Anda di halaman 1dari 4

MUHAMMAD IQBAL NUGRAHA

190110110123
ERGONOMI

Sistem Rangka dan Otot Manusia


Kerangka dan otot manusia merupakan hal yang penting dalam membentuk tubuh
manusia yang ideal. Kenormalan kedua sistem tubuh ini tentunya akan menunjang performa
seorang individu dalam melakukan pekerjaannya. Maka dari itu, dalam merancang suatu
produk ada baiknya produk tersebut mampu menyesuaikan dengan sistem rangka dan otot
manusia untuk menghasilkan performa yang lebih maksimal.

Untuk itu, kita perlu

mengetahui sistem rangka dan otot pada manusia.


Kerangka dan Sambungan Kerangka
Kerangka
Rangka atau kerangka cukup berperan penting dalam kehidupan kita. Beberapa funsi
dari rangka adalah sebagai penegak dan
pembentuk tubuh, tempat melekatnya otot,
tempaat
melindungi

pembentukan
bagian-bagian

sel-sel,
tubuh

serta
yang

lunak seperti otak, jantung, paru-paru, dan


lain-lain. Rangka sebagai alat gerak pasif
akan dibantu oleh otot sebagai alat gerak
aktif pada manusia. dalam perkembangan
dan pertumbuhannya, rangka atau tulang ini
dapat mengalami kelainan yang disebabkan
oleh bawaan sejak lahir atau genetik,
infeksi penyakit, faktor gizi, posisi tubuh yang salah ataupun kecelakaan. Hubungan
antara tulang yang satu dengan yang lainnya dihubungkan oleh sendi (persendian).
Sendi-sendi ini menghubungkan antara tulang yang satu dengan yang lain agar sistem
gerak pada manusia dapat bergerak dengan baik bersamaan dengan pergerakan otot
sebagai alat gerak aktif manusia.

Sambungan Cartilagenous
Sambungan cartilagenous ini berfungsi untuk pergerakan-pergerakan yang tidak
terlalu rumit, sederhana dan relatif kecil. Contoh sambungan carrtilagenous ini ada pada
ruas-ruas tulang belakang. Adanya sambungan cartilagenous pada ruas tulang belakang
ini membuat individu bisa menjadi lebih fleksibel untuk membungkuk, memutar, dan
menengadah. Contoh lain sambungan cartilagenous ini juga ada pada sambungan antar
tulang iga dan pangkal tulang iga.
Sambungan Synovial
Sambungan synovial ini paling banyak terdapat pada kaki dan tangan. Sambungan
synovial ini berfungsi untuk pergerakan bebas, lebih rumit, dan relatif besar meskipun
pergerakannya terbatas.

Sambungan synovial ini juga menghasilkan cairan pelumas

sinovial yang membuat pergerakan menjadi lebih nyaman dan leluasa.


Ligamen
Ligamen berfungsi untuk mencegah adanya dislokasi dan membatasi rentang gerakan
pada manusia. Ligamen juga berfungsi sebagai pembentuk bagian sambungan dan juga
menempel pada tulang. Sifat ligamen tidak elastis namun dapat meregang pada kondisi
tertentu.
Sistem Sambungan Kerangka (sendi)
Sistem sambungan tulang dapat membatasi jangkauan atau ruang gerak individu.
Berdasarkan sifat gerakannya sendi dibagi menjadi tiga macam yaitu :
1. Sendi mati
Sendi mati adalah persendian yang tidak memiliki celah sendi. Akibatnya
tidak memungkinkan untuk terjadi pergerakan. Contohnya adalah persendian pada
tulang tengkorak.
2. Sendi kaku
Sendi kaku adalah persendian yang masih memungkinkan terjadinya gerak
namun sifatnya kaku (sangat minim). Contohnya adalah persendian pada ruas-ruas
tulang.

3. Sendi gerak
Sendi gerak adalah persendian yang memungkin terjadinya gerakan yang cukup
bebas (tidak kaku). Ada empat macam sendi gerak diantaranya :
a. Sendi Engsel
Persendian dengan gerakan satu arah. Contohnya persendian antara tulang
paha dan tulang betis.
b. Sendi Putar
Yaitu persendian dengan gerakan berputar.
Contohnya persendian antara tulang
leher dan tulang atlas, persendian
antara

tulang

hasta

dan

tulang

pengumpil.
c. Sendi Peluru
Persendian yang dapat digerakkan ke
segala arah.

Contohnya persendian

antara gelang bahu dan tulang lengan


atas, persendian antara gelang panggul
dan paha.
d. Sendi Pelana
Persendian yang dapat digerakkan dua
arah.

Contohnya persendian antara

pergelangan tangan dan telapak tangan,


persendian pada ibu jari tangan.

Gerak dan Kerja Otot Manusia


Berdasarkan cara kerjanya otot dibagi menjadi dua, yaitu antagonis dan sinergis. Otot
antagonis akan menyebabkan gerak antagonis, yiatu gerak otot yang berlawanan arah, artinya
apabila salah satu otot berkontraksi, maka otot lainnya berelaksasi, akibatnya tulang menjadi
tertarik atau terangkat. Sementara otot sinergis akan menyebabkan gerakan sinergis, yaitu
gerak yang bersamaan arahnya, artinya kedua otot akan berkontraksi bersama atau
berelaksasi bersama-sama pula.
Contoh dari gerak antagonis adalah otot bisep dan trisep. Apabila mengangkat lengan
bawah, maka otot bisep akan berkontraksi, sementara otot trisep berelaksasi. Sementara

contoh dari gerak sinergis adalah gerak tangan


menengadah dan menelungkup atau gerak tulang
rusuk saat manusia bernapas.
Jaringan Penghubung
Ligamen dan tendon merupakan jaringan
penghubung yang penting bagi rangka dan otot pada
tubuh

manusia.

Ligamen

berfungsi

sebagai

penghubung antara tulang dengan tulang agar stabil.


Sementara tendon berfungsi sebagai penghubung
antara otot dan tulang.

SUMBER :
Nurmianto Eko. (1996). Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya : Guna Widya
http://tobi-tobita.blogspot.com/p/materi.html (diakses pada tanggal 28 Februari 2015 pada
pukul 13.15)