Anda di halaman 1dari 5

PRODUKSI MUSIK ORKESTRA TRADISIONAL MENGGUNAKAN VIRTUAL STUDIO

TECHNOLOGY PADA DIGITAL AUDIO WORKSTATION


Neri Praja Nugraha1), Tonny Hidayat, M.Kom2),

memerlukan alat yang mahal serta setiap kali


penggabungan dua suara pada satu pita, kualitas audio
dari pita analog menurun. Dibandingkan dengan musik
analog, musik digital jauh lebih bersih dan memiliki
banyak fitur yang membuat musik lebih bervariasi.

Abstract - Producing music with computer technology


is a major advancement in the music industry
because it has many advantages compared with
analog music production. VST (Virtual Studio
Technology) is a software plugin that simulate
different types of hardware for audio production
such as compressor, equalizer, and amplifiers. VSTi
(Virtual Studio Technology instrument) or a branch
of VST plugins virtualize devoted to musical
instruments like drums, piano, and guitar. Therefore,
the production of digital music in addition to more
practical, digital music production will be pressing
charges for musical instruments and space with good
acoustics for recording instrument.

Produksi musik secara digital adalah suatu proses


produksi musik yang dalam prosesnya menggunakan
teknologi komputer yang dapat menggantikan perangkat
rekaman analog sehingga dapat mengurangi biaya dan
tempat. Produksi musik secara digital membuat proses
tracking dan editing audiodapat dilakukan pada software
komputer. Jika pada sistem analog berbagai peralatan
digabungkan untuk membuat sebuah komposisi atau
merekam musik, tidak demikian pada sistem digital.

Indonesian traditional musical instrument is very


diverse. The author will use the VSTi and gamelan
orchestra to create a traditional feel and adds a VSTi
for accompaniment instruments.

Masalah yang dihadapi adalah ketika ingin memproduksi


musik orkestra tetapi tidak memiliki instrumen asli,
maka penulis melakukan penelitianproduksi musik
secara virtual yang berjudul Produksi Musik Orkestra
Tradisional menggunakan Virtual Studio Technology
pada Digital Audio Workstation agar dapat diproduksi
dengan satu sistem digital audio workstation.

In this production, the author will use the


digital audio interface for recording vocals and
designing all the instruments with VSTi plugins and
mixing with a VST plugin. All processes will be done
using the software DAW (Digital Audio Workstation)
Presonus Studio One. Excess create audio tracks,
virtual instruments that can resolve the problem of
error tones are played for each tone will be recorded
as MIDI data (Musical Instrument Digital Interface)
that can be edited per tone.

1.1 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan
di atas, maka rumusan masalah adalah sebagai berikut
Bagaimana memproduksi musik orkestra tradisional
menggunakan Virtual Studio Technology pada Digital
Audio Workstation.

Keywords VSTi, instrument, Digital Music, Daw,


studio one

1.2 Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.Membuat komposisi notasi not balok kedalam data
MIDI.
b.Mixing dan mastering musik orkestra tradisional pada
mixer Studio One.
c.Membuat musik orkestra tradisional secara digital
menggunakan VST pada DAW.

1. Pendahuluan
Musik digital sangat berkembang pesat di dunia. Saat ini
orang-orang yang mengkonsumsi musik ingin lebih
praktis. Pendengar lebih suka mendengarkan musik
melalui gadget, komputer, maupun musik player lainnya
yang menggunakan CD/DVD. Musik digital lebih
mudah untuk untuk dipromosikan di internet melalui
website seperti soundcloud dan youtube kemudian
didistribusikan dan dijual melalui situs yang mengelola
penjualan musik seperti iTunes untuk kualitas audio
yang lebih tinggi.

1.3 Tinjauan Pustaka


Musik digital ini sebelumnya sudah yang meneliti, tetapi
perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan
berbeda-beda. Adapun penelitian yang berkaitan dengan
produksi musik digital adalah sebagai berikut.

Musik analog adalah musik yang produksinya


menggunakan media pita analog untuk merekam suara.
Musik analog memiliki proses yang rumit dan
1

Surya (2014) Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014


oleh Lalu Ahmad Sapta Surya yang berjudul
Pembuatan Backing Track Instrument Gitar Berformat
Aac Menggunakan Logic Pro 9. Dalam penelitian ini,
perangkat lunak yang digunakan yaitu Logic Pro 9.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pembuatan
musik digital yang dapat dipakai sebagai latihan untuk
bermain alat musik gitar [1 ]
Darmawan (2014) Penelitian ini berjudul Pembuatan
Musik Digital Backingtrack Untuk Pembelajaran
Improvisasi dan Solo Gitar Pada Alldint Music Course
Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan oleh Agung
Darmawan ini bertujuan untuk membuat backingtrack
menggunakan perangkat lunak Presonus Studio One.
Bakingtrack ini bertujuan untuk membantu siswa untuk
belajar di rumah ketika mereka tidak melihat instruktur
[2].

Perangkat keras adalah semua bagian dari komputer


berupa benda fisik untuk mendukung proses kerja sistem
DAW (Digital Audio Workstation).
Perangkat keras yang direkomendasikan adalah
sebagai berikut :
1) Processor 3,0 Ghz Dual Core
2) Random Acces Memory 4 GB
3) Sepasang speaker stereo
4) Headphone
5) Soundcard atau audio interface dengan pre amp
6) MIDI Keyboard Controller 25 key
Perangkat keras yang digunakan penulis untuk
membuat musik digital adalah :
1) Processor 3,0 Ghz AMD Athlon(tm) X2 250
2) Random Acces Memory 4 GB
3) Sepasang speaker stereo
4) Headphone
5) Soundcard Presonus Audiobox 22VSL
6) MIDI Keyboard Kontroller Behringer UMX610

2. Pembahasan
2.1 Gambaran Umum

2.2.2 Kebutuhan Perangkat Lunak


Berikut
adalah
perangkat
lunak
yang
direkomendasikan yaitu :
1) Windows 7 / MAC OS
2) Studio One 2 / Cubase / Pro Tools
3) Native Instrument Kontakt
4) Orchestral Library for Kontakt
5) Traditional Instrument Library for Kontakt
6) Presonus Notion 5
7) Wave Bundle
8) PSP Bundle
9) UAD Plugin
Berikut adalah perangkat lunak yang digunakan
penulis yaitu :
1) Windows 7 x64
2) Presonus Studio One 2
3) Native Instrument Kontakt dan Battery
4) Orchestral String Runs II Library for Kontakt
5) Traditional Instrument Library for Kontakt
6) Presonus Notion 5

Sebelum era digital mulai berkembang pesat untuk


pembuatan musik baik untuk movie scoring (ilustrasi
musik film) maupun popular recorded music (perekaman
musik-musik populer) paling tidak dibutuhkan instrumen
musik asli dan perlengkapannya, para pemain musik dan
tempat atau studio yang besar. Selain itu perekaman ke
dalam media analog mempunyai keterbatasan
diantaranya dalam hal overdubbing atau kemampuan pita
untuk di hapus dan direkam ulang serta biaya penyediaan
pita itu sendiri yang cukup tinggi.
Musik orkestra yang diproduksi secara analog akan
membutuhkan tempat yang besar karena alat musik
orkestra yang sangat banyak serta pemainnya juga
banyak. Biaya untuk menyediakan tempat dengan
akustik ruang yang baik serta menyediakan alat dan
musisinya yang dikutip oleh gearslutz.com pada studio
Abbey Road London mencapai USD 136.200 atau
sebesar 1,6 miliar rupiah untuk seluruh hardware dan
SDM.
Musik orkestra tradisional yang akan dibuat oleh
penulis adalah musik orkestra yang dibuat secara digital
menggunakan alat musik virtual yaitu plugin VST
instrument yang dijalankan pada software audio digital
dan dikontrol melalui keyboard MIDI. Penulis akan
menambahkan instrument musik modern sehingga musik
yang akan dibuat penulis adalah musik yang merupakan
gabungan dari alat musik orkestra simfoni, alat musik
tradisional dari berbagai negara.

2.2.3 Kebutuhan Manusia


1) Komposer
Komposer merupakan orang yang menulis dan
membuat rancangan komposisi permaian dari masingmasing alat musik dan menulisnya kedalam partitur.
Biaya dari jasa komposer untuk musik digital yaitu
sebesar Rp. 6.430.000 per 5 menit durasi. Harga tersebut
diambil berdasarkan studio musik Base Audio Bandung.
2) Keyboardist
Keyboardist merupakan orang yang akan memainkan
notasi yang ada pada partitur di keyboard MIDI sehingga
menghasilkan data MIDI yang dapat memainkan notasi
masing-masing instrumen virtual. Biaya dari jasa
keyboardistuntuk musik digital yaitu sebesar Rp.
200.000 per 5 menit durasi. Harga tersebut diambil
berdasarkan studio musik Base Audio Bandung.

2.2 Analisi Kebutuhan


Terdapat beberapa kebutuhan
hardware, software, dan brainware.

yaitu

kebutuhan

2.2.1 Kebutuhan Perangkat Keras


Perangkat keras adalah semua bagian dari komputer
berupa benda fisik untuk mendukung proses kerja sistem
DAW (Digital Audio Workstation).

3) Sound Engineer
Sound Engineer merupakan orang yang akan
mengolah semua trek instrument supaya lebih harmonis
dan dinamis sehingga musik yang dihasilkan menjadi
enak didengar. Biaya dari jasa sound engineer untuk
musik digital yaitu sebesar Rp. 2.100.000 per audio
untuk mixing dan1.800.000 per audio untuk mastering.
Harga tersebut diambil berdasarkan studio musik Base
Audio Bandung.

Gambar 2.4 Timpani


5) Glock

2.3 Pemilihan Alat Musik


Instrument virtual yang digunakan penulis yaitu sebagai
berikut :
1) Strings
Untuk instrumen strings, penulis menggunakan library
dari Orchestal Tools String Runs.

Untuk instrumen glock, penulis menggunakanlibrary dari


Orchestral Tools.

Gambar 2.5 Glock


6) Piano
Untuk instrumen grand piano, penulis menggunakan
library dari Native Instrument Grandeur.

Gambar 2.1 Alat musik string


2) Angklung
Untuk instrumen angklung, penulis menggunakan library
gratis dari Agus Hardiman yang dapat diunduh melalui
blog pribadinya yaitu blog.artsonica.com.

Gambar 2.6 Grand Piano


7) Brass
Untuk instrumen brass, penulis menggunakan library
dari Project SAM Orchestral Brass.

Gambar 2.2 Angklung


3) Gangsa
Untuk instrumen gansa, penulis menggunakan library
gratis dari Agus Hardiman yang dapat diunduh di
blog.artsonica.com.

Gambar 2.7 Brass


8) Choirs
Untuk choirs, penulis menggunakan library dari
Soundiron Venus.
Gambar 2.3 Gangsa
4) Timpani
Untuk instrumen timpani, penulis menggunakan library
dari Orchestral Tools.

penulis yaitu memainkan notasi tersebut secara


langsung. Notasi permainan yang akan di-input-kan
dapat berasal dari berbagai alat input. Alat input yang
digunakan oleh penulis yaitu MIDI Keyboard Controller.

Gambar 2.8 Choirs atau grup vokal

Gambar 2.10 Merekam instrumen menggunakan


keyboard MIDI
Notasi yang telah di-input dapat dilihat dan di edit
menggunakan piano roll. Karena ada fasilitas piano roll,
jika ada kesalahan permainan instrumen yang tidak
begitu fatal, maka notasi yang salah dapat di-edit, yaitu
pada posisi/timing, pitch, durasi, dan velocity-nya serta
beberapa parameter pada data MIDI (Musical Instrument
Digital Interface).

Gambar 2.9 Antarmuka vst plugin Native Instrument


Kontakt 5
Gambar diatas merupakan antarmuka dari vst native
instruments kontakt. Semua library diatas kecuali gitar
akustik tidak dapat berjalan sendiri karena hanya berupa
file sample dari masing-masing instumen. Instrument
library yang dipakai penulis dikhususkan untuk Kontakt.
Native Instruments Kontakt merupakan vst yang dapat
menjalankan library instrumen virtual dengan
menggunakan format khusus.

2.5 Editing Midi


Pada pembuatan atau penulisan notasi, diperlukan
pengeditan jika nada terdengar tidak seusai dengan yang
diinginkan misalnya nada yang dibuat terlalu panjang,
atau nada terlalu pendek. Editing MIDI juga bertujuan
untuk mengatur velocity nada yang terlalu tinggi
(volume keras) atau bahkan terlalu rendah (volume
kecil) sehingga jika bunyi nada yang dihasilkan bisa di
lihat pada jendela piano roll. Parameter utama dari data
MIDI yang dapat dirubah seperti velocity, aftertouch,
pitch bend dan modulation seperti pada gambar dibawah
ini.

2.4 Desain Musik


Musik yang dibuat oleh penulis yaitu musik dengan
instrumen-instrumen orkestra simfoni serta ditambah
dengan alat musik tradisional dari berbagai daerah di
dunia sehingga membuat kesan tradisional. Berada pada
nada dasar C serta menggunakan tangga nada pentatonis
gamelan yang di tranpose ke C. Karena vendor plugin
instrument gamelan yaitu Sonicoture sudah menyediakan
gamelan yang dapat dimainkan dengan tangga nada
diatonis, maka tidak perlu dilakukan tuning manual
terhadap instrumen ini.
Musik digital Village Harmony ini menggunakan
sample rate 48 kHz dan bit depth 16 bit karena musik
digital ini akan di implementasikan kedalam bentuk fisik
CD Audio dan upload pada soundcloud.com sehingga
sample rate 48 kHz dan bit depth 16 bit sudah cukup
untuk memenuhi kebutuhan distribusi dan memiliki
kualitas yang sangat baik.
Durasi dari lagu Village Harmony ini yaitu 3 menit
40 detik karena durasi tersebut merupakan rata-rata
durasi musik saat ini dan dapat mencakup semua bagianbagian musik.

Gambar 2.11 Parameter MIDI


Parameter diatas dapat ditambah dengan parameter
lain misalnya parameter sustain atau sesuai dengan
kebutuhan namun pada umumnya empat parameter
diatas adalah yang paling banyak digunakan.
2.5.1 Memperbaiki Pitch
Pitch editing atau memperbaiki pitch dengan notasi
yang salah dapat dimulai dengan mengubah trek
instrumen yang ingin diedit menjadi solo mode yang
dapat diartikan hanya trek tersebut yang terdengar pada
speaker sehingga dapat fokus untuk mengecek nada yang
salah. Editing dapat dilakukan dengan drag and drop
nada yang salah atau fals ke posisi pitch yang benar
sehingga nada yang dimainkan instrumen terdengar
sempurna. Pedoman dari editing pitch adalah partitur
dari komposisi musik Village Harmony. Dari hasil
pitch editing ini kemudian dapat didengar kembali untuk
melihat hasilnya seperti pada gambar di bawah ini.

2.5 Menulis Notasi pada Instrumen


Menuliskan notasi adalah menuliskan not-not atau nadanada yang akan diinstruksikan pada plugin VST (Virtual
Studio Technology)instrumentatau juga dapat disebut
alat musik virtual. Pada prosesnya, yang dilakukan

explained-vst-rtas-au-etcdiakses pada 1 September


2014,2010.
[6] Hicks,
Audio
Compression
Basics.
http://www.uaudio.com/blog/
audio-compressionbasics/ diakses tanggal 20 Desember 2014, 2009.
[7] Anonim,
Audio
Compression.
http://www.sae.edu/reference_material/
audio/pages/Compression.htm diakses pada 3
September 2014,2011.
[13]
Jones,
The
Basic
Of
Audio
Equalization.http://music.tutsplus. com/tutorials/thebasics-of-equalization--audio-16587 diakses pada 3
September 2014,2013.

Gambar 2.12 Editing not MIDI pada piano roll


2.5.2 Memperbaiki Velocity
Memperbaiki velocity yaitu memperbaiki volume
suara per not. Memperbaiki velocity bertujuan untuk
mereduksi kesalahan velocity yang terjadi saat proses
perekaman instrumen menggunakan keyboard MIDI
karena keyboard MIDI memiliki velocity sensitive .
Velocity sensitive fasilitas pada keyboard MIDI yang
membuat parameter velocity sesuai dengan kerasnya tuts
keyboard ditekan. Karena pemain keyboad tidak selalu
konsisten dengan besarnya tekanan pada tuts keyboad
maka diperlukan editing untuk memperbaiki velocity
seperti pada gambar dibawah ini. Range dinamika dari
editing velocity ini adalah 60-70. Jadi jika ada suatu not
yang melebihi range tersebut harus diatur secara acak
pada angka antara 60 sampai 70.
3. Kesimpulan
Dari produksi musik digital Village Harmony
menggunakan DAW (Digital Audio Workstation) dapat
diambil kesimpulan yaitu Instrumen virtual dapat
membantu dalam pembuatan musik dengan biaya murah
tanpa harus memanfaatkan instrumen musik yang asli.
Penggunaan instrumen virtual dan editing MIDI pada
piano roll dapat menambah humanize pada suara
instrumen.
Penggunaan banyak library pada satu instrumen
strings dapat membuat instrumen string terdengar seperti
dimainkan oleh satu grup musisi string.
Daftar Pustaka
[1] Surya, Pembuatan Backing Track Instrument Gitar
Berformat AAC Menggunakan Logic PRO 9.
Dokumen Tidak Terpublikasi. Yogyakarta: Jurusan
Teknik Informatika STMIK AMIKOM,2014.
[2] Darmawan, Agung. Pembuatan Musik Digital
Backingtrack Untuk Pembelajaran Improvisasi dan
Solo Gitar Pada Alldint Music Course Yogyakarta.
Dokumen Tidak Terpublikasi. Yogyakarta: Jurusan
Teknik Informatika STMIK AMIKOM,2014.
[3] Griffin,
What
is
digital
music.
http://www.whyzz.com/what-is-digital-music
Diakses pada 19 Desember 2014, 2010.
[4] Zulis, VST. http://tujunada.com/2011/04/mengenallebih-dekat-tentang-vst.html diakses pada 20
Februari 2015, 2011.
[5] Anonim, Interface Type Explained Plugin VST
RTAS AU. http://support.pluginboutique .com/
knowledgebase/articles/51119-interface-types-