Anda di halaman 1dari 6

LEMBAR KERJA MAHASISWA

Nama subjek : Muhammad Maulana Akbari


Umur Subjek : 19 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Hasil pemeriksaan
Pengambilan darah kapiler pada subjek dilakukan pada ujung jari tengah
tangan kiri subjek. Pengambilan dilakukan dengan teknik yang tepat.
Setelah dilakukan penusukan darah kapiler dapat keluar dengan lancar dan
dapat berhenti dengan normal.
Kesulitan
Operator tidak menemukan kesulitan dalam pengambilan sample darah kapiler
pada subjek.
Pembahasan
Dalam pemeriksaan hematologi, kita membutuhkan darah sebagai bahan
pemeriksaan. Pengambilan darah untuk sample pasien atau sering disebut sampling,
dapat dilakukan 2 cara, secara kapiler dan secara vena, untuk darah kapiler cukup
diambil di jari jari tangan. Tempat yang dipilih untuk pengambilan darah kapiler adalah
ujung jari tangan atau cuping telinga.
Pembuluh kapiler adalah pembuluh mikroskopik yang membentuk jalinan yang
menghubungkan arteriol dengan venula. pembuluh darah terkecil di tubuh, berdiameter
antara 5 hingga 10 mikrometer, yang menghubungkan pembuluh arteri dan vena, dan
memungkinkan pertukaran air, oksigen, karbon dioksida, serta nutrien dan zat kimia
sampah antara darah dan jaringan di sekitarnya.
Pada pengambilan darah kapiler, jumlah darah yang dibutuhkan sedikit saja
misalnya untuk menghitung waktu perdarahan atau golongan darah dari seseorang. Pada
praktikum teknik sampling darah kapiler ini, berhasil didapatkan darah kapiler subjek

dari jari tengah tangan kiri subjek. Teknik pengambilannya dilakukan pada ujung tengah
jari agar mengurangi rasa nyeri yang terjadi ketika dilakukan pengambilan sample
darah. Ketika dilakukan pengambilan sample usahakan subjek tidak menarik tangannya
ketika jarum ditusukkan, karena jika hal ini terjadi maka dapat memperluas daerah yang
terluka.
Pada percobaan pengambilan sampling darah kapiler kali ini, kami tidak
melakukan pengumpulan sampling, sebab percobaan ini lebih difokuskan terhadap
teknik pengambilan sampling darah kapiler.
Dengan demikian, percobaan pengambilan sampling darah kapiler yang
dilakukan oleh operator terhadap saudara Akbar (subjek) dapat dikatakan berhasil,
mengingat darah dapat keluar dengan lancar dan berhenti secara normal tanpa gangguan
pembekuan darah.

LEMBAR KERJA MAHASISWA

Nama subjek : Ziyana Mawaddatul Walidah


Umur Subjek : 19 tahun
Jenis kelamin : perempuan
Hasil pemeriksaan
Hasil urine yang didapatkan berwarna putih kekuningan, dan encer. Sample
urine yang didapatkan dari sekresi urine porsi tengah tanpa campuran dari porsi awal
atau porsi akhir.

Kesulitan
Operator tidak menemukan kesulitan saat pengambilan sample urine pada
subjek.
Pembahasan
Pemeriksaan urin merupakan suatu pemeriksaan guna membantu menegakkan
diagnosa suatu penyakit. Pemeriksaan urin lebih sering digunakan karena bahannya
mudah didapatkan dan teknik pemeriksaan cukup mudah dan praktis. Hasil pemeriksaan
urine tidak hanya dapat memberikan informasi tentang ginjal dan saluran kemih, tetapi
juga mengenai faal berbagai organ tubuh seperti hati, saluran empedu, pancreas, dsb.
Namun, untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat, diperlukan specimen yang
memenuhi syarat. Pemilihan jenis sampel urine, tehnik pengumpulan sampai dengan
pemeriksaan harus dilakukan dengan prosedur yang benar.

Pengambilan sampling urin sebaiknya dilakukan saat urin pertama di pagi hari.
Sebab urin tersebut memiliki volume dan kadar urin yang seragam, lebih kental, dan
memiliki pH rendah. Sedangkan percobaan pengambilan sampling urin oleh operator
dilakukan sekitar pukul 13.00, sehingga sampling urin yang didapatkan adalah encer
dan berwarna kuning tidak pekat.
Secara umum urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning pucat (kuning
jernih), urin kental berwarna kuning pekat, dan urin baru / segar berwarna kuning
jernih.
Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Urin berbau khas jika
dibiarkan agak lama berbau ammonia. Sample urin yang diambil pada subjek adalah
sekresi urin porsi tengah tanpa campuran urin porsi awal atau urin porsi akhir. Sample
urin yang didapatkan dari subjek berwarna kuning jernih, dan encer.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa waktu dan teknik pengambilan
sampling urin harus dilakukan dengan benar yakni dengan pengambilan sampling urin
pertama di pagi hari dan hanya menampung urin porsi tengah demi keakuratan hasil
pemeriksaan nantinya.
Dapat disimpulkan bahwa teknik pengambilan sample urin berhasil, mengingat
urin yang didapatkan adalah urin porsi tengah tanpa ada campuran urin porsi awal atau
porsi akhir.

LEMBAR KERJA MAHASISWA

Nama subjek : Retno Rachamayanti


Umur Subjek : 19 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Hasil pemeriksaan
Pada pengambilan sample operator tidak mendapatkan sample dari subjek
Kesulitan
Operator melakukan 2 kali percobaan pengambilan sampling darah vena subjek. 2
kali percobaan tersebut meliputi, 1 kali percobaan pengambilan sampling darah vena di
siku tangan kanan dan kurang tepat sehingga darah tidak dapat terambil, serta 1 kali
percobaan pengambilan sampling darah vena di siku tangan kiri dan sampling darah
juga tidak berhasil didapatkan.
Kesulitan operator saat mengambil sampling darah vena saudari Retno adalah :
a. Pada percobaan pengambilan sampling darah vena pertama, operator kurang
tepat menusukkan jarum suntik pada vena di siku tangan kanan
b. Karena percobaan pengambilan sampling darah vena telah dilakukan di siku
tangan kanan, maka operator mencoba melakukan pada siku tangan kiri dan
darah vena belum juga dapat terambil. Penusukan jarum oleh operator sudah
tepat, namun jarum terlalu superfisial sehingga tidak mengenai pembuluh darah
vena yang akan diambil darah sebagai sample nya.
Pembahasan
Dalam kegiatan pengumpulan sampel darah dikenal istilah phlebotomy yang
berarti proses mengeluarkan darah. Suatu cara pengambilan darah vena yang diambil
dari vena dalam fossa cubiti, vena saphena magna / vena supervisial lain yang cukup
besar untuk mendapatkan sampel darah yang baik dan representative dengan
menggunakan spuit.Dalam praktek laboratorium klinik, ada 3 macam cara memperoleh
darah, yaitu : melalui tusukan vena (venipuncture), tusukan kulit (skinpuncture) dan
tusukan arteri atau nadi. Venipuncture adalah cara yang paling umum dilakukan.

Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju
jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat
permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak
elastis. jika diraba, denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup
sepanjang pembuluhnya. Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah.
Pengambilan darah vena dilakukan apabila darah yang dibutuhkan lebih dari
0,5 ml. Teknik pengambilan darah vena sebenarnya tidak sukar, tetapi bila tidak
dikerjakan dengan hati-hati resikonya lebih besar daripada pengambilan darah kapiler
dikarenakan pembuluh darah vena yang digunakan untuk pengambilan sample lebih
besar daripada pembuluh darah kapiler. Pada praktikum teknik sampling darah vena kali
ini pengambilan sample dilakukan pada vena fasocubiti yang terletak di siku dalam.
Pada praktikum teknik sampling darah vena ini operator tidak mendapatkan sample
darah, dikarenakan sewaktu dilakukan pengambilan sample, darah subjek tidak keluar.
Hal ini dikarenakan sewaktu memasukkan jarum posisi jarum terlalu superfisial
sehingga jarum tidak mengenai pembuluh darah. Atau dikarenakan kurang tepatnya
posisi ujung jarum untuk menembus pembuluh darah.
Operator melakukan percobaan pengambilan sampling darah vena sebanyak 2
kali, karena pada 1 kali percobaan pertama di siku tangan kanan, operator tidak berhasil
mendapatkan sampling darah vena, sedangkan pada 1 kali percobaan terakhir di siku
tangan kiri, operator juga tidak berhasil melakukan pengambilan sample.
Ketidakberhasilan operator pada 2 kali percobaan di siku saudari Retno adalah
akibat dari ragu dan kurang teliti saat menusukkan jarum suntik. Hal ini terjadi karena
operator baru pertama kali melakukan percobaan tersebut. Seharusnya operator lebih
fokus dan teliti dalam mengerjakannya, juga dikarenakan tidak terlihatnya pembuluh
darah vena pada subjek kecuali dengan cara di palpasi.