, hammer test, caliper
Kerusakan : korosi, erosi, bulging, split, sagging, bocor
rollan
Hammer test, scrapper
Persiapan : sandblasting, turbine cleaning, chemical
cleaning
Water side corrsion feed water korosif
Fire side corrsion kelembaban
Erosi exessive velocity, sootblower tdk sempurna
Split oksidasi, penipisan setempat/penurunan kekuatan
untuk CS tube temp max : 550 o C
Tube pecah boiler harus distop
Indikasi : abnormal stack, temperatur steam

25

9. SOOT BLOWER :
Visual, MP, PT
Kerusakan : bocor, bending, improper position, las-lasan
retak
Material : high-chromium alloys

10. PONDASI :

Visual, on-stream
Kerusakan : settlement, retak
Diukur : surveyors level
Ada tanda pada level drum (dari manufacture)
Indikasi : retak pada lantai, batu dinding, defleksi
interconnecting piping

26

11. STACK :
Visual, UT, ukur kemiringan
Kerusakan : local buckling, korosi dari dalam, miring
Batasan kemiringan : 6 setiap 100 ft

12. HEADER DAN PLUG :

Visual
Kerusakan : bocoran, erosi
Perbaikan : tambah rol, seal weld
Batasan : ID roll tube = ID tube + toleransi + 10 % t
wall

27

13. SAFETY VALVE :


Visual
Kerusakan : passing, korosi
Pengujian : popping test
14. WATER LEVEL GAUGE :
Visual
Kerusakan : bocor, kotoran
Perbaikan : saAt stop

28

15. AIR PREHEATER :


Visual
Kerusakan : korosi, mechanical damage

16. BLOWDOWN EQUIPMENT :


Visual
Kerusakan : bocor, korosi

17. DRUM :
Visual, PT, UT, PB
Kerusakan : deformasi, korosi, erosi, pittting, scale
dan sludeg las-lasan

29

B. PEMERIKSAAN KHUSUS

Bersifat insidentil
Penelitian umur 35 tahun
Penelitian umur diatas 65 tahun
Boiler yang direpair
Pemeriksaan bagian tertutup salut atau
tembokan
Terbakar atau cacat
Kapal tenggelam (ketel uap kapal)
Yang berhubungan dengan keselamatan kerja
Boiler yang diawetkan (idle)

30

PERBAIKAN PADA TUBE BOILER


1. PLUGGING :
. Buat lobang 5 mm cegah over pressure
. Bersihkan ujung tube bagian dalam
. Pasang plug hammer
. Bentuk tirus
. Bahan dan ukuran sesuaikan dengan tube
2. BOCOR ROLLAN :
. Bocor rollan, tube masih baik
. Tambah rollan
. Batasan : Rolled ID = tube ID + tube hole tol + 10 % wall t
tol = tube hole ID tube OD
. Jika gagal over size, jika dipakasa bisa crack harus
diganti
31

3. SEAL WELD :

Bocor melalui lasan


Kupas lasan lama
Las kembali
Jenis kawat las dan welding sequence
Seal weld tanpa roll harus dilakukan PWHT

4. PENGGANTIAN TUBE :

Potong sepanjang 25 50 mm dari header


Keluarkan Tube yang dipotong
Lepas expanded tube dari header
Bersihkan/haluskan permukaan hole tdk boleh ada
cacat
Pasang Tube baru
Lakukan pengerolan

32

PENGUJIAN BOILER
A. PEMADATAN DENGAN AIR

Mendeteksi adanya bocoran rollan, sambungan, perubahan


bentuk
Air diisi penuh sampai luber
Tidak boleh ada kantong udara

1. TEKANAN PEMADATAN (Per. Uap 1930 pasal 27)


a. P = 5 kg/cm2
P Uji = 2 x P
b. 10 > P > 5 kg/cm2 P Uji = 5 + P
c. P >= 10 kg/cm2
P Uji = 1,5 P
d. Boiler lama P Uji = P + 3 kg/cm2

33

2. CARA PEMADATAN (Peraturan Uap 1930)


Naikkan tekanan perlahan-lahan
Bertahap : 10 %, 20 %, 30 % dst sampai P Uji
Holding time tidak terlalu lama

3. CARA PEMADATAN (ASME CODE Section I)

Naikkan perlahan-lahan sampai 1,5 MAWP


Ditahan beberapa saat dan tidak lebih dari 6 %
Diturunkan sampai MAWP
Lakukan pemeriksaan
Temperatur air pengetesan max. 49 o C

34

B. PERCOBAAN DENGAN UAP


TUJUAN :
Untuk mengetahui performance Safety valve

DILAKUKAN BILA :

Penggantian Safety valve


Safety valve diragukan
Perubahan bahan bakar
Mempunyai alat-alat otomatis
Boiler yang baru dirakit
Boiler yang direpair
Dibersihkan alat kontrolnya

35

PELAKSANAAN :
Boiler sudah mulai jalan
Ada ijin tertulis dari Depnaker
Lakukan pemanasan pendahuluan kenaikan
temperatur 55 o C/jam
Minimal 1 x periode pembuatan uap (uap 0 kg/cm2
--- tek. Kerja)
Tidak boleh ada lonjakan tekanan
Safety valve harus membuka tepat pada tekanan
kerja ijin
Tekanan tidak boleh lebih dari 10% dalam 15 menit
Safety valve boleh menutup kurang dari 6 %
tek.kerja ijin
Ujung pipa discharge harus diluar ruangan kerja

36

PENYELIDIKAN BAHAN
1. MAKSUD DAN TUJUAN :
. Penyelidikan secara laboratories
. Mengetahui sifat-sifat mekanis & kimia
. Bahan yang telah/akan dipakai
. Menjamin keselamatan pemakaian

2. BERLAKU UNTUK :
. Ketel uap tua
. Sedang/akan dipakai , berumur >= 35 tahun
. Yang tidak memilki Sertifikat bahan

37

3. CARA PELAKSANAAN :

A. PENGAMBILAN PB
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Diambil dari badan ketel ukuran 100 200 mm


Jarak ke sambungan melingkar min. 200mm
Berada diantara air dan uap
Untuk PB selanjutnya (PB II) diambil bersebelahan
Untuk PB III jaraknya min 400 mm dari PB I
Lokasinya ditentukan oleh pengawas KK Depnaker
Diberi tanda cap GARUDA
Diberi tanda panah () arah memanjang pelat
Dilakukan potong dingin mengunakan bor
Antara lobang bor dipotong dengan pahat
Bekas lobang bor/pahat pada pelat PB tidak boleh
diratakan
38

B. PENAMPALAN LOBANG (EX PB)


Ratakan bekas lobang bor/pahat
Tampal dengan pelat dengan bahan yang sama
Pengelasan dilakukan oleh Welder berkualifikasi
Ada persetujuan dari Depnaker
Bentuk dan ukuran lihat gambar

39

REPORT DAN RECORD


RECORD

Kerusakan
Perbaikan
Modifikasi
Hasil pemeriksaan
Pengujian /pengetesan

Dicatat dalam
Akte Ijin atau
History Record

TUJUAN:
Evaluasi hasil pemeriksaan/perbaikan
Saran-saran
Masa datang

40

PELAPORAN
BENTUK 10
Laporan aktivitas bulanan
Berisi :
1. Data-data lengkap
2. Kegiatan rutin
3. Kerusakan, perbaikan , penggantian
4. Pengetesan/pengujian
Dibuat oleh AKU yang ditunjuk Depnaker
Ditujukan ke Kanwil setempat
CC. Direktur BNKK Depnaker
CC. Kandep setempat
41

JUMLAH OPERATOR
PERMEN NO.01/MEN/1988
(LIHAT TABEL BERIKUT)

42

AIR PENGISI KETEL UAP


1. SYARAT-SYARAT :
. Tidak boleh membentuk kerak (perhatikan Posphat dll)
. Tidak boleh bersifat korosif
. Tidak boleh menimbulkan foaming dan carry over (bahaya
foaming di steam drum, membawa silika)
. Tidak boleh menimbulkan embrittlement
2. USAHA PENCEGAHAN :
A.TERHADAP KOROSI :
. pH dijaga antara 7-10
. pH disesuaikan dengan kebutuhan tekanan
. Eliminasi garam magnesium
. Eliminasi gas-gas yang larut dalam air pengisi
. Sirkuasi uap dan air tetap sempurna
. Pemeliharaan/perawatan teratur

43

B. TERHADAP TIMBULNYA KERAK :


Water treatment sesuai engineering design/
laboratorium
Gunakan air yang telah diolah
Blowdown secara periodik dan teratur
Hindari garam-garam berbahaya dalam air ketel
C. TERHADAP CARRY OVER :
Kurangi zat padat terlarut
Kurangi gas-gas terlarut dalam air
Lakukan blowdown secara periodik dan teratur
D. TERHADAP EMBRITTLEMENT :
Hindari rongga halus pada las-lasan
Hindari tegangan berlebih pada bahan ketel
Hindari konsentrasi larutan alkali yang terlampau tinggi
44

SYARAT-SYARAT AIR PENGISI KETEL UAP


(Package Boiler 2011-UA/UB)

pH : 10,5 - 11
Total dissolved solids as CaCO3
: 2150 ppm. max
Silica as SiO2
: 30 ppm, max
Total Alkalinity
: 15 25 % of TDS
Caustic alkalinity
: 30 50 % of total Alkalinity

Oil and grease

: 7,0 ppm, max

45

DESIGN
1. DASAR :
. ASME SECTION I, rule for Construction of Power Boiler
GRONDSLAGEN

2. MATERIAL :
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Tube : ASTM 192, seamless Carbon Steel Boiler Tubes and Super
Heater tubes.
Pipe : ASTM A-53/106, seamless Carbon Steel Pipe
Plate : ASTM A-283, Low and Intermiediate Tensile strength
Carbon Steel Plate
Plate : ASTM A-285, Pressure Vessel Plates Carbon steel Low and
Intermediate Tensile Strength
Plate : ASTM A-516, Pressure Vessel Plates Carbon Steel for
Intermediate and Higher Temperature Service
Ruang bakar : Fire Brick grade silimanite (fire side) dan
Fire Brick grade A wall/plate side
Refractory KS-4, Resco A-22

46

KERUSAKAN YANG PERNAH TERJADI


Bocor lasan Generating Tube No. 5 Sub Header Barat
Bocor lasan Generating Tube No. 3 dan 7 Sub Header
Barat
Refractory Brick lantai Ducting retak sepanjang 12 M
Refractory Brick ruang bakar Super Heater retak 5 M
Refractory Brick ruang bakar Generating retak 6 M

47

Terima kasih

48