Anda di halaman 1dari 27

TUGAS PENGENDALIAN PROSES

Disusun oleh:
Muhammad Nur Rahim. S
Handika Septian
Sheilviana Angela
Andry Pratama Surya

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
2014/2015

BAB I
TINJAUAN PUSTAKA
1.1

Sistem Pengendalian Proses


Sistem pengendalian pada pabrik RBD Palm Olein dari CPO ini dilakukan

secara otomatis (pengawasan dan pengukuran sepenuhnya dilakukan oleh mesin).


Pengendalian dilakukan dengan sistem feedback yaitu pengendalian yang
dilakukan pada variabel manipulated setelah dilakukan pengukuran variabel yang
akan dikendalikan. Sistem pengendalian terdiri atas alat ukur/sensor variabel
yang akan dikendalikan, pengendali (controller) dan elemen pengendali akhir.
Sinyal yang dikirim dari sensor ke controller berupa sinyal listrik dan dari
controller ke aktuator berupa sinyal pneumatik.
Pengendalian yang dilakukan meliputi pengendalian terhadap temperatur,
tekanan, laju alir dan level fluida. Sistem pengendalian biasanya dinyatakan
dalam bentuk simbol lingkaran yang berisi 2 huruf. Huruf pertama menunjukan
variabel yang akan dikendalikan, terdiri dari huruf T, P, F dan L yang mewakili
temperatur, pressure, flow dan level. Huruf kedua menjelaskan fungsi yaitu T
sebagai transmitter, I sebagai indikator, dan controller dinyatakan dengan huruf
C. Tetapi ada juga yang memakai tanda peringtan atau huruf A pada huruf ketiga
yang berarti Alarm.
Dalam tahapan proses produksi RBD Palm Olein dari CPO perlu
pengawasan dan pengendalian agar proses tersebut berjalan sesuai kondisi yang
diinginkan Untuk itu diperlukan pengendalian proses yang terdiri dari 3 macam
proses, yaitu :
1. Manual, yaitu pengawasan dan pengukuran yang dilakukan oleh manusia
(operator)
2. Semi Automatic, yaitu pengawasan dan pengukuran dilakukan sebagian
manusia dan sebagian lagi dilakukan oleh mesin.
3. Full Automatic, yaitu pengawasan dan pengukuran yang dilakukan
sepenuhnya
oleh mesin.

Pabrik RBD Palm Olein dari CPO ini direncanakan menggunakan proses
pengawasan dan pengendalian dengan proses full automatic. Adapun dalam
pengendalian proses terdapat beberapa komponen yaitu:
1. Elemen pengukur (measuring element)
Elemen yang melakukan pengukuran kondisi proses variabel serta mengirim
hasil pengukuran ke elemen pengontrol.
2. Elemen pengontrol (controller)
Elemen

yang

menerima

hasil

pengukuran

elemen

pengukur

dan

membandingkannya dengan harga set point, lalu mengaturnya untuk


melakukan perubahan yang diinginkan.
3. Elemen pengubah akhir (final control element)
Elemen yang melakukan perubahan agar variabel sesuai dengan kondisi
proses yang diinginkan.
1.2

Instrumentasi
Keberhasilan sistem pengendalian sangat ditentukan dengan adanya data

yang benar dan akurat. Kondisi tersebut dapat diketahui melalui pengukuran
terhadap variabel-variabel proses dengan menggunakan instrument. Pada dasarnya
instrumentasi mempunyai bagian-bagian sebagai berikut.
1. Proses kimia
Proses kimia meliputi peralatan proses dan operasi baik secara kimia
maupun fisika yang terjadi di dalam peralatan tersebut.
2. Sensor atau alat ukur
Sensor merupakan sumber informasi yang mengidentifikasi hal-hal yang
terjadi dalam suatu proses.
3. Transducer
Transducer merupakan alat penterjemah yang digunakan untuk mengubah
hasil pengukuran menjadi besaran yang ditransmisikan.
4. Jalur transmisi

Jalur transmisi merupakan media yang digunakan untuk membawa informasi


hasil pengukuran dari alat ukur ke controller. Pada sistem pengendalian
pabrik ini terdiri dari 2 jenis jalur transmisi yaitu jalur listrik dan jalur
pneumtik yang ditampilkan pada Gambar 1.1.

(a)

(b)

Gambar 1.1 Jalur Transmisi: (a) Pneumatik; (b) Listrik


5. Elemen pengendali
Merupakan elemen yang menerima hasil pengukuran elemen pengukur dan
membandingkannya dengan harga set point, lalu mengatur sumber tenaga
untuk melakukan perubahan yang diperlukan.
6. Elemen pengendali akhir
Elemen pengendali akhir merupakan perangkat keras yang melaksanakan
tindakan yang diputuskan oleh elemen pengendali. Elemen pengendali akhir
yang digunakan pada pabrik ini berupa pneumatik control valve (PCV)
dengan simbol yang dapat dilihat pada Gambar 1.2.

Gambar 1.2 Simbol Pneumatik Control Valve

7. Elemen pencatat
Elemen

pencatat

berfungsi

mencatat

kelakuan

proses

agar

dapat

didemonstrasikan secara visual.


Pada perancangan pabrik RBD Palm Olein ini, sistem pengendalian
proses dilakukan dengan melengkapi alat-alat proses dengan instrumentasiinstrumentasi tertentu. Instrumen-instrumen yang diperlukan tersebut antara lain :
1. Instrumentasi Temperatur (Temperature Instrument)
Pada pabrik ini, instrumentasi temperatur digunakan untuk mengatur dan
mengontrol temperatur pada heat exchanger, gasifier, reformer, reaktor
sintesa RBD Palm Olein, flash drum dan menara destilasi. Instrumentasi
temperatur yang digunakan terdiri dari:
Temperature Indicator (TI)
Temperature indicator merupakan alat yang berfungsi untuk mengetahui
temperatur pada suatu unit operasi atau aliran proses.
Temperature Transmitter (TT)
Temperature transmitter merupakan alat yang meneruskan sinyal perubahan
suhu dari sensor (elemen primer) pada suatu unit operasi ke elemen
pengontrol, kemudian dari elemen pengontrol ke terminal final kontrol, atau
secara sederhana temperature transmitter dapat diartikan sebagai bagian alat
pengendali yang mengirim sinyal perubahan suhu ke antar elemen
pengendali. Simbol indikator ini dapat dilihat pada Gambar 1.3.
TT
103
Gambar 1.3 Simbol Temperature Transmitter
Temperature Controller (TC)
Temperature controller adalah alat yang digunakan sebagai pengatur suhu
atau pengukur sinyal dalam bentuk panas menjadi sinyal mekanis atau listrik.

Pengaturan temperatur dilakukan dengan mengatur jumlah material proses


yang harus ditambahkan atau dikeluarkan dari suatu proses yang sedang
bekerja. Simbol indikator ini dapat dilihat pada Gambar 1.4.
TC
103
Gambar 1.4 Simbol Temperature Controller
2. Instrumentasi Tekanan (Pressure Instrument)
Instrumentasi tekanan yang digunakan terdiri
dari:
Pressure Indicator (PI)
Pressure indicator adalah alat yang digunakan untuk menunjukkan tekanan
pada alat atau aliran proses.
Pressure Transmitter (PT)
Pressure transmitter merupakan alat yang meneruskan sinyal perubahan
tekanan dari sensor (elemen primer) pada suatu unit operasi ke elemen
pengontrol. kemudian dari elemen pengontrol ke terminal final kontrol, atau
secara sederhana pressure transmitter dapat diartikan sebagai bagian alat
pengendali yang mengirim sinyal perubahan tekanan ke antar elemen
pengendali. Simbol indikator ini dapat dilihat pada Gambar 1.5.
PT
101
Gambar 1.5 Simbol Pressure Transmitter
Pressure Controller (PC)
Pressure controller adalah alat yang dapat digunakan sebagai pengukur
tekanan atau pengubah sinyal dalam bentuk tekanan menjadi sinyal mekanis.

Pengukuran tekanan dapat dilakukan dengan mengatur jumlah uap yang


keluar dari suatu alat yang tekanannya ingin dideteksi. Simbol indikator ini
dapat dilihat pada Gambar 1.6.
PC
101
Gambar 1.6 Simbol Pressure Controller
3. Instrumentasi Laju Aliran (Flow Instrument)
Pada pabrik ini, instrumentasi tekanan digunakan untuk mengatur dan
mengontrol laju aliran dari keluaran pompa, tangki dan reaktor. Instrumentasi
laju aliran yang digunakan terdiri dari :

Flow Transmitter (FT)


Flow transmitter merupakan alat yang meneruskan sinyal kecepatan aliran fluida
dari sensor (elemen primer) pada suatu unit operasi ke elemen pengontrol
kemudian dari elemen pengontrol ke terminal final kontrol, atau secara sederhana
flow transmitter dapat diartikan sebagai bagian alat pengendali yang mengirim
sinyal perubahan laju alir ke antar elemen pengendali. Simbol indikator ini dapat
dilihat pada Gambar 1.7.
FT
104
Gambar 1.7 Simbol Flow Transmitter
Flow Controller (FC)
Flow controller adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan aliran
fluida dalam aliran pipa atau unit proses lainnya. Pengukuran kecepatan fluida
biasanya diatur dengan mengukur keluaran dari alat yang mengakibatkan fluida
mengalir dalam aliran pipa. Simbol indikator ini dapat dilihat pada Gambar 1.8.
FC
104
Gambar 1.8 Simbol Flow Controller
4. Flow Ratio Controller (FRC)
Flow Ratio Controller adalah alat yang digunakan untuk mengukur rasio
kecepatan aliran antara dua atau lebih fluida dalam aliran pipa atau unit proses
lainnya. Flow Ratio Controller pada pabrik ini terdapat pada pembagi aliran atau
splitter. Simbol indikator ini dapat dilihat pada Gambar 1.9.

FRC
123
Gambar 1.9 Simbol Flow Ratio Controller
5. Intrumentasi Level (Level Instrument)
Instrumentasi level yang digunakan terdiri dari :
Level Indicator (LI)
Level indicator adalah alat untuk menunjukkan tinggi cairan dalam tangki.
Level Transmitter (LT)
Level transmitter merupakan alat yang meneruskan sinyal perubahan ketinggian
fluida dari sensor (elemen primer) pada suatu unit operasi ke elemen pengontrol
kemudian dari elemen pengontrol ke terminal final kontrol, atau secara sederhana
level transmitter dapat diartikan sebagai bagian alat pengendali yang mengirim
sinyal perubahan level/ketinggian fluida ke antar elemen pengendali. Simbol
indikator ini dapat dilihat pada Gambar 1.10.
LT
121
Gambar 1.10 Simbol Level Transmitter

Level Controller (LC)


Level controller adalah alat yang dipakai untuk mengukur tinggi cairan dalam
alat. Pengukuran tinggi permukaan cairan dilakukan dengan operasi dari sebuah
control valve yaitu dengan mengatur laju alir fluida masuk atau keluar proses.
Simbol indikator ini dapat dilihat pada Gambar 1.11.

LT
121
Gambar 1.11 Simbol Level Controller
Pada setiap pengendalian/kontrol terhadap suatu proses, hal yang penting
untuk diperhatikan adalah mengenai variabel proses. Variabel proses adalah semua
kondisi operasi proses yang dapat mengalami perubahan. Diantara variabel proses
tersebut, ada yang memberikan informasi tentang proses yang berlangsung, dan ada
juga variabel proses yang dapat mempengaruhi jalannya proses. Variabel proses
dapat dikategorikan kedalam 2 kelompok :
1.

Variabel Input
Variabel input adalah variabel yang menunjukkan efek lingkungan pada proses
yang dituju. atau dapat diartikan sebagai semua veriabel yang terdapat pada
bagian input dari suatu proses. Variabel input ini diklasifikasikan dalam 2 bagian
yaitu :

Manipulated Variable, jika harga variabel ini dapat diatur atau dikendalikan
dengan bebas oleh operator atau sistem pengendali. Variable ini merupakan
variabel yang dapat diukur atau disebut juga measured variable pada suatu
sistem pengendali.

Disturbance Variable, jika harga variabel tidak dapat diatur/dikendalikan oleh


operator atau sistem pengendali. Variabel ini dapat berupa variabel terukur dan
tidak terukur (measured and unmeasured variable).

2. Variabel Output
Variabel output adalah variabel yang menunjukkan gambaran kondisi di dalam
proses/unit proses, yang diketahui melalui mekanisme pengukuran. Variable ini
diklasifikasikan menjadi 2 bagian :
Controlled Variable (Variabel yang dikontrol), variabel ini terbagi 2 yaitu
measured output variable (jika variabel dapat diketahui/diukur secara langsung

menggunakan elemen pengukur) dan unmeasured output variable (jika variabel


tidak dapat diketahui dengan pengukuran secara langsung.
Uncontrolled Variable (Varibel yang tidak dikontrol)

BAB II
PEMBAHASAN
1.

Asumsi : sistem pengendali heat exchanger


Variabel kendali : laju alir
Variable yang diukur : laju alir (pada FT 101) dan Temperatur (pada TT101)
Set point : temperatur (pada TT 101)
FT 101 merupakan flow transmitter yang dihubungkan oleh dengan signal
elektrik dengan FIC 101 yang merupakan shared control/display device. Signal
elektrik yang keluar dari FIC 101 akan diterima oleh TY 101 dan diubah menjadi
signal pnumatik untuk kendali final control element (pnumatic valve). TT101
merupakan temperature transmitter untuk membaca dang mengirimkan bacaan suhu
ke TIC (temperature indicator controller) yang akan mencocokan data dengan set

point. Apabila terjadi perubahan kondisi dari set point, maka akan diukur berapa
error-nya dan dikirimkan ke FIC untuk mengubahnya menjadi nilai perbaikan agar
FIC dapat memberikan besaran signal yang tepat untuk TY 101 sehingga tekanan
yang diberikan pada valve dapat memperbaiki kondisi proses menjadi nilai set point
2.

Variabel control

: laju alir

Variabel gangguan

: temperature, tekanan umpan masuk

Variabel manipulasi

: laju alir

Keterangan :
FC :Flowrate Controller
FT :Flowrate Transmitter
Proses Controlling pada loop diatasadalah:
Padagambar di atasdapat di amatiumpan yang masuk dankeluaranproduk.
Umpan yang masuk di control denganflowrate controller.Dimanapadaalatini di

lengkapisengan sensor yang berfungsiuntukmemberikan signal ke controller.


Sehinggajikalajualirumpan yang masukmelebihi data set pada controller, maka final
control

(valve)

di

perkecil.

Demikiansebaliknyajikalajualirumpan

yang

masukkecildari data yang telah di set maka final control akan di perbesar.
3.

1. Bagian 1 (input umpan ke kolom 1)


Variabel Kontrol

: berupa laju alir umpan.

Sensor

: terletak pada aliran masuk umpan ke kolom dapat

berupa orifice yang akan terdeteksi laju aliran umpan dalam bentuk signal
yang akan disampaikan ke controller oleh flow transmiter (FT).
Controller

: signal yang diterima akan dibandingkan dengan set

pion yang diatur sedemikian rupa, kemudian controller akan memerintahkan

final control (FC) untuk meminimalisir eror atau meminimalkan selisih antara
data laju alir yang diterima dengan set poin.
Variabel Manipulasi

: berupa valve yang dipasang pada aliran masuk

umpan yang merupakan final conroller yang akan melaksanakan perintah


controller menyesuaikan laju alir proses dengan set poin.
Variabel Pengganggu : biasanya terletak pada input seperti komposisi umpan
yang dimasukkan.
2. Bagian 2 (Top Produk untuk masuk ke kolom ke dua)
Variabel Kontrol

: ada beberapa variabel pada bagian top kolom ini

yaitu berupa kontrol laju alir dan kontrol level dalam kolom produk yang akan
masuk ke kolom kedua
Sensor

- untuk laju alir, sensor berupa orifice yang terdapat pada aliran top produk
kolom
- untuk level, sensor berupa pelampung yang ditempatkan di dalam kolom
yang akan mengirim signal ke level kontrol
Controller

- untuk laju alir terdapat tiga poin FC. Pertama yaitu pada laju aliran top
produk, kedua yaitu pada laju aliran recycle dan yang ketiga terletak pada laju
aliran produk yang akan masuk ke kolom ke tiga
- untuk level dari sensor akan dikirim data pada LC kemudian LC akan
memproses data dan memerintahkan final kontroller untuk menyesuikan
dengan set point
Variabel Manipulasi

: berupa valve yang dipasang pada aliran masuk

umpan yang merupakan final conroller yang akan melaksanakan perintah


controller menyesuaikan laju alir proses dengan set poin. Sedangkan untuk
final kontroller untuk level berupa valve pada aliran masuk umpan dan valve
pada aliran masuk recycle.

Variabel Pengganggu : Untuk laju alir variabel pengganggu berupa


komposisi produk. Sedangakan untuk level bisa berupa proses yang terjadi di
dalam kolom dan laju aliran yang masuk kolom serta komposisi di dalam
kolom.
3. Bagian 3 (bagian bawah kolom)
Variabel Kontrol

: ada beberapa variabel pada bagian bawah kolom ini

yaitu berupa kontrol laju alir dan kontrol temperatur


Sensor

- untuk laju alir, sensor berupa orifice yang terdapat pada aliran produk
bawah kolom
- untuk temperatur, sensor berupa termokopel yang terletak pada kolom
Controller

- untuk laju alir terdapat pada pengaturan valve produk dan berhubungan
dengan level dalam kolom
- untuk temperatur bertugas mengatur temperatur dengan mengatur steam
yang masuk ke dalam kolom
Variabel Manipulasi

: untuk laju alir berupa valve yang terdapat pada aliran

produk dan recycle yang akan kembali ke kolom sedangkan untuk temperatur
berupa pengaturan jumlah steam yang masuk ke kolom
Variabel Pengganggu : Untuk laju alir variabel pengganggu berupa
komposisi produk. Sedangakan untuk temperatur berupa komposisi dalam
kolom dan komposisi steam yang masuk ke kolom.

4.

Analisa Kontrol

Variabel proses yang terdapat pada heat exchanger alur 37 pada Prarancangan

Pabrik Pembuatan Soap Noodle terdiri dari :


1. Variabel control
Seperti yang terlihat pada gambar terdapat tanda FC dan TC. FC (Flow Control)
menunjukkan adanya pengontrolan laju alir propane yang berfungsi sebagai
refrigerant dan TC (Temperature Control) menunjukkan adanya pengontrolan
temperature system. Jadi dapat disimpulkan variable control pada proses ini adalah
laju alir propane dan temperature sistem.
2. Variabel manipulasi
Untuk menjaga variable control yaitu laju alir dan temperatur tetap berada pada
setpointya maka diperlukan variable manipulasi. Dalam kasus ini variable
manipulasinya adalah laju alir propane yang masuk kedalam heat exchanger.
3. Variabel gangguan

Variable gangguan menyebabkan variable control tidak sesuai dengan setpointnya.


Variable gangguan pada proses ini adalah laju alir propane yang tidak sesuai.

Uraian pengontrolan variable proses


Propana yang berfungsi sebagai refrigerant dipompa kedalam Heat Exchanger
aliran 37 dalam system ini terdapat variable control yaitu laju alir propane dan
temperature system. Harga laju alir dan temperature aliran masuk HE akan terbaca
oleh sensor flow (misal flowmeter) dan temperatur (misal termokopel). Kemudian
sensor

akan

mengirim

sinyal

kepada

controller

(control

room)

dan

membandingkan hasilnya apakah sesuai setpoint atau tidak. Set point untuk proses
ini adalah laju alir propane pada kecepatan 7155.16 kg/jam dan temperatur system
pada suhu -103oC. Jika harganya tidak sesuai dengan setpoint maka controller akan
memerintahkan final control (valve) untuk meminimalisir error. Misalkan
temperature sistemnya adalah -90oC maka controller akan memerintahkan untuk
memperbesar bukaan valve agar mempercepat laju alir propane yang masuk dalam
system agar system mengalami penurunan suhu mencapai setpoint yaitu -103oC.
Sedangkan jika laju alir propana menuju bak penampungan melebihi setpoint
maka controller akan memerintahkan untuk memperkecil bukaan valve agar laju
alir yang masuk dalam system mengalami penurunan sampai pada setpointnya.
Variable control

: - level controller untuk umpan masuk


- Flowrate controller untuk produk

Variabel gangguan : flowrate umpan masuk


Variabel manipulasi

: level dan flowrate controller

Pada gambar diatas terdapat 3 umpan yang masuk dan 1 produk yang keluar dari
dalam tangki tertutup, dan setiap umpan yang masuk dan produk yang keluar
dikontrol terlebih dahulu. Prinsip controllingnya sama, variable prosesnya yang
berbeda. Dan pada penjelasan ini akan dijelaskan 1 proses controlling.

Feed berupa fluida dari separator dikontrol levelnya sebelum masuk ke tangki,
dimana proses ini menggunakan sensor, controller yaituLC/ level controller dan
final cotroller yaitu FC/ flowrate controller.
Fluida dialirkan ke dalam tangki dan akan mengisi sesuai dengan volume tangki
tersebut. Pertama, controller sudah disetterlebih dahulu sesuai kondisi proses yang
diinginkan. Pada saat fluida mengisi tangki, sensor yang digunakan untuk
mengukur ketinggian fluida akan memberikan data berupa signal pada controller.
Dan controller akan membandingkan data berupa signal juga yang diperoleh dari
sensor dengan set point. Selanjutnya, apabila terjadi kelebihan atau kekurangan
dari level yang diinginkan maka controller akan memberikan perintah pada final
control yaitu valve, yang akan diperkecil atau diperbesar bukaanya.
Variable control

: - level controller untuk umpan masuk


- Flowrate controller untuk produk

Variabel gangguan

: flowrate umpan masuk

Variabel manipulasi

: level dan flowrate controller

Pada gambar diatas terdapat 3 umpan yang masuk dan 1 produk yang keluar dari
dalam tangki tertutup, dan setiap umpan yang masuk dan produk yang keluar
dikontrol terlebih dahulu. Prinsip controllingnya sama, variable prosesnya yang
berbeda. Dan pada penjelasan ini akan dijelaskan 1 proses controlling.
Feed berupa fluida dari separator dikontrol levelnya sebelum masuk ke tangki,
dimana proses ini menggunakan sensor, controller yaituLC/ level controller dan
final cotroller yaitu FC/ flowrate controller.
Fluida dialirkan ke dalam tangki dan akan mengisi sesuai dengan volume tangki
tersebut. Pertama, controller sudah disetterlebih dahulu sesuai kondisi proses yang
diinginkan. Pada saat fluida mengisi tangki, sensor yang digunakan untuk
mengukur ketinggian fluida akan memberikan data berupa signal pada controller.
Dan controller akan membandingkan data berupa signal juga yang diperoleh dari
sensor dengan set point. Selanjutnya, apabila terjadi kelebihan atau kekurangan

dari level yang diinginkan maka controller akan memberikan perintah pada final
control yaitu valve, yang akan diperkecil atau diperbesar bukaanya.
Variable control : - level controller untuk umpan masuk
- Flowrate controller untuk produk
5.

Variabel gangguan

: flowrate umpan masuk

Variabel manipulasi

: level dan flowrate controller

Pada gambar diatas terdapat 3 umpan yang masuk dan 1 produk yang keluar
dari dalam tangki tertutup, dan setiap umpan yang masuk dan produk yang keluar
dikontrol terlebih dahulu. Prinsip controllingnya sama, variable prosesnya yang
berbeda. Dan pada penjelasan ini akan dijelaskan 1 proses controlling.
Feed berupa fluida dari separator dikontrol levelnya sebelum masuk ke
tangki, dimana proses ini menggunakan sensor, controller yaituLC/ level controller
dan final cotroller yaitu FC/ flowrate controller.

Fluida dialirkan ke dalam tangki dan akan mengisi sesuai dengan volume
tangki tersebut. Pertama, controller sudah disetterlebih dahulu sesuai kondisi proses
yang diinginkan. Pada saat fluida mengisi tangki, sensor yang digunakan untuk
mengukur ketinggian fluida akan memberikan data berupa signal pada controller. Dan
controller akan membandingkan data berupa signal juga yang diperoleh dari sensor
dengan set point. Selanjutnya, apabila terjadi kelebihan atau kekurangan dari level
yang diinginkan maka controller akan memberikan perintah pada final control yaitu
valve, yang akan diperkecil atau diperbesar bukaanya.
6.

Variabel proses yang terdapat pada Filter press pada Prarancangan Pabrik
Pembuatan Soap Noodle terdiri dari :
a. Variabel control
Pada gambar terdapat tanda FC. FC (Flow Control) berfungsi untuk
mengontrol laju alir hasil samping dari reactor fermentasi yang masuk kedalam filter
press. Jadi variable controlnya adalah laju alir.
b. Variabel manipulasi
Variable manipulasinya adalah laju alir masuk limbah cair kelapa sawit.
c. Variabel gangguan
Variable gangguan pada proses ini adalah laju alir hasil samping yang tidak
sesuai.
Hasil samping dari proses fermentasi yang berasal dari reactor dialirkan ke
filter press. Pada system ini terdapat variable control yaitu laju alir. Harga laju alir
yang masuk ke filter press akan dibaca oleh sensor flow (misal flowmeter). Kemudian
sensor akan mengirim sinyal kepada controller (control room) dan membandingkan
hasilnya dengan setpoint sesuai atau tidak. Jika harganya tidak sesuai dengan setpoint
maka controller akan memerintahkan final control (valve) untuk meminimalisir error.
Misalkan laju alir fluida menuju filter press kurang dari setpoint maka controller akan

memerintahkan valve untuk memperbesar bukaan valve agar laju alir yang masuk
dalam system naik sampai pada setpointnya.
7.

Variable control : flowrate transmitter


Variabel gangguan : temperatur cooler
Variabel manipulasi : flowrate controller
Pada gambar diatas terdapat 1 umpan yang masuk yang berasal dari Tranfer
Pump dan 1 produk yang keluar dari cooler. Prinsip controllingnya sama, variable
prosesnya yang berbeda. Dan pada penjelasan ini akan dijelaskan 1 proses
controlling.
Umpan dari Tranfer Pump dimasukan ke dalam cooler, guna untuk mengatur
suhu, lalu di alirkan ke mixer, pada cooler memiliki sensor yg terdapat pada FT, yang
akan memberikan informasi,dan jika suhu pada cooler berkurang atau meningkat,
maka FT akan memberikan tanda, sehingga untuk mengatur dari suhu cooler,
digunakan valve, untuk mengatur suhu dari cooler tadi.

8.

Variabel control

: temperature, level dan tekanan umpan masuk


: flow quality produk yang keluar

Variabel gangguan : flow rate umpan masuk


Variabel manipulasi : temperature, level dan tekanan umpan masuk
: flow quality produk yang keluar
Keterangan:
TIC

: Temperature Indicating Controller

TICV : Temperature Indicating Controller Valve


LAC

: Level Alarm Controller

LACV : Level Alarm Controller Valve


PCV

: Pressure Controller Valve

FQRCS

:Flow Quality Recording Controller Switch

Pneumatically
actuated valve

Proses controlling pada loop tersebut yaitu:


Dari gambar terlihat ada 3 umpan yang masuk dan 1 produk yang keluar dari
dalam bejana atau tangki tertutup, dimana masing-masing umpan yang masuk dan
produk yang keluar dikontrol terlebih dahulu. Untuk prinsipcontrollingnya adalah
sama, yang berbeda hanyalah variabel prosesnya. Disini akan dijelaskan satu proses
controlling saja.
Dapat dilihat pada bagian samping kanan bawah tangki, feed berupa fluida
dari water bacth dikontrol levelnya tinggi permukaannya di dalam tangki, yang mana
proses ini menggunakan sensor, controller yang diberi simbol LAC (Level Alarm
Controller) dan final control dengan simbol LACV (Level Alarm Controller Valve).
Prinsip kerja dari controlling ini yaitu fluida dialirkan ke dalam tangki yang
selanjutnya akan mengisi volume dari tangki tersebut. Saat fluida mengisi tangki,
sensor yang digunakan untuk mengukur atau mendeteksi ketinggian fluida akan
memberikan data berupa signal kepada controller. Dimana controller tersebut sudah
diset terlebih dahulu sesuai dengan kondisi proses yang diinginkan. Controller akan
mebandingkan data berupa signal yang diperoleh dari sensor dengan set point.
Apabila ada terjadi kelebihan dari level yang diinginkan, makacontroller akan
memberi perintah kepada final controll (valve) untuk diperkecil bukaannya. Begitu
juga apabila terjadi kekurangan dari level yang diinginkan, maka controller akan
memberi perintah kepada final controll (valve) untuk diperbesar bukaannya.

Daftar Pustaka
Baasel, W., D., 1990, Preliminary Chemical Engineering Plant Design, 2 nd ed., Van
Nostrand Reinhold, New York.
Bausbacher. Ed., & Hunt. Roger, 1993, Process Plant Layout and Piping
Desind., Prentice Hall., Inc., Singapore.
Brownell, L.E. And Young, E.H., 1959, Process Equipment Design, John Willey &
Sons, New York
Coughanowr. Donal R., 1991, Process System Analysis and Control, 2nd ed., Mc
Graw Hill Book Co., Inc.,Singapore
Coulson, J.M. and Richardson, J.F., 1993, Chemical Engineering Design, Vol. 6, 2nd
ed, Pergamon Press, Oxford.

Fogler, H.S., 1986, Element of Chemical Reaction Engineering, London, Prentice


Hall International.
Geankoplis, CJ., 1999, Transport Processes and Unit Operations, 3rd Edition,
London, Prentice Hall International.
Kern, DQ 1983, Process Heat Transfer, McGraw-Hill International Book Company,
Japan.
McCabe, WL et al 1993, Unit Operations of Chemical Engineering Fifth Edition,
McGraw-Hill International Editions, Singapore.
Perry, J. H.et al, 1997, Chemical Engineers' Handbook, 7th Edition, McGraw-Hill,
New York.
Peter, et all. 2003. Plant Design and Economics for Chemical Engineers, 5th ed.
New York : University of Colorado.
Sieder, WD., JD. Seader, Daniel RL., Soemantri W. 2010. Product and Process
Design Principles Syntesis, Analysis and Evaluation, 3 rd edition. Asia : John
Wiley & Sons.
Smith, JM et al 2001, Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics Sixth
Edition, McGraw-Hill Higher Education, Singapore.
Walas, M.S., 1990, Chemical Process Equipment Selection and Design, London,
Betterworth-Heinemann.

Anda mungkin juga menyukai