Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMBUATAN PREPARAT SUPRAVITAL EPITELIUM MUKOSA MULUT

Disusun Guna Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Praktikum Mikroteknik


Tahun Ajaran 2014/2015

disusun oleh :
Dyah Rizki Fatati
4411412012

Kelompok 7
Rombel 1 Biologi 2012

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS METEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014

PREPARAT SUPRAVITAL
EPITELIUM MUKOSA MULUT
Tanggal 2 Mei 2012
A. Tujuan
1. Membuat preparat supravital epitelium mukosa mulut dengan zat warna Methylene
blue.
2. Menganalisis hasil pembuatan preparat supravital epitelium mukosa mulut
B. Landasan Teori
Jaringan tubuh manusia terdiri dari jaringan epitelium, jaringan pengikat, jaringan
pengangkut dan jaringan syaraf. Epitel adalah jaringan yang terdiri atas sel-sel yang sangat
rapat tanpa adanya zat antar sel. Epitel tidak memiliki pembuluh darah, tetapi semua
epitelium tumbuh pada jaringan ikat yang mempunyai pembuluh darah. Epitel dipisahkan
dengan jaringan ikat melalui membrana basalis.
Jaringan epitelium mempunyai ciri-ciri umum terdiri atas sel-sel yang saling berdekatan,
yang berbentuk pipih. Hanya ada sedikit material antarsel. Jaringan bersifat nonvaskular atau
tanpa pembuluh darah. Permukaan atas epithelium bebas, atau terbuka bagi bagian luar tubuh
atau rongga tubuh bagian dalam. Permukaan basal berada pada jaringan ikat. Pembelahan sel
pada epithelium terjadi secara terus menerus untuk menggantikan sel-sel yang rusak. Ada 2
macam jaringan epithelium, yaitu epithelium permukaan merupakan epitel pelapis berbaris
yang menutupi permukaan tubuh dan organ tubuh bagian dalam, epitelium kelenjar
menyekresi hormon atau produk lain.
Untuk membuat preparat jaringan segar menggunakan metode supravital. Metode
supravital merupakan suatu metode untuk mendapatkan sediaan dari sel atau jaringan yang
hidup. Zat warna yang biasa dipakai untuk pewarnaan supravital adalah janus green, neutral
red, methylene blue, dengan kosentrasi tertentu. Preparat supravital merupakan preparat yang
bersifat sementara sehingga harus segera diamati dengan mikroskop setelah pembuatan
preparat tersebut selesai. Pengamatan terhadap epitelium ini akan nampak inti dari sel-sel
yang teramati.
C. Prosedur
Proses pertama adalah penetesan zat warna pada gelas benda, dengan menyiapkan gelas
benda yang bersih dan bebas lemak yang telah disemprot dengan alkohol 70% pada gelas
benda kemudiam dilap menggunakan tissue kering (2 menit). Satu tetes zat warna supravital
methylen blue 0,25% dalam larutan NaCl 0,9% diteteskan diatas gelas benda dengan jarak
1,5cm dari sisi kiri gelas benda menggunakan pipet tetes (1 menit). Proses selanjutnya
epitelium mukosa mulut diambil dengan menggunakan tangkai skapel steril pada pipi bagian
dalam mulut, kemudian dilekatkan di atas zat warna pada gelas benda yang telah ditetesi zat
warna tersebut dan direntangkan menggunakan 2 jarum pentul agar tidak betumpuk(3 menit),
dilanjutkan dengan proses mounting menggunakan gelas penutup pada jarak 1cm dari sisi
gelas benda dan dibantu jarum pentul (2 menit). Melakukan pengamatan preparat

menggunakan mikroskop dengan perbesaran kuat, memfoto dan menganalisis hasilnya (30
menit
D. Hasil dan Analisis
Perbesaran 40x10

2
3

Gbr. Preparat Epitelium Mukosa Mulut


Keterangan gambar :
1. Sel epitelium mukosa mulut
2. Sitoplasma
3. Nukleus (inti sel)
Analisis
Sel epitelium terwarna dengan baik dengan zat warna supravital methylen blue 0,25% dalam
larutan NaCl 0,9% , warna inti lebih terwarna kuat dibandingkan sitoplasma sehingga terlihat
kontras. Proses pewarnaan tidak diawali dengan proses fiksasi terlebih dahulu. Sel epitelium
tipis dan berbentuk pipih, meski ada satu atau dua sel epitelium yang terlihat bertumpuk
tetapi masih teramati dengan jelas.Masih ada kotoran yang ikut teramati pada preparat
epitelium.
E. Pembahasan
Prosedur pembuatan preparat supravital epitelium mukosa mulut ini sangat sederhana.
Secara singkat, langkah-langkah dalam pembuatan preparat epitelium mukosa mulut yaitu:
afiksing, pewanaan dan penutupan atau mounting. Berdasarkan hasil pengamatan
menggunakan mikroskop, epitelium mukosa mulut merupakan epitelium tipis dengan bentuk
pipih. Dalam pengamatan preparat mukosa mulut dengan metode supravital
dan menggunakan pewarnaan methelyn blue0,25% dalam larutan NaCl fisiologis proses
pewarnaan tidak diawali dengan proses fiksasi terlebih dahulu. Pewarnaan ini merupakan
pewarna tunggal, yaitu pewarnaan menggunakan satu macam zat warna saja dapat diketahui
bahwa preparat epitelium mukosa mulut dapat diamati dengan baik pada perbesaran 40x10,
meskipun pada beberapa tempat ada penumpukan sel epitelium. Hal ini terjadi karena pada
saat melekatkan mukosa dari jarum pentul perentangannya tidak merata dan kemungkinan

pemberian zat warna yang terlalu berlebih juga mempengaruhi letak sel dalam preparat
sediaan ini.
Pengamatan dibawah mikroskop sel-sel epitel terwarna biru agak keunguan. Nukleus
sel epitel terwarna lebih kuat menjadi lebih biru karena nukleus bersifat asam akan terwarna
oleh pewarna basa yaitu methylene blue. Saat pengamatan sel masih dalam bentuk
asalnya, tidak terjadi plasmolisis atau krenasi karena menggunakan zat warna netral yaitu
pada kosentrasi setara dengan kosentrasi cairan tubuh 0,9% larutan.Didalam preparat masih
terdapat kotoran hal ini diduga berasal dari kotoran yang ada di dalam mulut yang ikut
terambil saat pengambilan epitelium mukosa menggunakan sendok kecil dan kotoran dapat
juga diduga berasal dari gelas benda dan gelas penutup yang kurang bersih pada saat
disterilkan dengan alkohol 70%.
F. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Preparat supravital epitelium mukosa mulut merupakan preparat sementara. Secara singkat,
langkah-langkah dalam pembuatan preparat supravital epitelium mukosa mulut yaitu:
afiksing, pewarnaan, dan penutupan atau mounting, dapat dibuat dengan metode supravital,
pewarna methylene blue 0,25% dalam larutan NaCl 0,9%.
2. Pewarnaan supravital dengan zat pewarna methylene blue dapat mewarnai sel epitelium
mukosa mulut dengan kontras sehingga dapat membedakan bagian nukleus(inti sel)
dengan bagian sel lain seperti sitoplasma.
G. Saran
1. Pembuatan preparat sementara supravital epitelium mukosa mulut sebaiknya
menggunakan langkah-langkah yang tepat yaitu: afiksing, pewarnaan, penutupan atau
mounting yang sesuai prosedur dengan menggunakan metode supravital, pewarna
methylen blue 0,25% dalam larutan NaCl 0,9%, agar dapat menghasilkan preparat yang
dapat terwarnai dengan baik
2. Pembuatan preparat epitelium mukosa mulut sebaiknya dengan metode supravital,agar
dapat mewarnai dengan bagian nukleus (inti sel ) dengan bagian yang lebih terang yaitu:
sitoplasma
H. DAFTAR PUSTAKA
Rudyatmi E 2012. Bahan Ajar Mikroteknik. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA UNNES.
Subowo. 2006. Histologi Umum. Jakarta : PT Bumi Aksara.
SuntoroHS.1983.MetodePewarnaan.Jakarta