Anda di halaman 1dari 4

TUGAS ORTHODONSIA

Mekanisme Terjadinya Closed Lock

Nama Anggota
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Ni Luh Irma Surphaningsih


Ade Ratu Mas Saraswati
Bayu Prayoga Deta Putra
I Ketut Aditya Arriawan
Ni Luh Pt. Mirah Reistriana Sari
I Kadek Hadi Yudikayana
I Gst. Ngurah Alit Arthana
Ni Putu Mega Astiti Pramesti
Kadek Ayu Diana Wati
Putu Sarasti Armidita
Dyah Hapsari Dwi Kusuma Wardhani
Lalu Sesar Indra Pradana
I.G.N Rizky Prayudi

(064/G/12)
(065/G/12)
(066/G/12)
(067/G/12)
(068/G/12)
(069/G/12)
(070/G/12)
(071/G/12)
(072/G/12)
(073/G/12)
(074/G/12)
(075/G/12)
(076/G/12)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
2014
Mekanisme Terjadinya Closed Lock

Sendi TMJ merupakan satu-satunya sendi yang ada di kepala bila terjadi sesuatu pada salah satu
sendinya maka seseorang itu mengalami masalah yang serius. Masalah tersebut dapat berupa nyeri pada
saat membuka dan menutup mulut, mengunyah,berbicara, bahkan dapat menyebabkan mulut seseorang
bisa saja terkunci. Kelainan pada sendi Temporo Mandibular Joint ini disebut dengan Temporo
Mandibular Disorder atau TMD. Salah satu klasfikasi dari TMD adalah Dislokasi Diskus atau Disc
Dislocation.Disc Dislocation dibagi menjadi dua yaitu Disc Dislocation With Reduction dan Disc
Dislocation Without Reduction. Disini kami akan khusus menjelaskan tentang Disc Dislocation Without
Reduction khususnya closed lock jaw ( rahang terkunci ).
Disc Dislocation Without Reduction adalah perpindahan posisi diskus yang terjadi tanpa reduksi
yang ditandai dengan Elastisitas superior retrodiscal lamina menghilang, menyebabkan sulitnya diskus
kembali ke arah tempat yang normal dalam pergerakan membuka mulut. Ditandai dengan gerakan
membuka mulut menjadi terbatas dan tidak terdengar lagi bunyi klik selama pergerakan membuka mulut.
Gerakan membuka mulut yang terbatas itu dinamakan rahang terkunci atau Closed Lock. Hal itu juga bisa
menyebabkan timbulnya rasa sakit pada saat membuka mulut dan membuat pasien sulit untuk
mengunyah. Diskus yang berada pada posisi abnormal tidak dapat kembali keposisi normal dengan
sendirinya, jika hal ini berlangsung selama beberapa hari maka akan sangat sulit untuk memobilisasi
keadaan diskus lagi, semakin lama perpindahan diskus tanpa reduksi tidak diobati semakin besar resiko
pembentukan adhesi sehingga terjadi perlengketan sendi yang menyebabkan terbatasnya gerakan
membuka mulut secara permanen. hal itu harus ditangani dengan cara atroscopy yaitu pemotonga
jaringan adhesi dengan gunting mikro.
Temporo Mandibula Joint TMJ terdiri dari beberapa bagian yaitu Fossa Glenoida, Prosesus
Kondiloideus, ligament, rongga synovial, dan diskus artikularis. Pada diskus artikularis dapat terjadi
pergeseran atau dislokasi yang meningkat sehingga diskus mengalami over use akan menyebabkan
fleksibelitas diskus menurun.
Closed lock disebabkan oleh pergeseran diskus kearah anterior yang terus bertahan. Bila pita
posterior dari diskus yang mengalami deformasi tertahan di anterior prosesus kondilaris, akan terbentuk
barier mekanis untuk pergeseran prosesus kondilaris yang normal. Jarak antar insisal jarang melebihi 25
mm, tidal terjadi translasi, dan fenomena clicking hilang. Closed lock dapat terjadi sebentar-sebentar
dengan disela oleh clicking dan locking tau bisa juga bersifat permanen. Pada kondisi persisten, jarak
antar insisal secara bertahap akan meningkat akibat peregangan dari perlekatan posterior diskus, dan

bukannya oleh karena pengurangan pergeseran terjadi. Sehingga terjadi inflamasi, menimbulkan rasa
sakit dan keterbatasan membuka mulut.
Berikut terdapat gambar bagaimana terjadinya closed lock dan penjelasannya :

Keterangan
a. Dalam posisi menutup mulut, diskus telah bergeser ( dislokasi ) ke arah anterior
b. Posisi saat mulai membuka mulut, condyle mulai bergerak ke arah anterior
c. Condyle sudah mulai lebih banyak bergerak ke anterior, ligament mengikuti pergerakan condyle
dan berusaha menarik diskus untuk kembali ke tempatnya
d. Condyle berusaha bergerak namun tertahan oleh diskus yang terdapat di anteriornya. Ligament
juga turut berkontraksi berusaha menarik diskus untuk kembali
e. Condyle tertahan akibat posisi diskus yang tidak berpindah. Hal ini menyebabkan rasa sakit
f.

akibat condyle yang menekan diskus sehingga mengakibatkan terbatasnya membuka mulut
Rahang mulai menutup, condyle perlahan kembali menuju ke posterior. Diskus tetap dislokasi di

anterior
g. Ligament relaksasi dan condyle sudah mulai mencapai tempat normalnya. Diskus tetap dislokasi
anterior

h. Condyle sudah berada pada tempatnya dan ligament berada di superior condyle karena diskus
dislokasi anterior