Anda di halaman 1dari 25

Sensor 1C: Mesin

Pemotong dan
Quality Control Plastik

Tujuan

Menyusun sistem untuk memotong plastik (dari gulungan plastik


dengan tebal 0,50 cm, dan lebar 120,0 cm) menjadi berukuran
240,0 cm x 120,0 cm.

Melakukan uji kualitas pada plastik yang telah dipotong tersebut


yang meliputi uji (ratanya) permukaan dan uji ketebalan.

Menumpuk 200 lembar plastik yang telah lolos uji kualitas.

Rumusan Masalah

Bagaimana cara untuk memotong plastik menjadi sepanjang 240,0


cm?

Bagaimana cara untuk menguji ratanya permukaan plastik?

Bagaimana cara untuk menguji tebal plastik?

Bagaimana cara untuk memisah plastik yang telah lulus uji kualitas
dengan plastik yang tidak lulus uji kualitas?

Konsep Penyelesaian Masalah


Konsep pemecahan masalah dibagi ke dalam beberapa bagian,
yaitu:
1.

Pelurusan.

2.

Pemotongan.

3.

Pengukuran kontur dan ketebalan.

4.

Penyortiran plastik lolos uji kualitas.

5.

Pengemasan.

1. Pelurusan

Plastik yang digulung cenderung untuk mempertahankan bentuknya.


Kelengkungan pada plastik akan mengganggu proses pemotongan dan
pengukuran dimensi.

Plastik diratakan terlebih dahulu dengan roda penggiling yang ditekan oleh
pegas pada kedua sisinya agar plastik tidak selip. Gaya tekan pegas
disesuaikan agar roda menjepit plastik tapi tidak mengubah atau merusak
bentuk plastik.

Roda penggiling juga memiliki penghangat yang suhunya diatur sedemikian


rupa agar plastik menjadi lebih lentur tapi tidak rusak.

Roda hijau adalah roda


penggerak yang terhubung
dengan motor DC dan
berfungsi untuk
menggerakkan dan
mengatur kecepatan plastik.

Roda merah memiliki elemen


pemanas.

Roda hitam adalah roda


yang terhubung dengan
inductive sensor rotational
encoder.

Sensor kecepatan sudut menggunakan sensor induktif dan gir metal. N


adalah jumlah gerigi, r adalah jari-jari gir, j adalah jarak radial antara
gerigi. Trigger interval adalah waktu antar pemicuan sensor pada
kecepatan linear 240 cm/s. Sensor kapasitif akan bertemu gerigi tiap
14.73 ms dengan kecepatan linear 240 cm/s. Jarak antara gerigi dan
sensor < 5mm. Frekuensi trigger adalah 67.89 Hz.

Sensor induktif yang digunakan adalah IFRM 06N13G1/L buatan Baumer.


Berikut ini adalah spesifikasi sensor tersebut. Sensor tersebut dapat
mendeteksi objek sampai 400 Hz, jauh diatas 67,89 Hz.

Sensor tersebut akan dihubungkan ke sebuah programmable


tachometer TA200 buatan Baumer. Spesifikasinya adalah sebagai
berikut.

2. Pemotongan

Pemotongan plastik dilakukan ketika panjang plastik adalah 240 cm.

Pemotongan dilakukan dengan menggunakan rotary cutter yang berupa


sebuah pemotong berputar yang terdiri atas bilah pemotong dan silinder
dengan keliling 240 cm.

Plastik akan didorong masuk oleh roda yang hijau yang motorized.

Tiap satu putaran penuh rotary cutter akan menghasilkan lembaran plastik
dengan panjang 240 cm.

Sensor LVDT akan mendeteksi keberadaan plastik.

http://www.iis-servo.com/images/rotary_cutter.gif

Jarak antara titik tengah tabung pemotong dengan sensor kapasitif


adalah 240 cm. Keliling silinder pemotong adalah 240 cm. Objek
merah adalah sensor kapasitif. Jarak sensor ke plastik <1 cm.

Sensor kapasitif yang digunakan adalah CFBM 20N1600 buatan


Baumer. Spesifikasi sensor tersebut adalah sebagai berikut.

3. Pengukuran Kontur dan


Ketebalan.

Kontur adalah garis yang mewakili bentuk


permukaan suatu objek.
(http://www2.imse.ksu.edu/~zpei/ultrasonic_machini
ng/wafergrinding/image/backgr11.gif).

Kontur didapatkan dengan menggunakan LVDT


pada permukaan atas plastik.

Ketebalan diukur dengan menggunakan dua LVDT


yaitu pada permukaan atas dan bawah plastik.

LVDT pada bagian bawah akan mengukur


permukaan bawah plastik.

LVDT ditempatkan seperti gambar dibawah.

Ketebalan plastik adalah 0.5 cm.

Batas maksimum penyimpangan adalah 0.1 mm.

LVDT harus mampu mengukur dengan ketelitian 0.1 mm.

LVDT A akan mengukur kontur. LVDT A dan B akan mengukur


ketebalan.

Ketebalan didapatkan dengan menggunakan persamaan


disamping.

Jarak antar LVDT adalah 50 cm, sesuai


dengan soal. Jarak antara LVDT atas
dan bawah adalah 3 cm. Dengan
ketebalan plastik 0.5 cm, maka jarak
LVDT ke plastik adalah 1.75 cm atau
17.5 mm.

Sensor LVDT yang


digunakan adalah
GHSD 750-020 buatan
macrosensors.

LVDT tersebut memiliki


rangkaian internal yang
akan menghasilkan
keluaran DC yang
terkalibrasi sehingga
tidak diperlukan lagi
rangkaian tambahan
untuk pengondisi sinyal
seperti jika
menggunakan LVDT
AC.

Sensor yang Digunakan

Sensor LVDT

Sensor kapasitif

Sensor LVDT

Sensor yang mendeteksi dengan sentuhan. Sentuhan sensor dengan


permukaan benda yang dideteksi akan menghasilkan sinyal listrik.

Masukan AC dari LVDT akan dikonversi ke dalam bentuk DC yang ekuivalen.

Sensor Kapasitif

Merupakan sensor yang termasuk sensor proximity (sensor yang


dapat mendeteksi material tanpa sentuhan.

Pelat pada sensor kapasitif merupakan bahan konduktif,


sedangkan plastik merupakan bahan non-konduktif. Sehingga
pada sistem ini digunakan sensor kapasitif yang dapat mendeteksi
material non-konduktif.

Cara Kerja Sensor Kapasitif (nonkonduktif)

Salah satu plat konduktif dari sensor kapasitif adalah yang ada

di dalam sensor, sedangkan plat yang satunya lagi merupakan per


mukaan alas tempat objek (plastik).
(sumber gambar: http://www.lionprecision.com/techlibrary/technotes/cap-0020-sensor-theory.html)

Penempatan Sensor Kapasitif

Sumber: http://www.lionprecision.com/tech-library/appnotes/cap0030-thickness-measurement.html

Sensor Kapasitif yang Digunakan

Precision Capacitive Position Sensor Model 8810

Manufacture: MicroSense

Sumber: http://www.microsense.net/products-position-sensorsmicrosense-8800.htm

Spesifikasi Sensor Kapasitif

Dapat mendeteksi dari 5 micrometer sampai 2 millimeter dari target

Dapat digunakan untuk mendeteksi target konduktif maupun non


konduktif

Sangat stabil (disipasi panas sebesar 0 dari ujung sensor)

Ultra low noise design (desain dengan noise yang sangat rendah),
bandwidth pengukuran besar untuk respon yang cepat