Anda di halaman 1dari 14

NEURITIS VESTIBULARIS

1. PENDAHULUAN
Definisi neuritis vestibularis adalah defisit unilateral yang terjadi tiba-tiba pada organ
vestibular perifer tanpa disertai gangguan pendengaran dan tanda disfungsi batang otak.
Istilah yang mirip dengan neuritis vestibularis adalah : neurolabirintitis viral, vestibulopathi
unilateral perifer akut, vestibular neurolabitintitis, neuropati vestibularis, vertigo episodik,
vertigo epidemik. Jika nervus vestibularis terpotong maka input aferen dari satu sisi akan
hilang dan timbul gejala mual, muntah, vertigo berat, cenderung jatuh kesisi yang sakit, sulit
sekali berdiri dan berjalan, timbul nistagmus ke sisi yang sehat.1
Neuritis vestibularis merupakan kelainan vestibularis perifer kedua terbanyak setelah
BPPV dengan insiden 3,5 per 100.000 populasi. Paling sering mengenai usia 30-60 tahun.
Banyak ditemukan berkaitan dengan musim, biasanya di dahului dengan infeksi saluran
nafas. Gejala yang berlangsung lama kadang membuat pasien takut bergerak dan akan
berkembang menjadi stroke. Tidak ada perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan.2
Laporan kasus pertama kali pada tahun 1908 oleh Ruttin yang menggambarkan
penderitaan pasien Neuritis Vestibularis dengan serangan vertigo mendadak, sulit berjaan,
muntah, tidak ada tinitus, tidak ada ketulian, membran timpani normal, nistagmus rotatoar ke
kiri. Tidak ada reaksi dengan irigasi telinga kanan, namun reaksi muncul setelah irigasi
telinga kiri. Sementara Dix dan hallpike pada tahun 1952 memperkenalkan

neuritis

vestibularis untuk membedakan dengan penyakit meniere sebagai bentuk penyakit organik
yang terbatas pada aparatus vestibular, terlokalisir pada perjalanan saraf perifer ke atas dan
mencakup neuritis vestibular pada batang otak. Muncul vertigo dengan spektrum luas,
pandangan gelap dan ketidak seimbangan kronis. Disertai kelainan tes kalori unilateral dan
bilateral.3

GAMBAR 1. Perjalanan informasi fungsi alat keseimbangan tubuh melewati tahap transduksi
(vestibular, visus, propioseptik), transmisi menuju ke otak, medulasi oleh beberapa struktur
diotak yang berpengaruh disistem vestibular dan persepsi
1

2. ANATOMI DAN FISIOLOGI VESTIBULAR


Kelainan neuritis vestibularis disebabkan otak tidak mendapat masukan afferen dari
salah satu sisi labirin. Hal ini dijumpai pada gangguan aparatus vestibuler, nervus
vestibularis, nukleus vestibularis di batang otak dan traktusnya ke atas sehingga informasi
yang ditangkap oleh reseptor tidak sampai ke kortek pusat keseimbangan. Perubahan gerakan
dan posisi kepala akan mengaktifkan salah satu labirin (meningkatkan input) dan
menghambat (menurunkan input) pada sisi lainnya. Pada neuritis vestibularis biasanya terjadi
kerusakan pada bagian superior nervus vestibularis yang mempersarafi kanalis semisirkularis
horisontal dan anterior, termasuk utrikulus dan sebagian sakulus. Aktivitas neuronal yang
asimetri pada nukleus vestibularis menghasilkan gerakan mata kompensasi dan pengaturan
postur sehingga kepala terasa berputar. Bila input dari satu sisi yang berhenti ini akibat
neuritis vestibularis, maka aktivitas neuronal nukleus vestibularis ipsilateral akan berhenti
sementara sisi kontralateral masih aktif. Rangsangan asimetri ini sesuai dengan rotasi
kontinyu kepala dan kemiringan kepala menuju sisi yang sehat.4,5

Gambar 2. a. Gambaran neuritis vestibularis yang mengalami inflamasi pada nervus


vestibularis. b. Gambaran neuritis vestibularis dan labirintitis.
3. NEURITIS VESTIBULAR
A. ETIOLOGI
Diduga disebabkan oleh virus, hal ini diperkuat dengan munculnya yang bersamaan
dengan musim endemik infeksi virus. Hal ini disebabkan neuritis vestibular hasil
histopatologinya menyerupai hasil histopatologi pada herpes zooster di telinga. Selain itu
hasil studi otopsi didapatkan gambaran (degenerasi inflamasi nervus vestibularis)
menunjukkan kadar protein yang meningkat pada cairan serebrospinal serta adanya
2

transkripsi laten DNA dan RNA virus herpes simplek pada ganglia vestibular. Kondisi diatas
diduga mirip dengan mekanisme yang mendasari penyebab penyakit Bells palsy karena
penyebab virus. Ganglia vestibularis menjadi bagian yang diduga terkena virus HSV-1
sebagaimana daerah ganglia lain di nervus kranialis yang terkena virus HSV-1. Hal ini juga
didukung oleh karena beberapa faktor yang terjadi inflamasi dan edema menyebabkan
kerusakan sel sekunder dari sel ganglion vestibular dan axon di tulang kanal. Hal ini
disebabkan oleh nervus vestibular superior lebih panjang dan mempunyai banyak spekula,
dimana kanalis semisirkularis diinervasi oleh vaskularisasi tambahan berupa anastomose
yang menjelaskan bagian posterior jarang terkena.4,6

GAMBAR 3. Anastomose dari nervus facio-vestibular


mengenai ganglion vestibularis.

B. PATOFISIOLOGI
Sindroma vertigo muncul manakala ada disharmoni (discordance) masukan sensoris
yang berasal dari ketiga reseptor, vestibular (canalis semisirkularis), visus (retina) dan
propioseptik (tendon, sendi dan sensibilitas dalam). Apabila masukan sensoris tidak seimbang
antara sisi kiri dan kanan karena defisit vestibular unilateral akan menyebabkan
ketidaksinkronan

dan

menimbulkan

kebingungan

alat

keseimbangan

tubuh

dan

membangkitkan respon dari saraf otonom, otot penggerak mata dan penyangga tubuh
(ataksia, unsteadiness), serta kortek vertigo. Rangsangan tersebut juga meningkatkan stres
fisik dan atau psikis yang akan memacu pelepasan CRF (corticopontin releasing faktor). CRF
dapat mengubah keseimbangan kearah dominasi saraf simpatik terhadap parasimpatik
sehingga muncul gejala vertigo. Selanjutnya ketika keseimbangan berubah kearah
parasimpatik sebagai akibat hubungan reciprocal inhibition antar saraf simpatik dan
3

parasimpatik, maka gejala mual dan muntahakan muncul. Bila rangsangan diulang-ulang
maka jumlah ion Ca dalam sel presinap akan kian berkurang, bersamaan dengan
menyempitnya kanal Ca (kalsium) yang mempersulit masuknya ion Ca (Ca influk). 7,8

GAMBAR 4. Pelepasan CRF dari hipothalamus akibat rangsangan vestibular merangsang


kegiatan saraf simpatis di locus caeruleus, hipokampus, kortek cerebri.

C. GAMBARAN KLINIS
Karakteristik sindrom klinis neuritis vestibularis adalah :
a.Vertigo rotatorik dan nause spontan yang berat, onset dalam beberapa jam, menetap lebih
dari 24 jam.
Nistagmus horisontal rotatorik spontan dengan arah ke non lesional dengan ilusi

b.

gerakan sekitarnya (oskilopsia).


c.Gangguan keseimbangan saat berdiri atau berjalan.
d.
Defisit fungsi kanalis horisontal unilateral , yang dapat dideteksi dengan tes VOR dan
irigasi kalorik
e.Pemeriksaan otoskopi dan pendengaran normal
f. Tidak didapatkan defisit neurologis
g.
Nausea dan vomiting
Gejala vertigo muncul mendadak sering terjadi waktu malam dan saat bangun tidur
pagi. Biasanya berlangsung sampai 2 minggu. Dengan gejala berat ini pasien harus berbaring
dengan mata tertutup serta posisi miring dengan sisi telinga yang terganggu di bawah. 8,9
D. DIAGNOSIS KLINIS
4

Diagnosis berdasarkan klinis diatas, apabila sudah didapatkan gejala seperti diatas
maka pemeriksaan penunjang tidak diperlukan. Untuk mengetahui gangguan fungsi
vestibular unilateral dan monitor perbaikan dengan ENG dan tes kalori. Untuk mengevaluasi
fungsi pendengaran dalam rangka mendifferensiasi dengan (Meniere, fistel perilimfe atau
infark labirin) dilakukan pemeriksaan audiometri. Sedangkan MRI dilakukan untuk
kecurigaan gangguan di batang otak, cerebelum dan gangguan vaskular. Beberapa tes rutin
untuk mengevaluasi gagguan vestibular perifer antara lain kacamata frenzel, ofthalmoskopi,
head shaking, head impuls, head thrust dan tandem-rhomberg. Pemeriksaan sederhana dengan
head impuls, head heave tes, head shake dan vibration memberikan manfaat dalam
menegakkan diagnosis pada awalnya dan membantu mengetahui prognosis dalam jangka
panjang.10,11
a. Head Impuls
Diagnosis neuritis vestibularis dapat di bantu dengan pemeriksaan yang menunjukkan
kelainan satu sisi dari vestibulo ocular reflek yaitu tes head impuls. Ketika kepala di gerakkan
secara cepat ke sisi lesi mata bergerak mengikuti kepala dan penderita kemudian
menyesuaikan untuk kembali fase cepat ke tengah. Hal ini menunjukkan gangguan satu sisi
dari reflek vestibuloocular yang muncul jika fungsi vestibular perifer tidak melakukan
penyesuaian.

Gambar 5. Tes Head Impuls


A. Menunjukkan gerakan kepala pada sisi yang sehat, dengan fase kompensasi berlawanan
arah dengan arah gerakan kepala. B. pada kasus gangguan satu sisi penderita tidak mampu
untuk menggerakkan reflek vestibuloocular secara cepat dan membutuhkan penyesuaian
untuk koreksi fase cepatnya.

C. Pada penderita dengan kehlangan fungsi kanalis semisirkularis kanan, selama gerakan
cepat menuju bagian kanan yang mengalami lesi, gerakan mata bersamaan dengan kepala ke
kanan dan kemudian penderita menyesuaikan fase cepat kekiri.12
E. DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
Berdasarkan anamnesa dan gambaran klinis dengan pemeriksaan yang seksama maka
differential diagnosis biasanya didasaran pada dua pertanyaan dasar berikut :
1. Apakah gejala klinis yang muncul murni sesuai dengan gangguan vestibular perifer
ataukah ada gangguan neurologis sentral yang sesuai dengan neuritis vestibularis.
2. Apakah ada tanda, gejala atau indikasi klinis kelainan mendadak yang mengarah pada
gangguan vestibular satu sisi atau keduanya.
Pada pemeriksaan klinis tanda dan gejala gangguan lesi batang otak dan cerebelum
banyak yang menyerupai kelainan pada neuritis vestibular yang disebut dengan (vestibular
pseudoneuritis). Dengan kata lain hampir tidak ada gambaran patognomonis atau tanda klinis
neuritis vestibular yang benar-benar utuh yang memudahkan untuk mendiagnosis neuritis
vestibularis. Hanya dalam kasus yang tertentu dan relatif jarang didapatkan penderita dengan
penurunan fungsi vestibular perifer satu sisi diikuti dengan kelainan pada kanalis
semisirkularis horisontal yang dapat didiagnosa dengan prosedur yang sesuai dengan
penegakan diagnosis neuritis vestibularis yaitu metode head impuls tes dan tes irigasi kalori.13
a. Lesi sentral
Ada daerah kecil di medula oblongata lateral meliputi daerah masuknya nervus
vestibularis dan nukleus vestibularis bagian medial dan superior yang kelainannya kadang
sulit di bedakan dengan nervus vestibularis perifer dan lesi di labirin. Ditemukan beberapa
pasien dengan multiple sklerosis yang didapatkan plak pada pontomedulary atau infark kecil
di tempat masuknya nervus vestibulokoklearis (NC VIII). Kondisi ini menyebabkan kelainan
di fasikulus nervus vestibularis dan menimbulkan gejala mirip dengan neuritis vestibularis
yang disebut dengan pseudoneuritis vestibularis. Membedakan antara penyebab sentral dan
perifer yang menyebabkan kelainan vestibular perifer satu sisi cukup sederhana yaitu apabila
kita mendapatkan pasien dengan tanda kelainan batang otak jelas. Apabila tidak didapatkan
maka memang sulit untuk membedakannya. Sehingga tanda dan gejala merupakan alat
diagnosis yang penting untuk membedakan neuritis vestibular dan pseudo vestibular neuritis
pada kondisi akut. Meskipun diagnosis akhirnya membutuhkan neuro imaging untuk
memastikannya. Adanya deviasi atau kelainan neurologis tidak selalu menunjukkan
gambaran pseudo vestibular neuritis, akan tetapi tidak adanya tanda vestibular seperti
6

(headthrust test, saccadic pursuit, gaze-evoked nystagmus, subjective visual vertical) lebih
berkaitan dengan adanya lesi sentral.12,13
Infark di serebelum bisa juga menyerupai neuritis vestibularis, yaitu pada daerah
vaskularisasi posterior inferior arteri serebelar (PICA). Kondisi ini juga bisa menyebabkan
gangguan gerakan mata inkomplit terutama jika melibatkan nukleus dentatus yang akhirnya
membuat differential diagnosisnya lebih sulit. Infark di arteri serebelaris anterior inferior juga
menyebabkan gambaran menyerupai neuritis vestibularis, akan tetapi pada kondisi ini lebih
berhubungan dengan kehilangan pendengaran satu sisi ( karena iskemik nervus koklearis) dan
tanda kelainan batang otak. Pada semua lesi serebelum menyebabkan vertigo dan tanda
patologis rhomberg. Tetapi pemeriksaan klinis dan tes pendengaran dapat membedakan
antara neuritis vestibularis dan pseudoneuritis vestibularis pada kebanyakan kasus.
Diperlukan studi lebih lanjut untuk menemukan hubungan kaitan klinis vestibular dan
okulomotor dengan MRI pada kelainan serebelum. Serangan mendadak migrain vestibular
juga menyerupai neuritis vestibular karena berkaitan dengan vertigo berputar dan nistagmus
horisontal dan rotatoar. Adanya gejala penyerta dan perjalanan penyakit membantu dalam
menentukan perbedaan antara vestibular perifer dan sentral. 12,13
b. Lesi Perifer
Penyakit yang mempunyai gejala yang menyerupai neuritis vestibularis relatif jarang
ditemukan. Meskipun demikian pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, lumbal pungsi,
CT Scan dan MRI tidak selalu di kerjakan untuk menemukan diagnosis neuritis vestibularis.
Hal ini disebabkan diantaranya karena penyakit ini relatif jarang dan kalaupun ditemukan
adanya gejala lain bisa merupakan penunjuk kemungkinan penyakit lain selain neuritis
vestibularis.
Serangan akut pasien yang datang ke IRD dengan klinis Meniere atau BPPV dapat
sulit di bedakan dengan neuritis vestibularis. Gajala-gejala yang sering ditemui seperti
serangan akut, mendadak dengan pemulihan cepat dan dalam perjalanannya didapatkan
hiperakusis, tinnitus dan rasa penuh ditelinga dapat menunjukkan kemungkinan diagnosis
lain. Gejala berupa rasa terbakar dan melepuh di telinga disertai gangguan pendengaran
merupakan gejala khas dari herpes zoster oticus (Ramsay-Hunt syndrome). Pada kasus diatas
pemberian aciclovir maupun valacyclovir dapat diberikan. Hal yang mengarahkan diagnosis
herpes zoster telinga

adalah apabila ditemukan gangguan vestibular perifer

satu sisi

terutama bagian superior dan inferior yang berbeda dengan neuritis vestibularis pada
gambaran kontras enhanced N VIII.

Cogan syndrome (sering di abaikan) adalah penyakit autoimun yang berat yang di
sertai dengan gejala keratitis dan gangguan pendengaran yang sangat menonjol
(audiovestibular). Sering mengenai anak muda dan dewasa dan berespon baik di awal pada
pemberian kortikosteroid dosis tinggi (1000 mg per hari selama 5 hari, kemudian perlahan
tapp off). Selain itu seperti pada penyakit autoimun lainya di telinga bagian dalam dapat di
berikan kombinasi steroid dan siklofosfamid. Varian lain yang lebih jarang adalah neuritis
vestibularis inferior dengan kelainan merupakan gabungan dari kanalis semisirkularis anterior
dan lateral. Selain itu juga dapat ditemukan kelainan kanalis semisirkularis posterior
bersamaan dengan kelainan koklear. Pada kondisi ini dapat disebabkan karena kelainan
vaskular dan bukan virus. Vestibular schwannomas biasanya muncul dari selubung mielin di
bagian saraf vestibular N VIII. Keluhan yang dirasakan adalah vertigo, rasa ingin jatuh dan
nistagmus akibat kompresi flocculus dan batang otak pontomedular. Gejala vestibular perifer
meningkat dan tidak dapat di kompensasi dengan sentral. Gejala utamanya adalah penurunan
pendengaran satu sisi mendadak tanpa gangguan telinga dengan reaksi positif maupun negatif
pada tes kalori. Dapat di temukan juga kehilangan pendengaran, serta vertigo akut,selain itu
pada kasus dilatasi intracanalikular dapat di lihat dengan MRI dan diobati dengan bedah
mikro maupun gamma knife. 10,11
Differential Diagnosis
1. Labirintitis
Labirintitis adalah suatu proses radang yang melibatkan mekanisme telinga dalam. Proses
dapat akut dan kronik, serta toksik atau supuratif. Labirintis toksik akut disebabkan suatu
infeksi pada struktur didekatnya. Labirintititis toksik biasanya sembuh dengan gangguan
pendengaran dan fungsi vestibular. Labirintittis supuratif akut terjadi pada infeksi bakteri akut
yang meluas ke dalam struktur-struktur telinga dalam. Yang terakhir, labirintitis kronik dapat
timbul dari berbagai sumber dan dapat menimbulkan hidrops endolimfatik atau perubahanperubahan patologik yang akhirnya menyebabkan sklerosis labirin.
2. Benign Positional Vertigo
Biasanya ditemukan pada pasien yang menyadari bahwa pada posisi kepala tertentu,
mereka mengalami serangan pusing akut yang berlangsung sementara. Serangan ini disertai
nistagmus yang melemah pada pengujian berulang. Yang khas, adalah awitan vertigo sedikit
terlambat dari awitan perubahan posisi. Serangan pertama biasanya paling berat, sedangkan
serangan berulang sifatnya menjadi lebih ringan. Secara patologi, kupula yang mengalami
kalsifikasi diduga patah dan menimbulkan sindrom ini. Karena alasan inilah, penyakit ini
terkadang disebut sebagai kupulolitiasis. Penyakit ini biasanya sembuh spontan.
8

Gambar 6. a. Fasikular dan lesi nukleus nervus vestibularis karena multipel sklerosis.
b. Plak dan lesi vaskular menyerupai gambaran neuritis vestibularis
F. TERAPI
Pengelolaan neuritis vestibular melibatkan (1) pengobatan simtomatik dengan obat
antivertigo (misalnya, dimenhydrinate, skopolamin) untuk mengurangi vertigo, pusing, dan
mual/muntah, (2) pengobatan kausal dengan kortikosteroid untuk meningkatkan pemulihan
perifer fungsi vestibular, dan (3) terapi fisik (vestibular latihan dan pelatihan keseimbangan)
untuk meningkatkan pusat vestibular kompensasi. Umumnya penderita neuritis vestibularis
mengalami perbaikan spontan dan sedikit mengalami gejala sisa. Terapinya meliputi : 11,13
1. Terapi simptomatik
Pada 1-3 hari pertama, tablet dimenhidrinat 100 mg atau obat anti vertigo lain untuk
menekan mual dan muntah. Efek samping yang sering ditemui adalah sedasi umum. Untuk
menghindarinya dapat diberikan sediaan transdermal jika tersedia. Obat yang diberikan tidak
boleh lebih dari tiga hari karena pasien membutuhkan waktu untuk kompensasi sentral.
Demikian juga jika keluhan telah berkurang obat dapat dihentikan.
2. Terapi kausal
Berdasarkan asumsi bahwa neuritis vestibular disebabkan oleh reaktivasi dari infeksi
laten HSV-1, maka penelitian acak double-blind prospektif dilakukan untuk menentukan
apakah steroid, agen antivirus, atau kombinasi dari keduanya mungkin memperbaiki hasil
dari neuritis vestibular. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan antara plasebo,
metilprednisolon, valacyclovir, dan metilprednisolon ditambah kelompok valacyclovir pada
114 pasien. Hasilnya menunjukkan bahwa monoterapi dengan steroid sudah cukup secara
signifikan meningkatkan fungsi vestibular perifer pasien dengan neuritis vestibular. Tidak ada
bukti bahwa sinergi antara methylprednisolone dan valacyclovir memberikan hasil yang
bermakna. Kortikosteroid (metil prednisoslon) diberikan 3 hari pertama onset dan berlanjut
hingga 3 minggu (awalnya 100 mg/hr, selanjutnya diturunkan 20 mg tiap 3 hari). Preparat
9

lain prednison 2x20 mg selama 10-14 hari. Seperti pada Bell palsy, manfaat steroid
kemungkinan karena efek antiinflamasinya, yang dapat mengurangi pembengkakan akibat
kompresi mekanik vestibular saraf di dalam tulang temporal.
Dengan demikian, steroid dan bukan antivirus yang direkomendasikan sebagai
pengobatan untuk neuritis vestibular akut, karena terbukti secara signifikan menyebabkan
perbaikan fungsional. Steroid telah terbukti efektif melalui dua penelitian prospektif, acak
double-blind dan studi plasebo terkontrol pada Bell palsy yang penyebabnya juga diduga
sebagai virus HSV-1. Penggunaan terapi prednison pada penelitian yang lebih mungkin
terbukti meningkatkan pemulihan dari keadaan sebelumnya, akan tetapi tidak meningkatkan
prognosis jangka panjang neuritis vestibular .

Gambar 7. Terapi pemberian metil prednisolon sendiri memberikan hasil lebih baik
daripada pemberian valacyclovir sendiri maupun kombinasi metilprednisolon dan
valacyclovir.
3. Latihan vestibular.
Untuk meningkatkan kompensasi vestibular sentral dilakukan program latihan fisik yang
dipandu petugas. Awalnya stabilisasi statis, selanjutnya latihan dinamis untuk mengiontrol
keseimbangan dan stabilisasi gerak mata selama gerakan mata kepala badan. Latihan fisik
secara bertahap dengan derajat kesulitan yang bertahap akan meningkatkan kemampuan
keseimbangan dibandingkan sebelumnya, baik dengan atau tanpa stabilisasi visual. Manfaat
latihan fisik dalam meningkatkan kompensasi pusat vestibulospinal pada pasien dengan
neuritis vestibularis telah terbukti berdasarkan penelitian metaanalisis. Rehabilitasi vestibular
juga dapat menggunakan metode Cawthorn-Cooksey exercise.
G. PROGNOSIS
10

Fungsi vestibular perifer membaik kembali pada 50% dalam beberapa minggu atau
bulan. Pemulihan secara klinis biasanya berkembang cepat dan sering tidak terkait dengan
fungsi perifer yang utuh. sebagian besar pasien sudah aktif dalam beberapa hari serta bebas
gejala dalam beberapa minggu. Gejala kecil meliputi oskolopsia dan gangguan keseimbangan
selama gerakan kepala yang cepat kearah sisi telinga yang terganggu. Kurang dari 20%
pasien dapat mengalami gejala kronis seperti disequilibrium kronik, inteleransi gerakan
kepala dan kadang ansietas sekunder. Tidak ditemukan serangan ulang pada sisi yang sama
dengan serangan yang pertama.2,3

DAFTAR PUSTAKA
1. Amar A, Suryamihardja A, Dewati E, et all, 2012. Neuritis Vestibularis. Pedoman
tatalaksana vertigo. Pg 75-80.
2. Jenie MH, 2002. Neuronitis Vestibularis. Neuro-otologi klinis Vertigo. Pg 67-79.
11

3. Kusumastuti K, 2011, Vertigo. Buku ajar Ilmu Penyakit Saraf. Departemen Ilmu
Penyakit Saraf Universitas Airlangga Surabaya. Pg 39-41.
4. Mandala M, Nuti D, Broman AT et all, 2008 Effectiveness of Careful Bedside
Examination in Assessment, Diagnosis, and Prognosis of Vestibular Neuritis. Jhon
Hopkin University , Maryland. Pg 1-6.
5. Marill KA, 2013. Vestibular Neuronitis, Department of Emergency Medicine,
Massachusetts General Hospital. Vestibular Neuronitis Updated: Jun 27, 2013
http://emedicine.medscape.com/article/794489-overview
6. Struppt M, Brandt T 2009, Vestibular Neuritis. Departemen of Neurology and institute
of neuroscience University of Munich. Pg 1-11.
7. Adams L, 1997. edisi 6. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Penyakit Telinga Dalam.
jakarta. Pg 120-137
8. Strupp Michael, Zingler C.V, et all. 2004. The New Englan Journal of Medicine.
Methylprednisolone, Valacyclovir, or the Combination for Vestibular Neuritits
9. Hamersma Herman, 2012. Vestibular Neuritis. Otology & Neurotology Flora Clinic,
Roodepoort. Pg 1-18
10. A. Greco, G. F. Macri, A. G, et all. 2013. Is Vestibular Neuritis an Immune Related
Vestibular Neuropathy Inducing Vertigo. Journal of Immunology Research. Pg 1-6
11. Strupp Michael, and Thomas Brandt. 2009. Vestibular Neuritis. seminars in
neurology/volume 29. New York. Pg 1-10
12. Baloh W,R. 2003. Vestibular Neuritis. The New Englan Journal of Medicine. Pg 1-6
13. Shupert C,L. Vestibular Neuritis and Labyrinthitis. Vestibular Disorders Association.
Pg 1-6

BAGIAN ILMU THT-KL


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN

REFARAT
01 JULI 2014

Neuritis Vestibular

12

Dibawakan oleh :
Al Fitrah
110 207 104
Sazida Subetan
110 208 149
Pembimbing :
dr. Bonifacius Hariyanto

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITRAAN KLINIK


PADA BAGIAN ILMU THT-KL
FAKULTAS KEDOKTERAN HASANUDDIN
MAKASSAR
2014

LEMBAR PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bahwa :


Nama
Judul Rafarat

: Al Fitrah / 110 207 104


Sazida Subetan / 110 208 149
: Neuritits Vestibular

Telah menyelesaikan rafarat sebagai tugas kepanitraan klinik pada bagian ilmu THT-KL
Fakultas Kedokteran Hasanuddin Makassar.
13

Makassar, Juni 2014

Pembimbing

dr. Bonifacius Hariyanto

Koas

Sazida Subetan & Alfitrah

14