Anda di halaman 1dari 2

Kardiovaskular

Hipertensi
Hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perawatan dental :
-

Premedikasi sedative / obat penenang


Penggunaan nitrogen oxide / oksigen selama dilakukannya perawatan
dental

Dental Management :
Penderita hipertensi yang mengkonsumsi clonidine dalam dosis besar (>0,6 mg
/hari) harus diganti obat antihipertensinya jika ingin melakukan tindakan bedah
dental, dan tidak boleh mengkonsumsi obat obatan selama 1 hari.
Gastrointestinal Disease
1. Peptic Ulcer Disease (PUD)
Peptic ulcer disease atau ulser peptikum adalah penyakit tukak atau
lambung pada lapisan saluran cerna bagian atas (gastric = lambung dan
duodenal = usus 12 jari) yang terjadi akibar asam lambung / pepsin.
Penyebabnya adalah bakteri helicobacter pylori, dan obat NSAID yang
dapat menyebabkan kerusakan pada mukosa lambung melalui iritasi
terhadap epitel lambung.
Gejala Klinis :
Ulcer cenderung sembuh dan kambuh kembali, gejala tergantung lokasi
dan usia pasien. Kadang ada yang tanpa gejala. Hanya separuh dari
penderita penyakit ini yang memiliki gejala khas ulkus duodenum, yaitu
nyeri lambung perih, panas, sakit perut, dan lapar.
Dental management :
Secara umum tidak ada kontraindikasi dalam melakukan anestesi pada
pasien ini. Dokter gigi tidak boleh memberikan aspirin / NSAID pada
pasien dengan riwayat peptic ulcer, karena obat ini memberi efek iritatif
pada epitel gastrointestinal. Dokter gigi disarankan untuk memberi
acetaminophen dan compound acetaminophen. Jika ingin memberi
analgesic sebaiknya dibatasi dengan dosis kecil dan hanya dalam periode

waktu yang singkat. Dalam pemberian antibiotic sebaiknya menghindari


antibiotic jangka panjang. Perawatan dental rutin dapat melengkapi terapi
selama dilakukan perawatan medis umum.
Modifikasi rencana perawatan :
Helicobacter pylori ternyata ditemukan pada dental plak dan dapat
menyebabkan sumber infeksi / reinfeksi melalui saluran pencernaan.
Sehingga disarankan bagi dokter gigi untuk menjelaskan kepada pasien
akan pentingnya menjaga OH, dokter gigi dapat melakukan scalling secara
periodeik dan prophylaksis.