Anda di halaman 1dari 105

569

Lembar Kerja Siswa

Faktorisasi Bentuk Aljabar


Materi Singkat:
1. Pengertian Suku pada Bentuk Aljabar
1.1.1

Suku Tunggal dan Suku Banyak


4a,5a 2 b,
6 x 2 3 xy 8 y
Bentuk-bentuk seperti
(suku satu/tunggal) dan
(suku banyak) disebut bentuk Aljabar.
1.1.2 Suku-suku Sejenis
Perhatikan bentuk aljabar berikut ini !
12 x 2 9 x 8 y 7 xy 4 x 2 5 y
Bentuk

aljabar

diatas

terdiri

dari

suku,yaitu

12 x 2 ,9 x,8 y,7 xy,4 x 2 , dan5 y


, dengan suku-suku yang sejenis yaitu :
i)

12x

8y

dan

4x

5y

ii)
dan
Suku-suku dikatakan sejenis bila memiliki variable yang sama, dan
variable yang sama itu harus memiliki pangkat yang sama juga. Dengan
kata lain, suku-suku yang sejenis hanya berbeda pada koefisiennya.
1.2 Operasi Hitung Pada bentuk Aljabar
1.2.1 Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar

570

Untuk menentukan hasil penjumlahan maupun hasil pengurangan pada


bentuk aljabar, perlu diperhatikan hal-hal berikut ini.

i)
ii)
i)
ii)

a. Suku-suku sejenis
b. Sifat Distributif perkalian terhadap penjumlahan pengurangan, yaitu :
ab ac a (b c)
a (b c) ab ac
atau
ab ac a (b c )
a (b c) ab ac
atau
c. Hasil perkalian dua bilangan bulat, yaitu:
Hasil perkalian dua bilangan bulat positif adalah bilangan bulat positif
Hasil perkalian dua bilangan bulat negative adalah bilangan bulat

positif
iii)

Hasil perkalian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat


negative adalah bilangan bulat negative

1.2.2

Perkalian bentuk Aljabar

Bentuk-bentuk perkalian suku dua dan suku banyak yang perlu diingat
kembali meliputi materi sebagai berikut.

x ( x a ) x 2 ax
1.

x( x a b) x 2 ax bx
2.

1.2.3

Pembagian Bentuk Aljabar

571

Jika dua bentuk aljabar memiliki factor-faktor yang sama, maka hasil
pembagian kedua bentuk yang sederhana dengan memperhatikan factorfaktor yang sama.

KPK dari dua bilangan atau lebih diperoleh dari hasil kali faktor-faktor prima yang
berbeda dengan pangkat yang lebih tinggi. Untuk FPB, diperoleh dari faktor-faktor
prima yang sama dengan mengambil pangkat yang terendah.
1. Pecahan dalam bentuk aljabar dapat dijumlahkan dan dikurangkan jika
penyebutnya sama, jika berbeda harus disamakan.
2. Perkalian pada pecahan adalah mengalikan pembilang dengan pembilang dan
penyebut dengan penyebut, sedangkan untuk pembanggian sama artinya dengan
perkalian pecahan dan kebalikan pecahan kedua.
3. Pemangkatan pecahan bentuk aljabar
Sifat perkallian dan pemangkatan pecahan :
a
c
axc
a. b x d = b x d

b.

a
( b )

ax a x ax xa
bx b xb x xb
4. Menyederhanakan pecahan bersusun
x+ y
x
x y
Contoh:
= (x + y) : ( 1
+
1 2

y
2 )

(x + y) : (

2 x+ y

572

= (x + y) x

2
2 x+ y

2 x +2 y
2 x+ y

Soal Latihan
1. Bentuk aljabar berikut ini yang suku tiga adalah....
a. 2x (5x + 3y) + 3x2
b. 7 (3x y) + 2x
c. 5 (2x + 3y) + 4
d. 7x+2y+6xy +1
2
2. Koefisien y pada (3x 5y)(-7y) adalah....
a. -35
b. -18
c. 18
3. Koefisien dari bentuk aljabar 3p 2q 5 adalah....
a. p dan q
b. -5
c. 3 dan 2
4. Bentuk sederhana dari 12a - 3b -8a + 7b adalah....
a. 4a + 4b
b. -4a 4b
c. -8a + 7b
d. 12a 3b
5. P = 4 (x + 3) +3 + 7 (5 2x). Jika x = 3 maka nilai dari P adalah....
a. 50
b. 40
c. 30
6. Hasil dari (2x 5) (4x 3) adalah.....
a. -2x 2
b. -2x 8
c. 2x 2
7. Jika 5 + px = -7, maka untuk x = -3 nilai p adalah.....
a. 4
b. 3
c. -3

d. 35
d. 3 dan -2

d. 20
d. 2x + 8
d. -4

573

8. Hasil dari
a.

1
4a

1
4 a3 b

d.

2
3 a , adalah.....
b.

3 a8 b
12 ab

c.

3 b8 a
12 a

3 a8 b
12 ab

9. Jika diketahui (3x + p) (2x + q) = 6x2 13x + 6, maka nilai p dan q berturut-turut
adalah...
a. -2 dan -3
b. -3 dan -2
c. 2 dan -3
2
2
2
10. Jika (-3p 5q) = 25q + 9p + x, maka nilai x adalah....
a. 30pq
b. 15pq
c. -15pq

d. 3 dan -2
d. -30pq

574

Lembar Kerja Siswa


FUNGSI
1. Pengertian Relasi
Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu aturan yang
memasangkan anggota-anggota himpunan A dengan himpunan B.
Menyatakan Relasi
Relasi antara dua himpunan yang ditentukan dapat dinyatakan dengan caracara berikut ini :
a. Diagram panah
b. Diagram Cartesius
c. Himpunan pasangan berurutan
2. Fungsi dan Pemetaan
Pemetaan atau fungsi dari himpunan A ke B adalah Relasi Khusus yang
memasangkan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B.

Menyatakan Pemetaan
Pada pembahasan pengertian pemetaan telah dikemukakan bahwa pemetaan
adalah relasi khusus.
Oleh karena itu, pemetaan pun dapat dinyatakan dengan tiga cara berikut.
a. Diagram panah

575

b. Diagram Cartesius
c. Himpunan pasangan berurutan.

Korespodensi Satu-satu
Himpunan A dikatakan berkorespodensi satu-satu dengan himpunan B jika
setiap anggota A dipasangkan dengan tepat satu anggota B, dan setiap
anggota B dipasangkan dengan tepat satu anggota A.
Dengan demikian, banyak anggota himpunan A ke B haruslah sama.

Merumuskan Suatu Fungsi


Suatu fungsi yang dinyatakan dengan aturan tertentu umumnya diberi nama
dengan menggunakan huruf latin kecil, misalnya f,g,h atau huruf lainnya.
Jika fungsi f memetakan setiap x anggota himpunan A ke y anggota
himpunan B, maka dapat ditulis sebagai berikut.
f : x -> y
dibaca : fungsi f memetakan x ke y.
Dalam hal ini y disebut bayangan (peta) dari x oleh f.

Variabel Bebas dan Variabel Bergantung


Dalam persamaan grafik fungsi y=f(x)=ax+b,nilai y selalu bergantung pada
nilai x.
Variabel x disebut Variabel bebas dan Variabel y disebut variable
bergantung.

Materi Singkat
1. Pengertian Himpunan
Himpunan adalah kumpulan atau kelompok benda-benda (obyek) yang dapat
didefinisikan dengan jelas.
Contoh : - Kumpulan hewan berkaki empat ( himpunan )
- Kumpulan siswa pandai ( bukan himpunan )

576

Himpunan dinyatakan dengan huruf kapital, dan anggota himpunan


dinyatakan dengan huruf kecil di antara dua kurung kurawal { }. Anggota
himpunan tidak boleh sama (hanya ditulis satu kali).
Contoh : Q = Himpunan penyusun kata matematika
Q = {m, a, t, e, i, k}
2. Anggota Himpunan
Adalah benda atau obyek yang membentuk suatu himpunan. Jika x anggota A,
maka ditulis x A. Jika x bukan anggota A, maka ditulis x A.
Banyaknya anggota himpunan A dinyatakan dengan n(A).
3. Menyatakan Suatu Himpunan
Untuk menyatakan suatu himpunan dapat dilakukan dengan tiga cara :
a) Menyatakan dengan kata-kata
Contoh : K = Himpunan bilangan cacah
K = {bilangan cacah}
b) Menyatakan dengan notasi pembentuk himpunan
Contoh : K = { x I x bilangan cacah }
c) Menyatakan dengan mendaftar anggota-anggotanya
Contoh : K = { 0, 1, 2, 3, 4, ..... }
4. Himpunan Kosong
Adalah hompunan yang tidak mempunyai anggota, disimbolkan dengan { }
atau .
5. Himpunan semesta
Adalah himpunan yang memuat semua objek atau benda yang sedang
dibicarakan. Lambangnya adalah S.
6. Diagram Venn
Adalah suatu diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu
himpunan. Himpunan semesta dinyatakan dengan persegi panjang dan anggotanya

577

dinyatakan dengan noktah. Jika anggotanya tidak terhingga, maka anggotanya


tidak ditulis.
S

7. Hubungan Antar Himpunan


a) Himpunan saling lepas / saling asing

b) Himpunan tidak saling lepas

c) Himpunan yang sama

K=L
S
d) Himpunan yang ekuivalen
Untuk himpunan berhingga

himpunan A dan B ekuivalen jika n(A)

= n(B)
Untuk himp. tak berhingga himpunan A dan B ekuivalen jika tiap-tiap
anggotanya
berpasangan satu-satu.
8. Himpunan Bagian

578

Himpunan A merupakan himpunan bagian dari himpunan B jika setiap anggota


himpunan A menjadi anggota himpunan B. (Notasi : A B)
S

B
A

Untuk menentukan banyaknya himpunan bagian, digunakan dengan 2 cara :


a) Segitiga Pascal
b) Menyebutkan semua himpunan bagiannya.
9. Irisan (Interaksi)
Irisan dua himpunan A dan B adalah himpunan yang anggota-anggotanya
merupakan anggota himpunan A dan juga anggota himpunan B.
Dengan notasi A B = {x I x A dan x B}
10. Gabungan
Gabungan dua himpuanan A dan B adalah himpunan semua objek yang
merupakan anggota himpunan A atau B atau kedua-duanya.
Dengan notasi A B = { x I x A atau x B}

Banyaknya anggota gabungan dan irisan dua himpunan

579

B) = n(A) + n(B) n(A

B)
n(A

B) = n(A) + n(B) n(A

n(A

B)
n(A B) = n(S) - n(A B)

11. Sifat-sifat operasi dua himpunan

No Nama sifat
1
2

Gabungan

Irisan

Idempoten

A A =A

A A =A

Komutatif

A B=B A

A B=B A

Assosiatif

(A

(A B) C = A (B

B)

C=A

(B C)

3
Distributif

(B

C)

C) = (A

B) (A C)

4
Identitas
5

A {}=A

A A = S

(B

C) = (A

B) (A C)
A S A {}={} , A S

=S
Komplemen

=A
,

(A) = A

A A = {} , S = {} dan {}

580

= S

6
Hukum
7
8

De (A B) = A B

(A B) = A B

Morgan
A B = A B

Selisih

A = S A = S A

Soal Latihan
1. Diantara kumpulan-kumpulan berikut ini yang merupakan himpunan adalah....
a. Kumpulan alat musik petik
c. Kumpulan siswa pandai
b. Kumpulan serangga
d. Kumpulan anak nakal
2. Himpunan bilangan ganjil diantara 1 sampai 10 adalah....
a. 1, 3, 5, 7, 9
b. 3, 5, 7, 9
c. 1, 3, 5, 8
d. 1, 2, 5,
7
3. {2, 4, 6, 8, 10}, jika dinyatakan dengan kata-kata adalah....
a. Himpunan bilangan genap antara 2 dan 10
b. Himpunan bilangan genap antara 2 sampai 10
c. Himpunan bilangan genap antara 1 dan 11
d. Himpunan bilangan genap antara 1 sampai 11
4. Notasi pembentuk himpunan yang tepat untuk himpunan {3, 5, 7, 11} adalah....
a. {x I x 11, x bilangan ganjil}
c. {x I 1 < x 11, x
bilangan prima}
b. {x I x > 1, x bilangan prima}

bilangan ganjil}
5. {q I -3 < q 3, q

anggota-anggotanya adalah....
a. {-2, -1, 0, 1}
b. {-2, -1, 0, 1, 2}

d. {x I 1 < x

11, x

bilangan bulat } jika dinyatakan dengan mendaftar

c. {-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3}


d. {-2, -1, 0, 1, 2, 3}

581

6. Berikut ini yang merupakan himpunan kosong adalah....


a. {bilangan genap antara 16 dan 18}
c. {bilangan cacah kurang dari
satu}
b. {bilangan prima yang genap}
dibagi 3}
7. Diketahui : K
L
M

d. {bilangan genap yang habis

= {1, 2, 4}
= {2, 4, 6, 8}
= {1, 2, 3, 4, 5, 6}

Pernyataan yang benar untuk himpunan di atas adalah....


a. K L

b. K M

c. L M

d.

M K
8.

Dari

diagram

venn

disamping,

pernyataan
P

berikut yang benar adalah....


a. Q P
c. ( P
Q=Q
b. P Q = { }

d.

Q )

Q) P=Q
9. Dari sekelompok anak terdapat 30 anak suka bermain lompat tali, 22 anak suka
bermain sepak bola dan 12 anak suka kedua-duanya. Banyaknya anak dalam
kelompok tersebut adalah.....
a. 24 anak
b. 28 anak

c. 36 anak

d. 40 anak

582

10. Dalam satu kelas terdapat 43 anak. Diantara 43 anak tersebut ternyata 31 anak
gemar menggambar, 24 anak gemar mewarnai dan 16 anak gemar kedua-duanya.
Banyaknya anak yang tidak gemar menggambar dan mewarnai adalah....
a. 4 anak
b. 8 anak
c. 12 anak
d. 15 anak

Lembar Kerja Siswa


Persamaan Garis lurus

JaraktegakgarisAB
Jarakmendat arg arisAB
a. Gradien atau kemiringan (m) garis AB =

583

( x1 , y1 )

b. Untuk sembarang titik A


y 2 y1
m AB m BA x 2 x1
atau

dan B

m AB

( x2 , y 2 )

yang terletak pada garis, maka


y1 y 2
mBA x1 x 2
y2 y1
=
dengan
adalah

perubahan nilai y pada garis AB dan

x2 x1

adalah perubahan nilai x pada

garis AB.
mp

c. Misalkan

mq

dan

masing-masing menyatakan gradient p dan q.


m p mq
1. Garis p sejajar garis q jika dan hanya jika
m p m q 1
2. Garis p tegak lurus garis q jika dan hanya jika

d. * Jika gradient m diketahui dan melalui (0,0) maka persamaan garisnya

adalah y=mx
Jika gradient m diketahui dan melalui (o,c) maka persamaan garisnya adalah
y=mx+c dengan (o,c) adalah titik potong garis y=mx+c dengan sumbu Y.

e. Persamaan garis yang melalui titik

y y1 m( x x1 )

( x1 , y1 )

dan bergradien m adala

584

( x1 , y1 )
Persamaan garis yang melalui sembarang titik

dan

( x2 , y 2 )

y y1
x x1

y 2 y1 x 2 x1
adalah
f. Hubungan gradient dengan persamaan garis lurus :
Persamaan garis yang saling sejajar
y m1 x c1
y m2 x c 2
Jika garis dengan persamaan
dan
saling sejajar

m1 m 2
maka
Persamaan garis saling berimpit
y m1 x c1
y m2 x c 2
Jika garis dengan persamaan
dan
saling berimpit
maka :
m1 m2

c1 c 2

dan
Persamaan garis saling berpotongan
Jika garis dengan persamaan

y m1 x c1

dan

y m2 x c 2

saling

m1 m 2

berpotongan maka
Persamaan garis saling berpotongan tegak lurus
y m1 x c1
dan
Jika garis dengan persamaan

berpotongan tegak lurus maka

m1 m2 1

y m2 x c 2

saling

585

g. Penerapan persamaan garis lurus


1. Fungsi permintaan
Qd a bPd
dengan
Qd
banyak barang yang diminta
Pd
= harga barang per unit yang diminta
a dan b adalah bilangan konstan dengan b<0
2. Fungsi penawaran
Qs a bPs
dengan
Qs
banyak barang yang diminta
Ps

= harga barang per unit yang diminta

a dan b adalah bilangan konstan dengan a<0

Latihan Soal
1. Gradien garis yang melalu titik O dan titik A(-20,25) adalah
1
4
4
1

4
5
5
a.
b.
c.

1
d.

1
4

586

2. Jika gradient garis yang melalui titik R(-1,a) dan S(-4,-2a) adalah 2, maka
nilai a adalah .
a. -6
b. -2
c. 2
d. 6
3. Persamaan garis yang mempunyai gradient -3 dan melalui titik (0,6) adalah
a. 3x + y = 6
b. 3x y = 6
c. y - 3x = 6
d. -3y y = 6
4. Persamaan garis yang melalui titik P(-3,-5) dan tegak lrus dengan garis 2y +
3x = 0 adalah
a. 3y = 2x - 9
b. 3 y= -2x - 24
c. 2y = 3x - 1
d. 2y = -3x - 19
5. Garis dengan persamaan 2y - 4x = 6 berimpit dengan garis
a. y -2x = 3
b. 3y - 6x = 8
c. y + 2x =3
d. 2y + 4x = 6
6. Koordinat titik potong garis 2y+3x-6=0 dengan sumbu x dan sumbu y
berturut-turut adalah
a. (2,0) dan (3,0)
b. (2,0) dan (0,3)
c. (0,2) dan (3,0)
d. (0.2) dan (0,3)
7. Suatu fungsi permintaan dinyatakan dengan Q=50-0,5P.
Permintaan tertinggi dari fungsi tersebut adalah
a. 10 unit
c. 100 unit
b. 50 unit
d. 500 unit
8. Suatu fungsi permintaan dinyatakan dengan Q=80-0,2P.
Harga tertinggi dari fungsi permintaan tersebut (dalam ribuan) adalah
a. Rp 40
c. Rp 160
b. Rp 80
d. Rp 400
9. Garis yang melalui (-2,3) dan tegak lurus dengan garisyang melalui (-1,-3)
dan (-2,-6) adalah
a. 3y x = 7
b. 3y + x = 7
c. 3y x = - 7
d. 3y + x = -7

587

10. Gradien garis yang melalui (3,-4) dan (-2,-5) adalah


1
5
a. -5
c.
1

5
b.
d. 5

Persamaan dan Pertidaksamaan Linear

Materi Singkat:
1. Kalimat Terbuka
a. Pernyataan adalah kalimat yang bernilai benar atau salah.
Contoh :
1 adalah bilangan prima bersifat salah.
Hasil kali 2 dan 5 sama dengan hasil kali 5 dan 2 bersifat benar
b. Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum diketahui nilai kebenarannya

588

Contoh : g + 15 = 21,
Jika g = 6 maka kalimat tersebut benar.
Jika g = 4 maka kalimat tersebut salah.
g merupakan variable atau peubah, sedangkan
4 atau 6 adalah konstanta atau pengganti dari variable.
2. Persamaan Linear dengan satu Variabel
a. Persamaan linear adalah kalimat terbuka yang menggunakan tanda hubung
= dan variabelnya berpangkat satu.
Contoh : 6 + 18 = 24
b. Menyelesaikan persamaan dengan cara substitusi yang mengganti variabel
suatu persamaan dengan bilangan anggota semestanya., dengan cara
menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan yang sama,
menambah atau membagi kedua ruas dengan bilangan yang sama dan dalam
bentuk pecahan.
3. Pertidaksamaan Linear Suatu Variabel
a. Pertidaksamaan linear adalah kalimat terbuka yang memiliki hubungan <,
>, atau dan variabelnya berpangkat satu.
b. Ketidaksamaan adalah pernyataan yang memuat notasi <, >, , atau dan
variabelnya berpangkat satu.
c. Menyelesaikan pertidaksamaan linear bisa dengan menambah, mengurangi
dan mengalikan dengan bilangan yang sama.
d. Cara menyelesaikan pertidaksamaan dalam bentuk pecahan adalah dengan
mengalikan kedua ruas pertidaksamaan dengan KPK dari penyebutpenyebutnya.
4. Persamaan linier dengan dua variable adalah suatu persamaan yang
tepat mempunyai dua variable dan masing-masing variabelnya
berpangkat satu.
5. Terdapat 3 metode untuk menentukan penyelesaian atau akar dari
system persamaan linier dua variable, yaitu sebagai berikut :

589

a. Metode Grafik dilakukan dengan membuat grafik persamaan


linier yang dimaksud, dengan cara menentukan titik potong grafik
dengan sumbu x ataupun sumbu y.
b. Metode Substitusi dilakukan dengan cara mengganti salah satu
variable dengan variable lainnya.
c. Metode Eliminasi dilakukan dengan menghilangkan salah satu
variable

590

Soal Latihan
1. Pernyataan berikut yang merupakan persamaan linear satu variabel adalah....
a. x + 3y = 11
2. Untuk x

b. 2x + 3 = 5 3x

d. x2 = 11

c. 4x 5 10

A = {-2, -1, 0, 1, 2} nilai x yang memenuhi persamaan 2x 5 = 5

3x adalah.....
a. 2

b. 1

c. 0

3. Nilai p yang memenuhi persamaan

a. p = 2

b. p = 3

3 p3
2

d. -2

= 6 adalah....

c. p = 4

d. p = 5

4. Persamaan berikut ekuivalen dengan persamaan 4x + 5 = 17, kecuali....


a. 4x = 17 - 5

b. 4x = 12

c. x = 3

d. x = 4

5. Harga satu buku tiga kali harga 1 pensil. Jika harga 1 buku Rp 3.600,00 maka
harga 6 pensil adalah....
a. Rp 3.600,00

b. Rp 4.800,00

c. Rp 7.200,00

d. Rp 9.000,00

591

6. Sebuah perusahaan baru menerima 100 orang karyawan baru sehingga jumlah
karyawannya menjadi 2400 orang. Jika jumlah karyawan sebelumnya x orang,
kalimat matematika dari pernyataan tersebut adalah.....
a. x = 2400 + 100 b. x = 100 2400

c. x + 2400 = 100

d. x + 100 = 2400

7. Kalimat berikut yang merupakan pertidaksamaan linear satu variabel adalah....


a. 2 3y 5

b. x + 4y 11

c. 2x 7 4y

d. 2x + 11 = 5 3x
8. Penyelesaian dari pertidaksamaan -3x + 5 > 20 adalah....
a. x < 5
b. x > 5
c. x < -5
d. x > -5
9. Diketahui pertidaksamaan 13 2(y + 1) > (y + 1) 8. Penyelesaian
pertidaksamaan tersebut adalah....
a. y > -6
b. y < -6
c. y > 6
d. y < 6
10. Angga berencana mengundang paling sedikit 250 orang dalam pesta ulang
tahunnya. Apabila banyak undangan dinyatakan dengan 2p + 80 maka.....
a. p < 100
b. p 150
c. p 100
d. p < 150

592

Lembar Kerja Siswa


Teorema Pythagoras
* Jika

ABC siku-siku di titik A,

Maka berlaku :

BC 2 AC 2 AB 2

a2 b2 c2
b2 a2 c2

C
b

atau

atau

cc

atau

c2 a2 b2

Dalam

ABC , apabila a adalah sisi dihadapan sudut A, b adalah sisi

dihadapan sudut B, c adalah sisi dihadapan sudut C, maka berlaku kebalikan


teorema Pythagoras, yaitu :
a 2 b2 c2
Jika
,maka
ABC siku-siku di A
2
2
2
b a c
Jika
,maka ABC siku-siku di B
2
2
2
c a b
Jika
,maka ABC siku-siku di C

593

Dalam setiap segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya

dihadapan sudut

30

adalah

1
2

30 0

, panjang sisi

hipotenusa ( sisi miring ).

Latihan Soal
1. Diketahui ABC dengan panjang AB=3cm, BC=4 cm, dan AC=6 cm.
Sudut terkecilnya adalah

a.
BAC

b.
ABC

c.
ACB
d. Tak dapat ditentukan
2. Segitiga tidak dapat dilukiskan, jika panjang sisi-sisinya adalah
a. 6 cm, 7 cm, 8 cm
b. 8 cm, 4cm, 12 cm
c. 10 cm, 8 cm, 6 cm
d. 4 cm, 4 cm, 5 cm
3. Yang termasuk tripel Pythagoras adalah
a. 2,3,4
c. 7,4,8
b. 4,5,6
d. 12,16,20
4. Dari ketiga bilangan dibawah ini yang merupakan tripel Pythagoras adalah
a. 2,6,9
c. 20,10,30
b. 4,8,12
d. 21,28,35
5. Alas sebuah segitiga 12 cm dan tingginya 10 cm. Luas segitiga tersebut adalah

cm 2

a. 120
cm 2
b. 60

c. 24

cm 2

d. 12
40
70 0

ABC, besar ABC=


dan BAC=
. Besar ACB adalah
0

6. Pada

cm 2

594

a.

40 0
50

c.

b.
7. Diketahui

60 0
70 0

d.
ABC siku-siku di A, panjang AB=7 cm dan BC=25 cm. Panjang

AC adalah
a. 9 cm
b. 24 cm
c. 25 cm
d. 68 cm
8. Panjang diagonal suatu persegi panjang adalah 10 cm dan panjang salah satu
sisinya 6 cm. Panjang sisi lainnya adalah
a. 8,5 cm
b. 8,0 cm
c. 7,5 cm
d. 7,0 cm
9. Yang berikut ini merupakan sisi-sisi suatu segitiga. Sisi-sisi dari segitiga sikusiku adalah
1
1
1
2
2
2
a.
cm, 2 cm, dan
cm
b. 5 cm, 7 cm, dan 8 cm
c. 4 cm, 5 cm, dan 6 cm
d. 12 cm, 13 cm, dan 15 cm

( x 5)

10. Panjang sisi miring segitiga siku-siku adalah

( x 2)
sisi siku-siku adalah
tersebut adalah
cm 2
a. 48
cm 2
b. 54
cm 2
c. 98
d. 108

cm, sedangkan panjang

( x 1)
cm dan

cm. Luas segitiga siku-siku

595

Semester II
Lembar Kerja Siswa
Garis-garis pada segitiga
Materi singkat:
. Garis Tinggi Pada Segitiga

596

Sebelum mempelajari perhitungan garis tinggi pada segitiga, kamu harus memahami
terlebih dahulu proyeksi titik atau garis pada suatu garis. Proyeksi merupakan dasar
perhitungan garis tinggi pada segitiga. Coba kamu pelajari uraian berikut.
a. Proyeksi
Proyeksi sebuah titik adalah pembentukan bayangan suatu titik terhadap satu bidang,
dengan syarat garis hubung titik dan titik hasil proyeksinya harus tegak lurus dengan
bidang tersebut.
Bagaimana panjang garis proyeksi tersebut ? Ada dua macam perhitungan yang dapat
kamu lakukan. Berdasarkan materi persamaan garis lurus yang telah kamu pelajari,
dapat diuraikan sebagai berikut.

597

598

599

600

601

602

Garis Berat pada Segitiga


Garis berat pada segitiga adalah garis yang ditarik dari sudut segitiga dan
membagi dua dengan sama panjang sisi yang ada di hadapan sudut tersebut. Titik G
pada segitiga ABC merupakan titik berat segitiga. Bagaimana cara menghitung
panjang garis berat pada suatu segitiga? Coba perhatikan segitiga sebarang ABC pada
Gambar 5.12 di samping. Garis EC merupakan garis berat sedangkan garis DC
merupakan garis tinggi. Untuk menghitung panjang EC, perhatikan uraian berikut.

603

604

605

606

607

Segitiga atau segi tiga adalah nama suatu bentuk yang dibuat dari tiga sisi
yang berupa garis lurus dan tiga sudut. Matematikawan Euclid yang hidup sekitar
tahun 300 SM menemukan bahwa jumlah ketiga sudut di suatu segi tiga adalah 180
derajat. Hal ini memungkinkan kita menghitung besarnya salah satu sudut bila dua
sudut lainnya sudah diketahui.

Klasifikasi segitiga

Menurut panjang sisinya:

Segitiga sama sisi adalah segitiga yang ketiga sisinya sama panjang. Sebagai
akibatnya semua sudutnya juga sama besar, yaitu 60o.
Segitiga sama kaki adalah segitiga yang dua dari tiga sisinya sama panjang.
Segitiga ini memiliki dua sudut yang sama besar.
Segitiga sembarang adalah segitiga yang ketiga sisinya berbeda panjangnya.
Besar semua sudutnya juga berbeda

608

Segitiga sama sisi

Segitiga sama kaki

Segitiga sembarang

Menurut besar sudut terbesarnya:

Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu besar sudutnya sama dengan
90o. Sisi di depan sudut 90o disebut hipotenusa atau sisi miring.
Segitiga lancip adalah segitiga yang besar semua sudut < 90o
Segitiga tumpul adalah segitiga yang besar salah satu sudutnya > 90o

Segitiga siku-siku

Segitiga tumpul

Segitiga lancip

609

Latihan Soal
1. Sepotong lidi yang panjangnya 35 cm diletakkan diatas lantai. Ujung lidi
diangkat keatas dan pangkalnya tetap menempel dilantai, tinggi antara lantai
dan ujungnya 21 cm . Panjang proyeksi lidi pada lantai saat ini adalah ..
a. 21 cm
b. 28 cm
c. 30 cm
d. 35 cm
2. Nia berjalan kearah barat sejauh 18 m, kemudian berbelok kearah selatan
sejauh 24 m di S. Jarak dari tempat Nia berangkat sampai dengan ke S adalah
..
a. 30 m
b. 35 m
c. 37 m
d. 39 m
3.
24 cm

26 cm

14 cm
Tinggi segitiga KLM pada gambar diatas adalah ..
a. 12,8 cm
b. 20,3 cm
c. 15,3 cm
d. 21,8 cm
4.
C

B
O
Pada gambar segitiga samakaki diatas, AB = 6 cm dan BC = 5 cm. Panjang
DC adalah
a. 3 cm
b. 5 cm

c. 4 cm
d. 6 cm

610

5. Segitiga ABC mempunyai panjang sisi 6 cm, 8 cm dan 10 cm. Panjang garis
berat segitiga yang melalui sudut C adalah ..
a. 4 cm
b. 8 cm
a. 5 cm
d.10 cm
6.
B
(x+7)
D
C
A
Pada gambar diatas, panjang BD adalah
a.7

b. 12

a. 9
d. 16
7. Segitiga sama kaki ABC mempunyai panjang sisi AB = 32 cm dan AC = BC =
20 cm. Tinggi segitiga itu adalah ..
a.12 cm

b. 24 cm

3
a. 18 cm
d. 20
cm
8. Sebuah tangga yang panjangnya 13 m disandarkan pada puncak tembok yang
tingginya 12 m. Jika ujung tangga tepat berada pada puncak tembok, jarak
pangkal tangga ke tembok adalah
a. 5 m
b. 10 m
c. 15 m
313
d.
m
9.

611

P
R

Berdasarkan gambar diatas, panjang SR adalah

r 2 q2 p2
2q
a.

r 2 p2 q2
2p
b.

p2 q2 r 2
2q
c.

r 2 q2 p2
2r

d.
10. Segitiga sama sisi ABC mempunyai panjang sisi 10 cm. Letak titik berat dari
sudutnya sejauh
3
a. 5
3
b. 10/3
3
c. 10
Lembar Kerja Siswa
Lingkaran

612

Materi singkat:
Lingkaran dalam dan luar segitiga
Suatu lingkaran yang berada di dalam segitiga serta menyinggung ketiga sisi segitiga
tersebut disebut lingkaran dalam segitiga. Jari-jari lingkaran dalam segitiga bisa dicari

dengan rumus:
dimana r adalah jari-jari lingkaran dalam segitiga, L adalah luas segitiga dan s adalah
setengah keliling segitiga.

Suatu lingkaran yang berada di luar segitiga serta keliling lingkaran tersebut
menyinggung perpotongan tiga garis segitiga disebut lingkaran luar segitiga. Jari-jari

lingkaran luar segitiga dapat dicari dengan rumus:


dimana R adalah jari-jari lingkaran luar segitiga; a, b dan c adalah tiga sisi segitiga
dan L adalah luas segitiga.

Mencari luas dan keliling segitiga

613

atau

Teorema Heron
Teorema Heron biasanya digunakan untuk mencari luas dari suatu segitiga
sembarang. a, b dan c adalah ketiga sisi segitiga.

Segitiga sama sisi


Untuk mencari luas dan keliling segitiga sama sisi yang bersisi a dapat digunakan
rumus sebagai berikut:

Lingkaran

614

Dalam geometri Euklid, sebuah lingkaran adalah himpunan semua titik pada
bidang dalam jarak tertentu, yang disebut jari-jari, dari suatu titik tertentu, yang
disebut pusat. Lingkaran adalah contoh dari kurva tertutup sederhana, membagi

615

bidang menjadi bagian dalam dan bagian luar.


Elemen lingkaran
Elemen-elemen yang terdapat pada lingkaran, yaitu sbb:
n sebuah titik di dalam lingkaran yang menjadi acuan untuk menentukan jarak
terhadap himpunan titik yang membangun lingkaran sehingga sama. Elemen
lngkiaran yang berupa titik, yaitu :
Titik pusat (P)
merupakan jarak antara titik pusat dengan lingkaran harganya konstan dan
disebut jari-jari.
Elemen lingkaran yang berupa garisan, yaitu :
Jari-jari (R)
merupakan garis lurus yang menghubungkan titik pusat dengan lingkaran.
Tali busur (TB)
merupakan garis lurus di dalam lingkaran yang memotong lingkaran pada dua titik
yang berbeda (TB).
Busur (B)

616

merupakan garis lengkung baik terbuka, maupun tertutup yang berimpit dengan
lingkaran.
Keliling lingkaran (K)
merupakan busur terpanjang pada lingkaran.
Diameter (D)
merupakan tali busur terbesar yang panjangnya adalah dua kali dari jari-jarinya.
Diameter ini membagi lingkaran sama luas.
Apotema
merupakan garis terpendek antara tali busur dan pusat lingkaran.
Elemen lingkaran yang berupa luasan, yaitu :
Juring (J)
merupakan daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh busur dan dua buah jari-jari
yang berada pada kedua ujungnya.
Tembereng (T)
merupakan daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh sebuah busur dengan tali
busurnya.
Cakram (C)

617

merupakan semua daerah yang berada di dalam lingkaran. Luasnya yaitu jari-jari
kuadrat dikalikan dengan pi. Cakram merupakan juring terbesar.
Persamaan

Suatu lingkaran memiliki persamaan


dengan

adalah jari-jari lingkaran dan

adalah koordinat pusat lingkaran.

Persamaan parametrik
Lingkaran dapat pula dirumuskan dalam suatu persamaan parameterik, yaitu

yang apabila dibiarkan menjalani t akan dibuat suatu lintasan berbentuk lingkaran
dalam ruang x-y.
Luas lingkaran
Luas lingkaran memiliki rumus
yang dapat diturunkan dengan melakukan integrasi elemen luas suatu lingkaran

dalam koordinat polar, yaitu

618

Dengan cara yang sama dapat pula dihitung luas setengah lingkaran, seperempat
lingkaran, dan bagian-bagian lingkaran. Juga tidak ketinggalan dapat dihitung luas
suatu cincin lingkaran dengan jari-jari dalam

dan

jari-jari luar .

Penjumlahan elemen juring

Luas lingkaran dapat dihitung dengan memotong-motongnya sebagai elemen-elemen


dari suatu juring untuk kemudian disusun ulang menjadi sebuah persegi panjang yang
luasnya dapat dengan mudah dihitung. Dalam gambar r berarti sama dengan R yaitu
jari-jari lingkaran.
Luas juring
Luas juring suatu lingkaran dapat dihitung apabila luas lingkaran dijadikan fungsi
dari R dan , yaitu;

619

dengan batasan nilai adalah antara 0 dan 3. Saat bernilai 2, juring yang dihitung
adalah juring terluas, atau luas lingkaran.
Luas cincin lingkaran
Suatu cincin lingkaran memiliki luas yang bergantung pada jari-jari dalam
jari-jari luar , yaitu
di mana untuk

rumus ini kembali menjadi rumus luas lingkaran

Luas potongan cincin lingkaran


Dengan menggabungkan kedua rumus sebelumnya, dapat diperoleh

yang merupakan luas sebuah cincin tak utuh.


Keliling lingkaran
Keliling lingkaran memiliki rumus:
Panjang busur lingkaran
Panjang busur suatu lingkaran dapat dihitung dengan menggunakan rumus

dan

620

yang

diturunkan

di mana digunakan
Tanda

dari

rumus

untuk

menghitung

panjang

suatu

kurva

sebagai kurva yang membentuk lingkaran.

mengisyaratkan bahwa terdapat dua buah kurva, yaitu bagian atas dan

bagian bawah. Keduanya identik (ingat definisi lingkaran), sehingga sebenarnya


hanya perlu dihitung sekali dan hasilnya dikalikan dua.
Pi atau
Nilai pi adalah suatu besaran yang merupakan sifat khusus dari lingkaran, yaitu

perbandingan dari keliling K dengan diameternya D:

621

Latihan Soal

20

1.

O
D
C
Jika panjang busur
AB = 45 cm, maka panjang busur Cd adalah ..
0
a. 135 cm60
b. 120 cm
c. 115 cm
d. 140 cm
2. Pada segi delapan beraturan , besar setiap sudut pusat dan besar setiap sudut
sei delapan berturut-turut adalah
0
0
45
135
a.
dan
0
0
60
150
b.
dan
0
0
30
135
c.
dan
0
0
45
150
d.
dan

3. Diketahui keliling lingkaran 176 cm dan

22
7

. Jari-jari lingkaran tersebut

adalah ..
a. 7 cm
c. 28 cm
b. 32 cm
d. 14 cm
4. Keliling lingkaran yang mempunyai diameter 16 cm adalah ..
a. 50,24 cm
b. 50,26 cm
c. 49,30 cm
d. 49,29 cm
0
5.
30 B
O
7 cm

622

Luas juring OAB diatas adalah ...

a.

b.

c.

d.

5
12 cm 2
6
6
12 cm 2
5
6
11 cm 2
5
5
11 cm 2
6

6.

C
A

Jika besar
0
50
a.
55 0
b.
0
60
c.
0
65
d.

BAC 25 0

, maka besar

ABC

adalah ..

623

3,14
7. Luas daerah lingkaran yang panjang jari-jarinya 24 cm, untuk
..
a. 1808,64
b. 1800,64
c. 1724,28
d. 1720,30

cm 2
cm 2
cm 2
cm 2

8.
C

A
B
O
Garis OB pada gambar diatas merupakan bagian lingkaran yaitu ..
a. Diameter
b. Jari-jari
c. Busur
d. Apotema
9.
14 cm
Luas daerah yang diarsir adalah ..
cm 2
cm 2
a. 44
c. 42
2
cm
cm 2
b. 43
d. 41
10.
D
C
A

2x 0

78 0

3x 0

Pada gambar diatas, besar

A 78 0

dan

adalah ..

adalah

624

a.
b.
c.
d.

102

105

102

90

dan
dan
dan

dan

108
110

110
108

Lembar Kerja Siswa


Garis Singgung Persekutuan
Materi singkat:
Garis singgung persekutuan luar

MN = Garis pusat persekutuan


AB = Garis singgung persekutuan luar

625

AB adalah garis singgung persekutuan luar


AB = CN
AB2 = MN2 - ( r1 r2 )2
CONTOH SOAL

Pada gambar di atas, garis AB merupakan garis singgung.


Panjang jari-jari OB = 6 cm dan OA = 10 cm.
Hitunglah panjang garis singgung AB.
Jawab :

626

AB2 = OA2 - OB2


AB2 = 102 - 62
AB2 = 100 - 36
AB2 = 64
AB = 8 cm
1. Kedudukan Dua Lingkaran
Dua lingkaran yang berbeda dapat digambarkan pada kedudukan yang berbeda.
Macam-macam kedudukan dua lingkaran tersebut, yaitu:
a. Dua Lingkaran bersinggungan

Perhatikan gambar di atas, kedua lingkaran bersinggungan di dalam


dan dapat dibuat sebuah garis singgung k pada titik singgung P. Garis k
menyinggung kedua lingkaran di titik P. Kedudukan titik pusat lingkaran O,
titik pusat lingkaran Q dan titik singgung P adalah segaris. Pada kedudukan

627

dua lingkaran yang bersinggungan di dalam seperti tersebut hanya dapat


dibuat sebuah garis singgung persekutuan.

Perhatikan gambar di atas, kedua lingkaran bersinggungan di luar dan


dapat dibuat tiga garis singgung persekutuan. Garis k merupakan garis
singgung persekutuan dalam. Garis l dan m merupakan garis singgung
persektuan luar. Kedudukan titik pusat lingkaran O, titik pusat lingkaran Q
dan titik singgung P adalah segaris.
b. Dua Lingkaran berpotongan
Perhatikan gambar!

Kedua lingkaran berpotongan dan dapat dibuat dua buah garis singgung
persekutuan luar.
Garis k menyinggung kedua lingkaran di titik A dan B. Garis m menyinggung
kedua lingkaran di titik C dan D.
c. Dua Lingkaran saling lepas

628

Perhatikan gambar!

Kedua lingkaran saling lepas dan pada kedudukan seperti ini dapat
dibuat dua buah garis singgung persekutuan luar dan dua buah garis singgung
persekutuan dalam. Garis k menyinggung kedua lingkaran di titik A dan B.
Garis l menyinggung kedua lingkaran di titik C dan D. Garis k dan l
merupakan garis singgung persekutuan luar.
Garis m menyinggung kedua lingkaran di titik E dan F, sedangkan
garis n menyinggung kedua lingkaran di titik G dan H, sehingga garis m dan n
merupakan garis singgung persekutuan dalam.
2. Garis Singgung Persekutuan luar
Bagaimanakah sifat-sifat garis singgung persekutuan luar dua lingkaran?
Perhatikan gambar!

629

Lingkaran O dan Q merupakan lingkaran yang saling lepas. AO adalah


jari-jari lingkaran O dan BQ adalah jari-jari lingkaran Q. Garis k adalah garis
singgung persekutuan luar yang menyinggung kedua lingkaran di titik A dan
B, sehingga AB tegak lurus OA dan BQ. Segi empat ABQO berbentuk
trapesium siku-siku.
3. Garis Singgung Persekutuan Dalam
Bagaimanakah sifat-sifat garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran?
Perhatikan gambar!

Lingkaran O dan Q merupakan lingkaran yang saling lepas. AO adalah


jari-jari lingkaran O dan BQ adalah jari-jari lingkaran Q. Garis k adalah garis
singgung persekutuan dalam yang menyinggung kedua lingkaran di titik A
dan B, sehingga AB tegak lurus OA dan BQ. OQ adalah garis hubung titik
pusat lingkaran O dan lingkaran Q. AB berpotongan dengan OQ di titik C.
Segitiga AOC sebangun dengan segitiga BCQ.
Contoh soal:
1. Diketahui dua lingkaran berjari-jari 18 cm dan 23 cm. Jika jarak kedua titik
pusat lingkaran tersebut adalah 37 cm, maka bagaimanakah kedudukan kedua
lingkaran tersebut?

630

Jawab:
Jarak titik pusat 37 cm dan jumlah jari-jari kedua lingkaran = 18 + 23 = 41
cm.
Jarak titik pusat < jumlah jari-jari dua lingkaran, lihat gambar!
Sehingga kedudukan kedua lingkaran adalah saling berpotongan.
2. Dua lingkaran saling bersinggungan di luar. Berapa banyak garis singgung
persekutuan yang dapat dibuat?

Jawab:
Banyak garis singgung persekutuan yang dapat dibuat sebanyak 3 buah yang
terdiri dari dua garis singgung persekutuan luar (garis l dan m) dan sebuah
garis singgung persekutuan dalam (garis k). (lihat pada gambar!)

631

Latihan Soal
1. Jarak dua pusat lingkaran adalah 15 cm, sedangkan panjang garis singgung
persekutuan dalamnya = 12 cm. Jika panjang jari-jari salah satu lingkaran
adalah 6 cm, maka panjang jari-jari lingkaran yang lain adalah ..
a. 3 cm
c. 9 cm
b. 6 cm
d. 15 cm
2.
A

Q
Pada gambar diatas panjang jari-jari PA = 7 cm dan QB = 3 cm. Jika panjang
garis singgung persekutuan dalam AB = 24 cm, maka jarak kedua pusatnya
adalah ..
a. 10 cm
c. 26 cm
b. 25 cm
d. 31 cm
3. Panjang sisi segitiga adalah 10 cm, 24 cm dan 26 cm, panjang jari-jari
lingkaran dalamnya adalah ..
a. 4 cm
b. 5 cm

c. 13 cm
d. 30 cm

632

4. Dua buah lingkaran yang pusatnya di P dan di Q masing-masing berjari-jari 7


cm dan 3 cm. Jika jarak P ke Q = 14 cm. Panjang garis persekutuan dalamnya
adalah..
96
a.
64
b.
136
c.
104
d.
5.

A
B

M
N dan NB = 2 cm.
Pada gambar diatas, panjang jari-jari MA = 4 cm
Jarak MN = 10 cm. Maka panjang garis singgung persekutuan luar AB adalah
..

64
a.

cm

96
b.

cm

104
c.

cm

136
d.
6. Panjang garis singgung dalam dua buah lingkaran adalah 8 cm. Jarak kedua
pusat lingkaran itu adalah 10 cm. Jika panjang salah satu jari-jari lingkaran 4
cm, panjang jari-jari lingkaran yang lain adalah ..
a. 3 cm
b. 7 cm

633

c. 4 cm
d. 6 cm
7. Panjang garis singgung persekutuan luar dua buah lingkaran adalah 24 cm.
Sedangkan jarak kedua pusat lingkaran itu adalah 26 cm. Jika panjang salah
satu jari-jari lingkaran 15 cm, maka panjang jari-jari lingkaran yang lain
adalah ..
a. 4 cm
c. 9 cm
b. 5 cm
d. 11 cm
8. Panjang sisi segitiga adalah 30 cm, 40 cm dan 50 cm, panjang jari-jari
lingkaran luarnya adalah ..
a. 20 cm
b. 10 cm

c. 25 cm
d. 30 cm

9.
C

O
B
A
Gambar diatas , panjang BC = 20 cm dan AC = 25 cm. Luas
.

cm 2

a. 37,5
cm 2
b. 50
cm 2
c. 75

AOB adalah

634

d. 100

cm 2

10.
C
S
T
O
U

Pada gambar diatas, panjang PQ = 36 cm dan QR = 39 cm, Panjang QU =

a. 6 cm
b. 9 cm

c. 30 cm
d. 45 cm

635

Lembar Kerja Siswa


Bangun Ruang Sisi Lengkung
Materi singkat:
A. Tabung (Silinder)
Perhatikan gambar di samping. Bentuk apakah yang dimanfaatkan alat musik
tersebut. Mengapa drum selalu berbentuk tabung?
1. Unsur-unsur Tabung dan Melukis Jaring-jaring Tabung
Sebelum kita mempelajari lebih lanjut mengenai tabung, coba sebutkan
benda-benda di sekitar kalian yang berbentuk tabung. Berikut ini akan kita
pelajari berbagai hal tentang tabung.
a. Unsur-unsur Tabung
Dapatkah kalian menyebutkan unsur-unsur sebuah tabung? Agar dapat
menjawabnya, lakukanlah kegiatan berikut.

636

Dari kegiatan tersebut kita akan dapat mengetahui unsur-unsur tabung. Salin
dan isikan unsur-unsur itu pada tempat yang tersedia.
a. Tinggi tabung ....
b. Jari-jari alas tabung ... dan jari-jari atas tabung ....
c. Diameter alas tabung ... dan diameter atap tabung ....
d. Alas dan atap tabung berupa bidang datar yang berbentuk ....
e. Selimut tabung berupa bidang lengkung. Apabila dibuka dan dilembarkan
berbentuk ....
b. Jaring-jaring Tabung
Dari kegiatan sebelumnya kita dapat mengetahui bahwa tabung atau silinder
tersusun dari tiga buah bangun datar, yaitu:
a. dua buah lingkaran sebagai alas dan atap silinder,
b. satu buah persegi panjang sebagai bidang lengkungnya atau selimut tabung.
Rangkaian dari ketiga bidang datar itu disebut sebagai jaring-jaring
tabung. Coba kalian gambarkan jaring-jaring dari kaleng tersebut. Apakah
kalian mendapatkan jaring-jaring tabung seperti gambar berikut?

637

Gambar 2.3 menunjukkan jaring-jaring sebuah tabung dengan jari-jari alas


dan atapnya yang berupa lingkaran adalah r dan tinggi tabung adalah t.
Jaring-jaring tabung terdiri atas:
a. Selimut tabung yang berupa persegi panjang, dengan panjang selimut sama
dengan keliling lingkaran alas tabung 2r dan lebar selimut sama dengan
tinggi tabung t.
b. Dua lingkaran dengan jari-jari r.
2. Menghitung Luas Selimut dan Volume Tabung
Sebuah benda berbentuk tabung memiliki jari-jari r dan tinggi t. Jika
kalian ingin membuat tabung dari kertas yang ukurannya tepat sama dengan
ukuran benda tersebut, berapakah luas kertas yang kalian perlukan? Untuk
menjawabnya, pelajari uraian materi berikut.
a. Luas Selimut
Dengan memerhatikan gambar 2.3, kita dapat mengetahui bahwa luas seluruh
permukaan tabung atau luas sisi tabung merupakan jumlah dari luas alas
ditambah luas selimut dan luas atap. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar
jaring-jaring tabung sekali lagi.

638

Sehingga kita dapatkan rumus:

b. Volume Tabung
Tabung merupakan pendekatan dari prisma segi-n, dimana n
mendekati tak hingga. Artinya, jika rusuk-rusuk pada alas prisma diperbanyak
maka akan membentuk sebuah tabung dimana hanya mendekati satu bidang
alas, satu bidang atas dan satu sisi tegak. Karena alas dan tutup tabung
berbentuk lingkaran maka volume tabung adalah perkalian luas daerah
lingkaran alas dengan tinggi tabung.

639

640

641

B. Kerucut
1. Unsur-unsur Kerucut dan Melukis Jaring-jaring Kerucut
Perhatikan gambar di samping. Pernahkan kalian melihat bangunan ini? Jika kita
cermati bentuknya, bangunan tersebut merupakan refleksi dari bangun ruang dengan
sisi lengkung yaitu kerucut.
a. Unsur-unsur Kerucut
Untuk lebih memahami unsur-unsur kerucut, dapat kita ilustrasikan seperti pada
gambar 2.5 berikut.

642

Dengan mengamati gambar tersebut, kita dapat mengetahui unsur-unsur kerucut


dengan melengkapi pernyataan berikut.
1) Tinggi kerucut = .
2) Jari-jari alas kerucut = .
3) Diameter alas kerucut = .
4) Apotema atau garis pelukis = .
b. Jaring-jaring Kerucut
Berdasarkan kegiatan dan gambar di atas kita ketahui bahwa kerucut tersusun dari
dua bangun datar, yaitu lingkaran sebagai alas dan selimut yang berupa bidang
lengkung (juring lingkaran). Kedua bangun datar yang menyusun kerucut tersebut
disebut jaring-jaring kerucut. Perhatikan gambar berikut.

643

Gambar 2.6(a) menunjukkan kerucut dengan jari-jari lingkaran alas r, tinggi kerucut t,
apotema atau garis pelukis s. Terlihat bahwa jaring-jaring kerucut terdiri atas dua
buah bidang datar yang ditunjukkan gambar 2.6 (b) yaitu:
a. selimut kerucut yang berupa juring lingkaran dengan jari-jari s dan panjang busur
2r,
b. alas yang berupa lingkaran dengan jari-jari r.
2. Menghitung Luas Selimut dan Volume Kerucut
Dapatkah kalian menghitung luas bahan yang diperlukan untuk membuat kerucut
dengan ukuran tertentu? Perhatikan uraian berikut.
a. Luas Selimut
Dengan memerhatikan gambar, kita dapat mengetahui bahwa luas seluruh
permukaan kerucut atau luas sisi kerucut merupakan jumlah dari luas juring ditambah

644

luas alas yang berbentuk lingkaran. Untuk lebih jelasnya perhatikan jaring-jaring
kerucut ini.

Jadi luas juring TAA1 atau luas selimut kerucut dapat ditentukan.

Karena luas selimut kerucut sama dengan luas juring TAA1 maka kita dapatkan:

645

Sedangkan luas permukaan kerucut


= luas selimut + luas alas kerucut
= rs + r2
= r (s + r)

Jadi

dengan r = jari-jari lingkaran alas kerucut


s = garis pelukis (apotema)

b. Volume Kerucut
Kerucut dapat dipandang sebagai limas yang alasnya berbentuk lingkaran. Oleh
karena itu kita dapat merumuskan volume kerucut sebagai berikut.

Hubungan antara r, t dan apotema (s) adalah s2 = r2 + t2

646

c. Luas Selimut dan Volume Kerucut Terpancung


1) Luas selimut

647

Luas selimut kerucut terpancung adalah luas kerucut besar dikurangi luas
selimut kerucut kecil. Kerucut besar ACC' mempunyai tinggi t1, jari-jari r, dan
apotema s1. Sedangkan kerucut kecil ABB' mempunyai tinggi t 2, jari-jari r2, dan
apotema s2. Luas selimut kerucut terpancung adalah luas selimut kerucut besar
dikurangi luas selimut kecil.

C. Bola

648

Mengapa dalam olahraga bowling, benda yang dilemparkan berbentuk bola?


Apakah kelebihannya sehingga benda-benda berbentuk bola digunakan dalam
olahraga sepak bola, bola voli, bowling, dan billiard? Agar dapat lebih mengenal
bangun bola, pelajarilah materi berikut ini.
1. Unsur-unsur Bola
Perhatikan gambar berikut.

Suatu lingkaran diputar setengah putaran dengan diameter sebagai sumbu


putarnya akan diperoleh bangun ruang seperti gambar 2.10 (b). Bentuk bangun yang
demikian disebut bola dengan jari-jari bola r dan tinggi d.
2. Menghitung Luas Selimut dan Volume Bola

649

650

D. Hubungan Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung dengan Jari-jari


Pada rumus mencari volume bangun ruang sisi lengkung, semua tergantung
pada unsur-unsur bangun tersebut, misalnya jari-jari dan tinggi bangun tersebut.
1. Perbandingan Volume Tabung, Kerucut, dan Bola karena Perubahan Jari-jari
a. Perbandingan Volume Tabung

Apabila ada dua buah tabung dengan tinggi yang sama, tetapi jari-jari
berbeda, maka perbandingan kedua volume tabung sama dengan perbandingan
kuadrat masing-masing jari-jarinya.

651

b. Perbandingan Volume pada Kerucut


Apabila ada dua buah kerucut dengan tinggi sama, tetapi jari-jari alasnya
berbeda, maka perbandingan volume kedua kerucut dengan perbandingan kuadrat
masing-masing jari-jarinya.

c. Perbandingan Volume pada Bola


Apabila ada dua buah bola dengan jari-jari yang berbeda, maka perbandingan
volumenya sama dengan perbandingan di pangkat tiga dan masing-masing jarijarinya.

652

2. Selisih Volume Tabung, Kerucut, dan Bola karena Perubahan Jari-jari


a. Selisih Volume pada Tabung
Sebuah tabung dengan jari-jari lingkaran alas r 1 dan tinggi t diperbesar
sehingga jari-jari lingkaran alas menjadi r2 dengan r2 > r1 dan tinggi tetap. Maka
berlaku:

653

b. Selisih Volume pada Kerucut


Sebuah kerucut dengan jari-jari lingkaran alas r1 dan tinggi t diperbesar sehingga jarijari lingkaran alas menjadi r2 dengan r2 > r1 dan tinggi tetap. Berlaku:

Jadi selisih volumenya:

654

dengan r1 = jari- jari awal r2 = jari-jari setelah diperbesar Bagaimana jika jari-jari
kerucut diperpanjang sebesar k satuan? Ternyata berlaku r2 = r1 + k, sehingga:

c. Selisih Volume pada Bola


Sebuah bola dengan jari-jari r1 diperbesar sehingga jarijarinya menjadi r2 dengan r2
> r1. Berlaku:

Jadi selisih volumenya:

655

dengan r1 = jari-jari awal, r2 = jari-jari setelah diperbesar


Bagaimana jika jari-jari bola diperpanjang sebesar k satuan? Ternyata berlaku r2 = r1 +
k, sehingga:

656

Latihan Soal

657

1. Diameter alas suatu kerucut 10 cm. Jika tinggi kerucut tersebut 12 cm,
panjang garis pelukisnya adalah ..
a. 13 cm
b. 7 cm
c. 10 cm
d. 3 cm
2. Sebuah tabung dengan jari-jari 8 cm dan tinggi 20 cm, maka luas seluruh
permukaan bangun tersebut adalah ..
cm 2
a. 2028
cm 2
b. 1845
cm 2
c. 1692
cm 2
d. 1408
3. Volume kerucut yang keliling alasnya 251,2 cm. Panjang garis pelukis 50 cm

3,14
dan

.
cm 3

a. 1046,46
cm3
b. 1256
cm3
c. 50.240
cm3
d. 83.733.3
4. Jika diameter suatu bola 20 cm. Luas kulit bola tersebut adalah
cm 2
a. 5024
cm 2
b. 1256
cm 2
c. 2512

658

d. 572

cm 2

5. Diameter alas sebuah tabung adalah 21 cm, tinggi 35 cm,

22
7

Luas sisi tabung itu adalah ..


cm 2
a. 4620
b. 6006
c. 3003
d. 7393

cm 2
cm 2
cm 2

6. Volume tabung yang berdiameter 14 cm, tinggi 15 cm dan

..

cm3

a. 660
b. 770

cm 3

c. 2310
d. 9240

cm3
cm3

7. Luas bola yang volumenya 11.040


a. 2397

cm

cm3

b. 11.304
cm3
c. 2826
cm3
d. 37.680

cm 3

3,14
dan

adalah ..

22
7
adalah

659

KUMPULAN SOAL
Soal Latihan

660

A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a , b , c atau d didepan jawaban yang
paling benar !
Untuk nomor 1 sampai 5 pilihlah satu jawaban yang benar.
1. x(3 2x) + 6x 8= . . .
a.
2x2 + 9x 8
b.
-12 x2+ 12x 8
c.
2 x2 + 9x 8
d.
2 x2 9x 8
2
2. (2y 3) = . . .
a. 4 y2 + 6y + 9
b. 4 y2 + 6y + 9
c. 4 y2 6y + 9
d. 4y2 + 6y 9
3. t2 - t -12 = . . .
a. (t + 4) (t 3)
b. (t 4) (t 3)
c. (t + 4) (t + 3)
d. (t 4) (t + 3)
4. -6p2 + 16p - 8 = . . .
a. (3p + 2) (2 p 4)
b. (3p + 2) (2 p 4)
c. (3p + 2) (2 p 4)
d. (3p + 2) (2 p + 4)
5. Berikut ini yang merupakan bentuk kuadrat sempurna adalah . . .
a. 9 y2- 12 y - 4
b. 4 y2 - 12 p + 9
c. 9 y2+12 y - 4
d. 4y2 +12 p - 9
6. Penjumlahan 4a b + 4 dengan 6a 8b 10 adalah
10a 2 9b 2 6
a.
10a 7b 6
b.
10a 9b 6
c.
10a 7b 14
d.
7. Hasil dari 4(3x-6) dijumlahkan dengan 3x+10 adalah

661

a.
b.
c.
d.

15 x 4
15 x 14

15 x 14
15 x 4

6x 2 4x

8. Pengurangan
3x 2
a.
3x 2
b.
3x 2 8 x
c.
3x 2 8 x
d.

oleh

3x 2 4 x

x2
x 3 x 10

adalah

9. Bentuk sederhana dari


1
x5
a.
1
x5
b.
1
2
x 3x
c.
1
4x 5
d.

10. Bentuk sederhana dari


x7
x5
a.

adalah

x 2 2 x 35
x 2 14 x 49

adalah

662

b.

c.

d.

x5
x7
x7
x5
x5
x7

11. Nilai dari


5
3b
a.
5
2b
b.
9
2b
c.
9
4b
d.

4 1

b 2b

x 4

3 x

adalah

12. Nilai dari


adalah
2
x 12
3x
a.
x 2 12
6x
b.
x4
3 x
c.
4

3
d.

663

13. Diketahui suatu fungsi f dengan rumus f(x) = x2 5x, nilai-nilai fungsi berikut
yang benar adalah ....
a. f(-1) = 6
b. f(3) = 6
c. f(-2) = -6
d. f(2) = -6
14. Diketahui P= {1, 2} dan Q = {a, b, c}, banyaknya pemetaan yang dapat dibuat
dari himpunan P ke himpunan Q adalah ....
a.

b.

c.

d.

15. Diketahui suatu fungsi g dengan rumus g(x) = ax - 5. Nilai fungsi g untuk x= -1
adalah 3. Nilai a yang memenuhi adalah ....
a. 8
b. 3
c. 3
d. 8
16. Diketahui A = {1,2,3}, dan B = {a,b}. Suatu pemetaan yang mungkin terjadi dari
himpunan A ke himpunan B adalah
a. 3
b. 6
c. 8
d. 9

664

f ( x) 8 x 2 10 x 7
17. Diketahui
a. 0
b. 4
c. 10
d. 14

. Maka nilai

1
f( )
2

adalah

f ( x) x 2 7 x 10
18. Fungsi f dinyatakan dengan rumus

. Maka pembuat nol

fungsi diatas adalah


x 2
x5
a.
dan
x 2
x 5
b.
dan
x2
x5
c.
dan
x2
x 5
d.
dan
19. Gradien garis yang melalui titik (0,0) dan (3,6) adalah
a. -2
1

2
b.
1
2
c.
d. 2
x 2y 3 0
20. Gradien garis yang sejajar dengan
adalah
a. 2
1
2
b.
1

2
c.
d. -2
21. Persamaan garis yang bergradien -3 dan melalui titik (0,-2) adalah
3x y 2 0
a.

665

3x y 4 0
b.
c.

4x y 2 0
2x y 2 0

d.
22. Suatu persegi , mempunyai panjang sisi (4x-3) cm. Maka luas persegi tersebut
adalah
16 x 2
a.
16 x 2
b.
16 x 2
c.
16 x 2
d.

24 x 9
24 x 9
24 x 9
24 x 9

192
23. Bentuk sederhana
4 5
a.
4 3
b.
8 5
c.
8 3
d.

adalah

24. Perhatikan gambar berikut !


Nilai x untuk segitiga disamping adalah

666

13 cm
5

a. 8 cm
b. 12 cm

5 cm

c. 15 cm
d.18 cm

17. Panjang diagonal ruang sebuah kubus yang panjang rusuknya p cm adalah
p 3

a.

cm
p 2

b.

cm
3p

c.

cm
2p

d.

cm

18. Jika ABCD adalah suatu persegi dengan panjang sisi 10 cm , maka panjang
diagonalnya adalah

a.

5 4

cm

8 5
b.

cm

667

9 3
c.

d.

cm

10 2

cm

19. Perhatikan gambar berikut ini !


Dari gambar segitiga disamping , teorema Pythagoras yang benar
b

adalah

a.

b.

c.

d.

a2 b2 c2

b2 a2 c2

c2 a2 b2

c2 a2 b2

20. Bilangan bilangan di bawah ini yang merupakan tripel Pythagoras adalah
a. 4 , 7 , dan 8
b. 13, 14, dan 15
c. 16, 30, dan 34

668

d. 41, 21, dan 20


21. Sebuah tabung dengan jari-jari 8 cm dan tinggi 20 cm, maka luas seluruh
permukaan bangun tersebut adalah ..
cm 2
a. 2028
cm 2
b. 1845
cm 2
c. 1692
cm 2
d. 1408
22. Panjang diagonal suatu persegi panjang adalah 10 cm dan panjang salah satu
sisinya 6 cm. Panjang sisi lainnya adalah
a. 8,5 cm
b. 8,0 cm
c. 7,5 cm
d. 7,0 cm
23. Yang berikut ini merupakan sisi-sisi suatu segitiga. Sisi-sisi dari segitiga sikusiku adalah
1
1
1
2
2
2
a.
cm, 2 cm, dan
cm
b. 5 cm, 7 cm, dan 8 cm
c. 4 cm, 5 cm, dan 6 cm
d. 12 cm, 13 cm, dan 15 cm

( x 5)

24. Panjang sisi miring segitiga siku-siku adalah

( x 2)
sisi siku-siku adalah
tersebut adalah
cm 2
a. 48

cm, sedangkan panjang

( x 1)
cm dan

cm. Luas segitiga siku-siku

669

b. 54
c. 98

cm 2
cm 2
cm 2

d. 108
25. Sebuah tangga yang panjangnya 13 m disandarkan pada puncak tembok yang
tingginya 12 m. Jika ujung tangga tepat berada pada puncak tembok, jarak
pangkal tangga ke tembok adalah
a. 5 m
b. 10 m
c. 15 m
313
d.
m
26.
Q
r
p

P
R

Berdasarkan gambar diatas, panjang SR adalah

r 2 q2 p2
2q
a.

r 2 p2 q2
2p
b.

670

p2 q2 r 2
2q
c.

r 2 q2 p2
2r

d.
27. Segitiga sama sisi ABC mempunyai panjang sisi 10 cm. Letak titik berat dari
sudutnya sejauh
3
a. 5
3
b. 10/3
3
c. 10
d. 3
28. Sepotong lidi yang panjangnya 35 cm diletakkan diatas lantai. Ujung lidi
diangkat keatas dan pangkalnya tetap menempel dilantai, tinggi antara lantai
dan ujungnya 21 cm . Panjang proyeksi lidi pada lantai saat ini adalah ..
a. 21 cm
b. 28 cm
c. 30 cm
d. 35 cm
29. Nia berjalan kearah barat sejauh 18 m, kemudian berbelok kearah selatan
sejauh 24 m di S. Jarak dari tempat Nia berangkat sampai dengan ke S adalah
..
a.
b.
c.
d.

30 m
35 m
37 m
39 m

30.
24 cm

26 cm

14 cm
Tinggi segitiga KLM pada gambar diatas adalah ..
a. 12,8 cm

671

b. 20,3 cm
c. 15,3 cm
d. 21,8 cm

ESSAY
Untuk soal nomor 31 sampai 40 kerjakan disertai dengan langkah-langkahnya.
31.

Tulislah suatu bentuk aljabar untuk setiap situasi berikut. Kemudian


sederhanakanlah bentuk aljabar tersebut.
a. Anita membawa 4 kotak yang masing-masing berisi sebanyak t kelereng dan 3
kotak masing-masing berisi sebanyak r + 2 kelereng.
b. Anita membeli 5 bungkus kue yang masing-masing seharga Rp. x,00 rupiah.
Kemudian Anita membeli permen seharga Rp 15.000,00 dan kerupuk seharga

Rp 5.000,00.
32. Sederhanakanlah setiap bentuk aljabar berikut.
a. 2n 3n
b. 2k 5b b k
c. 2x2 4 + 3x2 6 x2
33. Sederhanakanlah setiap bentuk aljabar berikut.
a. 18y + 5(7 + 3y)
b. 30(b + 2) + 2b
c. x + 5x + 8(x + 2)
34. Tentukan hasil perkalian berikut.
a. 7(3x + 5)
b. y(y 9)
c. 7(2a2 + 5a 11)
d. 2(n 6)
35. Tentukan hasil perpangkatan berikut
a. (p 3)2

672

b. (2x 1)2
c. (-2a + 1)
36.

Diketahui suatu relasi dari himpunan A ke himpunan B yang dinyatakan dengan


himpunan pasangan berurutan {(-2, 4), (-1,-3), (2, 6), (7,10), (8,-)}.
a. Tulislah himpunan A dan B.
b. Gambarlah koordinat Cartesius dari relasi tersebut.
c. Apakah relasi itu merupakan fungsi? Jelaskan!
37. Diketahui A = { a, b, c } B = { -1, 0 }
a. Buatlah semua pemetaan yang mungkin dari himpunan
A ke himpunan B
b. Tentukan banyaknya pemetaan yang dapat dibuat?

38. Diketahui suatu fungsi f dengan rumus f (x- 2x - 5dengan daerah asal M = {-5, -1,
2, 6, 8 }.
i. Tentukan nilai fungsi f untuk x = -5, x = 8
ii. Tentukan daerah hasil fungsi f.
iii. Gambarlah grafik fungsi f pada koordinat Cartesius

39. Tentukan persamaan garis g, jika garis g:


a. Sejajar dengan garis y = 5x 2 dan melalui titik (4, 0).
b. Sejajar dengan sumbu Y dan melalui titik (4, -3).

673

Tulislah persamaan garis yang memenuhi keadaan tegak lurus pada sumbu Y melalui
titik (-5,10)