Anda di halaman 1dari 3

HARGA PASAR, RASIO KEUANGAN DAN PREDIKSI KEGAGALAN

Ide Penelitian:
Pada dasarnya keberhasilan perusahaan dapat diperkirakan menggunakan rasio keuangan
perusahaan seperti rasio solvabilitas. Rasio ini digunakan untuk mengetahui seberapa jauh
kemampuan perusahaan dalam memenuh kewajibannya. Kegagalan perusahaan dapat
dindikasikan dari peningkatan atau penurunan rasio keuangan perusahaan lainnya seperti rasio
likuiditas, aktivitas dll. Beranjak dari kondisi diatas, maka peneliti dalam hal ini Wlliam H
Beaver hendak membuktikan apakah investor dalam memprediksi keuntungan dan kerugian
perusahaan selalu berdasar kepada perubahan harga dan rasio keuangan perusahaan.
Tujuan Penelitian:
o Untuk membuktikan seberapa besar perubahan harga pasar saham perusahaa dapat
digunakan sebagai dasar dalam memperkirakan kerugian (kegagalan) perusahaan.
o Untuk membuktikan seberapa besar investor sangat bergantung terhadap rasio keuangan
perusahaan untuk menilai solvabilitas perusahaan tersebut. Rasio keuangan dan
perubahan harga pasar tidak akan dipandang sebagai prediktor saling eksklusif atau
bersaing kegagalan. Sebaliknya, upaya akan dilakukan untuk mengeksplorasi tingkat
hubungan antara dua prediktor
Teori yang digunakan, Sampel Penelitian, Alat statistika

Teori yangdigunakan
Dalam jurnal ini digunakan teori pembentukan harga pasar saham biasa, dimana harga
saham akan dipengaruhi oleh deviden yang diberikan oleh perusahaan.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa teori perubahan harga saham tersaji sebagai berikut:

Ri=Di+Pit-Pit-1
Pit-1

Yang berarti bahwa return saham dipengaruhi oleh deviden dan perubahan harga, maka ketika
investor juga harus mempertimbangkan perubahan harga saham perusahaan dan deviden yang
diibayarkan perusahaan untuk memaksimalkan laba.

Sampel 79 perusahaan yang gagal dan 79 perusahaan yang tidak gagal dengan total 158
perusahaan . Periode 6 Tahun (=1954-1964)

Alat Statistika

Dari grafik diatas, grafik cash flow to total debt menggambarkan semakin bergeser ke tahun
kegagalan perusahaan maka tingkat rasio kas terhadap total hutang semakin kecil yang berarti
jumlah kas dalam membiayai hutang semakin kecil. Sedangkan perbandingan hutang terhadap
asset semakin besar. Artinya semakin perusahaan akan rugi, maka hutang perusahaan semakin
besar. Dan, untuk perbandingan laba bersih perusahaan, semakin mendekati ke tahun kegagalan
maka semakin turun tingkat laba bersih dibandingkan asset perusahaan tersebut.
HASIL PENELITIAN:
1. Menguji ukuran dimana investor saham biasa mempersepsi laba untuk mengambil
keputusan investasi.
2. Mengarahkan perhatian pada reaksi investor terhadap pengumuman laba , seperti yang
direflekksikan dalam pergerakan volume dan harga saham biasa di minggu-minggu di
sekitar tanggal pengumuman.
Perusahaan yang mengalami kegagalan memiliki probabilitas yang lebih besar akan
mengalami kegagalan daripada perusahaan yang belum mengalami kegagalan. Dalam hal ini,

perusahaan-perusahaan ini akan lebih berisiko daripada perusahaan yang tidak mengalami
kegagalan, dan investor menghindari risiko akan membutuhkan tingkat pengembalian yang
lebih tinggi atas investasi mereka. Setiap periode, investor akan menilai kembali posisi
solvabilitas perusahaan dan menyesuaikan harga pasar dari saham biasa sehingga tingkat
pengembalian di masa mendatang akan terus menjadi sepadan dengan risiko yang lebih
tinggi. Jika, setiap saat, perusahaan dalam keadaan solvabilitas buruk dari yang diharapkan,
akan ada penyesuaian ke bawah harga pasar, dan tingkat pengembalian akan kurang dari
tingkat pengembalian yang diharapkan. Efek sebaliknya akan terjadi jika posisi solvabilitas
perusahaan adalah lebih baik dari yang diharapkan.

KESIMPULAN
1. Investor mengakui dan menyesuaikan dengan posisi baru solvabilitas dari kegagalan
perusahaan.
2. Perubahan harga saham bergerak seiring dengan investor yang menjadikan rasio
sebagai dasar dari penilaian mereka dan memperlakukan informasi rasio terhadap
harga pasar.
3. Untuk pengumuman laba yang lebih awal, maka investor dapat menjadikannya
sebagai dasar untuk merevisi ramalan mereka tentang laba dan menyesuaikan dengan
harga pasar yang ada.
4. Diawal bulan pengumuman, investor telah membuat suatu ramalan mengenai laba
laporan dengan dasar laba historis dan laba menurut pasar.
Hubungan antara harga pasar saham perusahaan dan rasio adalah negatif dengan
keberhasilan perusahaan, semakin dekat dengan kegagalan, maka kondisi harga pasar
semakin turun begitupun kondisi resio perusahaan.